Telah dilaksanakan pelatihan website untuk pengembangan Website Departemen yang dilakukan secara daring melalui Zoom. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 April 2022 diikuti sebanyak 13 peserta. Dany Puguh selaku narasumber memberikan materi yang akan disampaikan selama tiga hari.
berita
A team of Indonesian Geodesy students from Gadjah Mada University (UGM) in Yogyakarta has won first place at the International Invention & Innovative Competition (InIIC), an event initiated by Malaysia-based event management company MNNF Network.
Five students from UGM’s Geodetic Engineering Department – Akram Sripandam, Yofita Indah Saputri, Vincent Tandy, Agan Aul Rizki and Salsabila Ramadhani Prasetya – received the Diamond Award in the B2 Higher Institution Student category for their website and Android application CulturIS-3D, which aims to instill in millennials cultural values and “provide new perspectives for users by presenting cultural heritage sites in three-dimension”.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Yo_3x3Ffi5w[/embedyt]
According to a statement, in addition to the Indonesian language, the platform is also available in English to attract foreigners.
The team was supposed to present its work during an event in Penang, Malaysia, on April 17 to 20; however, it ended up presenting via online video due to the COVID-19 pandemic. The winners were announced on the InIIC website on April 18.
“The innovations from the other teams were amazing; things we didn’t even think of doing,” Yofita, head of the Indonesian team, said in a statement.
Prior to participating in the competition, CulturIS-3D also won first place at a national competition held by Ahmad Dahlan University in Yogyakarta in November 2019.
Akram, the team’s founder, engineer and web developer, is hopeful that the project will continue to grow and inspire the younger generations. “[We compiled] the data in collaboration with all the academics at UGM, particularly our department. Hopefully [the platform] is useful to the public.” (kes)
Source: https://www.thejakartapost.com/youth/2020/04/26/ugm-students-cultural-heritage-platform-wins-international-invention-competition.html
Mahasiswa Teknik Geodesi UGM kembali menoreh prestasi. Kali ini dua mahasiswa atas nama Ali Surojaya dan Azizun Rahman berhasil meraih Juara 1 pada kompetisi National Science Inovation Expo 2019 di bidang Teknologi dan Komputasi. Karya Ilmiah mereka dengan judul Jogja Semar: Web GIS based Smart Emergency Actions for Disaster Response berhasil meraih juara pertama pada kompetisi yang diselenggarakan di Jakarta. Berikut adalah kutipan berita dari laman Info Fakultas Teknik:

Ali Surojaya dan Azizun Rohman, keduanya merupakan mahasiswa Teknik Geodesi FT UGM yang tergabung dalam Tim Jogja Semar, raih juara 1 pada National Science Inovation Expo UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan IYSA (Indonesia Young Scientist Association), 22-25 November 2019.
Dibawah bimbingan Dany Puguh Laksono, S.T., M.Eng., tim Jogja Semar mengajukan karya Jogja Semar: WebGIS based Smart Emergency Actions for Disaster Response. Jogja Semar (jogja-semar.com) merupakan platform WebGIS yang berfungsi sebagai alat untuk pelaporan kondisi terkini pasca kejadian bencana. Semar merupakan singkatan dari Smart Emergency Actions for Disaster Response. Platform ini memiliki tiga fitur utama yaitu report (pelaporan kondisi berbasis lokasi), routing (penentuan rute tercepat dan teraman), dan geo-donation (donasi berbasis lokasi).
Atas prestasi ini, tim berhak atas trophy, sertifikat, dan undangan lomba International Science Project Olymphiad (INSPRO) 2020 di Turki. “Semoga platform Jogja Semar dapat dikembangkan lagi sehingga mampu untuk diterapkan dalam masyarakat,” demikian harapan tim Jogja Semar. (Humas FT: Purwoko)
Pemenang ini, nantinya bakal mewakili Indonesia dalam Final Falling Walls Lab 2018 di Berlin, 8 November 2018 melawan puluhan pemenang Falling Walls Lab dari seluruh dunia.
Pemenang juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Falling Walls Lab Conference pada 9 November 2018, yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dan ilmuwan dari beberapa negara di dunia.
Hadiah lainnya dari EURAXESS berupa kesempatan mengunjungi salah satu lembaga riset, ataupun universitas di salah satu negara anggota Uni Eropa yang menjadi pilihan pemenang.
Ada 7 orang juri Falling Walls Lab Jakarta, mereka dengan latar belakang pendidikan dan asal institusi yang berbeda masing-masing: Leenawaty Limantara, Ph.D. (Rektor Universitas Pembangunan Jaya, alumna DAAD dan Alexander von Humboldt Foundation Ambassador); dan Simon Grimley (representatis EURAXESS regional ASEAN).
Ada juga Ismira Lutfia Tisnadibrata (jurnalis yang 2x berhasil terpilih mengikuti program „DAAD Press Tour“ pada tahun 2016 dan 2017, Program ini hanya untuk 15 jurnalis terpilih dari seluruh dunia untuk diundang ke Jerman dan melakukan kunjungan ke beberapa institusi riset, universitas dan lembaga-lembaga lainnya).
Kemudian PD Dr. habil. Sonja Kleinertz (dosen DAAD di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB); Toto Suharto (Managing Director, PT. Robert Bosch Automotive, lulusan Jerman); Dr. Vishnu Juwono (Kepala kantor Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia) dan Yacinta Esti (Project Manager, ASEAN Farmers‘ Organistaions Support Programme, ASEAN Foundation, alumna DAAD).
Sumber berita:
http://palapanews.com/2018/09/16/pemenang-ini-bakal-jadi-duta-indonesia-di-falling-walls-dunia/


