• Tracer Study
  • Portal Civitas Akademik
  • SSO Login
  • 🇺🇸 EN
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Struktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • 2025
  • Oktober
  • 23
Arsip 2025:

23 Oktober

Mahasiswa Teknik Geodesi UGM Kunjungi BIG dan BPN untuk Perdalam Wawasan Geospasial

BeritaKegiatan Mahasiswa Kamis, 23 Oktober 2025

Cibinong & Jakarta, 23 Oktober 2025 — Sebanyak 78 mahasiswa dari Angkatan 2023 dan 2024 Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kunjungan institusi ke Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada Kamis (23/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tahunan Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG) yang bertujuan menambah wawasan dan pengalaman lapangan mahasiswa mengenai penerapan keilmuan geodesi di instansi pemerintah maupun industri.

Rombongan mahasiswa berangkat dari Yogyakarta pada Rabu (22/10) dan didampingi oleh dosen Departemen Teknik Geodesi, Dr. Diyono dan Bapak Calvin Wijaya. Kunjungan hari pertama difokuskan di dua lembaga utama bidang geospasial nasional, yakni BIG di Cibinong dan Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Kementerian ATR/BPN di Jakarta.

Belajar Teknologi Survei dan Pemetaan di BIG

Di BIG, para mahasiswa disambut oleh Humas BIG, Bapak Tommy, yang menyampaikan selamat datang sekaligus harapan agar kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa terhadap pengelolaan data geospasial nasional. Dalam sambutannya, perwakilan dari UGM, Dr. Diyono, turut menyampaikan apresiasi atas penerimaan hangat dari pihak BIG. Mahasiswa kemudian dibagi dalam dua kelompok untuk mengunjungi sejumlah fasilitas penting, seperti replika titik pasang surut, CORS BAKO, serta laboratorium peralatan survei. Selain itu, mereka mendapatkan pemaparan teknis dari para ahli di BIG.

Mbak Mukti dari Direktorat Pemetaan Rupabumi Wilayah Laut dan Pantai menjelaskan konsep penentuan hipsografi laut, toponimi, dan garis pantai yang melibatkan teknologi canggih seperti Airborne LiDAR Bathymetry, Structure from Motion, Echosounder, Satellite Derived Bathymetry, hingga Interferometric SAR. Ia juga memperkenalkan platform sipulau.big.go.id sebagai portal data toponimi laut nasional.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Mas Abet dari bidang kebencanaan BIG yang memaparkan 12 jenis bencana yang menjadi fokus kajian lembaganya, serta penggunaan drone dan peta bencana untuk mitigasi pra-bencana. Mahasiswa terlihat antusias dengan banyaknya diskusi dan pertanyaan yang diajukan seputar penerapan teknologi survei dan pemetaan di lapangan.

Mengenal Kadaster 3D dan Inovasi Geospasial di BPN

Selepas dari BIG, rombongan melanjutkan kunjungan ke Direktorat Jenderal SPPR Kementerian ATR/BPN di Jakarta Selatan. Mereka disambut hangat oleh Sekretaris Ditjen SPPR, Bapak Yoga Suwarna, S.T., M.T., M.Eng., yang memberikan gambaran umum struktur organisasi serta kebutuhan tenaga survei di berbagai Kantor Wilayah dan Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia.

Rangkaian materi kemudian dilanjutkan oleh sejumlah pejabat BPN, antara lain Ibu Vitriani, S.T., M.T., M.Sc., yang menjelaskan kegiatan strategis pemetaan dan pengelolaan data dasar; Bapak Agus Apriawan, S.T., S.H., M.Kn., yang memaparkan kebijakan dan fungsi pertanahan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan; serta Bapak Nono Suhartono, S.H., M.Si., yang mengungkapkan bahwa dari 126 juta bidang kadastral di Indonesia, sekitar 120 juta telah terpetakan, dan kini sedang dikembangkan peningkatan kualitas data berbasis machine learning.

Tidak kalah menarik, Bapak Albertus Yogo Dwi Sancoko, S.T., M.Si., menjelaskan inisiatif pengembangan kadaster tiga dimensi (3D) di Indonesia, sementara Bapak Yono Cahyono, S.T., M.Si., memaparkan pemetaan bidang tanah. Mahasiswa aktif berdiskusi dan memberikan pertanyaan kritis, terutama mengenai penerapan kadaster 3D dan pemanfaatan teknologi geospasial mutakhir.

Sebagai penutup, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang, Bapak Farid Hidayat, S.T., M.T., memberikan pesan inspiratif agar mahasiswa terus mengembangkan diri menjadi generasi yang cerdas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di dunia geospasial.

Teknik Geodesi UGM Tindak Lanjuti Kerja Sama dengan Universitas Glasgow

Berita Kamis, 23 Oktober 2025

Yogyakarta, 22 Oktober 2025 – Departemen Teknik Geodesi UGM menerima delegasi dari Universitas Glasgow untuk melakukan tindak lanjut kerja sama antar keduanya. Yang hadir di Departemen Teknik Geodesi adalah seorang akademisi, Dr. Paul R. Eizenhofer dan seorang administrator, Sophia. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk melakukan diskusi rinci terkait program double degree antara kedua institusi yang kini mulai berjalan.

Dr. I Made Andi Arsana hadir di dalam pertemuan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika. Mereka membicarakan pelaksanaan program double degree yang melibatkan Magister Teknik Geomatika di UGM dan Computational Geoscience di UG. Saat ini, program double degree ini telah memiliki dua mahasiswa pertama yaitu Hyatma Adikara dan Fairuz Akmal. Keduanya merupakan alumni S1 Program Studi Teknik Geodesi UGM. Dalam diskusi tersebut, kedua mahasiswa ini juga dihadirkan dan dikenalkan kepada pihak UG.

Melalui diskusi tanggal 22 Oktober 2025, kedua belah pihak memahami bahwa saat ini kedua mahasiswa sudah memulai kuliah di Magister Teknik Geomatika UGM dan akan siap berangkat ke UG pada bulan Agustus 2026. Dr. Eizenhofer secara rinci menanyakan mata kuliah yang sudah dan akan diambil oleh kedua mahasiswa tersebut di UGM serta menjelaskan mata kuliah yang akan mereka ambil di UG. Selain itu, dibicarakan juga perihal rencana tesis dan pembimbingan yang akan dilakukan secara bersema (joint supervision) yang melibatkan akademisi di UGM dan UG.

Pada dasarnya, dicapai pemahaman bersama bahwa mahasiswa double degree tersebut akan menempuh satu tahun pendidikan di UGM dan satu tahun berikutnya di UG. Ketika semua program sudah dilaksanakan, mahasiswa akan lulus dengan gua gelar master yang berasal dari UGM dan UG. Disepakati juga bahwa ada satu tema penelitian yang akan diselesaikan sebagai persyaratan tesis di UGM dan project di UG. Hal ini memerlukan pengaturan yang matang di awal, sebelum mahasiswa mulai kuliahnya di UG. Oleh karena itu, kedua pihak bersepakat bahwa mahasiswa harus sudah siap dengan topik tesisnya dia akhir tahun pertama di UGM, sebelum berangkat ke UG.

Dalam diskusi tersebut, masing-masing mahasiswa diminta untuk menyampaikan secara singkat rencana tesisnya. Keduanya sudah cukup siap dengan tema masing-masing yang terkait erat dengan Smart Cities dan Digital Twin. Selain sudah mendalami tema-tema tersebut secara akademik, keduanya memang terlibat secara teknis dalam mengembangkan aplikasi tersebut untuk diterapkan di dunia nyata. Hal ini memberi kesan positif kepada pihak UG. Menurut Dr. Arsana, tema ini penting karena terkait erat dengan SGDs Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena fokus pada inovasi dan infrastruktur yang tahan banting, Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) karena bertujuan membuat kota lebih inklusif dan aman, serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Diskusi tersebut berjalan sangat produktif dan berhasil menyepakati hal-hal krusial yang penting bagi suksesnya program double degree. Dr. Eizenhofer juga menyampaikan apresiasi kepada kedua mahasiswa yang menurutnya memiliki kualitas yang sangat baik untuk menyelesaikan program double degree. Dr. Arsana menyetujui hal tersebut dan menegaskan bahwa kualitas tersebut yang membuat mereka berhasil meraih beasiswa LPDP. Selanjutnya, kedua belah pihak berharap bahwa program double degree ini akan semakin dikenal dan menarik semakin banyak mahasiswa dari Indonesia.

UGM Selenggarakan Kuliah Tamu Internasional tentang Hukum Perbatasan dan Kolonialisme di Selat Malaka

Berita Kamis, 23 Oktober 2025

Yogyakarta, 21 Oktober 2025 — Program Magister Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “Borders without Consent: Uti Possidetis Juris and the Silence of the Colonised – with Special Reference to the Strait of Malacca”. Acara ini menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Dr. Mohd Hazmi Bin Mohd Rusli, Head Researcher dari International Law Unit, Faculty of Syariah and Law, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Dalam paparannya, Dr. Mohd Hazmi menguraikan konsep hukum internasional Uti Possidetis Juris yang berperan penting dalam pembentukan batas wilayah negara pascakolonial. Ia menyoroti bagaimana konsep tersebut diterapkan tanpa persetujuan masyarakat lokal selama masa kolonialisme, termasuk dalam penetapan batas di kawasan Asia Tenggara seperti Selat Malaka. Melalui kajian sejarah perjanjian-perjanjian penting seperti Treaty of Tordesillas (1494), Anglo-Dutch Treaty (1824), hingga Anglo-Siamese Treaty (1909), narasumber menjelaskan bagaimana warisan kolonial tersebut masih memengaruhi batas maritim modern antara Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

Kuliah ini juga membahas dinamika perbatasan maritim terkini antara Indonesia dan Malaysia yang hingga kini belum memiliki kesepakatan batas Exclusive Economic Zone (EEZ) di bagian utara Selat Malaka. Ketidakjelasan batas tersebut, menurut beliau, berimplikasi terhadap aktivitas nelayan di wilayah yang dikenal sebagai grey area.

Acara yang berlangsung di Ruang III.3 Departemen Teknik Geodesi UGM pada pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa pascasarjana, serta praktisi bidang geospasial dan hukum laut. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mendalam mengenai keterkaitan antara hukum internasional, sejarah kolonial, dan tantangan geospasial dalam pengelolaan batas negara di kawasan Asia Tenggara.

Agenda

Oktober 2025
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Sep   Nov »

Berita Terakhir

  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Selenggarakan Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026
  • Tim PPM Geolive FT UGM Serahkan Hasil Pemetaan Kawasan Pantai Bandengan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara
  • KATDESI dan Geodesi UGM Selenggarakan Webinar Tanggap Bencana Bahas Respon Cepat Teknologi Geospasial
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Selenggarakan Pelatihan Pemaduan Data Spasial Pertanahan dan Tata Ruang
  • Reuni KATDESI 2025: Pererat Silaturahmi Alumni dan Perkuat Dukungan bagi Departemen Teknik Geodesi UGM
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY