Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Berita
Arsip:

Berita

Eksplorasi Dunia Tambang Bawah Tanah: Kuliah Umum Bersama Deny Saputra Yusuf di Teknik Geodesi UGM

Berita Selasa, 20 Oktober 2026

Yogyakarta, Oktober 2026 — Departemen Teknik Geodesi UGM menyelenggarakan kuliah umum inspiratif mengenai dunia survei tambang bawah tanah pada Senin, 19 Oktober 2026, yang bertempat di Ruang III.1. Acara ini menghadirkan Deny Saputra Yusuf, seorang praktisi alumni yang kini menjabat sebagai Mine Surveyor di MMG Limited, Tasmania, Australia. Kegiatan sharing session ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membagikan wawasan global serta pengalaman nyata kepada para mahasiswa mengenai dinamika, tantangan operasional, serta peluang karir yang luas di industri pertambangan bawah tanah.

Dalam kegiatan tersebut, Deny menjelaskan secara komprehensif bagaimana siklus operasional tambang bawah tanah bekerja dan perbedaannya dengan tambang terbuka (open pit), termasuk pengenalan metode penambangan seperti Cut and Fill, Sub Level Stoping, dan Block Caving. Ia menyoroti peran krusial ilmu pengukuran di lingkungan bawah tanah melalui berbagai aplikasi teknis, mulai dari pelaksanaan survey pick-up untuk merekam posisi penggalian, survey mark-up guna memandu arah pembangunan terowongan, penentuan posisi alat bor (rig setup), hingga pengawasan deformasi batuan demi menjamin keselamatan kerja para penambang.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas yang penuh risiko dan tantangan tersebut, Deny memaparkan bahwa para surveyor modern sangat bergantung pada integrasi berbagai perangkat teknologi mutakhir di lapangan. Alat-alat canggih seperti Total Station, Cavity Monitoring System (CMS), Cavity Auto-Scanning Laser System (CAL-S), dan Terrestrial Laser Scanner menjadi standar instrumen yang digunakan, ditambah dengan tren pemanfaatan drone untuk memetakan fitur as-built 3D di area yang sulit dijangkau. Kuliah umum ini kemudian ditutup dengan sesi kuis interaktif yang mengajak mahasiswa berpikir kritis mengenai masa depan teknologi pemindaian 3D dalam survei bawah tanah

Sinergi Teknik Geodesi UGM, KLH, dan World Bank: Kembangkan Dashboard Pemodelan Spasial untuk Mitigasi Karhutla Lahan Gambut

Berita Selasa, 20 Oktober 2026

Yogyakarta, Oktober 2026 — Dalam upaya strategis memitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) turut mengambil peran krusial melalui kolaborasi lintas sektor. Pada Jumat (16/10), tim DTGD UGM yang diwakili oleh Prof. Trias Aditya dan Dany Puguh Laksono, bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan World Bank, menggelar diskusi intensif terkait rencana intervensi pembasahan lahan gambut (rewetting) pada 337 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG). Diskusi ini berfokus pada penyusunan skenario pembasahan gambut prioritas di enam provinsi rawan karhutla, dengan memadukan basis data spasial, pemodelan hidrologis, dan pendekatan sosial masyarakat.

Salah satu terobosan utama yang ditawarkan oleh tim DTGD UGM adalah pengembangan dashboard simulasi pembasahan gambut. Dashboard ini mengintegrasikan ekstraksi data stasiun Tinggi Muka Air Tanah (TMAT), model elevasi digital (LiDAR/DEM), serta data kemiringan lereng (slope) untuk memodelkan penempatan sekat kanal dan sistem pompanisasi secara presisi. Pemodelan ini sangat penting untuk mendukung implementasi konsep water sharing atau tata kelola berbagi air antara area konsesi perusahaan dan lahan masyarakat di sekitarnya. Perwakilan KLH, Waluyo, menegaskan bahwa selama ini area di luar konsesi sering kali mengering dan rawan terbakar karena ketiadaan manajemen air yang terintegrasi. Ia menyatakan ketertarikannya dengan konsep water sharing tersebut untuk segera diadopsi dan dieskalasi di tingkat nasional.

Intervensi pada lahan gambut tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan penerimaan sosial yang baik di lapangan. Perwakilan World Bank, Hasna dan Hanna, menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat lokal sebelum tahap Detailed Engineering Design (DED) dieksekusi. Pembangunan infrastruktur sekat kanal kerap kali berbenturan dengan aktivitas ekonomi warga yang memanfaatkan kanal sebagai jalur transportasi utama. Untuk menjembatani hal tersebut, pemodelan dari UGM akan digabungkan dengan data batas desa, riwayat kebakaran (burn scars), dan Indeks Desa Membangun (IDM). Pendekatan ini memastikan bahwa prioritas intervensi tidak hanya tepat secara teknis dalam mencegah amblesan tanah (land subsidence) dan kekeringan, tetapi juga mendukung masyarakat di area buffer zone sejauh 5 kilometer di sekitar area konsesi.

Pemodelan dashboard dan analisis KHG prioritas ini akan menjadi basis sains (scientific base) yang kuat untuk dibawa ke tingkat pengambil kebijakan. Dalam waktu dekat, hasil kolaborasi ini akan dipresentasikan dalam Focus Group Discussion (FGD) tingkat nasional yang melibatkan lintas kementerian seperti Bappenas, ATR/BPN, dan Kementerian PU, serta perguruan tinggi dan pemerintah daerah setempat. Sinergi antara ketajaman analisis spasial dari UGM, arah kebijakan dari KLH, dan kerangka sosial dari World Bank ini diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut dan membebaskan Indonesia dari krisis karhutla tahunan.

Dari Geodesi UGM ke Menara Petronas: Tentang Alumni dan Hubungan yang Terus Terjaga

Berita Senin, 19 Oktober 2026

Kuala Lumpur, Malaysia — Ada banyak cara untuk mengetahui bahwa hubungan antara kampus dan alumninya masih terjaga dengan baik. Salah satunya adalah ketika seorang alumni yang telah lama meninggalkan bangku kuliah justru dengan antusias mengundang dosen-dosen dan adik-adik almamaternya untuk berkunjung ke tempatnya bekerja. Bukan karena ada kewajiban, melainkan karena hubungan baik yang memang tidak pernah benar-benar terputus.

Cerita itulah yang mewarnai kunjungan rombongan Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), ke Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangkaian kunjungan akademik pada Oktober 2026.

Rombongan yang berjumlah 18 orang dan dipimpin Ketua Departemen Teknik Geodesi, Prof. Trias Aditya, mendapat sambutan hangat dari Kristiawan Tri Nugroho, yang akrab disapa Mas Wawan. Ia merupakan alumni Teknik Geodesi UGM angkatan 1999 yang kini berkarier sebagai Technical Manager di PETRONAS, perusahaan energi Malaysia.

Dari Geodeta hingga PETRONAS

Bagi sejumlah dosen Geodesi UGM, Mas Wawan bukanlah sosok yang asing. Sejak masih mahasiswa, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk mengelola Geodeta, majalah mahasiswa Teknik Geodesi UGM.

Keterlibatan tersebut rupanya menjadi bagian dari hubungan panjangnya dengan almamater. Setelah lulus dan membangun karier profesional, komunikasi dengan kampus tetap terjaga.

Dr. I Made Andi Arsana, dosen Teknik Geodesi UGM yang merupakan kakak angkatannya, mengenang bahwa kepedulian Mas Wawan terhadap kampus bukanlah sesuatu yang baru. Dalam salah satu kesempatan, Mas Wawan pernah membantu menyediakan dukungan dana bagi mahasiswa yang membutuhkan biaya untuk mengikuti konferensi akademik. Bantuan seperti ini mungkin tidak selalu menjadi berita besar. Namun, bagi mahasiswa yang sedang berusaha mengembangkan diri, dukungan seorang alumni dapat membuat perbedaan yang nyata.

Kini, Mas Wawan telah memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di bidang geomatika, survei, dan akuisisi data geofisika untuk industri minyak dan gas. Di PETRONAS, ia menjalankan peran kepemimpinan teknis dan konsultansi untuk berbagai kegiatan, baik di darat maupun lepas pantai. Keahliannya mencakup investigasi bahaya geologi, pemantauan struktur, serta pengembangan kemampuan dan teknologi survei. Di tengah kesibukan profesionalnya, ia juga sedang menempuh pendidikan doktoral di bidang Teknik Geomatika di Universiti Teknologi Malaysia.

Perjalanan profesional tersebut memperlihatkan bagaimana ilmu geomatika dapat membawa lulusannya berkiprah dalam industri energi internasional. Namun, yang menarik dari cerita ini bukan hanya pencapaian kariernya, melainkan juga hubungan baik yang tetap ia rawat dengan kampus tempatnya belajar.

Bertemu Kembali dengan Para Pembimbing

Atas inisiatif Mas Wawan, rombongan UGM mendapat kesempatan berkunjung ke Menara Kembar Petronas. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai melalui diskusi informal, kunjungan ke gedung, dan kesempatan berfoto bersama di jembatan yang menghubungkan kedua menara kembar yang menjadi ikon Kuala Lumpur tersebut.

Pertemuan ini juga menghadirkan momen personal yang istimewa. Mas Wawan kembali bertemu dengan Bapak Rochmad Muryamto dan Bapak Abdul Basith, dua dosen yang pernah menjadi dosen wali dan pembimbing skripsinya semasa kuliah.

Bagi seorang alumni, bertemu kembali dengan orang-orang yang pernah mendampingi perjalanan akademiknya tentu memiliki makna tersendiri. Demikian pula bagi para dosen, melihat mantan mahasiswa berkembang dan berkiprah dalam dunia profesional merupakan pengalaman yang menggembirakan.

Kehangatan kunjungan semakin terasa ketika Mas Wawan menjamu seluruh rombongan untuk makan sore di sebuah restoran di lingkungan Menara Petronas. Jamuan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena tidak semua orang berkesempatan menikmati pengalaman serupa di salah satu bangunan paling dikenal di Malaysia.

Ada pula penyerahan tanda apresiasi sebagai ungkapan terima kasih atas sambutan dan hubungan baik yang telah terjalin.

Hubungan Baik yang Membuka Peluang

Di balik suasana akrab tersebut, pertemuan juga membuka pembicaraan mengenai peluang kolaborasi antara kampus dan dunia industri.

Pengalaman Mas Wawan di PETRONAS menjadi sumber pengetahuan yang relevan bagi mahasiswa maupun dosen Teknik Geodesi UGM. Dalam diskusi informal, muncul gagasan untuk kembali menggiatkan kuliah tamu, menjajaki kunjungan lanjutan, serta membicarakan kemungkinan kesempatan magang bagi mahasiswa.

Gagasan-gagasan tersebut memang masih memerlukan komunikasi dan tindak lanjut. Namun, pertemuan ini memperlihatkan bagaimana hubungan personal yang baik dapat mempermudah terbukanya percakapan tentang kerja sama yang lebih konkret.

Hubungan antara kampus dan alumni sering kali dipahami sebagai sesuatu yang bersifat administratif. Alumni diundang ketika ada kegiatan, diminta mengisi survei, atau dihubungi ketika kampus membutuhkan dukungan. Padahal, hubungan yang kuat tidak dapat dibangun hanya ketika ada keperluan.

Pengalaman bersama Mas Wawan memperlihatkan hal yang berbeda. Kepeduliannya sudah tumbuh sejak menjadi mahasiswa, terus terjaga melalui komunikasi, dan tetap terlihat ketika ia telah memiliki tanggung jawab profesional yang besar.

Tentu saja, hubungan semacam ini tidak muncul begitu saja. Pengalaman yang baik selama kuliah, interaksi yang hangat antara mahasiswa dan dosen, serta kesediaan untuk terus berkomunikasi menjadi bagian penting dari proses panjang tersebut.

Pada akhirnya, kunjungan ke Menara Petronas ini memberikan pelajaran sederhana yang penting. Kampus tidak hanya bertugas mendidik mahasiswa hingga mereka lulus. Kampus juga perlu membangun hubungan manusiawi yang membuat alumninya merasa tetap menjadi bagian dari keluarga akademik, di mana pun mereka berada.

Sebaliknya, alumni dapat terus mengambil peran dalam perjalanan almamaternya, melalui berbagi pengalaman, membuka jejaring, atau membantu adik-adik mahasiswa menemukan kesempatan baru.

Menara Petronas mungkin menjadi tempat yang paling menarik untuk dikenang dari kunjungan ini. Namun, yang lebih berharga adalah hubungan baik yang telah dibangun jauh sebelum pertemuan tersebut terjadi, dan diharapkan terus terjaga setelahnya.

Diplomasi yang Akrab: Cerita dari Sebuah Pertemuan di Kuala Lumpur

Berita Senin, 19 Oktober 2026

Kuala Lumpur, Malaysia — Niat awalnya sederhana. Sekadar mengabarkan bahwa rombongan Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) sedang berkunjung ke Malaysia. Bukan meminta pertemuan, apalagi jamuan. Namun, sebuah pesan singkat kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Malaysia justru berujung pada pertemuan hangat di sebuah restoran di Kuala Lumpur. Dari situlah cerita menarik tentang diplomasi pendidikan dimulai.

Pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 16.30 waktu setempat, rombongan Departemen Teknik Geodesi UGM bertemu dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Malaysia, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., di restoran Madam Kwan’s, Kuala Lumpur. Beliau hadir bersama istri dan menjamu rombongan UGM yang berjumlah 18 orang, dipimpin oleh Ketua Departemen Teknik Geodesi, Prof. Trias Aditya. Dua mitra industri, Bapak Ricky dan Bapak Madiono, juga turut hadir.

Pertemuan tersebut bermula ketika Dr. I Made Andi Arsana, salah satu dosen Teknik Geodesi UGM, menghubungi Bapak Ahmad Romadhoni untuk menyampaikan rencana kunjungan rombongan ke Malaysia. Bagi Andi, mengabarkan kedatangan kepada perwakilan Indonesia merupakan bagian dari etika kunjungan akademik. Selain itu, komunikasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan dukungan Atase Pendidikan pada masa mendatang.

Respons yang diterima ternyata melampaui harapan. Pak Dhoni, demikian beliau biasa dipanggil, justru berinisiatif mengundang seluruh rombongan untuk bertemu dan berbincang bersama.

Cerita di Balik Tugas Seorang Atase Pendidikan

Pertemuan berlangsung santai. Percakapan mengalir dari pengalaman pribadi hingga berbagai persoalan pendidikan Indonesia di Malaysia. Di antara cerita yang dibagikan, ada satu hal yang sangat membekas bagi rombongan UGM, yaitu kompleksitas mengurus pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI).

Pak Dhoni menceritakan bahwa sebagian anak PMI menghadapi kesulitan mengakses pendidikan karena tidak memiliki dokumen administrasi yang diperlukan. Persoalan ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam upaya memastikan mereka tetap memperoleh kesempatan belajar.

Cerita tersebut memberikan perspektif yang berbeda tentang pekerjaan seorang Atase Pendidikan. Bagi kalangan perguruan tinggi, kerja sama pendidikan internasional sering kali identik dengan pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, atau program gelar ganda. Namun, dari percakapan sore itu, rombongan UGM memperoleh gambaran bahwa diplomasi pendidikan juga menyangkut persoalan yang jauh lebih mendasar: bagaimana membantu anak-anak Indonesia memperoleh kesempatan bersekolah ketika kondisi mereka tidak sesederhana yang dibayangkan.

Di balik istilah diplomasi pendidikan yang terdengar formal, ternyata ada persoalan kemanusiaan yang sangat nyata. Ada anak-anak yang membutuhkan sekolah, ada persoalan administrasi yang tidak mudah diselesaikan, dan ada upaya panjang untuk mencari jalan keluarnya.

Cerita itu menjadi salah satu bagian paling berkesan dari pertemuan tersebut.

Dari Persahabatan hingga Peluang Kolaborasi

Di tengah pembicaraan tentang berbagai tantangan pendidikan, suasana menjadi semakin akrab ketika Pak Dhoni, yang juga adalah dosen Fakultas Peternakan UGM, bercerita tentang masa sekolahnya di SMA Negeri 3 Yogyakarta, yang dikenal sebagai Padmanaba.

Kebetulan, beberapa dosen Teknik Geodesi UGM juga merupakan alumni sekolah yang sama. Kesamaan tersebut segera memunculkan nostalgia tentang Yogyakarta dan membuat percakapan semakin cair.

Sebuah pertemuan yang awalnya dilandasi kepentingan kelembagaan ternyata juga mempertemukan orang-orang dengan kenangan dan pengalaman yang saling beririsan. Tidak semua hal harus dibicarakan dalam suasana resmi untuk menghasilkan hubungan yang baik.

Dalam kesempatan itu, Pak Dhoni juga menyampaikan kesediaannya untuk mendukung penguatan kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Malaysia. Ia mendorong agar hubungan yang telah terbangun dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang nyata.

Bagi Departemen Teknik Geodesi UGM, dukungan tersebut tentu menjadi kabar baik. Malaysia memiliki banyak institusi pendidikan yang relevan untuk dijajaki sebagai mitra akademik. Kehadiran Atase Pendidikan yang terbuka terhadap kolaborasi dapat membantu mempertemukan gagasan dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan bersama.

Meski demikian, pertemuan sore itu memang tidak dimaksudkan untuk menghasilkan kesepakatan formal. Tidak ada dokumen yang ditandatangani atau program baru yang langsung diputuskan. Yang terbangun adalah komunikasi, saling pengertian, dan kesediaan untuk menjaga hubungan baik.

Bagi rombongan UGM, hal tersebut sudah merupakan awal yang menggembirakan.

Pertemuan di Madam Kwan’s sore itu meninggalkan dua kesan. Pertama, adanya kepedulian dan kerja nyata di balik tugas diplomasi pendidikan Indonesia di Malaysia, terutama dalam menghadapi persoalan pendidikan anak-anak PMI. Kedua, adanya keterbukaan untuk mendukung kolaborasi akademik yang lebih luas antara kedua negara. Rombongan UGM pulang dengan kesan bahwa urusan pendidikan Indonesia di Malaysia mendapat perhatian dari sosok yang memahami tantangan di lapangan sekaligus terbuka terhadap gagasan kerja sama.

Kini, kesempatan itu perlu ditindaklanjuti dan dimanfaatkan dengan baik. Sebab, terkadang kerja sama yang baik tidak dimulai dari sebuah dokumen resmi, melainkan dari komunikasi sederhana, sambutan yang hangat, dan percakapan yang saling membuka wawasan.

Lebih dari Sekadar Pembimbing: Kisah Reuni Akademik Dr. Nasir dan Alumni UTP

Berita Jumat, 16 Oktober 2026

Malaysia — Oktober 2026 — Pertemuan kembali dengan dosen pembimbing sering kali menghadirkan lebih dari sekadar nostalgia masa studi. Bagi empat alumni Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), yakni Dr. Basith, Dr. Bambang, Dr. Dedi, dan Prof. Yeni, pertemuan dengan Dr. Nasir dalam rangkaian kunjungan Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) ke Malaysia menjadi momen untuk mengenang perjalanan akademik sekaligus hubungan personal yang tetap terjaga setelah bertahun-tahun berlalu.

Bagi keempat alumni tersebut, Dr. Nasir bukan hanya sosok pembimbing yang mendampingi penyelesaian studi, tetapi juga mentor yang memberikan teladan, membuka kesempatan, dan mendukung perkembangan mereka sebagai akademisi maupun profesional. Kisah mereka memperlihatkan bahwa hubungan antara dosen pembimbing dan mahasiswa dapat terus tumbuh, bahkan setelah masa studi berakhir.

Bimbingan yang Membentuk Karakter dan Integritas

Bagi Prof. Yeni, pengalaman dibimbing oleh Dr. Nasir meninggalkan kesan mendalam, terutama melalui keteladanan, kesabaran, dan ketelitian beliau. Bimbingan yang diberikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter sebagai peneliti yang jujur dan berintegritas.

Salah satu nasihat yang terus diingat Yeni adalah pentingnya mengutamakan kebermanfaatan ilmu dan menjadi pribadi yang baik sebelum berusaha menjadi pribadi yang pintar. Baginya, nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang relevan, tidak hanya dalam menjalankan pekerjaan akademik, tetapi juga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kedekatan mereka pun tidak berhenti setelah studi selesai. Yeni mengenang bahwa Dr. Nasir bersama keluarganya pernah datang ke Yogyakarta saat pengukuhan profesornya. Bagi Yeni, hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan yang terjalin selama masa studi telah berkembang menjadi ikatan personal yang tetap terpelihara.

Ia memaknai hubungan antara pembimbing dan mahasiswa sebagai hubungan orang tua dan anak dalam lingkup akademik. Menurutnya, alumni perlu terus menjaga silaturahmi dan menghormati guru karena keberkahan ilmu juga berkaitan dengan penghargaan terhadap orang-orang yang telah membimbing perjalanan mereka.

Kesabaran yang Menumbuhkan Kemandirian dan Produktivitas

Pengalaman Dr. Bambang bersama Dr. Nasir juga memperlihatkan bagaimana bimbingan yang konsisten dapat mendorong produktivitas akademik. Selama kurang lebih dua tahun menjalani bimbingan, Bambang mengingat kesempatan untuk menghasilkan enam publikasi bersama dalam seminar atau konferensi nasional dan internasional, serta satu artikel jurnal yang terindeks Scopus.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam prosesnya mempelajari penulisan artikel ilmiah dan membangun rekam jejak publikasi. Tidak hanya memberikan arahan akademik, Dr. Nasir juga membuka kesempatan bagi Bambang untuk memperluas jejaring dengan lingkungan universitas.

Menurut Dr. Bambang, hubungan yang baik antara pembimbing dan mahasiswa dibangun melalui kemampuan untuk saling memahami dan menempatkan diri secara tepat. Ia juga mengenang kedekatan mereka yang berlanjut di luar kegiatan akademik.

Dukungan Akademik yang Membuka Jalan

Bagi Dr. Dedi, salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika makalah hasil studinya dipresentasikan oleh Dr. Nasir dalam konferensi ION GNSS pada 2008. Dr. Dedi mengenang pengalaman tersebut sebagai langkah penting dalam perjalanan publikasinya, karena menjadi awal rekam jejak publikasi ilmiah terindeks Scopus yang ia miliki.

Dukungan Dr. Nasir tidak hanya dirasakan dalam kegiatan penelitian. Dr. Dedi juga mengenang bagaimana sang pembimbing memberikan dukungan positif ketika ia mulai membangun kehidupan berkeluarga. Sikap yang sabar, kemampuan memberikan arahan, serta keterbukaan untuk saling memahami membuat hubungan mereka berkembang melampaui relasi formal antara dosen dan mahasiswa.

Bagi Dr. Dedi, hubungan tersebut terbangun melalui sikap saling menghargai. Semangat mahasiswa dalam menjalankan penelitian bertemu dengan kesediaan pembimbing untuk memberikan arahan dan dukungan. Kedekatan yang terbentuk selama studi pun terus berlanjut hingga saat ini.

Lebih dari Bimbingan: Dukungan Nyata bagi Penelitian

Sementara itu, Dr. Basith mengenang pengalaman yang menunjukkan sisi lain dari proses bimbingan akademik. Bagi Dr. Basith, pengalaman bersama Dr. Nasir menggambarkan bagaimana seorang pembimbing dapat mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan tanggung jawab akademiknya tanpa kehilangan sikap mengayomi. Ia juga mengingat besarnya dukungan Dr. Nasir dalam membantu penyediaan data topografi Malaysia yang saat itu terbatas untuk kebutuhan penelitiannya.

Dukungan tersebut bahkan mencakup pengajuan dana penelitian untuk menunjang kegiatan riset Basith. Bantuan dalam penyediaan data, dukungan pendanaan, dan keterlibatan dalam kegiatan lapangan menunjukkan bahwa proses bimbingan dapat mencakup berbagai aspek yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan penelitian.

Basith juga mengenang kedekatan Dr. Nasir dengan para mahasiswa bimbingannya, termasuk kunjungan ke rumah dan keterlibatan mereka dalam kegiatan survey camp. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bagian dari kenangan akademik yang terus melekat setelah masa studi berakhir.

Menjaga Hubungan, Meneruskan Keteladanan

Kisah Prof. Yeni, Dr. Bambang, Dr. Dedi, dan Dr. Basith memperlihatkan beragam bentuk dukungan yang dapat diberikan seorang pembimbing: keteladanan dalam menjaga integritas, kesabaran dalam menghadapi tantangan penelitian, kesempatan untuk membangun rekam jejak publikasi, hingga dukungan konkret dalam penyediaan data dan pendanaan riset.

Pertemuan kembali dalam rangkaian kunjungan DTGD FT UGM ke Malaysia menjadi kesempatan untuk mengenang kontribusi tersebut sekaligus memperbarui silaturahmi yang telah terjalin sejak masa studi. Bagi para alumni, pertemuan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan juga mengingat kembali nilai-nilai yang mereka bawa dalam perjalanan akademik dan profesional masing-masing.

Departemen Teknik Geodesi UGM Kunjungi PEJUTA Malaysia, Bahas Pengembangan Profesi Surveyor dan Kolaborasi Internasional

Berita Kamis, 15 Oktober 2026

Kuala Lumpur, Malaysia — 14 Oktober 2026 — Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) melaksanakan kunjungan ke Persatuan Juruukur Tanah Bertauliah Malaysia (PEJUTA) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 waktu setempat ini bertujuan untuk memahami sistem pengembangan profesi dan lisensi juru ukur di Malaysia sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara akademisi dan asosiasi profesi di bidang geospasial. Rombongan DTGD FT UGM dipimpin oleh Prof. Trias Aditya dan disambut oleh jajaran pengurus PEJUTA, termasuk LSr Azhar bin Husain selaku Treasurer PEJUTA. Dalam sesi pembuka, Pak Azhar memaparkan sejarah, visi, misi, serta peran PEJUTA dalam mendukung pengembangan profesi juru ukur tanah bertauliah di Malaysia.

Dalam pemaparannya, Pak Azhar menjelaskan bahwa PEJUTA berperan sebagai wadah bagi para juru ukur untuk mengembangkan kompetensi, menjaga kualitas profesi, serta mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di bidang survei dan pemetaan. Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelatihan, kursus, dan pengembangan profesional berkelanjutan. PEJUTA juga mendorong agar para juru ukur yang memiliki keahlian dan lisensi dapat menjalankan profesinya sesuai kompetensi serta memperoleh pengakuan yang layak. Selain pengembangan kompetensi, PEJUTA menaruh perhatian pada regenerasi profesi. Generasi muda diharapkan semakin memahami pentingnya peran juru ukur dalam pembangunan dan tertarik untuk berkarier di bidang geospasial. PEJUTA juga mendorong peningkatan daya saing keahlian juru ukur agar kompetensi yang dimiliki anggotanya dapat memenuhi kebutuhan profesi, termasuk dalam lingkup internasional.

Dalam pemaparannya, PEJUTA turut menjelaskan sembilan bidang survei dan pemetaan yang menjadi perhatian, yaitu Airborne Survey and Mapping, Survey and Mapping for GIS, Survey and Mapping for BIM, Hydrographic Survey and Mapping, Survey and Mapping for Engineering, Terrestrial Survey and Mapping, Underground Survey and Mapping, Geodetic Survey, serta Topographic Survey and Mapping. Beragam bidang tersebut menunjukkan luasnya cakupan keahlian juru ukur dalam mendukung pembangunan, pengelolaan informasi geospasial, dan berbagai kebutuhan teknis lainnya. Sektor konstruksi menjadi salah satu sektor yang banyak membutuhkan jasa juru ukur berlisensi.

Setelah sesi pemaparan, Prof. Trias Aditya menyampaikan maksud kunjungan DTGD FT UGM, khususnya untuk memahami skema lisensi profesi (licensing scheme) bagi juru ukur di Malaysia. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah jalur yang perlu ditempuh oleh lulusan sarjana geodesi untuk memperoleh lisensi profesi dan menjalankan praktik sebagai juru ukur bertauliah. Menanggapi pertanyaan tersebut, Pak Azhar menjelaskan bahwa lulusan sarjana perlu terlebih dahulu mendaftar sebagai Orang Beratikel (AP), kemudian menjalani pengalaman praktik melalui penugasan atau proyek yang relevan. Setelah terdaftar selama dua tahun sebagai AP, peserta dapat mengikuti proses pemeriksaan atau ujian sebagai bagian dari tahapan untuk memperoleh lisensi profesi. Penjelasan ini memberikan gambaran mengenai pentingnya pengalaman praktik dan pemenuhan persyaratan profesional dalam jalur sertifikasi juru ukur di Malaysia.

Diskusi juga menyoroti perkembangan teknologi dan tantangan baru dalam profesi geospasial. LSr Mohd Latif bin Zainal selaku Secretary General PEJUTA menambahkan bahwa asosiasi perlu terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam bidang geospasial. PEJUTA mulai memberikan perhatian pada pemahaman dan pemanfaatan AI untuk mendukung bidang geodesi, geomatika, dan kadaster. Perkembangan tersebut menjadi salah satu topik potensial untuk dikaji bersama oleh asosiasi profesi dan institusi pendidikan. Kunjungan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif. Sejumlah topik teknis turut dibahas oleh para peserta, antara lain Smart Monitoring System dalam diskusi antara Pak Azhar dan Dr. Bilal Ma’ruf, serta Law of the Sea dalam diskusi antara LSr Mohd Nazam bin Sulaiman dan Dr. I Made Andi Arsana. Pertukaran gagasan tersebut membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas perspektif mengenai penerapan ilmu geospasial dalam berbagai bidang.

Pada akhir pertemuan, PEJUTA dan DTGD FT UGM menyampaikan keterbukaan untuk menjajaki kerja sama dan pengembangan kegiatan bersama. Kedua pihak saling mengundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik dan profesional, termasuk konferensi yang diselenggarakan oleh DTGD FT UGM maupun kegiatan yang melibatkan para ahli dari PEJUTA. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan asosiasi profesi serta membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, dan kerja sama internasional di bidang geodesi dan geospasial.

Departemen Teknik Geodesi UGM Jajaki Kolaborasi Akademik dengan Industri melalui Kunjungan ke Topcon Malaysia

Berita Selasa, 13 Oktober 2026

Selangor, Malaysia — 13 Oktober 2026 — Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) melaksanakan kunjungan industri ke Topcon Positioning Asia (Malaysia) di Selangor, Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–14.00 waktu setempat ini bertujuan untuk mengenal perkembangan teknologi dan instrumen survei geospasial terkini, memahami kebutuhan industri, serta menjajaki peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Rombongan dosen DTGD FT UGM disambut oleh jajaran staf Topcon Malaysia. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk bertemu dengan salah satu alumni DTGD FT UGM, Christanto Michael Nainggolan, yang saat ini bekerja di Topcon.

Kegiatan diawali dengan pemaparan profil DTGD FT UGM oleh Ketua Departemen Teknik Geodesi, Prof. Ir. Trias Aditya. Dalam pemaparannya, Prof. Trias memperkenalkan profil departemen dan program studi, sekaligus menyampaikan tujuan kunjungan sebagai upaya memperkuat pemahaman sivitas akademika terhadap perkembangan teknologi di industri geospasial. Prof. Trias menekankan pentingnya memahami bagaimana teknologi instrumen digunakan untuk mengamati dan mengukur dunia secara akurat. Hal tersebut menjadi salah satu alasan bagi DTGD FT UGM untuk terus mengikuti perkembangan teknologi industri, termasuk instrumen TLS, GNSS, serta teknologi SLAM. Sejumlah teknologi tersebut juga relevan dengan kegiatan pendidikan dan penelitian di DTGD FT UGM. Pada kesempatan tersebut, Prof. Trias menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Topcon Malaysia atas sambutan serta fasilitas yang diberikan kepada rombongan.

Agenda berikutnya diisi dengan pemaparan profil perusahaan oleh Singh Gil Jespal, Regional Manager Topcon Malaysia. Ia menjelaskan bahwa teknologi Topcon digunakan dalam berbagai sektor kehidupan, antara lain kesehatan, infrastruktur, dan pertanian. Topcon Positioning Asia (Malaysia) juga menjalankan berbagai fungsi pendukung operasional di kawasan, termasuk distribusi peralatan, layanan purnajual, pelatihan, serta dukungan regional untuk demonstrasi produk. Layanan dan dukungan tersebut menjangkau berbagai pasar, termasuk Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Taiwan. Dalam sesi tersebut, Singh Gil Jespal turut memperkenalkan lini produk terbaru Topcon, mulai dari instrumen survei hingga perangkat lunak pendukung. Beberapa teknologi yang dibahas mencakup perkembangan terbaru pada perangkat SLAM dan RTS. Ia juga menyampaikan keterbukaan Topcon terhadap peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal, mencoba, dan melakukan penelitian menggunakan instrumen Topcon.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengenalan produk (product introduction) yang dipandu oleh Christanto Michael Nainggolan. Pada sesi ini, rombongan diperkenalkan dengan berbagai teknologi dalam lini produk Topcon, termasuk solusi otomasi survei, instrumen GNSS, RTS, Layout Navigator, dan TLS generasi terbaru. Dosen-dosen DTGD FT UGM mengikuti sesi dengan antusias dan berdiskusi mengenai fungsi, penerapan, serta potensi pemanfaatan berbagai instrumen tersebut dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian.

Diskusi juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih konkret, salah satunya melalui program Kerja Praktik (KP) bagi mahasiswa DTGD FT UGM di Topcon. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat memperluas pengalaman mahasiswa dalam mengenal lingkungan kerja profesional, memahami penerapan teknologi geospasial di industri, serta menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan di lapangan.

Setelah sesi pengenalan produk, rombongan melanjutkan kunjungan ke fasilitas Topcon Instruments (M) Sdn. Bhd. – Eyecare. Di fasilitas tersebut, dosen DTGD FT UGM mendapatkan penjelasan mengenai proses kalibrasi dan pengendalian mutu (quality control) instrumen sebelum peralatan diserahkan kepada pelanggan. Peninjauan ini memberikan gambaran langsung mengenai pentingnya pengujian, ketelitian pengukuran, dan prosedur penjaminan mutu dalam menjaga kinerja serta keandalan instrumen survei.

Kunjungan industri ke Topcon Malaysia memberikan kesempatan bagi dosen DTGD FT UGM untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai perkembangan teknologi geospasial dan penerapannya di dunia industri. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkaya materi perkuliahan, memperkuat keterkaitan antara pembelajaran dan kebutuhan profesional, serta mendukung pengembangan penelitian yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.

Departemen Teknik Geodesi UGM Jalin Kerja Sama Akademik dan Kolaborasi Riset dengan Universiti Teknologi Malaysia

Berita Senin, 12 Oktober 2026

Johor Bahru, Malaysia  — 12 Oktober 2026 — Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) melaksanakan kunjungan akademik ke Fakultas Alam dan Bina Ukur (FABU), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), pada Senin, 12 Oktober 2026. Kunjungan yang berlangsung pukul 09.00–14.00 waktu setempat ini bertujuan memperkuat kerja sama akademik, menjajaki peluang kolaborasi riset internasional, serta mengembangkan kerja sama antar KBK.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DTGD FT UGM dalam menerapkan prinsip continuous quality improvement atau peningkatan mutu berkelanjutan sekaligus memperkuat rekognisi internasional. Melalui kunjungan ini, DTGD FT UGM berupaya memperluas jejaring akademik global, memperkaya pengembangan kurikulum melalui pertukaran pengalaman dengan institusi mitra, serta membuka peluang mobilitas akademik lintas negara bagi dosen dan mahasiswa.

Rombongan DTGD FT UGM yang dipimpin oleh Ketua Departemen, Prof. Trias Aditya, bersama jajaran pengelola program studi, disambut langsung oleh Dekan FABU UTM, Prof. Ts. Dr. Kherun Nita Binti Ali, beserta jajarannya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Rombongan DTGD FT UGM juga berkesempatan mengunjungi lingkungan kampus FABU UTM untuk melihat berbagai fasilitas pendidikan, gedung, ruang perkuliahan, dan laboratorium yang mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

Agenda dilanjutkan dengan pemaparan profil Departemen Geoinformasi FABU UTM oleh Sr. Gs. Dr. Othman bin Zainon, selaku pimpinan Departemen Geoinformasi. Dalam paparannya, beliau memperkenalkan profil departemen, sejarah perkembangan institusi, struktur program studi, sumber daya manusia, fasilitas pendukung, serta komposisi mahasiswa. Pemaparan ini menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk saling mengenal sistem pengelolaan akademik dan berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan.

Selanjutnya, Prof. Trias memaparkan profil dan arah pengembangan akademik DTGD FT UGM. Beliau menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat hubungan antarkolega akademik, dan meningkatkan reputasi internasional kedua institusi. Sejumlah peluang kerja sama turut dibahas, termasuk program double degree, supervisi bersama bagi mahasiswa doktoral (joint PhD supervision), serta skema mobilitas mahasiswa dan transfer kredit antarkampus.

Pembahasan kemudian berlanjut pada pemaparan kurikulum dan struktur program pendidikan di FABU UTM. Sr. Dr. Nurul Izzati binti Abd. Karim, selaku koordinator program Departemen Geoinformasi, menjelaskan struktur kurikulum program Bachelor of Geomatics Engineering, termasuk mata kuliah wajib dan pilihan pada setiap semester. Selanjutnya, Dr. Suzanna binti Noor Azmy memaparkan program Bachelor of Science, sementara Sr. Ts. Dr. Muhammad Imzan bin Hassan menjelaskan program pascasarjana Departemen Geoinformasi, yang mencakup pendidikan magister dan doktoral. Pemaparan program pascasarjana dilanjutkan oleh Sr. Dr. Mohammad Hanif bin Hamden, yang menjelaskan program Master of Geomatics Engineering. Sesi ini memberikan gambaran mengenai struktur pendidikan, pendekatan pembelajaran, serta peluang penyelarasan kurikulum yang dapat menjadi dasar pengembangan program mobilitas mahasiswa dan pendidikan bersama antara DTGD FT UGM dan UTM.

Pada sesi diskusi, Dr. Othman menyambut baik peluang kerja sama akademik yang ditawarkan, khususnya dalam bentuk student exchange dan double degree pada jenjang magister. Prof. Trias turut mengusulkan skema percepatan studi sarjana ke magister melalui program fast-track international master’s programme, yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik internasional melalui jalur pendidikan yang terintegrasi.

Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika DTGD FT UGM, Dr. I Made Andi Arsana, kemudian memaparkan struktur kurikulum dan persyaratan beban studi program magister di UGM. Salah satu peluang yang dibahas adalah skema Master 1+1, yaitu mahasiswa menempuh satu tahun studi di Program Magister Teknik Geomatika UGM dan satu tahun berikutnya di Departemen Geoinformasi UTM. Skema ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan program pendidikan bersama sekaligus memberikan pengalaman akademik lintas negara kepada mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Teknik Geomatika DTGD FT UGM, Dr. Purnama, menyampaikan potensi kerja sama pada jenjang doktoral, baik melalui jalur reguler maupun berbasis penelitian (by research). Kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui supervisi bersama, pertukaran pengetahuan antarpeneliti, serta keterlibatan akademisi dari kedua institusi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan keilmuan.

Selain membahas program pendidikan formal, pertemuan ini juga menghasilkan sejumlah peluang kolaborasi lain. Dr. Othman juga mengundang DTGD FT UGM untuk mengirimkan delegasi pada penyelenggaraan konferensi atau kegiatan internasional di bidang geoinformatika dan teknologi pada tahun berikutnya. Di bidang penelitian, kedua institusi menjajaki peluang pengembangan riset bersama, penyelenggaraan webinar akademik secara berkala satu hingga dua kali setiap semester, serta keterlibatan dosen sebagai penguji eksternal pada program doktoral (external PhD examiner).

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kolaborasi jangka panjang antara DTGD FT UGM dan Departemen Geoinformasi FABU UTM. Kerja sama tersebut berpotensi mencakup pengembangan kurikulum, pertukaran mahasiswa dan dosen, program double degree, supervisi bersama mahasiswa doktoral, penelitian kolaboratif, serta forum berbagi pengetahuan melalui seminar dan webinar internasional.

Kembangkan Sistem Monitoring Sedimentasi PLTA Ber-TKDN, Dosen Teknik Geodesi UGM Raih Hibah PHRS 2026

BeritaPenelitian Senin, 12 Oktober 2026

Yogyakarta, 12 Oktober 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM), Ir. Abdul Basith, S.T., M.Si., Ph.D., berhasil meraih pendanaan Program Hilirisasi Riset Strategis (PHRS) Tahun Anggaran 2026 melalui skema SINERGI.

Penetapan skema pendanaan ini merujuk pada kerja sama resmi Kontrak PHRS 2026 Nomor 001/SPK/C4/DHK/VI/2026 dan 046/SPK/C4/DHK/VI/2026 per 17 Juni 2026 oleh Ditjen Diktisainstek dan UGM, serta didukung Surat Tugas Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM Nomor 8284/UN1.P2/DPU/PT.01.02/2026. 

Melalui program ini, Ir. Abdul Basith mengusung riset berjudul “Integrasi AROSSEL dan Blue Marine Echosounder BerTKDN dalam Sistem Monitoring Sedimentasi Sebagai Upaya Mitigasi Kegagalan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air”. Inovasi ini memadukan perangkat hidro-geospasial ber-TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) untuk mendukung pemantauan sedimentasi dan keandalan operasional infrastruktur pembangkit energi bersih di Indonesia.

Capaian ini memperkuat komitmen DTGD FT UGM dalam menghadirkan inovasi instrumen geospasial berbasis produk dalam negeri yang aplikatif untuk mendukung keandalan infrastruktur energi nasional dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Raih Pendanaan Program Hilirisasi Riset Prioritas Skema Ajakan Industri 2026

BeritaPenelitian Senin, 12 Oktober 2026

Yogyakarta, 12 Oktober 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM), Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., berhasil meraih pendanaan Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026.

Keputusan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 180/KPA/C4/KPT/2026 tanggal 8 April 2026. Dalam pendanaan ini, Dr. Catur lolos melalui skema Ajakan Industri dengan judul riset “Kamera Multispektral Landcam 2 Spectra”.

Capaian ini menjadi wujud kontribusi nyata akademisi DTGD FT UGM dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui pengembangan teknologi instrumen geospasial presisi. Riset ini tidak hanya mendorong transfer teknologi dari kampus ke sektor publik dan industri, tetapi juga membuktikan komitmen Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam menghadirkan solusi pemetaan modern yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

123…28

Agenda

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Berita Terakhir

  • Eksplorasi Dunia Tambang Bawah Tanah: Kuliah Umum Bersama Deny Saputra Yusuf di Teknik Geodesi UGM
  • Sinergi Teknik Geodesi UGM, KLH, dan World Bank: Kembangkan Dashboard Pemodelan Spasial untuk Mitigasi Karhutla Lahan Gambut
  • Dari Geodesi UGM ke Menara Petronas: Tentang Alumni dan Hubungan yang Terus Terjaga
  • Diplomasi yang Akrab: Cerita dari Sebuah Pertemuan di Kuala Lumpur
  • Lebih dari Sekadar Pembimbing: Kisah Reuni Akademik Dr. Nasir dan Alumni UTP
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY