Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs3
  • SDGs3
Arsip:

SDGs3

Konsistensi Menjadi Kunci: Perjalanan Dr. Dedi Atunggal Menjaga Gaya Hidup Aktif Melalui Lari

Berita Selasa, 23 Juni 2026

Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Di tengah kesibukannya sebagai dosen dan akademisi, Dr. Dedi Atunggal menunjukkan bahwa menjaga kesehatan dan kebugaran tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Melalui konsistensi yang dijaga selama lebih dari satu tahun terakhir, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) ini berhasil mencatat perkembangan yang signifikan dalam aktivitas larinya.

Perjalanan tersebut dimulai pada Oktober 2024. Saat itu, lari masih dilakukan dengan metode run and walk, yaitu berlari dan berjalan secara bergantian. Menyelesaikan jarak 5 kilometer masih menjadi tantangan tersendiri, dengan napas yang belum stabil dan kecepatan lari yang masih jauh dari target yang diinginkan.

Namun, dengan latihan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, perkembangan mulai terlihat. Pada Desember 2024, Dr. Dedi sudah mampu menyelesaikan lari 5 kilometer dengan lebih stabil. Sebulan kemudian, pada Januari 2025, ia berhasil menuntaskan lari 10 kilometer untuk pertama kalinya.

Perjalanan tersebut terus berlanjut hingga Desember 2025, ketika ia memberikan hadiah istimewa bagi dirinya sendiri di hari ulang tahun dengan menyelesaikan lari sejauh 14,12 kilometer. Jarak yang sebelumnya terasa sulit dibayangkan kini menjadi pencapaian yang dapat diraih melalui proses yang konsisten.

Saat ini, kemampuan larinya terus berkembang. Kecepatan lari yang dahulu menjadi tantangan kini semakin nyaman dijalani, bahkan dalam beberapa sesi latihan tertentu mampu mencapai ritme yang lebih tinggi. Meski demikian, bagi Dr. Dedi, capaian tersebut bukanlah hasil dari bakat semata ataupun perlengkapan olahraga yang mahal.

Menurutnya, faktor terpenting dalam perjalanan tersebut adalah konsistensi.

“Kemajuan besar sering kali lahir dari latihan-latihan kecil yang dilakukan berulang kali,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, terdapat empat aspek penting yang perlu dijaga untuk mendukung konsistensi dalam berolahraga, yaitu tidur yang cukup untuk pemulihan tubuh, pola makan yang baik, latihan yang terstruktur sesuai kebutuhan, serta kemampuan menjaga suasana hati dan mengelola stres.

Prinsip tersebut sejalan dengan pendekatan ilmiah terhadap kebugaran, di mana performa fisik tidak hanya ditentukan oleh intensitas latihan, tetapi juga oleh kualitas pemulihan dan keseimbangan kondisi mental.

Bagi mereka yang baru memulai perjalanan olahraga, Dr. Dedi juga memberikan pesan sederhana namun bermakna. Ia mengingatkan agar tidak membandingkan proses yang sedang dijalani dengan pencapaian orang lain.

“Tidak harus cepat. Tidak harus jauh. Tidak harus sempurna. Yang penting terus bergerak, terus belajar, dan terus kembali lagi esok hari.”

Kisah Dr. Dedi Atunggal menjadi contoh bahwa konsistensi dalam menjalani kebiasaan positif dapat menghasilkan perubahan yang nyata. Di tengah aktivitas akademik yang padat, komitmen untuk menjaga kesehatan fisik dan mental menjadi investasi penting yang mendukung produktivitas serta kualitas hidup yang lebih baik.

Semangat yang ditunjukkan oleh Dr. Dedi sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika DTGD FT UGM untuk terus menerapkan gaya hidup sehat, aktif, dan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang mencapai garis finis, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. 🏃‍♂️✨

Studi Baru NCKU dan UGM: Faktor Lingkungan Pemicu Kecelakaan Pejalan Kaki Berbeda di Setiap Kelompok Usia

BeritaPenelitian Senin, 8 Juni 2026

Yogyakarta, 8 Juni 2026,  Sebuah penelitian kolaboratif terbaru yang digawangi oleh peneliti dari National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Indonesia mengungkapkan bahwa faktor risiko kecelakaan yang dihadapi pejalan kaki di perkotaan sangat dipengaruhi oleh faktor usia dan persepsi lingkungan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal internasional Transport Policy (Elsevier) pada 8 Juni 2026 ini mengonfirmasi bahwa kebijakan keselamatan jalan raya tidak bisa disamaratakan bagi semua usia. Dipimpin oleh I Gede Brawiswa Putra, Pei-Fen Kuo, dan Febrian Fitryanik Susanta, riset ini menganalisis 11.220 data kecelakaan pejalan kaki di 223 persimpangan berlampu lalu lintas di Kota Taipei sepanjang periode 2015–2020.

Memadukan “Kamera Pintar” dan Persepsi Manusia

Berbeda dengan penelitian konvensional yang hanya melihat data fisik infrastruktur (seperti lebar trotoar atau rambu-rambu), studi ini memanfaatkan teknologi Street View Imagery (SVI) dan platform SVI Percept. Melalui pendekatan ini, tim peneliti berhasil mengukur elemen subjektif atau bagaimana manusia melihat dan merasakan lingkungan sekitarnya, meliputi lima indikator:

  • Kelayakan jalan kaki (walkability)
  • Keamanan yang dirasakan (perceived safety)
  • Keasrian kota (greenness)
  • Kenyamanan visual (pleasantness)
  • Kelayakan bersepeda (bikeability)

Data tersebut kemudian dipetakan secara spasial menggunakan metode statistik mutakhir Multiscale Geographically Weighted Negative Binomial Regression (MGWNBR) untuk melihat variasi risiko di tingkat lokal.

Beda Usia, Beda Pemicu Kecelakaan

Penelitian menemukan pola geografis dan infrastruktur yang sangat kontras di antara kelompok umur pejalan kaki:

1. Anak-anak dan Remaja

  • Anak-Anak (1–14 Tahun): Angka kecelakaan banyak terkonsentrasi di sekitar lingkungan sekolah, toko kelontong (convenience store), dan persimpangan dengan fase lampu lalu lintas yang rumit. Hal ini selaras dengan karakteristik anak-anak yang kemampuan kognitifnya masih berkembang dalam menilai kecepatan kendaraan.
  • Remaja (15–24 Tahun): Lebih banyak terlibat kecelakaan di kawasan komersial besar (seperti pusat perbelanjaan/department store) dan pusat transportasi umum seperti stasiun MRT. Kelompok ini memiliki mobilitas mandiri yang tinggi namun rentan terhadap perilaku berjalan yang terdistraksi (misalnya menggunakan ponsel).

2. Orang Dewasa dan Lansia

  • Dewasa (25–54 Tahun): Risiko kecelakaan erat kaitannya dengan lingkungan berorientasi ritel, penyedia jasa, serta fungsi kelayakan jalan kaki (walkability) umum.
  • Paruh Baya & Lansia (Di atas 55 Tahun): Kelompok usia lanjut menunjukkan sensitivitas yang sangat tinggi terhadap pengaturan waktu lampu lalu lintas, rasa aman lingkungan (perceived safety), wilayah pinggiran kota (suburban), serta kepadatan lalu lintas sepeda motor.

“Bagi lansia, kenyamanan subjektif dan kejelasan visual jalan sangat memengaruhi keputusan mereka saat menyeberang. Adanya arus sepeda motor yang padat dan cepat di persimpangan menjadi tantangan besar mengingat kecepatan jalan dan respons fisik lansia yang cenderung menurun,” tulis tim peneliti dalam laporannya.

Rekomendasi Kebijakan Tata Kota yang Responsif Usia

Melalui temuan ini, para peneliti menekankan pentingnya desain kota yang humanis dan sensitif terhadap perbedaan usia. Kebijakan keselamatan jalan tidak lagi efektif jika hanya mengandalkan satu aturan seragam untuk seluruh wilayah kota.

Area di sekitar sekolah membutuhkan penyederhanaan fase lampu lalu lintas dan zona selamat sekolah. Sementara itu, kawasan yang ramah terhadap lansia memerlukan perpanjangan durasi hijau bagi penyeberang jalan, infrastruktur penyeberangan yang ramah fisik, serta manajemen khusus pada persimpangan yang padat kendaraan roda dua.

Sumber : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0967070X26002453

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan dengan Bersepeda ke Kampus

Berita Senin, 20 April 2026

Yogyakarta, 20 April 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., secara konsisten menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan menggunakan sepeda sebagai moda transportasi saat berkantor. Kebiasaan bersepeda ini tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas harian, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap pengurangan emisi karbon serta upaya menjaga kesehatan. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, langkah sederhana ini menjadi contoh nyata penerapan prinsip green lifestyle di lingkungan akademik.

Menurut Prof. Harintaka, penggunaan sepeda memberikan berbagai manfaat, baik dari sisi kesehatan maupun efisiensi mobilitas di kawasan kampus. Selain itu, aktivitas ini juga diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk mulai beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Lingkungan kampus Universitas Gadjah Mada yang relatif mendukung mobilitas pesepeda turut menjadi faktor pendukung dalam membangun kebiasaan ini. Dengan jalur yang cukup kondusif, bersepeda menjadi alternatif yang praktis sekaligus berkelanjutan untuk aktivitas sehari-hari di dalam kampus.

Sebagai dosen di bidang geodesi yang erat kaitannya dengan pengelolaan ruang dan lingkungan, inisiatif ini juga mencerminkan implementasi nilai-nilai keberlanjutan yang tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kebiasaan ini, diharapkan semakin banyak civitas akademika yang terdorong untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan kampus dan sekitarnya.

Syawalan Keluarga Besar Teknik Geodesi UGM 1447 H (Momentum Syukuri Transformasi Departemen)

Berita Minggu, 12 April 2026

Yogyakarta, 11 April 2026 – Suasana kekeluargaan menyelimuti lingkungan Departemen Teknik Geodesi FT UGM pada Sabtu (11/4/2026). Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, agenda Syawalan Keluarga Besar kali ini sengaja dipusatkan langsung di departemen guna mempererat kembali ikatan emosional antarlintas generasi, mulai dari purnakarya hingga staf aktif.

Ketua Departemen Teknik Geodesi UGM, Prof. Trias Aditya, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di rumah sendiri ini merupakan bentuk syukur atas tuntasnya berbagai renovasi fasilitas departemen. Dalam sambutannya, beliau mengajak para purnakarya untuk melihat langsung wajah baru kampus serta memaparkan rencana strategis pembangunan gedung baru yang akan berlokasi di sisi utara sekretariat KMTG (Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi).

Acara inti diisi dengan Hikmah Syawalan oleh Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt., yang mengupas tema tentang menjaga diri dari kebangkrutan di akhirat. Sebagai akademisi dengan capaian skor SINTA yang menakjubkan, Prof. Abdul Rohman juga menyisipkan pesan motivasi bagi para dosen kolega untuk tetap produktif dalam memublikasikan karya ilmiah.

Momentum syawalan kali ini juga ditandai dengan perubahan tradisi pada prosesi ikrar. Jika biasanya dilakukan dengan jabat tangan fisik, kali ini seluruh hadirin bersama-sama mengucapkan ikrar saling memaafkan secara lisan dalam suasana yang tetap khidmat. Dipimpin oleh Dr. Bambang Kun Cahyono, prosesi ini menjadi simbol harmonisasi keluarga besar Geodesi. Kegiatan pun ditutup dengan pembagian berbagai doorprize menarik dan ramah tamah sembari menikmati hidangan yang telah disediakan.

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Hadiri Pengajian Buka Puasa di Sleman

Berita Rabu, 11 Maret 2026

Sleman, 11 Maret 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Bilal Ma’ruf, menghadiri kegiatan pengajian buka puasa yang diselenggarakan di Masjid Muslimat NU Sleman pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh penampilan hadroh dari Hadroh Sabilunnajah Waraklor yang menghadirkan suasana religius dan khidmat menjelang waktu berbuka puasa. Pengajian disampaikan oleh KH Musyafa’ Abdul Hakim dari Pangukan, yang menyampaikan tausiyah terkait peningkatan keimanan dan ketaqwaan selama bulan Ramadhan.

Acara pengajian buka puasa ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, dan sivitas akademika. Dalam suasana kebersamaan tersebut, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembacaan shalawat, tausiyah, hingga berbuka puasa bersama.

Kehadiran Bilal Ma’ruf dalam kegiatan ini mencerminkan peran aktif dosen tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat. Partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan lingkungan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kepedulian sosial diharapkan terus terjaga, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan.

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Kembangkan Smart Farm Terintegrasi di Sleman

Berita Senin, 9 Maret 2026

Sleman, 9 Maret 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Bilal Ma’ruf mengembangkan konsep smart farm sebagai bentuk inovasi pemanfaatan lahan berbasis keberlanjutan. Kegiatan ini terdokumentasi pada 9 Maret 2026 dan menjadi bagian dari upaya integrasi teknologi dengan sektor pertanian dan peternakan.

Smart farm yang dikembangkan mencakup pengelolaan kebun buah dan tanaman hortikultura, antara lain kelengkeng, alpukat, serta berbagai jenis sayuran. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan kegiatan peternakan domba yang terintegrasi dalam satu kawasan, sehingga menciptakan ekosistem pertanian terpadu.

Konsep smart farm ini mengedepankan efisiensi pemanfaatan lahan serta potensi integrasi teknologi, khususnya dalam pengelolaan sumber daya dan monitoring kondisi lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan yang mengoptimalkan hubungan antara tanaman, ternak, dan lingkungan sekitar.

Pengembangan kebun kelengkeng dan alpukat dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan serta potensi ekonomi jangka panjang, sementara tanaman sayuran memberikan hasil yang lebih cepat untuk mendukung produktivitas harian. Di sisi lain, peternakan domba berperan dalam mendukung siklus pertanian melalui pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk alami.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan konsep smart farming tidak hanya relevan dalam bidang pertanian modern, tetapi juga dapat dikembangkan oleh akademisi lintas disiplin, termasuk di bidang geodesi. Integrasi ilmu geospasial berpotensi mendukung pemantauan lahan, analisis kesesuaian wilayah, hingga optimalisasi pengelolaan sumber daya secara berbasis data. Melalui pengembangan smart farm ini, diharapkan dapat menjadi contoh implementasi nyata inovasi berbasis keberlanjutan yang menggabungkan aspek teknologi, pertanian, dan pemberdayaan sumber daya lokal.

Meet the Professor Bahas Perjalanan Akademik Internasional dari Indonesia hingga Malaysia

Berita Selasa, 3 Maret 2026

Yogyakarta, 3 Maret 2026 – Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kajian Seni dan Agama: Hening, Iman, dan Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Bising” yang menghadirkan I Made Andi Arsana sebagai narasumber.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 15.30 WIB, bertempat di selasar depan kantor program studi PSPSR UGM, dan diikuti oleh sivitas akademika di lingkungan PSPSR.

Dalam pemaparannya, I Made Andi Arsana mengangkat refleksi mengenai hubungan antara seni, agama, dan kemanusiaan di tengah dinamika dunia modern yang semakin kompleks dan bising. Diskusi ini menyoroti pentingnya ruang keheningan sebagai bagian dari proses refleksi spiritual dan kemanusiaan, serta peran seni sebagai medium ekspresi yang mampu menjembatani nilai-nilai tersebut.

Kegiatan ini dikemas dalam suasana diskusi yang interaktif, dilanjutkan dengan sesi berbuka bersama yang mempererat kebersamaan antar peserta. Selain itu, peserta juga diajak untuk berbagi takjil sebagai bentuk sederhana dari nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM berharap dapat menghadirkan ruang dialog lintas disiplin yang memperkaya perspektif akademik, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan di lingkungan kampus.

Syawalan 2025 Teknik Geodesi UGM: Sinergi Spiritualitas dan Kebersamaan Akademik

Berita Rabu, 16 April 2025

Yogyakarta, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara Syawalan Keluarga Besar di Hall Bulaksumur, Hotel UC UGM, Minggu (13/4/2025). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi spiritual pasca-Ramadan bagi sivitas akademika dan keluarga besar Departemen Teknik Geodesi. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta keluarga dan alumni. Dalam suasana penuh kehangatan, para tamu disambut dengan pembagian snack box, iringan musik religi, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Dalam sambutannya, Ketua Departemen Teknik Geodesi, Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, serta pentingnya menjadikan momen Idulfitri sebagai titik balik untuk memperkuat ukhuwah dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Foto bersama dengan keluarga besar Departemen Teknik Geodesi

Puncak acara diisi dengan ceramah oleh KH. A. Syukron Amin, Lc., M.H., yang mengangkat tema “Urgensi dan Korelasi Maghfirah-Rahmah.” Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa maghfirah (ampunan) adalah inti dari berbagai bentuk ibadah, termasuk salat, zikir, dan doa. “Permohonan ampun adalah refleksi keikhlasan dan kerendahan hati seorang hamba. Syawalan bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi bentuk nyata dari ajaran Islam yang menekankan pentingnya memaafkan dan memperbaiki hubungan antarmanusia,” ungkapnya. KH Syukron juga menyoroti pentingnya istilah “melahirkan doa” sebagai bentuk keterlibatan emosional yang lebih dalam dibandingkan sekadar “memanjatkan doa.” Menurutnya, tradisi Halal Bihalal adalah bentuk akulturasi budaya Nusantara dengan nilai-nilai Islam yang luhur—mengandung kedalaman teologis dan spiritual.

Setelah tausiyah dan doa, suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize menarik yang disiapkan oleh panitia. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Syawalan oleh perwakilan peserta, jabat tangan antarhadirin, serta sesi foto bersama. Acara ditutup dengan makan siang bersama dan ramah tamah yang penuh keakraban. Momen ini menjadi ruang pelepas rindu dan perekat hubungan antara generasi dalam keluarga besar Teknik Geodesi. Syawalan kali ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana penguatan nilai-nilai keislaman yang membumi dan relevan di tengah dinamika kehidupan modern. Semangat maghfirah dan rahmah yang diusung diharapkan terus hidup dalam setiap individu yang hadir, tidak hanya selama bulan Syawal, tetapi sepanjang hayat.

Dosen Geodesi UGM Teliti Kesiapsiagaan Sistem Kesehatan dalam Menghadapi Gempa dan Tsunami

BeritaPenelitian Selasa, 25 Maret 2025

Yogyakarta, Maret 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Dr. Cecep Pratama, bersama tim peneliti lintas institusi, mempublikasikan artikel berjudul “Health Disaster Capacity and Preparedness in the Case of Tsunami and Earthquake Disaster” di Texila International Journal of Public Health, Vol. 13 No. 1, 2025. Publikasi ini mempertegas kontribusi akademisi Geodesi UGM dalam riset kebencanaan, khususnya dalam penguatan kapasitas sistem kesehatan menghadapi bencana alam.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman gempa bumi dan tsunami Palu 2018 yang menunjukkan pentingnya peran sistem kesehatan dalam mengurangi risiko, paparan, dan kerentanan masyarakat. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan kuesioner daring untuk menilai kapasitas dan kesiapsiagaan sistem kesehatan. Hasil penelitian menemukan bahwa kapasitas layanan kesehatan, sumber daya manusia, dan pembiayaan masih tergolong rendah, sementara aspek tata kelola, ketersediaan obat, serta kondisi lingkungan masyarakat dinilai tinggi. Untuk kesiapsiagaan, pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dinilai baik, tetapi kemampuan mengurangi keparahan penyakit melalui layanan kesehatan masih rendah.

Temuan ini menegaskan bahwa kapasitas dan kesiapsiagaan kesehatan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami masih relatif rendah sehingga memerlukan penguatan yang lebih menyeluruh. Penelitian ini memberikan rekomendasi peningkatan sumber daya manusia, pembiayaan, serta pelayanan kesehatan berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Riset ini sejalan dengan pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penguatan sistem kesehatan masyarakat di wilayah rawan bencana.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=5YFJgTQAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=5YFJgTQAAAAJ:isC4tDSrTZIC

Lustrum XIII Teknik Geodesi UGM: Merayakan 65 Tahun dengan Tema “Geodesi Lintas Waktu”

BeasiswaBerita Senin, 11 November 2024

Yogyakarta, 9 November 2024 – Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Lustrum XIII, menandai 65 tahun perjalanan akademisnya. Acara yang bertajuk “Geodesi Lintas Waktu: Merangkai Kenangan, Menyongsong Inovasi” ini berlangsung meriah di Yogyakarta dan dirancang sebagai ajang reuni akbar serta malam keakraban bagi seluruh keluarga besar alumni Teknik Geodesi UGM.

Acara dibuka pada pukul 16.00 dengan persiapan dan doa bersama oleh seluruh panitia, diiringi penayangan video penyambutan dan para sponsor. Setelah sesi registrasi pukul 17.30, MC profesional, Sdr. Anak Agung Arie, memulai acara dengan sambutan hangat kepada para hadirin, termasuk Ketua Departemen Teknik Geodesi, Ketua KATDESI UGM, serta tamu-tamu kehormatan lainnya. Dengan pembukaan resmi pada pukul 18.30, suasana semakin khidmat saat seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Hymne Gadjah Mada” yang dipimpin oleh Lisbeth Adventiana Gloria Christi.

Situasi Lustrum XIII di Departemen Teknik Geodesi FT UGM

Sambutan dari berbagai tokoh penting memperkuat makna acara ini. Ketua Panitia Lustrum XIII, Wahyu Widodo, S.T., menekankan tujuan lustrum sebagai upaya mengenang sejarah dan membangun visi masa depan bagi Teknik Geodesi UGM. Ketua KATDESI, Fakhrurrazi, S.T., serta Ketua Departemen Teknik Geodesi, Prof. Ir. Trias Aditya Kurniawan M., S.T., M.Sc., Ph.D., juga menyampaikan harapan agar Teknik Geodesi UGM terus berkembang dan menjadi pilar penting dalam ilmu geospasial di Indonesia. Sebagai simbol syukur dan perayaan, Prof. Trias memimpin prosesi pemotongan tumpeng yang disaksikan seluruh peserta, didampingi oleh Ketua Panitia dan Ketua KATDESI.

Keseruan acara berlanjut dengan sesi doorprize yang menarik perhatian peserta. Sejumlah alumni senior turut hadir di atas panggung untuk mengundi dan membagikan hadiah kepada peserta yang beruntung, yang diikuti dengan foto bersama. Momen istimewa lainnya adalah sesi lelang lukisan karya Ir. Soeprapto, salah satu tokoh penting dalam sejarah Teknik Geodesi UGM. Lukisan ini dilelang untuk mengumpulkan dana beasiswa yang nantinya diserahkan kepada mahasiswa berprestasi. Penawaran tertinggi disambut hangat oleh tamu undangan dan keluarga Ir. Soeprapto yang hadir untuk memberikan sambutan singkat. Beasiswa hasil lelang ini kemudian diberikan kepada sepuluh mahasiswa Teknik Geodesi UGM sebagai dukungan dalam pendidikan mereka.

Penyerahan Beasiswa Katdesi kepada Mahasiswa
Penyerahan Pemenang Lelang Lukisan Dosen Purnakarya (Alm) Ir Soeprapto

Peluncuran kembali Portal Alumni KATDESI menjadi salah satu sorotan penting dalam acara ini. Ketua KATDESI menjelaskan bahwa portal ini adalah inisiatif untuk memperkuat jaringan dan komunikasi antar alumni, baik di dalam maupun luar negeri, serta memberikan platform bagi alumni untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek geospasial. Portal ini diharapkan menjadi wadah bagi alumni untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu geodesi di Indonesia.

Dalam rangkaian acara, cinderamata juga diserahkan kepada Departemen Teknik Geodesi UGM dan pihak sponsor utama, PT Indonesia Pomalaa Industry Park, sebagai apresiasi atas dukungan mereka dalam menyukseskan acara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengundian hadiah grand prize yang menambah antusiasme peserta. Hadiah utama yang berupa TV 42 inch, perangkat GPS, set autolevel, dan sepeda listrik diberikan kepada peserta yang beruntung.

Konser Band Letto

Puncak hiburan diisi dengan penampilan grup musik Letto, yang membawakan beberapa lagu populer mereka. Penampilan ini membawa suasana keakraban dan nostalgia bagi para peserta yang larut dalam momen kebersamaan. Menjelang akhir acara, MC menutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh sponsor dan tamu undangan yang telah berkontribusi. Setelah acara resmi ditutup, peserta masih disuguhi hiburan dari pemain organ tunggal hingga pukul 22.00.

Acara Lustrum XIII Teknik Geodesi UGM ini menjadi ajang penuh makna yang tidak hanya menghubungkan alumni lintas generasi, tetapi juga memperkuat komitmen Teknik Geodesi UGM untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam ilmu geospasial, menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

12

Agenda

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Berita Terakhir

  • Departemen Teknik Geodesi UGM Gelar Audiensi Pengabdian Masyarakat di Kulon Progo
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Hadirkan Mini Museum: Jejak Sejarah Alat Ukur dari Abad ke-20
  • Revitalisasi Infrastruktur Laboratorium Geoinformatika dan Infrastruktur Informasi Geospasial (GIIG)
  • Antisipasi Potensi Bencana, Teknik Geodesi UGM Gelar Pelatihan dan Simulasi Gempa Bumi dan Pemadam Kebakaran
  • Manfaatkan Metode Low-Cost Multi-Instrument, Tim Departemen Teknik Geodesi UGM Dokumentasi Digital Cagar Budaya Kulon Progo
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY