- Beranda
- SDGs4
- SDGs4
- hal. 10
SDGs4
Kuliah Umum “Monitoring Survey & Pengambilan Actual dengan Scanner di Tambang Bawah Tanah” Bersama PT. Freeport Indonesia
BeritaKuliah Umum Kamis, 12 September 2024
Yogakarta, 10 September 2024 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Monitoring Survey & Pengambilan Actual dengan Scanner di Tambang Bawah Tanah.” Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 mahasiswa ini menarik perhatian besar mahasiswa Teknik Geodesi dari berbagai kelas, seperti kelas Survei Tambang, Survei Terestris III, Survei Deformasi, serta kelas-kelas lain. Acara yang digelar di ruang III.4, Lantai 3 Departemen Teknik Geodesi ini berlangsung pada hari Selasa, 10 September 2024, dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Antusiasme mahasiswa sangat tinggi, terbukti dengan penuhnya ruangan serta diskusi pertanyaan yang banyak dilontarkan oleh mahasiswa, mencerminkan ketertarikan besar terhadap dunia survei tambang, terutama di PT Freeport Indonesia.
Narasumber utama dalam kuliah umum ini adalah Pak Benget Hutauruk, Pak Wahyu Sasongko, Pak Marinus Mangape dan Pak Edi Howay dari PT Freeport Indonesia dengan moderator Pak Ruli Andaru. Narasumber berbagi wawasan mendalam terkait teknologi survei tambang bawah tanah yang canggih serta kompleksitas operasional tambang. Pak Benget membuka sesi dengan memberikan gambaran luas tentang PT Freeport Indonesia, baik dari sisi tambang terbuka maupun tambang bawah tanah, yang mencakup area operasional tambang bawah tanah sepanjang 300 km, hampir setara jarak Jakarta-Surabaya. Beliau juga memperkenalkan berbagai peralatan canggih yang digunakan di tambang bawah tanah, seperti Terrestrial Laser Scanner (TLS) Leica RTC360, Cavity Monitoring System (CMS), Leica Nova MS60 Multi Station, Drone LiDAR, teknologi SLAM dan lain-lain, yang semuanya penting dalam pengambilan data dan monitoring tambang.
Selain itu, Pak Wahyu Sasongko menjelaskan konstruksi rel dan sistem transportasi haul di site PT Freeport, serta penggunaan kereta untuk mengangkut material di tambang bawah tanah. Menyusul penjelasan teknis tersebut, Pak Benget memberikan dorongan motivasi kepada para mahasiswa yang bercita-cita untuk berkarier sebagai surveyor di industri tambang. Kesempatan internship dan program FGDP (Fresh Graduate Development Program) di PT Freeport Indonesia juga disampaikan sebagai peluang besar bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan. Acara ini semakin interaktif dengan demo langsung penggunaan alat CMS V-500 oleh Pak Edi Howay serta Pak Marinus, yang memperlihatkan kepada mahasiswa cara kerja alat tersebut dalam aplikasi nyata di lapangan.
Sebagai penutup perkuliahan umum, PT Freeport Indonesia diwakili oleh Pak Benget dan tim menyerahkan hibah berupa dua unit alat CMS kepada Departemen Teknik Geodesi UGM, diterima oleh Sekretaris Departemen Bapak Purnama Budi Santosa. Penyerahan alat ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran dan penelitian di bidang survei tambang, khususnya tambang bawah tanah, dengan menyediakan akses bagi mahasiswa terhadap teknologi terkini. Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang survei tambang serta membuka peluang besar bagi masa depan karier mereka di industri tambang. Pak Benget menutup kuliah umum dengan menyampaikan, “Kita wajib bangga terhadap Geodesi, karena kehadirannya memegang peranan penting dalam survei tambang, memastikan segala proses berjalan dengan presisi dan akurasi yang tinggi.”
Kuliah Tamu Trias Aditya di TUM, Jerman
BeritaKuliah Umum Selasa, 10 September 2024
Munich, Jerman 9 September 2024 – Dosen sekaligus Ketua Departemen Teknik Geodesi UGM, Prof. Trias Aditya, mendapatkan kesempatan untuk memberikan kuliah tamu di Chair of Land Management pada kampus Technical University of Munich (TUM) bertempat di Chair of Land Management, Department of Aerospace & Geodesy, TUM School of Engineering and Design di Jerman pada hari Rabu 04 September 2024. Presentasi kuliah yang berjudul “Quality Issues, Cadastral Data Integration & Monetization with AR/VR Technology in Digital Land Administration Era” merupakan topik terkini berisi rangkuman, temuan, pembelajaran dan pengembangan riset yang sedang dilakukan oleh Trias Aditya dan Tim dalam rangka pelaksanaan Hibah Capstone Project (UGM) dan Hibah Pendanaan Padanan- Kedaireka (DIKTI), yang juga didukung oleh Aubrey Barker Fund – FIG Foundation.
Trias Aditya melaksanakan kunjungan Kerjasama dan riset ke TUM dari 2-6 September memenuhi undangan Prof. Walter de Vries, Chair of Land Management, TUM. Kunjungan ini juga dalam rangka membangun peluang peningkatan Kerjasama Riset dan Pendidikan Teknik Geomatika khususnya Bidang Manajemen Pertanahan dan Tata Ruang. Kunjungan ini sebagai balasan kunjungan Prof. Walter de Vries sebelumnya ke UGM dengan dukungan TUM yaitu Global Incentive Fund 2022. Kerjasama yang sedang dan sudah dilaksanakan bersama misalnya penyelenggaraan Workshop Ilmiah Internasional, Pendidikan Doktoral dan Publikasi Bersama.
Kuliah Umum Opening New Academic Year 2024 “Menjadi Pembelajar yang Tangguh dalam Menyongsong Era VUCA”
BeritaKuliah Umum Selasa, 3 September 2024
Dengan tema “Menjadi Pembelajar yang Tangguh dalam Menyongsong Era VUCA”, Dr. Suparno mengupas konsep VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang menjadi tantangan besar dalam kepemimpinan di era modern ini. Beliau menekankan pentingnya menjadi pembelajar yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi perubahan yang cepat dan penuh ketidakpastian. Dr. Suparno menjabarkan terkait ”Ngelmu” dalam artian mahasiswa harus menjadi pribadi yang senang dan senantiasa mencari ilmu. Selain itu, Dr. Suparno juga memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar tetap semangat dalam menjalani perkuliahan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan akademik. Pengalaman pribadi beliau selama masa kuliah, dari perkuliahan hingga menyusun skripsi, juga dibagikan sebagai inspirasi bagi para mahasiswa baru.
Mahasiswa baru Teknik Geodesi menunjukkan semangat ketika mengikuti kuliah umum, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi menarik yang dilontarkan oleh mahasiswa baru kepada Dr. Suparno. Kuliah umum ini diharapkan dapat memberikan bekal yang berharga bagi para mahasiswa baru Teknik Geodesi UGM dalam menjalani kehidupan akademik mereka dengan penuh semangat dan kesiapan menghadapi era VUCA. Acara kuliah umum kemudian diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan oleh Departemen Teknik Geodesi kepada Dr. Suparno, dan dilanjutkan penyerahan bantuan dana untuk kegiatan Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG), dan diakhiri dengan makan siang bersama seluruh peserta yang disponsori sepenuhnya oleh Dr. Suparno.
Guru Besar Pertama Teknik Geodesi UGM, Profesor Trias Aditya
Berita Kamis, 19 Januari 2023
Geodesi dapat digolongkan menjadi dua cabang yaitu geodesi tinggi (penentuan posisi teliti) dan geodesi praktis atau teknik (semua praktik survei dan pemetaan di udara, darat, dan laut praktis dan keteknikan). Beliau juga menyampaikan bahwa seiring pesatnya perkembangan teknologi komputer, evolusi web dan penerapan bidang kajian teknik geodesi untuk keperluan teknis dan kemanusiaan, diperluas dengan istilah Teknik Geomatika. Teknik Geomatika berfokus pada pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, analisis, dan diseminasi, serta penyajian data geospasial dengan basis kompetensi survei pemetaan dengan dukungan teknologi informasi.
Salah satu yang menjadi perhatian khusus dalam pidato pengukuhan guru besar Prof. Trias adalah mengenai kualitas data hasil kerja kolaboratif, seperti Open Street Map (OSM). OSM yang didirikan sejak tahun 2004, menyajikan peta gratis seluruh dunia dan merepresentasikan fitur alami lingkungan terbangun. Di Indonesia, OSM mulai diperkenalkan secara masih pada tahun 2010. Tim Departemen Teknik Geodesi dan HOT (Humanitarian OpenStreetMap Team) berkeliling ke enam provinsi yang paling beresiko di Indonesia untuk mengenalkan OSM, QGIS, dan InaSAFE. InaSAFE merupakan sebuah plugin pada piranti QGIS yang berfungsi untuk menghitung dampak bencana alam.
Pada praktiknya, Tim Departemen Teknik Geodesi UGM juga melakukan evaluasi terhadap kualitas geometri dan atribut terhadap data OSM di 5 kota dan 1 kabupaten di Indonesia. Dari hasil evaluasi tersebut tidak didapatkan perbedaan kualitas yang signifikan jika dibandingkan dengan peta dasar skala 1:5000. Kolaborasi antara Tim Departemen Teknik Geodesi UGM bersama dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional DIY dan Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman pasca letusan Gunung Merapi pada tahun 2010, menghasilkan peta kolaboratif yang diadopsi untuk penerbitan sertifikat melalui konsolidasi tanah terhadap 1687 bidang tanah yang terdampak letusan. Peta kolaboratif tersebut disusun berdasarkan data berbasis teknologi foto udara dan LiDAR. Hal ini menunjukkan bahwa peta kolaboratif dapat diciptakan dengan memperhatikan kualitas data dan melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah dan partisipasi masyarakat. Namun saat ini peta kolaboratif hasil partisipasi masyarakat sering tidak terserap dan tidak sampai ke pemerintah dan interoperabilitas data geospasial dalam sebuah lembaga masih menjadi tantangan dan bukanlah hal yang mudah. Atas dasar hal tersebut, Prof. Trias menyinggung pentingnya Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG). IIG diharapkan dapat menjadi meta data dalam mendukung kebijakan satu peta yang dicanangkan oleh pemerintah yang akan mendukung peta dengan kualitas geometri dan atribut yang baik dan kolaborasi antar berbagai lembaga dan masyarakat.
Pada bagian akhir pidato, Prof. Trias menyampaikan ucapan terima kasih pada berbagai pihak, termasuk guru dan pendahulu yang selalu mendukung dan memotivasi beliau, sehingga dapat mencapai gelar guru besar sekaligus menjadi guru besar pertama di Departemen Teknik Geodesi UGM. Beliau berkata, “Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para Ketua Departemen sekaligus juga guru-guru saya yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi kepada saya untuk bekerja dengan dedikasi semenjak saya masuk menjadi Dosen di Teknik Geodesi”. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan di lingkungan Teknik Geodesi UGM, “Saya pun berterima kasih atas bimbingan dan dukungan semua senior, rekan pengurus, kepala laboratorium, serta kolega dan teman-teman dosen pada departemen yang saya banggakan”.