• Tracer Study
  • Portal Civitas Akademik
  • SSO Login
  • 🇬🇧 EN
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 5
Pos oleh :

fadilasobasita

Tim Geodesi UGM Paparkan Rencana Penelitian dan Pengabdian di Kulon Progo

Berita Selasa, 29 Juli 2025

Kulon Progo, 28 Juli 2025 – Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada mengunjungi Kantor Bupati Kulon Progo untuk mempresentasikan sejumlah rencana kegiatan. Tim memperkenalkan program pemetaan orthofoto berbasis UAV untuk mendukung percepatan PBT terintegrasi di Desa Kanoman. Tim juga menawarkan pemetaan potensi bencana di Kapanewon Samigaluh serta pemetaan potensi desa untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, tim menyiapkan studi dinamika muka tanah menggunakan InSAR dan pemanfaatan garam di wilayah pesisir Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo menyambut kedatangan tim Geodesi UGM dengan penuh apresiasi. Bupati mendengarkan paparan program secara langsung dan memahami manfaat kegiatan bagi daerah. Bupati mempersilakan seluruh kegiatan dilaksanakan di wilayah Kulon Progo sesuai rencana. Untuk mendukung keberlangsungan program, Bupati juga menugaskan beberapa staf pemerintah daerah agar mendampingi pelaksanaan di lapangan.

Tim Geodesi UGM menjadikan pertemuan ini sebagai sarana perkenalan awal dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Tim menegaskan komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di daerah. Program penelitian dan pengabdian diharapkan mampu meningkatkan kapasitas mitigasi bencana dan pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan kolaborasi ini, tim optimis dapat memperkuat peran Kulon Progo dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya:

SDG 2: Tanpa Kelaparan (pemetaan potensi desa dan pertanian)

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (studi dinamika muka tanah dan bandara)

SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (pemetaan bencana dan desa)

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (mitigasi risiko bencana)

SDG 14: Ekosistem Lautan (pemanfaatan garam di pesisir)

SDG 15: Ekosistem Daratan (pemetaan potensi desa dan penggunaan lahan)

Alumni Geodesi UGM Angkatan 1985 Pererat Silaturahmi dan Serahkan Hibah Drone untuk Departemen

Berita Sabtu, 26 Juli 2025

Yogyakarta, 25 Juli 2025 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan Reuni Angkatan 1985 Teknik Geodesi. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan hangat di Ruang Sidang 2 yang dipimpin oleh Ketua Departemen, Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga silaturahmi lintas generasi serta kontribusi alumni dalam mendukung pengembangan pendidikan dan riset di bidang geodesi.


Usai prosesi penyambutan, para alumni angkatan 1985 diajak berkeliling untuk melakukan kunjungan ke berbagai laboratorium Departemen Teknik Geodesi. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para alumni untuk melihat perkembangan fasilitas pembelajaran dan riset yang telah banyak bertransformasi dengan teknologi terkini. Beberapa laboratorium yang dikunjungi meliputi laboratorium survei terestris, fotogrametri, penginderaan jauh, serta laboratorium pemodelan 3D yang kini aktif mendukung penelitian dan pembelajaran mahasiswa.
Dalam suasana penuh keakraban, alumni berbagi cerita dan kenangan masa kuliah sembari menyaksikan kemajuan teknologi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Para dosen dan mahasiswa yang mendampingi menyampaikan berbagai riset terbaru, termasuk pemanfaatan UAV, LiDAR, dan pemodelan kota 3D, yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan perkotaan dan perencanaan ruang di Indonesia.


Puncak kegiatan reuni ditandai dengan penyerahan hibah satu unit drone DJI Neo dari alumni angkatan 1985 kepada Departemen Teknik Geodesi. Drone tersebut diharapkan dapat menjadi sarana tambahan dalam kegiatan praktikum dan riset mahasiswa, khususnya dalam bidang fotogrametri dan pemetaan udara. Hibah ini menunjukkan komitmen alumni untuk berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran generasi penerus.
Departemen Teknik Geodesi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan alumni. Kegiatan reuni ini tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga geodesi lintas angkatan, tetapi juga menghadirkan nilai nyata melalui kontribusi berupa dukungan fasilitas pendidikan. Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan sinergi antara alumni, dosen, dan mahasiswa akan semakin kuat dalam memajukan ilmu geodesi untuk menjawab tantangan pembangunan nasional.

PT KAI Ikuti Pelatihan Drone Fotogrametri untuk Pemetaan Aset di UGM

Berita Senin, 21 Juli 2025

Yogyakarta, 14 Juli 2025 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Pelatihan Pemanfaatan Drone Fotogrametri untuk Pemetaan Aset bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pelatihan ini berlangsung dalam dua gelombang, yaitu pada 7–11 Juli dan 14–18 Juli 2025, bertempat di Laboratorium Cadastre and Geoinformatics Engineering (CAGE) serta Laboratorium Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh UGM.

Sebanyak 50 pegawai PT KAI mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 24 peserta pada gelombang pertama dan 26 peserta pada gelombang kedua. Peserta dibekali pemahaman mengenai konsep dasar drone dan fotogrametri, serta keterampilan teknis dalam pengoperasian drone, akuisisi data spasial, dan pengolahan data menjadi peta aset digital yang akurat.

Selama lima hari, pelatihan berlangsung dengan kombinasi teori dan praktik. Peserta tidak hanya mempelajari materi di kelas, tetapi juga melakukan praktik lapangan, mulai dari pengoperasian drone, misi fotogrametri, hingga pemrosesan data hasil pemetaan. Kegiatan ini dipandu narasumber berkompeten serta didukung modul lengkap agar peserta memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif.

Departemen Teknik Geodesi UGM berharap pelatihan ini dapat membantu PT KAI memanfaatkan teknologi drone fotogrametri secara lebih optimal. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi efisien, akurat, dan berkelanjutan dalam mendukung inventarisasi, perencanaan, serta pengelolaan aset perusahaan.

UGM Dukung Upaya Mitigasi Bencana Nasional melalui Studi Pemantauan Gempa di Sesar Lembang

BeritaPenelitian Rabu, 2 Juli 2025

Yogyakarta, 1 Juli 2025 – Artikel berjudul “Integrated seismo-geodetic observatory network for monitoring the Lembang Fault, West Java, Indonesia” resmi terbit di jurnal internasional Earth and Planetary Physics Vol. 9(5). Publikasi ini ditulis oleh tim peneliti dari BRIN, ITB, Earth Observatory of Singapore (EOS), serta melibatkan Cecep Pratama dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM. Keterlibatan dosen Geodesi UGM menegaskan kontribusi akademik dalam pengembangan sistem pemantauan gempa berbasis teknologi terpadu di kawasan rawan bencana.

Penelitian ini membangun jaringan observatorium seismo-geodetik terpadu di sekitar Sesar Lembang, salah satu patahan aktif paling berbahaya di Jawa Barat yang membentang di utara Kota Bandung. Sistem ini menggabungkan seismometer dan GNSS (Global Navigation Satellite System) untuk memantau deformasi kerak bumi secara berkelanjutan, dengan data yang dikirim melalui telemetri ke pusat server di Bandung. Hasil penelitian mencatat laju regangan kompresi sebesar 13 mikrostrain per tahun, menandakan akumulasi tekanan tektonik yang signifikan. Selain itu, analisis gelombang seismik menemukan adanya zona kecepatan rendah di bawah kerak bumi, yang mengindikasikan potensi kerentanan geologi di wilayah tersebut.

Temuan ini penting karena Sesar Lembang berpotensi memicu gempa dengan magnitudo Mw 6,6–7,0 yang dapat berdampak pada jutaan penduduk di Bandung Raya. Jaringan observatorium ini menjadi yang pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pemantauan seismologi dan geodesi di dekat kawasan perkotaan, sekaligus menjadi prototipe untuk wilayah rawan gempa lainnya. Hasil penelitian ini memperkuat upaya mitigasi bencana nasional serta membuka peluang kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko gempa bumi.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=5YFJgTQAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=5YFJgTQAAAAJ:M3NEmzRMIkIC

Edukasi Partisipatif Jadi Kunci Ketahanan Iklim Komunitas Kepulauan: Studi Kasus Sangihe

BeritaPenelitian Sabtu, 21 Juni 2025

Yogyakarta, Juni 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Leni Sophia Heliani dan Bondan Galih Dewanto, bersama tim lintas disiplin UGM, mempublikasikan artikel berjudul “Institutionalizing Climate Change Adaptation and Mitigation Through Education in a Small Island Context: A Case Study of South Tabukan, Sangihe Islands”. Artikel ini terbit di Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), Vol. 11 No. 2, Juni 2025. Publikasi ini menegaskan kontribusi Geodesi UGM dalam riset berbasis pengabdian masyarakat untuk penguatan kapasitas adaptasi iklim di wilayah kepulauan kecil.

Penelitian ini berangkat dari kerentanan Kepulauan Sangihe terhadap dampak perubahan iklim, mulai dari cuaca ekstrem hingga degradasi ekosistem laut dan daratan. Tim melakukan pendekatan pendidikan partisipatif melalui empat klaster program, yaitu kesehatan, agro, sains dan teknologi, serta sosial budaya. Intervensi yang dilakukan mencakup peta risiko bencana, agroforestry, rehabilitasi terumbu karang dengan teknologi Bioreeftek, pengelolaan sampah, serta pembentukan kelompok kerja iklim lokal. Hasilnya, masyarakat Tabukan Selatan berhasil membentuk ProKlim Working Group yang terintegrasi ke dalam struktur desa dengan dukungan dana dan program berkelanjutan.

Temuan ini membuktikan bahwa pendidikan dan institusionalisasi program iklim mampu meningkatkan ketahanan komunitas kepulauan kecil. Program yang dirancang tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi cuaca ekstrem, tetapi juga memulihkan ekosistem daratan dan laut melalui partisipasi lintas generasi. Penelitian ini mendukung pencapaian SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) dengan memberikan model adaptasi iklim berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di pulau kecil lainnya di Indonesia.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=0JvcXp4AAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=0JvcXp4AAAAJ:XD-gHx7UXLsC

Riset Lintas Institusi dengan Keterlibatan Teknik Geodesi UGM Ungkap Pentingnya Komunikasi Risiko dalam Mitigasi Erupsi Semeru

BeritaPenelitian Kamis, 12 Juni 2025

Yogyakarta, 11 Juni 2025 – Artikel berjudul “Disaster risk reduction communication during the Mount Semeru eruption in East Java, Indonesia” resmi terbit secara daring di jurnal internasional. Publikasi ini ditulis oleh tim peneliti lintas institusi, termasuk Cecep Pratama dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM. Keterlibatan dosen Geodesi UGM dalam penelitian ini memperkuat kontribusi akademik dalam bidang kebencanaan, khususnya pada aspek komunikasi risiko dan keterlibatan masyarakat saat terjadi erupsi gunung berapi.

Penelitian ini menelaah manajemen komunikasi risiko bencana dan keterlibatan masyarakat lokal saat erupsi Gunung Semeru pada 2021. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BNPB dihadapkan pada tantangan besar akibat belum adanya protokol komunikasi yang terstruktur untuk penyampaian informasi bencana. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan peninjauan dokumen pemerintah, studi literatur, observasi program, serta wawancara mendalam terhadap 35 informan yang tinggal di wilayah rawan bencana di Lumajang dan Jember.

Hasil penelitian menegaskan pentingnya peran pemerintah sebagai komunikator risiko utama dalam menyampaikan pesan bencana secara cepat, akurat, dan mudah dipahami. Temuan juga menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam upaya mitigasi serta pembentukan sistem peringatan dini yang lebih efektif. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya strategi komunikasi risiko yang sistematis dan berkesinambungan, sehingga masyarakat di daerah rawan erupsi dapat lebih tanggap, siap, dan terlindungi dari dampak bencana.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=5YFJgTQAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=5YFJgTQAAAAJ:maZDTaKrznsC

Dosen Geodesi UGM Kembangkan Metode Otomatisasi Pemetaan Bangunan dengan AI

BeritaPenelitian Rabu, 11 Juni 2025

Yogyakarta, 19 Juni 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Harintaka, bersama penulis utama Annisa Baroroh, berhasil mempublikasikan penelitian berjudul “Ekstraksi Otomatis Tapak Bangunan (Building Footprint) pada Ortofoto Menggunakan Segment Anything Model (SAM)” di Elipsoida: Jurnal Geodesi dan Geomatika, Vol. 8 No. 1, Juni 2025. Publikasi ini menegaskan kontribusi penting akademisi Geodesi UGM dalam mengembangkan metode otomatisasi pemetaan bangunan menggunakan teknologi kecerdasan buatan terbaru.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan peta dasar skala besar di Indonesia, khususnya informasi geospasial terkait bangunan yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk. Metode konvensional melalui digitasi manual dinilai lambat dan kurang efisien. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan Segment Anything Model (SAM), algoritma deep learning dari Meta AI, yang mampu melakukan segmentasi objek tanpa perlu pelatihan ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAM, ditambah dengan metode regularisasi, mampu mengekstraksi tapak bangunan dari ortofoto UAV dengan rata-rata akurasi di atas 87 persen.

Temuan ini menunjukkan potensi besar penerapan SAM dalam percepatan pemetaan skala besar di Indonesia. Dengan kemampuan segmentasi yang cepat dan efisien, metode ini dapat menjadi solusi bagi daerah yang belum memiliki data spasial rinci, sekaligus mendukung perencanaan wilayah dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini juga sejalan dengan pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 9 (Inovasi, Infrastruktur, dan Industri).

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=XliPgAcAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=XliPgAcAAAAJ:8uzoZH4hB9AC

Teknik Geodesi UGM Kembangkan Model Penguatan Geospatial Information Infrastructure di Tingkat Lokal

BeritaPenelitian Sabtu, 7 Juni 2025

Yogyakarta, 6 Juni 2025 – Artikel mengenai pengembangan Geospatial Information Infrastructure (GII) di pemerintah daerah Indonesia telah resmi dipublikasikan di jurnal internasional. Penelitian ini ditulis oleh I.R. Utama dari Program Magister Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi FT UGM, bersama Dr. Heri Sutanta, dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM. Keterlibatan dosen Geodesi UGM dalam publikasi ini memperkuat peran akademisi dalam mendorong pemanfaatan informasi geospasial untuk tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Penelitian ini mengevaluasi penerapan sembilan strategic pathways dari United Nations Integrated Geospatial Information Framework (UN-IGIF) di tingkat pemerintah daerah Indonesia. Melalui kuesioner kepada 103 responden serta wawancara dengan 12 pejabat pemerintah daerah, penelitian ini menghasilkan model logika pengembangan GII berbasis UN-IGIF. Temuan utama menunjukkan bahwa tiga jalur strategis—yakni tata kelola dan institusi, data, serta kapasitas dan pendidikan—memberikan dampak positif signifikan terhadap penguatan GII.

Studi ini menekankan bahwa meskipun UN-IGIF dirancang untuk implementasi nasional, kerangka tersebut dapat diadaptasi di tingkat lokal dengan mempertimbangkan konteks daerah dan kondisi pemanfaatan informasi geospasial yang beragam. Hasil penelitian ini menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur informasi geospasial yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=_D477zkAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=_D477zkAAAAJ:738O_yMBCRsC

Studi GNSS Geodesi UGM Identifikasi Dominasi Kompresi di Celah Seismik Mentawai

BeritaPenelitian Selasa, 27 Mei 2025

Yogyakarta, Mei 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Leni Sophia Heliani dan Dr. Cecep Pratama, bersama tim lintas institusi, berhasil mempublikasikan artikel berjudul “Strain accumulation in the Mentawai Forearc Sliver, Indonesia, inferred from continuous GNSS-derived strain rate” di jurnal internasional Geodesy and Geodynamics (Elsevier, KeAi Publishing). Publikasi ini menunjukkan kontribusi penting akademisi Geodesi UGM dalam pemahaman deformasi kerak bumi di wilayah rawan gempa Mentawai.

Penelitian ini memanfaatkan data GNSS (Global Navigation Satellite System) dari jaringan SuGAr (Sumatran GPS Array) selama satu dekade untuk menghitung laju regangan utama, dilatasi, dan regangan geser maksimum. Hasilnya menunjukkan adanya akumulasi regangan sebesar 0,13 mikrostrain/tahun, dilatasi 0,2 mikrostrain/tahun, dan regangan geser maksimum 0,1 mikrostrain/tahun. Data ini mengungkap adanya dominasi kompresi di sepanjang celah seismik Mentawai yang berpotensi menjadi sumber gempa besar di masa depan.

Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang mekanisme tektonik, termasuk indikasi sistem patahan backthrust dan strike-slip duplex di Mentawai. Penelitian ini sangat penting bagi upaya mitigasi bencana gempa dan tsunami di Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena berhubungan langsung dengan peningkatan resiliensi masyarakat di wilayah rawan bencana.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=0JvcXp4AAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=0JvcXp4AAAAJ:tzM49s52ZIMC

Kajian Manajemen Bencana: Teknologi, Partisipasi, dan Kepercayaan Sosial Jadi Kunci EWS

BeritaPenelitian Kamis, 15 Mei 2025

Yogyakarta, 10 Mei 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Nurrohmat Widjajanti, berperan sebagai co-author dalam publikasi internasional berjudul “The Systematic Disaster Management Approach to Assessing Early Warning Systems in South Sulawesi: A Review”. Artikel ini diterbitkan di Engineering, Technology & Applied Science Research (ETASR), Vol. 15 No. 4, 2025 dengan penulis utama Evi Aprianti dari Universitas Hasanuddin. Kolaborasi ini menegaskan kontribusi Geodesi UGM dalam penguatan kajian kebencanaan di level nasional maupun internasional.

Penelitian ini meninjau efektivitas sistem peringatan dini bencana (Early Warning System/EWS) di Sulawesi Selatan melalui pendekatan manajemen bencana yang sistematis, mencakup tahap mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan. Hasil tinjauan mengungkapkan bahwa efektivitas EWS sangat dipengaruhi oleh integrasi partisipasi masyarakat, inovasi teknologi, koordinasi kelembagaan, serta komunikasi risiko yang jelas. Tantangan masih muncul pada aspek infrastruktur di wilayah terpencil, rendahnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, serta hambatan sosial-budaya seperti rendahnya kepercayaan pada otoritas.

Studi ini juga menyoroti peluang penguatan EWS dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT), sensor berbasis energi terbarukan, pemodelan hidrologi real-time, serta pemanfaatan UAV untuk pemetaan risiko banjir. Lebih jauh, penelitian menekankan bahwa keberhasilan sistem tidak hanya ditentukan teknologi, melainkan juga kepercayaan sosial dan pemberdayaan komunitas. Hasil riset ini mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mendorong sistem peringatan dini yang lebih adaptif, inklusif, dan tangguh menghadapi perubahan iklim.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=U-w8I4UAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=U-w8I4UAAAAJ:UHK10RUVsp4C

1…345678

Agenda

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Berita Terakhir

  • Berjaya di Nasional, Mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM Wakili Indonesia di Panggung ASEAN
  • Mahasiswa Teknik Geodesi FT UGM Raih Juara 2 Ajang Nasional MATICS 2026
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Jalin Kerja Sama dengan Kantor Pertanahan Kota Semarang dalam Pemetaan Drone LiDAR
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Selenggarakan Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026
  • Tim PPM Geolive FT UGM Serahkan Hasil Pemetaan Kawasan Pantai Bandengan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY