• Tracer Study
  • Portal Civitas Akademik
  • SSO Login
  • 🇺🇸 EN
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Struktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 9
Arsip:

Berita

GEOLANDSEA 2025-HARI KEDUA: Sinergi Teknologi Geospasial dan Tata Kelola Maritim dalam Menjawab Tantangan Global

Berita Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 13 Februari 2025 – Konferensi Geo-Land-Sea 2025 hari kedua di Yogyakarta mengkristalkan kolaborasi multidisiplin antara kebijakan maritim, inovasi geospasial, dan kecerdasan buatan untuk tata kelola darat-laut terpadu. Dr. Serene Ho dari University of Melbourne membuka diskusi dengan paparan kritis tentang ancaman perubahan iklim di zona pesisir Asia Timur-Pasifik, di mana 64% wilayahnya terancam kenaikan muka air laut. Data lapangan dari 18 negara menunjukkan bahwa hanya 29% program mitigasi yang secara spesifik menyasar adaptasi pesisir, padahal proyeksi kebutuhan lahan untuk adaptasi di kawasan ini mencapai 94 juta hektar, termasuk 12 juta hektar untuk Indonesia. Studi kasus di Delta Mekong (Vietnam) dan Sabah (Malaysia) mengungkap peran digital twin ekosistem mangrove berbasis sensor IoT dan sistem peringatan dini AI yang mampu memprediksi intrusi air asin dengan akurasi 92%. Dr. Ho menegaskan, “Integrasi data satelit resolusi tinggi dengan model hidrodinamika menjadi kunci pembuatan kebijakan adaptasi berbasis bukti.”

Dr Serene Ho memberika materi yang menjadi topik di Geolandsea

Di ranah hukum maritim, Dr. I Made Andi Arsana (UGM) memetakan kompleksitas batas ZEE Indonesia-Vietnam-Philipina di Laut China Selatan melalui visualisasi 3D interaktif. Dengan merujuk Pasal 76 UNCLOS 1982, ia menekankan pentingnya diplomasi berbasis data geospasial untuk mengatasi klaim tumpang-tindih di 7 titik panas geopolitik. “Pemetaan batas maritim harus mempertimbangkan dinamika geologi dasar laut, bukan sekadar koordinat permukaan,” tegasnya. Dr. Zaki Mubarok (KKP) melengkapi dengan analisis kebijakan blue economy, mengungkap bahwa dari 138 regulasi kelautan Indonesia, hanya 4 dokumen yang secara eksplisit terintegrasi dengan SDGs. Kritik tajamnya menyasar praktik sea grabbing oleh korporasi yang mengklaim 1,2 juta hektar perairan Indonesia melalui interpretasi sepihak atas Pasal 33 UUD 1945.

Revolusi teknologi geospasial menjadi poros sesi teknis. Dr. Ruli Andaru (UGM) mempresentasikan perbandingan akurasi empat metode pemetaan survei definisi tinggi (High-Definition Survey/ HDS) untuk pembentukan model urban 3D, yakni: (1) LIDAR, metode ini memiliki presisi dan akurasi geometri paling tinggi dibanding metode lainnya, namun masih terdapat beberapa bagian fasad bangunan yang tidak ter-scan dengan lengkap; (2) Foto verikal unggul di area terbuka dengan efisiensi biaya 40% lebih rendah, lebih efisien, murah, praktis, dan cepat digunakan, namun hasilnya tidak begitu akurat, begitu pula model 3D yang dihasilkannya; (3) SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) menunjukkan hasil yang luar biasa realistis, dimana point cloud scan SLAM mencapai 10 kali lebih rapat dibandingkan hasil LiDAR, namun, data ini sangatlah berat dan hanya mampu scan bagian fasad saja tanpa adanya atap ataupn bagian lain; (4) Foto oblique menghasilkan point cloud yang paling lengkap diantara yang lainnya namun cara dan waktu pengolahannya menjadi sebuah tantangan. Inovasi juga datang dari Dr. Muhammad Imzan bin Hassan (UTM Malaysia) dengan 4D Marine Cadastre – sistem kadaster maritim yang mengintegrasikan data pasang-surut, sedimentasi, dan perubahan garis pantai temporal. “Dengan memadukan data GNSS CORS, batimetri multibeam, dan model Machine Learning, sistem ini mampu memprediksi pergeseran batas laut 5 tahun ke depan dengan kesalahan <1 meter,” paparnya.

Diskusi terbuka antar ahli terkait manajemen darat dan laut di dunia

Kecerdasan buatan dan blockchain menjadi game-changer dalam tata kelola aset maritim. Bagus Imam Darmawan (MAPID) mendemonstrasikan platform AI mereka yang mengolah 700 parameter geospasial – mulai dari kedalaman air, jarak dari pelabuhan, hingga frekuensi badai – untuk memprediksi nilai properti pesisir. “Di Pangandaran, sistem ini membantu pemerintah meningkatkan penerimaan pajak bumi-bangunan laut dari Rp12 miliar ke Rp22 miliar per tahun dengan akurasi 89%,” ungkapnya. Benny Emor (Geosquare) memperkenalkan sistem kadaster digital berbasis blockchain Hyperledger yang mencatat 12.000 transaksi tanah maritim di Kepulauan Riau tanpa insiden pemalsuan. Di sisi infrastruktur, Dedi Atunggal (UGM) meluncurkan aplikasi Positioning Infrastructure Recommender berbasis Android yang menggunakan algoritma klastering untuk merekomendasikan stasiun GNSS terdekat berdasarkan kualitas sinyal, dilengkapi peta akurasi posisi real-time di seluruh Indonesia. Beliau meluncurkan aplikasi Positioning Infrastructure Recommender yang terhubung dengan 258 stasiun GNSS Indonesia, menggunakan algoritma DBSCAN untuk mengklaster kualitas sinyal real-time. “Pengguna di Merauke bisa langsung terhubung ke stasiun CORS terdekat dengan latency <50 ms, mengurangi kesalahan posisi dari 10 meter ke 2 centimeter,” jelasnya.

Foto bersama antar ahli terkait manajemen darat dan laut di dunia

Workshop secara resmi ditutup oleh Ketua Panitia, Dr. I Made Andi Arsana, yang dalam closing remark-nya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pembicara, peserta, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara Geo-Land-SEA 2025. Ia menekankan bahwa diskusi dan pemaparan dalam workshop ini telah membuka wawasan baru serta memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang geospasial dan ekonomi biru. Dr. Andi Arsana juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi yang telah terjalin dalam forum ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berkembang melalui riset, inovasi, dan implementasi kebijakan yang berkelanjutan.

GEOLANDSEA 2025 HARI PERTAMA: Transformasi Digital Geospasial Kunci Integrasi Tata Kelola Darat-Laut

Berita Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 12 Februari 2025 — Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengawali konferensi internasional Geo-Land-Sea 2025 dengan fokus pada revolusi digital dalam sains data geospasial. Acara yang diikuti 40 peserta luring dan 60 daring ini menghadirkan pakar global untuk menjawab kompleksitas tata ruang terintegrasi di negara kepulauan.

Dekan DTGD UGM, Prof. Selo, dalam sambutannya menegaskan, “Integrasi data darat-laut melalui teknologi mutakhir bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan krusial untuk ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pemerataan pembangunan.” Pernyataan ini diamini Ketua Panitia Dr. I Made Andi Arsana yang menyebut konferensi ini sebagai “laboratorium ide untuk menyinkronkan kebijakan publik dengan inovasi geospasial.”

Puncak acara hari pertama diisi empat keynote speaker internasional. Prof. Walter de Vries dari Technical University of Munich (TUM) memaparkan konsep “Smart Sea Fence” — sistem pemantauan maritim berbasis kecerdasan buatan yang mampu memprediksi perubahan garis pantai secara real-time. “Teknologi ini telah diujicoba di Delta Mekong dan siap diadaptasi untuk pantai Indonesia yang dinamis,” jelasnya.

Pemaparan materi dari Prof Trias Aditya

Prof. Christoph Claramunt dari Naval West France Univ memperkenalkan prototipe “Digital Twin Samudra”, model virtual yang mensimulasikan interaksi arus laut, sedimentasi, dan dampak perubahan iklim. “Laut bukan sekadar hamparan air, tetapi ruang hidup kompleks yang membutuhkan pemodelan multidimensi,” tegasnya. Sementara Prof. Trias Aditya (UGM) mendemonstrasikan sistem kadaster augmented reality (AR) yang memvisualisasikan batas tanah 3D melalui gawai, terobosan yang disebutnya “revolusi partisipatif dalam resolusi sengketa lahan.”
Isu teknis sistem referensi vertikal diangkat Prof. Leni Sophia Heliani melalui “Geoid2020”, standar tinggi terpadu untuk menyelaraskan data topografi darat dan batimetri laut. “Konsistensi referensi geospasial ini krusial untuk infrastruktur strategis seperti tol laut dan tanggul raksasa,” paparnya.

Diskusi sesi siang membahas implementasi industri

Sesi siang menyoroti implementasi industri. Yantisa Akhadi, Data Scientist GoTo, membagikan algoritma K-Means untuk mengoptimasi 45 juta transaksi harian dengan analisis klaster lokasi pengguna. “Akurasi titik layanan meningkat 92% berhasil tekan biaya logistik,” ujarnya. Dr. Rizqi Abdulharis (ITB) melengkapi dengan studi kasus tata kelola terintegrasi 3R (Hak, Pembatasan, Tanggung Jawab) di Kepulauan Maluku.

Acara ditutup dengan ekshibisi teknologi AR untuk pemetaan partisipatif dan gala dinner berbahan seafood berkelanjutan. Hari kedua akan fokus pada kebijakan blue economy dan aplikasi AI dalam valuasi aset maritim, mengusung tema “Governance of Land-Sea Resources & Geospatial Technology”.

Kontribusi UGM dalam Inovasi Pemetaan Nasional Lewat Teknologi Penginderaan Jauh Radar

BeritaPenelitian Minggu, 9 Februari 2025

Yogyakarta, 7 Februari 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Catur Aries Rokhmana, bersama tim penulis Akbar dan Johan Ariyantoni, berhasil mempublikasikan artikel berjudul “Analysis of Sentinel-1 SAR Image Polarization Combination for Updating Land Cover Map” di AIP Conference Proceedings, Vol. 3120, 030012 (2025). Publikasi ini mempertegas kontribusi Geodesi UGM dalam pemanfaatan teknologi penginderaan jauh radar untuk memperbarui peta tematik nasional.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembaruan data pada peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1:50.000, terutama tema tutupan lahan yang sering tertinggal dari kondisi lapangan. Dengan kondisi Indonesia yang sering tertutup awan, pemanfaatan citra radar Sentinel-1 SAR menjadi solusi efektif. Studi ini mengevaluasi enam skema kombinasi polarisasi, di antaranya (VV, VH, VV), (VV, VH, VV-VH), hingga kombinasi turunan lain yang mengolah nilai backscatter untuk objek berbeda. Hasil evaluasi di wilayah perbukitan menunjukkan bahwa kombinasi VV, VH, dan VV-VH menghasilkan klasifikasi terbaik dalam pemetaan tematik.

Temuan ini menunjukkan potensi besar penggunaan data Sentinel-1 SAR untuk memperbarui peta RBI, khususnya tema tutupan lahan, secara lebih cepat dan andal dibanding metode konvensional. Dengan pembaruan data yang lebih akurat, kebijakan tata ruang dan pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara tepat sasaran. Penelitian ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui peningkatan kualitas data spasial yang menjadi dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=Z5OOseEAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=Z5OOseEAAAAJ:uWQEDVKXjbEC

Studi Peneliti Indonesia Dorong Tata Ruang Berkelanjutan Melalui Analisis RTH Surabaya

BeritaPenelitian Sabtu, 8 Februari 2025

Yogyakarta, 7 Februari 2025 – Peneliti Indonesia, Abdul Basith, Calvin Wijaya, dan Rizal Mubarok, mempublikasikan artikel berjudul “Analysis of Green Open Space Availability in Surabaya City Using Google Earth Engine” di AIP Conference Proceedings, Vol. 3120 No. 1, Februari 2025. Artikel ini mengkaji ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) di Surabaya dengan pendekatan teknologi penginderaan jauh modern berbasis platform Google Earth Engine (GEE).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi dan industri Surabaya yang mengakibatkan konversi lahan besar-besaran, termasuk berkurangnya ruang terbuka hijau. Dengan memanfaatkan citra satelit Sentinel-2 MSI, tim peneliti melakukan ekstraksi informasi penutup lahan menggunakan metode object-based image classification. Proses segmentasi dilakukan dengan algoritma SNIC (Simple Non-Iterative Clustering) yang kemudian digabungkan dengan Principal Component Analysis (PCA) dari GLCM untuk meningkatkan akurasi. Analisis menunjukkan bahwa area RTH di Surabaya terus mengalami penurunan signifikan akibat ekspansi kawasan ekonomi dan infrastruktur.
Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan ruang terbuka hijau secara berkelanjutan dengan dukungan teknologi penginderaan jauh. Pemanfaatan Google Earth Engine memungkinkan evaluasi cepat dan efisien, yang dapat membantu pemerintah kota dalam merencanakan tata ruang berkelanjutan. Kajian ini juga mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) dengan menekankan perlunya menjaga keberadaan ruang hijau sebagai penyeimbang lingkungan perkotaan.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=xFUhWQkAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=xFUhWQkAAAAJ:Y0pCki6q_DkC

Riset Geodesi dan Arsitektur UGM Hadirkan Dokumentasi Digital 3D untuk Strategi Konservasi Candi Prambanan

BeritaPenelitian Jumat, 17 Januari 2025

Yogyakarta, 16 Januari 2025 – Artikel berjudul “Three-Dimensional Digital Documentation for the Conservation of the Prambanan Temple Cluster Using Guided Multi-Sensor Techniques” resmi terbit di jurnal internasional Heritage (MDPI) Vol. 8 No. 1. Penelitian ini ditulis oleh tim lintas institusi yang melibatkan Dr. Rochmad Muryamto dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM, bersama Ikaputra dari Departemen Arsitektur dan Perencanaan UGM, serta peneliti dari Institut Teknologi Bandung. Kehadiran dosen Geodesi UGM dalam publikasi ini menegaskan kontribusi keilmuan geodesi dalam pelestarian warisan budaya dunia.

Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan kompleks Candi Prambanan secara digital 3D dengan teknik multi-sensor yang dipandu oleh architectural pattern design (APD). Para peneliti mengintegrasikan berbagai sensor, mulai dari UAV-LiDAR, terrestrial laser scanner (TLS), fotogrametri udara dan terestrial, kamera sferis, hingga LiDAR murah pada perangkat bergerak. Hasil penelitian menunjukkan TLS memiliki akurasi terbaik hingga skala milimeter, sementara UAV dan fotogrametri mampu menangkap detail yang sulit dijangkau.

Integrasi data ini berhasil menghasilkan model 3D yang komprehensif, dari skala lanskap hingga relief ornamen. Validasi berbasis APD membuktikan bahwa atribut arsitektur Candi Prambanan—seperti simetri, konsep tripartite, hingga ritme ornamen—dapat direpresentasikan akurat secara digital. Model ini menjadi fondasi penting untuk analisis kerentanan struktur dan strategi konservasi jangka panjang, sehingga mendukung upaya pelestarian situs warisan dunia UNESCO tersebut.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=oShZECIAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=oShZECIAAAAJ:YOwf2qJgpHMC

Mahasiswa Doktoral dan Dosen Teknik Geodesi UGM Publikasikan Riset Internasional tentang PGIS untuk Perencanaan Pembangunan Partisipatif

BeritaPenelitian Kamis, 16 Januari 2025

Yogyakarta, 15 Januari 2025 – Artikel berjudul “PGIS for Tiered Participatory Development Planning” resmi terbit di International Review for Spatial Planning and Sustainable Development Vol. 13 No. 1 (2025). Penelitian ini ditulis oleh Eka Dwi Anggara, mahasiswa doktoral Teknik Geodesi UGM sekaligus pegawai Pemerintah Kabupaten Karanganyar, bersama dua dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Prof. Trias Aditya dan Dr. Heri Sutanta. Keterlibatan dosen Geodesi UGM memperkuat kontribusi akademik dalam mendorong pemanfaatan teknologi spasial untuk perencanaan pembangunan partisipatif.

Para peneliti merancang sistem Participatory GIS (PGIS) khusus untuk mendukung Musrenbang, forum musyawarah perencanaan pembangunan berjenjang dari desa hingga kabupaten. Selama ini, aspirasi masyarakat lebih banyak ditampilkan dalam bentuk tabel tanpa visualisasi peta, sehingga diskusi publik kurang optimal. PGIS yang dikembangkan memungkinkan masyarakat membuat peta aspirasi, meningkatkan kesadaran lokasi, serta memperkuat kolaborasi antar-peserta Musrenbang.

Uji coba terhadap 50 pengguna menunjukkan bahwa PGIS mampu mempercepat proses, mengurangi biaya pertemuan, dan membantu menghindari kesalahan arah pembangunan yang berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran. Meski demikian, pengembangan ke tingkat provinsi dan nasional memerlukan dukungan regulasi dari pemerintah pusat serta penguatan infrastruktur digital. Penelitian ini memberikan landasan penting untuk menghadirkan perencanaan pembangunan berbasis spasial yang lebih transparan, kolaboratif, dan efisien.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=oGizjNoAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=oGizjNoAAAAJ:D_sINldO8mEC

Penelitian Geodesi UGM Tawarkan Pemahaman Baru untuk Mitigasi Gempa di Sulawesi

BeritaPenelitian Kamis, 2 Januari 2025

Yogyakarta, 1 Januari 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Bondan Galih Dewanto, bersama peneliti muda Calvin Wijaya dan Ramadhan Priadi, berhasil mempublikasikan artikel berjudul “The Palu-Koro Fault Behaviour Monitoring Associated with the 2018 Palu Earthquake Based on the Multi-Temporal PlanetScope and Landsat 8 Satellite Images”. Artikel ini diterbitkan di jurnal internasional Remote Sensing Applications: Society and Environment (Elsevier), Vol. 37, Januari 2025. Publikasi ini menegaskan kiprah akademisi Geodesi UGM dalam kajian tektonik dan pemantauan deformasi kerak bumi berbasis citra satelit.


Penelitian ini mengkaji perilaku Sesar Palu-Koro di Sulawesi, salah satu zona patahan paling aktif di Indonesia, yang memicu gempa dahsyat pada 28 September 2018. Dengan memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi PlanetScope dan Landsat 8 OLI/TIRS, penelitian ini menganalisis tiga fase utama: interseismik, koseismik, dan postseismik. Hasil analisis deformasi koseismik menggunakan teknik korelasi citra optik menunjukkan pergeseran besar hingga 7 meter sepanjang sesar. Keandalan hasil penelitian dijamin melalui standar verifikasi internal, termasuk kriteria reliabilitas di atas 30% dan nilai Mean Structural Similarity Index (MSSIM) = 1. Temuan ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang dinamika deformasi di Sesar Palu-Koro serta pentingnya pemantauan multi-temporal berbasis penginderaan jauh untuk mengurangi risiko bencana. Studi ini berkontribusi pada strategi mitigasi gempa di kawasan rawan serta mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat terhadap bencana alam.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=xFUhWQkAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=xFUhWQkAAAAJ:Tyk-4Ss8FVUC

Lustrum XIII Teknik Geodesi UGM: Merayakan 65 Tahun dengan Tema “Geodesi Lintas Waktu”

BeasiswaBerita Senin, 11 November 2024

Yogyakarta, 9 November 2024 – Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Lustrum XIII, menandai 65 tahun perjalanan akademisnya. Acara yang bertajuk “Geodesi Lintas Waktu: Merangkai Kenangan, Menyongsong Inovasi” ini berlangsung meriah di Yogyakarta dan dirancang sebagai ajang reuni akbar serta malam keakraban bagi seluruh keluarga besar alumni Teknik Geodesi UGM.

Acara dibuka pada pukul 16.00 dengan persiapan dan doa bersama oleh seluruh panitia, diiringi penayangan video penyambutan dan para sponsor. Setelah sesi registrasi pukul 17.30, MC profesional, Sdr. Anak Agung Arie, memulai acara dengan sambutan hangat kepada para hadirin, termasuk Ketua Departemen Teknik Geodesi, Ketua KATDESI UGM, serta tamu-tamu kehormatan lainnya. Dengan pembukaan resmi pada pukul 18.30, suasana semakin khidmat saat seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Hymne Gadjah Mada” yang dipimpin oleh Lisbeth Adventiana Gloria Christi.

Situasi Lustrum XIII di Departemen Teknik Geodesi FT UGM

Sambutan dari berbagai tokoh penting memperkuat makna acara ini. Ketua Panitia Lustrum XIII, Wahyu Widodo, S.T., menekankan tujuan lustrum sebagai upaya mengenang sejarah dan membangun visi masa depan bagi Teknik Geodesi UGM. Ketua KATDESI, Fakhrurrazi, S.T., serta Ketua Departemen Teknik Geodesi, Prof. Ir. Trias Aditya Kurniawan M., S.T., M.Sc., Ph.D., juga menyampaikan harapan agar Teknik Geodesi UGM terus berkembang dan menjadi pilar penting dalam ilmu geospasial di Indonesia. Sebagai simbol syukur dan perayaan, Prof. Trias memimpin prosesi pemotongan tumpeng yang disaksikan seluruh peserta, didampingi oleh Ketua Panitia dan Ketua KATDESI.

Keseruan acara berlanjut dengan sesi doorprize yang menarik perhatian peserta. Sejumlah alumni senior turut hadir di atas panggung untuk mengundi dan membagikan hadiah kepada peserta yang beruntung, yang diikuti dengan foto bersama. Momen istimewa lainnya adalah sesi lelang lukisan karya Ir. Soeprapto, salah satu tokoh penting dalam sejarah Teknik Geodesi UGM. Lukisan ini dilelang untuk mengumpulkan dana beasiswa yang nantinya diserahkan kepada mahasiswa berprestasi. Penawaran tertinggi disambut hangat oleh tamu undangan dan keluarga Ir. Soeprapto yang hadir untuk memberikan sambutan singkat. Beasiswa hasil lelang ini kemudian diberikan kepada sepuluh mahasiswa Teknik Geodesi UGM sebagai dukungan dalam pendidikan mereka.

Penyerahan Beasiswa Katdesi kepada Mahasiswa
Penyerahan Pemenang Lelang Lukisan Dosen Purnakarya (Alm) Ir Soeprapto

Peluncuran kembali Portal Alumni KATDESI menjadi salah satu sorotan penting dalam acara ini. Ketua KATDESI menjelaskan bahwa portal ini adalah inisiatif untuk memperkuat jaringan dan komunikasi antar alumni, baik di dalam maupun luar negeri, serta memberikan platform bagi alumni untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek geospasial. Portal ini diharapkan menjadi wadah bagi alumni untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu geodesi di Indonesia.

Dalam rangkaian acara, cinderamata juga diserahkan kepada Departemen Teknik Geodesi UGM dan pihak sponsor utama, PT Indonesia Pomalaa Industry Park, sebagai apresiasi atas dukungan mereka dalam menyukseskan acara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengundian hadiah grand prize yang menambah antusiasme peserta. Hadiah utama yang berupa TV 42 inch, perangkat GPS, set autolevel, dan sepeda listrik diberikan kepada peserta yang beruntung.

Konser Band Letto

Puncak hiburan diisi dengan penampilan grup musik Letto, yang membawakan beberapa lagu populer mereka. Penampilan ini membawa suasana keakraban dan nostalgia bagi para peserta yang larut dalam momen kebersamaan. Menjelang akhir acara, MC menutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh sponsor dan tamu undangan yang telah berkontribusi. Setelah acara resmi ditutup, peserta masih disuguhi hiburan dari pemain organ tunggal hingga pukul 22.00.

Acara Lustrum XIII Teknik Geodesi UGM ini menjadi ajang penuh makna yang tidak hanya menghubungkan alumni lintas generasi, tetapi juga memperkuat komitmen Teknik Geodesi UGM untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam ilmu geospasial, menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Ikatan Surveyor Indonesia Adakan Forum Ilmiah Tahunan dan Munas 2024 di Yogyakarta

Berita Senin, 11 November 2024

Yogyakarta, 6 November 2024 – Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) melaksanakan Forum Ilmiah Tahunan (FIT) serta Musyawarah Nasional (Munas) tahun 2024 dengan tajuk “Transformative Intelligence, Shared Prosperity, and Global Sustainability.” Acara ini berlokasi di Yogyakarta dan bertujuan memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam ilmu geospasial guna menghadapi tantangan global menuju pembangunan yang berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh berbagai pakar, akademisi, dan praktisi dari Indonesia serta internasional yang siap berbagi pengetahuan terkait peran penting surveyor dalam mendukung kemajuan zaman dan teknologi.

Acara FIT ISI 2024 secara resmi dibuka oleh Dirjen Survei Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Kementerian ATR/BPN, Ir. Virgo Eresta Jaya, M.Eng.Sc., mewakili Menteri ATR/BPN. Hadir pula Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Sekretaris Daerah DIY sebagai perwakilan Gubernur DIY, serta akademisi dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Acara ini semakin semarak dengan partisipasi tamu internasional, seperti Presiden ASEAN Federation of Land Surveying and Geomatic, Shaharuddin Musa, dan Dr. Willem Van Der Muur dari World Bank, yang menambah wawasan global bagi acara tersebut.

Mendorong Revitalisasi Ilmu Geospasial untuk Pembangunan Berkelanjutan

Ketua Umum ISI, Ibu Viviani Suhar, S.T., dalam sambutannya mengajak para peserta untuk memanfaatkan acara ini sebagai ajang diskusi dan berbagi ide yang dapat mengakselerasi peran geospasial dalam pembangunan berkelanjutan. Ketua Panitia FIT, Ir. Eko Budi Wahyono, M.Si., menekankan pentingnya “transformative intelligence” dalam pembangunan yang berkelanjutan, dengan topik-topik yang meliputi teknik survei lanjut, perencanaan kota pintar, pemantauan lingkungan, manajemen bencana, administrasi lahan, manajemen ruang laut, hingga penerapan kecerdasan buatan dalam analisis data spasial.

Pembukaan FIT ISI 2024 ditandai dengan pemukulan gong oleh Dirjen SPPR, didampingi sejumlah pejabat tinggi, dan diiringi dengan pertunjukan seni tradisional Yogyakarta, yang mengingatkan peserta tentang pentingnya pelestarian budaya di tengah kemajuan teknologi.

Sesi Pleno dan Diskusi Panel

Dalam sesi pleno bertema “Past, Present, and Future of Surveying Profession for Global Sustainability,” moderator Dr. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memimpin diskusi dengan pembicara Dr. Willem Van Der Muur (World Bank) dan Prof. Trias Aditya Kurniawan Muhammad, S.T., M.Sc., Ph.D. Sesi ini mengupas sejarah, peran, serta masa depan profesi survei untuk keberlanjutan global.

Sesi pleno kedua, “Land & Infrastructure Information Reliability for Future Sustainability,” dipandu oleh Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc. dari UGM, menghadirkan Prof. Rohan Bennett (FIG Commission 7) dan Ibu Komang Sri Hartini, S.T., M.Sc. dari Kementerian Pekerjaan Umum RI. Diskusi ini menyoroti pentingnya keandalan data lahan dan infrastruktur untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pameran Teknologi Geospasial

Di luar diskusi, FIT dan Munas ISI 2024 juga menampilkan pameran teknologi geospasial terkini, dengan partisipasi 34 perusahaan yang memamerkan teknologi terbaru mereka, termasuk sponsor platinum CHCNav dari Cina. Sponsor lainnya termasuk Kementerian ATR/BPN, Leica Indonesia, Hidronav, dan perusahaan teknologi geospasial lainnya. Pameran ini memperlihatkan kontribusi teknologi geospasial dalam memberikan solusi bagi berbagai tantangan masa kini dan masa depan.

Penghargaan dan Penutupan

Acara ini ditutup dengan pemberian penghargaan untuk makalah dan presentasi terbaik serta pembagian door prize bagi peserta. Ketua Panitia FIT dan Munas ISI 2024, Ir. Eko Budi Wahyono, M.Si., mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya acara ini. “Acara ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam memajukan ilmu geospasial dan mendukung solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan kehadiran para pemangku kepentingan nasional dan internasional, FIT ISI 2024 menjadi wadah pertukaran pengetahuan yang produktif, memperkuat kolaborasi, dan mendukung masa depan berkelanjutan melalui ilmu dan teknologi geospasial.

Kuliah Umum, “Framework for Effective Land Administration (FELA) and the Roles of Surveyors” bersama Professor Rohan Mark Bennet

BeritaKuliah Umum Senin, 11 November 2024

 Yogyakarta, 08 November 2024 – Departemen Teknik Geodesi (DTGD), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan judul “Framework for Effective Land Administration and the Roles of Surveyors.” Acara yang dilaksanakan di Ruang 3.4, DTGD, berlangsung mulai dari pukul 13.15 hingga 14.45 WIB. Banyak mahasiswa antusias mengikuti Kuliah Umum ini dibuktikan dengan kehadiran lebih dari 100 mahasiswa. Materi Kuliah Umum kali ini dibawakan oleh Prof. Rohan Bennet, Specializing in Geospatial, Cadastral, Surveying and Land Data Science di the Swinburne University of Technology. Prof. Rohan merupakan ahli dalam bidang kadastral, geospasial, dan informasi pertanahan. Beliau banyak terlibat di dalam penelitian dan kolaborasi internasional yang berfokus pada peningkatan sistem administrasi pertanahan, pengelolaan hak milik tanah, dan teknologi infrastruktur informasi geospasial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Professor Rohan Mark Bennet melakukan presentasi

Kuliah Umum dibuka oleh Bapak Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D., dengan memperkenalkan latar belakang narasumber. Materi dibuka dengan intermezzo dari Prof Rohan terkait bidang kerja yang mahasiswa minati, alasan mengikuti Kuliah Umum, dan cita-cita di masa depan. Selanjutnya, Prof. Rohan menjelaskan hubungan antara ilmu Bisnis, Kewirausahaan, dan Geo-Digitalisation. Hubungan di antara ketiga bidang tadi adalah adanya keterkaitan di dalam memajukan administrasi pertanahan melalui kemajuan teknologi yang ada. Prof. Rohan menyebutkan bahwa di masa depan, lulusan Teknik Geodesi memegang peranan penting di bidang administrasi pertanahan.

“You are the next agent for the future land administration”

Ketika berbicara spesifik terkait survei kadaster, Prof Rohan bercerita bahwa sertifikasi seorang kadaster lebih lama daripada kuliah S1, S2, maupun S3. Sertifikat ini berguna sebagai izin sekaligus rekognisi seorang surveyor kadaster yang dapat diperoleh kurang lebih selama 7 tahun. Selain itu, Prof. Rohan memberikan pengetahuan mengenai kondisi spasial di Australia. Menurut Beliau, administrasi pertanahan di wilayah perkotaan perlu beradaptasi untuk memenuhi tuntutan urbanisasi yang cepat, perubahan ekonomi, dan lingkungan. Prof. Rohan Bennet menyampaikan bahwa peran surveyor sangat penting. Mereka memiliki tanggung jawab di dalam pengumpulan data spasial yang akurat, yang mendukung proses administrasi pertanahan yang efektif. Selain itu, mereka memiliki peran dalam memastikan penggunaan lahan sesuai dengan peraturan, mengurangi konflik kepemilikan, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Presentasi Professor Rohan Mark Bennet di depan kelas

Sebagai penutup, Prof. Rohan mengenalkan mengenai Framework for Effective Land Administration (FELA). FELA merupakan kerangka strategis yang dikembangkan untuk mendukung dan memandu negara dalam membangun sistem administrasi pertanahan yang efektif dan berkelanjutan. FELA bertujuan untuk memfasilitasi akses informasi pertanahan secara adil dan transparans. FELA memiliki rincian 9 jalur strategis yang meliputi Governance, Institutions, and Accountability; Policy and Legal; Financial; Data; Standards; Innovation; Partnerships; Capacity and Education; dan Advocacy  and Awareness. Kerangka ini dikembangkan untuk pencapaian SDGs dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

1…7891011…14

Agenda

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des    

Berita Terakhir

  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Selenggarakan Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026
  • Tim PPM Geolive FT UGM Serahkan Hasil Pemetaan Kawasan Pantai Bandengan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara
  • KATDESI dan Geodesi UGM Selenggarakan Webinar Tanggap Bencana Bahas Respon Cepat Teknologi Geospasial
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Selenggarakan Pelatihan Pemaduan Data Spasial Pertanahan dan Tata Ruang
  • Reuni KATDESI 2025: Pererat Silaturahmi Alumni dan Perkuat Dukungan bagi Departemen Teknik Geodesi UGM
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY