Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Berita
Arsip:

Berita

Departemen Teknik Geodesi UGM Gelar Audiensi Pengabdian Masyarakat di Kulon Progo

ArtikelBerita Selasa, 14 Juli 2026

Kulon Progo, 14 Juli 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo pada Selasa (14/7). Pertemuan tatap muka ini berlangsung di Ruang Rapat Menoreh, Kompleks Kantor Bupati Kulon Progo, dengan agenda utama membahas persiapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pertemuan tersebut diadakan dengan tujuan menyelaraskan program pengabdian masyarakat dengan kebutuhan konkret pembangunan serta penataan wilayah Kabupaten Kulon Progo.

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak merumuskan ruang lingkup kegiatan yang menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendukung program kerja pemerintah daerah. Melalui sinergi ini, pihak departemen berkomitmen untuk memberikan sumbangsih keahlian teknis pemetaan yang praktis, sedangkan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyambut baik dukungan tersebut untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi lokal serta perencanaan wilayah secara lebih terstruktur dan berdaya guna.

Departemen Teknik Geodesi FT UGM Hadirkan Mini Museum: Jejak Sejarah Alat Ukur dari Abad ke-20

Berita Senin, 13 Juli 2026

Yogyakarta, 13 Juli 2026 — Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyajikan mini museum koleksi instrumen survei dan geodesi yang berlokasi di lingkungan gedung departemen. Museum ini menjadi ruang edukasi sekaligus pengarsipan sejarah perkembangan teknologi pengukuran yang telah melewati perjalanan lebih dari satu abad.

Dengan mengusung tema “A Legacy of Accuracy and Precision”, museum ini menampilkan puluhan koleksi alat ukur dari berbagai era, mulai dari instrumen optik mekanik awal abad ke-20 hingga total station elektronik generasi pertama yang menandai era modern survei. Koleksi tersebut ditata rapi dalam lemari kaca berlapis dengan pencahayaan khusus, menciptakan suasana yang representatif dan informatif bagi setiap pengunjung.

Di antara koleksi yang dipamerkan, terdapat Keuffel & Esser Survey Theodolite buatan tahun 1923 — salah satu artefak tertua dalam koleksi museum. Alat produksi Keuffel & Esser Co., Amerika Serikat, ini merupakan instrumen ukur sudut optik presisi yang digunakan secara luas antara tahun 1920 hingga 1940 untuk keperluan survei topografi, pemetaan kadaster, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan jaringan rel kereta api. Instrumen seratus tahun itu menjadi saksi bisu era ketika pengukuran presisi masih sepenuhnya bersandar pada mekanik dan keterampilan tangan surveyor.

Selain itu, koleksi museum juga memuat sejumlah instrumen ikonik lainnya, antara lain Sokkisha SET2 Total Station — total station elektronik generasi awal buatan Sokkisha Co., Ltd. Jepang yang mulai digunakan pada akhir 1980-an dan menjadi simbol transisi dari survei optik manual menuju sistem pengukuran berbasis elektronik. Ada pula Wild Heerbrugg GZM 3 Targets, target optik reflektif produksi Wild Heerbrugg Swiss yang banyak dipakai pada pekerjaan triangulasi dan poligon era 1960–1980-an.

Ragam koleksi lain yang turut dipajang meliputi Tokyo Kogaku Topcon AG-2, Ushikata S28 Surveying Compass, Sokkisha B2 Automatic Survey Level, Sokkisha TM-10C Optical Theodolite, Theodolite with Boussole Tranche Montagne Knox & Shain, Autolevelling Fennel Kassel M3, Carl Zeiss Ni 3, Sokkisha SDM3C, Wild Heerbrugg T2, Wild NA2 Engineers Level, serta sejumlah instrumen bersejarah lainnya dari pabrikan ternama seperti Carl Zeiss Jena, Pentax, dan American Paulin System. Keseluruhan koleksi ini mencakup rentang waktu produksi dari pertengahan abad ke-19 hingga era digital awal, merepresentasikan lompatan teknologi yang luar biasa dalam dunia survei dan geodesi.

Keberadaan museum ini dinilai sebagai langkah strategis Departemen Teknik Geodesi dalam melestarikan warisan intelektual dan teknologi di bidang pengukuran. Bagi mahasiswa, koleksi ini menjadi referensi visual yang hidup untuk memahami evolusi instrumen geodesi yang selama ini hanya dikenal melalui literatur. Museum mini ini dapat dikunjungi oleh sivitas akademika yang ingin mengenal lebih dekat sejarah perkembangan ilmu dan teknologi geodesi di Indonesia. Kehadirannya sekaligus memperkuat posisi Departemen Teknik Geodesi FT UGM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi ke depan, tetapi juga menghargai warisan ilmu pengetahuan yang telah meletakkan dasar bagi kemajuan dunia survei dan pemetaan modern.

Revitalisasi Infrastruktur Laboratorium Geoinformatika dan Infrastruktur Informasi Geospasial (GIIG)

Berita Jumat, 3 Juli 2026

Yogyakarta, 3 Juli 2026 — Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memperkenalkan wajah baru Laboratorium Geoinformatika dan Infrastruktur Informasi Geospasial (GIIG) yang telah mengalami renovasi dan peningkatan fasilitas secara signifikan. Pembaruan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat kapasitas infrastruktur akademik guna mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Laboratorium GIIG kini terbagi menjadi dua ruang fungsional yang saling melengkapi. Ruang pertama merupakan ruang komputasi yang dilengkapi dengan sejumlah unit komputer desktop berkonfigurasi tinggi, disusun dalam formasi meja panjang yang memungkinkan proses pengolahan data secara kolaboratif. Ruang ini secara khusus difungsikan untuk mendukung kegiatan analisis data geospasial, baik dalam konteks penyusunan tugas akhir mahasiswa jenjang sarjana maupun tesis pada jenjang magister.

Sementara itu, ruang kedua hadir dengan desain interior yang lebih modern dan representatif, menampilkan estetika kontemporer yang mencerminkan identitas institusional Departemen Teknik Geodesi UGM. Ruang ini dilengkapi dengan layar presentasi berukuran besar, konfigurasi meja berbentuk U yang memfasilitasi interaksi multiarah, serta ornamen dekoratif dan panel kayu yang menciptakan suasana profesional. Papan identitas resmi bertuliskan Laboratorium KBK “Cadastre and Geoinformatics Engineering”, Departemen Teknik Geodesi UGM turut terpasang sebagai penanda institusional yang memperkuat citra laboratorium di tingkat nasional maupun internasional.

Revitalisasi laboratorium ini merupakan respons strategis terhadap meningkatnya kebutuhan akan ruang riset dan kolaborasi yang memadai di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi geospasial. Fasilitas yang telah ditingkatkan ini diharapkan mampu mengakomodasi berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, antara lain: pengolahan data tugas akhir mahasiswa, penyelenggaraan pelatihan teknis bekerja sama dengan instansi pemerintah dan lembaga swasta, serta kegiatan penelitian interdisipliner yang berorientasi pada pemecahan permasalahan keruangan dan pembangunan wilayah. Kehadiran fasilitas laboratorium yang modern ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas riset sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi UGM,

Tampilan baru Laboratorium GIIG ini menjadi momentum penting bagi Departemen Teknik Geodesi UGM untuk terus mengakselerasi kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kebumian dan informasi geospasial. Sejalan dengan visi Universitas Gadjah Mada sebagai universitas penelitian berkelas dunia, pembaruan infrastruktur akademik ini diharapkan dapat memperkuat posisi strategis departemen dalam peta keilmuan teknik geodesi di tingkat global.

Antisipasi Potensi Bencana, Teknik Geodesi UGM Gelar Pelatihan dan Simulasi Gempa Bumi dan Pemadam Kebakaran

BeritaPelatihan Rabu, 1 Juli 2026

Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan simulasi pemadam kebakaran pada Rabu, 1 Juli 2026. Agenda yang berlangsung di lingkungan departemen ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta petugas outsourcing.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Sekretaris Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Dr. Ir. Dwi Lestari, S.T., M.E., IPM. Dalam penyampaiannya, beliau berharap kesempatan ini dapat memberikan pemahaman bagi seluruh civitas akademika mengenai tata cara bertindak yang tepat saat menghadapi situasi darurat.

Materi utama pada pelatihan ini disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Kedaruratan K5L UGM, Nunu Lutfi, S.T., M.Ec.Dev. Dalam paparannya, beliau menjelaskan sejumlah poin krusial mengenai keselamatan kerja, meliputi teori segitiga api, tahap perkembangan api, klasifikasi jenis kebakaran, sistem proteksi bangunan, hingga tata cara penanganan awal saat api mulai muncul. Peserta juga diberikan edukasi mendalam mengenai jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta fungsi spesifik dari masing-masing jenis tabung pemadam tersebut.

Setelah sesi pemaparan teori, kegiatan dilanjutkan dengan agenda simulasi penanggulangan bencana dan praktik pemadaman api di lapangan. Pada sesi interaktif ini, para peserta dari berbagai unsur, baik dosen, tendik, mahasiswa, maupun petugas outsourcing secara bergantian mencoba mempraktikkan langsung penggunaan APAR dan teknik pemadaman tradisional secara aman di bawah panduan tim K5L UGM. Pelatihan ini berjalan tertib dan ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan mitigasi bencana di lingkungan kampus.

Manfaatkan Metode Low-Cost Multi-Instrument, Tim Departemen Teknik Geodesi UGM Dokumentasi Digital Cagar Budaya Kulon Progo

Berita Rabu, 1 Juli 2026

Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Sekelompok peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan pada bangunan bersejarah. Untuk mengantisipasi dampak pelapukan alami serta ulah tangan jahil manusia terhadap situs cagar budaya, tim yang beranggotakan Muhammad Rifky Reza, Renaldy Aditya Putra Ramadhan, Salsabila Atalieani Andiana, dan Septiya Nur Hasmar berinisiatif merekam data fisik Stasiun Kalimenur di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, secara digital.

Langkah tersebut perlu segera dilakukan mengingat stasiun yang sudah tidak beroperasi itu memiliki nilai historis tinggi sebagai satu-satunya peninggalan arsitektur khas Staatsspoorwegen di jalur kereta api Yogyakarta – Kulon Progo. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 586/A/2018 tanggal 19 Desember 2018. Kondisi fisik bangunan peninggalan kolonial tersebut saat ini dilaporkan mengalami penurunan kualitas, antara lain kerusakan atap, pelapukan pada langit-langit dan lantai, serta vandalisme berupa coretan pada beberapa bagian dinding.

Tim Teknik Geodesi UGM menerapkan konsep inovatif berupa pendekatan instrumen majemuk berbiaya rendah (low-cost multi-instrument) untuk mengatasi tingginya biaya penggunaan alat survei konvensional seperti LiDAR. Pengambilan data visual di lapangan dilakukan dengan menggabungkan tiga perangkat fotografi, yaitu drone untuk memetakan struktur atap dari udara, kamera mirrorless untuk menangkap detail ornamen bagian luar secara tajam, dan kamera 360 derajat untuk merekam keseluruhan ruang interior.

Seluruh dokumentasi foto tersebut selanjutnya diolah menggunakan algoritma Structure-from-Motion Multi-View Stereo (SfM-MVS). Hasil akhir pengolahan data ini berupa replika digital dalam bentuk model tiga dimensi (3D) dengan tingkat kelengkapan dan kualitas visual yang cukup baik, meskipun tingkat akurasi geometrinya baru mencapai level sentimeter.

Melalui publikasi hasil kajiannya, tim peneliti membuktikan bahwa proses pemodelan arsitektur kuno yang efisien dan berkualitas tidak selalu bergantung pada perangkat survei yang mahal. Upaya digitalisasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan data jangka panjang yang andal, baik untuk kepentingan pendidikan, riset lanjutan, pengelolaan pariwisata daerah, maupun sebagai cetak biru rekonstruksi fisik apabila bangunan asli stasiun tersebut mengalami kerusakan total di kemudian hari. 

Link artikel : https://journal.ugm.ac.id/v3/mft/article/view/26370

Laboratorium Survei Pemetaan Hadirkan Wajah Baru: Ruang Multifungsi Modern untuk Mendukung Tridarma Perguruan Tinggi

Berita Rabu, 1 Juli 2026

Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Ruang Multifungsi yang berada di Laboratorium Survei Pemetaan kini hadir dengan tampilan yang sepenuhnya diperbarui. Renovasi ruang ini menghadirkan fasilitas modern yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sivitas akademika dalam menjalankan berbagai kegiatan ilmiah, mulai dari rapat koordinasi penelitian hingga sidang tugas akhir.

Ruang yang kini tampil dengan desain kontemporer ini memadukan estetika dan fungsionalitas. Lantai parket coklat hangat, panel dinding bermotif kayu natural, serta aksen biru elegan pada lemari penyimpanan dan partisi ruangan menciptakan suasana profesional yang kondusif. Penerangan berlapis dari lampu sorot langit-langit (downlight) ditambah strip cahaya kuning pada plafon bertingkat menghadirkan ambiance yang ideal untuk kerja ilmiah yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Ruang ini dirancang untuk mendukung tiga fungsi utama yang saling melengkapi. Pertama, sebagai ruang rapat dan koordinasi, ruang tersebut dilengkapi meja konferensi berkapasitas besar di tengah ruangan yang dikelilingi kursi ergonomis beroda, serta layar televisi berukuran besar sebagai media presentasi interaktif. Fasilitas ini memungkinkan pelaksanaan rapat koordinasi penelitian, pembahasan kerjasama kelembagaan, hingga persiapan teknis kegiatan praktikum secara lebih terstruktur dan efisien.

Kedua, ruang ini berfungsi sebagai pusat pengolahan data. Di sisi kanan ruangan, terdapat deretan meja komputer yang dilengkapi perangkat PC berkinerja tinggi dengan RGB gaming tower—mencerminkan kebutuhan komputasi berat dalam pengolahan data spasial. Fasilitas ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan peneliti yang sedang mengerjakan analisis data penelitian, proyek kerja sama, laporan praktikum, maupun skripsi dan tesis.

Ketiga, ruang ini difungsikan sebagai ruang sidang akademik. Tata letak yang luas dan rapi menjadikannya representatif untuk digunakan dalam ujian sidang skripsi maupun tesis, dengan atmosfer formal namun tetap nyaman bagi para peserta sidang.

Tak kalah menarik, lemari kaca yang terpasang di sisi kiri dan kanan ruangan memajang peralatan survei kuno hingga modern, tampak di antaranya total station berwarna kuning khas, tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan instrumen, tetapi juga sebagai identitas keilmuan laboratorium.

Dengan kehadiran wajah baru ini, Laboratorium Survei Pemetaan siap menjadi episentrum kegiatan akademik yang lebih produktif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung visi pengembangan ilmu kebumian dan geospasial di lingkungan kampus.

Sinergi Lintas Negara: NTU, UGM, dan BIG Berkolaborasi Petakan Pergerakan Kerak Bumi di Busur Banda

BeritaPenelitian Selasa, 30 Juni 2026

YOGYAKARTA – Sebuah kolaborasi riset internasional berhasil dilakukan untuk memetakan deformasi kerak bumi tiga dimensi (3D) di wilayah Busur Banda, Indonesia. Penelitian ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara dunia akademis internasional, perguruan tinggi lokal, dan lembaga pemerintah dalam menghadapi tantangan geodinamika.

Riset strategis ini disusun melalui kerja sama erat antara tiga institusi besar:

  • National Taiwan University (NTU), Taiwan: Diwakili oleh Jen-Yu Han dan Hilmiyati Ulinnuha dari Department of Civil Engineering.
  • Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia: Diwakili oleh Hilmiyati Ulinnuha dan Cecep Pratama dari Department of Geodetic Engineering.
  • Badan Informasi Geospasial (BIG), Indonesia: Diwakili oleh Oktadi Prayoga dari Center for Geodetic and Geodynamic Control Network.

Kolaborasi Data Menjadi Kunci Utama

Selain menggabungkan keahlian para pakar geodasi dan teknik sipil lintas negara, keberhasilan penelitian ini bertumpu pada keterbukaan dan dukungan infrastruktur data. Wilayah Busur Banda yang memiliki karakteristik tektonik kompleks selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam hal ketersediaan data.

Untuk mengatasi hal tersebut, BIG bersama Departemen Teknik Geodesi UGM memfasilitasi penyediaan data pengamatan kontinu dari stasiun Continuous Operating Reference Stations (CORS). Data tersebut menjadi pilar utama yang memungkinkan para peneliti melakukan analisis pemodelan tektonik secara akurat.

“Sinergi antara keahlian teknis global dari NTU, pemahaman wilayah dari UGM, serta dukungan data spasial nasional dari BIG terbukti menjadi kunci sukses dalam mengungkap fenomena pergerakan kerak bumi di wilayah yang terpencil dan kompleks seperti Busur Banda.”

Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung mitigasi bencana geologi berbasis sains yang lebih baik di masa depan, khususnya bagi wilayah-wilayah rawan tektonik di Indonesia

Sumber : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/00396265.2026.2671546

Departemen Teknik Geodesi UGM Terima Kunjungan Studi Lapangan dari SMA Negeri 1 Pandaan

Berita Kamis, 25 Juni 2026

Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Departemen Teknik Geodesi (DTGD) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menerima kunjungan studi lapangan dari SMA Negeri 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan yang diikuti oleh 150 siswa beserta guru pendamping ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Ruang III.4 Lantai 3 Gedung DTGD FT UGM. Kunjungan ini disambut langsung oleh Sekretaris Program Studi Program Sarjana Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc.

Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Pandaan selaku perwakilan pihak sekolah. Dalam penyampaiannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pimpinan serta civitas akademika Teknik Geodesi UGM atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih karena sejumlah alumni dari SMA Negeri 1 Pandaan telah berkesempatan melanjutkan studi di Departemen Teknik Geodesi UGM dan berharap jejaring tersebut dapat terus berlanjut bagi generasi berikutnya.

Selanjutnya, Cecep Pratama memberikan paparan mengenai profil UGM dan Fakultas Teknik. Dalam penjelasannya, ia memaparkan struktur akademik di tingkat universitas yang mencakup berbagai fakultas, sekolah, program studi, program double degree, program internasional,dan pusat studi yang tersedia. Secara khusus, ia menjelaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM sebagai bentuk pengabdian yang menerjunkan mahasiswa ke seluruh provinsi untuk mendekatkan dunia akademik dengan masyarakat. Di hadapan para siswa, Cecep Pratama juga menguraikan konsep hubungan sosial di mana setiap individu pada dasarnya hanya berjarak enam hingga tujuh orang dari figur penting. Melalui jalur pendidikan di UGM, jarak sosial tersebut dapat dipersingkat melalui akses jaringan alumni dan kemitraan strategis yang luas.

Setelah memaparkan profil universitas, penjelasan dilanjutkan secara spesifik mengenai Departemen Teknik Geodesi FT UGM. Cecep Pratama menjelaskan bahwa departemen ini memiliki dua konsentrasi bidang keilmuan, yaitu Teknik Geodesi dan Teknik Geoinformatika. Sesi materi ini kemudian mengulas mendalam mengenai cakupan keilmuan serta prospek kerja lulusan dari kedua konsentrasi tersebut di berbagai sektor pemerintah maupun swasta.

Setelah pemaparan mengenai profil UGM, kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif yang memberikan kesempatan bagi sejumlah siswa untuk mengajukan pertanyaan secara langsung mengenai dunia perkuliahan dan rumpun ilmu geodesi. Kunjungan studi ini kemudian ditutup dengan sesi pengenalan alat-alat survei dan pemetaan, dimana para siswa berkesempatan melihat langsung teknologi geospasial yang digunakan dalam proses pembelajaran di Departemen Teknik Geodesi UGM.

Sivitas Teknik Geodesi UGM Raih HKI Nasional untuk Peta 3D Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang

BeritaPenelitian Selasa, 23 Juni 2026

Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) kembali menorehkan capaian dalam bidang inovasi dan pengembangan teknologi geospasial melalui perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tingkat nasional untuk karya berjudul “Peta 3D Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang.”

Karya ini merupakan hasil kolaborasi lintas peneliti yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Tim pengembang terdiri atas Dr. Yulaikhah, S.T., M.T.; Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU.; Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D.; Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Azis Mulya Affandy; Lissatu Qurrotil Ainiyyah; Muhammad Azhar Rafi’ Samudra; Fiqri Fahra; Iqbal Hanun Azizi, S.T.; Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc.; Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU.; Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T.; Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU.; serta Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.

Peta 3D tersebut dikembangkan untuk menghadirkan representasi spasial yang lebih detail dan informatif mengenai kawasan Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang. Dengan memanfaatkan teknologi pemetaan dan pemodelan tiga dimensi, produk ini mampu menyajikan visualisasi wilayah secara lebih komprehensif dibandingkan peta konvensional.

Pemanfaatan peta tiga dimensi memiliki berbagai potensi aplikasi, mulai dari perencanaan kawasan, kegiatan pendidikan dan pelatihan, pengelolaan aset, promosi kawasan wisata, hingga mitigasi dan manajemen kebencanaan. Kehadiran model spasial yang lebih realistis juga dapat membantu pengguna dalam memahami kondisi lapangan secara lebih akurat.

Pada tahun 2026, karya ini memperoleh pengakuan sebagai HKI Nasional dan termasuk dalam kategori “Membuat rancangan dan karya teknologi yang dipatenkan atau terdaftar di HaKI secara nasional dalam bentuk paten sederhana yang telah memiliki sertifikat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.”

Keberhasilan ini menunjukkan kuatnya budaya kolaborasi riset di lingkungan DTGD FT UGM yang melibatkan berbagai bidang keahlian geodesi, geomatika, pemetaan digital, serta teknologi informasi geospasial. Selain menghasilkan luaran ilmiah, penelitian yang dilakukan juga diarahkan untuk menghasilkan produk inovatif yang dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Perolehan HKI ini sekaligus menjadi bukti kontribusi Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendukung pengembangan teknologi geospasial nasional. Melalui inovasi yang berkelanjutan, DTGD FT UGM terus berupaya menghasilkan karya-karya yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi pembangunan dan pengelolaan wilayah di Indonesia.

Capaian ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra eksternal dalam menghasilkan inovasi geospasial yang berdampak luas bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Inovasi Akademisi Teknik Geodesi UGM Hasilkan Berbagai HKI di Bidang GNSS dan Teknologi Geospasial

BeritaPenelitian Selasa, 23 Juni 2026

Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Komitmen sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) dalam mengembangkan inovasi teknologi geospasial kembali tercermin melalui berbagai capaian Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berhasil didaftarkan. Dua akademisi DTGD FT UGM, Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T. dan Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc., menjadi bagian dari sejumlah inovasi yang berfokus pada pemetaan, teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System), serta pengembangan perangkat geospasial yang aplikatif.

Salah satu karya yang telah memperoleh perlindungan HKI adalah Geotagging+, yang didaftarkan sebagai Hak Cipta pada tahun 2022 dengan nomor permohonan EC00202267225. Inovasi ini dikembangkan oleh Dr. Catur Aries Rokhmana, Nuaim Hammad Ausi, dan Dr. Dedi Atunggal. Geotagging+ dirancang untuk mendukung pengelolaan informasi spasial yang lebih efektif melalui integrasi data lokasi pada berbagai aktivitas survei dan pemetaan.

Selain itu, kedua akademisi tersebut juga mendaftarkan GPS untuk Kamera Smartphone sebagai Desain Industri pada tahun 2025 dengan nomor permohonan A00202505799. Inovasi ini bertujuan meningkatkan akurasi informasi posisi pada perangkat kamera smartphone sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dokumentasi dan pengumpulan data geospasial di lapangan.

Capaian HKI tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang telah lama dikembangkan oleh Dr. Catur Aries Rokhmana dan Dr. Dedi Atunggal dalam bidang teknologi survei dan pemetaan modern. Keduanya dikenal aktif mengembangkan berbagai inovasi berbasis geospasial, termasuk GeoCam dan GeoPen.

GeoCam dikembangkan sebagai solusi untuk mendukung survei dan pemodelan tiga dimensi (3D) secara lebih efisien, sementara GeoPen dirancang sebagai perangkat pemetaan yang presisi, portabel, dan mudah digunakan dalam berbagai kondisi lapangan. Pengembangan kedua teknologi tersebut menunjukkan upaya nyata dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara luas oleh industri maupun masyarakat.

Menurut berbagai studi dan pengalaman lapangan, kebutuhan akan teknologi pemetaan yang cepat, akurat, dan mudah dioperasikan terus meningkat seiring berkembangnya transformasi digital di sektor geospasial. Oleh karena itu, perlindungan HKI menjadi langkah penting untuk memastikan hasil penelitian dapat terus dikembangkan, dimanfaatkan, dan dikomersialisasikan secara berkelanjutan.

Keberhasilan memperoleh HKI ini sekaligus memperkuat posisi Departemen Teknik Geodesi FT UGM sebagai salah satu pusat pengembangan inovasi geospasial di Indonesia. Melalui sinergi antara penelitian, pendidikan, dan hilirisasi teknologi, DTGD FT UGM terus mendorong lahirnya berbagai solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Capaian Dr. Catur Aries Rokhmana dan Dr. Dedi Atunggal menjadi contoh bagaimana hasil riset di perguruan tinggi dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata serta memiliki nilai tambah melalui perlindungan kekayaan intelektual. Dengan semangat inovasi yang berkelanjutan, akademisi DTGD FT UGM diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi geospasial Indonesia di masa mendatang.

123…24

Agenda

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Berita Terakhir

  • Departemen Teknik Geodesi UGM Gelar Audiensi Pengabdian Masyarakat di Kulon Progo
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Hadirkan Mini Museum: Jejak Sejarah Alat Ukur dari Abad ke-20
  • Revitalisasi Infrastruktur Laboratorium Geoinformatika dan Infrastruktur Informasi Geospasial (GIIG)
  • Antisipasi Potensi Bencana, Teknik Geodesi UGM Gelar Pelatihan dan Simulasi Gempa Bumi dan Pemadam Kebakaran
  • Manfaatkan Metode Low-Cost Multi-Instrument, Tim Departemen Teknik Geodesi UGM Dokumentasi Digital Cagar Budaya Kulon Progo
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY