Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs9
  • SDGs9
Arsip:

SDGs9

Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia

BeritaKuliah Umum Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta, 8 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi (DTGD) UGM menggelar kuliah tamu bertajuk “Membangun Kadaster Lengkap Indonesia” pada Jumat, 8 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang 1 Lantai 3 Gedung DTGD ini menghadirkan Dr. Ir. Dwi Budi Martono IPU. sebagai dosen tamu. Agenda ini terbuka bagi seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3, serta turut mengundang para praktisi di bidang pertanahan.

Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa kadaster lengkap merupakan kunci utama dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini dikarenakan sistem tersebut menyediakan data pertanahan yang akurat dan terintegrasi, mencakup kejelasan hak kepemilikan, penggunaan lahan, hingga batas bidang tanah. Data yang komprehensif ini dinilai mampu memberikan kepastian hukum, menekan angka konflik pertanahan, dan memastikan perencanaan pembangunan berjalan lebih efektif.

Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi sistem untuk menyinkronkan data kepemilikan dengan tata ruang, perpajakan, infrastruktur, hingga isu lingkungan. Dengan data yang saling terhubung, pengambilan kebijakan negara dapat dilakukan secara lebih tepat dan efisien. Relevansi pentingnya pemetaan ini pun merujuk pada pandangan Napoleon Bonaparte yang menyebutkan bahwa pemetaan pertanahan yang lengkap adalah dasar utama untuk membangun negara yang kuat. Hal tersebut menegaskan bahwa informasi pertanahan merupakan fondasi vital bagi administrasi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat luas.

DTGD FT UGM ikuti sosialisasi LAMTEK 2026

Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 28 April 2026 – Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Program Studi Keteknikan Menuju Unggul 2026” di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong semakin banyak program studi keteknikan di Indonesia meraih akreditasi unggul, sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu di tingkat Unit Pengelola Program Studi (UPPS).

Sosialisasi ini ditujukan kepada berbagai UPPS Teknik dari seluruh Indonesia sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses akreditasi, strategi penyusunan dokumen, serta penguatan kualitas pendidikan tinggi teknik secara berkelanjutan. Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua perwakilan dosen yaitu Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc. dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. Kegiatan sosialisasi dan workshop ini diselenggarakan selama satu hari pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3, Kampus II Gedung St. Thomas Aquinas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UAJY, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., yang menyampaikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang keteknikan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Dalam paparannya, Prof. Setyabudi menyampaikan data mengenai jumlah program studi terakreditasi unggul di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih belum mencapai target nasional. Oleh karena itu, percepatan peningkatan mutu perlu terus dilakukan agar target capaian pada tahun 2028 dapat terpenuhi.

Beliau juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen, sebagai elemen utama dalam keberhasilan akreditasi. Menurutnya, kualitas tata kelola, budaya mutu, dan kesiapan dokumen tidak dapat dipisahkan dari kapasitas dan komitmen seluruh sivitas akademika. Di akhir sambutannya, Prof. Setyabudi berharap semakin banyak program studi yang mampu meraih akreditasi unggul dan mempertahankannya secara berkelanjutan. Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dan workshop yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. A. Djoko Istiadji, Dekan Fakultas Teknik UAJY sekaligus asesor LAMTEK. Dalam sesi ini, Prof. Djoko memperkenalkan tiga narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., Prof. Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng., dan Prof. Ir. Maya Sarah, S.T., M.T., Ph.D. Ketiganya merupakan pengurus LAMTEK yang memiliki pengalaman luas sebagai asesor akreditasi.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Prof. Hari Purnomo mengenai Kebijakan dan Gambaran Umum Akreditasi LAM Teknik. Beliau menjelaskan secara rinci proses akreditasi mulai dari tahap pengajuan, penyusunan dokumen, asesmen kecukupan, asesmen lapangan, hingga penetapan hasil akreditasi. Prof. Hari juga menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan representasi nyata dari kualitas tata kelola, proses pembelajaran, serta budaya mutu yang berjalan secara konsisten. Materi kedua disampaikan oleh Prof. Era Purwanto mengenai Diferensiasi Misi dan Akuntabilitas, Sistem Penjaminan Mutu, serta Program Pengembangan Berkelanjutan. Dalam paparannya, Prof. Era menegaskan pentingnya kejelasan visi dan misi program studi, termasuk visi keilmuan yang menjadi dasar arah pengembangan akademik. Menurut beliau, dokumen akreditasi yang kuat harus mampu menunjukkan keterkaitan yang jelas antara visi, strategi pelaksanaan, indikator capaian, hingga evaluasi berkelanjutan yang dilakukan oleh program studi. Sementara itu, Prof. Maya Sarah menyampaikan materi mengenai Relevansi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Sumber Daya Manusia Dosen dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, K3L, Mahasiswa, serta Luaran Mahasiswa. Beliau menekankan bahwa akreditasi unggul harus didukung oleh ekosistem akademik yang sehat, termasuk produktivitas dosen, keterlibatan mahasiswa, kualitas fasilitas pembelajaran, hingga dampak nyata dari luaran lulusan di masyarakat dan dunia kerja.

Sosialisasi LAMTEK menuju Unggul 2026

Melalui kegiatan ini, DTGD FT UGM memperoleh banyak wawasan baru dalam memperkuat strategi penjaminan mutu dan persiapan akreditasi berkelanjutan. Partisipasi tim jaminan mutu dalam forum ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa DTGD tidak hanya mampu mempertahankan capaian akreditasi unggul, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, DTGD FT UGM berkomitmen untuk terus menjaga standar mutu akademik, memperkuat tata kelola departemen, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, DTGD berharap dapat terus menjadi program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial

BeritaKuliah Umum Sabtu, 25 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dan Training bertajuk “Mapping the Future: SLAM dan Revolusi 3D Scanning di Dunia Geospasial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Ruang Kuliah III.4, dan diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika yang memiliki minat di bidang teknologi geospasial. Kegiatan ini menghadirkan Mayang Lumongga, S.T., selaku Business Development Representative dari PT Aptella Solusi Teknologi sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, narasumber membahas perkembangan teknologi terkini di bidang pemetaan, khususnya terkait penerapan metode Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) serta teknologi 3D scanning yang semakin berkembang dalam industri geospasial.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar dan prinsip kerja SLAM, pemanfaatan teknologi 3D scanning untuk akuisisi data spasial secara cepat dan detail, serta berbagai implementasi nyata di dunia industri. Peserta juga diperkenalkan pada bagaimana teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam kegiatan survei dan pemetaan, terutama pada lingkungan yang kompleks dan dinamis. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, yaitu Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., serta Mohamad Bagas Setiawan, S.T., M.Eng. Kehadiran para dosen ini mencerminkan dukungan terhadap penguatan wawasan mahasiswa dalam memahami perkembangan teknologi mutakhir di bidang geomatika.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif dan training yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami aplikasi teknologi secara lebih praktis. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta dalam menggali potensi pemanfaatan SLAM dan 3D scanning dalam berbagai kebutuhan, baik akademik maupun profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi geospasial serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin berbasis pada data dan teknologi digital. Departemen Teknik Geodesi FT UGM terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman, guna mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah

BeritaPenelitian Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 – Tim penelitian GEOLIVE (Geospatial, Landscape, Infrastructure, and Vision for Sustainability) dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan pertemuan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Departemen Teknik Geodesi, tepatnya di Laboratorium Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis.

Tim GEOLIVE dipimpin oleh Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T., selaku dosen Teknik Geodesi, dan didampingi oleh Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc., dosen Teknik Geodesi, Iqbal Hanun Azizi, S.T., dari Laboratorium Geodesi, serta Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc. dalam kapasitas keilmuan geologi. Pertemuan ini menjadi forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah daerah dalam membahas berbagai isu geospasial dan pembangunan wilayah di Kabupaten Jepara.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah permasalahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya terkait ketidaksesuaian jumlah bidang tanah yang berdampak pada optimalisasi penerimaan pajak daerah. Dalam diskusi tersebut, Tim GEOLIVE menawarkan pendekatan berbasis data geospasial untuk meningkatkan akurasi pendataan bidang tanah serta integrasi informasi yang lebih sistematis.

Selain itu, pertemuan juga menyoroti pelaksanaan dan kinerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Jepara. Pihak Diskominfo menyampaikan bahwa kontribusi mahasiswa dinilai cukup baik, tidak hanya sebatas penyampaian teori, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata dan eksekusi program di lapangan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu infrastruktur jalan, khususnya terkait kebutuhan informasi kondisi jalan, baik yang berlubang maupun dalam kondisi baik. Data tersebut dinilai penting untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Tidak hanya itu, potensi pengembangan wilayah juga menjadi perhatian dalam pertemuan ini, termasuk potensi wisata di Pulau Panjang yang dinilai memiliki daya tarik tinggi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Selain aspek wisata, diskusi juga mencakup wilayah yang memiliki bangunan heritage, yang memerlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan dan pelestariannya.

Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi dan data geospasial untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan program kerja sama yang lebih konkret antara Tim GEOLIVE dan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Inovasi GNSS GeoPen: Pulpen Geospasial Berakurasi Tinggi Karya Dosen Teknik Geodesi FT UGM

BeritaPenelitian Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta, 21 April 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU., mengembangkan inovasi alat berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) bertajuk GeoPen. Alat ini dirancang sebagai solusi pemetaan praktis dengan konsep “pulpen untuk bumi” yang mampu menghasilkan data spasial secara langsung dengan akurasi tinggi.

GeoPen merupakan perangkat GNSS berbiaya rendah (low-cost) yang memungkinkan pengguna melakukan pemetaan secara real-time dengan tingkat ketelitian hingga skala sentimeter. Inovasi ini mengintegrasikan teknologi GNSS dengan perangkat mobile, sehingga pengguna dapat menggambar atau mendigitasi objek secara langsung di lapangan layaknya menggunakan pulpen pada media kertas.

Dalam implementasinya, GeoPen memanfaatkan konektivitas dengan aplikasi peta sebagai background, serta dilengkapi fitur pembacaan posisi titik secara langsung. Teknologi ini juga mendukung metode pengukuran berbasis RTK (Real-Time Kinematic), yang memungkinkan peningkatan akurasi posisi secara signifikan dibandingkan metode GNSS konvensional. Dr. Catur Aries Rokhmana menjelaskan bahwa pengembangan GeoPen bertujuan untuk menjembatani kebutuhan akan alat pemetaan yang presisi, mudah digunakan, dan terjangkau. Inovasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan, seperti pemetaan bidang tanah, inventarisasi aset, hingga survei infrastruktur di lapangan.

Selain itu, GeoPen juga berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif dalam bidang geodesi dan geomatika, karena memberikan pengalaman langsung dalam proses akuisisi data spasial secara interaktif dan intuitif. Pengembangan alat ini menunjukkan komitmen Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendorong inovasi teknologi geospasial yang aplikatif dan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam mendukung kebutuhan pemetaan di Indonesia secara lebih luas.

Inovasi GeoCam: Integrasi Survei GNSS dan Pemodelan 3D untuk Efisiensi Pemetaan

BeritaPenelitian Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta, 21 April 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU., kembali menghadirkan inovasi teknologi geospasial melalui pengembangan perangkat bertajuk GeoCam. Alat ini dirancang sebagai solusi terintegrasi untuk kegiatan survei GNSS sekaligus pemodelan tiga dimensi (3D) dalam satu sistem.

GeoCam merupakan perangkat 2-in-1 tools yang menggabungkan fungsi pengukuran posisi berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) dengan kemampuan 3D scanning dan modeling. Dengan integrasi ini, pengguna dapat melakukan akuisisi data spasial sekaligus menghasilkan model 3D secara cepat dan efisien langsung di lapangan. Perangkat ini bekerja dengan memanfaatkan kamera yang terhubung dengan sistem pemrosesan berbasis mobile, sehingga proses perekaman objek dapat divisualisasikan secara real-time. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melihat hasil pemodelan 3D secara langsung di layar perangkat, sekaligus memastikan kualitas dan kelengkapan data yang diperoleh.

Dalam implementasinya, GeoCam mendukung kegiatan survei berbasis GPS/GNSS untuk penentuan posisi yang presisi, serta dilengkapi dengan fitur pemodelan 3D yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti dokumentasi infrastruktur, pemetaan kawasan, hingga analisis spasial berbasis visualisasi tiga dimensi. Pengembangan GeoCam bertujuan untuk menyederhanakan alur kerja survei yang sebelumnya memerlukan beberapa alat terpisah. Dengan adanya integrasi ini, proses pengumpulan data menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien, tanpa mengurangi kualitas hasil yang diperoleh.

Inovasi ini juga menunjukkan komitmen Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mengembangkan teknologi geospasial yang adaptif terhadap kebutuhan lapangan, khususnya dalam era digitalisasi dan pemanfaatan data spasial berbasis 3D. Diharapkan, GeoCam dapat menjadi solusi alternatif yang aplikatif bagi praktisi survei, akademisi, maupun instansi yang membutuhkan data geospasial yang akurat dan visual dalam waktu yang relatif singkat.

Geo-AI Twinverse Departemen Teknik Geodesi UGM Sambut Kunjungan Pascasarjana UNDIP dalam Sharing Session Digital Twin

Berita Kamis, 16 April 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menjadi tuan rumah bagi rombongan Pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam acara Sharing Session Digital Twin yang berlangsung pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini mempertemukan Geo-AI Twinverse (GeoAIT) Research Team dengan delapan perwakilan Pascasarjana UNDIP untuk mendiskusikan perkembangan teknologi pemodelan digital terkini. Acara diawali dengan pemaparan profil kelompok riset GeoAIT yang mencakup pengenalan tim, fokus riset, produk riset, hingga proyek-proyek unggulan yang telah dihasilkan.

Dalam sesi demonstrasi proyek, tim GeoAIT menampilkan berbagai inovasi digital twin yang telah dikembangkan untuk berbagai keperluan strategis. Beberapa di antaranya meliputi Digital Twin Gunung Berapi untuk pemantauan aktivitas secara time series, pemodelan tata ruang 3D melalui Digital Twin FT UGM dan Jakarta Geotwinverse, hingga sistem pemantauan area kehutanan melalui Digital Twin Hutan Wanagama. Demonstrasi ini memicu diskusi mendalam mengenai potensi implementasi teknologi digital twin di sektor-sektor spesifik, seperti penerapan teknik digital twin untuk area bawah laut di sektor kelautan, optimasi operasional di sektor pertambangan, hingga eksplorasi pemanfaatannya dalam bidang kriptografi.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, diikuti dengan prosesi penyerahan cenderamata dan foto bersama sebagai simbol sinergi antarperguruan tinggi. Sebelum acara resmi ditutup pada pukul 13.00 WIB, seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan ke Gedung Engineering Research & Innovation Center (ERIC) FT UGM untuk melihat langsung fasilitas riset dan inovasi yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kedua institusi dapat semakin memperkuat pemanfaatan teknologi geospasial cerdas dalam menjawab tantangan kompleks di masa depan.

Urgensi Informasi Geospasial untuk Kedaulatan NKRI: ITB dan BIG Gelar FGD Strategis di Jakarta

Berita Jumat, 10 April 2026

Pusat Analisis dan Penerapan Geospasial (CENAGO) Institut Teknologi Bandung, bekerja sama dengan Kedeputian Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kupas Tuntas Urgensi Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam, Keamanan Negara, dan Penanggulangan Bencana di Wilayah NKRI”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan. Forum ini bertujuan untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, seperti masih banyaknya sengketa batas wilayah, tumpang tindih lahan, hingga praktik ilegal di sektor pertambangan dan kehutanan yang terjadi akibat belum optimalnya penyelenggaraan informasi geospasial yang akurat dan mutakhir di Indonesia.

Acara yang dibuka dengan sambutan dari Kepala CENAGO ITB, Dr. Ir. Wedyanto Kuntjoro, M.Sc., menghadirkan rangkaian pembicara ahli, termasuk Rektor ITB yang memaparkan peran teknologi menuju Indonesia Emas 2045 serta para deputi dari BIG, ATR/BPN, BIN, dan BMKG. Selain dihadiri oleh pejabat kementerian dan lembaga tinggi negara, kegiatan ini juga diikuti oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Departemen Teknik Geodesi UGM turut hadir memberikan kontribusi pemikiran yang diwakili oleh Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., yang juga merupakan dosen di departemen tersebut.

Melalui diskusi ini, para peserta menekankan bahwa informasi geospasial merupakan instrumen vital—layaknya papan catur dalam permainan catur—yang menentukan ketepatan, efektivitas, dan efisiensi berbagai program pemerintah. FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk dorongan untuk pembenahan tata kelola, peningkatan anggaran, serta penguatan kapasitas SDM di bidang geospasial. Salah satu solusi cepat yang diusulkan adalah pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Informasi Geospasial guna mengatasi hambatan ruang yang selama ini mengganggu upaya perwujudan kemakmuran masyarakat Indonesia.

Kolaborasi Peneliti UGM dan BIG Optimalkan Pemodelan Geoid Kalimantan Timur

BeritaPenelitian Rabu, 1 April 2026

Peneliti dari Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Direktorat Sistem Referensi Geospasial Badan Informasi Geospasial (BIG), Sukma Nur Oktavia dan Leni Sophia Heliani, secara resmi mempublikasikan riset strategis dalam jurnal internasional Geodesy and Cartography (Volume 52, Issue 1, 2026). Artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tanggal 31 Maret 2026 ini merupakan manifestasi kolaborasi erat antara akademisi dan praktisi pemerintah untuk menyediakan fondasi data geospasial yang akurat bagi wilayah pusat pertumbuhan baru Indonesia di Kalimantan Timur.

Intisari dari penelitian ini adalah penentuan model geoid gravimetrik lokal untuk wilayah Kalimantan Timur—lokasi berdirinya Ibu Kota Nusantara (IKN)—dengan mengimplementasikan metode KTH (Kungliga Tekniska Högskolan). Studi ini mensinergikan berbagai sumber data kompleks, meliputi data gravitasi udara (airborne gravity), gravitasi terrestrial, data anomali laut DTU17, model gravitasi global EGM2008, serta data topografi SRTM15+. Hasil riset berhasil merumuskan model geoid dengan tingkat presisi tinggi yang memiliki standar deviasi sebesar 0,177 meter, memberikan standar akurasi baru dalam penentuan tinggi fisik yang sangat krusial untuk proyek keteknikan dan konstruksi di wilayah tersebut.

Secara strategis, temuan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pemodelan geoid yang presisi secara langsung mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, karena ketersediaan referensi ketinggian yang akurat merupakan syarat mutlak dalam pembangunan infrastruktur perkotaan yang modern dan tahan lama di IKN. Selain itu, riset ini memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang membuktikan bahwa sinergi teknis antara lembaga pemerintah Indonesia dan universitas mampu menghasilkan inovasi geospasial yang esensial bagi kemajuan pembangunan nasional.

Link artikel: https://doi.org/10.3846/gac.2026.21948

Prestasi Internasional Mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Geospatial Challenge melalui Inovasi AI untuk Pemodelan 3D dan Penilaian Potensi Energi Surya

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 31 Maret 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Indonesia dalam ajang ASEAN Geospatial Challenge (AGC) melalui inovasi bertajuk AI-Based 3D Modeling for Rooftop Photovoltaic Potential Assessment and Property Tax Valuation. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi tingkat internasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik di bidang geospasial dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

Keikutsertaan dalam kompetisi ini berawal dari keberhasilan tim dalam menjuarai seleksi tingkat nasional yang diselenggarakan sebelumnya. Setelah dinyatakan lolos sebagai salah satu dari dua tim perwakilan Indonesia, tim kemudian mempersiapkan diri untuk tahap internasional yang diselenggarakan pada Februari. Setiap negara ASEAN hanya mengirimkan dua tim terbaiknya, sehingga kompetisi berlangsung sangat kompetitif dengan peserta yang memiliki latar belakang keahlian geospasial, kecerdasan buatan, dan analisis data spasial.

Persiapan menuju tahap internasional dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Dalam periode tersebut, tim berfokus pada penyempurnaan model, penguatan metodologi berbasis Artificial Intelligence, serta peningkatan kualitas visualisasi model 3D untuk mendukung analisis potensi panel surya atap dan estimasi nilai properti berbasis data spasial. Selain aspek teknis, tim juga mempersiapkan strategi presentasi untuk menghadapi dewan juri internasional yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi profesional di bidang geospasial.

Presentasi final menjadi momen penting yang menentukan hasil kompetisi. Dalam sesi tersebut, tim memaparkan inovasi yang mengintegrasikan teknologi pemodelan 3D berbasis AI dengan analisis potensi energi terbarukan serta valuasi properti yang berkelanjutan. Inovasi ini dinilai memiliki nilai kebaruan serta relevansi yang tinggi terhadap isu pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pemanfaatan energi bersih dan optimalisasi data geospasial untuk pengambilan keputusan.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri internasional, tim berhasil meraih Distinction Award, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi geospasial karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Puncak penghargaan dilaksanakan pada 31 Maret dalam rangkaian acara Geo-Connect Asia, di mana para pemenang juga mendapatkan kesempatan untuk kembali mempresentasikan hasil inovasinya di hadapan audiens internasional. Acara penganugerahan penghargaan tersebut dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Kementerian Hukum dan Sosial Singapura sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi inovasi geospasial bagi masa depan kawasan ASEAN.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi geospasial di tingkat internasional.

123…11

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • DTGD FT UGM dan DJPK Kemenkeu RI Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026
  • Dari Diplomasi hingga Geopolitik Dunia: Wakil Menteri Luar Negeri RI Mengisi Kuliah Umum di Teknik Geodesi UGM
  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global
  • Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY