Yogyakarta, Oktober 2026 — Departemen Teknik Geodesi UGM menyelenggarakan kuliah umum inspiratif mengenai dunia survei tambang bawah tanah pada Senin, 19 Oktober 2026, yang bertempat di Ruang III.1. Acara ini menghadirkan Deny Saputra Yusuf, seorang praktisi alumni yang kini menjabat sebagai Mine Surveyor di MMG Limited, Tasmania, Australia. Kegiatan sharing session ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membagikan wawasan global serta pengalaman nyata kepada para mahasiswa mengenai dinamika, tantangan operasional, serta peluang karir yang luas di industri pertambangan bawah tanah.
Dalam kegiatan tersebut, Deny menjelaskan secara komprehensif bagaimana siklus operasional tambang bawah tanah bekerja dan perbedaannya dengan tambang terbuka (open pit), termasuk pengenalan metode penambangan seperti Cut and Fill, Sub Level Stoping, dan Block Caving. Ia menyoroti peran krusial ilmu pengukuran di lingkungan bawah tanah melalui berbagai aplikasi teknis, mulai dari pelaksanaan survey pick-up untuk merekam posisi penggalian, survey mark-up guna memandu arah pembangunan terowongan, penentuan posisi alat bor (rig setup), hingga pengawasan deformasi batuan demi menjamin keselamatan kerja para penambang.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas yang penuh risiko dan tantangan tersebut, Deny memaparkan bahwa para surveyor modern sangat bergantung pada integrasi berbagai perangkat teknologi mutakhir di lapangan. Alat-alat canggih seperti Total Station, Cavity Monitoring System (CMS), Cavity Auto-Scanning Laser System (CAL-S), dan Terrestrial Laser Scanner menjadi standar instrumen yang digunakan, ditambah dengan tren pemanfaatan drone untuk memetakan fitur as-built 3D di area yang sulit dijangkau. Kuliah umum ini kemudian ditutup dengan sesi kuis interaktif yang mengajak mahasiswa berpikir kritis mengenai masa depan teknologi pemindaian 3D dalam survei bawah tanah











