Yogyakarta, 5 Agustus 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran, dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), mengikuti kegiatan pembekalan OCEAN Traitness yang diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan kompetensi dosen. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog, Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi mengenai penguatan sikap OCEAN dalam praktik pendidikan tinggi.
Selama sesi berlangsung, Prof. Kwartarini menyampaikan materi secara interaktif melalui pemaparan konsep, studi kasus, diskusi, pemutaran video, serta sesi tanya jawab yang melibatkan seluruh dosen Departemen Teknik Geodesi. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi para peserta untuk merefleksikan pengalaman mengajar sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Dalam paparannya, Prof. Kwartarini menjelaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik maupun kecerdasan intelektual, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa. Dosen memiliki peran strategis sebagai fasilitator, pembimbing, sekaligus teladan dalam membentuk karakter, pola pikir, dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia profesional. Oleh karena itu, hubungan yang kuat (bonding) antara dosen dan mahasiswa menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan mendorong tumbuhnya kepercayaan. Dalam hubungan tersebut, dosen dan mahasiswa bukan diposisikan sebagai dua pihak yang terpisah, melainkan sebagai aktor yang saling mendukung untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.

Lebih lanjut, Prof. Kwartarini menekankan bahwa dunia rekayasa (engineering) tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan, berkomunikasi, dan bekerja sama secara efektif. Berbagai kecelakaan maupun kegagalan dalam proyek rekayasa, menurut beliau, sering kali bukan disebabkan oleh kesalahan teknis semata, melainkan oleh lemahnya komunikasi, kurangnya koordinasi, serta pengambilan keputusan yang tidak tepat. Oleh karena itu, pengembangan karakter dan kompetensi nonteknis (soft skills) perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di perguruan tinggi.
Melalui konsep OCEAN Traitness, dosen diajak untuk memahami dan menginternalisasi lima dimensi utama kepribadian, yaitu Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism (Emotional Stability). Kelima dimensi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi karakter yang dimiliki oleh dosen, tetapi juga ditransformasikan kepada mahasiswa melalui proses pembelajaran sehari-hari.
Dalam implementasinya, nilai-nilai OCEAN dapat diwujudkan melalui berbagai praktik pembelajaran. Openness tercermin dari kemauan untuk terus belajar, menerima ide baru, dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Conscientiousness mendorong terbentuknya tanggung jawab, disiplin, dan integritas dalam menyelesaikan tugas tanpa harus selalu diawasi. Extraversion diwujudkan dalam keberanian menyampaikan pendapat, berdiskusi, serta mengambil inisiatif ketika menghadapi permasalahan. Agreeableness mengembangkan kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, serta berkolaborasi lintas disiplin dan lintas generasi. Sementara itu, Emotional Stability membentuk kemampuan untuk tetap tenang, berpikir jernih, dan mengambil keputusan secara rasional meskipun berada di bawah tekanan.
Prof. Kwartarini menegaskan bahwa karakter-karakter tersebut tidak tumbuh secara instan, melainkan dibentuk melalui proses pembelajaran yang konsisten. Oleh karena itu, dosen memiliki peran sentral sebagai role model dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada mahasiswa melalui interaksi di kelas, kegiatan akademik, maupun pembimbingan.

Selain pembekalan OCEAN Traitness, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan workshop evaluasi dan persiapan pembelajaran Program Studi Sarjana Departemen Teknik Geodesi untuk Tahun Akademik 2026/2027. Dalam workshop tersebut, para dosen melakukan evaluasi terhadap portofolio pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 serta pembahasan Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) untuk Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Evaluasi ini menjadi bagian dari komitmen departemen dalam melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap proses pembelajaran agar semakin adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Workshop juga membahas penyempurnaan berbagai dokumen akademik yang menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan di Departemen Teknik Geodesi, meliputi panduan skripsi, Kerja Praktik (KP), Kuliah Kerja (KK), Proyek Rekayasa Geodesi Geomatika (PRGG), serta berbagai dokumen akademik lainnya. Penyempurnaan dokumen tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan proses akademik yang lebih sistematis, berkualitas, dan selaras dengan standar pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan pembekalan OCEAN Traitness dan workshop akademik ini, Departemen Teknik Geodesi UGM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya melalui penguatan kompetensi akademik dosen, tetapi juga melalui pengembangan karakter, budaya pembelajaran yang humanis, serta penguatan nilai-nilai profesionalisme. Diharapkan, nilai-nilai OCEAN dapat terinternalisasi dalam proses pendidikan sehingga mampu melahirkan lulusan Teknik Geodesi UGM yang unggul secara akademik, adaptif, berintegritas, mampu bekerja sama, serta siap menghadapi tantangan profesi di masa depan.







