Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 10
Pos oleh :

geodesi

Pelantikan Pengurus Baru Departemen Teknik Geodesi FT UGM Periode 2026–2031

Berita Rabu, 28 Januari 2026

Yogyakarta, 28 Januari 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) secara resmi melantik jajaran pengurus baru untuk periode 2026–2031. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam melanjutkan kepemimpinan serta memperkuat arah pengembangan departemen dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Adapun susunan pengurus Departemen Teknik Geodesi FT UGM periode 2026–2031 adalah sebagai berikut:

  • Ketua Departemen: Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
  • Sekretaris Departemen: Dr. Ir. Dwi Lestari, S.T., M.E., IPM.
  • Ketua Program Studi Sarjana Teknik Geodesi: Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.
  • Sekretaris Program Studi Sarjana Teknik Geodesi: Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc.
  • Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika: Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D.
  • Ketua Program Studi Doktor Teknik Geomatika: Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPM.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan Departemen Teknik Geodesi FT UGM dapat terus berkembang menjadi institusi yang unggul dan berdaya saing global. Kepemimpinan yang baru diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan produktivitas riset, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang geodesi dan geomatika.

Semangat kolaborasi dan inovasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi geospasial yang semakin pesat. Oleh karena itu, sinergi antar sivitas akademika diharapkan dapat terus terjalin guna mendukung pencapaian visi departemen ke depan.

Seluruh sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi FT UGM menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan baik serta membawa Departemen Teknik Geodesi FT UGM semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Penelitian GNSS untuk Pemantauan Level Air di Sungai Citarum sebagai Upaya Mitigasi Banjir

BeritaPenelitian Minggu, 25 Januari 2026

Bandung, 25 Januari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengukuran Global Navigation Satellite System (GNSS) di kawasan Sungai Citarum dan Masjid Al Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian bertajuk pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS untuk mendukung mitigasi bencana banjir serta pengelolaan sumber daya energi air dalam rangka peningkatan ketahanan pangan. Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. selaku Ketua Tim Peneliti. Turut serta dalam kegiatan ini Prof. Dr. Buldan Muslim, M.Si., Dr. Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., serta Iqbal Hanun Azizi, A.Md.

Pengukuran GNSS dilaksanakan pada tanggal 23–25 Januari 2026 di dua lokasi utama, yaitu sepanjang Sungai Citarum dan area perairan di sekitar Masjid Al Jabbar. Kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memiliki kondisi geometris optimal serta visibilitas sinyal satelit yang baik. Setelah titik pengamatan ditetapkan, tim melakukan pemasangan alat GNSS pada tripod di lokasi yang representatif terhadap permukaan air. Tahapan pengukuran meliputi penentuan titik pemasangan, instalasi dan penstabilan alat, konfigurasi sistem perekaman data, pengujian kualitas penerimaan sinyal satelit, serta pemantauan kondisi lingkungan yang berpotensi mempengaruhi kualitas sinyal refleksi.

Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan pemantauan berkala terhadap performa alat serta diskusi teknis guna memastikan kualitas data yang diperoleh. Hasil sementara menunjukkan bahwa sistem GNSS dapat beroperasi dengan baik di kedua lokasi pengamatan. Sinyal satelit diterima secara stabil dan sistem perekaman data berjalan sesuai dengan konfigurasi yang direncanakan.

Selain itu, tim juga mencatat beberapa faktor lingkungan dan teknis, seperti posisi pemasangan alat dan kondisi sekitar lokasi, yang dapat mempengaruhi kualitas data refleksi sinyal GNSS. Catatan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan metode pengukuran pada tahap selanjutnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian RIIM 8 yang berfokus pada pengembangan metode pemantauan level air berbasis teknologi GNSS reflektometri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam sistem mitigasi bencana banjir serta pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Asah Kompetensi Lapangan, 149 Mahasiswa Teknik Geodesi UGM Ikuti Kemah Kerja 2026 di Bayat

BeritaKegiatan Mahasiswa Kamis, 22 Januari 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kegiatan akademik Kemah Kerja sebagai ajang aplikasi praktis bagi para mahasiswa. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 149 mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Geodesi angkatan 2023 terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan pemetaan terintegrasi di wilayah Bayat, Kabupaten Klaten. Selama kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 16 Januari 2026 tersebut, para mahasiswa menginap dan memusatkan aktivitasnya di Stasiun Lapangan Geologi “Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro”. Untuk memastikan akurasi teknis dan pencapaian target kurikulum, setiap harinya terdapat delapan dosen pembimbing lapangan (DPL) yang melakukan pendampingan intensif serta pengawasan langsung di lokasi pengukuran.

Rangkaian kegiatan teknis yang dilakukan meliputi berbagai tahapan survei modern yang menjadi standar kompetensi mahasiswa, dimulai dari pengolahan data GNSS/GPS metode statik untuk penentuan Ground Control Point (GCP) sebagai kerangka acuan dasar pemetaan. Selanjutnya, para mahasiswa melakukan pemetaan situasi dan topografi secara mendetail guna mempraktikkan teori penyajian gambaran relief serta fitur bumi yang akurat. Sebagai bagian dari tugas akademik, mahasiswa juga mengolah hasil pengukuran tersebut ke dalam bentuk produk akhir berupa infografis peta desa dan penyusunan data spasial sebagai syarat pemenuhan mata kuliah terkait.

Kemah Kerja ini dirancang khusus untuk mengasah kemampuan teknis mahasiswa dalam mengoperasikan alat survei mutakhir, sekaligus melatih manajemen proyek dan kerja sama tim dalam menghadapi tantangan medan yang nyata. Melalui integrasi antara data lapangan dan pengolahan digital, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman kerja profesional yang komprehensif sebelum menyelesaikan studi mereka. Seluruh rangkaian kegiatan selama dua pekan ini menjadi bekal teknis utama bagi para mahasiswa untuk memperkuat keahlian mereka sebagai calon surveyor yang kompeten di masa depan.

Revolusi Pemetaan Digital: Riset Peneliti Geodesi UGM Ungkap Keunggulan Dataset ‘Embedding’ dalam Akurasi Citra Satelit

ArtikelBeritaPenelitian Kamis, 22 Januari 2026

Dosen sekaligus peneliti dari Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM), Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. bersama Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., secara resmi mempublikasikan hasil riset mendalam mengenai inovasi teknologi penginderaan jauh dalam Geoid Journal of Geodesy and Geomatics (Volume 21, Nomor 1, 2026) pada 20 Januari 2026. Studi bertajuk “Evaluation of Google Earth Engine Embedding Dataset for Remote Sensing Image Classification” ini mengevaluasi efektivitas dataset embedding terbaru dari Alpha Earth Foundation yang terintegrasi pada platform Google Earth Engine (GEE). Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana model pembelajaran mesin canggih dapat mengoptimalkan klasifikasi citra satelit dibandingkan dengan metode konvensional yang selama ini digunakan.

Intisari dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dataset embedding mampu mencapai tingkat akurasi klasifikasi yang sangat tinggi, yakni sebesar 94%. Capaian tersebut secara signifikan melampaui performa instrumen satelit global yang umum digunakan, seperti Landsat 9 yang mencatatkan akurasi 83,1% dan Sentinel-2 dengan 82,5%. Melalui uji coba yang dilakukan di wilayah Yogyakarta dan Cilacap, teknologi ini terbukti mampu menghasilkan peta tutupan lahan yang lebih bersih dari gangguan visual (noise) serta lebih akurat dalam merepresentasikan objek di lapangan, mulai dari area perkotaan hingga ekosistem hutan mangrove yang kompleks tanpa memerlukan proses segmentasi gambar yang rumit.

Penerapan teknologi pemetaan presisi ini memberikan kontribusi strategis dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 15 mengenai Ekosistem Daratan (Life on Land). Dengan tersedianya instrumen pemetaan yang jauh lebih akurat, inovasi ini memfasilitasi otoritas terkait dalam melakukan pemantauan penggunaan lahan secara seketika (real-time) dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih terukur. Penemuan ini diharapkan menjadi standar baru bagi para praktisi geospasial global dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memperkuat kebijakan perlindungan keanekaragaman hayati dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Link artikel: https://doi.org/10.12962/geoid.v21i1.8151

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Berkontribusi dalam Publikasi Internasional tentang Keselamatan Pengendara Sepeda Motor

BeritaPenelitian Selasa, 20 Januari 2026

Yogyakarta, 20 Januari 2026 – Febrian Fitryanik Susanta, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali menunjukkan kontribusi aktif dalam publikasi ilmiah internasional melalui artikel berjudul Identifying environmental factors related to motorcyclist crash rates: variable selection using spatial Random Forest with network distance and barriers. Publikasi ini ditulis bersama Bimo Harya Tedjo, Pei-Fen Kuo, dan I Gede Brawiswa Putra dari National Cheng Kung University serta Universitas Gadjah Mada. Artikel ini telah melalui proses ilmiah dan dipublikasikan secara daring pada 19 Desember 2025. Publikasi dapat diakses melalui DOI berikut:
https://doi.org/10.1016/j.aap.2025.108362

Penelitian ini mengangkat isu keselamatan pengendara sepeda motor yang masih menjadi perhatian global, khususnya di negara-negara Asia di mana sepeda motor merupakan moda transportasi utama. Studi ini berfokus pada identifikasi faktor lingkungan yang memengaruhi tingkat kecelakaan sepeda motor, dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan metode konvensional. Dalam penelitian ini, tim peneliti mengembangkan kerangka metode baru bernama Spatial Random Forest with Network Distance and Barriers (spatialRF–NDBAR). Pendekatan ini mengintegrasikan jarak jaringan jalan (network distance) serta hambatan akses jalan (road barriers) ke dalam proses seleksi variabel spasial, sehingga mampu meningkatkan akurasi model dalam merepresentasikan kondisi nyata di lapangan.

Studi kasus dilakukan di kawasan Central Business District (CBD) Kota Taipei, dengan memanfaatkan data kecelakaan sepeda motor periode 2016–2020 serta data Point of Interest (POI) yang diperoleh dari OpenStreetMap. Metode yang dikembangkan kemudian dibandingkan dengan pendekatan lain, termasuk spatialRF konvensional dan spatialRF–ND, menggunakan model statistik Ordinary Least Squares (OLS) dan Multiscale Geographically Weighted Regression (MGWR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model MGWR dengan variabel hasil seleksi spatialRF–NDBAR memberikan performa terbaik, ditunjukkan oleh nilai AICc terendah (1801.212) dan koefisien determinasi tertinggi (R² = 0.867). Selain itu, integrasi variabel spasial terbukti mampu mengurangi autokorelasi spasial residual, sehingga meningkatkan kualitas model secara keseluruhan.

Temuan penelitian juga mengidentifikasi bahwa lokasi-lokasi tertentu seperti pasar, restoran, bar, hotel, bank, halte bus, dan stasiun metro memiliki keterkaitan dengan tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan keselamatan lalu lintas, khususnya dalam penegakan aturan dan pengelolaan kawasan berisiko tinggi. Kontribusi Febrian Fitryanik Susanta dalam penelitian ini kembali menegaskan peran aktif akademisi Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan ilmu geospasial berbasis data-driven untuk mendukung perencanaan transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kolaborasi Riset Internasional Perkuat Infrastruktur Geospasial Sulawesi Melalui Pemodelan Geoid Presisi

BeritaPenelitian Selasa, 20 Januari 2026

Sebuah penelitian kolaboratif lintas negara yang melibatkan pakar dari berbagai institusi akademik dan pemerintah telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional Terrestrial, Atmospheric and Oceanic Sciences (Volume 37, Nomor 1, 2026). Studi bertajuk “A case study of geoid modeling in Sulawesi and accuracy verification strategies for accommodating diverse MSL vertical datums” ini merupakan hasil sinergi antara peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU., Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia, National Chung Hsing University Taiwan, serta National Yang Ming Chiao Tung University Taiwan. Riset ini menggarisbawahi pentingnya integrasi data gravitasi udara (airborne gravity) dalam mengatasi tantangan geografis pulau Sulawesi yang kompleks untuk menghasilkan model referensi ketinggian yang akurat.

Intisari dari penelitian ini berfokus pada pengembangan model geoid di Sulawesi dengan memanfaatkan data gravitasi udara yang dikumpulkan selama periode 2008 hingga 2019. Para peneliti mengevaluasi efektivitas berbagai Model Gravitasi Global (GGM) dan memperkenalkan strategi verifikasi akurasi untuk menyatukan berbagai datum vertikal Mean Sea Level (MSL) yang berbeda di wilayah tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan data gravitasi udara yang dikombinasikan dengan teknik pemodelan tertentu mampu meningkatkan ketelitian penentuan tinggi fisik, yang sangat krusial bagi wilayah kepulauan seperti Indonesia di mana referensi tinggi laut sering kali tidak seragam antar wilayah.

Secara strategis, publikasi ilmiah ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Penemuan ini secara langsung mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena model geoid yang akurat adalah fondasi utama bagi pembangunan infrastruktur fisik yang presisi dan tahan lama. Selain itu, riset ini relevan dengan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, khususnya dalam pemodelan risiko banjir dan mitigasi bencana berbasis data spasial. Terakhir, kerja sama ini menjadi manifestasi nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang membuktikan bahwa kolaborasi teknis antara lembaga pemerintah Indonesia dan universitas internasional mampu menghasilkan solusi inovatif bagi tantangan pemetaan nasional.

Link artikel: https://doi.org/10.1007/s44195-025-00119-4

Simulasi Pengukuran GNSS di Waduk Sermo untuk Pemantauan Level Air Berbasis Refleksi Sinyal

BeritaPenelitian Rabu, 14 Januari 2026

Kulon Progo, 14 Januari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan simulasi pengukuran Global Navigation Satellite System (GNSS) di Waduk Sermo. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS yang ditujukan untuk mendukung mitigasi bencana banjir serta manajemen sumber daya energi air dalam upaya peningkatan ketahanan pangan. Kegiatan ini dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti. Turut serta dalam kegiatan ini Buldan Muslim, Cecep Pratama, serta Iqbal Hanun Azizi. Simulasi pengukuran dilaksanakan pada tanggal 12–14 Januari 2026 dengan menggunakan satu unit alat GNSS.

Kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memiliki visibilitas sinyal satelit yang baik dan representatif terhadap kondisi permukaan air waduk. Setelah lokasi ditetapkan, tim melakukan pemasangan alat GNSS pada tripod dengan posisi yang stabil dan aman dari gangguan lingkungan sekitar. Tahapan simulasi meliputi penyiapan dan instalasi alat, konfigurasi sistem perekaman data, pengujian penerimaan sinyal satelit, serta pemantauan kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kualitas sinyal refleksi. Selain itu, tim juga melakukan evaluasi awal terhadap kualitas data yang diperoleh selama proses simulasi berlangsung.

Hasil sementara menunjukkan bahwa alat GNSS dapat beroperasi dengan baik di lingkungan Waduk Sermo. Sinyal satelit diterima secara stabil, dan sistem perekaman data berjalan sesuai dengan konfigurasi yang telah direncanakan. Beberapa catatan teknis terkait posisi pemasangan alat, pengaruh kondisi lingkungan, serta optimalisasi sistem dicatat sebagai bahan evaluasi untuk tahap pengukuran selanjutnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian RIIM 8 yang berfokus pada pengembangan metode pemantauan level air berbasis refleksi sinyal GNSS. Hasil simulasi ini diharapkan menjadi dasar teknis dan operasional sebelum pelaksanaan pengukuran jangka panjang, serta berkontribusi dalam pengembangan sistem mitigasi bencana banjir dan pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Mengupas Sengkarut Batas Maritim Arktik: Perspektif Baru dari Pakar Hukum dan Geodesi Global

BeritaPenelitian Sabtu, 10 Januari 2026

Dinamika kedaulatan di Samudra Arktik menjadi topik utama pada artikel ilmiah yang bertajuk “Maritime limits and boundaries in the Arctic Ocean: agreements and disputes”. Karya kolaboratif ini disusun oleh beberapa peneliti, Clive Schofield, Ted L. McDorman, dan I Made Andi Arsana, yang resmi dipublikasikan pada 6 Januari 2026 dalam Handbook of the Politics of the Arctic (hal. 48-72).

Artikel ini hadir di tengah meningkatnya perhatian global terhadap wilayah kutub utara, di mana tumpang tindih klaim wilayah sering kali berkelindan dengan perebutan akses sumber daya alam yang melimpah. Dalam naskah setebal 24 halaman tersebut, para penulis membedah secara mendalam garis pangkal (baselines) serta klaim yurisdiksi maritim dari enam negara pantai Arktik. Fokus utama diarahkan pada analisis teknis dan legal terkait hak landas kontinen yang menjorok lebih dari 200 mil laut dari garis pantai—sebuah area kritis yang sering menjadi titik picu ketegangan internasional.

Tak sekadar memaparkan teori, studi ini memberikan tinjauan komprehensif mengenai status terkini perbatasan maritim di pusat Samudra Arktik, mulai dari batas-batas yang telah disepakati hingga wilayah yang masih menyisakan sengketa yurisdiksi. Analisis tajam yang disajikan memberikan kerangka kerja bagi para diplomat dan pengambil kebijakan dalam menavigasi tumpang tindih klaim yang belum terselesaikan di kawasan yang sangat sensitif secara geopolitik ini.

Secara substansial, kontribusi pemikiran ini selaras dengan agenda pembangunan global berkelanjutan. Artikel ini mendukung implementasi SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penekanan pada kepastian hukum untuk pengelolaan sumber daya laut. Selain itu, kajian ini menjadi pilar bagi pencapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur hukum internasional yang kuat. Semangat kolaborasi lintas pakar dalam karya ini juga merefleksikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya kerja sama multidisiplin dalam memecahkan isu batas wilayah di kancah global.

Link Artikel: https://doi.org/10.4337/9781035333714.00011

Workshop Masterclass Series: Meningkatkan Kemampuan Penulisan dan Presentasi Ilmiah Mahasiswa Teknik Geodesi bersama Prof. Christophe Claramunt

Kuliah Umum Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 14 Februari 2025 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) melanjutkan kembali sesi Masterclass Series. Kali ini, topik yang diangkat adalah “How to make an excellent seminar… and how to write an excellent research paper” yang dibawakan oleh Prof. Christophe Claramunt, dari Naval Academy Research Institute, France & Postgraduate School for Blue Planet. Prof. Christophe merupakan akademisi dengan reputasi internasional di bidang GIS dan Geomatics Engineering. Acara ini berlangsung di ruang III.5, Departemen Teknik Geodesi FT UGM, diikuti oleh 27 peserta mahasiswa Magister dan Doktor Teknik Geomatika FT UGM.

Sesi Masterclass ini merupakan sesi kedua, yang sebelumnya diawali oleh Prof. Walter Timo de Vries dari TUM yang menyampaikan terkait penulisan dan presentasi ilmiah. Pada topik kedua, Prof. Christophe memberikan berbagai materi presentasi yang menarik dan interaktif kepada peserta, memberikan wawasan dan insight baru bagi seluruh mahasiswa Magister dan Doktor. Sesi masterclass ini diawali oleh Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika FT UGM, I Made Andi Arsana, Ph.D. yang menyampaikan untuk aktif berdiskusi dengan Prof. Christophe. Pada presentasinya, Prof. Christoph menggunakan beragam contoh dan studi kasus terkait bagaimana menampilkan dan menyajikan presentasi ilmiah dengan baik.

Prof. Christophe Claramunt memberikan materi How to make an excellent seminar… and how to write an excellent research paper”

Dalam pemaparannya, Prof. Christophe mengawali presentasi dengan memulai diskusi, apa tujuan dari research talk atau presentasi ilmiah. Tujuan dari presentasi ilmiah harus jelas dan memaparkan apa yang sedang diteliti oleh peneliti tersebut. Prof. Christophe juga menyampaikan tips trik seperti apa yang tidak perlu dilakukan dan apa yang semestinya dilakukan ketika melakukan research talk. Selain itu, Prof. Christophe juga menekankan bahwa dalam presentasi ilmiah, kita juga harus mengetahui siapa audiens atau pendengar dari presentasi tersebut. Mengetahui audiens dan latar belakang audiens memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Tak lupa, Prof. Christophe juga mengingatkan terkait interaktivitas seperti memotivasi audiens dan memberikan berbagai contoh.

Sesi Masterclass berlangsung dengan sangat interaktif, diwarnai dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif dari para peserta. Mahasiswa dengan antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog langsung dengan Prof. Christophe, mengungkapkan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam proses penulisan ilmiah. Diskusi mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari metode penelitian yang tepat, strategi penyusunan argumentasi dalam artikel ilmiah, hingga teknik efektif dalam menghadapi proses review jurnal internasional. Selain itu, beberapa peserta juga menanyakan tentang cara memilih jurnal-jurnal berkualitas dan memiliki impact tinggi serta terindeks Scopus.

Prof. Christophe dengan cermat menjawab setiap pertanyaan, memberikan penjelasan yang komprehensif serta menawarkan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam penelitian masing-masing peserta. Beliau juga membagikan pengalamannya dalam dunia akademik, memberikan wawasan berharga tentang dinamika publikasi ilmiah di tingkat internasional, serta menyoroti pentingnya kolaborasi dan networking dalam komunitas riset global.

Acara ini mendapat respons yang sangat positif dari para peserta, yang merasa bahwa sesi ini memberikan wawasan mendalam serta keterampilan yang esensial dalam meningkatkan kualitas penelitian mereka. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan mahasiswa Magister dan Doktor di Departemen Teknik Geodesi UGM dapat semakin siap menghadapi tantangan dalam dunia penelitian yang semakin kompetitif. Mereka diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga memiliki dampak signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang geodesi. Workshop ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun budaya akademik yang produktif dan mendukung pengembangan kapasitas peneliti muda di lingkungan universitas.

Charting The Sea – Tantangan Seorang Surveyor dalam Memetakan Laut bersama Pushidros TNI-AL

Kuliah Umum Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 13 Februari 2025 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Charting The Sea – Tantangan Seorang Surveyor dalam Memetakan Laut”. Acara ini menghadirkan Bapak Mohammad Qisthi Amarona, ST, Mtr. Hanla dari Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidros TNI-AL) sebagai pembicara utama. Pak Qisthi, yang merupakan alumni Teknik Geodesi FT UGM, telah berkontribusi besar dalam bidang pemetaan hidrografi dan survei perairan di Indonesia.

Pemberian materi dari Pak Qisthi

Kuliah umum ini berlangsung di ruang kuliah III.4 Departemen Teknik Geodesi FT UGM dari pukul 13.00 hingga 14.40 WIB. Kegiatan ini diwajibkan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Oseanografi Fisis serta terbuka untuk umum. Secara garis besar, kuliah umum ini membahas tiga topik utama, yaitu tantangan teknis dalam pemetaan laut, peran survei kelautan dalam pengembangan wilayah pesisir, serta studi kasus penerapan teknologi geospasial dalam pemetaan laut.

Dalam pemaparannya, Pak Qisthi mengawali dengan sejarah hidrografi di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 1816, Raffles membawa sejumlah surveyor dari Inggris untuk melakukan pemetaan di Indonesia. Kemudian, pada tahun 1821, Belanda mendirikan kantor hidrografi pertama di Batavia, menyadari pentingnya jalur perairan Indonesia, terutama dalam sektor perdagangan. Sejak masa VOC, hidrografi telah memegang peranan yang sangat penting dalam navigasi dan perdagangan.

Selain itu, Pak Qisthi menekankan pentingnya pemahaman terhadap luas wilayah maritim Indonesia. Ia menyoroti bahwa keberadaan Angkatan Laut di batas maritim sangat krusial untuk menjaga kedaulatan negara. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk mencintai profesi mereka sebagai surveyor, agar siap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Salah satu poin utama yang dibahas adalah peran diplomasi dalam penetapan batas maritim, di mana Pak Qisthi berbagi pengalamannya sebagai delegasi dalam berbagai negosiasi batas laut.

Sesi workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung dengan Pak Qisthi mengenai berbagai aspek survei dan pemetaan laut. Beberapa isu menarik dan relevan turut dibahas, seperti konsep pagar laut dan fenomena Segitiga Bermuda. Keaktifan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendalami bidang survei kelautan.

Pemberian Plakat kepada Pak Qishi

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendukung pengembangan akademik mahasiswa, khususnya di bidang hidrografi. Survei hidrografi merupakan salah satu disiplin ilmu dalam Teknik Geodesi yang memiliki prospek karier luas. Mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan sebagian besar wilayahnya berupa perairan, peran surveyor hidrografi menjadi sangat krusial dalam mendukung navigasi, perdagangan, serta pengelolaan sumber daya kelautan.

Acara ini mendapat respons positif dari para peserta yang merasa mendapatkan wawasan berharga untuk meningkatkan keterampilan akademik dan profesional mereka. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk mendalami bidang hidrografi serta berkontribusi dalam pemetaan dan pengelolaan sumber daya maritim Indonesia.

Sesi workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung dengan Pak Qisthi mengenai berbagai aspek survei dan pemetaan laut. Beberapa isu menarik dan relevan turut dibahas, seperti konsep pagar laut dan fenomena Segitiga Bermuda. Keaktifan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendalami bidang survei kelautan.

1…89101112

Agenda

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Berita Terakhir

  • FT UGM Selesaikan Rangkaian Kegiatan Pionir Kesatria 2026
  • Dosen Teknik Geodesi UGM Ikuti Pembekalan OCEAN Traitness untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pembelajaran
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Gelar Pertemuan Orang Tua dan Wali Mahasiswa Baru 2026
  • Semarakkan HUT RI ke-81, Kontingen Departemen Teknik Geodesi Raih Berbagai Juara di Lomba FT UGM
  • Tingkatkan Kemampuan Pemetaan 3D, Departemen Teknik Geodesi FT UGM Gelar Pelatihan Pemodelan 3D LOD 3 untuk Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY