Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 20
Arsip:

Berita

Penelitian Geodesi UGM Dorong Administrasi Pertanahan Berkelanjutan Lewat Integrasi Data

BeritaPenelitian Minggu, 20 April 2025

Yogyakarta, April 2025 – Tim dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Diyono, Heri Sutanta, Muhammad Hidayatul Ummah, Nurrohmat Widjajanti, dan Dedi Atunggal berhasil mempublikasikan penelitian berjudul “Harmonisation of Geospatial Data in the Process Evaluation of Land Utilisation Suitability Based on Cadastral Land Parcel” di International Journal of Geoinformatics, Vol. 21 No. 4, April 2025. Publikasi ini mempertegas kiprah Geodesi UGM dalam riset internasional terkait harmonisasi data spasial untuk sistem administrasi pertanahan modern.

Penelitian ini menyoroti permasalahan tumpang tindih antara peta rencana tata ruang (RDTR) dengan peta bidang tanah kadaster di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan lebih dari 25 persen bidang tanah tercatat dalam dua hingga tiga zona tata ruang yang berbeda, menimbulkan ketidakpastian dalam penetapan pemanfaatan lahan. Dengan memanfaatkan citra UAV beresolusi tinggi dan survei lapangan, tim peneliti melakukan harmonisasi peta spasial melalui pendekatan logika hierarkis sehingga setiap bidang tanah hanya memiliki satu peruntukan tata ruang yang pasti. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam hasil evaluasi kesesuaian lahan sebelum dan sesudah harmonisasi dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Temuan ini menegaskan pentingnya peta bidang tanah yang akurat untuk meningkatkan kualitas rencana tata ruang dan mendukung sistem administrasi pertanahan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa harmonisasi data spasial berbasis bidang tanah dapat meningkatkan konsistensi kebijakan penggunaan lahan, sekaligus mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) serta SDG 16 (Institusi yang Kuat, Perdamaian, dan Keadilan).

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=U-w8I4UAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=U-w8I4UAAAAJ:UHK10RUVsp4C

Syawalan 2025 Teknik Geodesi UGM: Sinergi Spiritualitas dan Kebersamaan Akademik

Berita Rabu, 16 April 2025

Yogyakarta, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara Syawalan Keluarga Besar di Hall Bulaksumur, Hotel UC UGM, Minggu (13/4/2025). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi spiritual pasca-Ramadan bagi sivitas akademika dan keluarga besar Departemen Teknik Geodesi. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta keluarga dan alumni. Dalam suasana penuh kehangatan, para tamu disambut dengan pembagian snack box, iringan musik religi, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Dalam sambutannya, Ketua Departemen Teknik Geodesi, Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, serta pentingnya menjadikan momen Idulfitri sebagai titik balik untuk memperkuat ukhuwah dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Foto bersama dengan keluarga besar Departemen Teknik Geodesi

Puncak acara diisi dengan ceramah oleh KH. A. Syukron Amin, Lc., M.H., yang mengangkat tema “Urgensi dan Korelasi Maghfirah-Rahmah.” Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa maghfirah (ampunan) adalah inti dari berbagai bentuk ibadah, termasuk salat, zikir, dan doa. “Permohonan ampun adalah refleksi keikhlasan dan kerendahan hati seorang hamba. Syawalan bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi bentuk nyata dari ajaran Islam yang menekankan pentingnya memaafkan dan memperbaiki hubungan antarmanusia,” ungkapnya. KH Syukron juga menyoroti pentingnya istilah “melahirkan doa” sebagai bentuk keterlibatan emosional yang lebih dalam dibandingkan sekadar “memanjatkan doa.” Menurutnya, tradisi Halal Bihalal adalah bentuk akulturasi budaya Nusantara dengan nilai-nilai Islam yang luhur—mengandung kedalaman teologis dan spiritual.

Setelah tausiyah dan doa, suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize menarik yang disiapkan oleh panitia. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Syawalan oleh perwakilan peserta, jabat tangan antarhadirin, serta sesi foto bersama. Acara ditutup dengan makan siang bersama dan ramah tamah yang penuh keakraban. Momen ini menjadi ruang pelepas rindu dan perekat hubungan antara generasi dalam keluarga besar Teknik Geodesi. Syawalan kali ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana penguatan nilai-nilai keislaman yang membumi dan relevan di tengah dinamika kehidupan modern. Semangat maghfirah dan rahmah yang diusung diharapkan terus hidup dalam setiap individu yang hadir, tidak hanya selama bulan Syawal, tetapi sepanjang hayat.

Dosen Geodesi UGM Teliti Kesiapsiagaan Sistem Kesehatan dalam Menghadapi Gempa dan Tsunami

BeritaPenelitian Selasa, 25 Maret 2025

Yogyakarta, Maret 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Dr. Cecep Pratama, bersama tim peneliti lintas institusi, mempublikasikan artikel berjudul “Health Disaster Capacity and Preparedness in the Case of Tsunami and Earthquake Disaster” di Texila International Journal of Public Health, Vol. 13 No. 1, 2025. Publikasi ini mempertegas kontribusi akademisi Geodesi UGM dalam riset kebencanaan, khususnya dalam penguatan kapasitas sistem kesehatan menghadapi bencana alam.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman gempa bumi dan tsunami Palu 2018 yang menunjukkan pentingnya peran sistem kesehatan dalam mengurangi risiko, paparan, dan kerentanan masyarakat. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan kuesioner daring untuk menilai kapasitas dan kesiapsiagaan sistem kesehatan. Hasil penelitian menemukan bahwa kapasitas layanan kesehatan, sumber daya manusia, dan pembiayaan masih tergolong rendah, sementara aspek tata kelola, ketersediaan obat, serta kondisi lingkungan masyarakat dinilai tinggi. Untuk kesiapsiagaan, pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dinilai baik, tetapi kemampuan mengurangi keparahan penyakit melalui layanan kesehatan masih rendah.

Temuan ini menegaskan bahwa kapasitas dan kesiapsiagaan kesehatan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami masih relatif rendah sehingga memerlukan penguatan yang lebih menyeluruh. Penelitian ini memberikan rekomendasi peningkatan sumber daya manusia, pembiayaan, serta pelayanan kesehatan berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Riset ini sejalan dengan pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penguatan sistem kesehatan masyarakat di wilayah rawan bencana.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=5YFJgTQAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=5YFJgTQAAAAJ:isC4tDSrTZIC

Geodesi FT UGM Gelar Pelatihan Maptek Point Studio, Tindak Lanjut Hibah dari PT Asaba

Berita Jumat, 14 Maret 2025

Yogyakarta, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pelatihan intensif Maptek Point Studio pada 10–12 Maret 2025 sebagai tindak lanjut dari hibah perangkat lunak yang diberikan oleh PT Asaba. Pelatihan ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kapasitas keilmuan dan kompetensi teknis sivitas akademika dalam pengolahan data geospasial berbasis teknologi laser scanning. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa tingkat akhir yang memiliki minat dalam pengembangan teknologi survei dan pemodelan 3D. Bertempat di laboratorium komputer Teknik Geodesi FT UGM, pelatihan berlangsung selama tiga hari dan dipandu langsung oleh tim ahli dari PT Asaba yang merupakan mitra resmi dari Maptek di Indonesia.

Sesi Pelatihan Maptek Point Studio

Hibah perangkat lunak Maptek Point Studio ini merupakan bagian dari kerja sama antara FT UGM dan PT Asaba dalam mendorong penggunaan teknologi canggih di bidang geodesi dan geospasial. Dengan fitur-fitur unggul seperti pemrosesan data point cloud, analisis deformasi, dan pemodelan geologi, perangkat lunak ini membuka peluang riset dan pembelajaran yang lebih aplikatif. “Kerja sama ini tidak hanya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, tetapi juga mempercepat transfer teknologi dan keahlian di bidang survei spasial berbasis LiDAR,” ujar perwakilan PT Asaba dalam sesi pembukaan.

Materi pelatihan meliputi pengenalan antarmuka perangkat lunak, pemrosesan data hasil laser scanning, teknik registrasi point cloud, serta analisis spasial untuk keperluan pemetaan topografi, pertambangan, dan infrastruktur. Peserta terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, mengingat pentingnya penguasaan teknologi ini dalam dunia kerja dan riset. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kami bisa langsung praktik menggunakan data real dan perangkat lunak yang dipakai di industri,” ungkap salah satu mahasiswa peserta.

Foto bersama pelatihan Maptek Point Studio

Dengan tersedianya lisensi resmi dari Maptek Point Studio, Departemen Teknik Geodesi UGM berharap dapat memperluas integrasi teknologi ini ke dalam kurikulum, praktikum, dan proyek riset mahasiswa. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi awal dari rangkaian kegiatan pengembangan kapasitas SDM dalam pengolahan data spasial berbasis teknologi tinggi. “Ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi tantangan industri 4.0 dan kebutuhan geospasial masa depan,” ungkap dosen pembina laboratorium survei dan pemetaan.

Kontribusi Geodesi UGM dalam Pengembangan Sistem Administrasi Pertanahan yang Tangguh terhadap Ancaman Siber

BeritaPenelitian Sabtu, 22 Februari 2025

Yogyakarta, Februari 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Trias Aditya dan Dr. Purnama Budi Santosa, bersama mahasiswa doctor  dari internasional UGM dari Prancis, mempublikasikan artikel berjudul “Exploring Cyber Threat Intelligence into Land Administration Systems for Enhanced Cyber Resilience”. Artikel ini diterbitkan di Journal of Geographic Information System, Vol. 17 No. 1, Februari 2025. Publikasi ini menegaskan kontribusi Geodesi UGM dalam pengembangan sistem administrasi pertanahan yang lebih tangguh menghadapi ancaman siber.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko serangan siber terhadap Land Administration Systems (LAS) yang mengelola data sensitif kepemilikan tanah dan informasi spasial. Tim peneliti mengeksplorasi integrasi Cyber Threat Intelligence (CTI) untuk meningkatkan ketahanan siber LAS. Dengan menggunakan basis data kerentanan seperti CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) serta kerangka evaluasi CVSS dan EPSS, penelitian ini berhasil mengidentifikasi risiko spesifik yang mengancam LAS serta memberikan rekomendasi mitigasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTI mampu meningkatkan kemampuan deteksi dan respons terhadap ancaman, sekaligus memperkuat aspek strategis, operasional, hingga teknis pada sistem pertanahan digital. Kajian ini sangat relevan dengan upaya digitalisasi layanan publik, terutama dalam mewujudkan sistem pertanahan yang aman, transparan, dan berkelanjutan. Penelitian ini mendukung pencapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh) dengan memperkuat tata kelola pertanahan melalui keamanan siber yang lebih baik.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=oGizjNoAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=oGizjNoAAAAJ:BrmTIyaxlBUC

Dosen Geodesi UGM Teliti Keterkaitan Fluktuasi Air Gambut dan Deformasi Lahan di Kalimantan

BeritaPenelitian Selasa, 18 Februari 2025

Yogyakarta, 17 Februai 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Leni Sophia Heliani dan tim berhasil mempublikasikan artikel internasional berjudul “Spatial correlation between GRACE-based total water level fluctuation and GNSS-derived dilatation rate of peatland area in Kalimantan, Indonesia”. Artikel ini diterbitkan di jurnal bereputasi Applied Geomatics (Springer), 2025 dan menegaskan kiprah akademisi Geodesi UGM dalam riset geospasial untuk pemantauan lingkungan tropis.

Penelitian ini mengkaji hubungan spasial antara fluktuasi muka air tanah gambut yang diukur melalui satelit GRACE (Gravity Recovery and Climate Experiment) dengan laju dilatasi yang dihitung dari pengamatan GNSS. Analisis dilakukan pada kawasan gambut di Kalimantan yang sangat rentan terhadap degradasi hidrologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara penurunan muka air gambut dengan deformasi lahan, sehingga terbukti bahwa perubahan hidrologi gambut dapat terdeteksi secara spasial melalui integrasi data GRACE dan GNSS.

Temuan ini penting karena lahan gambut Indonesia merupakan penyimpan karbon global yang besar dan berperan dalam pengendalian iklim. Kajian ini tidak hanya memperkuat pemahaman ilmiah tentang keterkaitan hidrologi dan deformasi lahan gambut, tetapi juga memberi landasan bagi strategi mitigasi kerusakan ekosistem gambut. Penelitian ini mendukung pencapaian SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan), karena menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk menjaga fungsi ekologis gambut di Indonesia.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=U-w8I4UAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=U-w8I4UAAAAJ:dQ2og3OwTAUC

Dosen Teknik Geodesi UGM Ikut Kembangkan Model Pascagempa Berbasis InSAR dan GNSS untuk Mitigasi Bencana

BeritaPenelitian Sabtu, 15 Februari 2025

Yogyakarta, 14 Februari 2025 – Artikel berjudul “Spatiotemporal postseismic deformation due to the 2018 Palu-Donggala earthquake revealed the relative importance of viscoelastic relaxation and the afterslip distribution estimated from geodetic observations” resmi terbit di Journal of Applied Geodesy yang diterbitkan oleh De Gruyter. Publikasi ini ditulis oleh tim peneliti lintas institusi yang melibatkan Cecep Pratama dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM, bersama lima peneliti lainnya. Kehadiran dosen Geodesi UGM dalam publikasi ini menegaskan kontribusi penting bidang geodesi dalam memahami dinamika pascagempa di Indonesia.

Penelitian ini mengkaji deformasi pascagempa Palu-Donggala 2018 dengan memanfaatkan teknologi Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) serta data Global Navigation Satellite System (GNSS). Analisis menunjukkan bahwa relaksasi viskoelastis kerak bumi memiliki peran besar dalam pergerakan pascagempa, dengan waktu peluruhan optimal sekitar dua tahun setelah peristiwa gempa. Setelah sinyal viskoelastis disubtraksi, tim peneliti berhasil memetakan distribusi afterslip menggunakan metode Steepest Descent Method (SDM) berbasis observasi InSAR 2.5D.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa model afterslip spasial-temporal mampu menjelaskan pergerakan pascagempa dengan tingkat kesesuaian statistik yang baik. Temuan juga mengungkap adanya anomali slip yang tidak menurun, yang kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi tektonik setempat. Studi ini memberikan pemahaman baru tentang mekanisme pascagempa di Sulawesi Tengah dan menjadi acuan penting untuk mitigasi bencana di wilayah rawan gempa serupa di Indonesia.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=5YFJgTQAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=5YFJgTQAAAAJ:bEWYMUwI8FkC

GEOLANDSEA 2025-HARI KEDUA: Sinergi Teknologi Geospasial dan Tata Kelola Maritim dalam Menjawab Tantangan Global

Berita Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 13 Februari 2025 – Konferensi Geo-Land-Sea 2025 hari kedua di Yogyakarta mengkristalkan kolaborasi multidisiplin antara kebijakan maritim, inovasi geospasial, dan kecerdasan buatan untuk tata kelola darat-laut terpadu. Dr. Serene Ho dari University of Melbourne membuka diskusi dengan paparan kritis tentang ancaman perubahan iklim di zona pesisir Asia Timur-Pasifik, di mana 64% wilayahnya terancam kenaikan muka air laut. Data lapangan dari 18 negara menunjukkan bahwa hanya 29% program mitigasi yang secara spesifik menyasar adaptasi pesisir, padahal proyeksi kebutuhan lahan untuk adaptasi di kawasan ini mencapai 94 juta hektar, termasuk 12 juta hektar untuk Indonesia. Studi kasus di Delta Mekong (Vietnam) dan Sabah (Malaysia) mengungkap peran digital twin ekosistem mangrove berbasis sensor IoT dan sistem peringatan dini AI yang mampu memprediksi intrusi air asin dengan akurasi 92%. Dr. Ho menegaskan, “Integrasi data satelit resolusi tinggi dengan model hidrodinamika menjadi kunci pembuatan kebijakan adaptasi berbasis bukti.”

Dr Serene Ho memberika materi yang menjadi topik di Geolandsea

Di ranah hukum maritim, Dr. I Made Andi Arsana (UGM) memetakan kompleksitas batas ZEE Indonesia-Vietnam-Philipina di Laut China Selatan melalui visualisasi 3D interaktif. Dengan merujuk Pasal 76 UNCLOS 1982, ia menekankan pentingnya diplomasi berbasis data geospasial untuk mengatasi klaim tumpang-tindih di 7 titik panas geopolitik. “Pemetaan batas maritim harus mempertimbangkan dinamika geologi dasar laut, bukan sekadar koordinat permukaan,” tegasnya. Dr. Zaki Mubarok (KKP) melengkapi dengan analisis kebijakan blue economy, mengungkap bahwa dari 138 regulasi kelautan Indonesia, hanya 4 dokumen yang secara eksplisit terintegrasi dengan SDGs. Kritik tajamnya menyasar praktik sea grabbing oleh korporasi yang mengklaim 1,2 juta hektar perairan Indonesia melalui interpretasi sepihak atas Pasal 33 UUD 1945.

Revolusi teknologi geospasial menjadi poros sesi teknis. Dr. Ruli Andaru (UGM) mempresentasikan perbandingan akurasi empat metode pemetaan survei definisi tinggi (High-Definition Survey/ HDS) untuk pembentukan model urban 3D, yakni: (1) LIDAR, metode ini memiliki presisi dan akurasi geometri paling tinggi dibanding metode lainnya, namun masih terdapat beberapa bagian fasad bangunan yang tidak ter-scan dengan lengkap; (2) Foto verikal unggul di area terbuka dengan efisiensi biaya 40% lebih rendah, lebih efisien, murah, praktis, dan cepat digunakan, namun hasilnya tidak begitu akurat, begitu pula model 3D yang dihasilkannya; (3) SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) menunjukkan hasil yang luar biasa realistis, dimana point cloud scan SLAM mencapai 10 kali lebih rapat dibandingkan hasil LiDAR, namun, data ini sangatlah berat dan hanya mampu scan bagian fasad saja tanpa adanya atap ataupn bagian lain; (4) Foto oblique menghasilkan point cloud yang paling lengkap diantara yang lainnya namun cara dan waktu pengolahannya menjadi sebuah tantangan. Inovasi juga datang dari Dr. Muhammad Imzan bin Hassan (UTM Malaysia) dengan 4D Marine Cadastre – sistem kadaster maritim yang mengintegrasikan data pasang-surut, sedimentasi, dan perubahan garis pantai temporal. “Dengan memadukan data GNSS CORS, batimetri multibeam, dan model Machine Learning, sistem ini mampu memprediksi pergeseran batas laut 5 tahun ke depan dengan kesalahan <1 meter,” paparnya.

Diskusi terbuka antar ahli terkait manajemen darat dan laut di dunia

Kecerdasan buatan dan blockchain menjadi game-changer dalam tata kelola aset maritim. Bagus Imam Darmawan (MAPID) mendemonstrasikan platform AI mereka yang mengolah 700 parameter geospasial – mulai dari kedalaman air, jarak dari pelabuhan, hingga frekuensi badai – untuk memprediksi nilai properti pesisir. “Di Pangandaran, sistem ini membantu pemerintah meningkatkan penerimaan pajak bumi-bangunan laut dari Rp12 miliar ke Rp22 miliar per tahun dengan akurasi 89%,” ungkapnya. Benny Emor (Geosquare) memperkenalkan sistem kadaster digital berbasis blockchain Hyperledger yang mencatat 12.000 transaksi tanah maritim di Kepulauan Riau tanpa insiden pemalsuan. Di sisi infrastruktur, Dedi Atunggal (UGM) meluncurkan aplikasi Positioning Infrastructure Recommender berbasis Android yang menggunakan algoritma klastering untuk merekomendasikan stasiun GNSS terdekat berdasarkan kualitas sinyal, dilengkapi peta akurasi posisi real-time di seluruh Indonesia. Beliau meluncurkan aplikasi Positioning Infrastructure Recommender yang terhubung dengan 258 stasiun GNSS Indonesia, menggunakan algoritma DBSCAN untuk mengklaster kualitas sinyal real-time. “Pengguna di Merauke bisa langsung terhubung ke stasiun CORS terdekat dengan latency <50 ms, mengurangi kesalahan posisi dari 10 meter ke 2 centimeter,” jelasnya.

Foto bersama antar ahli terkait manajemen darat dan laut di dunia

Workshop secara resmi ditutup oleh Ketua Panitia, Dr. I Made Andi Arsana, yang dalam closing remark-nya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pembicara, peserta, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara Geo-Land-SEA 2025. Ia menekankan bahwa diskusi dan pemaparan dalam workshop ini telah membuka wawasan baru serta memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang geospasial dan ekonomi biru. Dr. Andi Arsana juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi yang telah terjalin dalam forum ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berkembang melalui riset, inovasi, dan implementasi kebijakan yang berkelanjutan.

GEOLANDSEA 2025 HARI PERTAMA: Transformasi Digital Geospasial Kunci Integrasi Tata Kelola Darat-Laut

Berita Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 12 Februari 2025 — Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengawali konferensi internasional Geo-Land-Sea 2025 dengan fokus pada revolusi digital dalam sains data geospasial. Acara yang diikuti 40 peserta luring dan 60 daring ini menghadirkan pakar global untuk menjawab kompleksitas tata ruang terintegrasi di negara kepulauan.

Dekan DTGD UGM, Prof. Selo, dalam sambutannya menegaskan, “Integrasi data darat-laut melalui teknologi mutakhir bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan krusial untuk ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pemerataan pembangunan.” Pernyataan ini diamini Ketua Panitia Dr. I Made Andi Arsana yang menyebut konferensi ini sebagai “laboratorium ide untuk menyinkronkan kebijakan publik dengan inovasi geospasial.”

Puncak acara hari pertama diisi empat keynote speaker internasional. Prof. Walter de Vries dari Technical University of Munich (TUM) memaparkan konsep “Smart Sea Fence” — sistem pemantauan maritim berbasis kecerdasan buatan yang mampu memprediksi perubahan garis pantai secara real-time. “Teknologi ini telah diujicoba di Delta Mekong dan siap diadaptasi untuk pantai Indonesia yang dinamis,” jelasnya.

Pemaparan materi dari Prof Trias Aditya

Prof. Christoph Claramunt dari Naval West France Univ memperkenalkan prototipe “Digital Twin Samudra”, model virtual yang mensimulasikan interaksi arus laut, sedimentasi, dan dampak perubahan iklim. “Laut bukan sekadar hamparan air, tetapi ruang hidup kompleks yang membutuhkan pemodelan multidimensi,” tegasnya. Sementara Prof. Trias Aditya (UGM) mendemonstrasikan sistem kadaster augmented reality (AR) yang memvisualisasikan batas tanah 3D melalui gawai, terobosan yang disebutnya “revolusi partisipatif dalam resolusi sengketa lahan.”
Isu teknis sistem referensi vertikal diangkat Prof. Leni Sophia Heliani melalui “Geoid2020”, standar tinggi terpadu untuk menyelaraskan data topografi darat dan batimetri laut. “Konsistensi referensi geospasial ini krusial untuk infrastruktur strategis seperti tol laut dan tanggul raksasa,” paparnya.

Diskusi sesi siang membahas implementasi industri

Sesi siang menyoroti implementasi industri. Yantisa Akhadi, Data Scientist GoTo, membagikan algoritma K-Means untuk mengoptimasi 45 juta transaksi harian dengan analisis klaster lokasi pengguna. “Akurasi titik layanan meningkat 92% berhasil tekan biaya logistik,” ujarnya. Dr. Rizqi Abdulharis (ITB) melengkapi dengan studi kasus tata kelola terintegrasi 3R (Hak, Pembatasan, Tanggung Jawab) di Kepulauan Maluku.

Acara ditutup dengan ekshibisi teknologi AR untuk pemetaan partisipatif dan gala dinner berbahan seafood berkelanjutan. Hari kedua akan fokus pada kebijakan blue economy dan aplikasi AI dalam valuasi aset maritim, mengusung tema “Governance of Land-Sea Resources & Geospatial Technology”.

Kontribusi UGM dalam Inovasi Pemetaan Nasional Lewat Teknologi Penginderaan Jauh Radar

BeritaPenelitian Minggu, 9 Februari 2025

Yogyakarta, 7 Februari 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Catur Aries Rokhmana, bersama tim penulis Akbar dan Johan Ariyantoni, berhasil mempublikasikan artikel berjudul “Analysis of Sentinel-1 SAR Image Polarization Combination for Updating Land Cover Map” di AIP Conference Proceedings, Vol. 3120, 030012 (2025). Publikasi ini mempertegas kontribusi Geodesi UGM dalam pemanfaatan teknologi penginderaan jauh radar untuk memperbarui peta tematik nasional.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembaruan data pada peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1:50.000, terutama tema tutupan lahan yang sering tertinggal dari kondisi lapangan. Dengan kondisi Indonesia yang sering tertutup awan, pemanfaatan citra radar Sentinel-1 SAR menjadi solusi efektif. Studi ini mengevaluasi enam skema kombinasi polarisasi, di antaranya (VV, VH, VV), (VV, VH, VV-VH), hingga kombinasi turunan lain yang mengolah nilai backscatter untuk objek berbeda. Hasil evaluasi di wilayah perbukitan menunjukkan bahwa kombinasi VV, VH, dan VV-VH menghasilkan klasifikasi terbaik dalam pemetaan tematik.

Temuan ini menunjukkan potensi besar penggunaan data Sentinel-1 SAR untuk memperbarui peta RBI, khususnya tema tutupan lahan, secara lebih cepat dan andal dibanding metode konvensional. Dengan pembaruan data yang lebih akurat, kebijakan tata ruang dan pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara tepat sasaran. Penelitian ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui peningkatan kualitas data spasial yang menjadi dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=Z5OOseEAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=Z5OOseEAAAAJ:uWQEDVKXjbEC

1…1819202122…25

Agenda

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Berita Terakhir

  • KATDESI Inspirasi Mahasiswa Baru DTGD UGM Melalui Talkshow Karier dan Penguatan Jejaring Alumni
  • Wisuda Periode IV TA 2025/2026, Teknik Geodesi FT UGM Meluluskan 57 Sarjana Baru
  • Info Day Teknik Geodesi UGM Bekali Mahasiswa Baru S1 dan S2 dengan Pengenalan Program Studi dan Perkuliahan
  • Pelatihan Pembuatan Model 3D LOD 3 Departemen Teknik Geodesi FT UGM Resmi Selesai
  • FT UGM Selesaikan Rangkaian Kegiatan Pionir Kesatria 2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY