Yogyakarta, 28 September 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., menjadi pembicara dalam China (Hainan) – ASEAN 2026 Think Tank Forum yang diselenggarakan di Haikou, Hainan, Tiongkok, pada 16–17 September 2026. Forum ini mempertemukan akademisi dan pakar dari berbagai lembaga di China dan negara-negara ASEAN untuk membahas peluang kerja sama maritim di kawasan.
Dalam Session 2: “New Forms of China-ASEAN Maritime Industry and Cultivation of New Quality Maritime Productive Forces”, Andi Arsana menyampaikan perspektif mengenai pentingnya fondasi geospasial dalam pengembangan ekonomi biru dan kerja sama maritim. Ia menekankan bahwa aktivitas ekonomi, infrastruktur, sumber daya, yurisdiksi, serta kepentingan berbagai pihak di laut memiliki dimensi spasial sehingga membutuhkan informasi geospasial yang dapat dipahami dan digunakan secara bersama.
Pembahasan juga menghubungkan teknologi geospasial dengan aspek hukum laut dan tata kelola. Peta dan informasi geospasial tidak hanya berfungsi sebagai produk teknis, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun pemahaman bersama, meningkatkan transparansi, mendukung perencanaan, serta menjembatani ketentuan hukum dengan aktivitas ekonomi di laut. Pendekatan tersebut dinilai relevan dalam mendukung pengembangan ekonomi biru yang lebih terukur, aman, dan kolaboratif dalam konteks ASEAN-China.
Selain menjadi pembicara, Andi Arsana mengikuti diskusi bersama para pembicara dan peserta mengenai perkembangan industri maritim, teknologi, energi laut, tata kelola, serta peluang kerja sama ASEAN-China. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan pengalaman dan keahlian UGM dalam aspek geospasial, hukum laut, dan batas maritim.

Partisipasi UGM dalam forum yang diinisiasi oleh ational Institute for South China Sea Studies (NISCSS) tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik antara UGM dan lembaga-lembaga akademik serta think tank di kawasan ASEAN-China. Ke depan, kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan riset dan publikasi bersama, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi akademik dalam isu geomatika, hukum laut, batas maritim, ekonomi biru, dan tata kelola maritim.
Kegiatan ini turut memperkaya perspektif akademik mengenai keterkaitan antara industri maritim, teknologi, ekonomi biru, informasi geospasial, dan tata kelola laut. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum tersebut selanjutnya akan didiseminasikan kepada sivitas akademika, khususnya untuk mendukung kegiatan pengajaran dan penelitian di Departemen Teknik Geodesi FT UGM.