Yogyakarta, 13 Juli 2026 — Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyajikan mini museum koleksi instrumen survei dan geodesi yang berlokasi di lingkungan gedung departemen. Museum ini menjadi ruang edukasi sekaligus pengarsipan sejarah perkembangan teknologi pengukuran yang telah melewati perjalanan lebih dari satu abad.

Dengan mengusung tema “A Legacy of Accuracy and Precision”, museum ini menampilkan puluhan koleksi alat ukur dari berbagai era, mulai dari instrumen optik mekanik awal abad ke-20 hingga total station elektronik generasi pertama yang menandai era modern survei. Koleksi tersebut ditata rapi dalam lemari kaca berlapis dengan pencahayaan khusus, menciptakan suasana yang representatif dan informatif bagi setiap pengunjung.
Di antara koleksi yang dipamerkan, terdapat Keuffel & Esser Survey Theodolite buatan tahun 1923 — salah satu artefak tertua dalam koleksi museum. Alat produksi Keuffel & Esser Co., Amerika Serikat, ini merupakan instrumen ukur sudut optik presisi yang digunakan secara luas antara tahun 1920 hingga 1940 untuk keperluan survei topografi, pemetaan kadaster, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan jaringan rel kereta api. Instrumen seratus tahun itu menjadi saksi bisu era ketika pengukuran presisi masih sepenuhnya bersandar pada mekanik dan keterampilan tangan surveyor.
Selain itu, koleksi museum juga memuat sejumlah instrumen ikonik lainnya, antara lain Sokkisha SET2 Total Station — total station elektronik generasi awal buatan Sokkisha Co., Ltd. Jepang yang mulai digunakan pada akhir 1980-an dan menjadi simbol transisi dari survei optik manual menuju sistem pengukuran berbasis elektronik. Ada pula Wild Heerbrugg GZM 3 Targets, target optik reflektif produksi Wild Heerbrugg Swiss yang banyak dipakai pada pekerjaan triangulasi dan poligon era 1960–1980-an.
Ragam koleksi lain yang turut dipajang meliputi Tokyo Kogaku Topcon AG-2, Ushikata S28 Surveying Compass, Sokkisha B2 Automatic Survey Level, Sokkisha TM-10C Optical Theodolite, Theodolite with Boussole Tranche Montagne Knox & Shain, Autolevelling Fennel Kassel M3, Carl Zeiss Ni 3, Sokkisha SDM3C, Wild Heerbrugg T2, Wild NA2 Engineers Level, serta sejumlah instrumen bersejarah lainnya dari pabrikan ternama seperti Carl Zeiss Jena, Pentax, dan American Paulin System. Keseluruhan koleksi ini mencakup rentang waktu produksi dari pertengahan abad ke-19 hingga era digital awal, merepresentasikan lompatan teknologi yang luar biasa dalam dunia survei dan geodesi.
Keberadaan museum ini dinilai sebagai langkah strategis Departemen Teknik Geodesi dalam melestarikan warisan intelektual dan teknologi di bidang pengukuran. Bagi mahasiswa, koleksi ini menjadi referensi visual yang hidup untuk memahami evolusi instrumen geodesi yang selama ini hanya dikenal melalui literatur. Museum mini ini dapat dikunjungi oleh sivitas akademika yang ingin mengenal lebih dekat sejarah perkembangan ilmu dan teknologi geodesi di Indonesia. Kehadirannya sekaligus memperkuat posisi Departemen Teknik Geodesi FT UGM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi ke depan, tetapi juga menghargai warisan ilmu pengetahuan yang telah meletakkan dasar bagi kemajuan dunia survei dan pemetaan modern.