Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

geodesi

Geo-AI Twinverse Departemen Teknik Geodesi UGM Sambut Kunjungan Pascasarjana UNDIP dalam Sharing Session Digital Twin

Berita Kamis, 16 April 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menjadi tuan rumah bagi rombongan Pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam acara Sharing Session Digital Twin yang berlangsung pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini mempertemukan Geo-AI Twinverse (GeoAIT) Research Team dengan delapan perwakilan Pascasarjana UNDIP untuk mendiskusikan perkembangan teknologi pemodelan digital terkini. Acara diawali dengan pemaparan profil kelompok riset GeoAIT yang mencakup pengenalan tim, fokus riset, produk riset, hingga proyek-proyek unggulan yang telah dihasilkan.

Dalam sesi demonstrasi proyek, tim GeoAIT menampilkan berbagai inovasi digital twin yang telah dikembangkan untuk berbagai keperluan strategis. Beberapa di antaranya meliputi Digital Twin Gunung Berapi untuk pemantauan aktivitas secara time series, pemodelan tata ruang 3D melalui Digital Twin FT UGM dan Jakarta Geotwinverse, hingga sistem pemantauan area kehutanan melalui Digital Twin Hutan Wanagama. Demonstrasi ini memicu diskusi mendalam mengenai potensi implementasi teknologi digital twin di sektor-sektor spesifik, seperti penerapan teknik digital twin untuk area bawah laut di sektor kelautan, optimasi operasional di sektor pertambangan, hingga eksplorasi pemanfaatannya dalam bidang kriptografi.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, diikuti dengan prosesi penyerahan cenderamata dan foto bersama sebagai simbol sinergi antarperguruan tinggi. Sebelum acara resmi ditutup pada pukul 13.00 WIB, seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan ke Gedung Engineering Research & Innovation Center (ERIC) FT UGM untuk melihat langsung fasilitas riset dan inovasi yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kedua institusi dapat semakin memperkuat pemanfaatan teknologi geospasial cerdas dalam menjawab tantangan kompleks di masa depan.

Syawalan Keluarga Besar Teknik Geodesi UGM 1447 H (Momentum Syukuri Transformasi Departemen)

Berita Minggu, 12 April 2026

Yogyakarta, 11 April 2026 – Suasana kekeluargaan menyelimuti lingkungan Departemen Teknik Geodesi FT UGM pada Sabtu (11/4/2026). Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, agenda Syawalan Keluarga Besar kali ini sengaja dipusatkan langsung di departemen guna mempererat kembali ikatan emosional antarlintas generasi, mulai dari purnakarya hingga staf aktif.

Ketua Departemen Teknik Geodesi UGM, Prof. Trias Aditya, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di rumah sendiri ini merupakan bentuk syukur atas tuntasnya berbagai renovasi fasilitas departemen. Dalam sambutannya, beliau mengajak para purnakarya untuk melihat langsung wajah baru kampus serta memaparkan rencana strategis pembangunan gedung baru yang akan berlokasi di sisi utara sekretariat KMTG (Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi).

Acara inti diisi dengan Hikmah Syawalan oleh Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt., yang mengupas tema tentang menjaga diri dari kebangkrutan di akhirat. Sebagai akademisi dengan capaian skor SINTA yang menakjubkan, Prof. Abdul Rohman juga menyisipkan pesan motivasi bagi para dosen kolega untuk tetap produktif dalam memublikasikan karya ilmiah.

Momentum syawalan kali ini juga ditandai dengan perubahan tradisi pada prosesi ikrar. Jika biasanya dilakukan dengan jabat tangan fisik, kali ini seluruh hadirin bersama-sama mengucapkan ikrar saling memaafkan secara lisan dalam suasana yang tetap khidmat. Dipimpin oleh Dr. Bambang Kun Cahyono, prosesi ini menjadi simbol harmonisasi keluarga besar Geodesi. Kegiatan pun ditutup dengan pembagian berbagai doorprize menarik dan ramah tamah sembari menikmati hidangan yang telah disediakan.

Urgensi Informasi Geospasial untuk Kedaulatan NKRI: ITB dan BIG Gelar FGD Strategis di Jakarta

Berita Jumat, 10 April 2026

Pusat Analisis dan Penerapan Geospasial (CENAGO) Institut Teknologi Bandung, bekerja sama dengan Kedeputian Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kupas Tuntas Urgensi Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam, Keamanan Negara, dan Penanggulangan Bencana di Wilayah NKRI”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan. Forum ini bertujuan untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, seperti masih banyaknya sengketa batas wilayah, tumpang tindih lahan, hingga praktik ilegal di sektor pertambangan dan kehutanan yang terjadi akibat belum optimalnya penyelenggaraan informasi geospasial yang akurat dan mutakhir di Indonesia.

Acara yang dibuka dengan sambutan dari Kepala CENAGO ITB, Dr. Ir. Wedyanto Kuntjoro, M.Sc., menghadirkan rangkaian pembicara ahli, termasuk Rektor ITB yang memaparkan peran teknologi menuju Indonesia Emas 2045 serta para deputi dari BIG, ATR/BPN, BIN, dan BMKG. Selain dihadiri oleh pejabat kementerian dan lembaga tinggi negara, kegiatan ini juga diikuti oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Departemen Teknik Geodesi UGM turut hadir memberikan kontribusi pemikiran yang diwakili oleh Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., yang juga merupakan dosen di departemen tersebut.

Melalui diskusi ini, para peserta menekankan bahwa informasi geospasial merupakan instrumen vital—layaknya papan catur dalam permainan catur—yang menentukan ketepatan, efektivitas, dan efisiensi berbagai program pemerintah. FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk dorongan untuk pembenahan tata kelola, peningkatan anggaran, serta penguatan kapasitas SDM di bidang geospasial. Salah satu solusi cepat yang diusulkan adalah pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Informasi Geospasial guna mengatasi hambatan ruang yang selama ini mengganggu upaya perwujudan kemakmuran masyarakat Indonesia.

Prestasi Internasional Mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Geospatial Challenge melalui Inovasi AI untuk Pemodelan 3D dan Penilaian Potensi Energi Surya

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 31 Maret 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Indonesia dalam ajang ASEAN Geospatial Challenge (AGC) melalui inovasi bertajuk AI-Based 3D Modeling for Rooftop Photovoltaic Potential Assessment and Property Tax Valuation. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi tingkat internasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik di bidang geospasial dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

Keikutsertaan dalam kompetisi ini berawal dari keberhasilan tim dalam menjuarai seleksi tingkat nasional yang diselenggarakan sebelumnya. Setelah dinyatakan lolos sebagai salah satu dari dua tim perwakilan Indonesia, tim kemudian mempersiapkan diri untuk tahap internasional yang diselenggarakan pada Februari. Setiap negara ASEAN hanya mengirimkan dua tim terbaiknya, sehingga kompetisi berlangsung sangat kompetitif dengan peserta yang memiliki latar belakang keahlian geospasial, kecerdasan buatan, dan analisis data spasial.

Persiapan menuju tahap internasional dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Dalam periode tersebut, tim berfokus pada penyempurnaan model, penguatan metodologi berbasis Artificial Intelligence, serta peningkatan kualitas visualisasi model 3D untuk mendukung analisis potensi panel surya atap dan estimasi nilai properti berbasis data spasial. Selain aspek teknis, tim juga mempersiapkan strategi presentasi untuk menghadapi dewan juri internasional yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi profesional di bidang geospasial.

Presentasi final menjadi momen penting yang menentukan hasil kompetisi. Dalam sesi tersebut, tim memaparkan inovasi yang mengintegrasikan teknologi pemodelan 3D berbasis AI dengan analisis potensi energi terbarukan serta valuasi properti yang berkelanjutan. Inovasi ini dinilai memiliki nilai kebaruan serta relevansi yang tinggi terhadap isu pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pemanfaatan energi bersih dan optimalisasi data geospasial untuk pengambilan keputusan.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri internasional, tim berhasil meraih Distinction Award, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi geospasial karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Puncak penghargaan dilaksanakan pada 31 Maret dalam rangkaian acara Geo-Connect Asia, di mana para pemenang juga mendapatkan kesempatan untuk kembali mempresentasikan hasil inovasinya di hadapan audiens internasional. Acara penganugerahan penghargaan tersebut dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Kementerian Hukum dan Sosial Singapura sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi inovasi geospasial bagi masa depan kawasan ASEAN.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi geospasial di tingkat internasional.

Dukung Re-desain Masterplan, Departemen Teknik Geodesi Serahkan Peta Topografi Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang

Berita Senin, 16 Maret 2026

Departemen Teknik Geodesi secara resmi menyerahkan hasil Program Hibah Pengabdian Masyarakat berupa Peta Topografi Kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Karang Pramuka Kaliurang, Kecamatan Pakem, Sleman pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., dengan melibatkan kolaborasi intensif antara dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan. Penyerahan data spasial ini merupakan langkah krusial dalam mendukung rencana Kwartir Daerah (Kwarda) DIY untuk menyusun ulang rencana pemanfaatan kawasan tersebut. Mengingat masterplan lama yang disusun pada tahun 2016 sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan saat ini, penyediaan peta topografi yang akurat menjadi fondasi utama bagi penyusunan masterplan baru yang lebih modern dan fungsional.

Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh visi Kwarda DIY untuk mengoptimalkan kawasan Buper sebagai sarana pembinaan generasi muda melalui kepramukaan, sekaligus sebagai area pendidikan, sosial, rekreasi, dan penguatan ekonomi lokal bagi masyarakat luas. Keberhasilan penyusunan masterplan serupa pada Buper Taman Tunas Wiguna Babarsari tahun 2024 lalu menjadi acuan penting bahwa sinergi antara keahlian teknis dan kebutuhan lapangan sangat diperlukan. Melalui penerapan teknologi tepat guna dalam pemetaan topografi, tim Departemen Teknik Geodesi menyediakan data dasar yang detail untuk memastikan setiap jengkal lahan di Karang Pramuka Kaliurang dapat didesain secara optimal oleh para perencana wilayah dan arsitek.

Ditinjau dari perspektif global, kegiatan ini selaras dengan komitmen Center of Excellence pada bidang Hazard and Risk Management, khususnya dalam mitigasi bencana dan pengurangan risiko di kawasan pegunungan. Selain itu, program ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs 11 mengenai pengembangan permukiman yang berkelanjutan serta SDGs 17 melalui kemitraan strategis antara institusi pendidikan dan organisasi kepanduan. Dengan tersedianya data topografi terbaru ini, masyarakat diharapkan dapat memetik manfaat jangka panjang dari pengembangan kawasan Buper Karang Pramuka, baik sebagai destinasi pariwisata edukatif maupun pusat kegiatan sosial yang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal di wilayah Sleman.

Optimalkan Pelayanan Digital, Departemen Teknik Geodesi Serahkan Infografis Spasial Berbasis UAV ke Desa Beluk

Berita Senin, 9 Maret 2026

Departemen Teknik Geodesi secara resmi menyerahkan hasil Program Hibah Pengabdian Masyarakat kepada Pemerintah Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU., dengan melibatkan kolaborasi aktif dari unsur dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan Departemen Teknik Geodesi. Fokus utama dari pengabdian ini adalah pembuatan infografis berbasis peta desa yang disusun melalui hasil pemotretan udara menggunakan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret atas keterbatasan visualisasi data wilayah yang selama ini dialami oleh Desa Beluk dalam mengelola keterbukaan informasi publik.

Selama ini, meskipun Desa Beluk telah memiliki situs web resmi, fitur visual berbasis spasial yang menggambarkan struktur dan karakteristik wilayah belum tersedia secara optimal. Ketiadaan data dasar yang lengkap, seperti peta pembagian dusun, tata guna lahan, serta sebaran fasilitas umum, menyebabkan informasi yang ditampilkan bersifat umum dan kurang representatif. Melalui inisiatif yang dipimpin oleh Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa dan tim, teknologi tepat guna diterapkan untuk menghasilkan data spasial terkini yang akurat. Integrasi data hasil pemotretan UAV ke dalam platform digital desa ini bertujuan agar website desa tidak lagi terbatas pada urusan administratif, melainkan mampu mendukung perencanaan pembangunan, dokumentasi aset, hingga promosi potensi wilayah secara lebih efektif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Center of Excellence dalam mewujudkan lingkungan perdesaan yang berkelanjutan (Sustainable rural environment). Selain itu, sinergi antara tim akademisi dan perangkat desa ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan serta SDGs 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan diserahkannya hasil infografis ini, diharapkan aparat Desa Beluk dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi informasi melalui visualisasi wilayah yang modern dan informatif bagi seluruh masyarakat luas.

Berjaya di Nasional, Mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM Wakili Indonesia di Panggung ASEAN

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 3 Maret 2026

Empat mahasiswa/i Magister Teknik Geomatika UGM membuktikan kepiawaiannya dengan menjuarai lomba di tingkat nasional. Karenanya, keempatnya kini mewakili Indonesia untuk ajang yang sama di Tingkat ASEAN. Adalah Mohammad Zulfi R. Putra, Najieda Azka, Raffi Satya Nugraha, dan Salzabila Enzal Putri, empat mahasiswa S2 fast track (jalur cepat) yang mengikuti lomba bertajuk ASEAN Geospatial Challenges (AGC) mulai tahun 2025 dan dilanjutkan di tahun 2026. Keempatnya tergabung dalam kelompok yang menamakan dirinya GEOSPECTERA.

Ajang kompetisi AGC ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap nasional dan tahap regional ASEAN. Keempat mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM mengusung tema pemodelan tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan untuk asesmen atap bangunan untuk kepentingan valuasi pajak bangunan dan penghitungan potensi pembangkit Listrik tenaga surya. Dalam Bahasa Inggris, judul karya mereka adalah “AI-Based 3D Modeling for Rooftop Photovoltaic Potential Assessment and Property Tax Valuation”.

Ketika ditanya soal inovasi yang ditawarkan, mereka menjawab bahwa pada dasarnya yang mereka lakukan adalah melakukan identifikasi jenis atap bangunan melalui citra satelit secara otomatis dengan bantuan kecerdasan buatan. Secara teknis, yang mereka lakukan adalah segmentasi dan klasifikasi. Singkatnya, dengan pendekatan yang mereka kembangkan, dapat dihasilkan informasi jenis atap bangunan secara cepat dan dengan akurasi yang memadai. Keberhasilan mengidentifikasi atap bangunan ini merupakan hal penting yang kemudian diterapkan untuk berbagai aplikasi. Dalam hal ini, mereka menggunakannya untuk asesmen valuasi pajak bangunan dan menghitung potensi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya.

Juri di level nasional melihat gagasan keempat mahasiswa ini cukup menjanjikan dan mengganjar mereka sebagai jawara. Presentasi mereka pada tanggal 1 Desember 2025 secara daring mengantar mereka menjadi pemenang setelah berhasil mengungguli sembilan finalis lainnya. Dari sepuluh kelompok peserta, panitia nasional memutuskan untuk menunjuk dua kelompok yaitu Geospectera dan satu kelompok lain untuk mewakili Indonesia di Tingkat ASEAN.

Suasana berlatih mandiri sebelum pelaksanaan paparan final

Di Tingkat nasional, penghargaan atas prestasi mereka diberikan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada tanggal 19 Desember 2025. Dalam pemberian apresiasi tersebut, pihak BIG selaku panitia nasional memberikan arahan dan harapan agar mahasiswa UGM ini berjuang secara maksimal. Sejak itu, keempatnya menyiapkan diri dengan baik untuk tampil di panggung ASEAN. Fokus persiapannya adalah pemaparan gagasan secara baik dalam waktu yang terbatas. Selama persiapan, mereka didampingi oleh dosen sekaligus Kaprodi Magister Teknik Geomatika, Dr. I Made Andi Arsana. Mereka melakukan latihan intensif berkali-kali sampai mereka merasa nyaman dan siap untuk tampil. Selain latihan mandiri, mereka juga menyajikan gagasan mereka pada sebuah forum yang diprakarsai Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM.

Pada tanggal 11 Februari 2026, mereka tampil dengan persiapan matang lewat ajang yang dilaksanakan secara daring. Sebagai bentuk dukungan selain berupa pembimbingan, Departemen Teknik Geodesi menyediakan ruangan khusus untuk mereka bisa melakukan presentasi dengan nyaman. Proses berjalan lancar, keempatnya telah melakukan yang terbaik. Kini mereka menunggu hasilnya. Mari kita doakan agar mereka menjadi yang terbaik di panggung ASEAN.

Asah Kompetensi Lapangan, 149 Mahasiswa Teknik Geodesi UGM Ikuti Kemah Kerja 2026 di Bayat

BeritaKegiatan Mahasiswa Kamis, 22 Januari 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kegiatan akademik Kemah Kerja sebagai ajang aplikasi praktis bagi para mahasiswa. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 149 mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Geodesi angkatan 2023 terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan pemetaan terintegrasi di wilayah Bayat, Kabupaten Klaten. Selama kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 16 Januari 2026 tersebut, para mahasiswa menginap dan memusatkan aktivitasnya di Stasiun Lapangan Geologi “Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro”. Untuk memastikan akurasi teknis dan pencapaian target kurikulum, setiap harinya terdapat delapan dosen pembimbing lapangan (DPL) yang melakukan pendampingan intensif serta pengawasan langsung di lokasi pengukuran.

Rangkaian kegiatan teknis yang dilakukan meliputi berbagai tahapan survei modern yang menjadi standar kompetensi mahasiswa, dimulai dari pengolahan data GNSS/GPS metode statik untuk penentuan Ground Control Point (GCP) sebagai kerangka acuan dasar pemetaan. Selanjutnya, para mahasiswa melakukan pemetaan situasi dan topografi secara mendetail guna mempraktikkan teori penyajian gambaran relief serta fitur bumi yang akurat. Sebagai bagian dari tugas akademik, mahasiswa juga mengolah hasil pengukuran tersebut ke dalam bentuk produk akhir berupa infografis peta desa dan penyusunan data spasial sebagai syarat pemenuhan mata kuliah terkait.

Kemah Kerja ini dirancang khusus untuk mengasah kemampuan teknis mahasiswa dalam mengoperasikan alat survei mutakhir, sekaligus melatih manajemen proyek dan kerja sama tim dalam menghadapi tantangan medan yang nyata. Melalui integrasi antara data lapangan dan pengolahan digital, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman kerja profesional yang komprehensif sebelum menyelesaikan studi mereka. Seluruh rangkaian kegiatan selama dua pekan ini menjadi bekal teknis utama bagi para mahasiswa untuk memperkuat keahlian mereka sebagai calon surveyor yang kompeten di masa depan.

Workshop Masterclass Series: Meningkatkan Kemampuan Penulisan dan Presentasi Ilmiah Mahasiswa Teknik Geodesi bersama Prof. Christophe Claramunt

Kuliah Umum Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 14 Februari 2025 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) melanjutkan kembali sesi Masterclass Series. Kali ini, topik yang diangkat adalah “How to make an excellent seminar… and how to write an excellent research paper” yang dibawakan oleh Prof. Christophe Claramunt, dari Naval Academy Research Institute, France & Postgraduate School for Blue Planet. Prof. Christophe merupakan akademisi dengan reputasi internasional di bidang GIS dan Geomatics Engineering. Acara ini berlangsung di ruang III.5, Departemen Teknik Geodesi FT UGM, diikuti oleh 27 peserta mahasiswa Magister dan Doktor Teknik Geomatika FT UGM.

Sesi Masterclass ini merupakan sesi kedua, yang sebelumnya diawali oleh Prof. Walter Timo de Vries dari TUM yang menyampaikan terkait penulisan dan presentasi ilmiah. Pada topik kedua, Prof. Christophe memberikan berbagai materi presentasi yang menarik dan interaktif kepada peserta, memberikan wawasan dan insight baru bagi seluruh mahasiswa Magister dan Doktor. Sesi masterclass ini diawali oleh Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika FT UGM, I Made Andi Arsana, Ph.D. yang menyampaikan untuk aktif berdiskusi dengan Prof. Christophe. Pada presentasinya, Prof. Christoph menggunakan beragam contoh dan studi kasus terkait bagaimana menampilkan dan menyajikan presentasi ilmiah dengan baik.

Prof. Christophe Claramunt memberikan materi How to make an excellent seminar… and how to write an excellent research paper”

Dalam pemaparannya, Prof. Christophe mengawali presentasi dengan memulai diskusi, apa tujuan dari research talk atau presentasi ilmiah. Tujuan dari presentasi ilmiah harus jelas dan memaparkan apa yang sedang diteliti oleh peneliti tersebut. Prof. Christophe juga menyampaikan tips trik seperti apa yang tidak perlu dilakukan dan apa yang semestinya dilakukan ketika melakukan research talk. Selain itu, Prof. Christophe juga menekankan bahwa dalam presentasi ilmiah, kita juga harus mengetahui siapa audiens atau pendengar dari presentasi tersebut. Mengetahui audiens dan latar belakang audiens memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Tak lupa, Prof. Christophe juga mengingatkan terkait interaktivitas seperti memotivasi audiens dan memberikan berbagai contoh.

Sesi Masterclass berlangsung dengan sangat interaktif, diwarnai dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif dari para peserta. Mahasiswa dengan antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog langsung dengan Prof. Christophe, mengungkapkan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam proses penulisan ilmiah. Diskusi mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari metode penelitian yang tepat, strategi penyusunan argumentasi dalam artikel ilmiah, hingga teknik efektif dalam menghadapi proses review jurnal internasional. Selain itu, beberapa peserta juga menanyakan tentang cara memilih jurnal-jurnal berkualitas dan memiliki impact tinggi serta terindeks Scopus.

Prof. Christophe dengan cermat menjawab setiap pertanyaan, memberikan penjelasan yang komprehensif serta menawarkan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam penelitian masing-masing peserta. Beliau juga membagikan pengalamannya dalam dunia akademik, memberikan wawasan berharga tentang dinamika publikasi ilmiah di tingkat internasional, serta menyoroti pentingnya kolaborasi dan networking dalam komunitas riset global.

Acara ini mendapat respons yang sangat positif dari para peserta, yang merasa bahwa sesi ini memberikan wawasan mendalam serta keterampilan yang esensial dalam meningkatkan kualitas penelitian mereka. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan mahasiswa Magister dan Doktor di Departemen Teknik Geodesi UGM dapat semakin siap menghadapi tantangan dalam dunia penelitian yang semakin kompetitif. Mereka diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga memiliki dampak signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang geodesi. Workshop ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun budaya akademik yang produktif dan mendukung pengembangan kapasitas peneliti muda di lingkungan universitas.

Charting The Sea – Tantangan Seorang Surveyor dalam Memetakan Laut bersama Pushidros TNI-AL

Kuliah Umum Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 13 Februari 2025 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Charting The Sea – Tantangan Seorang Surveyor dalam Memetakan Laut”. Acara ini menghadirkan Bapak Mohammad Qisthi Amarona, ST, Mtr. Hanla dari Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidros TNI-AL) sebagai pembicara utama. Pak Qisthi, yang merupakan alumni Teknik Geodesi FT UGM, telah berkontribusi besar dalam bidang pemetaan hidrografi dan survei perairan di Indonesia.

Pemberian materi dari Pak Qisthi

Kuliah umum ini berlangsung di ruang kuliah III.4 Departemen Teknik Geodesi FT UGM dari pukul 13.00 hingga 14.40 WIB. Kegiatan ini diwajibkan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Oseanografi Fisis serta terbuka untuk umum. Secara garis besar, kuliah umum ini membahas tiga topik utama, yaitu tantangan teknis dalam pemetaan laut, peran survei kelautan dalam pengembangan wilayah pesisir, serta studi kasus penerapan teknologi geospasial dalam pemetaan laut.

Dalam pemaparannya, Pak Qisthi mengawali dengan sejarah hidrografi di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 1816, Raffles membawa sejumlah surveyor dari Inggris untuk melakukan pemetaan di Indonesia. Kemudian, pada tahun 1821, Belanda mendirikan kantor hidrografi pertama di Batavia, menyadari pentingnya jalur perairan Indonesia, terutama dalam sektor perdagangan. Sejak masa VOC, hidrografi telah memegang peranan yang sangat penting dalam navigasi dan perdagangan.

Selain itu, Pak Qisthi menekankan pentingnya pemahaman terhadap luas wilayah maritim Indonesia. Ia menyoroti bahwa keberadaan Angkatan Laut di batas maritim sangat krusial untuk menjaga kedaulatan negara. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk mencintai profesi mereka sebagai surveyor, agar siap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Salah satu poin utama yang dibahas adalah peran diplomasi dalam penetapan batas maritim, di mana Pak Qisthi berbagi pengalamannya sebagai delegasi dalam berbagai negosiasi batas laut.

Sesi workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung dengan Pak Qisthi mengenai berbagai aspek survei dan pemetaan laut. Beberapa isu menarik dan relevan turut dibahas, seperti konsep pagar laut dan fenomena Segitiga Bermuda. Keaktifan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendalami bidang survei kelautan.

Pemberian Plakat kepada Pak Qishi

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendukung pengembangan akademik mahasiswa, khususnya di bidang hidrografi. Survei hidrografi merupakan salah satu disiplin ilmu dalam Teknik Geodesi yang memiliki prospek karier luas. Mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan sebagian besar wilayahnya berupa perairan, peran surveyor hidrografi menjadi sangat krusial dalam mendukung navigasi, perdagangan, serta pengelolaan sumber daya kelautan.

Acara ini mendapat respons positif dari para peserta yang merasa mendapatkan wawasan berharga untuk meningkatkan keterampilan akademik dan profesional mereka. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk mendalami bidang hidrografi serta berkontribusi dalam pemetaan dan pengelolaan sumber daya maritim Indonesia.

Sesi workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung dengan Pak Qisthi mengenai berbagai aspek survei dan pemetaan laut. Beberapa isu menarik dan relevan turut dibahas, seperti konsep pagar laut dan fenomena Segitiga Bermuda. Keaktifan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendalami bidang survei kelautan.

123

Agenda

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Berita Terakhir

  • Geo-AI Twinverse Departemen Teknik Geodesi UGM Sambut Kunjungan Pascasarjana UNDIP dalam Sharing Session Digital Twin
  • Syawalan Keluarga Besar Teknik Geodesi UGM 1447 H (Momentum Syukuri Transformasi Departemen)
  • Urgensi Informasi Geospasial untuk Kedaulatan NKRI: ITB dan BIG Gelar FGD Strategis di Jakarta
  • Prestasi Internasional Mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Geospatial Challenge melalui Inovasi AI untuk Pemodelan 3D dan Penilaian Potensi Energi Surya
  • Dukung Re-desain Masterplan, Departemen Teknik Geodesi Serahkan Peta Topografi Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY