Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu geodesi dan geomatika di tingkat internasional dengan menghadiri The 11th Geomatics International Conference (GEOICON) 2026 yang diselenggarakan di Surabaya pada 15–16 Juli 2026. Mengusung tema “Geospatial Technology for Mapping the Future: Climate Resilience and Geospatial Intelligence for Multi-Hazard Early Warning”, konferensi ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pemerintah, dan praktisi geospasial dari berbagai negara untuk berbagi inovasi dan hasil penelitian terkini.
Pada kesempatan tersebut, Departemen Teknik Geodesi UGM mengirimkan delegasi yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Program Magister. Perwakilan dosen meliputi Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU., Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D., Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., dan Calvin Wijaya, M.Eng. Unsur tenaga kependidikan diwakili oleh Iqbal Hanun Azizi, S.T., sedangkan mahasiswa Program Magister yang berpartisipasi adalah Listiyo Fitri, Muhammad Apriliano Bagaskara, dan Muhammad Rakha Fadhila.
Dalam konferensi tersebut, sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi UGM mempresentasikan sembilan penelitian pada sesi oral presentation. Penelitian-penelitian tersebut mencerminkan keberagaman topik riset yang dikembangkan di Departemen Teknik Geodesi UGM, mulai dari penginderaan jauh, kecerdasan buatan, geodesi satelit, mobile laser scanning, hingga analisis spasial.
Di bidang penginderaan jauh, Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU. mempresentasikan penelitian berjudul “New Pipeline in Image Enhancement for Extraction of Land Cover Based on Multitemporal Spectral Index from Medium-Resolution Satellite Imagery”. Penelitian ini mengembangkan pendekatan baru dalam peningkatan kualitas citra satelit menggunakan indeks spektral multitemporal untuk meningkatkan akurasi ekstraksi tutupan lahan pada citra resolusi menengah.
![]()
Masih pada bidang pemanfaatan teknologi geospasial berbasis kecerdasan buatan, Calvin Wijaya, M.Eng. mempresentasikan penelitian “Deep Learning Architectures for Occluded Building Extraction in Urban Climate Resilience”. Penelitian tersebut mengevaluasi penerapan berbagai arsitektur deep learning untuk mengekstraksi objek bangunan yang tertutup (occluded buildings) dari data penginderaan jauh, sehingga dapat mendukung penyediaan informasi spasial yang lebih akurat bagi perencanaan kota dan peningkatan ketahanan kawasan perkotaan terhadap perubahan iklim.
![]()
Pada bidang geodesi satelit, Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc. bersama tim peneliti, termasuk Muhammad Rakha Fadhila, mempresentasikan penelitian “Estimating Three-Dimensional Secular Motion Along the Palu-Koro Fault Zone Based on Integrated InSAR and GNSS Observation”. Penelitian ini memanfaatkan integrasi data InSAR dan GNSS untuk mengestimasi pergerakan tiga dimensi pada zona Sesar Palu-Koro sebagai bagian dari kajian deformasi kerak bumi.
![]()
Kontribusi mahasiswa Program Magister juga terlihat melalui penelitian “Evaluating Control Point Configurations for Mobile Laser Scanning Trajectory Adjustment under GNSS Error Propagation” yang dipresentasikan oleh Listiyo Fitri. Penelitian tersebut mengevaluasi pengaruh konfigurasi titik kontrol terhadap proses penyesuaian lintasan (trajectory adjustment) pada sistem Mobile Laser Scanning dalam kondisi propagasi kesalahan GNSS sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil pemetaan tiga dimensi.
Sementara itu, Muhammad Apriliano Bagaskara mempresentasikan dua penelitian sekaligus. Penelitian pertama berjudul “Development of a Contactless 3D Coordinate Measurement System Through the Integration of a Low-Cost GNSS Module and Smartphone-Based Imaging”, yang mengembangkan sistem pengukuran koordinat tiga dimensi tanpa kontak melalui integrasi modul GNSS berbiaya rendah dengan pencitraan berbasis telepon pintar. Penelitian kedua berjudul “Quantifying Benthic Habitat Change in Calatagan, Batangas, Philippines Using Sentinel-2 and Linear Spectral Unmixing”, yang memanfaatkan citra Sentinel-2 dan metode Linear Spectral Unmixing untuk mengidentifikasi perubahan habitat bentik di wilayah pesisir Calatagan, Filipina.
Kontribusi Departemen Teknik Geodesi UGM dalam bidang analisis spasial juga ditunjukkan melalui dua penelitian yang melibatkan Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai penulis. Penelitian pertama berjudul “Spatial Analysis of Toponymic Shifting Based on Public Perception: Evidence from Four Urban Areas in Indonesia”, yang mengkaji dinamika perubahan nama tempat berdasarkan persepsi masyarakat di empat kawasan perkotaan Indonesia. Penelitian kedua berjudul “Parcel-Based Spatial Assessment of Economic Losses from Land Subsidence-Induced Tidal Flooding in North Semarang District”, yang menganalisis kerugian ekonomi akibat banjir rob yang dipicu oleh penurunan muka tanah menggunakan pendekatan berbasis bidang tanah (parcel-based assessment).
![]()
Selain itu, Iqbal Hanun Azizi, S.T. bersama tim peneliti mempresentasikan penelitian “Comparative Assessment of Time-of-Flight and Phase-Shift Laser Scanning Technologies for Automated 3D Mesh Generation in Support of National Spatial Data Infrastructure Development”. Penelitian ini membandingkan teknologi Time-of-Flight dan Phase-Shift Laser Scanning dalam menghasilkan model 3D mesh secara otomatis sebagai bagian dari pengembangan National Spatial Data Infrastructure (NSDI). Selain dipresentasikan pada sesi oral presentation, penelitian tersebut juga terpilih sebagai poster presentation, sehingga memperoleh kesempatan untuk ditampilkan pada sesi poster sebagai salah satu karya ilmiah yang mendapat apresiasi dalam konferensi.
![]()
Partisipasi aktif dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa pada GEOICON 2026 menunjukkan sinergi yang kuat dalam membangun budaya riset di Departemen Teknik Geodesi UGM. Kehadiran berbagai topik penelitian yang dipresentasikan mencerminkan kemampuan departemen dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi geospasial untuk menjawab tantangan di bidang kebencanaan, lingkungan, infrastruktur, serta pembangunan berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan pada GEOICON 2026, Departemen Teknik Geodesi UGM memperkuat komitmennya untuk meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi nasional maupun internasional, serta mendorong diseminasi hasil riset pada forum ilmiah bereputasi. Diharapkan, partisipasi ini tidak hanya meningkatkan visibilitas Departemen Teknik Geodesi UGM di tingkat internasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian yang lebih luas dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu geodesi, geomatika, dan teknologi geospasial di Indonesia maupun dunia.