Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs9
  • SDGs9
Arsip:

SDGs9

Manfaatkan Metode Low-Cost Multi-Instrument, Tim Departemen Teknik Geodesi UGM Dokumentasi Digital Cagar Budaya Kulon Progo

Berita Rabu, 1 Juli 2026

Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Sekelompok peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan pada bangunan bersejarah. Untuk mengantisipasi dampak pelapukan alami serta ulah tangan jahil manusia terhadap situs cagar budaya, tim yang beranggotakan Muhammad Rifky Reza, Renaldy Aditya Putra Ramadhan, Salsabila Atalieani Andiana, dan Septiya Nur Hasmar berinisiatif merekam data fisik Stasiun Kalimenur di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, secara digital.

Langkah tersebut perlu segera dilakukan mengingat stasiun yang sudah tidak beroperasi itu memiliki nilai historis tinggi sebagai satu-satunya peninggalan arsitektur khas Staatsspoorwegen di jalur kereta api Yogyakarta – Kulon Progo. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 586/A/2018 tanggal 19 Desember 2018. Kondisi fisik bangunan peninggalan kolonial tersebut saat ini dilaporkan mengalami penurunan kualitas, antara lain kerusakan atap, pelapukan pada langit-langit dan lantai, serta vandalisme berupa coretan pada beberapa bagian dinding.

Tim Teknik Geodesi UGM menerapkan konsep inovatif berupa pendekatan instrumen majemuk berbiaya rendah (low-cost multi-instrument) untuk mengatasi tingginya biaya penggunaan alat survei konvensional seperti LiDAR. Pengambilan data visual di lapangan dilakukan dengan menggabungkan tiga perangkat fotografi, yaitu drone untuk memetakan struktur atap dari udara, kamera mirrorless untuk menangkap detail ornamen bagian luar secara tajam, dan kamera 360 derajat untuk merekam keseluruhan ruang interior.

Seluruh dokumentasi foto tersebut selanjutnya diolah menggunakan algoritma Structure-from-Motion Multi-View Stereo (SfM-MVS). Hasil akhir pengolahan data ini berupa replika digital dalam bentuk model tiga dimensi (3D) dengan tingkat kelengkapan dan kualitas visual yang cukup baik, meskipun tingkat akurasi geometrinya baru mencapai level sentimeter.

Melalui publikasi hasil kajiannya, tim peneliti membuktikan bahwa proses pemodelan arsitektur kuno yang efisien dan berkualitas tidak selalu bergantung pada perangkat survei yang mahal. Upaya digitalisasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan data jangka panjang yang andal, baik untuk kepentingan pendidikan, riset lanjutan, pengelolaan pariwisata daerah, maupun sebagai cetak biru rekonstruksi fisik apabila bangunan asli stasiun tersebut mengalami kerusakan total di kemudian hari. 

Link artikel : https://journal.ugm.ac.id/v3/mft/article/view/26370

Sivitas Teknik Geodesi UGM Raih HKI Nasional untuk Peta 3D Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang

BeritaPenelitian Selasa, 23 Juni 2026

Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) kembali menorehkan capaian dalam bidang inovasi dan pengembangan teknologi geospasial melalui perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tingkat nasional untuk karya berjudul “Peta 3D Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang.”

Karya ini merupakan hasil kolaborasi lintas peneliti yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Tim pengembang terdiri atas Dr. Yulaikhah, S.T., M.T.; Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU.; Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D.; Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Azis Mulya Affandy; Lissatu Qurrotil Ainiyyah; Muhammad Azhar Rafi’ Samudra; Fiqri Fahra; Iqbal Hanun Azizi, S.T.; Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc.; Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU.; Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T.; Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU.; serta Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.

Peta 3D tersebut dikembangkan untuk menghadirkan representasi spasial yang lebih detail dan informatif mengenai kawasan Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang. Dengan memanfaatkan teknologi pemetaan dan pemodelan tiga dimensi, produk ini mampu menyajikan visualisasi wilayah secara lebih komprehensif dibandingkan peta konvensional.

Pemanfaatan peta tiga dimensi memiliki berbagai potensi aplikasi, mulai dari perencanaan kawasan, kegiatan pendidikan dan pelatihan, pengelolaan aset, promosi kawasan wisata, hingga mitigasi dan manajemen kebencanaan. Kehadiran model spasial yang lebih realistis juga dapat membantu pengguna dalam memahami kondisi lapangan secara lebih akurat.

Pada tahun 2026, karya ini memperoleh pengakuan sebagai HKI Nasional dan termasuk dalam kategori “Membuat rancangan dan karya teknologi yang dipatenkan atau terdaftar di HaKI secara nasional dalam bentuk paten sederhana yang telah memiliki sertifikat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.”

Keberhasilan ini menunjukkan kuatnya budaya kolaborasi riset di lingkungan DTGD FT UGM yang melibatkan berbagai bidang keahlian geodesi, geomatika, pemetaan digital, serta teknologi informasi geospasial. Selain menghasilkan luaran ilmiah, penelitian yang dilakukan juga diarahkan untuk menghasilkan produk inovatif yang dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Perolehan HKI ini sekaligus menjadi bukti kontribusi Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendukung pengembangan teknologi geospasial nasional. Melalui inovasi yang berkelanjutan, DTGD FT UGM terus berupaya menghasilkan karya-karya yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi pembangunan dan pengelolaan wilayah di Indonesia.

Capaian ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra eksternal dalam menghasilkan inovasi geospasial yang berdampak luas bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Inovasi Akademisi Teknik Geodesi UGM Hasilkan Berbagai HKI di Bidang GNSS dan Teknologi Geospasial

BeritaPenelitian Selasa, 23 Juni 2026

Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Komitmen sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) dalam mengembangkan inovasi teknologi geospasial kembali tercermin melalui berbagai capaian Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berhasil didaftarkan. Dua akademisi DTGD FT UGM, Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T. dan Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc., menjadi bagian dari sejumlah inovasi yang berfokus pada pemetaan, teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System), serta pengembangan perangkat geospasial yang aplikatif.

Salah satu karya yang telah memperoleh perlindungan HKI adalah Geotagging+, yang didaftarkan sebagai Hak Cipta pada tahun 2022 dengan nomor permohonan EC00202267225. Inovasi ini dikembangkan oleh Dr. Catur Aries Rokhmana, Nuaim Hammad Ausi, dan Dr. Dedi Atunggal. Geotagging+ dirancang untuk mendukung pengelolaan informasi spasial yang lebih efektif melalui integrasi data lokasi pada berbagai aktivitas survei dan pemetaan.

Selain itu, kedua akademisi tersebut juga mendaftarkan GPS untuk Kamera Smartphone sebagai Desain Industri pada tahun 2025 dengan nomor permohonan A00202505799. Inovasi ini bertujuan meningkatkan akurasi informasi posisi pada perangkat kamera smartphone sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dokumentasi dan pengumpulan data geospasial di lapangan.

Capaian HKI tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang telah lama dikembangkan oleh Dr. Catur Aries Rokhmana dan Dr. Dedi Atunggal dalam bidang teknologi survei dan pemetaan modern. Keduanya dikenal aktif mengembangkan berbagai inovasi berbasis geospasial, termasuk GeoCam dan GeoPen.

GeoCam dikembangkan sebagai solusi untuk mendukung survei dan pemodelan tiga dimensi (3D) secara lebih efisien, sementara GeoPen dirancang sebagai perangkat pemetaan yang presisi, portabel, dan mudah digunakan dalam berbagai kondisi lapangan. Pengembangan kedua teknologi tersebut menunjukkan upaya nyata dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara luas oleh industri maupun masyarakat.

Menurut berbagai studi dan pengalaman lapangan, kebutuhan akan teknologi pemetaan yang cepat, akurat, dan mudah dioperasikan terus meningkat seiring berkembangnya transformasi digital di sektor geospasial. Oleh karena itu, perlindungan HKI menjadi langkah penting untuk memastikan hasil penelitian dapat terus dikembangkan, dimanfaatkan, dan dikomersialisasikan secara berkelanjutan.

Keberhasilan memperoleh HKI ini sekaligus memperkuat posisi Departemen Teknik Geodesi FT UGM sebagai salah satu pusat pengembangan inovasi geospasial di Indonesia. Melalui sinergi antara penelitian, pendidikan, dan hilirisasi teknologi, DTGD FT UGM terus mendorong lahirnya berbagai solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Capaian Dr. Catur Aries Rokhmana dan Dr. Dedi Atunggal menjadi contoh bagaimana hasil riset di perguruan tinggi dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata serta memiliki nilai tambah melalui perlindungan kekayaan intelektual. Dengan semangat inovasi yang berkelanjutan, akademisi DTGD FT UGM diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi geospasial Indonesia di masa mendatang.

Menjelajahi Potensi Digital Twin di Berbagai Sektor: Dari Kampus hingga Bawah Laut

Berita Selasa, 16 Juni 2026

Yogyakarta, 16 Juni 2026 – Perkembangan teknologi informasi mendorong hadirnya berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan di berbagai sektor, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi Digital Twin. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama mahasiswa Program Studi S1 Informatika AMIKOM Yogyakarta menggelar forum diskusi akademik pada 15 Juni 2026 di Yogyakarta. Kegiatan yang dipandu oleh Ruli Andaru, Ph.D. ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai pemanfaatan Digital Twin sebagai representasi virtual suatu objek, sistem, maupun proses fisik yang mampu dipantau secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Diskusi diawali dengan membahas implementasi Digital Twin di lingkungan kampus sebagai living laboratory. Melalui integrasi sensor Internet of Things (IoT), kampus dapat memiliki replika digital yang mampu memantau penggunaan energi, kondisi bangunan, hingga pola mobilitas sivitas akademika secara real-time. Pendekatan ini dinilai mampu mendukung pengelolaan fasilitas yang lebih efisien, prediksi pemeliharaan infrastruktur, serta optimalisasi penggunaan ruang berdasarkan kebutuhan aktual pengguna.

Pembahasan kemudian berkembang ke berbagai sektor strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk menerapkan Digital Twin, seperti pemantauan lingkungan bawah laut, pengelolaan rantai daur ulang sampah, mitigasi kebakaran hutan, hingga pembangunan kota cerdas. Selain membahas peluang implementasi, peserta juga mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari kesiapan infrastruktur IoT, kapasitas komputasi awan, pemanfaatan kecerdasan buatan, hingga kebutuhan akan sumber daya manusia dan regulasi yang mampu mendukung adopsi teknologi tersebut di Indonesia.

Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri dalam membangun ekosistem inovasi berbasis teknologi digital. Melalui diskusi lintas disiplin, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep Digital Twin, tetapi juga didorong untuk menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan berbasis riset dan kolaborasi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi digital, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui eksplorasi penerapan teknologi untuk pembangunan kota dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Gagas Kerja Sama Teknologi 3D Intelligent, Departemen Teknik Geodesi UGM Temui Perwakilan CHC Navigation China

Berita Selasa, 16 Juni 2026

Yogyakarta, 16 Juni 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) mengadakan pertemuan strategis bersama perwakilan dari CHC Navigation, Shanghai, China. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (16/6) pukul 10.00 hingga 14.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Country Manager CHC Navigation untuk Indonesia, Jay Zhang, beserta jajaran delegasi, Lee Ye dan Cao Jingpeng. 

Pertemuan resmi ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi terarah dan jamuan makan bersama di Abhayagiri Venue and Dining. Dari pihak Departemen Teknik Geodesi FT UGM, hadir jajaran pengurus dan dosen departemen, antara lain Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D., Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., serta Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan akademik, khususnya melalui pengembangan kegiatan kokurikuler pada pendidikan Program Sarjana Program Studi Teknik Geodesi. Selain itu, pertemuan ini dirancang untuk menginisiasi kerja sama penelitian di lingkungan departemen dengan melibatkan pemanfaatan teknologi terkini di bidang 3D Intelligent.

Dari hasil diskusi tersebut, kedua belah pihak menyepakati rencana awal kerja sama program diseminasi terkait penggunaan teknologi 3D Intelligent. Pertemuan ini juga menghasilkan poin kesepakatan mengenai rencana mobilitas mahasiswa ke luar negeri serta penyusunan agenda kolaborasi penelitian bersama di masa mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan penjajakan kemitraan ini berjalan dengan baik dan lancar sebagai langkah awal penguatan institusi di tingkat internasional.

Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia

BeritaKuliah Umum Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta, 8 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi (DTGD) UGM menggelar kuliah tamu bertajuk “Membangun Kadaster Lengkap Indonesia” pada Jumat, 8 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang 1 Lantai 3 Gedung DTGD ini menghadirkan Dr. Ir. Dwi Budi Martono IPU. sebagai dosen tamu. Agenda ini terbuka bagi seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3, serta turut mengundang para praktisi di bidang pertanahan.

Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa kadaster lengkap merupakan kunci utama dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini dikarenakan sistem tersebut menyediakan data pertanahan yang akurat dan terintegrasi, mencakup kejelasan hak kepemilikan, penggunaan lahan, hingga batas bidang tanah. Data yang komprehensif ini dinilai mampu memberikan kepastian hukum, menekan angka konflik pertanahan, dan memastikan perencanaan pembangunan berjalan lebih efektif.

Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi sistem untuk menyinkronkan data kepemilikan dengan tata ruang, perpajakan, infrastruktur, hingga isu lingkungan. Dengan data yang saling terhubung, pengambilan kebijakan negara dapat dilakukan secara lebih tepat dan efisien. Relevansi pentingnya pemetaan ini pun merujuk pada pandangan Napoleon Bonaparte yang menyebutkan bahwa pemetaan pertanahan yang lengkap adalah dasar utama untuk membangun negara yang kuat. Hal tersebut menegaskan bahwa informasi pertanahan merupakan fondasi vital bagi administrasi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat luas.

Akselerasi Pemetaan Digital Era Inovasi: Teknik Geodesi UGM Evaluasi Akurasi Geospasial Teknologi 3D Gaussian Splatting Berbasis Video UAV

BeritaPenelitian Rabu, 6 Mei 2026

Yogyakarta, 6 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat posisinya di garda terdepan inovasi teknologi geoinformatika global. Melalui kolaborasi riset internasional terbarunya yang dipublikasikan secara resmi pada 5 Mei 2026 di jurnal bereputasi International Journal of Image and Data Fusion (Taylor & Francis) , pakar Geodesi UGM berhasil memetakan potensi dan mengevaluasi akurasi teknologi pemetaan tiga dimensi (3D) masa depan menggunakan kecerdasan artifisial.

Riset mutakhir yang bertajuk “Geospatial accuracy evaluation of a 3D Gaussian Splatting reconstruction from UAV video with GNSS metadata synchronisation” ini melibatkan salah satu akademisi andalan Teknik Geodesi UGM, Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU, bekerja sama dengan tim peneliti Departemen Teknik Geomatika ITS (Helmy Mukti Wijaya, Hepi Hapsari Handayani, dan Teguh Hariyanto).

Mendobrak Batas Pemetaan Tradisional Aktivitas ilmiah ini berfokus pada evaluasi ketat terhadap teknologi 3D Gaussian Splatting (GS)—sebuah terobosan dalam machine learning yang mampu merekonstruksi objek atau wilayah secara real-time ke dalam model visual 3D yang sangat realistis (photorealistic) langsung dari rekaman video udara (Unmanned Aerial Vehicle/UAV atau drone).

Selama ini, pembuatan model digital kembar (digital twin) dan perencanaan kota menggunakan fotogrametri konvensional memakan waktu komputasi yang sangat lama dan membebani perangkat keras. Riset tim Geodesi UGM bersama mitranya ini menguji metode GS yang terintegrasi langsung dengan sinkronisasi metadata navigasi satelit (GNSS/GPS) untuk mempercepat proses pemetaan lapangan secara radikal.

Capaian Prestasi Akurasi Tingkat Milimeter Dalam eksperimennya, tim peneliti mengekstrak video udara beresolusi 4K dengan overlap antarfoto mencapai lebih dari 84% , lalu mengujinya menggunakan skenario optimasi super padat hingga 150.000 iterasi—melampaui standar riset global yang umumnya hanya berhenti di 30.000 iterasi.

Hasil evaluasi geometris yang dicapai sangat mengagumkan dan menorehkan standar baru:

  • Konsistensi Struktural Tingkat Milimeter: Model GS berhasil mencatatkan nilai kesalahan geometris Root Mean Square Error (ICP RMS) sebesar 0,0048 meter (4,8 mm), yang berarti model 3D ini memiliki presisi bentuk setara dengan metode fotogrametri klasik.
  • Keandalan Visual (Fidelity): Nilai indeks kemiripan struktural (Structural Similarity Index Measure/SSIM) melonjak tajam melebihi 0,92 dan Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) berada di atas 30 dB, membuktikan visualisasi model digital yang dihasilkan hampir identik sempurna dengan visual asli di dunia nyata.
  • Akurasi Geospasial Mutlak: Tanpa menggunakan tanda target di lapangan (Ground Control Points), model 3D yang berorientasi langsung pada koordinat bumi ini menghasilkan akurasi vertikal (tinggi objek) yang sangat kuat dengan nilai $LE90 = 0,56\text{ meter}$.

Solusi untuk Manajemen Tanggap Darurat Bencana Prestasi riset ini memberikan dampak solutif yang nyata bagi perkembangan metodologi pemetaan di Indonesia. Melalui teknologi 3D Gaussian Splatting yang berhasil dievaluasi oleh tim Geodesi UGM ini, proses rekonstruksi area terdampak bencana atau survei wilayah perkotaan padat dapat diselesaikan jauh lebih cepat tanpa kehilangan kestabilan geometris objek.

Keberhasilan publikasi di bulan Mei 2026 ini mempertegas komitmen Departemen Teknik Geodesi UGM untuk terus menghasilkan riset aplikatif berbasis teknologi mutakhir demi mendukung digitalisasi spasial, pembangunan infrastruktur pintar, serta manajemen tanggap darurat nasional di masa depan.

Sumber : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/19479832.2026.2661679

DTGD FT UGM ikuti sosialisasi LAMTEK 2026

Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 28 April 2026 – Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Program Studi Keteknikan Menuju Unggul 2026” di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong semakin banyak program studi keteknikan di Indonesia meraih akreditasi unggul, sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu di tingkat Unit Pengelola Program Studi (UPPS).

Sosialisasi ini ditujukan kepada berbagai UPPS Teknik dari seluruh Indonesia sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses akreditasi, strategi penyusunan dokumen, serta penguatan kualitas pendidikan tinggi teknik secara berkelanjutan. Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua perwakilan dosen yaitu Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc. dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. Kegiatan sosialisasi dan workshop ini diselenggarakan selama satu hari pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3, Kampus II Gedung St. Thomas Aquinas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UAJY, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., yang menyampaikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang keteknikan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Dalam paparannya, Prof. Setyabudi menyampaikan data mengenai jumlah program studi terakreditasi unggul di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih belum mencapai target nasional. Oleh karena itu, percepatan peningkatan mutu perlu terus dilakukan agar target capaian pada tahun 2028 dapat terpenuhi.

Beliau juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen, sebagai elemen utama dalam keberhasilan akreditasi. Menurutnya, kualitas tata kelola, budaya mutu, dan kesiapan dokumen tidak dapat dipisahkan dari kapasitas dan komitmen seluruh sivitas akademika. Di akhir sambutannya, Prof. Setyabudi berharap semakin banyak program studi yang mampu meraih akreditasi unggul dan mempertahankannya secara berkelanjutan. Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dan workshop yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. A. Djoko Istiadji, Dekan Fakultas Teknik UAJY sekaligus asesor LAMTEK. Dalam sesi ini, Prof. Djoko memperkenalkan tiga narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., Prof. Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng., dan Prof. Ir. Maya Sarah, S.T., M.T., Ph.D. Ketiganya merupakan pengurus LAMTEK yang memiliki pengalaman luas sebagai asesor akreditasi.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Prof. Hari Purnomo mengenai Kebijakan dan Gambaran Umum Akreditasi LAM Teknik. Beliau menjelaskan secara rinci proses akreditasi mulai dari tahap pengajuan, penyusunan dokumen, asesmen kecukupan, asesmen lapangan, hingga penetapan hasil akreditasi. Prof. Hari juga menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan representasi nyata dari kualitas tata kelola, proses pembelajaran, serta budaya mutu yang berjalan secara konsisten. Materi kedua disampaikan oleh Prof. Era Purwanto mengenai Diferensiasi Misi dan Akuntabilitas, Sistem Penjaminan Mutu, serta Program Pengembangan Berkelanjutan. Dalam paparannya, Prof. Era menegaskan pentingnya kejelasan visi dan misi program studi, termasuk visi keilmuan yang menjadi dasar arah pengembangan akademik. Menurut beliau, dokumen akreditasi yang kuat harus mampu menunjukkan keterkaitan yang jelas antara visi, strategi pelaksanaan, indikator capaian, hingga evaluasi berkelanjutan yang dilakukan oleh program studi. Sementara itu, Prof. Maya Sarah menyampaikan materi mengenai Relevansi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Sumber Daya Manusia Dosen dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, K3L, Mahasiswa, serta Luaran Mahasiswa. Beliau menekankan bahwa akreditasi unggul harus didukung oleh ekosistem akademik yang sehat, termasuk produktivitas dosen, keterlibatan mahasiswa, kualitas fasilitas pembelajaran, hingga dampak nyata dari luaran lulusan di masyarakat dan dunia kerja.

Sosialisasi LAMTEK menuju Unggul 2026

Melalui kegiatan ini, DTGD FT UGM memperoleh banyak wawasan baru dalam memperkuat strategi penjaminan mutu dan persiapan akreditasi berkelanjutan. Partisipasi tim jaminan mutu dalam forum ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa DTGD tidak hanya mampu mempertahankan capaian akreditasi unggul, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, DTGD FT UGM berkomitmen untuk terus menjaga standar mutu akademik, memperkuat tata kelola departemen, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, DTGD berharap dapat terus menjadi program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial

BeritaKuliah Umum Sabtu, 25 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dan Training bertajuk “Mapping the Future: SLAM dan Revolusi 3D Scanning di Dunia Geospasial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Ruang Kuliah III.4, dan diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika yang memiliki minat di bidang teknologi geospasial. Kegiatan ini menghadirkan Mayang Lumongga, S.T., selaku Business Development Representative dari PT Aptella Solusi Teknologi sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, narasumber membahas perkembangan teknologi terkini di bidang pemetaan, khususnya terkait penerapan metode Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) serta teknologi 3D scanning yang semakin berkembang dalam industri geospasial.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar dan prinsip kerja SLAM, pemanfaatan teknologi 3D scanning untuk akuisisi data spasial secara cepat dan detail, serta berbagai implementasi nyata di dunia industri. Peserta juga diperkenalkan pada bagaimana teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam kegiatan survei dan pemetaan, terutama pada lingkungan yang kompleks dan dinamis. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, yaitu Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., serta Mohamad Bagas Setiawan, S.T., M.Eng. Kehadiran para dosen ini mencerminkan dukungan terhadap penguatan wawasan mahasiswa dalam memahami perkembangan teknologi mutakhir di bidang geomatika.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif dan training yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami aplikasi teknologi secara lebih praktis. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta dalam menggali potensi pemanfaatan SLAM dan 3D scanning dalam berbagai kebutuhan, baik akademik maupun profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi geospasial serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin berbasis pada data dan teknologi digital. Departemen Teknik Geodesi FT UGM terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman, guna mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah

BeritaPenelitian Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 – Tim penelitian GEOLIVE (Geospatial, Landscape, Infrastructure, and Vision for Sustainability) dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan pertemuan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Departemen Teknik Geodesi, tepatnya di Laboratorium Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis.

Tim GEOLIVE dipimpin oleh Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T., selaku dosen Teknik Geodesi, dan didampingi oleh Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc., dosen Teknik Geodesi, Iqbal Hanun Azizi, S.T., dari Laboratorium Geodesi, serta Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc. dalam kapasitas keilmuan geologi. Pertemuan ini menjadi forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah daerah dalam membahas berbagai isu geospasial dan pembangunan wilayah di Kabupaten Jepara.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah permasalahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya terkait ketidaksesuaian jumlah bidang tanah yang berdampak pada optimalisasi penerimaan pajak daerah. Dalam diskusi tersebut, Tim GEOLIVE menawarkan pendekatan berbasis data geospasial untuk meningkatkan akurasi pendataan bidang tanah serta integrasi informasi yang lebih sistematis.

Selain itu, pertemuan juga menyoroti pelaksanaan dan kinerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Jepara. Pihak Diskominfo menyampaikan bahwa kontribusi mahasiswa dinilai cukup baik, tidak hanya sebatas penyampaian teori, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata dan eksekusi program di lapangan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu infrastruktur jalan, khususnya terkait kebutuhan informasi kondisi jalan, baik yang berlubang maupun dalam kondisi baik. Data tersebut dinilai penting untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Tidak hanya itu, potensi pengembangan wilayah juga menjadi perhatian dalam pertemuan ini, termasuk potensi wisata di Pulau Panjang yang dinilai memiliki daya tarik tinggi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Selain aspek wisata, diskusi juga mencakup wilayah yang memiliki bangunan heritage, yang memerlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan dan pelestariannya.

Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi dan data geospasial untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan program kerja sama yang lebih konkret antara Tim GEOLIVE dan Pemerintah Kabupaten Jepara.

123…11

Agenda

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Berita Terakhir

  • Antisipasi Potensi Bencana, Teknik Geodesi UGM Gelar Pelatihan dan Simulasi Gempa Bumi dan Pemadam Kebakaran
  • Manfaatkan Metode Low-Cost Multi-Instrument, Tim Departemen Teknik Geodesi UGM Dokumentasi Digital Cagar Budaya Kulon Progo
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Terima Kunjungan Studi Lapangan dari SMA Negeri 1 Pandaan
  • Sivitas Teknik Geodesi UGM Raih HKI Nasional untuk Peta 3D Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang
  • Inovasi Akademisi Teknik Geodesi UGM Hasilkan Berbagai HKI di Bidang GNSS dan Teknologi Geospasial
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY