Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs13
  • SDGs13
Arsip:

SDGs13

Dr. I Made Andi Arsana Hadirkan Akademisi Internasional dalam Program “Meet the Professor”

Berita Jumat, 17 April 2026

Yogyakarta, 17 April 2026 – I Made Andi Arsana kembali menghadirkan ruang diskusi akademik melalui program Meet the Professor yang diselenggarakan secara daring. Pada edisi bulan April 2026, program ini menghadirkan Linda Yanti Sulistiawati, seorang akademisi dengan pengalaman internasional yang luas di bidang hukum dan perubahan iklim.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026 pukul 15.30–17.00 WIB ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan terbuka bagi peserta yang tertarik mengembangkan karier akademik di tingkat global.

Dalam sesi diskusi, Linda Yanti Sulistiawati membagikan pengalaman dan perjalanan kariernya sebagai akademisi yang berhasil menembus kancah internasional. Ia saat ini menjabat sebagai Senior Research Fellow di Centre for International Law, Faculty of Law, National University of Singapore, serta pernah terlibat sebagai anggota delegasi Indonesia dalam negosiasi Perjanjian Paris terkait perubahan iklim.

Diskusi yang dipandu oleh I Made Andi Arsana ini memberikan berbagai wawasan strategis, mulai dari pengembangan kapasitas akademik, membangun jejaring internasional, hingga tantangan yang dihadapi dalam meniti karier di lingkungan global.

Program Meet the Professor menjadi salah satu inisiatif yang bertujuan untuk menjembatani mahasiswa dan akademisi muda dengan para pakar berpengalaman di tingkat internasional. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh inspirasi serta pemahaman yang lebih komprehensif dalam merencanakan dan mengembangkan karier akademik mereka.

Antusiasme peserta terhadap kegiatan ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap peluang pengembangan diri di bidang akademik global. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

CESASS Talk UGM Bahas Batas Maritim dan Kolaborasi ASEAN di Era Tanpa Batas

Berita Selasa, 31 Maret 2026

Yogyakarta, 31 Maret 2026 — Center for Southeast Asian Studies (CESASS) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar forum diskusi melalui program CESASS Talk #53. Kegiatan ini mengangkat tema “Talking Borders in a Borderless ASEAN” yang menyoroti isu batas maritim dan kerja sama regional. Forum ini terbuka bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, hingga praktisi yang tertarik pada dinamika kawasan ASEAN.

Diskusi ini menghadirkan I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D. sebagai pembicara utama dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, UGM. Ia membahas berbagai aspek terkait batas maritim, tata kelola laut, serta pentingnya kerja sama regional dalam mengelola sumber daya laut. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif mengenai batas wilayah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kawasan.

Dalam pemaparannya, Andi menekankan bahwa konsep “tanpa batas” dalam ASEAN bukan berarti menghilangkan batas negara, melainkan memperkuat kolaborasi lintas negara. Ia menjelaskan bahwa kerja sama regional dapat mendorong pengelolaan wilayah laut yang lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan berbasis data geospasial dinilai penting dalam mendukung pengambilan keputusan di sektor kelautan.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Randy Wirasta Nandyatama, S.IP., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Hubungan Internasional UGM. Ia memandu jalannya diskusi dengan mengangkat berbagai isu strategis yang relevan dengan kondisi kawasan saat ini. Interaksi antara moderator dan pembicara membuat diskusi berlangsung dinamis dan mudah dipahami oleh peserta.

CESASS Talk #53 diselenggarakan secara hybrid, memungkinkan peserta untuk mengikuti kegiatan baik secara langsung maupun daring. Sesi luring berlangsung di Indonesia Room, CESASS UGM, sementara peserta daring bergabung melalui platform Zoom. Format ini memberikan fleksibilitas bagi peserta dari berbagai lokasi untuk tetap terlibat dalam diskusi.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait implementasi kerja sama regional serta tantangan dalam pengelolaan batas maritim. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap isu kelautan dan hubungan internasional di kawasan ASEAN.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkaya pemahaman peserta mengenai dinamika batas wilayah dan kerja sama regional. Selain itu, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan baru dalam pengelolaan sumber daya laut. Dengan diskusi yang berkelanjutan, kontribusi akademisi dalam isu strategis kawasan diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, isu batas maritim dan tata kelola laut diperkirakan akan semakin kompleks seiring dengan perkembangan geopolitik dan ekonomi kawasan. Oleh karena itu, kolaborasi antarnegara dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan tersebut. Program seperti CESASS Talk dinilai strategis dalam membangun pemahaman bersama di tingkat regional.

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Relasi Seni dan Agama dalam Kajian PSPSR UGM

Berita Jumat, 6 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026 – I Made Andi Arsana berpartisipasi dalam diskusi bertema krisis iklim Indonesia yang diselenggarakan oleh Madhava Group melalui kanal Spatial Highlights. Kegiatan ini dikemas dalam format podcast bertajuk “Krisis Iklim di Indonesia: Penjelasan Langsung dari Eks Kepala BMKG | LOKASI Episode 2”. Diskusi ini menghadirkan Dwikorita Karnawati, yang menjabat sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 2017–2025.

Dalam pembahasannya, disampaikan bahwa kenaikan suhu global yang awalnya relatif kecil kini telah mencapai hingga sekitar 3°C, yang berdampak signifikan terhadap sistem atmosfer dan lautan. Peningkatan suhu ini menyebabkan siklus hidrologi menjadi lebih intens, memicu terbentuknya awan hujan yang lebih masif, serta meningkatkan potensi terjadinya hujan ekstrem dan badai tropis.

Lebih lanjut, Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Melalui diskusi ini, I Made Andi Arsana turut memberikan perspektif dari sisi keilmuan geospasial, khususnya terkait pentingnya data dan analisis spasial dalam memahami serta memitigasi dampak perubahan iklim.

Masyarakat dapat menyaksikan diskusi lengkap tersebut melalui tautan berikut: Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap urgensi krisis iklim serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Indonesia.

Peneliti UGM Kembangkan Model 3D Candi Berbasis AI untuk Dukung Heritage BIM

BeritaPenelitian Jumat, 27 Februari 2026

Yogyakarta, 27 Februari 2026 — Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan metode pemodelan 3D bangunan cagar budaya berbasis videogrametri untuk mendukung Heritage Building Information Model (H-BIM). Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi terkini dalam mendokumentasikan bangunan bersejarah secara digital. Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional dengan DOI: https://doi.org/10.14434/sdh.v9i2.40876.

Penelitian ini dilakukan oleh Riyas Syamsul Arif dan Harintaka dari UGM dengan mengombinasikan teknik Structure from Motion/Multi-View Stereo (SfM-MVS) dan Neural Radiance Field (NeRF). Kedua pendekatan ini digunakan untuk membangun model 3D dari data video (videogrammetry) bangunan candi yang memiliki tekstur kompleks. Pendekatan ini dinilai relevan untuk kondisi Indonesia yang memiliki banyak situs warisan budaya, khususnya di Pulau Jawa.

Dalam proses pengumpulan data, tim peneliti menggunakan dua skenario tingkat tumpang tindih (overlap) video, yaitu 70 persen dan 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overlap 70 persen menghasilkan detail permukaan objek yang lebih baik serta model yang lebih lengkap. Temuan ini menjadi penting dalam menentukan strategi akuisisi data untuk pemodelan 3D bangunan bersejarah. Dari sisi algoritma, metode SfM-MVS menunjukkan keunggulan dalam hal akurasi geometri sehingga lebih cocok digunakan untuk bangunan candi berukuran besar. Sementara itu, algoritma NeRF memiliki keunggulan dalam menghasilkan kepadatan point cloud yang lebih tinggi serta visualisasi yang lebih realistis. Oleh karena itu, NeRF dinilai lebih optimal untuk pemodelan objek berukuran kecil dengan detail visual yang tinggi. Untuk mendukung interoperabilitas, model 3D yang dihasilkan disimpan dalam struktur data boundary representation (B-Rep). Struktur ini memungkinkan deskripsi batas objek secara lebih akurat serta kompatibilitas dengan berbagai format file. Dalam penelitian ini, format yang digunakan meliputi OBJ, KMZ, FBX, dan CityGML.

Pengembangan H-BIM melalui pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia. Dengan model digital yang akurat, proses dokumentasi, analisis, hingga restorasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, integrasi teknologi AI dan geospasial membuka peluang baru dalam pengelolaan warisan budaya. Ke depan, teknologi pemodelan 3D berbasis AI diperkirakan akan semakin berkembang dan menjadi standar dalam konservasi bangunan bersejarah. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi menjadi kunci dalam implementasi teknologi ini. Dengan demikian, pelestarian warisan budaya dapat dilakukan secara lebih modern dan berkelanjutan.

KATDESI dan Geodesi UGM Selenggarakan Webinar Tanggap Bencana Bahas Respon Cepat Teknologi Geospasial

Berita Selasa, 9 Desember 2025

Yogyakarta, 8 Desember 2025 — Keluarga Alumni Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (KATDESI) bekerja sama dengan Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Webinar Tanggap Bencana bertajuk “Respon Cepat Teknologi Geospasial untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan terbuka bagi akademisi, praktisi, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu kebencanaan dan pemanfaatan teknologi geospasial.

Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pemangku kepentingan terkait peran strategis teknologi geospasial dalam mendukung respon cepat bencana, khususnya pada wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana data dan analisis geospasial dapat dimanfaatkan secara efektif dalam tahap tanggap darurat, mulai dari pemetaan dampak, analisis wilayah terdampak, hingga dukungan pengambilan keputusan secara cepat dan berbasis data.

Kegiatan webinar menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang teknologi geospasial dan kebencanaan. Azza Sawungrana, selaku Head of Data GeoSquare.ai, memaparkan peran data geospasial dan analisis berbasis teknologi digital dalam mendukung respon bencana secara cepat dan akurat. Sementara itu, Ruli Andaru (TGD’2000), Founder dan Team Lead Geo-AIT, menyampaikan pengalaman dan praktik pemanfaatan teknologi geospasial dalam situasi darurat, termasuk integrasi data spasial untuk mendukung koordinasi lintas sektor.

Webinar ini dimoderatori oleh Arie Yulfa (TGD’1998), dosen Universitas Negeri Padang, yang memandu jalannya diskusi secara sistematis dan interaktif. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta, yang mencerminkan tingginya minat terhadap topik pemanfaatan teknologi geospasial dalam penanganan bencana.

Kegiatan ini juga melibatkan Novi Trihastuti sebagai perwakilan KATDESI, serta dipandu oleh Syahrastania Ertono selaku Master of Ceremony (MC). Kolaborasi antara alumni, akademisi, dan praktisi ini menjadi wujud nyata sinergi komunitas Teknik Geodesi UGM dalam berkontribusi terhadap isu-isu strategis nasional, khususnya di bidang kebencanaan.

Melalui penyelenggaraan Webinar Tanggap Bencana ini, KATDESI dan Departemen Teknik Geodesi UGM berharap dapat mendorong pemanfaatan teknologi geospasial yang lebih optimal, terintegrasi, dan responsif dalam mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana di Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas profesional, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks.

Dokumentasi lengkap kegiatan webinar dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube pada tautan berikut:
https://www.youtube.com/live/0ANOU2IQ1y4

Kuliah Tamu dan Promosi Program Double Degree dengan Universitas Glasgow

BeritaKuliah Umum Sabtu, 25 Oktober 2025

Yogyakarta, 21 Oktober 2025 – Kemajuan kerja sama antara Fakultas Teknik UGM dan Universitas Glasgow (UG) telah ditunjukkan dengan telah terselenggaranya program gelar ganda (double degree) antara keduanya. Kemajuan dan keberhasilan ini disambut baik oleh kedua belah pihak dengan melaksanakan pertemuan pada tanggal 21 dan 22 Oktober 2025.

UG hadir di Fakultas Teknik UGM diwakili oleh dua orang akademisi yaitu Dr. Paul R. Eizenhofer, Dr. Henrik Hesse, dan satu administrator yaitu Ms. Sophia. Ketiganya datang untuk menindaklanjuti kerja sama gelar ganda antara beberapa departemen di Fakultas Teknik UGM dan UG. Salah satu aktivitas utama terkait kedatangan mereka ke UGM adalah untuk mempromosikan program gelar ganda tersebut.

Pada tanggal 21 Oktober 2025, Fakultas Teknik UGM menyelenggarakan rangkaian acara sesi berbagi informasi terkait program gelar ganda di semua departemen, termasuk Magister Teknik Geomatika. Acara tersebut dilengkapi juga dengan kuliah tamu dari kedua akademisi UGM didampingi oleh akademisi UGM yaitu Dr. I Made Andi Arsana yang merupakan Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika serta Dr. Adha Imam Cahyadi dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi.

Keempat pembicara menyajikan hasil penelitian mereka yang merupakan salah satu bidang kajian di program magister yang mereka kelola. Acara ini sekaligus untuk memperkenalkan kepada calon mahasiswa sehingga mereka bisa memahami apa yang akan dipelajari kelak. Dr. Eizenhofer menyajikan penelitiannya terkait pegunungan (mountain ranges) dan respon biotiknya menggunakan pendekatan ilmu dan teknologi kebumian. Dr. Hesse menyampaikan penelitiannya terkait pesawat nir awak (drones) untuk berbagai aplikasi. Perwakilan dari Magister Teknik Geomatika, Dr. I Made Andi Arsana, menyajikan hasil penelitian terkait batas maritim yang merupakan kajian di salah salah satu konsentrasi yaitu Pemetaan dan Manajemen Wilayah Perbatasan. Dr. Cahyadi menyajikan penelitiannya yang terkait dengan drones dan navigasi robot.

Secara khusus terkait tema paparannya, Dr. Arsana menyatakan bahwa selain sebagai tema penting dalam salah satu konsentrasi di Magister Teknik Geomatika, tema batas maritim ini terkait erat dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goal (SGDs). Beberapa tujuan utama yang terkait erat dengan tema ini adalah  tujuan 14, (Kehidupan dan Bawah Air), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena dapat memengaruhi kegiatan ekonomi seperti perikanan dan pariwisata, serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena dapat berdampak pada ekosistem laut dan pesisir. Selain itu, isu ini terkait erat dengan Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan infrastruktur maritim dan teknologi kelautan, serta Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

Acara kuliah tamu yang diselenggarakan di Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa. Selain kuliah tamu dan sesi informasi, salah satu yang menarik adalah sesi berbagi pengalaman yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa program Double Degree Magister Teknik Geomatika yaitu Hyatma Adikara. Hyatma merupakan mahasiswa pertama untuk program double degree antara UGM dan UG yang mulai menempuh pendidikan di semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Dia berbagi pengalamannya ketika mendaftar program double degree ini sekaligus perjuangannya dalam mendapatkan beasiswa LPDP untuk membiaya program pendidikannya.

Acara tanggal 21 Oktober 2025 ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta tampak antusias memberikan respons dalam bentuk pertanyaan. Pada dasarnya mereka tertarik dengan program gelar ganda yang diadakan oleh Fakultas Teknik UGM dengan beberapa program di UG. Seperti disampaikan oleh Prof Bertha Maya Sopha, Manajer Pengembangan Akademik dan Kerja Sama Fakultas Teknik UGM, semua program double degree ini dibiaya oleh LPDP dan informasi lebih lanjut terkait program ini bisa didapatkan dari website masing-masing program studi. Dr. Arsana menambahkan bahwa, khusus untuk program double degree Magister Teknik Geomatika, informasinya dapat diperoleh dari ugm.id/DDGeomatikaUGM.

Teknik Geodesi UGM Tindak Lanjuti Kerja Sama dengan Universitas Glasgow

Berita Kamis, 23 Oktober 2025

Yogyakarta, 22 Oktober 2025 – Departemen Teknik Geodesi UGM menerima delegasi dari Universitas Glasgow untuk melakukan tindak lanjut kerja sama antar keduanya. Yang hadir di Departemen Teknik Geodesi adalah seorang akademisi, Dr. Paul R. Eizenhofer dan seorang administrator, Sophia. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk melakukan diskusi rinci terkait program double degree antara kedua institusi yang kini mulai berjalan.

Dr. I Made Andi Arsana hadir di dalam pertemuan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika. Mereka membicarakan pelaksanaan program double degree yang melibatkan Magister Teknik Geomatika di UGM dan Computational Geoscience di UG. Saat ini, program double degree ini telah memiliki dua mahasiswa pertama yaitu Hyatma Adikara dan Fairuz Akmal. Keduanya merupakan alumni S1 Program Studi Teknik Geodesi UGM. Dalam diskusi tersebut, kedua mahasiswa ini juga dihadirkan dan dikenalkan kepada pihak UG.

Melalui diskusi tanggal 22 Oktober 2025, kedua belah pihak memahami bahwa saat ini kedua mahasiswa sudah memulai kuliah di Magister Teknik Geomatika UGM dan akan siap berangkat ke UG pada bulan Agustus 2026. Dr. Eizenhofer secara rinci menanyakan mata kuliah yang sudah dan akan diambil oleh kedua mahasiswa tersebut di UGM serta menjelaskan mata kuliah yang akan mereka ambil di UG. Selain itu, dibicarakan juga perihal rencana tesis dan pembimbingan yang akan dilakukan secara bersema (joint supervision) yang melibatkan akademisi di UGM dan UG.

Pada dasarnya, dicapai pemahaman bersama bahwa mahasiswa double degree tersebut akan menempuh satu tahun pendidikan di UGM dan satu tahun berikutnya di UG. Ketika semua program sudah dilaksanakan, mahasiswa akan lulus dengan gua gelar master yang berasal dari UGM dan UG. Disepakati juga bahwa ada satu tema penelitian yang akan diselesaikan sebagai persyaratan tesis di UGM dan project di UG. Hal ini memerlukan pengaturan yang matang di awal, sebelum mahasiswa mulai kuliahnya di UG. Oleh karena itu, kedua pihak bersepakat bahwa mahasiswa harus sudah siap dengan topik tesisnya dia akhir tahun pertama di UGM, sebelum berangkat ke UG.

Dalam diskusi tersebut, masing-masing mahasiswa diminta untuk menyampaikan secara singkat rencana tesisnya. Keduanya sudah cukup siap dengan tema masing-masing yang terkait erat dengan Smart Cities dan Digital Twin. Selain sudah mendalami tema-tema tersebut secara akademik, keduanya memang terlibat secara teknis dalam mengembangkan aplikasi tersebut untuk diterapkan di dunia nyata. Hal ini memberi kesan positif kepada pihak UG. Menurut Dr. Arsana, tema ini penting karena terkait erat dengan SGDs Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena fokus pada inovasi dan infrastruktur yang tahan banting, Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) karena bertujuan membuat kota lebih inklusif dan aman, serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Diskusi tersebut berjalan sangat produktif dan berhasil menyepakati hal-hal krusial yang penting bagi suksesnya program double degree. Dr. Eizenhofer juga menyampaikan apresiasi kepada kedua mahasiswa yang menurutnya memiliki kualitas yang sangat baik untuk menyelesaikan program double degree. Dr. Arsana menyetujui hal tersebut dan menegaskan bahwa kualitas tersebut yang membuat mereka berhasil meraih beasiswa LPDP. Selanjutnya, kedua belah pihak berharap bahwa program double degree ini akan semakin dikenal dan menarik semakin banyak mahasiswa dari Indonesia.

Mahasiswa Geodesi UGM Laksanakan Pemetaan Topografi di Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang

Berita Rabu, 17 September 2025

Sleman, 16 September 2025 – Mahasiswa Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) berupa pemetaan topografi di kawasan Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang. Tim menggunakan teknologi canggih berupa LiDAR SLAM FJD Trion P1 dan Aerial LiDAR DJI Matrice 350 RTK dengan sensor DJI Zenmuse L2. Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari teknisi laboratorium. Ketua tim PPM, Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., memimpin pelaksanaan lapangan dan mengoordinasikan seluruh aktivitas mahasiswa.

Mahasiswa secara aktif mengoperasikan perangkat UAV dan sensor LiDAR untuk menghasilkan data topografi yang detail dan akurat. Tim juga melakukan proses akuisisi data dengan sistem SLAM yang mampu merekam kondisi lapangan secara real-time. Pendampingan teknisi laboratorium memastikan seluruh instrumen bekerja optimal dan data terekam sesuai standar. Hasil pengukuran diharapkan menjadi basis informasi spasial untuk mendukung pengembangan fasilitas perkemahan dan kegiatan pramuka di kawasan Kaliurang.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam penerapan teknologi pemetaan mutakhir. Tim menegaskan komitmen untuk menghasilkan data spasial yang bermanfaat bagi pengelolaan kawasan wisata pendidikan dan lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan teknisi laboratorium memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat. Dengan kegiatan ini, Universitas Gadjah Mada berkontribusi nyata dalam pengelolaan ruang dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Sleman.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas (pembelajaran lapangan mahasiswa)

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (penerapan teknologi LiDAR)

SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (pemetaan kawasan wisata dan perkemahan)

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (monitoring kondisi lingkungan)

SDG 15: Ekosistem Daratan (pelestarian kawasan hutan dan lereng Merapi)

Pengukuhan Guru Besar Prof. Nurrohmat Widjajanti: Geodesi Geometri sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Senin, 8 September 2025

Yogyakarta, 4 September 2025 – Universitas Gadjah Mada kembali menambah deretan profesor di bidang teknik dengan dikukuhkannya Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. sebagai Guru Besar dalam bidang Geodesi Geometri pada Fakultas Teknik. Prosesi pengukuhan dilaksanakan di Balai Senat UGM dan dihadiri oleh pimpinan universitas, sivitas akademika, keluarga, serta tamu undangan.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Dari Titik ke Peta: Kontribusi Sistem Koordinat dan Sistem Referensi dalam Tata Kelola Data Geospasial untuk Mendukung Kebijakan Pembangunan yang Berkelanjutan”, Prof. Nurrohmat menegaskan bahwa geodesi bukan sekadar pemetaan, melainkan disiplin strategis yang menopang infrastruktur, tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, navigasi, hingga mitigasi bencana. Beliau menekankan bahwa data geospasial yang terintegrasi sangat diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat sasaran.

Prof. Nurrohmat memaparkan pentingnya Geodesi Geometri sebagai fondasi dalam membangun sistem koordinat dan referensi yang akurat. Beliau mencontohkan bagaimana kesalahan dalam sistem koordinat dapat berdampak fatal, terutama pada proyek konstruksi besar seperti jembatan, terowongan, maupun pembangunan pelabuhan. Dalam konteks nasional, penerapan sistem koordinat geodetik terbukti krusial pada proyek strategis seperti Tol Laut dan Pelabuhan Patimban.

Selain itu, beliau menekankan peran data geospasial dalam mitigasi bencana dan pemantauan deformasi bumi, khususnya dengan pemanfaatan teknologi GNSS dan InSAR. Menurutnya, integrasi data spasial dengan teknologi kecerdasan buatan, machine learning, dan komputasi awan menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan geodesi masa depan. Hal ini juga terkait dengan isu kedaulatan dan keamanan data spasial yang semakin strategis bagi pertahanan serta ekonomi nasional.

Di akhir pidatonya, Prof. Nurrohmat menekankan perlunya strategi simultan dalam pengembangan ilmu geodesi, mulai dari penguatan pendidikan, kolaborasi lintas sektor, hingga transformasi digital dalam pengelolaan data geospasial. Beliau menegaskan bahwa informasi spasial adalah elemen fundamental yang menopang kehidupan modern, sehingga ke depan sistem geospasial Indonesia harus semakin akurat, terpadu, dan berkelanjutan demi mendukung pembangunan bangsa.

Tim Geodesi UGM Paparkan Rencana Penelitian dan Pengabdian di Kulon Progo

Berita Selasa, 29 Juli 2025

Kulon Progo, 28 Juli 2025 – Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada mengunjungi Kantor Bupati Kulon Progo untuk mempresentasikan sejumlah rencana kegiatan. Tim memperkenalkan program pemetaan orthofoto berbasis UAV untuk mendukung percepatan PBT terintegrasi di Desa Kanoman. Tim juga menawarkan pemetaan potensi bencana di Kapanewon Samigaluh serta pemetaan potensi desa untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, tim menyiapkan studi dinamika muka tanah menggunakan InSAR dan pemanfaatan garam di wilayah pesisir Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo menyambut kedatangan tim Geodesi UGM dengan penuh apresiasi. Bupati mendengarkan paparan program secara langsung dan memahami manfaat kegiatan bagi daerah. Bupati mempersilakan seluruh kegiatan dilaksanakan di wilayah Kulon Progo sesuai rencana. Untuk mendukung keberlangsungan program, Bupati juga menugaskan beberapa staf pemerintah daerah agar mendampingi pelaksanaan di lapangan.

Tim Geodesi UGM menjadikan pertemuan ini sebagai sarana perkenalan awal dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Tim menegaskan komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di daerah. Program penelitian dan pengabdian diharapkan mampu meningkatkan kapasitas mitigasi bencana dan pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan kolaborasi ini, tim optimis dapat memperkuat peran Kulon Progo dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya:

SDG 2: Tanpa Kelaparan (pemetaan potensi desa dan pertanian)

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (studi dinamika muka tanah dan bandara)

SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (pemetaan bencana dan desa)

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (mitigasi risiko bencana)

SDG 14: Ekosistem Lautan (pemanfaatan garam di pesisir)

SDG 15: Ekosistem Daratan (pemetaan potensi desa dan penggunaan lahan)

123

Agenda

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Berita Terakhir

  • Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”
  • Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial
  • Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah
  • Wisuda Program Magister Teknik Geomatika FT UGM Periode III Tahun Akademik 2025/2026
  • Lulusan Magister Teknik Geomatika FT UGM Menjadi Wisudawan Termuda di Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY