Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs13
  • SDGs13
Arsip:

SDGs13

Prestasi Membanggakan, Sivitas Akademika Departemen Teknik Geodesi UGM Raih Tiga Penghargaan pada GEOICON 2026

ArtikelBerita Kamis, 23 Juli 2026

Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi pada ajang The 11th Geomatics International Conference (GEOICON) 2026 yang diselenggarakan di Surabaya. Pada penutupan konferensi, sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi UGM berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi, yaitu dua penghargaan Best Oral Presentation dan satu penghargaan Best Poster.

Prestasi pertama diraih oleh Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc. melalui penelitian berjudul “Estimating Three-Dimensional Secular Motion Along the Palu-Koro Fault Zone Based on Integrated InSAR and GNSS Observation”. Penelitian tersebut memperoleh penghargaan Best Oral Presentation atas kontribusinya dalam pemanfaatan integrasi data Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) dan Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk mengestimasi pergerakan tiga dimensi pada zona Sesar Palu-Koro. Pendekatan tersebut memberikan informasi penting dalam pemantauan deformasi kerak bumi serta mendukung upaya mitigasi bencana geologi di Indonesia.

Penghargaan Best Oral Presentation kedua diraih melalui penelitian berjudul “Parcel-Based Spatial Assessment of Economic Losses from Land Subsidence-Induced Tidal Flooding in North Semarang District” yang dipresentasikan oleh Yofita Indah Saputri dengan Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai penulis pendamping sekaligus corresponding author. Penelitian ini mengembangkan pendekatan berbasis bidang tanah (parcel-based assessment) untuk mengidentifikasi dan mengestimasi kerugian ekonomi akibat banjir rob yang dipicu oleh penurunan muka tanah di Kecamatan Semarang Utara. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan mitigasi dan perencanaan wilayah pesisir yang lebih adaptif.

Sementara itu, penghargaan Best Poster diraih oleh Iqbal Hanun Azizi, S.T. bersama tim peneliti melalui penelitian berjudul “Comparative Assessment of Time-of-Flight and Phase-Shift Laser Scanning Technologies for Automated 3D Mesh Generation in Support of National Spatial Data Infrastructure Development”. Penelitian ini membandingkan performa teknologi Time-of-Flight dan Phase-Shift Laser Scanning dalam menghasilkan model 3D mesh secara otomatis untuk mendukung pengembangan National Spatial Data Infrastructure (NSDI). Selain dipresentasikan pada sesi oral presentation, penelitian tersebut juga ditampilkan dalam sesi poster dan berhasil memperoleh penghargaan Best Poster berkat kontribusinya dalam pengembangan teknologi akuisisi data geospasial tiga dimensi.

Keberhasilan meraih dua penghargaan Best Oral Presentation dan satu penghargaan Best Poster menunjukkan kualitas penelitian yang dikembangkan oleh sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi UGM mampu bersaing di tingkat internasional. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas inovasi, kualitas ilmiah, serta kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu geodesi, geomatika, dan teknologi geospasial.

Pencapaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen Departemen Teknik Geodesi UGM dalam mengembangkan riset yang berdampak, memperluas kolaborasi internasional, serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Diharapkan prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk terus menghasilkan penelitian yang inovatif dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta penyelesaian berbagai tantangan di bidang geospasial.

Departemen Teknik Geodesi UGM Presentasikan Delapan Penelitian pada GEOICON 2026 di Surabaya

ArtikelBerita Kamis, 23 Juli 2026

Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu geodesi dan geomatika di tingkat internasional dengan menghadiri The 11th Geomatics International Conference (GEOICON) 2026 yang diselenggarakan di Surabaya pada 15–16 Juli 2026. Mengusung tema “Geospatial Technology for Mapping the Future: Climate Resilience and Geospatial Intelligence for Multi-Hazard Early Warning”, konferensi ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pemerintah, dan praktisi geospasial dari berbagai negara untuk berbagi inovasi dan hasil penelitian terkini.

Pada kesempatan tersebut, Departemen Teknik Geodesi UGM mengirimkan delegasi yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Program Magister. Perwakilan dosen meliputi Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU., Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D., Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., dan Calvin Wijaya, M.Eng. Unsur tenaga kependidikan diwakili oleh Iqbal Hanun Azizi, S.T., sedangkan mahasiswa Program Magister yang berpartisipasi adalah Listiyo Fitri, Muhammad Apriliano Bagaskara, dan Muhammad Rakha Fadhila.

Dalam konferensi tersebut, sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi UGM mempresentasikan sembilan penelitian pada sesi oral presentation. Penelitian-penelitian tersebut mencerminkan keberagaman topik riset yang dikembangkan di Departemen Teknik Geodesi UGM, mulai dari penginderaan jauh, kecerdasan buatan, geodesi satelit, mobile laser scanning, hingga analisis spasial.

Di bidang penginderaan jauh, Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU. mempresentasikan penelitian berjudul “New Pipeline in Image Enhancement for Extraction of Land Cover Based on Multitemporal Spectral Index from Medium-Resolution Satellite Imagery”. Penelitian ini mengembangkan pendekatan baru dalam peningkatan kualitas citra satelit menggunakan indeks spektral multitemporal untuk meningkatkan akurasi ekstraksi tutupan lahan pada citra resolusi menengah.

Masih pada bidang pemanfaatan teknologi geospasial berbasis kecerdasan buatan, Calvin Wijaya, M.Eng. mempresentasikan penelitian “Deep Learning Architectures for Occluded Building Extraction in Urban Climate Resilience”. Penelitian tersebut mengevaluasi penerapan berbagai arsitektur deep learning untuk mengekstraksi objek bangunan yang tertutup (occluded buildings) dari data penginderaan jauh, sehingga dapat mendukung penyediaan informasi spasial yang lebih akurat bagi perencanaan kota dan peningkatan ketahanan kawasan perkotaan terhadap perubahan iklim.

Pada bidang geodesi satelit, Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc. bersama tim peneliti, termasuk Muhammad Rakha Fadhila, mempresentasikan penelitian “Estimating Three-Dimensional Secular Motion Along the Palu-Koro Fault Zone Based on Integrated InSAR and GNSS Observation”. Penelitian ini memanfaatkan integrasi data InSAR dan GNSS untuk mengestimasi pergerakan tiga dimensi pada zona Sesar Palu-Koro sebagai bagian dari kajian deformasi kerak bumi.

Kontribusi mahasiswa Program Magister juga terlihat melalui penelitian “Evaluating Control Point Configurations for Mobile Laser Scanning Trajectory Adjustment under GNSS Error Propagation” yang dipresentasikan oleh Listiyo Fitri. Penelitian tersebut mengevaluasi pengaruh konfigurasi titik kontrol terhadap proses penyesuaian lintasan (trajectory adjustment) pada sistem Mobile Laser Scanning dalam kondisi propagasi kesalahan GNSS sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil pemetaan tiga dimensi.

Sementara itu, Muhammad Apriliano Bagaskara mempresentasikan dua penelitian sekaligus. Penelitian pertama berjudul “Development of a Contactless 3D Coordinate Measurement System Through the Integration of a Low-Cost GNSS Module and Smartphone-Based Imaging”, yang mengembangkan sistem pengukuran koordinat tiga dimensi tanpa kontak melalui integrasi modul GNSS berbiaya rendah dengan pencitraan berbasis telepon pintar. Penelitian kedua berjudul “Quantifying Benthic Habitat Change in Calatagan, Batangas, Philippines Using Sentinel-2 and Linear Spectral Unmixing”, yang memanfaatkan citra Sentinel-2 dan metode Linear Spectral Unmixing untuk mengidentifikasi perubahan habitat bentik di wilayah pesisir Calatagan, Filipina.

Kontribusi Departemen Teknik Geodesi UGM dalam bidang analisis spasial juga ditunjukkan melalui dua penelitian yang melibatkan Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai penulis. Penelitian pertama berjudul “Spatial Analysis of Toponymic Shifting Based on Public Perception: Evidence from Four Urban Areas in Indonesia”, yang mengkaji dinamika perubahan nama tempat berdasarkan persepsi masyarakat di empat kawasan perkotaan Indonesia. Penelitian kedua berjudul “Parcel-Based Spatial Assessment of Economic Losses from Land Subsidence-Induced Tidal Flooding in North Semarang District”, yang menganalisis kerugian ekonomi akibat banjir rob yang dipicu oleh penurunan muka tanah menggunakan pendekatan berbasis bidang tanah (parcel-based assessment).

Selain itu, Iqbal Hanun Azizi, S.T. bersama tim peneliti mempresentasikan penelitian “Comparative Assessment of Time-of-Flight and Phase-Shift Laser Scanning Technologies for Automated 3D Mesh Generation in Support of National Spatial Data Infrastructure Development”. Penelitian ini membandingkan teknologi Time-of-Flight dan Phase-Shift Laser Scanning dalam menghasilkan model 3D mesh secara otomatis sebagai bagian dari pengembangan National Spatial Data Infrastructure (NSDI). Selain dipresentasikan pada sesi oral presentation, penelitian tersebut juga terpilih sebagai poster presentation, sehingga memperoleh kesempatan untuk ditampilkan pada sesi poster sebagai salah satu karya ilmiah yang mendapat apresiasi dalam konferensi.

Partisipasi aktif dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa pada GEOICON 2026 menunjukkan sinergi yang kuat dalam membangun budaya riset di Departemen Teknik Geodesi UGM. Kehadiran berbagai topik penelitian yang dipresentasikan mencerminkan kemampuan departemen dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi geospasial untuk menjawab tantangan di bidang kebencanaan, lingkungan, infrastruktur, serta pembangunan berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan pada GEOICON 2026, Departemen Teknik Geodesi UGM memperkuat komitmennya untuk meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi nasional maupun internasional, serta mendorong diseminasi hasil riset pada forum ilmiah bereputasi. Diharapkan, partisipasi ini tidak hanya meningkatkan visibilitas Departemen Teknik Geodesi UGM di tingkat internasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian yang lebih luas dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu geodesi, geomatika, dan teknologi geospasial di Indonesia maupun dunia.

Antisipasi Potensi Bencana, Teknik Geodesi UGM Gelar Pelatihan dan Simulasi Gempa Bumi dan Pemadam Kebakaran

BeritaPelatihan Rabu, 1 Juli 2026

Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan simulasi pemadam kebakaran pada Rabu, 1 Juli 2026. Agenda yang berlangsung di lingkungan departemen ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta petugas outsourcing.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Sekretaris Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Dr. Ir. Dwi Lestari, S.T., M.E., IPM. Dalam penyampaiannya, beliau berharap kesempatan ini dapat memberikan pemahaman bagi seluruh civitas akademika mengenai tata cara bertindak yang tepat saat menghadapi situasi darurat.

Materi utama pada pelatihan ini disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Kedaruratan K5L UGM, Nunu Lutfi, S.T., M.Ec.Dev. Dalam paparannya, beliau menjelaskan sejumlah poin krusial mengenai keselamatan kerja, meliputi teori segitiga api, tahap perkembangan api, klasifikasi jenis kebakaran, sistem proteksi bangunan, hingga tata cara penanganan awal saat api mulai muncul. Peserta juga diberikan edukasi mendalam mengenai jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta fungsi spesifik dari masing-masing jenis tabung pemadam tersebut.

Setelah sesi pemaparan teori, kegiatan dilanjutkan dengan agenda simulasi penanggulangan bencana dan praktik pemadaman api di lapangan. Pada sesi interaktif ini, para peserta dari berbagai unsur, baik dosen, tendik, mahasiswa, maupun petugas outsourcing secara bergantian mencoba mempraktikkan langsung penggunaan APAR dan teknik pemadaman tradisional secara aman di bawah panduan tim K5L UGM. Pelatihan ini berjalan tertib dan ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan mitigasi bencana di lingkungan kampus.

UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

Gunungkidul, 30 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian terkait pemantauan kelembapan tanah di kawasan rawan longsor di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. dari UGM dan melibatkan Prof. Buldan Muslim dari BRIN. Fokus utama riset adalah pemanfaatan metode GNSS-IR (Global Navigation Satellite System – Interferometric Reflectometry) untuk mengukur kelembapan tanah secara non-invasif, khususnya pada area dengan potensi longsor tinggi.

Metode GNSS-IR memanfaatkan sinyal satelit yang dipantulkan dari permukaan tanah untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik fisik, termasuk tingkat kelembapan. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu memberikan data kontinu tanpa perlu pemasangan sensor langsung di dalam tanah, sehingga lebih aman dan efisien untuk wilayah dengan kondisi geologi yang rentan.

Menurut Prof. Nurrohmat Widjajanti, penelitian ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologi geodesi modern. “Kelembapan tanah merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kestabilan lereng. Dengan GNSS-IR, kita dapat memperoleh informasi yang lebih detail dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana longsor,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Buldan Muslim dari BRIN menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat integrasi riset nasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan. “Pengembangan metode seperti GNSS-IR membuka peluang besar untuk sistem peringatan dini yang lebih akurat dan berbasis data,” jelasnya.

Gunungkidul dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik geologi yang kompleks serta sejumlah titik rawan longsor, terutama pada musim hujan. Data yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi risiko bencana serta pengembangan sistem peringatan dini longsor di Indonesia. Kolaborasi antara UGM dan BRIN ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis sains dan teknologi.

Dr. I Made Andi Arsana Hadirkan Akademisi Internasional dalam Program “Meet the Professor”

Berita Jumat, 17 April 2026

Yogyakarta, 17 April 2026 – I Made Andi Arsana kembali menghadirkan ruang diskusi akademik melalui program Meet the Professor yang diselenggarakan secara daring. Pada edisi bulan April 2026, program ini menghadirkan Linda Yanti Sulistiawati, seorang akademisi dengan pengalaman internasional yang luas di bidang hukum dan perubahan iklim.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026 pukul 15.30–17.00 WIB ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan terbuka bagi peserta yang tertarik mengembangkan karier akademik di tingkat global.

Dalam sesi diskusi, Linda Yanti Sulistiawati membagikan pengalaman dan perjalanan kariernya sebagai akademisi yang berhasil menembus kancah internasional. Ia saat ini menjabat sebagai Senior Research Fellow di Centre for International Law, Faculty of Law, National University of Singapore, serta pernah terlibat sebagai anggota delegasi Indonesia dalam negosiasi Perjanjian Paris terkait perubahan iklim.

Diskusi yang dipandu oleh I Made Andi Arsana ini memberikan berbagai wawasan strategis, mulai dari pengembangan kapasitas akademik, membangun jejaring internasional, hingga tantangan yang dihadapi dalam meniti karier di lingkungan global.

Program Meet the Professor menjadi salah satu inisiatif yang bertujuan untuk menjembatani mahasiswa dan akademisi muda dengan para pakar berpengalaman di tingkat internasional. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh inspirasi serta pemahaman yang lebih komprehensif dalam merencanakan dan mengembangkan karier akademik mereka.

Antusiasme peserta terhadap kegiatan ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap peluang pengembangan diri di bidang akademik global. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

CESASS Talk UGM Bahas Batas Maritim dan Kolaborasi ASEAN di Era Tanpa Batas

Berita Selasa, 31 Maret 2026

Yogyakarta, 31 Maret 2026 — Center for Southeast Asian Studies (CESASS) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar forum diskusi melalui program CESASS Talk #53. Kegiatan ini mengangkat tema “Talking Borders in a Borderless ASEAN” yang menyoroti isu batas maritim dan kerja sama regional. Forum ini terbuka bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, hingga praktisi yang tertarik pada dinamika kawasan ASEAN.

Diskusi ini menghadirkan I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D. sebagai pembicara utama dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, UGM. Ia membahas berbagai aspek terkait batas maritim, tata kelola laut, serta pentingnya kerja sama regional dalam mengelola sumber daya laut. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif mengenai batas wilayah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kawasan.

Dalam pemaparannya, Andi menekankan bahwa konsep “tanpa batas” dalam ASEAN bukan berarti menghilangkan batas negara, melainkan memperkuat kolaborasi lintas negara. Ia menjelaskan bahwa kerja sama regional dapat mendorong pengelolaan wilayah laut yang lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan berbasis data geospasial dinilai penting dalam mendukung pengambilan keputusan di sektor kelautan.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Randy Wirasta Nandyatama, S.IP., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Hubungan Internasional UGM. Ia memandu jalannya diskusi dengan mengangkat berbagai isu strategis yang relevan dengan kondisi kawasan saat ini. Interaksi antara moderator dan pembicara membuat diskusi berlangsung dinamis dan mudah dipahami oleh peserta.

CESASS Talk #53 diselenggarakan secara hybrid, memungkinkan peserta untuk mengikuti kegiatan baik secara langsung maupun daring. Sesi luring berlangsung di Indonesia Room, CESASS UGM, sementara peserta daring bergabung melalui platform Zoom. Format ini memberikan fleksibilitas bagi peserta dari berbagai lokasi untuk tetap terlibat dalam diskusi.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait implementasi kerja sama regional serta tantangan dalam pengelolaan batas maritim. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap isu kelautan dan hubungan internasional di kawasan ASEAN.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkaya pemahaman peserta mengenai dinamika batas wilayah dan kerja sama regional. Selain itu, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan baru dalam pengelolaan sumber daya laut. Dengan diskusi yang berkelanjutan, kontribusi akademisi dalam isu strategis kawasan diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, isu batas maritim dan tata kelola laut diperkirakan akan semakin kompleks seiring dengan perkembangan geopolitik dan ekonomi kawasan. Oleh karena itu, kolaborasi antarnegara dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan tersebut. Program seperti CESASS Talk dinilai strategis dalam membangun pemahaman bersama di tingkat regional.

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Relasi Seni dan Agama dalam Kajian PSPSR UGM

Berita Jumat, 6 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026 – I Made Andi Arsana berpartisipasi dalam diskusi bertema krisis iklim Indonesia yang diselenggarakan oleh Madhava Group melalui kanal Spatial Highlights. Kegiatan ini dikemas dalam format podcast bertajuk “Krisis Iklim di Indonesia: Penjelasan Langsung dari Eks Kepala BMKG | LOKASI Episode 2”. Diskusi ini menghadirkan Dwikorita Karnawati, yang menjabat sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 2017–2025.

Dalam pembahasannya, disampaikan bahwa kenaikan suhu global yang awalnya relatif kecil kini telah mencapai hingga sekitar 3°C, yang berdampak signifikan terhadap sistem atmosfer dan lautan. Peningkatan suhu ini menyebabkan siklus hidrologi menjadi lebih intens, memicu terbentuknya awan hujan yang lebih masif, serta meningkatkan potensi terjadinya hujan ekstrem dan badai tropis.

Lebih lanjut, Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Melalui diskusi ini, I Made Andi Arsana turut memberikan perspektif dari sisi keilmuan geospasial, khususnya terkait pentingnya data dan analisis spasial dalam memahami serta memitigasi dampak perubahan iklim.

Masyarakat dapat menyaksikan diskusi lengkap tersebut melalui tautan berikut: Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap urgensi krisis iklim serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Indonesia.

Peneliti UGM Kembangkan Model 3D Candi Berbasis AI untuk Dukung Heritage BIM

BeritaPenelitian Jumat, 27 Februari 2026

Yogyakarta, 27 Februari 2026 — Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan metode pemodelan 3D bangunan cagar budaya berbasis videogrametri untuk mendukung Heritage Building Information Model (H-BIM). Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi terkini dalam mendokumentasikan bangunan bersejarah secara digital. Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional dengan DOI: https://doi.org/10.14434/sdh.v9i2.40876.

Penelitian ini dilakukan oleh Riyas Syamsul Arif dan Harintaka dari UGM dengan mengombinasikan teknik Structure from Motion/Multi-View Stereo (SfM-MVS) dan Neural Radiance Field (NeRF). Kedua pendekatan ini digunakan untuk membangun model 3D dari data video (videogrammetry) bangunan candi yang memiliki tekstur kompleks. Pendekatan ini dinilai relevan untuk kondisi Indonesia yang memiliki banyak situs warisan budaya, khususnya di Pulau Jawa.

Dalam proses pengumpulan data, tim peneliti menggunakan dua skenario tingkat tumpang tindih (overlap) video, yaitu 70 persen dan 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overlap 70 persen menghasilkan detail permukaan objek yang lebih baik serta model yang lebih lengkap. Temuan ini menjadi penting dalam menentukan strategi akuisisi data untuk pemodelan 3D bangunan bersejarah. Dari sisi algoritma, metode SfM-MVS menunjukkan keunggulan dalam hal akurasi geometri sehingga lebih cocok digunakan untuk bangunan candi berukuran besar. Sementara itu, algoritma NeRF memiliki keunggulan dalam menghasilkan kepadatan point cloud yang lebih tinggi serta visualisasi yang lebih realistis. Oleh karena itu, NeRF dinilai lebih optimal untuk pemodelan objek berukuran kecil dengan detail visual yang tinggi. Untuk mendukung interoperabilitas, model 3D yang dihasilkan disimpan dalam struktur data boundary representation (B-Rep). Struktur ini memungkinkan deskripsi batas objek secara lebih akurat serta kompatibilitas dengan berbagai format file. Dalam penelitian ini, format yang digunakan meliputi OBJ, KMZ, FBX, dan CityGML.

Pengembangan H-BIM melalui pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia. Dengan model digital yang akurat, proses dokumentasi, analisis, hingga restorasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, integrasi teknologi AI dan geospasial membuka peluang baru dalam pengelolaan warisan budaya. Ke depan, teknologi pemodelan 3D berbasis AI diperkirakan akan semakin berkembang dan menjadi standar dalam konservasi bangunan bersejarah. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi menjadi kunci dalam implementasi teknologi ini. Dengan demikian, pelestarian warisan budaya dapat dilakukan secara lebih modern dan berkelanjutan.

KATDESI dan Geodesi UGM Selenggarakan Webinar Tanggap Bencana Bahas Respon Cepat Teknologi Geospasial

Berita Selasa, 9 Desember 2025

Yogyakarta, 8 Desember 2025 — Keluarga Alumni Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (KATDESI) bekerja sama dengan Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Webinar Tanggap Bencana bertajuk “Respon Cepat Teknologi Geospasial untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan terbuka bagi akademisi, praktisi, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu kebencanaan dan pemanfaatan teknologi geospasial.

Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pemangku kepentingan terkait peran strategis teknologi geospasial dalam mendukung respon cepat bencana, khususnya pada wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana data dan analisis geospasial dapat dimanfaatkan secara efektif dalam tahap tanggap darurat, mulai dari pemetaan dampak, analisis wilayah terdampak, hingga dukungan pengambilan keputusan secara cepat dan berbasis data.

Kegiatan webinar menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang teknologi geospasial dan kebencanaan. Azza Sawungrana, selaku Head of Data GeoSquare.ai, memaparkan peran data geospasial dan analisis berbasis teknologi digital dalam mendukung respon bencana secara cepat dan akurat. Sementara itu, Ruli Andaru (TGD’2000), Founder dan Team Lead Geo-AIT, menyampaikan pengalaman dan praktik pemanfaatan teknologi geospasial dalam situasi darurat, termasuk integrasi data spasial untuk mendukung koordinasi lintas sektor.

Webinar ini dimoderatori oleh Arie Yulfa (TGD’1998), dosen Universitas Negeri Padang, yang memandu jalannya diskusi secara sistematis dan interaktif. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta, yang mencerminkan tingginya minat terhadap topik pemanfaatan teknologi geospasial dalam penanganan bencana.

Kegiatan ini juga melibatkan Novi Trihastuti sebagai perwakilan KATDESI, serta dipandu oleh Syahrastania Ertono selaku Master of Ceremony (MC). Kolaborasi antara alumni, akademisi, dan praktisi ini menjadi wujud nyata sinergi komunitas Teknik Geodesi UGM dalam berkontribusi terhadap isu-isu strategis nasional, khususnya di bidang kebencanaan.

Melalui penyelenggaraan Webinar Tanggap Bencana ini, KATDESI dan Departemen Teknik Geodesi UGM berharap dapat mendorong pemanfaatan teknologi geospasial yang lebih optimal, terintegrasi, dan responsif dalam mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana di Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas profesional, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks.

Dokumentasi lengkap kegiatan webinar dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube pada tautan berikut:
https://www.youtube.com/live/0ANOU2IQ1y4

Kuliah Tamu dan Promosi Program Double Degree dengan Universitas Glasgow

BeritaKuliah Umum Sabtu, 25 Oktober 2025

Yogyakarta, 21 Oktober 2025 – Kemajuan kerja sama antara Fakultas Teknik UGM dan Universitas Glasgow (UG) telah ditunjukkan dengan telah terselenggaranya program gelar ganda (double degree) antara keduanya. Kemajuan dan keberhasilan ini disambut baik oleh kedua belah pihak dengan melaksanakan pertemuan pada tanggal 21 dan 22 Oktober 2025.

UG hadir di Fakultas Teknik UGM diwakili oleh dua orang akademisi yaitu Dr. Paul R. Eizenhofer, Dr. Henrik Hesse, dan satu administrator yaitu Ms. Sophia. Ketiganya datang untuk menindaklanjuti kerja sama gelar ganda antara beberapa departemen di Fakultas Teknik UGM dan UG. Salah satu aktivitas utama terkait kedatangan mereka ke UGM adalah untuk mempromosikan program gelar ganda tersebut.

Pada tanggal 21 Oktober 2025, Fakultas Teknik UGM menyelenggarakan rangkaian acara sesi berbagi informasi terkait program gelar ganda di semua departemen, termasuk Magister Teknik Geomatika. Acara tersebut dilengkapi juga dengan kuliah tamu dari kedua akademisi UGM didampingi oleh akademisi UGM yaitu Dr. I Made Andi Arsana yang merupakan Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika serta Dr. Adha Imam Cahyadi dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi.

Keempat pembicara menyajikan hasil penelitian mereka yang merupakan salah satu bidang kajian di program magister yang mereka kelola. Acara ini sekaligus untuk memperkenalkan kepada calon mahasiswa sehingga mereka bisa memahami apa yang akan dipelajari kelak. Dr. Eizenhofer menyajikan penelitiannya terkait pegunungan (mountain ranges) dan respon biotiknya menggunakan pendekatan ilmu dan teknologi kebumian. Dr. Hesse menyampaikan penelitiannya terkait pesawat nir awak (drones) untuk berbagai aplikasi. Perwakilan dari Magister Teknik Geomatika, Dr. I Made Andi Arsana, menyajikan hasil penelitian terkait batas maritim yang merupakan kajian di salah salah satu konsentrasi yaitu Pemetaan dan Manajemen Wilayah Perbatasan. Dr. Cahyadi menyajikan penelitiannya yang terkait dengan drones dan navigasi robot.

Secara khusus terkait tema paparannya, Dr. Arsana menyatakan bahwa selain sebagai tema penting dalam salah satu konsentrasi di Magister Teknik Geomatika, tema batas maritim ini terkait erat dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goal (SGDs). Beberapa tujuan utama yang terkait erat dengan tema ini adalah  tujuan 14, (Kehidupan dan Bawah Air), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena dapat memengaruhi kegiatan ekonomi seperti perikanan dan pariwisata, serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena dapat berdampak pada ekosistem laut dan pesisir. Selain itu, isu ini terkait erat dengan Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan infrastruktur maritim dan teknologi kelautan, serta Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

Acara kuliah tamu yang diselenggarakan di Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa. Selain kuliah tamu dan sesi informasi, salah satu yang menarik adalah sesi berbagi pengalaman yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa program Double Degree Magister Teknik Geomatika yaitu Hyatma Adikara. Hyatma merupakan mahasiswa pertama untuk program double degree antara UGM dan UG yang mulai menempuh pendidikan di semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Dia berbagi pengalamannya ketika mendaftar program double degree ini sekaligus perjuangannya dalam mendapatkan beasiswa LPDP untuk membiaya program pendidikannya.

Acara tanggal 21 Oktober 2025 ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta tampak antusias memberikan respons dalam bentuk pertanyaan. Pada dasarnya mereka tertarik dengan program gelar ganda yang diadakan oleh Fakultas Teknik UGM dengan beberapa program di UG. Seperti disampaikan oleh Prof Bertha Maya Sopha, Manajer Pengembangan Akademik dan Kerja Sama Fakultas Teknik UGM, semua program double degree ini dibiaya oleh LPDP dan informasi lebih lanjut terkait program ini bisa didapatkan dari website masing-masing program studi. Dr. Arsana menambahkan bahwa, khusus untuk program double degree Magister Teknik Geomatika, informasinya dapat diperoleh dari ugm.id/DDGeomatikaUGM.

123

Agenda

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Berita Terakhir

  • Dosen Teknik Geodesi UGM Ikuti Pembekalan OCEAN Traitness untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pembelajaran
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Gelar Pertemuan Orang Tua dan Wali Mahasiswa Baru 2026
  • Semarakkan HUT RI ke-81, Kontingen Departemen Teknik Geodesi Raih Berbagai Juara di Lomba FT UGM
  • Tingkatkan Kemampuan Pemetaan 3D, Departemen Teknik Geodesi FT UGM Gelar Pelatihan Pemodelan 3D LOD 3 untuk Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta
  • Dosen Teknik Geodesi UGM Presentasikan Penelitian pada XXV ISPRS Congress 2026 di Toronto
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY