Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs8
  • SDGs8
Arsip:

SDGs8

Departemen Teknik Geodesi FT UGM Luluskan 12 Wisudawan Pascasarjana Periode I TA 2026/2027

Berita Jumat, 30 Oktober 2026

Yogyakarta, 30 Oktober 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) kembali meluluskan sebanyak 12 wisudawan Program Studi Magister Teknik Geomatika pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027. Pada periode ini, para lulusan berhasil mencatatkan prestasi akademik yang gemilang dengan predikat kelulusan yang didominasi predikat Pujian (Cumlaude).

Dari total 12 wisudawan yang dilepas, sebanyak 6 lulusan berhasil meraih predikat Pujian (Cumlaude), 3 lulusan meraih predikat Sangat Memuaskan, dan 3 lulusan meraih predikat Memuaskan. Capaian ini mencerminkan komitmen DTGD FT UGM dalam menjaga kualitas pendidikan pascasarjana serta mencetak SDM unggul di bidang keilmuan dan teknologi geospasial.

Adapun deretan nama wisudawan pascasarjana program magister pada periode ini meliputi Nur Muhammad Ikram, Rico Adi Pratama, Nur Aini Lestari, Ahmad Rasis Sholikin, Reynalda Anindia Mawarni, Catra Adya Pradipta, Bayana Afifah Dharmajati, Azis Mulya Affandy, Krishna Duta Wibisono, Yoga Kurniawan, Fajar Dian Mukti, serta Vannesa Jacinda Agsa Nova.

Capaian kelulusan ini diharapkan dapat menjadi bekal kuat bagi para wisudawan untuk mengaplikasikan kepakaran geospasialnya dalam mendukung pembangunan nasional, riset keberlanjutan, serta menjawab berbagai tantangan industri di tingkat nasional maupun global.

Perkuat Standarisasi Pendidikan Teknik Geodesi, APTTEGGI Gelar Rapat di FIT ISI & GEODETA 2026

Berita Rabu, 28 Oktober 2026

SEMARANG – Di tengah perhelatan FIT ISI & GEODETA 2026, Asosiasi Perguruan Tinggi Teknik Geodesi dan Geomatika Indonesia (APTTEGGI) menggelar rapat anggota tahunan pada Selasa (27/10/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Ramayana 3, Patra Semarang Hotel & Convention ini dipimpin langsung oleh Ketua APTTEGGI yang juga Ketua Departemen Teknik Geodesi UGM, Prof. Ir. Trias Aditya Kurniawan M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Forum vital ini turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika FT UGM, Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., beserta perwakilan pimpinan departemen dan program studi geospasial dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

Fokus utama pembahasan dalam rapat ini tertuju pada penyeragaman dan standarisasi struktur kurikulum pendidikan tinggi Teknik Geodesi dan Teknik Geomatika secara nasional. Para anggota menyelaraskan perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) beserta susunan mata kuliah pendukungnya, penyesuaian alokasi beban SKS untuk jenjang Magister (S2), hingga harmonisasi alur kelulusan (streamline) yang selama ini bervariasi antarperguruan tinggi. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kualitas lulusan ilmu geodesi dan geomatika di Indonesia memiliki kompetensi yang setara dan berdaya saing tinggi.

Melalui konsensus yang dicapai dalam rapat ini, APTTEGGI mempertegas komitmennya untuk menjamin standarisasi pendidikan tinggi yang adil, inklusif, dan relevan dengan perkembangan industri geospasial bagi seluruh perguruan tinggi anggota. Diharapkan hasil perumusan kurikulum nasional ini tidak hanya memperkuat mutu akademik di tingkat internal perguruan tinggi, tetapi juga memudahkan mobilitas mahasiswa serta kolaborasi riset antarkampus di masa depan.

Perkuat Sinergi Geospasial Nasional, Teknik Geodesi UGM Berpartisipasi Aktif dalam FIT ISI & GEODETA 2026

Berita Rabu, 28 Oktober 2026

SEMARANG – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) turut berpartisipasi aktif dalam ajang Forum Ilmiah Tahunan Ikatan Surveyor Indonesia (FIT ISI) dan 2nd International Conference on Geospatial Data Science: Theory and Application (GEODETA) 2026.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) tersebut berlangsung selama dua hari, pada 26–27 Oktober 2026, bertempat di Patra Semarang Hotel & Convention, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tahun ini, FIT ISI & GEODETA 2026 mengusung tema “Advancing Geospatial Intelligence for Sustainability and Resilience”.

Hadirkan Invited Speaker dan Pimpin Rapat APTTEGGI

Delegasi DTGD FT UGM diwakili oleh jajaran dosen yang terdiri dari Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU., Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU., Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., Ir. Hilmiyati Ulinnuha, S.T., M.Eng., serta Calvin Wijaya, S.T., M.Eng.

Pada hari pertama, Senin (26/10/2026), Prof. Trias Aditya hadir sebagai Invited Speaker bersama Bapak Dwi Budi Martono (Staf Ahli Kementerian ATR/BPN) dan Bapak Azis Djabbarudin (Ketua MASKI). Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Prof. Trias juga memimpin Rapat Asosiasi Perguruan Tinggi Teknik Geodesi dan Geomatika Indonesia (APTTEGGI) guna membahas arah pengembangan pendidikan dan kurikulum geodesi nasional.

Paparkan Riset Mutakhir dan Menyabet Best Presenter

Dalam sesi diskusi paralel (parallel session), para dosen DTGD FT UGM mempresentasikan hasil-hasil riset inovatif di berbagai bidang aplikasi geospasial:

  1. Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU. – “Geometric and Volumetric Accuracy of GNSS-Assisted Smartphone Photogrammetry for Stockpile Surveying”

  2. Dr. Ir. Diyono, ST., M.Si. – “Spatial Mapping and Prediction of Registered Mortgage Values Using Regression Kriging: A Case Study of Yogyakarta, Indonesia”

  3. Hilmiyati Ulinnuha, S.T., M.Eng. – “Analisis Anomali Pergeseran pada Deformasi Pre-Seismik Gempa Bumi Flores 15 Agustus 2026 dengan Unsupervised Machine Learning”

  4. Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. – “Voxel-Based 3D WebGIS Visualization of UAV LiDAR for Dynamic Shadow and Flood Analysis”

Capaian membanggakan turut diraih oleh Dr. Ir. Diyono yang berhasil menyabet penghargaan sebagai Best Presenter atas pemaparan risetnya.

Selain agenda ilmiah, forum ini menjadi wadah silaturahmi serta perkuatan jejaring antara akademisi UGM dengan mitra industri, lembaga pemerintah, dan alumni Teknik Geodesi UGM yang berkiprah di berbagai sektor geospasial nasional.

Melalui keterlibatan aktif dalam FIT ISI & GEODETA 2026, Departemen Teknik Geodesi FT UGM mempertegas perannya di bidang kecerdasan geospasial (geospatial intelligence). Kontribusi akademis dan riset yang disampaikan para dosen diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi teknologi geospasial yang inklusif untuk mendukung keberlanjutan dan ketangguhan pembangunan di Indonesia.

Meet the Alumni: Christanto Michael Nainggolan, Alumni Geodesi UGM yang Berkarier di Industri Geospasial Internasional

Berita Selasa, 27 Oktober 2026

Yogyakarta – Rombongan dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) bertemu dengan salah satu alumninya, Christanto Michael Pandapotan Nainggolan, dalam rangkaian kunjungan akademik, industri, dan asosiasi profesi ke Malaysia pada 11–15 Oktober 2026. Alumni Geodesi UGM angkatan 2009 yang akrab disapa Mas Chris ini kini berkarier di Topcon sebagai Senior Sales Engineer untuk wilayah Indonesia. Perjalanan kariernya menjadi gambaran bagaimana bekal ilmu geodesi, pengalaman lintas bidang, dan kemauan untuk terus belajar dapat membuka peluang berkarier di industri geospasial internasional.

Merintis Karier dari Berbagai Bidang

Setelah menyelesaikan studi pada Mei 2015, Christanto memulai perjalanan profesionalnya sebagai Purchasing Admin di perusahaan kontraktor fire protection. Ia kemudian memperoleh kesempatan terlibat dalam proyek survei di Timor-Leste, bergabung dengan ASI Pudjiastuti Geosurvey, serta bekerja selama kurang lebih dua tahun di PT Solusi Energi Nusantara (SENA). Di perusahaan tersebut, ia mulai mendalami penggunaan GNSS Topcon untuk survei jalur pipa gas dan pengolahan data sistem informasi geografis (SIG).

Pengalamannya berlanjut ke bidang teknologi informasi (IT), sebelum akhirnya bergabung dengan PT Kompas Navigasi Indonesia, perusahaan distributor alat survei dan pemetaan. Di sana, Christanto menjalani peran sebagai Technical Support dan kemudian Sales Engineer. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal yang membawanya bergabung dengan Topcon pada Oktober 2019.

Menariknya, posisi yang pertama kali ia lamar di Topcon adalah Marketing Executive. Namun, setelah melalui proses seleksi, ia justru mendapat tawaran untuk memulai karier sebagai Technical Support Engineer. Pada 2021, ia dipercaya menjadi Regional Sales Engineer untuk wilayah Indonesia. Tiga tahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Senior Sales Engineer untuk wilayah yang sama, posisi yang masih dijalaninya hingga saat ini.

Bagi Christanto, pengalaman bekerja di berbagai bidang yang sekilas tampak tidak saling berkaitan justru memberinya perspektif yang lebih luas. Ia tidak hanya memahami aspek teknis survei dan pemetaan, tetapi juga pengolahan data, teknologi informasi, serta sisi bisnis. Pengalaman tersebut membantunya memahami kebutuhan pelanggan dan membangun solusi yang relevan dalam lingkungan kerja profesional.

Kompetensi Teknis, Komunikasi, dan Kemauan untuk Belajar

Menurut Christanto, bekerja di perusahaan multinasional tidak cukup hanya mengandalkan satu keahlian. Penguasaan ilmu teknis tetap menjadi fondasi penting, tetapi perlu dilengkapi dengan kemampuan komunikasi, bahasa Inggris, pemahaman bisnis, dan kemauan untuk terus mempelajari hal-hal baru.

Ia mengingat bahwa salah satu nilai tambah yang dinilai oleh manajernya ketika proses rekrutmen adalah keberaniannya mencoba berbagai bidang pekerjaan. Kemampuan berbahasa Inggris dan keberanian menggunakannya selama wawancara juga menjadi faktor yang mendukung. Selain itu, pengalaman menjalankan usaha sampingan turut memberinya pemahaman mengenai peluang dan aspek bisnis.

Dalam lingkungan kerja internasional, Christanto juga menghadapi tantangan untuk membangun komunikasi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang, pengalaman, dan cara kerja berbeda. Salah satu pengalaman berkesannya adalah ketika ia perlu membangun kepercayaan dengan mitra bisnis yang jauh lebih senior. Melalui komunikasi yang konsisten, pemahaman terhadap kebutuhan mitra, serta upaya memberikan solusi, ia perlahan membangun hubungan profesional yang baik.

Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa kepercayaan dalam dunia kerja tidak semata-mata ditentukan oleh usia atau senioritas. Pengetahuan, sikap profesional, konsistensi, dan kemampuan memahami kebutuhan pihak lain juga berperan penting dalam membangun kerja sama.

Pesan untuk Mahasiswa Geodesi UGM

Kepada mahasiswa Geodesi UGM yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, Christanto berpesan agar mereka tidak berhenti belajar dan tidak membatasi pengembangan diri hanya pada ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Menurutnya, ilmu geodesi merupakan fondasi penting untuk memulai karier. Namun, mahasiswa juga perlu mengembangkan keterampilan pendukung, seperti bahasa asing, komunikasi, pemahaman bisnis, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia mendorong mahasiswa agar tidak takut mencoba bidang pekerjaan baru selama bersedia belajar dan memberikan yang terbaik. Pesan Mas Chris kepada seluruh mahasiswa Geodesi UGM Adalah:

“Jangan merasa bahwa perjalanan karier harus selalu lurus sesuai dengan jurusan yang kita ambil. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berkembang dan memberikan nilai tambah di mana pun kita berada”

Pelajari Peran Geomatika dalam Layanan TIC, Mahasiswa Teknik Geodesi UGM Sambangi PT Sucofindo

BeritaKegiatan Mahasiswa Jumat, 23 Oktober 2026

JAKARTA – Mengakhiri rangkaian agenda Geodesi Visit (GESIT) x Entrepreneurship 2026, rombongan mahasiswa Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM melaksanakan kunjungan ke PT Sucofindo di Grha Sucofindo, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10/2026).

Kunjungan ini merupakan destinasi keempat sekaligus penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari (22–23 Oktober 2026), setelah sebelumnya mahasiswa menyambangi PT Pertamina (Persero), PT Hutama Karya, dan DCKTRP Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30–16.00 WIB ini diikuti oleh 80 mahasiswa dengan pendampingan dari Sekretaris Program Studi Sarjana Teknik Geodesi, Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., serta Dosen Teknik Geodesi UGM, Calvin Wijaya, S.T., M.Eng.

Mengenal Layanan TIC dan Peran Strategis Ilmu Geodesi

Rombongan UGM diterima secara langsung oleh Direktur Operasi (Operation Director) PT Sucofindo, Bapak Dani Pramantyo, yang juga merupakan alumni Fakultas Teknik UGM (Teknik Kimia). Dalam sambutannya, beliau menyambut hangat kehadiran adik-adik mahasiswa dan berpesan untuk selalu menjaga nama baik almamater serta mengasah kompetensi profesional di dunia kerja.

Selanjutnya, Senior Manager Customer Relation and Partnership PT Sucofindo, Bapak Andi Lukman Hakim, memaparkan gambaran umum mengenai profil perusahaan. Beliau menjelaskan bahwa PT Sucofindo bergerak di bidang jasa TIC (Testing, Inspection, and Certification / Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi), pelatihan, serta konsultasi, yang layanannya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Materi teknis mengenai “Peranan Ilmu Geodesi di Lingkungan PT Sucofindo” dipaparkan oleh Kepala PMU Geomatika, Bapak Bibit Budi Pratama. Dalam sesi ini, mahasiswa mempelajari secara mendalam bagaimana survei geodesi, pemetaan, dan aplikasi geomatika menjadi fondasi penting dalam proses pemantauan, verifikasi, serta sertifikasi aset dan wilayah di berbagai sektor industri.

Inspirasi Alumni, Peluang Magang, dan Penutupan GESIT 2026

Suasana semakin interaktif dalam sesi Success Story dari Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SBU Layanan Publik, Sumber Daya Alam & Investasi), Bapak Agus Wachid, yang juga merupakan alumni UGM. Beliau menekankan pentingnya penguasaan pengalaman praktis di lapangan bagi calon sarjana teknik.

Pihak PT Sucofindo menyampaikan keterbukaannya untuk menerima mahasiswa Teknik Geodesi UGM dalam program magang guna memberikan pengalaman kerja langsung. Tim Human Capital PT Sucofindo turut memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme, alur pendaftaran magang, hingga tips dan trik dalam menghadapi dunia kerja.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung antusias hingga akhir acara. Penutupan kunjungan ditandai dengan penyerahan cenderamata secara simbolis dan foto bersama. Berakhirnya kunjungan di PT Sucofindo sekaligus menandai suksesnya seluruh rangkaian agenda Geodesi Visit x Entrepreneurship 2026, yang diharapkan dapat menjadi jembatan sinergi antara akademisi Teknik Geodesi UGM dengan industri nasional.

Mahasiswa Teknik Geodesi UGM Pelajari Teknologi Survei dan Konstruksi Digital di Hutama Karya

BeritaKegiatan Mahasiswa Kamis, 22 Oktober 2026

JAKARTA – Usai menyambangi PT Pertamina (Persero), rombongan Geodesi Visit (GESIT) x Entrepreneurship 2026 Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG) FT UGM sejumlah 80 mahasiswa dan didampingi oleh Sekretaris Program Studi Sarjana Teknik Geodesi, Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., serta Dosen Teknik Geodesi UGM, Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., melanjutkan agenda kunjungan ke PT Hutama Karya (Persero) pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di HK Tower, Jakarta Pusat, pada pukul 13.00–17.00 WIB ini berfokus pada pemanfaatan instrumen geospasial terbarukan dan metode survei modern dalam pembangunan infrastruktur jalan tol.

Pemanfaatan Geoinformatika dan Pemantauan Deformasi

Rombongan UGM diterima secara langsung oleh Senior Vice President Departemen Digital Technology Divisi Engineering, Riset, & Teknologi Informasi PT Hutama Karya, Bapak Dhono Nugroho. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademisi UGM serta memaparkan gambaran umum mengenai profil perusahaan.

Sesi gambaran umum perusahaan (Corporate Overview) dilanjutkan oleh Bapak Guge Faizal Rahman Bastarie, yang juga merupakan alumni Teknik Geodesi UGM angkatan 2010.

Selanjutnya, materi teknis mengenai “Geoinformatika, Monitoring Deformasi, dan Peluang Karier” dipaparkan secara berkesinambungan oleh Bapak Billy Silaen (Analyst Bagian Engineering & Digital Construction) dan Ibu Dyah Widyaningrum (Analyst Bagian Riset dan Pengembangan). Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana pemetaan presisi tinggi dan pemantauan deformasi struktur menjadi krusial dalam menjamin keamanan dan kualitas konstruksi jalan tol.

Live Demo Interaktif Instrumen Geospasial Modern

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah peragaan secara langsung (live demo) berbagai alat pemetaan dan instrumen geospasial canggih yang digunakan oleh PT Hutama Karya. Demonstrasi interaktif ini dipandu oleh tim tim Riset dan Pengembangan (Officer Bagian Riset & Pengembangan), yaitu Bapak Antonius Tambunan, Bapak Sheva Aulia Rahman, dan Ibu Fifia Wahyu Caesari.

Para mahasiswa berkesempatan melihat langsung operasional perangkat terkini, antara lain:

  • Drone VTOL (Vertical Take-Off and Landing) untuk pemetaan area luas,

  • Mobile Laser Scanner (MLS) dan SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) untuk pemetaan spasial cepat,

  • Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan Robotic Total Station (RTS) untuk pemantauan presisi, serta

  • Dashboard dan sistem pemantauan digital terpadu milik perusahaan.

Mahasiswa terlihat sangat antusias berdiskusi dan mengamati bagaimana teknologi hardware maupun software geospasial terbarukan diterapkan secara langsung di lapangan untuk mendukung alur kerja konstruksi digital (digital construction).

Mahasiswa Teknik Geodesi UGM Sambangi Pertamina Digital Hub dalam Rangka Geodesi Visit (GESIT) 2026

BeritaKegiatan Mahasiswa Kamis, 22 Oktober 2026

JAKARTA – Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar agenda tahunan Geodesi Visit (GESIT) x Entrepreneurship 2026. Program kerja ini dirancang untuk memperluas wawasan dan memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai peran serta peluang karier lulusan Teknik Geodesi di dunia industri.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama lima hari (21–25 Oktober 2026) ini, sebanyak 80 mahasiswa berkunjung ke empat instansi strategis di Jakarta, yaitu PT Pertamina (Persero), PT Hutama Karya, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) DKI Jakarta, serta PT Sucofindo. Rombongan mahasiswa turut didampingi oleh Sekretaris Program Studi Sarjana Teknik Geodesi, Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., serta Dosen Teknik Geodesi UGM, Calvin Wijaya, S.T., M.Eng.

Menjelajahi Teknologi Geospasial di Pertamina Digital Hub

Destinasi pertama pada hari pertama, Kamis (22/10/2026), adalah Kantor Pusat PT Pertamina (Persero) di Jakarta Pusat. Rombongan UGM diterima secara hangat di Pertamina Digital Hub, yang merupakan pusat kendali, pemantauan, dan evaluasi digital terpadu milik PT Pertamina (Persero).

Kunjungan yang berlangsung pada pukul 09.30–12.00 WIB ini diawali dengan pengantar dari Bapak Abraham Situmorang mengenai latar belakang pendirian Pertamina Digital Hub dan bagaimana seluruh sistem operasional Pertamina terintegrasi dalam satu platform digital.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Vice President (VP) Digital Analytics Solution Pertamina Digital Hub, Bapak Tatit Sri Jayendra. Dalam sambutannya, beliau menyambut hangat kehadiran akademisi UGM dan mengapresiasi antusiasme para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat digitalisasi di industri minyak dan gas (migas). Paparan materi dilanjutkan oleh Bapak Helmy Indrajaya yang membawakan topik “Introduction to Pertamina Digital Hub”.

Sesi Eksplorasi Fasilitas dan Silaturahmi Alumni

Guna mengoptimalkan pemahaman peserta, rombongan mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok untuk mengeksplorasi dua ruangan utama secara bergantian:

  1. Orchestration Center: Membahas “Analitik Orkestrasi Hulu–Hilir dan Diskusi” yang dipandu oleh Bapak Helmy Indrajaya.
  2. Remote Surveillance Room: Berfokus pada “Penerapan Geodesi dan Geomatika di Industri Migas” yang dipaparkan oleh Bapak Novandy Ritung dan Bapak Puguh Sarwanto.

Kunjungan ini terasa makin berkesan ketika rombongan berkesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan para alumni Teknik Geodesi UGM yang berkarier di PT Pertamina (Persero), di antaranya Dimas Putra Geodika (Geodesi 2004), Aisyiyah Destri Widyani (Geodesi 2005), dan Najieda Azka (Geodesi 2021). Kehadiran para alumni memberikan motivasi serta gambaran nyata terkait kontribusi data geospasial dalam mendukung proses bisnis energi nasional.

Eksplorasi Dunia Tambang Bawah Tanah: Kuliah Umum Bersama Deny Saputra Yusuf di Teknik Geodesi UGM

Berita Selasa, 20 Oktober 2026

Yogyakarta, Oktober 2026 — Departemen Teknik Geodesi UGM menyelenggarakan kuliah umum inspiratif mengenai dunia survei tambang bawah tanah pada Senin, 19 Oktober 2026, yang bertempat di Ruang III.1. Acara ini menghadirkan Deny Saputra Yusuf, seorang praktisi alumni yang kini menjabat sebagai Mine Surveyor di MMG Limited, Tasmania, Australia. Kegiatan sharing session ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membagikan wawasan global serta pengalaman nyata kepada para mahasiswa mengenai dinamika, tantangan operasional, serta peluang karir yang luas di industri pertambangan bawah tanah.

Dalam kegiatan tersebut, Deny menjelaskan secara komprehensif bagaimana siklus operasional tambang bawah tanah bekerja dan perbedaannya dengan tambang terbuka (open pit), termasuk pengenalan metode penambangan seperti Cut and Fill, Sub Level Stoping, dan Block Caving. Ia menyoroti peran krusial ilmu pengukuran di lingkungan bawah tanah melalui berbagai aplikasi teknis, mulai dari pelaksanaan survey pick-up untuk merekam posisi penggalian, survey mark-up guna memandu arah pembangunan terowongan, penentuan posisi alat bor (rig setup), hingga pengawasan deformasi batuan demi menjamin keselamatan kerja para penambang.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas yang penuh risiko dan tantangan tersebut, Deny memaparkan bahwa para surveyor modern sangat bergantung pada integrasi berbagai perangkat teknologi mutakhir di lapangan. Alat-alat canggih seperti Total Station, Cavity Monitoring System (CMS), Cavity Auto-Scanning Laser System (CAL-S), dan Terrestrial Laser Scanner menjadi standar instrumen yang digunakan, ditambah dengan tren pemanfaatan drone untuk memetakan fitur as-built 3D di area yang sulit dijangkau. Kuliah umum ini kemudian ditutup dengan sesi kuis interaktif yang mengajak mahasiswa berpikir kritis mengenai masa depan teknologi pemindaian 3D dalam survei bawah tanah

Dari Geodesi UGM ke Menara Petronas: Tentang Alumni dan Hubungan yang Terus Terjaga

Berita Senin, 19 Oktober 2026

Kuala Lumpur, Malaysia — Ada banyak cara untuk mengetahui bahwa hubungan antara kampus dan alumninya masih terjaga dengan baik. Salah satunya adalah ketika seorang alumni yang telah lama meninggalkan bangku kuliah justru dengan antusias mengundang dosen-dosen dan adik-adik almamaternya untuk berkunjung ke tempatnya bekerja. Bukan karena ada kewajiban, melainkan karena hubungan baik yang memang tidak pernah benar-benar terputus.

Cerita itulah yang mewarnai kunjungan rombongan Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), ke Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangkaian kunjungan akademik pada Oktober 2026.

Rombongan yang berjumlah 18 orang dan dipimpin Ketua Departemen Teknik Geodesi, Prof. Trias Aditya, mendapat sambutan hangat dari Kristiawan Tri Nugroho, yang akrab disapa Mas Wawan. Ia merupakan alumni Teknik Geodesi UGM angkatan 1999 yang kini berkarier sebagai Technical Manager di PETRONAS, perusahaan energi Malaysia.

Dari Geodeta hingga PETRONAS

Bagi sejumlah dosen Geodesi UGM, Mas Wawan bukanlah sosok yang asing. Sejak masih mahasiswa, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk mengelola Geodeta, majalah mahasiswa Teknik Geodesi UGM.

Keterlibatan tersebut rupanya menjadi bagian dari hubungan panjangnya dengan almamater. Setelah lulus dan membangun karier profesional, komunikasi dengan kampus tetap terjaga.

Dr. I Made Andi Arsana, dosen Teknik Geodesi UGM yang merupakan kakak angkatannya, mengenang bahwa kepedulian Mas Wawan terhadap kampus bukanlah sesuatu yang baru. Dalam salah satu kesempatan, Mas Wawan pernah membantu menyediakan dukungan dana bagi mahasiswa yang membutuhkan biaya untuk mengikuti konferensi akademik. Bantuan seperti ini mungkin tidak selalu menjadi berita besar. Namun, bagi mahasiswa yang sedang berusaha mengembangkan diri, dukungan seorang alumni dapat membuat perbedaan yang nyata.

Kini, Mas Wawan telah memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di bidang geomatika, survei, dan akuisisi data geofisika untuk industri minyak dan gas. Di PETRONAS, ia menjalankan peran kepemimpinan teknis dan konsultansi untuk berbagai kegiatan, baik di darat maupun lepas pantai. Keahliannya mencakup investigasi bahaya geologi, pemantauan struktur, serta pengembangan kemampuan dan teknologi survei. Di tengah kesibukan profesionalnya, ia juga sedang menempuh pendidikan doktoral di bidang Teknik Geomatika di Universiti Teknologi Malaysia.

Perjalanan profesional tersebut memperlihatkan bagaimana ilmu geomatika dapat membawa lulusannya berkiprah dalam industri energi internasional. Namun, yang menarik dari cerita ini bukan hanya pencapaian kariernya, melainkan juga hubungan baik yang tetap ia rawat dengan kampus tempatnya belajar.

Bertemu Kembali dengan Para Pembimbing

Atas inisiatif Mas Wawan, rombongan UGM mendapat kesempatan berkunjung ke Menara Kembar Petronas. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai melalui diskusi informal, kunjungan ke gedung, dan kesempatan berfoto bersama di jembatan yang menghubungkan kedua menara kembar yang menjadi ikon Kuala Lumpur tersebut.

Pertemuan ini juga menghadirkan momen personal yang istimewa. Mas Wawan kembali bertemu dengan Bapak Rochmad Muryamto dan Bapak Abdul Basith, dua dosen yang pernah menjadi dosen wali dan pembimbing skripsinya semasa kuliah.

Bagi seorang alumni, bertemu kembali dengan orang-orang yang pernah mendampingi perjalanan akademiknya tentu memiliki makna tersendiri. Demikian pula bagi para dosen, melihat mantan mahasiswa berkembang dan berkiprah dalam dunia profesional merupakan pengalaman yang menggembirakan.

Kehangatan kunjungan semakin terasa ketika Mas Wawan menjamu seluruh rombongan untuk makan sore di sebuah restoran di lingkungan Menara Petronas. Jamuan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena tidak semua orang berkesempatan menikmati pengalaman serupa di salah satu bangunan paling dikenal di Malaysia.

Ada pula penyerahan tanda apresiasi sebagai ungkapan terima kasih atas sambutan dan hubungan baik yang telah terjalin.

Hubungan Baik yang Membuka Peluang

Di balik suasana akrab tersebut, pertemuan juga membuka pembicaraan mengenai peluang kolaborasi antara kampus dan dunia industri.

Pengalaman Mas Wawan di PETRONAS menjadi sumber pengetahuan yang relevan bagi mahasiswa maupun dosen Teknik Geodesi UGM. Dalam diskusi informal, muncul gagasan untuk kembali menggiatkan kuliah tamu, menjajaki kunjungan lanjutan, serta membicarakan kemungkinan kesempatan magang bagi mahasiswa.

Gagasan-gagasan tersebut memang masih memerlukan komunikasi dan tindak lanjut. Namun, pertemuan ini memperlihatkan bagaimana hubungan personal yang baik dapat mempermudah terbukanya percakapan tentang kerja sama yang lebih konkret.

Hubungan antara kampus dan alumni sering kali dipahami sebagai sesuatu yang bersifat administratif. Alumni diundang ketika ada kegiatan, diminta mengisi survei, atau dihubungi ketika kampus membutuhkan dukungan. Padahal, hubungan yang kuat tidak dapat dibangun hanya ketika ada keperluan.

Pengalaman bersama Mas Wawan memperlihatkan hal yang berbeda. Kepeduliannya sudah tumbuh sejak menjadi mahasiswa, terus terjaga melalui komunikasi, dan tetap terlihat ketika ia telah memiliki tanggung jawab profesional yang besar.

Tentu saja, hubungan semacam ini tidak muncul begitu saja. Pengalaman yang baik selama kuliah, interaksi yang hangat antara mahasiswa dan dosen, serta kesediaan untuk terus berkomunikasi menjadi bagian penting dari proses panjang tersebut.

Pada akhirnya, kunjungan ke Menara Petronas ini memberikan pelajaran sederhana yang penting. Kampus tidak hanya bertugas mendidik mahasiswa hingga mereka lulus. Kampus juga perlu membangun hubungan manusiawi yang membuat alumninya merasa tetap menjadi bagian dari keluarga akademik, di mana pun mereka berada.

Sebaliknya, alumni dapat terus mengambil peran dalam perjalanan almamaternya, melalui berbagi pengalaman, membuka jejaring, atau membantu adik-adik mahasiswa menemukan kesempatan baru.

Menara Petronas mungkin menjadi tempat yang paling menarik untuk dikenang dari kunjungan ini. Namun, yang lebih berharga adalah hubungan baik yang telah dibangun jauh sebelum pertemuan tersebut terjadi, dan diharapkan terus terjaga setelahnya.

Departemen Teknik Geodesi UGM Kunjungi PEJUTA Malaysia, Bahas Pengembangan Profesi Surveyor dan Kolaborasi Internasional

Berita Kamis, 15 Oktober 2026

Kuala Lumpur, Malaysia — 14 Oktober 2026 — Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) melaksanakan kunjungan ke Persatuan Juruukur Tanah Bertauliah Malaysia (PEJUTA) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 waktu setempat ini bertujuan untuk memahami sistem pengembangan profesi dan lisensi juru ukur di Malaysia sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara akademisi dan asosiasi profesi di bidang geospasial. Rombongan DTGD FT UGM dipimpin oleh Prof. Trias Aditya dan disambut oleh jajaran pengurus PEJUTA, termasuk LSr Azhar bin Husain selaku Treasurer PEJUTA. Dalam sesi pembuka, Pak Azhar memaparkan sejarah, visi, misi, serta peran PEJUTA dalam mendukung pengembangan profesi juru ukur tanah bertauliah di Malaysia.

Dalam pemaparannya, Pak Azhar menjelaskan bahwa PEJUTA berperan sebagai wadah bagi para juru ukur untuk mengembangkan kompetensi, menjaga kualitas profesi, serta mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di bidang survei dan pemetaan. Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelatihan, kursus, dan pengembangan profesional berkelanjutan. PEJUTA juga mendorong agar para juru ukur yang memiliki keahlian dan lisensi dapat menjalankan profesinya sesuai kompetensi serta memperoleh pengakuan yang layak. Selain pengembangan kompetensi, PEJUTA menaruh perhatian pada regenerasi profesi. Generasi muda diharapkan semakin memahami pentingnya peran juru ukur dalam pembangunan dan tertarik untuk berkarier di bidang geospasial. PEJUTA juga mendorong peningkatan daya saing keahlian juru ukur agar kompetensi yang dimiliki anggotanya dapat memenuhi kebutuhan profesi, termasuk dalam lingkup internasional.

Dalam pemaparannya, PEJUTA turut menjelaskan sembilan bidang survei dan pemetaan yang menjadi perhatian, yaitu Airborne Survey and Mapping, Survey and Mapping for GIS, Survey and Mapping for BIM, Hydrographic Survey and Mapping, Survey and Mapping for Engineering, Terrestrial Survey and Mapping, Underground Survey and Mapping, Geodetic Survey, serta Topographic Survey and Mapping. Beragam bidang tersebut menunjukkan luasnya cakupan keahlian juru ukur dalam mendukung pembangunan, pengelolaan informasi geospasial, dan berbagai kebutuhan teknis lainnya. Sektor konstruksi menjadi salah satu sektor yang banyak membutuhkan jasa juru ukur berlisensi.

Setelah sesi pemaparan, Prof. Trias Aditya menyampaikan maksud kunjungan DTGD FT UGM, khususnya untuk memahami skema lisensi profesi (licensing scheme) bagi juru ukur di Malaysia. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah jalur yang perlu ditempuh oleh lulusan sarjana geodesi untuk memperoleh lisensi profesi dan menjalankan praktik sebagai juru ukur bertauliah. Menanggapi pertanyaan tersebut, Pak Azhar menjelaskan bahwa lulusan sarjana perlu terlebih dahulu mendaftar sebagai Orang Beratikel (AP), kemudian menjalani pengalaman praktik melalui penugasan atau proyek yang relevan. Setelah terdaftar selama dua tahun sebagai AP, peserta dapat mengikuti proses pemeriksaan atau ujian sebagai bagian dari tahapan untuk memperoleh lisensi profesi. Penjelasan ini memberikan gambaran mengenai pentingnya pengalaman praktik dan pemenuhan persyaratan profesional dalam jalur sertifikasi juru ukur di Malaysia.

Diskusi juga menyoroti perkembangan teknologi dan tantangan baru dalam profesi geospasial. LSr Mohd Latif bin Zainal selaku Secretary General PEJUTA menambahkan bahwa asosiasi perlu terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam bidang geospasial. PEJUTA mulai memberikan perhatian pada pemahaman dan pemanfaatan AI untuk mendukung bidang geodesi, geomatika, dan kadaster. Perkembangan tersebut menjadi salah satu topik potensial untuk dikaji bersama oleh asosiasi profesi dan institusi pendidikan. Kunjungan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif. Sejumlah topik teknis turut dibahas oleh para peserta, antara lain Smart Monitoring System dalam diskusi antara Pak Azhar dan Dr. Bilal Ma’ruf, serta Law of the Sea dalam diskusi antara LSr Mohd Nazam bin Sulaiman dan Dr. I Made Andi Arsana. Pertukaran gagasan tersebut membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas perspektif mengenai penerapan ilmu geospasial dalam berbagai bidang.

Pada akhir pertemuan, PEJUTA dan DTGD FT UGM menyampaikan keterbukaan untuk menjajaki kerja sama dan pengembangan kegiatan bersama. Kedua pihak saling mengundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik dan profesional, termasuk konferensi yang diselenggarakan oleh DTGD FT UGM maupun kegiatan yang melibatkan para ahli dari PEJUTA. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan asosiasi profesi serta membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, dan kerja sama internasional di bidang geodesi dan geospasial.

123…5

Agenda

November 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
« Okt    

Berita Terakhir

  • Angkat Topik Machine Learning dan Nilai Tanah, Udiana Wahyu Deviantari Selesaikan Studi Doktor Geomatika UGM
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Luluskan 12 Wisudawan Pascasarjana Periode I TA 2026/2027
  • Laboratorium Survei Keteknikan DTGD FT UGM Terima Kunjungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan
  • Aksi Nyata Reuni KATDESI 2026: Salurkan Air Bersih dan Toren Penampung untuk Warga Gunungkidul
  • Perkuat Standarisasi Pendidikan Teknik Geodesi, APTTEGGI Gelar Rapat di FIT ISI & GEODETA 2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY