Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 5
Arsip:

Berita

Meet the Professor Bahas Perjalanan Akademik Internasional dari Indonesia hingga Malaysia

Berita Selasa, 3 Maret 2026

Yogyakarta, 3 Maret 2026 – Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kajian Seni dan Agama: Hening, Iman, dan Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Bising” yang menghadirkan I Made Andi Arsana sebagai narasumber.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 15.30 WIB, bertempat di selasar depan kantor program studi PSPSR UGM, dan diikuti oleh sivitas akademika di lingkungan PSPSR.

Dalam pemaparannya, I Made Andi Arsana mengangkat refleksi mengenai hubungan antara seni, agama, dan kemanusiaan di tengah dinamika dunia modern yang semakin kompleks dan bising. Diskusi ini menyoroti pentingnya ruang keheningan sebagai bagian dari proses refleksi spiritual dan kemanusiaan, serta peran seni sebagai medium ekspresi yang mampu menjembatani nilai-nilai tersebut.

Kegiatan ini dikemas dalam suasana diskusi yang interaktif, dilanjutkan dengan sesi berbuka bersama yang mempererat kebersamaan antar peserta. Selain itu, peserta juga diajak untuk berbagi takjil sebagai bentuk sederhana dari nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM berharap dapat menghadirkan ruang dialog lintas disiplin yang memperkaya perspektif akademik, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan di lingkungan kampus.

Peneliti ITS Pimpin Studi Global Plasma Bubble, Akademisi UGM Turut Berkontribusi

BeritaPenelitian Senin, 2 Maret 2026

Yogyakarta, 2 Maret 2026 — Studi internasional mengenai fenomena plasma bubble di ionosfer berhasil mengungkap keterkaitan kuat antara gangguan geomagnetik dan anomali kerapatan elektron. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Applied Geodesy oleh penerbit De Gruyter. Kajian ini menjadi penting karena fenomena ionosfer diketahui berdampak langsung terhadap sistem navigasi satelit dan komunikasi global. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Mokhamad Nur Cahyadi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai penulis korespondensi. Tim peneliti terdiri dari kolaborasi berbagai institusi dengan latar belakang keilmuan geodesi dan geospasial. Dominasi kontribusi dari ITS menunjukkan kuatnya peran institusi tersebut dalam riset ionosfer di Indonesia.

Di sisi lain, akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga turut berkontribusi dalam penelitian ini, yakni Prof. Nurrohmat Widjajanti dan Iqbal Hanun Azizi dari Departemen Teknik Geodesi. Keterlibatan mereka memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan ilmu geodesi di tingkat global. Partisipasi ini juga mencerminkan sinergi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan riset berkualitas internasional. Penelitian ini menggunakan data Global Navigation Satellite System Total Electron Content (GNSS-TEC) yang dikombinasikan dengan metode tomografi 3D. Pendekatan ini memungkinkan analisis distribusi spasial dan temporal anomali ionosfer secara lebih detail. Data dikumpulkan dari berbagai wilayah dunia, termasuk Jepang, Australia, Eropa, Brasil, dan Tonga.

Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat kuat antara indeks Dst dan ketinggian maksimum anomali TEC akibat plasma bubble. Dengan koefisien korelasi mencapai 0,9949, penelitian ini menegaskan bahwa badai geomagnetik yang lebih kuat akan mendorong terbentuknya plasma bubble pada ketinggian yang lebih tinggi. Temuan ini memberikan pemahaman baru terkait dinamika ionosfer. Selain itu, indeks Kp juga menunjukkan hubungan positif terhadap ketinggian anomali, meskipun dengan tingkat korelasi yang lebih moderat. Fenomena plasma bubble umumnya terjadi pada ketinggian antara 200 hingga 600 kilometer. Rata-rata ketinggian maksimum yang teramati dalam penelitian ini berada di sekitar 500 kilometer.

Penelitian ini memiliki implikasi penting terhadap sistem navigasi berbasis satelit seperti GNSS. Gangguan ionosfer dapat memengaruhi akurasi posisi serta kualitas sinyal komunikasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap fenomena ini menjadi krusial dalam pengembangan sistem teknologi yang lebih andal. Ke depan, riset mengenai cuaca antariksa dan ionosfer diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi satelit. Kolaborasi lintas institusi, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini, menjadi kunci dalam menghasilkan temuan yang komprehensif. Dengan keterlibatan peneliti Indonesia, kontribusi nasional dalam ilmu geodesi global diharapkan semakin kuat.

Uji Coba Modul GNSS Reflectometry di Umbul Ponggok untuk Peningkatan Akurasi Pemantauan Level Air

BeritaPenelitian Minggu, 1 Maret 2026

Klaten, 1 Maret 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan uji coba modul GNSS Reflectometry di kawasan Umbul Ponggok pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) Gelombang 8 yang berfokus pada pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS untuk mendukung mitigasi bencana banjir dan pengelolaan sumber daya energi air. Kegiatan dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti, dengan dukungan tim yang terdiri dari Cecep Pratama, Susana Okifiani, dan Iqbal Hanun Azizi.

Lokasi Umbul Ponggok dipilih karena memiliki karakteristik perairan yang jernih dan relatif tenang, sehingga ideal untuk pengujian kualitas sinyal refleksi GNSS dengan gangguan gelombang yang minimal. Kondisi ini memungkinkan evaluasi performa sistem secara lebih terkontrol sebelum diterapkan pada lingkungan perairan yang lebih kompleks. Kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memiliki visibilitas satelit optimal serta bidang reflektor air terbuka yang representatif. Selanjutnya, tim melakukan instalasi dan konfigurasi modul GNSS Reflectometry, termasuk pengaturan tinggi antena dan orientasi terhadap permukaan air.

Pengamatan dilakukan melalui akuisisi data GNSS secara kontinu guna merekam variasi nilai signal-to-noise ratio (SNR) sebagai dasar analisis interferometri refleksi. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap kestabilan sistem, mencakup suplai daya, konsistensi perekaman data, serta integritas penyimpanan data selama periode pengamatan.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa modul GNSS Reflectometry yang dikembangkan mampu berfungsi dengan baik dan menghasilkan pola interferensi sinyal yang jelas pada kondisi air jernih. Data yang diperoleh menunjukkan kestabilan nilai SNR yang mendukung proses ekstraksi parameter tinggi muka air dengan tingkat presisi yang lebih baik.

Lingkungan pengujian yang minim gangguan dinamika aliran memberikan kondisi baseline yang optimal untuk evaluasi performa sistem. Hasil ini menjadi acuan penting dalam proses kalibrasi dan penyempurnaan modul sebelum diterapkan pada lokasi dengan karakteristik hidrologis yang lebih kompleks, seperti sungai dengan arus dinamis. Kegiatan ini menghasilkan dataset observasi GNSS mentah, data evaluasi performa modul, serta dokumentasi konfigurasi instalasi yang dapat digunakan sebagai referensi teknis untuk pengembangan lebih lanjut. Secara keseluruhan, hasil uji coba ini memperkuat tahapan pengujian teknis dalam pengembangan sistem GNSS Reflectometry sebagai solusi pemantauan level air yang efisien dan berkelanjutan.

Selamat atas Kelulusan Wisudawan/Wisudawati Program Sarjana Teknik Geodesi UGM Periode II T.A. 2025/2026 🎓

Berita Minggu, 1 Maret 2026

Yogyakarta, 1 Maret 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Teknik Geodesi yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan akademik pada Periode II Tahun Akademik 2025/2026, yang dilaksanakan pada 25–26 Februari 2026.

Kelulusan ini menandai keberhasilan para lulusan dalam menuntaskan proses pembelajaran yang tidak hanya menuntut penguasaan kompetensi teknis di bidang geodesi dan geomatika, tetapi juga pengembangan kapasitas analitis, integritas akademik, serta kemampuan adaptif terhadap dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam perjalanannya, para mahasiswa telah dibekali dengan pemahaman yang komprehensif terkait survei dan pemetaan, sistem referensi geospasial, penginderaan jauh, hingga pemanfaatan teknologi informasi geospasial dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Capaian ini merupakan refleksi dari dedikasi, ketekunan, serta kerja keras yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan di lingkungan akademik. Selain itu, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran sivitas akademika dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan serta profesionalisme.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan informasi geospasial yang akurat dan terpercaya, lulusan Teknik Geodesi diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam berbagai sektor, termasuk pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga transformasi digital berbasis spasial. Dengan kompetensi yang dimiliki, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan dalam menjawab tantangan global maupun nasional, khususnya dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis bukti (evidence-based development).

Departemen Teknik Geodesi UGM menaruh harapan besar agar para lulusan senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, terus mengembangkan kapasitas diri, serta aktif berinovasi dalam menghadapi perkembangan zaman. Keberhasilan yang diraih hari ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun karier profesional yang unggul, berintegritas, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Selamat atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga para wisudawan dan wisudawati senantiasa diberikan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian dan kiprah di masa mendatang.

Meet the Professor Hadirkan Akademisi NTU Bahas Kolaborasi Riset Global

Berita Sabtu, 28 Februari 2026

Yogyakarta, 28 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang menghadirkan pakar internasional untuk berbagi wawasan. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam membangun ruang dialog antara akademisi lintas negara. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami dinamika riset global dan peluang kolaborasi akademik.

Pada edisi kali ini, program menghadirkan Prof. Lydia Helena Wong dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai akademisi di bidang material science and engineering serta aktif dalam pengembangan kolaborasi industri dan universitas. Dalam sesi diskusi, ia membagikan perspektif terkait pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong inovasi.

Prof. Wong menjelaskan bahwa ekosistem riset global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih terbuka dan strategis. Menurutnya, kemitraan antara universitas dan industri dapat mempercepat pengembangan teknologi sekaligus meningkatkan relevansi penelitian. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya jaringan internasional dalam memperluas dampak riset.

Diskusi juga mengangkat topik mengenai strategi membangun kemitraan akademik lintas negara. Peserta diajak memahami bagaimana kolaborasi dapat dimulai dari pertukaran pengetahuan hingga pengembangan riset bersama. Hal ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisiplin.

Selain itu, Prof. Wong turut membagikan wawasan mengenai peluang studi doktoral di Singapura, khususnya di NTU. Ia menjelaskan berbagai jalur yang dapat ditempuh oleh mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi di institusinya. Informasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang ingin mengembangkan karier akademik di tingkat global.

Kegiatan ini dipandu sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menghadirkan forum yang mendorong interaksi langsung antara akademisi Indonesia dan pakar internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman serta strategi praktis dalam membangun jejaring global. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan karier akademik internasional.

Penyelenggara berharap program ini dapat terus menjadi wadah pertukaran ide yang inspiratif dan bermanfaat. Selain itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara serta mendorong lahirnya kolaborasi riset baru. Dengan adanya kegiatan ini, kontribusi akademisi Indonesia di tingkat global diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, kolaborasi internasional akan menjadi faktor kunci dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterhubungan antar institusi akan membuka peluang inovasi yang lebih luas dan berdampak. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam membangun ekosistem akademik yang kompetitif secara global.

Peneliti UGM Kembangkan Model 3D Candi Berbasis AI untuk Dukung Heritage BIM

BeritaPenelitian Jumat, 27 Februari 2026

Yogyakarta, 27 Februari 2026 — Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan metode pemodelan 3D bangunan cagar budaya berbasis videogrametri untuk mendukung Heritage Building Information Model (H-BIM). Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi terkini dalam mendokumentasikan bangunan bersejarah secara digital. Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional dengan DOI: https://doi.org/10.14434/sdh.v9i2.40876.

Penelitian ini dilakukan oleh Riyas Syamsul Arif dan Harintaka dari UGM dengan mengombinasikan teknik Structure from Motion/Multi-View Stereo (SfM-MVS) dan Neural Radiance Field (NeRF). Kedua pendekatan ini digunakan untuk membangun model 3D dari data video (videogrammetry) bangunan candi yang memiliki tekstur kompleks. Pendekatan ini dinilai relevan untuk kondisi Indonesia yang memiliki banyak situs warisan budaya, khususnya di Pulau Jawa.

Dalam proses pengumpulan data, tim peneliti menggunakan dua skenario tingkat tumpang tindih (overlap) video, yaitu 70 persen dan 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overlap 70 persen menghasilkan detail permukaan objek yang lebih baik serta model yang lebih lengkap. Temuan ini menjadi penting dalam menentukan strategi akuisisi data untuk pemodelan 3D bangunan bersejarah. Dari sisi algoritma, metode SfM-MVS menunjukkan keunggulan dalam hal akurasi geometri sehingga lebih cocok digunakan untuk bangunan candi berukuran besar. Sementara itu, algoritma NeRF memiliki keunggulan dalam menghasilkan kepadatan point cloud yang lebih tinggi serta visualisasi yang lebih realistis. Oleh karena itu, NeRF dinilai lebih optimal untuk pemodelan objek berukuran kecil dengan detail visual yang tinggi. Untuk mendukung interoperabilitas, model 3D yang dihasilkan disimpan dalam struktur data boundary representation (B-Rep). Struktur ini memungkinkan deskripsi batas objek secara lebih akurat serta kompatibilitas dengan berbagai format file. Dalam penelitian ini, format yang digunakan meliputi OBJ, KMZ, FBX, dan CityGML.

Pengembangan H-BIM melalui pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia. Dengan model digital yang akurat, proses dokumentasi, analisis, hingga restorasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, integrasi teknologi AI dan geospasial membuka peluang baru dalam pengelolaan warisan budaya. Ke depan, teknologi pemodelan 3D berbasis AI diperkirakan akan semakin berkembang dan menjadi standar dalam konservasi bangunan bersejarah. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi menjadi kunci dalam implementasi teknologi ini. Dengan demikian, pelestarian warisan budaya dapat dilakukan secara lebih modern dan berkelanjutan.

Validasi GNSS Reflectometry di Sungai Bengawan Solo untuk Pemantauan Tinggi Muka Air

BeritaPenelitian Minggu, 22 Februari 2026

Klaten, 22 Februari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengukuran GNSS untuk validasi metode reflektometri di salah satu segmen hilir Sungai Bengawan Solo yang berlokasi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 21–22 Februari 2026 dan merupakan bagian dari Program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) Gelombang 8. Penelitian ini dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti. Kegiatan ini turut melibatkan Cecep Pratama, Susana Okifiani, Iqbal Hanun Azizi, serta Listiyo Fitri sebagai bagian dari tim pelaksana lapangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan validasi metode GNSS Reflectometry (GNSS-IR) dalam mengestimasi tinggi muka air pada lingkungan sungai yang memiliki karakteristik aliran dinamis dan fluktuatif. Lokasi pengamatan dipilih pada area yang berdekatan dengan permukiman warga dan memiliki potensi limpasan (overflow) saat terjadi peningkatan debit air, sehingga relevan untuk kajian mitigasi bencana banjir.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lokasi guna mengidentifikasi titik pengamatan yang memiliki visibilitas satelit optimal serta bidang reflektor permukaan air yang representatif. Selanjutnya, tim melakukan instalasi perangkat GNSS pada posisi strategis dengan mempertimbangkan tinggi antena terhadap muka air serta aspek keamanan alat dari potensi kenaikan debit.

Pengamatan dilakukan melalui akuisisi data GNSS secara kontinu untuk merekam sinyal langsung dan sinyal pantul dari permukaan air sungai. Selain itu, tim juga melakukan dokumentasi kondisi hidrologis di lapangan, termasuk karakteristik aliran, lebar sungai, serta kedekatan lokasi dengan area permukiman. Evaluasi awal kualitas data dilakukan melalui analisis parameter signal-to-noise ratio (SNR) sebagai dasar untuk proses analisis reflektometri.

Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa metode GNSS-IR dapat diterapkan pada lingkungan sungai dengan dinamika aliran yang lebih kompleks dibandingkan perairan tergenang. Data observasi yang diperoleh memiliki kualitas yang memadai untuk proses ekstraksi parameter tinggi muka air. Kondisi lokasi yang dekat dengan permukiman juga menegaskan urgensi pengembangan sistem monitoring berbasis GNSS sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko banjir lokal.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah luaran, antara lain dataset observasi GNSS mentah periode 21–22 Februari 2026, data konfigurasi instalasi dan parameter geometrik pengamatan, serta dokumentasi kondisi lapangan sebagai referensi untuk pengukuran lanjutan. Hasil validasi ini selanjutnya akan dianalisis untuk membandingkan estimasi tinggi muka air berbasis GNSS-IR dengan data referensi yang tersedia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem pemantauan tinggi muka air berbasis teknologi GNSS yang lebih adaptif dan aplikatif, khususnya pada wilayah rawan limpasan di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Meet the Professor Hadirkan Akademisi Malaysia Bahas Jejak Karier Global

Berita Minggu, 22 Februari 2026

Yogyakarta, 22 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang mengangkat isu pengembangan karier di tingkat global. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam menghadirkan ruang dialog antara akademisi lintas negara. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami dinamika dunia akademik internasional secara lebih mendalam.

Pada edisi kali ini, kegiatan menghadirkan Dr. Hazmi Rusli sebagai narasumber utama. Ia merupakan akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang memiliki pengalaman luas dalam publikasi internasional dan kolaborasi lintas negara. Dalam diskusi tersebut, ia membagikan pengalaman serta strategi dalam membangun karier akademik di kancah global.

Dr. Hazmi menjelaskan bahwa keterlibatan dalam percakapan akademik global tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada strategi yang tepat. Ia menyoroti pentingnya publikasi ilmiah, kerja sama internasional, serta kemampuan membangun jejaring dengan akademisi dari berbagai latar budaya. Menurutnya, kombinasi faktor tersebut menjadi fondasi utama dalam mengembangkan karier akademik yang berkelanjutan.

Selain itu, diskusi juga membahas tantangan yang dihadapi akademisi dalam menjalin kolaborasi lintas negara. Perbedaan budaya, sistem pendidikan, hingga akses terhadap sumber daya menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Namun demikian, tantangan tersebut juga membuka peluang untuk pertukaran pengetahuan yang lebih luas dan inovatif.

Kegiatan ini dipandu sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam membangun forum yang memungkinkan interaksi langsung antara akademisi Indonesia dan internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat mendorong peningkatan kapasitas akademisi dalam menghadapi persaingan global.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman praktis narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan karier akademik di tingkat internasional.

Penyelenggara berharap program ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang inspiratif bagi akademisi muda di Indonesia. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kualitas penelitian dan pendidikan di Indonesia diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, keterlibatan dalam jejaring akademik global akan menjadi faktor penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kolaborasi lintas negara tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga membuka peluang inovasi yang lebih luas. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam mendukung ekosistem akademik yang berdaya saing global.

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Berkontribusi dalam Publikasi Internasional tentang Keselamatan Pejalan Kaki Lansia

BeritaPenelitian Jumat, 20 Februari 2026

Yogyakarta, 20 Februari 2026 – Febrian Fitryanik Susanta, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), turut berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional berjudul GeoShapley-based interpretation of older adult pedestrian fatal vs injury crash frequency in dense urban environments. Artikel ini ditulis bersama I Gede Brawiswa Putra, Pei-Fen Kuo, Bimo Harya Tedjo, dan Dominique Lord, yang berasal dari National Cheng Kung University, Texas A&M University, serta Universitas Gadjah Mada. Publikasi ini telah melalui proses ilmiah dengan rincian: diterima pada 4 Februari 2026 dan tersedia secara daring pada 11 Februari 2026. Artikel ini dapat diakses melalui DOI berikut:
https://doi.org/10.1016/j.aap.2026.108450

Penelitian ini berfokus pada analisis keselamatan pejalan kaki lanjut usia di lingkungan perkotaan padat, dengan studi kasus di Kota Taipei. Seiring dengan meningkatnya populasi lansia secara global, isu keselamatan pejalan kaki menjadi perhatian penting dalam perencanaan transportasi. Berbeda dengan pendekatan konvensional, penelitian ini mengintegrasikan data persepsi subjektif yang diperoleh dari Street View Images (SVI) dengan metode machine learning. Tiga model dianalisis dan dibandingkan, yaitu Negative Binomial Regression (NBR), Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR), dan GeoShapley sebagai pengembangan interpretatif spasial dari kerangka SHAP berbasis XGBoost.

Sebanyak 36 variabel lingkungan dan persepsi dianalisis untuk memahami hubungan antara kondisi lingkungan perkotaan dan tingkat keparahan kecelakaan (fatal maupun cedera). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GeoShapley memberikan performa terbaik, serta mampu mengungkap bahwa faktor lokasi spasial dan interaksinya dengan variabel lingkungan menjadi penentu utama dalam frekuensi kecelakaan. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa tingkat walkability yang tinggi pada beberapa kawasan justru berkorelasi dengan penurunan kecelakaan cedera, khususnya di wilayah perkotaan yang lebih tua. Selain itu, keberadaan fasilitas seperti toko serba ada dan panti jompo memiliki pengaruh yang bervariasi terhadap kecelakaan fatal, tergantung pada karakteristik spasial masing-masing lokasi.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spatially explicit machine learning serta integrasi persepsi subjektif dalam memahami dinamika kecelakaan lalu lintas secara lokal, khususnya pada populasi lansia di kawasan urban. Kontribusi Febrian Fitryanik Susanta dalam publikasi ini menunjukkan peran aktif dosen Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan ilmu geospasial dan transportasi di tingkat internasional, khususnya dalam mendukung perencanaan kota yang lebih aman dan inklusif.

Sistem Otomatisasi Pemodelan Kota 3D: Implementasi CASCADE-3D

BeritaPenelitian Kamis, 19 Februari 2026

Tim peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkansistem pemodelan bangunan tiga dimensi (3D) otomatis yang dinamakan CASCADE-3D. Studi ini disusun oleh Ruli Andaru, Bambang Kun Cahyono, Bambang Kun Yulaikhah, Trias Aditya, Purnama Budi Santosa, Calvin Wijaya, Riyas Syamsul, Fairuz Akmal, Hyatma Adikara, Habib Muhammad, dan Fikri Kurniawan. Artikel ilmiah tersebut dipublikasikan pada tanggal 19 Februari 2026 dalam IEEE Journal of Selected Topics in Applied Earth Observations and Remote Sensing, sebuah jurnal internasional yang berfokus pada observasi bumi dan penginderaan jauh.

Intisari dari penelitian bertajuk “CASCADE-3D: A GUI-Driven Framework for Automated 3D Building Model Reconstruction” ini adalah pengembangan kerangka kerja berbasis antarmuka grafis (GUI) untuk merekonstruksi model bangunan 3D pada tingkat detail (Level of Detail/LOD) 1 dan 2 secara otomatis. Sistem ini mengintegrasikan teknologi deep learning tingkat lanjut, yakni Segment Anything Model (SAM) untuk mendeteksi garis luar bangunan serta algoritma Dynamic Graph Convolutional Neural Network (DGCNN) untuk klasifikasi data point cloud. Dengan pendekatan ini, proses pengolahan data geospasial yang kompleks dapat dilakukan secara lebih efisien dan interaktif, memungkinkan ekstraksi data ketinggian bangunan dari data pemindaian laser mentah dengan presisi yang optimal.

Implementasi teknologi CASCADE-3D ini diarahkan untuk mendukung penyediaan data geospasial yang cepat guna manajemen pertanahan multiguna. Hal ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan riset ilmiah dan peningkatan kapasitas teknologi. Selain itu, pengembangan ini juga berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menyediakan instrumen teknis yang mendukung perencanaan kota cerdas serta pengelolaan infrastruktur pemukiman yang lebih terukur dan terintegrasi.

Link artikel: https://doi.org/10.1109/JSTARS.2026.3663677

1…34567…21

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • DTGD FT UGM dan DJPK Kemenkeu RI Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026
  • Dari Diplomasi hingga Geopolitik Dunia: Wakil Menteri Luar Negeri RI Mengisi Kuliah Umum di Teknik Geodesi UGM
  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional
  • UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY