Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 5
Arsip:

Berita

Peneliti UGM Kembangkan Model 3D Candi Berbasis AI untuk Dukung Heritage BIM

BeritaPenelitian Jumat, 27 Februari 2026

Yogyakarta, 27 Februari 2026 — Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan metode pemodelan 3D bangunan cagar budaya berbasis videogrametri untuk mendukung Heritage Building Information Model (H-BIM). Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi terkini dalam mendokumentasikan bangunan bersejarah secara digital. Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional dengan DOI: https://doi.org/10.14434/sdh.v9i2.40876.

Penelitian ini dilakukan oleh Riyas Syamsul Arif dan Harintaka dari UGM dengan mengombinasikan teknik Structure from Motion/Multi-View Stereo (SfM-MVS) dan Neural Radiance Field (NeRF). Kedua pendekatan ini digunakan untuk membangun model 3D dari data video (videogrammetry) bangunan candi yang memiliki tekstur kompleks. Pendekatan ini dinilai relevan untuk kondisi Indonesia yang memiliki banyak situs warisan budaya, khususnya di Pulau Jawa.

Dalam proses pengumpulan data, tim peneliti menggunakan dua skenario tingkat tumpang tindih (overlap) video, yaitu 70 persen dan 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overlap 70 persen menghasilkan detail permukaan objek yang lebih baik serta model yang lebih lengkap. Temuan ini menjadi penting dalam menentukan strategi akuisisi data untuk pemodelan 3D bangunan bersejarah. Dari sisi algoritma, metode SfM-MVS menunjukkan keunggulan dalam hal akurasi geometri sehingga lebih cocok digunakan untuk bangunan candi berukuran besar. Sementara itu, algoritma NeRF memiliki keunggulan dalam menghasilkan kepadatan point cloud yang lebih tinggi serta visualisasi yang lebih realistis. Oleh karena itu, NeRF dinilai lebih optimal untuk pemodelan objek berukuran kecil dengan detail visual yang tinggi. Untuk mendukung interoperabilitas, model 3D yang dihasilkan disimpan dalam struktur data boundary representation (B-Rep). Struktur ini memungkinkan deskripsi batas objek secara lebih akurat serta kompatibilitas dengan berbagai format file. Dalam penelitian ini, format yang digunakan meliputi OBJ, KMZ, FBX, dan CityGML.

Pengembangan H-BIM melalui pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia. Dengan model digital yang akurat, proses dokumentasi, analisis, hingga restorasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, integrasi teknologi AI dan geospasial membuka peluang baru dalam pengelolaan warisan budaya. Ke depan, teknologi pemodelan 3D berbasis AI diperkirakan akan semakin berkembang dan menjadi standar dalam konservasi bangunan bersejarah. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi menjadi kunci dalam implementasi teknologi ini. Dengan demikian, pelestarian warisan budaya dapat dilakukan secara lebih modern dan berkelanjutan.

Validasi GNSS Reflectometry di Sungai Bengawan Solo untuk Pemantauan Tinggi Muka Air

BeritaPenelitian Minggu, 22 Februari 2026

Klaten, 22 Februari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengukuran GNSS untuk validasi metode reflektometri di salah satu segmen hilir Sungai Bengawan Solo yang berlokasi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 21–22 Februari 2026 dan merupakan bagian dari Program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) Gelombang 8. Penelitian ini dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti. Kegiatan ini turut melibatkan Cecep Pratama, Susana Okifiani, Iqbal Hanun Azizi, serta Listiyo Fitri sebagai bagian dari tim pelaksana lapangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan validasi metode GNSS Reflectometry (GNSS-IR) dalam mengestimasi tinggi muka air pada lingkungan sungai yang memiliki karakteristik aliran dinamis dan fluktuatif. Lokasi pengamatan dipilih pada area yang berdekatan dengan permukiman warga dan memiliki potensi limpasan (overflow) saat terjadi peningkatan debit air, sehingga relevan untuk kajian mitigasi bencana banjir.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lokasi guna mengidentifikasi titik pengamatan yang memiliki visibilitas satelit optimal serta bidang reflektor permukaan air yang representatif. Selanjutnya, tim melakukan instalasi perangkat GNSS pada posisi strategis dengan mempertimbangkan tinggi antena terhadap muka air serta aspek keamanan alat dari potensi kenaikan debit.

Pengamatan dilakukan melalui akuisisi data GNSS secara kontinu untuk merekam sinyal langsung dan sinyal pantul dari permukaan air sungai. Selain itu, tim juga melakukan dokumentasi kondisi hidrologis di lapangan, termasuk karakteristik aliran, lebar sungai, serta kedekatan lokasi dengan area permukiman. Evaluasi awal kualitas data dilakukan melalui analisis parameter signal-to-noise ratio (SNR) sebagai dasar untuk proses analisis reflektometri.

Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa metode GNSS-IR dapat diterapkan pada lingkungan sungai dengan dinamika aliran yang lebih kompleks dibandingkan perairan tergenang. Data observasi yang diperoleh memiliki kualitas yang memadai untuk proses ekstraksi parameter tinggi muka air. Kondisi lokasi yang dekat dengan permukiman juga menegaskan urgensi pengembangan sistem monitoring berbasis GNSS sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko banjir lokal.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah luaran, antara lain dataset observasi GNSS mentah periode 21–22 Februari 2026, data konfigurasi instalasi dan parameter geometrik pengamatan, serta dokumentasi kondisi lapangan sebagai referensi untuk pengukuran lanjutan. Hasil validasi ini selanjutnya akan dianalisis untuk membandingkan estimasi tinggi muka air berbasis GNSS-IR dengan data referensi yang tersedia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem pemantauan tinggi muka air berbasis teknologi GNSS yang lebih adaptif dan aplikatif, khususnya pada wilayah rawan limpasan di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Meet the Professor Hadirkan Akademisi Malaysia Bahas Jejak Karier Global

Berita Minggu, 22 Februari 2026

Yogyakarta, 22 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang mengangkat isu pengembangan karier di tingkat global. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam menghadirkan ruang dialog antara akademisi lintas negara. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami dinamika dunia akademik internasional secara lebih mendalam.

Pada edisi kali ini, kegiatan menghadirkan Dr. Hazmi Rusli sebagai narasumber utama. Ia merupakan akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang memiliki pengalaman luas dalam publikasi internasional dan kolaborasi lintas negara. Dalam diskusi tersebut, ia membagikan pengalaman serta strategi dalam membangun karier akademik di kancah global.

Dr. Hazmi menjelaskan bahwa keterlibatan dalam percakapan akademik global tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada strategi yang tepat. Ia menyoroti pentingnya publikasi ilmiah, kerja sama internasional, serta kemampuan membangun jejaring dengan akademisi dari berbagai latar budaya. Menurutnya, kombinasi faktor tersebut menjadi fondasi utama dalam mengembangkan karier akademik yang berkelanjutan.

Selain itu, diskusi juga membahas tantangan yang dihadapi akademisi dalam menjalin kolaborasi lintas negara. Perbedaan budaya, sistem pendidikan, hingga akses terhadap sumber daya menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Namun demikian, tantangan tersebut juga membuka peluang untuk pertukaran pengetahuan yang lebih luas dan inovatif.

Kegiatan ini dipandu sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam membangun forum yang memungkinkan interaksi langsung antara akademisi Indonesia dan internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat mendorong peningkatan kapasitas akademisi dalam menghadapi persaingan global.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman praktis narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan karier akademik di tingkat internasional.

Penyelenggara berharap program ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang inspiratif bagi akademisi muda di Indonesia. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kualitas penelitian dan pendidikan di Indonesia diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, keterlibatan dalam jejaring akademik global akan menjadi faktor penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kolaborasi lintas negara tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga membuka peluang inovasi yang lebih luas. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam mendukung ekosistem akademik yang berdaya saing global.

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Berkontribusi dalam Publikasi Internasional tentang Keselamatan Pejalan Kaki Lansia

BeritaPenelitian Jumat, 20 Februari 2026

Yogyakarta, 20 Februari 2026 – Febrian Fitryanik Susanta, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), turut berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional berjudul GeoShapley-based interpretation of older adult pedestrian fatal vs injury crash frequency in dense urban environments. Artikel ini ditulis bersama I Gede Brawiswa Putra, Pei-Fen Kuo, Bimo Harya Tedjo, dan Dominique Lord, yang berasal dari National Cheng Kung University, Texas A&M University, serta Universitas Gadjah Mada. Publikasi ini telah melalui proses ilmiah dengan rincian: diterima pada 4 Februari 2026 dan tersedia secara daring pada 11 Februari 2026. Artikel ini dapat diakses melalui DOI berikut:
https://doi.org/10.1016/j.aap.2026.108450

Penelitian ini berfokus pada analisis keselamatan pejalan kaki lanjut usia di lingkungan perkotaan padat, dengan studi kasus di Kota Taipei. Seiring dengan meningkatnya populasi lansia secara global, isu keselamatan pejalan kaki menjadi perhatian penting dalam perencanaan transportasi. Berbeda dengan pendekatan konvensional, penelitian ini mengintegrasikan data persepsi subjektif yang diperoleh dari Street View Images (SVI) dengan metode machine learning. Tiga model dianalisis dan dibandingkan, yaitu Negative Binomial Regression (NBR), Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR), dan GeoShapley sebagai pengembangan interpretatif spasial dari kerangka SHAP berbasis XGBoost.

Sebanyak 36 variabel lingkungan dan persepsi dianalisis untuk memahami hubungan antara kondisi lingkungan perkotaan dan tingkat keparahan kecelakaan (fatal maupun cedera). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GeoShapley memberikan performa terbaik, serta mampu mengungkap bahwa faktor lokasi spasial dan interaksinya dengan variabel lingkungan menjadi penentu utama dalam frekuensi kecelakaan. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa tingkat walkability yang tinggi pada beberapa kawasan justru berkorelasi dengan penurunan kecelakaan cedera, khususnya di wilayah perkotaan yang lebih tua. Selain itu, keberadaan fasilitas seperti toko serba ada dan panti jompo memiliki pengaruh yang bervariasi terhadap kecelakaan fatal, tergantung pada karakteristik spasial masing-masing lokasi.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spatially explicit machine learning serta integrasi persepsi subjektif dalam memahami dinamika kecelakaan lalu lintas secara lokal, khususnya pada populasi lansia di kawasan urban. Kontribusi Febrian Fitryanik Susanta dalam publikasi ini menunjukkan peran aktif dosen Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan ilmu geospasial dan transportasi di tingkat internasional, khususnya dalam mendukung perencanaan kota yang lebih aman dan inklusif.

Sistem Otomatisasi Pemodelan Kota 3D: Implementasi CASCADE-3D

BeritaPenelitian Kamis, 19 Februari 2026

Tim peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkansistem pemodelan bangunan tiga dimensi (3D) otomatis yang dinamakan CASCADE-3D. Studi ini disusun oleh Ruli Andaru, Bambang Kun Cahyono, Bambang Kun Yulaikhah, Trias Aditya, Purnama Budi Santosa, Calvin Wijaya, Riyas Syamsul, Fairuz Akmal, Hyatma Adikara, Habib Muhammad, dan Fikri Kurniawan. Artikel ilmiah tersebut dipublikasikan pada tanggal 19 Februari 2026 dalam IEEE Journal of Selected Topics in Applied Earth Observations and Remote Sensing, sebuah jurnal internasional yang berfokus pada observasi bumi dan penginderaan jauh.

Intisari dari penelitian bertajuk “CASCADE-3D: A GUI-Driven Framework for Automated 3D Building Model Reconstruction” ini adalah pengembangan kerangka kerja berbasis antarmuka grafis (GUI) untuk merekonstruksi model bangunan 3D pada tingkat detail (Level of Detail/LOD) 1 dan 2 secara otomatis. Sistem ini mengintegrasikan teknologi deep learning tingkat lanjut, yakni Segment Anything Model (SAM) untuk mendeteksi garis luar bangunan serta algoritma Dynamic Graph Convolutional Neural Network (DGCNN) untuk klasifikasi data point cloud. Dengan pendekatan ini, proses pengolahan data geospasial yang kompleks dapat dilakukan secara lebih efisien dan interaktif, memungkinkan ekstraksi data ketinggian bangunan dari data pemindaian laser mentah dengan presisi yang optimal.

Implementasi teknologi CASCADE-3D ini diarahkan untuk mendukung penyediaan data geospasial yang cepat guna manajemen pertanahan multiguna. Hal ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan riset ilmiah dan peningkatan kapasitas teknologi. Selain itu, pengembangan ini juga berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menyediakan instrumen teknis yang mendukung perencanaan kota cerdas serta pengelolaan infrastruktur pemukiman yang lebih terukur dan terintegrasi.

Link artikel: https://doi.org/10.1109/JSTARS.2026.3663677

Akademisi NUS Bahas Masa Depan Kota dalam Program Meet the Professor

Berita Senin, 16 Februari 2026

Yogyakarta, 16 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang menghadirkan pakar internasional di bidang perkotaan dan geospasial. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem yang bertujuan memperluas wawasan akademik melalui dialog terbuka. Acara ini juga menjadi ruang interaksi antara akademisi Indonesia dan dunia internasional dalam membahas isu-isu strategis.

Dalam edisi kali ini, program menghadirkan Dr. Filip Biljecki dari National University of Singapore (NUS) sebagai pembicara utama. Ia dikenal sebagai peneliti yang berfokus pada urban analytics dan pengembangan kota berbasis data. Melalui sesi diskusi, ia membagikan perjalanan akademiknya serta pandangannya dalam memahami dinamika kota modern.

Dr. Biljecki menjelaskan bagaimana pengalamannya lintas negara, mulai dari Kroasia, Belanda, hingga Singapura, membentuk perspektifnya dalam penelitian perkotaan. Ia menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam memahami kompleksitas kota. Selain itu, ia juga menyoroti bagaimana teknologi geospasial dan data science dapat digunakan untuk menciptakan kota yang lebih layak huni.

Diskusi juga membahas pentingnya kolaborasi internasional dalam pendidikan tinggi dan penelitian. Menurutnya, kerja sama lintas negara membuka peluang besar dalam pertukaran pengetahuan dan pengembangan inovasi. Hal ini dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Kegiatan ini dimoderatori sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menginisiasi forum diskusi yang mendorong keterhubungan antara akademisi Indonesia dengan jaringan internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas di masa depan.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif dengan pertanyaan yang beragam dari peserta. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap isu pengembangan kota dan kolaborasi global dalam penelitian.

Penyelenggara berharap program Meet the Professor dapat terus menjadi wadah pertukaran ide yang inspiratif dan konstruktif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya kerja sama riset dan supervisi akademik lintas institusi. Dengan keterlibatan pakar internasional, kualitas diskusi akademik diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, forum seperti ini dipandang penting dalam memperkuat posisi akademisi Indonesia di kancah global. Kolaborasi yang terjalin tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada solusi nyata bagi berbagai permasalahan perkotaan. Oleh karena itu, keberlanjutan program ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif dan berdaya saing.

Uji Coba GNSS Low-Cost Reflectometry di Rowo Jombor untuk Pemantauan Level Air

BeritaPenelitian Minggu, 15 Februari 2026

Klaten, 15 Februari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengukuran GNSS low-cost reflectometry di kawasan Rowo Jombor pada tanggal 14–15 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) Gelombang 8 dengan fokus penelitian pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS untuk mitigasi bencana banjir serta pengelolaan sumber daya energi air dalam rangka peningkatan ketahanan pangan. Kegiatan dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti. Turut serta dalam kegiatan ini Cecep Pratama, Susana Okifiani, Iqbal Hanun Azizi, serta Listiyo Fitri.

Kegiatan yang dilaksanakan merupakan uji coba perangkat GNSS low-cost hasil perakitan dan pengembangan mandiri oleh tim peneliti dalam rangka implementasi metode GNSS Reflectometry (GNSS-IR). Uji coba difokuskan pada evaluasi kemampuan alat dalam merekam sinyal refleksi GNSS yang berkaitan dengan dinamika tinggi muka air.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memenuhi kriteria teknis GNSS-IR, seperti geometri refleksi sinyal, elevasi antena, serta visibilitas satelit. Selanjutnya, tim melakukan perakitan akhir, konfigurasi, dan kalibrasi awal perangkat di lapangan. Perangkat GNSS kemudian diinstal pada titik strategis di tepi perairan dengan pengaturan tinggi dan orientasi antena yang optimal untuk menangkap sinyal langsung maupun sinyal pantul dari permukaan air. Akuisisi data dilakukan secara kontinu selama periode pengamatan, disertai evaluasi performa sistem, termasuk stabilitas daya, konsistensi perekaman data, dan kualitas sinyal (Signal-to-Noise Ratio/SNR).

Hasil uji coba menunjukkan bahwa perangkat GNSS low-cost yang dikembangkan tim peneliti dapat berfungsi dengan baik dan mampu merekam data observasi GNSS yang memadai untuk analisis reflektometri. Data yang diperoleh memperlihatkan pola interferensi sinyal yang berpotensi digunakan untuk estimasi tinggi muka air. Kondisi perairan yang relatif stabil selama pengamatan turut mendukung proses evaluasi sistem secara optimal. Kegiatan ini menghasilkan sejumlah luaran, antara lain dataset observasi GNSS mentah periode 14–15 Februari 2026, data uji performa perangkat GNSS low-cost, serta dokumentasi koordinat dan konfigurasi instalasi sebagai referensi untuk replikasi pengukuran di lokasi lain.

Hasil pelaksanaan kegiatan ini menjadi dasar evaluasi teknis dan penyempurnaan sistem GNSS low-cost sebelum diterapkan pada skema pemantauan jangka panjang dalam Program RIIM Gelombang 8. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan metode pemantauan level air yang efisien dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana serta pengelolaan sumber daya air di Indonesia.

Seminar AI Geospasial UGM Bahas Peran Strategis Teknologi Kebumian

Berita Sabtu, 14 Februari 2026

Yogyakarta, 14 Februari 2026 — Seminar bertajuk “Membedah Potensi Kecerdasan Buatan dalam Teknologi Kebumian” digelar sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di bidang geospasial. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, serta praktisi dalam satu forum ilmiah. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu membuka wawasan baru terkait perkembangan teknologi terkini di sektor kebumian.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemaparan mengenai peran AI dalam pengolahan data kebumian, mulai dari interpretasi citra hingga pengambilan keputusan berbasis data. Para narasumber menyoroti bagaimana teknologi AI dapat membantu mempercepat proses analisis yang sebelumnya memerlukan waktu cukup lama. Di sisi lain, pemanfaatan AI juga dinilai mampu meningkatkan akurasi hasil pengolahan data geospasial secara signifikan.

Salah satu dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menjelaskan bahwa integrasi AI dalam teknologi kebumian menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan di era digital saat ini. Menurutnya, perkembangan volume data yang semakin besar menuntut adanya sistem yang mampu mengolah informasi secara cepat dan tepat.

“Pemanfaatan AI dalam teknologi kebumian membuka peluang besar dalam efisiensi pengolahan data serta meningkatkan kualitas hasil analisis,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara bidang teknologi informasi dan geospasial menjadi kunci utama dalam pengembangan inovasi ke depan. Dengan adanya sinergi tersebut, hasil penelitian dan implementasi di lapangan diharapkan semakin optimal.

Diskusi dalam seminar ini turut mengangkat berbagai contoh implementasi nyata, seperti pemetaan wilayah, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan berbasis data spasial. Para peserta terlihat aktif dalam sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya minat terhadap topik yang dibahas. Hal ini mencerminkan bahwa AI telah menjadi perhatian penting dalam perkembangan teknologi kebumian di Indonesia.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong inovasi di bidang AI dan geospasial secara berkelanjutan. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri dalam pengembangan teknologi. Ke depan, kerja sama lintas disiplin dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjawab berbagai tantangan di bidang kebumian.

Perkembangan teknologi berbasis AI di sektor kebumian diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan akan data yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan. Inovasi yang dihasilkan dari integrasi teknologi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi berbagai sektor pembangunan. Dengan demikian, pemanfaatan AI tidak hanya menjadi tren, tetapi juga menjadi kebutuhan strategis di masa depan.

UGM Bahas Inovasi Digital Twin City Bersama Mitra Internasional

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Yogyakarta, 13 Februari 2026 — Eksplorasi inovasi digital dalam pengembangan digital twin city menjadi topik utama dalam diskusi yang diselenggarakan oleh tim Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini mengangkat tema “Eksplorasi Inovasi Digital Twin City” dengan menghadirkan berbagai akademisi dan praktisi di bidang geospasial. Diskusi ini juga menjadi wadah pertukaran ide terkait pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan kota yang lebih cerdas dan terintegrasi.

Dalam kegiatan tersebut, konsep digital twin dibahas sebagai representasi digital dari kondisi nyata suatu kota yang dapat digunakan untuk simulasi dan analisis. Teknologi ini dinilai mampu membantu perencanaan kota secara lebih komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai data spasial dan nonspasial. Selain itu, pendekatan berbasis data ini juga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam pengelolaan wilayah perkotaan.

Kegiatan ini turut menghadirkan tim riset GeoAIT yang berkolaborasi dengan Cosmowin (CMT), sebuah perusahaan platform digital twin yang telah bekerja sama dengan lebih dari 20 negara. Kehadiran mitra internasional ini memberikan perspektif global mengenai penerapan teknologi digital twin di berbagai kota dunia. Diskusi pun berkembang pada bagaimana teknologi tersebut dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah di Indonesia.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan pandangan akademik maupun praktis. Keterlibatan para dosen ini menunjukkan komitmen UGM dalam pengembangan teknologi geospasial berbasis inovasi digital.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab yang membahas tantangan implementasi teknologi digital twin di Indonesia. Hal ini mencerminkan tingginya minat terhadap pengembangan kota cerdas berbasis teknologi digital.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem digital twin di Indonesia. Selain itu, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan pembangunan perkotaan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, teknologi digital twin diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perencanaan kota yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ke depan, pengembangan digital twin city diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital di sektor kebumian dan perkotaan. Integrasi data yang semakin kompleks menuntut adanya teknologi yang mampu mengelola dan menganalisis informasi secara real time. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan kebijakan menjadi kunci dalam mewujudkan kota cerdas di masa depan.

UGM dan ATR/BPN Demonstrasikan Teknologi AI untuk Monitoring Tata Ruang

Berita Kamis, 12 Februari 2026

Yogyakarta, 12 Februari 2026 — Tim riset Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar demonstrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam bidang tata ruang. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN. Demonstrasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sistem monitoring pemanfaatan ruang yang lebih cepat dan akurat.

Dalam kegiatan tersebut, tim Geo-AIT memperkenalkan dua aplikasi utama, yakni Jagad Lintang dan Landep. Jagad Lintang difokuskan pada deteksi tutupan lahan berbasis teknologi U-Net, sementara Landep digunakan untuk analisis perubahan lahan (change detection) berbasis AI. Kedua aplikasi ini dirancang untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan tata ruang secara lebih efisien dan berbasis data.

Paparan juga mencakup hasil pengembangan proyek yang dilakukan bersama mitra, termasuk integrasi sistem berbasis web dan dashboard untuk memudahkan pengguna dalam mengakses data. Selain itu, tim juga menunjukkan hasil analisis dan implementasi sistem pada beberapa wilayah uji coba di Indonesia. Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang memberikan kontribusi dalam pengembangan riset dan implementasi teknologi. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung inovasi di sektor pemerintahan.

Kegiatan demonstrasi berlangsung interaktif dengan melibatkan diskusi antara tim pengembang dan perwakilan dari ATR/BPN. Para peserta membahas berbagai tantangan dalam implementasi teknologi AI, termasuk integrasi data dan kesiapan infrastruktur. Diskusi ini juga menjadi ajang untuk mengevaluasi efektivitas sistem yang telah dikembangkan.

Penyelenggara berharap teknologi yang diperkenalkan dapat segera diimplementasikan secara lebih luas dalam pengawasan tata ruang di Indonesia. Selain itu, kolaborasi antara UGM dan pemerintah diharapkan terus berlanjut dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi. Dengan pemanfaatan AI, proses monitoring dan pengendalian ruang diharapkan menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Ke depan, pemanfaatan teknologi AI dalam sektor tata ruang diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan akan sistem pengawasan yang lebih presisi. Integrasi berbagai sumber data menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan teknologi ini. Oleh karena itu, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasinya.

1…34567…20

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global
  • Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”
  • Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial
  • Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah
  • Wisuda Program Magister Teknik Geomatika FT UGM Periode III Tahun Akademik 2025/2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY