Klaten, 1 Maret 2026 β Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan uji coba modul GNSS Reflectometry di kawasan Umbul Ponggok pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) Gelombang 8 yang berfokus pada pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS untuk mendukung mitigasi bencana banjir dan pengelolaan sumber daya energi air. Kegiatan dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti, dengan dukungan tim yang terdiri dari Cecep Pratama, Susana Okifiani, dan Iqbal Hanun Azizi.

Lokasi Umbul Ponggok dipilih karena memiliki karakteristik perairan yang jernih dan relatif tenang, sehingga ideal untuk pengujian kualitas sinyal refleksi GNSS dengan gangguan gelombang yang minimal. Kondisi ini memungkinkan evaluasi performa sistem secara lebih terkontrol sebelum diterapkan pada lingkungan perairan yang lebih kompleks. Kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memiliki visibilitas satelit optimal serta bidang reflektor air terbuka yang representatif. Selanjutnya, tim melakukan instalasi dan konfigurasi modul GNSS Reflectometry, termasuk pengaturan tinggi antena dan orientasi terhadap permukaan air.
Pengamatan dilakukan melalui akuisisi data GNSS secara kontinu guna merekam variasi nilai signal-to-noise ratio (SNR) sebagai dasar analisis interferometri refleksi. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap kestabilan sistem, mencakup suplai daya, konsistensi perekaman data, serta integritas penyimpanan data selama periode pengamatan.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa modul GNSS Reflectometry yang dikembangkan mampu berfungsi dengan baik dan menghasilkan pola interferensi sinyal yang jelas pada kondisi air jernih. Data yang diperoleh menunjukkan kestabilan nilai SNR yang mendukung proses ekstraksi parameter tinggi muka air dengan tingkat presisi yang lebih baik.
Lingkungan pengujian yang minim gangguan dinamika aliran memberikan kondisi baseline yang optimal untuk evaluasi performa sistem. Hasil ini menjadi acuan penting dalam proses kalibrasi dan penyempurnaan modul sebelum diterapkan pada lokasi dengan karakteristik hidrologis yang lebih kompleks, seperti sungai dengan arus dinamis. Kegiatan ini menghasilkan dataset observasi GNSS mentah, data evaluasi performa modul, serta dokumentasi konfigurasi instalasi yang dapat digunakan sebagai referensi teknis untuk pengembangan lebih lanjut. Secara keseluruhan, hasil uji coba ini memperkuat tahapan pengujian teknis dalam pengembangan sistem GNSS Reflectometry sebagai solusi pemantauan level air yang efisien dan berkelanjutan.





