Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 4
Arsip:

Berita

ANALISIS GEOSPASIAL KEJAHATAN JALANAN DI DIY: RISET DEPARTEMEN TEKNIK GEODESI UGM UNGHAREB PENGARUH SPASIAL APJ DAN CCTV

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

YOGYAKARTA — Fenomena kejahatan jalanan, termasuk aksi “klithih” yang mengemuka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini dibedah melalui pendekatan kuantitatif berbasis Sains Informasi Geografis (SIG). Melalui artikel ilmiah berjudul “Analisis Pola Spasial Kejahatan Jalanan: Pengaruh APJ dan CCTV di Daerah Istimewa Yogyakarta” yang diterbitkan pada 30 April 2026 di Jurnal Geosaintek (Vol. 12, No. 2), tim peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan karakteristik spasio-temporal dari klaster kriminalitas tersebut.

Studi komprehensif ini disusun oleh Affina Dyan Setyawati dan Dr. Diyono selaku corresponding author. Mereka mengombinasikan data Laporan Polisi periode 2018–2023 dengan pemodelan statistik spasial tingkat lanjut guna memahami determinan lingkungan terhadap sebaran tindak kejahatan.

Metodologi dan Pemodelan Spasial Kontekstual

Penelitian ini membagi wilayah analisis ke dalam grid heksagonal berukuran 750 meter untuk meminimalisasi bias ukuran batas administrasi (Modifiable Areal Unit Problem/MAUP). Evaluasi dampak Alat Penerangan Jalan (APJ) dan Closed Circuit Television (CCTV) dilakukan menggunakan Spatial Lag Model (SLM). Pendekatan SLM dipilih menggantikan Ordinary Least Squares (OLS) konvensional setelah uji Lagrange Multiplier (LM) membuktikan adanya efek ketergantungan spasial (spatial lag dependency) yang signifikan pada data kejahatan lintas wilayah.

Temuan Utama Spasio-Temporal

Berdasarkan hasil pemrosesan visual analitik, riset ini mengidentifikasi beberapa pola krusial:

  • Pola Fluktuasi Temporal: Agregasi deret waktu menunjukkan intensitas kejahatan jalanan mencapai puncaknya pada malam hingga dini hari, tepatnya antara pukul 22:00 hingga 05:00 WIB, di mana pengawasan sosial (natural surveillance) menurun drastis.
  • Karakteristik Distribusi Jaringan Jalan: Penataan ruang (spatial arrangement) kejadian di area perkotaan padat (Kota Yogyakarta, Sleman bagian selatan, dan Bantul bagian utara) membentuk pola kombinasi centralized serta radial/linear. Sebaliknya, wilayah dengan densitas penduduk rendah seperti Kulon Progo dan Gunungkidul menunjukkan pola menyebar (dispersed).
  • Vektor Pergerakan: Analisis Origin-Destination (OD) Movement mendeteksi kecenderungan pergerakan spasial insiden yang dominan mengarah ke wilayah Timur Laut (NE) DIY.

Anomali Sosiodemografi dan Korelasi Instrumen Keamanan

Secara akademis, riset ini menepis anggapan umum bahwa karakteristik sosiodemografi lokal menjadi pemicu langsung kerawanan suatu wilayah. Hasil korelasi Pearson Product Moment menunjukkan hubungan yang lemah antara variabel sosial-ekonomi lokal dengan angka kriminalitas. Hal ini diperkuat oleh fakta data bahwa hanya 31,15% kasus yang melibatkan pelaku lokal, sementara mayoritas pelaku berasal dari luar wilayah administrasi TKP. Meski demikian, variabel luas wilayah serta persentase penduduk berpendidikan tinggi tercatat memiliki asosiasi statistik yang signifikan terhadap variasi kejadian.

Di sisi lain, analisis autokorelasi bivariat (Bivariate Local Moran’s I/BiLISA) serta pemodelan SLM menegaskan adanya koinsidensi spasial yang kuat antara ketersediaan APJ dan CCTV terhadap jumlah kejadian kejahatan. Model SLM berhasil menjelaskan variasi kejadian dengan nilai koefisien determinasi $R^2 = 0,2358$ untuk instrumen APJ, dan $R^2 = 0,1981$ untuk CCTV. Nilai koefisien lag ($\rho$) yang positif ($\rho = 0,375$ pada APJ dan $\rho = 0,409$ pada CCTV) membuktikan bahwa probabilitas terjadinya kejahatan jalanan pada suatu grid tidak bersifat independen, melainkan berasosiasi erat dengan magnitudo kejadian di grid-grid sekitarnya.

Rekomendasi Akademis

Dr. Diyono dan tim merekomendasikan agar pemangku kebijakan tidak hanya mengevaluasi kuantitas titik APJ dan CCTV secara makro, tetapi juga mulai mempertimbangkan aspek kualitas spasial pada skala mikro. Hal ini mencakup radius jangkauan cahaya aktual dari APJ, orientasi arah rekam kamera CCTV, hingga integrasi data taktis seperti Area Traffic Control System (ATCS) demi mewujudkan strategi pencegahan kejahatan berbasis lingkungan (Crime Prevention Through Environmental Design/CPTED) yang efektif di DIY.

Sumber : https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/6545

Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional

Berita Kamis, 30 April 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengembangan infrastruktur data nasional melalui partisipasi dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peta Dasar Sebagai Pilar Kedaulatan Data Geospasial Nasional” yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada hari Kamis, 30 April 2026. Acara ini menjadi momentum krusial bagi berbagai instansi dari seluruh Indonesia untuk menyatukan visi dalam memperkuat kemandirian data spasial demi kepentingan negara. Kehadiran perwakilan dari Departemen Teknik Geodesi UGM, yaitu Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam merumuskan standar pemetaan yang akurat dan kredibel.

Diskusi dalam forum tersebut menyoroti bahwa peta dasar bukan sekadar data teknis, melainkan fondasi utama bagi kedaulatan informasi yang mendukung berbagai kebijakan strategis di tingkat pusat maupun daerah. Dengan sinergi yang terjalin antar instansi, diharapkan pengelolaan data geospasial nasional ke depan dapat lebih terintegrasi sehingga mampu meminimalisir tumpang tindih pemanfaatan lahan. Keterlibatan pakar dari UGM dalam agenda ini memberikan bobot ilmiah yang signifikan, terutama dalam memastikan bahwa aspek teknis geodetis tetap menjadi acuan utama dalam menjaga kualitas data yang akan digunakan untuk perencanaan pembangunan jangka panjang.

Secara komprehensif, kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Peta dasar yang kuat menjadi prasyarat mutlak dalam merancang tata ruang yang tangguh terhadap bencana serta mendukung pertumbuhan wilayah yang terukur. Melalui kemitraan lintas sektoral yang diinisiasi dalam FGD ini, integrasi data geospasial diharapkan dapat mempercepat tercapainya target pembangunan global yang inklusif, inovatif, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

Gunungkidul, 30 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian terkait pemantauan kelembapan tanah di kawasan rawan longsor di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. dari UGM dan melibatkan Prof. Buldan Muslim dari BRIN. Fokus utama riset adalah pemanfaatan metode GNSS-IR (Global Navigation Satellite System – Interferometric Reflectometry) untuk mengukur kelembapan tanah secara non-invasif, khususnya pada area dengan potensi longsor tinggi.

Metode GNSS-IR memanfaatkan sinyal satelit yang dipantulkan dari permukaan tanah untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik fisik, termasuk tingkat kelembapan. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu memberikan data kontinu tanpa perlu pemasangan sensor langsung di dalam tanah, sehingga lebih aman dan efisien untuk wilayah dengan kondisi geologi yang rentan.

Menurut Prof. Nurrohmat Widjajanti, penelitian ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologi geodesi modern. “Kelembapan tanah merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kestabilan lereng. Dengan GNSS-IR, kita dapat memperoleh informasi yang lebih detail dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana longsor,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Buldan Muslim dari BRIN menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat integrasi riset nasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan. “Pengembangan metode seperti GNSS-IR membuka peluang besar untuk sistem peringatan dini yang lebih akurat dan berbasis data,” jelasnya.

Gunungkidul dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik geologi yang kompleks serta sejumlah titik rawan longsor, terutama pada musim hujan. Data yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi risiko bencana serta pengembangan sistem peringatan dini longsor di Indonesia. Kolaborasi antara UGM dan BRIN ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis sains dan teknologi.

Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global

BeritaKegiatan Mahasiswa Rabu, 29 April 2026

Yogyakarta, 29 April 2026 – Lima mahasiswa program internasional atau International Undergraduate Program (IUP) S1 Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023 resmi memulai rangkaian program student exchange di Technischen Universität München (TUM), Jerman. Delegasi yang terdiri dari Kesya Devi Natalia, Arya Putra Setianto, Eileen Zeyyana Shinta, Adnan Bima Fertino, dan Samudra Irfan Al Fauzan ini dijadwalkan akan menimba ilmu di salah satu universitas teknik terbaik dunia tersebut mulai 21 April hingga 17 Juli 2026.

Mengawali agenda akademik mereka, kelima mahasiswa IUP tersebut mengikuti kelas perdana pada mata kuliah Land Administration. Dalam sesi pembuka, fokus materi diarahkan pada pemahaman mendalam mengenai Land Information Land Administration System. Materi ini menjadi sangat relevan bagi mahasiswa program internasional dalam memahami integrasi data spasial dan aspek hukum pertanahan dari perspektif global guna mewujudkan tata kelola wilayah yang berkelanjutan.

Keikutsertaan para mahasiswa IUP ini merupakan bagian dari kurikulum dan komitmen Departemen Teknik Geodesi UGM untuk memperkuat paparan internasional serta meningkatkan kompetensi lulusan di kancah global. Selama berada di München, mereka diharapkan dapat menyerap praktik terbaik (best practices) administrasi pertanahan di Eropa yang nantinya dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan ilmu geodesi dan pertanahan di Indonesia.

DTGD FT UGM ikuti sosialisasi LAMTEK 2026

Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 28 April 2026 – Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Program Studi Keteknikan Menuju Unggul 2026” di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong semakin banyak program studi keteknikan di Indonesia meraih akreditasi unggul, sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu di tingkat Unit Pengelola Program Studi (UPPS).

Sosialisasi ini ditujukan kepada berbagai UPPS Teknik dari seluruh Indonesia sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses akreditasi, strategi penyusunan dokumen, serta penguatan kualitas pendidikan tinggi teknik secara berkelanjutan. Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua perwakilan dosen yaitu Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc. dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. Kegiatan sosialisasi dan workshop ini diselenggarakan selama satu hari pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3, Kampus II Gedung St. Thomas Aquinas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UAJY, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., yang menyampaikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang keteknikan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Dalam paparannya, Prof. Setyabudi menyampaikan data mengenai jumlah program studi terakreditasi unggul di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih belum mencapai target nasional. Oleh karena itu, percepatan peningkatan mutu perlu terus dilakukan agar target capaian pada tahun 2028 dapat terpenuhi.

Beliau juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen, sebagai elemen utama dalam keberhasilan akreditasi. Menurutnya, kualitas tata kelola, budaya mutu, dan kesiapan dokumen tidak dapat dipisahkan dari kapasitas dan komitmen seluruh sivitas akademika. Di akhir sambutannya, Prof. Setyabudi berharap semakin banyak program studi yang mampu meraih akreditasi unggul dan mempertahankannya secara berkelanjutan. Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dan workshop yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. A. Djoko Istiadji, Dekan Fakultas Teknik UAJY sekaligus asesor LAMTEK. Dalam sesi ini, Prof. Djoko memperkenalkan tiga narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., Prof. Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng., dan Prof. Ir. Maya Sarah, S.T., M.T., Ph.D. Ketiganya merupakan pengurus LAMTEK yang memiliki pengalaman luas sebagai asesor akreditasi.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Prof. Hari Purnomo mengenai Kebijakan dan Gambaran Umum Akreditasi LAM Teknik. Beliau menjelaskan secara rinci proses akreditasi mulai dari tahap pengajuan, penyusunan dokumen, asesmen kecukupan, asesmen lapangan, hingga penetapan hasil akreditasi. Prof. Hari juga menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan representasi nyata dari kualitas tata kelola, proses pembelajaran, serta budaya mutu yang berjalan secara konsisten. Materi kedua disampaikan oleh Prof. Era Purwanto mengenai Diferensiasi Misi dan Akuntabilitas, Sistem Penjaminan Mutu, serta Program Pengembangan Berkelanjutan. Dalam paparannya, Prof. Era menegaskan pentingnya kejelasan visi dan misi program studi, termasuk visi keilmuan yang menjadi dasar arah pengembangan akademik. Menurut beliau, dokumen akreditasi yang kuat harus mampu menunjukkan keterkaitan yang jelas antara visi, strategi pelaksanaan, indikator capaian, hingga evaluasi berkelanjutan yang dilakukan oleh program studi. Sementara itu, Prof. Maya Sarah menyampaikan materi mengenai Relevansi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Sumber Daya Manusia Dosen dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, K3L, Mahasiswa, serta Luaran Mahasiswa. Beliau menekankan bahwa akreditasi unggul harus didukung oleh ekosistem akademik yang sehat, termasuk produktivitas dosen, keterlibatan mahasiswa, kualitas fasilitas pembelajaran, hingga dampak nyata dari luaran lulusan di masyarakat dan dunia kerja.

Sosialisasi LAMTEK menuju Unggul 2026

Melalui kegiatan ini, DTGD FT UGM memperoleh banyak wawasan baru dalam memperkuat strategi penjaminan mutu dan persiapan akreditasi berkelanjutan. Partisipasi tim jaminan mutu dalam forum ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa DTGD tidak hanya mampu mempertahankan capaian akreditasi unggul, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, DTGD FT UGM berkomitmen untuk terus menjaga standar mutu akademik, memperkuat tata kelola departemen, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, DTGD berharap dapat terus menjadi program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Kuliah Tamu Bersama Duta Besar RI untuk Yunani Bahas Pentingnya Networking dan Global Mindset bagi Mahasiswa

BeritaKuliah Umum Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 28 April 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan kuliah tamu bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Yunani, Dr. Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan. Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai kelas dan program studi, termasuk mahasiswa internasional, dalam sebuah diskusi interaktif mengenai networking, kolaborasi, diplomasi, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Kuliah tamu dibuka oleh dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Prof. I Made Andi Arsana, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lintas disiplin. Menurutnya, mahasiswa teknik tidak hanya perlu memahami aspek teknis dan rekayasa, tetapi juga harus mampu membangun jejaring, berkolaborasi, dan memahami dinamika global.

Dalam pengantarnya, Prof. I Made Andi Arsana memperkenalkan Dr. Bebeb Djundjunan sebagai diplomat karier senior yang telah berpengalaman lebih dari tiga dekade di bidang hukum internasional, negosiasi perjanjian, dan urusan maritim. Selama berkarier di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan serta memimpin berbagai negosiasi batas maritim Indonesia dengan negara tetangga.

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Sugeng S. Surjono, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Duta Besar RI untuk Yunani tersebut. Ia berharap pengalaman diplomasi internasional yang dimiliki narasumber dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya kemampuan komunikasi, kerja sama, dan adaptasi di dunia global. Dalam pemaparannya, Dr. Bebeb Djundjunan menekankan bahwa dunia saat ini ditandai oleh dua hal utama, yaitu globalisasi dan digitalisasi. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun karakter, profesionalisme, dan kemampuan adaptasi.

“Networking adalah tentang bagaimana kita membangun hubungan, kolaborasi, dan kepercayaan. Saat ini kita tidak hanya bersaing dengan lingkungan sekitar, tetapi dengan miliaran orang di seluruh dunia,” ujarnya. Ia juga menjelaskan pentingnya memiliki global mindset, meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan, serta berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, mahasiswa perlu aktif membangun jejaring sejak dini melalui organisasi, komunitas, seminar, maupun kegiatan sosial lainnya.

Dalam sesi tersebut, Dr. Bebeb turut membagikan pengalamannya membangun berbagai komunitas dan forum internasional selama bertugas di Athena, Yunani, seperti Indonesian Hellenic Business Forum, Hellenic ASEAN Business Council, hingga komunitas diplomatik berbasis hobi. Pengalaman tersebut menjadi contoh nyata bagaimana networking dapat berkembang menjadi kolaborasi strategis yang mendukung hubungan antarnegara. Selain membahas networking, kuliah tamu juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Dr. Bebeb menjelaskan bahwa dunia diplomasi modern membutuhkan kontribusi dari berbagai bidang, termasuk teknik, sains, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI). Ia mencontohkan bagaimana para ahli teknik turut berperan dalam isu hukum laut, eksplorasi sumber daya alam, hingga pemetaan wilayah maritim.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mahasiswa terkait kerja sama lintas budaya, diplomasi internasional, hingga posisi Indonesia di tengah dinamika global. Menanggapi hal tersebut, Dr. Bebeb menekankan pentingnya sikap saling menghormati, kemampuan mendengar, dan memahami kepentingan berbagai pihak dalam membangun kerja sama.

Pada akhir sesi, Dr. Bebeb memberikan pesan kepada mahasiswa agar terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar. “Gelar akademik hanyalah pintu masuk. Setelah lulus, tantangan sebenarnya dimulai. Bangun kapasitas diri, cari mentor yang baik, dan jadilah pribadi yang memiliki wawasan global,” pesannya. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa FT UGM mengenai pentingnya networking, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi dunia global yang semakin dinamis.

Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial

BeritaKuliah Umum Sabtu, 25 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dan Training bertajuk “Mapping the Future: SLAM dan Revolusi 3D Scanning di Dunia Geospasial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Ruang Kuliah III.4, dan diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika yang memiliki minat di bidang teknologi geospasial. Kegiatan ini menghadirkan Mayang Lumongga, S.T., selaku Business Development Representative dari PT Aptella Solusi Teknologi sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, narasumber membahas perkembangan teknologi terkini di bidang pemetaan, khususnya terkait penerapan metode Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) serta teknologi 3D scanning yang semakin berkembang dalam industri geospasial.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar dan prinsip kerja SLAM, pemanfaatan teknologi 3D scanning untuk akuisisi data spasial secara cepat dan detail, serta berbagai implementasi nyata di dunia industri. Peserta juga diperkenalkan pada bagaimana teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam kegiatan survei dan pemetaan, terutama pada lingkungan yang kompleks dan dinamis. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, yaitu Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., serta Mohamad Bagas Setiawan, S.T., M.Eng. Kehadiran para dosen ini mencerminkan dukungan terhadap penguatan wawasan mahasiswa dalam memahami perkembangan teknologi mutakhir di bidang geomatika.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif dan training yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami aplikasi teknologi secara lebih praktis. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta dalam menggali potensi pemanfaatan SLAM dan 3D scanning dalam berbagai kebutuhan, baik akademik maupun profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi geospasial serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin berbasis pada data dan teknologi digital. Departemen Teknik Geodesi FT UGM terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman, guna mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah

BeritaPenelitian Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 – Tim penelitian GEOLIVE (Geospatial, Landscape, Infrastructure, and Vision for Sustainability) dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan pertemuan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Departemen Teknik Geodesi, tepatnya di Laboratorium Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis.

Tim GEOLIVE dipimpin oleh Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T., selaku dosen Teknik Geodesi, dan didampingi oleh Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc., dosen Teknik Geodesi, Iqbal Hanun Azizi, S.T., dari Laboratorium Geodesi, serta Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc. dalam kapasitas keilmuan geologi. Pertemuan ini menjadi forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah daerah dalam membahas berbagai isu geospasial dan pembangunan wilayah di Kabupaten Jepara.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah permasalahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya terkait ketidaksesuaian jumlah bidang tanah yang berdampak pada optimalisasi penerimaan pajak daerah. Dalam diskusi tersebut, Tim GEOLIVE menawarkan pendekatan berbasis data geospasial untuk meningkatkan akurasi pendataan bidang tanah serta integrasi informasi yang lebih sistematis.

Selain itu, pertemuan juga menyoroti pelaksanaan dan kinerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Jepara. Pihak Diskominfo menyampaikan bahwa kontribusi mahasiswa dinilai cukup baik, tidak hanya sebatas penyampaian teori, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata dan eksekusi program di lapangan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu infrastruktur jalan, khususnya terkait kebutuhan informasi kondisi jalan, baik yang berlubang maupun dalam kondisi baik. Data tersebut dinilai penting untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Tidak hanya itu, potensi pengembangan wilayah juga menjadi perhatian dalam pertemuan ini, termasuk potensi wisata di Pulau Panjang yang dinilai memiliki daya tarik tinggi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Selain aspek wisata, diskusi juga mencakup wilayah yang memiliki bangunan heritage, yang memerlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan dan pelestariannya.

Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi dan data geospasial untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan program kerja sama yang lebih konkret antara Tim GEOLIVE dan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Wisuda Program Magister Teknik Geomatika FT UGM Periode III Tahun Akademik 2025/2026

Berita Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 – Program Studi Magister Teknik Geomatika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) kembali meluluskan para mahasiswa pada Wisuda Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan wisuda ini menjadi momentum penting sebagai penanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi serta memasuki dunia profesional di bidang geomatika.

Pada periode ini, sejumlah lulusan dari Program Magister Teknik Geomatika berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik, yaitu Mirnayani, Muhamad Ikhsan, Durbyana Desriany Iskio, Muhammad Azhar Rafi S., Mokhamad Zaim Nurhidayat, Salzabila Enzal Putri, Praditya Mukti Ali, dan Raffi Satya Nugraha. Para lulusan telah menempuh berbagai proses akademik dan penelitian yang mencakup bidang survei dan pemetaan, sistem informasi geospasial, serta penginderaan jauh. Kompetensi yang diperoleh selama masa studi diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan data geospasial yang semakin kompleks, baik di sektor pemerintahan, industri, maupun akademik.

Keberhasilan para wisudawan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk dosen pembimbing, tenaga kependidikan, serta lingkungan akademik yang kondusif. Selain itu, capaian ini juga mencerminkan komitmen Program Studi Magister Teknik Geomatika FT UGM dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Dengan dilaksanakannya wisuda ini, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan nasional, khususnya dalam penyediaan dan pengelolaan informasi geospasial yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan.

Selamat kepada seluruh wisudawan Program Magister Teknik Geomatika FT UGM atas pencapaian yang telah diraih.

Lulusan Magister Teknik Geomatika FT UGM Menjadi Wisudawan Termuda di Fakultas Teknik

Berita Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 – Dalam rangkaian Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada tanggal 22–23 April 2026, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) mencatat capaian membanggakan dari salah satu lulusannya. Salzabila Enzal Putri, lulusan Program Studi Magister Teknik Geomatika, berhasil meraih predikat sebagai wisudawan termuda di tingkat Fakultas Teknik UGM. Salzabila Enzal Putri menyelesaikan studi Magister Teknik Geomatika pada usia 22 tahun 10 bulan 7 hari. Prestasi ini mencerminkan dedikasi, konsistensi, serta kemampuan akademik yang unggul dalam menempuh pendidikan pascasarjana dalam waktu yang relatif singkat.

Capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi yang bersangkutan, tetapi juga menunjukkan kualitas pendidikan di Program Studi Magister Teknik Geomatika FT UGM dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Dengan bekal keilmuan di bidang geomatika, lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan dan pemanfaatan informasi geospasial untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor. Momentum ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik maupun profesional.

123456…24

Agenda

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Berita Terakhir

  • Departemen Teknik Geodesi UGM Gelar Audiensi Pengabdian Masyarakat di Kulon Progo
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Hadirkan Mini Museum: Jejak Sejarah Alat Ukur dari Abad ke-20
  • Revitalisasi Infrastruktur Laboratorium Geoinformatika dan Infrastruktur Informasi Geospasial (GIIG)
  • Antisipasi Potensi Bencana, Teknik Geodesi UGM Gelar Pelatihan dan Simulasi Gempa Bumi dan Pemadam Kebakaran
  • Manfaatkan Metode Low-Cost Multi-Instrument, Tim Departemen Teknik Geodesi UGM Dokumentasi Digital Cagar Budaya Kulon Progo
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY