Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs15
  • SDGs15
Arsip:

SDGs15

FT UGM Selesaikan Rangkaian Kegiatan Pionir Kesatria 2026

BeritaKegiatan Mahasiswa Kamis, 6 Agustus 2026

Yogyakarta, 6 Agustus 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) sukses menyelenggarakan Pionir Kesatria 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (5/8) hingga Kamis (6/8), ini merupakan bagian dari rangkaian Pionir UGM untuk menyambut serta membekali para Kesatria Muda di lingkungan FT UGM.

Rangkaian hari pertama pada Rabu (5/8) diawali sejak pukul 07.00 WIB dengan proses login serta pengecekan atribut peserta, dilanjutkan dengan Upacara Pembukaan Pionir Kesatria. Peserta kemudian melakukan mobilisasi untuk mengikuti agenda penanaman pohon sebagai simbol kepedulian lingkungan. Usai kegiatan tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi kepemanduan dan istirahat, sholat, makan (ishoma). Pada siang harinya, mahasiswa baru diajak mengenali organisasi kemahasiswaan melalui agenda Jelajah Lembaga dan games angkatan. Rangkaian hari pertama di SGLC ini makin meriah lewat panggung seni dan hiburan Panggung Gama, serta ditutup dengan aksi dari Supersonik (Suporter Teknik).

Memasuki hari kedua pada Kamis (6/8), agenda diawali kembali dengan pemeriksaan atribut dan mobilisasi peserta menuju area Pameran Karya yang menampilkan berbagai inovasi dari komunitas-komunitas mahasiswa di lingkungan FT UGM. Suasana semakin antusias saat memasuki sesi talkshow yang menghadirkan Prof. Dr. Moh. Mahfud MD., S.H. sebagai pembicara utama dengan dipandu oleh Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D.  selaku moderator.

Rangkaian dilanjutkan dengan pengerjaan Karya Aplikatif, ishoma, dan sesi kepemanduan. Menjelang akhir acara, seluruh mahasiswa baru berkumpul untuk membentuk Formasi Angkatan sebagai simbol soliditas Kesatria Muda 2026, dilanjutkan dengan Upacara Penutupan Pionir Kesatria. Kemeriahan hari kedua resmi diakhiri dengan pertunjukan tari (dance), penampilan dari band Gama Kesatria, serta sesi foto bersama.

Manfaatkan Metode Low-Cost Multi-Instrument, Tim Departemen Teknik Geodesi UGM Dokumentasi Digital Cagar Budaya Kulon Progo

Berita Rabu, 1 Juli 2026

Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Sekelompok peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan pada bangunan bersejarah. Untuk mengantisipasi dampak pelapukan alami serta ulah tangan jahil manusia terhadap situs cagar budaya, tim yang beranggotakan Muhammad Rifky Reza, Renaldy Aditya Putra Ramadhan, Salsabila Atalieani Andiana, dan Septiya Nur Hasmar berinisiatif merekam data fisik Stasiun Kalimenur di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, secara digital.

Langkah tersebut perlu segera dilakukan mengingat stasiun yang sudah tidak beroperasi itu memiliki nilai historis tinggi sebagai satu-satunya peninggalan arsitektur khas Staatsspoorwegen di jalur kereta api Yogyakarta – Kulon Progo. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 586/A/2018 tanggal 19 Desember 2018. Kondisi fisik bangunan peninggalan kolonial tersebut saat ini dilaporkan mengalami penurunan kualitas, antara lain kerusakan atap, pelapukan pada langit-langit dan lantai, serta vandalisme berupa coretan pada beberapa bagian dinding.

Tim Teknik Geodesi UGM menerapkan konsep inovatif berupa pendekatan instrumen majemuk berbiaya rendah (low-cost multi-instrument) untuk mengatasi tingginya biaya penggunaan alat survei konvensional seperti LiDAR. Pengambilan data visual di lapangan dilakukan dengan menggabungkan tiga perangkat fotografi, yaitu drone untuk memetakan struktur atap dari udara, kamera mirrorless untuk menangkap detail ornamen bagian luar secara tajam, dan kamera 360 derajat untuk merekam keseluruhan ruang interior.

Seluruh dokumentasi foto tersebut selanjutnya diolah menggunakan algoritma Structure-from-Motion Multi-View Stereo (SfM-MVS). Hasil akhir pengolahan data ini berupa replika digital dalam bentuk model tiga dimensi (3D) dengan tingkat kelengkapan dan kualitas visual yang cukup baik, meskipun tingkat akurasi geometrinya baru mencapai level sentimeter.

Melalui publikasi hasil kajiannya, tim peneliti membuktikan bahwa proses pemodelan arsitektur kuno yang efisien dan berkualitas tidak selalu bergantung pada perangkat survei yang mahal. Upaya digitalisasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan data jangka panjang yang andal, baik untuk kepentingan pendidikan, riset lanjutan, pengelolaan pariwisata daerah, maupun sebagai cetak biru rekonstruksi fisik apabila bangunan asli stasiun tersebut mengalami kerusakan total di kemudian hari. 

Link artikel : https://journal.ugm.ac.id/v3/mft/article/view/26370

Dosen Teknik Geodesi UGM Berkontribusi dalam Investigasi Fenomena Titik Api di Seyegan

Berita Senin, 15 Juni 2026

Yogyakarta, Juni 2026 – Civitas akademika Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menjawab berbagai fenomena yang berkembang di masyarakat melalui pendekatan ilmiah. Salah satu kontribusi tersebut ditunjukkan oleh Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, yang tergabung dalam tim pakar Universitas Gadjah Mada untuk menginvestigasi fenomena kemunculan puluhan titik api di sebuah rumah warga di Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim yang berada di bawah koordinasi Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM tersebut terdiri atas 18 peneliti dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu. Setelah melakukan serangkaian observasi lapangan, pengukuran, pemetaan, serta analisis laboratorium sejak akhir Mei 2026, tim secara resmi menutup penyelidikan dan menyampaikan hasil akhirnya pada konferensi pers yang berlangsung di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) FT UGM.

Dalam investigasi tersebut, Prof. Leni bersama para pakar lainnya berkontribusi dalam kajian berbasis geospasial dan geofisika untuk menguji berbagai dugaan penyebab munculnya titik api. Tim melakukan sejumlah pengukuran dan survei, termasuk pemetaan bawah permukaan menggunakan teknologi Ground Penetrating Radar (Georadar) dan Geolistrik, pengukuran medan elektromagnetik, serta analisis spasial menggunakan drone dan sensor inframerah.

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tidak ditemukan indikasi adanya rembesan gas alam maupun anomali geologi yang dapat menjelaskan kemunculan api secara alami. Analisis spasial yang dilakukan hingga radius 200 meter dari lokasi kejadian juga tidak memperlihatkan adanya anomali termal yang signifikan. Selain itu, pengukuran medan listrik dan medan magnetik di sekitar lokasi masih berada dalam batas normal.

Ketua tim investigasi, Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, menjelaskan bahwa hasil analisis akhir mengarah pada keberadaan residu kebakaran yang berkaitan dengan material berbahan Polivinil Klorida (PVC). Temuan tersebut diperoleh melalui analisis residu pada berbagai permukaan menggunakan teknologi spektroskopi inframerah (FTIR). Saat terbakar, material PVC dapat menghasilkan gas hidrogen klorida yang terdeteksi oleh alat sebagai gas hidrogen.

Berdasarkan seluruh rangkaian pengamatan dan pengujian, tim menyimpulkan bahwa fenomena titik api di Seyegan tidak disebabkan oleh aktivitas geologi, rembesan gas alami, medan elektromagnetik, maupun proses penyalaan spontan (spontaneous ignition). Kesimpulan ini sekaligus memperkuat pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengungkap fenomena yang menjadi perhatian publik.

Keterlibatan Prof. Leni Sophia Heliani dalam tim investigasi ini mencerminkan kontribusi nyata sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui pemanfaatan ilmu geodesi, geospasial, dan teknologi survei modern. Peran tersebut sejalan dengan komitmen DTGD FT UGM untuk terus mengembangkan penelitian dan pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan bukti ilmiah. Dengan selesainya investigasi ini, tindak lanjut atas hasil temuan tim pakar UGM selanjutnya diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman sesuai kewenangannya

Sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/penyelidikan-ditutup-tim-ugm-sebut-penyebab-munculnya-titik-api-di-seyegan-akibat-residu-kebakaran/

Dukung Mitigasi Bencana Nasional, Peneliti Teknik Geodesi UGM Berhasil Petakan Penurunan Tanah Sidoarjo Melalui Integrasi Metode Geodetik Tercanggih

BeritaPenelitian Senin, 1 Juni 2026

Yogyakarta, 1 Juni 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan capaian prestasi akademik internasional yang gemilang melalui kontribusi nyata dalam penanganan isu lingkungan nasional. Tim peneliti dari Teknik Geodesi UGM berhasil mempublikasikan hasil riset mutakhir mereka mengenai identifikasi dan pemetaan amblesan tanah (land subsidence) di wilayah eksploitasi gas Sidoarjo, Jawa Timur, pada jurnal ilmiah internasional bereputasi Geosciences (MDPI) yang terbit Mei 2026.

Riset strategis ini dipimpin oleh kolaborasi akademisi andalan UGM, yakni Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU dan Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU, bersama dengan Akbar Kurniawan, mahasiswa Program Studi Doktor Teknik Geomatika UGM. Penelitian ini berfokus pada fenomena penurunan tanah yang meluas sejak tahun 2006, yang tidak hanya terjadi di sekitar pusat semburan lumpur Sidoarjo, tetapi juga meluas hingga ke area sumur produksi gas Wunut dan Tanggulangin.

Inovasi Integrasi Metode Geodetik Aktivitas riset komprehensif ini memanfaatkan pendekatan multi-metode canggih (integrated geodetic methods) yang menggabungkan teknologi extraterrestrial dan terestrial. Tim Geodesi UGM mengintegrasikan metode Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR), meliputi teknik Permanent Scatterers (PS-InSAR) dan Small Baseline Subset (SBAS) berbasis citra satelit radar Sentinel-1, dengan metode konvensional berakurasi tinggi seperti pengamatan GNSS (Global Navigation Satellite System) dan pengukuran sipat datar (levelling).

“Metode integrasi ini menjadi jawaban atas tantangan pemantauan lingkungan pedesaan dan lahan basah yang minim objek pemantul stabil (persistent scatterers),” tulis tim peneliti dalam artikel ilmiahnya.

Data komparasi performa yang berhasil diungkap oleh tim peneliti sangat mencengangkan:

  • Analisis PS-InSAR (2016–2022) mendeteksi kecepatan amblesan maksimum sebesar -41,01 mm/tahun.
  • Analisis SBAS pada periode yang sama merekam penurunan maksimum yang jauh lebih besar hingga mencapai -510,43 mm dengan kecepatan -86,08 mm/tahun.
  • Validasi lapangan melalui kampanye survei GNSS (2020–2022) menunjukkan laju rata-rata -52,2 mm/tahun.
  • Sementara itu, pengukuran sipit datar (levelling) presisi tinggi (2022–2023) mencatat laju amblesan rata-rata -205,4 mm/tahun.

Melalui pemodelan logaritma yang dikembangkan, penurunan tanah ini terbukti berkorelasi erat dengan proses konsolidasi fisik sedimentasi aluvial yang lunak, yang diperparah oleh dampak aktivitas ekstraksi hidrokarbon di bawah permukaan bumi Sidoarjo.

Capaian Prestasi dan Dampak Nyata Keberhasilan publikasi riset ini bukan sekadar pemenuhan capaian akademis bagi Teknik Geodesi UGM, melainkan sebuah instrumen krusial bagi keselamatan publik. Melalui dokumentasi investigasi lapangan yang dilakukan hingga tahun 2025, tim UGM membuktikan bahwa penurunan tanah ini berdampak masif pada penurunan kualitas hidup warga lokal. Dampak nyata seperti rumah-rumah warga yang tenggelam, pertokoan yang gulung tikar, hingga fasilitas sekolah yang tidak bisa lagi digunakan akibat banjir rob menahun berhasil dipetakan secara akurat menggunakan koordinat geodesi.

Prestasi ilmiah dari Departemen Teknik Geodesi UGM ini membuktikan komitmen universitas dalam menghasilkan riset yang tidak hanya diakui dunia internasional, tetapi juga memberikan solusi aplikatif bagi pemerintah daerah maupun industri dalam melakukan manajemen risiko bencana, perencanaan infrastruktur, serta proteksi wilayah permukiman dari ancaman kerusakan geologis di masa depan.

Sumber : https://www.mdpi.com/2076-3263/16/5/204

UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

Gunungkidul, 30 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian terkait pemantauan kelembapan tanah di kawasan rawan longsor di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. dari UGM dan melibatkan Prof. Buldan Muslim dari BRIN. Fokus utama riset adalah pemanfaatan metode GNSS-IR (Global Navigation Satellite System – Interferometric Reflectometry) untuk mengukur kelembapan tanah secara non-invasif, khususnya pada area dengan potensi longsor tinggi.

Metode GNSS-IR memanfaatkan sinyal satelit yang dipantulkan dari permukaan tanah untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik fisik, termasuk tingkat kelembapan. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu memberikan data kontinu tanpa perlu pemasangan sensor langsung di dalam tanah, sehingga lebih aman dan efisien untuk wilayah dengan kondisi geologi yang rentan.

Menurut Prof. Nurrohmat Widjajanti, penelitian ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologi geodesi modern. “Kelembapan tanah merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kestabilan lereng. Dengan GNSS-IR, kita dapat memperoleh informasi yang lebih detail dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana longsor,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Buldan Muslim dari BRIN menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat integrasi riset nasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan. “Pengembangan metode seperti GNSS-IR membuka peluang besar untuk sistem peringatan dini yang lebih akurat dan berbasis data,” jelasnya.

Gunungkidul dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik geologi yang kompleks serta sejumlah titik rawan longsor, terutama pada musim hujan. Data yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi risiko bencana serta pengembangan sistem peringatan dini longsor di Indonesia. Kolaborasi antara UGM dan BRIN ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis sains dan teknologi.

Revolusi Pemetaan Digital: Riset Peneliti Geodesi UGM Ungkap Keunggulan Dataset ‘Embedding’ dalam Akurasi Citra Satelit

ArtikelBeritaPenelitian Kamis, 22 Januari 2026

Dosen sekaligus peneliti dari Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM), Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. bersama Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., secara resmi mempublikasikan hasil riset mendalam mengenai inovasi teknologi penginderaan jauh dalam Geoid Journal of Geodesy and Geomatics (Volume 21, Nomor 1, 2026) pada 20 Januari 2026. Studi bertajuk “Evaluation of Google Earth Engine Embedding Dataset for Remote Sensing Image Classification” ini mengevaluasi efektivitas dataset embedding terbaru dari Alpha Earth Foundation yang terintegrasi pada platform Google Earth Engine (GEE). Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana model pembelajaran mesin canggih dapat mengoptimalkan klasifikasi citra satelit dibandingkan dengan metode konvensional yang selama ini digunakan.

Intisari dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dataset embedding mampu mencapai tingkat akurasi klasifikasi yang sangat tinggi, yakni sebesar 94%. Capaian tersebut secara signifikan melampaui performa instrumen satelit global yang umum digunakan, seperti Landsat 9 yang mencatatkan akurasi 83,1% dan Sentinel-2 dengan 82,5%. Melalui uji coba yang dilakukan di wilayah Yogyakarta dan Cilacap, teknologi ini terbukti mampu menghasilkan peta tutupan lahan yang lebih bersih dari gangguan visual (noise) serta lebih akurat dalam merepresentasikan objek di lapangan, mulai dari area perkotaan hingga ekosistem hutan mangrove yang kompleks tanpa memerlukan proses segmentasi gambar yang rumit.

Penerapan teknologi pemetaan presisi ini memberikan kontribusi strategis dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 15 mengenai Ekosistem Daratan (Life on Land). Dengan tersedianya instrumen pemetaan yang jauh lebih akurat, inovasi ini memfasilitasi otoritas terkait dalam melakukan pemantauan penggunaan lahan secara seketika (real-time) dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih terukur. Penemuan ini diharapkan menjadi standar baru bagi para praktisi geospasial global dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memperkuat kebijakan perlindungan keanekaragaman hayati dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Link artikel: https://doi.org/10.12962/geoid.v21i1.8151

Mahasiswa Geodesi UGM Laksanakan Pemetaan Topografi di Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang

Berita Rabu, 17 September 2025

Sleman, 16 September 2025 – Mahasiswa Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) berupa pemetaan topografi di kawasan Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang. Tim menggunakan teknologi canggih berupa LiDAR SLAM FJD Trion P1 dan Aerial LiDAR DJI Matrice 350 RTK dengan sensor DJI Zenmuse L2. Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari teknisi laboratorium. Ketua tim PPM, Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., memimpin pelaksanaan lapangan dan mengoordinasikan seluruh aktivitas mahasiswa.

Mahasiswa secara aktif mengoperasikan perangkat UAV dan sensor LiDAR untuk menghasilkan data topografi yang detail dan akurat. Tim juga melakukan proses akuisisi data dengan sistem SLAM yang mampu merekam kondisi lapangan secara real-time. Pendampingan teknisi laboratorium memastikan seluruh instrumen bekerja optimal dan data terekam sesuai standar. Hasil pengukuran diharapkan menjadi basis informasi spasial untuk mendukung pengembangan fasilitas perkemahan dan kegiatan pramuka di kawasan Kaliurang.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam penerapan teknologi pemetaan mutakhir. Tim menegaskan komitmen untuk menghasilkan data spasial yang bermanfaat bagi pengelolaan kawasan wisata pendidikan dan lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan teknisi laboratorium memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat. Dengan kegiatan ini, Universitas Gadjah Mada berkontribusi nyata dalam pengelolaan ruang dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Sleman.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas (pembelajaran lapangan mahasiswa)

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (penerapan teknologi LiDAR)

SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (pemetaan kawasan wisata dan perkemahan)

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (monitoring kondisi lingkungan)

SDG 15: Ekosistem Daratan (pelestarian kawasan hutan dan lereng Merapi)

Tim Geodesi UGM Paparkan Rencana Penelitian dan Pengabdian di Kulon Progo

Berita Selasa, 29 Juli 2025

Kulon Progo, 28 Juli 2025 – Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada mengunjungi Kantor Bupati Kulon Progo untuk mempresentasikan sejumlah rencana kegiatan. Tim memperkenalkan program pemetaan orthofoto berbasis UAV untuk mendukung percepatan PBT terintegrasi di Desa Kanoman. Tim juga menawarkan pemetaan potensi bencana di Kapanewon Samigaluh serta pemetaan potensi desa untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, tim menyiapkan studi dinamika muka tanah menggunakan InSAR dan pemanfaatan garam di wilayah pesisir Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo menyambut kedatangan tim Geodesi UGM dengan penuh apresiasi. Bupati mendengarkan paparan program secara langsung dan memahami manfaat kegiatan bagi daerah. Bupati mempersilakan seluruh kegiatan dilaksanakan di wilayah Kulon Progo sesuai rencana. Untuk mendukung keberlangsungan program, Bupati juga menugaskan beberapa staf pemerintah daerah agar mendampingi pelaksanaan di lapangan.

Tim Geodesi UGM menjadikan pertemuan ini sebagai sarana perkenalan awal dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Tim menegaskan komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di daerah. Program penelitian dan pengabdian diharapkan mampu meningkatkan kapasitas mitigasi bencana dan pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan kolaborasi ini, tim optimis dapat memperkuat peran Kulon Progo dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya:

SDG 2: Tanpa Kelaparan (pemetaan potensi desa dan pertanian)

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (studi dinamika muka tanah dan bandara)

SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (pemetaan bencana dan desa)

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (mitigasi risiko bencana)

SDG 14: Ekosistem Lautan (pemanfaatan garam di pesisir)

SDG 15: Ekosistem Daratan (pemetaan potensi desa dan penggunaan lahan)

UGM Kukuhkan Prof. Harintaka sebagai Guru Besar di Bidang Teknik Fotogrametri

Berita Jumat, 25 April 2025

Yogyakarta, 24 April 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., sebagai Guru Besar dalam bidang Teknik Fotogrametri pada Fakultas Teknik dalam upacara yang digelar di Balai Senat UGM, Kamis (24/4/2025). Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Teknologi Fotogrametri: Perkembangan dan Kontribusinya untuk Penyediaan Informasi Geospasial yang Akurat dan Terpercaya”, Prof. Harintaka menekankan peran vital fotogrametri dalam menyelesaikan berbagai masalah kompleks seperti sengketa tanah, kerusakan lingkungan, dan pembangunan infrastruktur. Ia menjelaskan bahwa informasi geospasial yang akurat dan terpercaya merupakan fondasi penting untuk pengambilan keputusan berbasis data. 

Prof Harintaka sedang pidato ilmiah terkait Teknik Fotogrametri

Prof. Harintaka memaparkan perkembangan fotogrametri melalui empat fase evolusi, dimulai dari fase analog dengan menggunakan kamera metrik dan stereo plotter optis-mekanis, fase analitik yang memperkenalkan komputasi untuk triangulasi udara pada 1950-an, fase digital dengan integrasi sensor GNSS-IMU dan kamera digital di tahun 2000-an, hingga fase visi komputer dan kecerdasan buatan yang memanfaatkan teknologi seperti Structure-from-Motion (SfM), deep learning (NeRF), dan point cloud untuk pemodelan 3D. Ia juga menyoroti bagaimana teknologi digital twin dan City Digital Twin (CDT) telah menjadi tulang punggung pengembangan smart city, dengan fotogrametri berperan sebagai penyedia data utama.

Foto Prof Harintaka dengan Dekan Fakultas Teknik dan Profesor dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM

Sebagai ahli di bidangnya, Prof. Harintaka tidak hanya aktif dalam dunia akademik tetapi juga berkontribusi secara nyata bagi Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Komite Rekomendasi Register Surveyor Indonesia dan auditor BAN PT, serta terlibat dalam penyusunan standar kompetensi fotogrametri nasional. Risetnya berfokus pada integrasi machine learning untuk pemetaan darurat bencana dan pemantauan lingkungan, menunjukkan relevansi keilmuannya dengan kebutuhan aktual di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Harintaka juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga, kolega, dan almamater UGM yang telah mendukung perjalanan kariernya. “Ini adalah hasil dukungan banyak pihak, terutama istri dan anak-anak saya yang selalu mendampingi,” ujar penerima Satyalancana Karya Satya XX ini. Prof. Harintaka, yang meraih gelar Doktor Teknik Geomatika UGM pada 2012 dan Magister dari ITB pada 2000, kini menjadi Guru Besar ke-3 di Departemen Teknik Geodesi FT-UGM. Dengan berbagai penghargaan seperti Satyalancana Karya Satya XX (2019) dan Soetanto Award (2006), pengukuhannya ini semakin memperkuat posisi UGM sebagai pusat inovasi geospasial di Indonesia.

Dosen dan Mahasiswa Master Teknik Geomatika FT UGM gunakan Google Earth Engine untuk Pantau Kualitas Air Danau Sentarum

Penelitian Kamis, 20 Februari 2025

Yogyakarta – Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk memantau kualitas air Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Penelitian yang dipublikasikan di IOP Conference Series: Earth and Environmental Science ini menggunakan data satelit Sentinel-2 pada platform Google Earth Engine.

Penelitian oleh M. Rifai dan Prof. Harintaka dari Departemen Teknik Geodesi UGM ini fokus memantau parameter kualitas air berupa klorofil-a (Chl-a) dan total suspended solids (TSS) di Danau Sentarum. Dengan memanfaatkan algoritma berbasis indeks spektral seperti Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI), Normalized Difference Chlorophyll Index (NDCI), dan Normalized Difference Turbidity Index (NDTI), penelitian ini mampu memetakan kondisi air secara detail.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Danau Sentarum secara umum berada dalam kondisi baik, meskipun terdapat fluktuasi nilai Chl-a dan TSS setiap tahunnya,” ujar Rifai dalam keterangannya.

Penelitian ini menemukan bahwa nilai Chl-a cenderung meningkat pada periode 2020-2022, yang dikaitkan dengan fenomena La Nina yang meningkatkan curah hujan, sehingga berdampak pada peningkatan nutrien di danau. Sementara itu, konsentrasi TSS relatif stabil dan masih berada dalam ambang batas yang tidak berdampak negatif terhadap ekosistem perairan.

Prof. Harintaka menambahkan bahwa pemanfaatan Google Earth Engine dapat menjadi solusi efektif dalam pemantauan kualitas air di wilayah perairan yang luas dan sulit dijangkau. “Dengan teknologi ini, pengawasan kualitas air danau bisa dilakukan secara berkala tanpa harus selalu turun ke lapangan,” jelasnya.

Dengan adanya pemantauan rutin ini, diharapkan pengelolaan Danau Sentarum sebagai salah satu danau prioritas nasional dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam menjaga fungsi ekologis dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Untuk membaca publikasi lengkap penelitian ini, kunjungi tautan berikut:
👉 Analysis of Water Quality Dynamics of Sentarum Lake, Indonesia, with Water Index Application and Water Parameter Algorithm Methods Using Google Earth Engine.

12

Agenda

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Berita Terakhir

  • KATDESI Inspirasi Mahasiswa Baru DTGD UGM Melalui Talkshow Karier dan Penguatan Jejaring Alumni
  • Wisuda Periode IV TA 2025/2026, Teknik Geodesi FT UGM Meluluskan 57 Sarjana Baru
  • Info Day Teknik Geodesi UGM Bekali Mahasiswa Baru S1 dan S2 dengan Pengenalan Program Studi dan Perkuliahan
  • Pelatihan Pembuatan Model 3D LOD 3 Departemen Teknik Geodesi FT UGM Resmi Selesai
  • FT UGM Selesaikan Rangkaian Kegiatan Pionir Kesatria 2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY