Yogyakarta, Juni 2026 – Civitas akademika Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menjawab berbagai fenomena yang berkembang di masyarakat melalui pendekatan ilmiah. Salah satu kontribusi tersebut ditunjukkan oleh Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, yang tergabung dalam tim pakar Universitas Gadjah Mada untuk menginvestigasi fenomena kemunculan puluhan titik api di sebuah rumah warga di Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim yang berada di bawah koordinasi Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM tersebut terdiri atas 18 peneliti dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu. Setelah melakukan serangkaian observasi lapangan, pengukuran, pemetaan, serta analisis laboratorium sejak akhir Mei 2026, tim secara resmi menutup penyelidikan dan menyampaikan hasil akhirnya pada konferensi pers yang berlangsung di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) FT UGM.
Dalam investigasi tersebut, Prof. Leni bersama para pakar lainnya berkontribusi dalam kajian berbasis geospasial dan geofisika untuk menguji berbagai dugaan penyebab munculnya titik api. Tim melakukan sejumlah pengukuran dan survei, termasuk pemetaan bawah permukaan menggunakan teknologi Ground Penetrating Radar (Georadar) dan Geolistrik, pengukuran medan elektromagnetik, serta analisis spasial menggunakan drone dan sensor inframerah.
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tidak ditemukan indikasi adanya rembesan gas alam maupun anomali geologi yang dapat menjelaskan kemunculan api secara alami. Analisis spasial yang dilakukan hingga radius 200 meter dari lokasi kejadian juga tidak memperlihatkan adanya anomali termal yang signifikan. Selain itu, pengukuran medan listrik dan medan magnetik di sekitar lokasi masih berada dalam batas normal.
Ketua tim investigasi, Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, menjelaskan bahwa hasil analisis akhir mengarah pada keberadaan residu kebakaran yang berkaitan dengan material berbahan Polivinil Klorida (PVC). Temuan tersebut diperoleh melalui analisis residu pada berbagai permukaan menggunakan teknologi spektroskopi inframerah (FTIR). Saat terbakar, material PVC dapat menghasilkan gas hidrogen klorida yang terdeteksi oleh alat sebagai gas hidrogen.
Berdasarkan seluruh rangkaian pengamatan dan pengujian, tim menyimpulkan bahwa fenomena titik api di Seyegan tidak disebabkan oleh aktivitas geologi, rembesan gas alami, medan elektromagnetik, maupun proses penyalaan spontan (spontaneous ignition). Kesimpulan ini sekaligus memperkuat pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengungkap fenomena yang menjadi perhatian publik.
Keterlibatan Prof. Leni Sophia Heliani dalam tim investigasi ini mencerminkan kontribusi nyata sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui pemanfaatan ilmu geodesi, geospasial, dan teknologi survei modern. Peran tersebut sejalan dengan komitmen DTGD FT UGM untuk terus mengembangkan penelitian dan pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan bukti ilmiah. Dengan selesainya investigasi ini, tindak lanjut atas hasil temuan tim pakar UGM selanjutnya diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman sesuai kewenangannya
Sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/penyelidikan-ditutup-tim-ugm-sebut-penyebab-munculnya-titik-api-di-seyegan-akibat-residu-kebakaran/