• Tracer Study
  • Portal Civitas Akademik
  • SSO Login
  • 🇬🇧 EN
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs9
  • SDGs9
  • hal. 6
Arsip:

SDGs9

Charting The Sea – Tantangan Seorang Surveyor dalam Memetakan Laut bersama Pushidros TNI-AL

Kuliah Umum Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 13 Februari 2025 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Charting The Sea – Tantangan Seorang Surveyor dalam Memetakan Laut”. Acara ini menghadirkan Bapak Mohammad Qisthi Amarona, ST, Mtr. Hanla dari Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidros TNI-AL) sebagai pembicara utama. Pak Qisthi, yang merupakan alumni Teknik Geodesi FT UGM, telah berkontribusi besar dalam bidang pemetaan hidrografi dan survei perairan di Indonesia.

Pemberian materi dari Pak Qisthi

Kuliah umum ini berlangsung di ruang kuliah III.4 Departemen Teknik Geodesi FT UGM dari pukul 13.00 hingga 14.40 WIB. Kegiatan ini diwajibkan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Oseanografi Fisis serta terbuka untuk umum. Secara garis besar, kuliah umum ini membahas tiga topik utama, yaitu tantangan teknis dalam pemetaan laut, peran survei kelautan dalam pengembangan wilayah pesisir, serta studi kasus penerapan teknologi geospasial dalam pemetaan laut.

Dalam pemaparannya, Pak Qisthi mengawali dengan sejarah hidrografi di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 1816, Raffles membawa sejumlah surveyor dari Inggris untuk melakukan pemetaan di Indonesia. Kemudian, pada tahun 1821, Belanda mendirikan kantor hidrografi pertama di Batavia, menyadari pentingnya jalur perairan Indonesia, terutama dalam sektor perdagangan. Sejak masa VOC, hidrografi telah memegang peranan yang sangat penting dalam navigasi dan perdagangan.

Selain itu, Pak Qisthi menekankan pentingnya pemahaman terhadap luas wilayah maritim Indonesia. Ia menyoroti bahwa keberadaan Angkatan Laut di batas maritim sangat krusial untuk menjaga kedaulatan negara. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk mencintai profesi mereka sebagai surveyor, agar siap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Salah satu poin utama yang dibahas adalah peran diplomasi dalam penetapan batas maritim, di mana Pak Qisthi berbagi pengalamannya sebagai delegasi dalam berbagai negosiasi batas laut.

Sesi workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung dengan Pak Qisthi mengenai berbagai aspek survei dan pemetaan laut. Beberapa isu menarik dan relevan turut dibahas, seperti konsep pagar laut dan fenomena Segitiga Bermuda. Keaktifan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendalami bidang survei kelautan.

Pemberian Plakat kepada Pak Qishi

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendukung pengembangan akademik mahasiswa, khususnya di bidang hidrografi. Survei hidrografi merupakan salah satu disiplin ilmu dalam Teknik Geodesi yang memiliki prospek karier luas. Mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan sebagian besar wilayahnya berupa perairan, peran surveyor hidrografi menjadi sangat krusial dalam mendukung navigasi, perdagangan, serta pengelolaan sumber daya kelautan.

Acara ini mendapat respons positif dari para peserta yang merasa mendapatkan wawasan berharga untuk meningkatkan keterampilan akademik dan profesional mereka. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk mendalami bidang hidrografi serta berkontribusi dalam pemetaan dan pengelolaan sumber daya maritim Indonesia.

Sesi workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung dengan Pak Qisthi mengenai berbagai aspek survei dan pemetaan laut. Beberapa isu menarik dan relevan turut dibahas, seperti konsep pagar laut dan fenomena Segitiga Bermuda. Keaktifan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendalami bidang survei kelautan.

GEOLANDSEA 2025-HARI KEDUA: Sinergi Teknologi Geospasial dan Tata Kelola Maritim dalam Menjawab Tantangan Global

Berita Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 13 Februari 2025 – Konferensi Geo-Land-Sea 2025 hari kedua di Yogyakarta mengkristalkan kolaborasi multidisiplin antara kebijakan maritim, inovasi geospasial, dan kecerdasan buatan untuk tata kelola darat-laut terpadu. Dr. Serene Ho dari University of Melbourne membuka diskusi dengan paparan kritis tentang ancaman perubahan iklim di zona pesisir Asia Timur-Pasifik, di mana 64% wilayahnya terancam kenaikan muka air laut. Data lapangan dari 18 negara menunjukkan bahwa hanya 29% program mitigasi yang secara spesifik menyasar adaptasi pesisir, padahal proyeksi kebutuhan lahan untuk adaptasi di kawasan ini mencapai 94 juta hektar, termasuk 12 juta hektar untuk Indonesia. Studi kasus di Delta Mekong (Vietnam) dan Sabah (Malaysia) mengungkap peran digital twin ekosistem mangrove berbasis sensor IoT dan sistem peringatan dini AI yang mampu memprediksi intrusi air asin dengan akurasi 92%. Dr. Ho menegaskan, “Integrasi data satelit resolusi tinggi dengan model hidrodinamika menjadi kunci pembuatan kebijakan adaptasi berbasis bukti.”

Dr Serene Ho memberika materi yang menjadi topik di Geolandsea

Di ranah hukum maritim, Dr. I Made Andi Arsana (UGM) memetakan kompleksitas batas ZEE Indonesia-Vietnam-Philipina di Laut China Selatan melalui visualisasi 3D interaktif. Dengan merujuk Pasal 76 UNCLOS 1982, ia menekankan pentingnya diplomasi berbasis data geospasial untuk mengatasi klaim tumpang-tindih di 7 titik panas geopolitik. “Pemetaan batas maritim harus mempertimbangkan dinamika geologi dasar laut, bukan sekadar koordinat permukaan,” tegasnya. Dr. Zaki Mubarok (KKP) melengkapi dengan analisis kebijakan blue economy, mengungkap bahwa dari 138 regulasi kelautan Indonesia, hanya 4 dokumen yang secara eksplisit terintegrasi dengan SDGs. Kritik tajamnya menyasar praktik sea grabbing oleh korporasi yang mengklaim 1,2 juta hektar perairan Indonesia melalui interpretasi sepihak atas Pasal 33 UUD 1945.

Revolusi teknologi geospasial menjadi poros sesi teknis. Dr. Ruli Andaru (UGM) mempresentasikan perbandingan akurasi empat metode pemetaan survei definisi tinggi (High-Definition Survey/ HDS) untuk pembentukan model urban 3D, yakni: (1) LIDAR, metode ini memiliki presisi dan akurasi geometri paling tinggi dibanding metode lainnya, namun masih terdapat beberapa bagian fasad bangunan yang tidak ter-scan dengan lengkap; (2) Foto verikal unggul di area terbuka dengan efisiensi biaya 40% lebih rendah, lebih efisien, murah, praktis, dan cepat digunakan, namun hasilnya tidak begitu akurat, begitu pula model 3D yang dihasilkannya; (3) SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) menunjukkan hasil yang luar biasa realistis, dimana point cloud scan SLAM mencapai 10 kali lebih rapat dibandingkan hasil LiDAR, namun, data ini sangatlah berat dan hanya mampu scan bagian fasad saja tanpa adanya atap ataupn bagian lain; (4) Foto oblique menghasilkan point cloud yang paling lengkap diantara yang lainnya namun cara dan waktu pengolahannya menjadi sebuah tantangan. Inovasi juga datang dari Dr. Muhammad Imzan bin Hassan (UTM Malaysia) dengan 4D Marine Cadastre – sistem kadaster maritim yang mengintegrasikan data pasang-surut, sedimentasi, dan perubahan garis pantai temporal. “Dengan memadukan data GNSS CORS, batimetri multibeam, dan model Machine Learning, sistem ini mampu memprediksi pergeseran batas laut 5 tahun ke depan dengan kesalahan <1 meter,” paparnya.

Diskusi terbuka antar ahli terkait manajemen darat dan laut di dunia

Kecerdasan buatan dan blockchain menjadi game-changer dalam tata kelola aset maritim. Bagus Imam Darmawan (MAPID) mendemonstrasikan platform AI mereka yang mengolah 700 parameter geospasial – mulai dari kedalaman air, jarak dari pelabuhan, hingga frekuensi badai – untuk memprediksi nilai properti pesisir. “Di Pangandaran, sistem ini membantu pemerintah meningkatkan penerimaan pajak bumi-bangunan laut dari Rp12 miliar ke Rp22 miliar per tahun dengan akurasi 89%,” ungkapnya. Benny Emor (Geosquare) memperkenalkan sistem kadaster digital berbasis blockchain Hyperledger yang mencatat 12.000 transaksi tanah maritim di Kepulauan Riau tanpa insiden pemalsuan. Di sisi infrastruktur, Dedi Atunggal (UGM) meluncurkan aplikasi Positioning Infrastructure Recommender berbasis Android yang menggunakan algoritma klastering untuk merekomendasikan stasiun GNSS terdekat berdasarkan kualitas sinyal, dilengkapi peta akurasi posisi real-time di seluruh Indonesia. Beliau meluncurkan aplikasi Positioning Infrastructure Recommender yang terhubung dengan 258 stasiun GNSS Indonesia, menggunakan algoritma DBSCAN untuk mengklaster kualitas sinyal real-time. “Pengguna di Merauke bisa langsung terhubung ke stasiun CORS terdekat dengan latency <50 ms, mengurangi kesalahan posisi dari 10 meter ke 2 centimeter,” jelasnya.

Foto bersama antar ahli terkait manajemen darat dan laut di dunia

Workshop secara resmi ditutup oleh Ketua Panitia, Dr. I Made Andi Arsana, yang dalam closing remark-nya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pembicara, peserta, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara Geo-Land-SEA 2025. Ia menekankan bahwa diskusi dan pemaparan dalam workshop ini telah membuka wawasan baru serta memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang geospasial dan ekonomi biru. Dr. Andi Arsana juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi yang telah terjalin dalam forum ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berkembang melalui riset, inovasi, dan implementasi kebijakan yang berkelanjutan.

GEOLANDSEA 2025 HARI PERTAMA: Transformasi Digital Geospasial Kunci Integrasi Tata Kelola Darat-Laut

Berita Jumat, 14 Februari 2025

Yogyakarta, 12 Februari 2025 — Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengawali konferensi internasional Geo-Land-Sea 2025 dengan fokus pada revolusi digital dalam sains data geospasial. Acara yang diikuti 40 peserta luring dan 60 daring ini menghadirkan pakar global untuk menjawab kompleksitas tata ruang terintegrasi di negara kepulauan.

Dekan DTGD UGM, Prof. Selo, dalam sambutannya menegaskan, “Integrasi data darat-laut melalui teknologi mutakhir bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan krusial untuk ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pemerataan pembangunan.” Pernyataan ini diamini Ketua Panitia Dr. I Made Andi Arsana yang menyebut konferensi ini sebagai “laboratorium ide untuk menyinkronkan kebijakan publik dengan inovasi geospasial.”

Puncak acara hari pertama diisi empat keynote speaker internasional. Prof. Walter de Vries dari Technical University of Munich (TUM) memaparkan konsep “Smart Sea Fence” — sistem pemantauan maritim berbasis kecerdasan buatan yang mampu memprediksi perubahan garis pantai secara real-time. “Teknologi ini telah diujicoba di Delta Mekong dan siap diadaptasi untuk pantai Indonesia yang dinamis,” jelasnya.

Pemaparan materi dari Prof Trias Aditya

Prof. Christoph Claramunt dari Naval West France Univ memperkenalkan prototipe “Digital Twin Samudra”, model virtual yang mensimulasikan interaksi arus laut, sedimentasi, dan dampak perubahan iklim. “Laut bukan sekadar hamparan air, tetapi ruang hidup kompleks yang membutuhkan pemodelan multidimensi,” tegasnya. Sementara Prof. Trias Aditya (UGM) mendemonstrasikan sistem kadaster augmented reality (AR) yang memvisualisasikan batas tanah 3D melalui gawai, terobosan yang disebutnya “revolusi partisipatif dalam resolusi sengketa lahan.”
Isu teknis sistem referensi vertikal diangkat Prof. Leni Sophia Heliani melalui “Geoid2020”, standar tinggi terpadu untuk menyelaraskan data topografi darat dan batimetri laut. “Konsistensi referensi geospasial ini krusial untuk infrastruktur strategis seperti tol laut dan tanggul raksasa,” paparnya.

Diskusi sesi siang membahas implementasi industri

Sesi siang menyoroti implementasi industri. Yantisa Akhadi, Data Scientist GoTo, membagikan algoritma K-Means untuk mengoptimasi 45 juta transaksi harian dengan analisis klaster lokasi pengguna. “Akurasi titik layanan meningkat 92% berhasil tekan biaya logistik,” ujarnya. Dr. Rizqi Abdulharis (ITB) melengkapi dengan studi kasus tata kelola terintegrasi 3R (Hak, Pembatasan, Tanggung Jawab) di Kepulauan Maluku.

Acara ditutup dengan ekshibisi teknologi AR untuk pemetaan partisipatif dan gala dinner berbahan seafood berkelanjutan. Hari kedua akan fokus pada kebijakan blue economy dan aplikasi AI dalam valuasi aset maritim, mengusung tema “Governance of Land-Sea Resources & Geospatial Technology”.

Workshop Masterclass Series: Meningkatkan Kemampuan Penulisan dan Presentasi Ilmiah Mahasiswa Teknik Geodesi

Kuliah Umum Senin, 10 Februari 2025

Yogyakarta, 10 Februari 2025 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar Masterclass Series dalam bidang penulisan dan presentasi ilmiah. Workshop ini menghadirkan Prof. Walter T. de Vries dari TUM School of Engineering and Design, seorang pakar di bidang Land Management yang berbagi wawasan mengenai strategi penelitian dan teknik penulisan makalah ilmiah. Acara ini berlangsung di Laboratorium Kadaster dan Teknik Informatika, dengan diikuti oleh mahasiswa magister dan doktor Teknik Geomatika FT UGM.

Prof. Walter kemudian menyampaikan materi bertajuk "How to do research and start to write a research paper"

Workshop dimulai dengan sambutan dari penyelenggara, yang menekankan pentingnya kemampuan menulis dan menyajikan penelitian dalam dunia akademik. Prof. Walter kemudian menyampaikan materi bertajuk “How to do research and start to write a research paper”, yang membahas langkah-langkah krusial dalam melakukan penelitian serta teknik menyusun tulisan ilmiah yang efektif.

Dalam pemaparannya, Prof. Walter menjelaskan pentingnya perencanaan penelitian yang sistematis, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan kerangka teori, hingga metodologi yang tepat. Ia juga menyoroti kesalahan umum dalam penulisan akademik dan memberikan panduan praktis untuk meningkatkan kualitas makalah ilmiah. Selain itu, beliau membagikan pengalaman dan contoh nyata bagaimana menyusun argumen yang kuat serta cara menyajikan data agar lebih mudah dipahami oleh pembaca dan komunitas akademik.

Sesi workshop berlangsung interaktif dengan diskusi tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Para mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung dengan Prof. Walter mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam proses penulisan ilmiah. Beberapa pertanyaan berkisar pada teknik penyusunan abstrak yang menarik, cara menghindari plagiarisme, serta bagaimana memilih jurnal yang sesuai untuk publikasi. Prof. Walter memberikan jawaban komprehensif dan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam penelitian masing-masing peserta.

Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang merasa mendapatkan wawasan berharga dalam meningkatkan keterampilan akademik mereka. Dengan adanya workshop ini, diharapkan mahasiswa Teknik Geodesi UGM dapat lebih siap menghadapi dunia penelitian yang kompetitif serta mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi yang berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang geodesi.

Masterclass Series ini menjadi bagian dari upaya Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendukung pengembangan akademik mahasiswa, khususnya dalam aspek penulisan dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan sesi berikutnya yang menghadirkan Prof. Christophe Claramunt dari The Naval Academy Research Institute of France, yang akan membahas teknik penyusunan makalah ilmiah dan presentasi yang efektif pada 14 Februari 2025.

Penelitian Ungkap Dampak Gempa Tuban-Bawean dengan Teknologi Penginderaan Jauh

Penelitian Kamis, 6 Februari 2025

Tim peneliti lintas perguruan tinggi menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk menganalisis dampak gempa berkekuatan M6,4 yang terjadi di Tuban-Bawean, Jawa Timur, pada 22 Maret 2024. Penelitian ini dipublikasikan di BIO Web of Conferences dan menekankan pentingnya integrasi teknologi geospasial dalam mitigasi bencana.

Penelitian oleh Siti Asmayanti Tuasamu dan Prof Nur Cahyadi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan kolaborasi para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sejumlah perguruan tinggi lainnya. Prof. Nurrohmat Widjajanti dan Iqbal Hanun Azizi dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM, juga turut berperan sebagai anggota peneliti dan co-author dalam studi ini.

Penelitian ini menggabungkan analisis model Okada, data geofisika, dan citra satelit Sentinel-1A untuk memetakan deformasi permukaan bumi yang terjadi akibat gempa. “Deformasi permukaan tanah di Pulau Bawean terdeteksi berkisar antara -0,0091 meter hingga 0,0069 meter, yang menunjukkan adanya subsiden maupun uplift kecil,” jelas Mokhamad Nur Cahyadi, salah satu peneliti utama.

Penelitian ini menemukan bahwa daerah dengan litologi aluvial paling rentan terhadap dampak gempa, sedangkan batuan vulkanik menunjukkan deformasi yang lebih signifikan akibat karakteristiknya yang rapuh dan berpori. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam mitigasi risiko bencana di kawasan rawan gempa.

Untuk membaca publikasi lengkap penelitian ini, pembaca dapat mengunjungi tautan berikut:
👉 Analysis of Damage due to the M6.4 Tuban-Bawean Earthquake using Remote Sensing.

Riset Geodesi dan Arsitektur UGM Hadirkan Dokumentasi Digital 3D untuk Strategi Konservasi Candi Prambanan

BeritaPenelitian Jumat, 17 Januari 2025

Yogyakarta, 16 Januari 2025 – Artikel berjudul “Three-Dimensional Digital Documentation for the Conservation of the Prambanan Temple Cluster Using Guided Multi-Sensor Techniques” resmi terbit di jurnal internasional Heritage (MDPI) Vol. 8 No. 1. Penelitian ini ditulis oleh tim lintas institusi yang melibatkan Dr. Rochmad Muryamto dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM, bersama Ikaputra dari Departemen Arsitektur dan Perencanaan UGM, serta peneliti dari Institut Teknologi Bandung. Kehadiran dosen Geodesi UGM dalam publikasi ini menegaskan kontribusi keilmuan geodesi dalam pelestarian warisan budaya dunia.

Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan kompleks Candi Prambanan secara digital 3D dengan teknik multi-sensor yang dipandu oleh architectural pattern design (APD). Para peneliti mengintegrasikan berbagai sensor, mulai dari UAV-LiDAR, terrestrial laser scanner (TLS), fotogrametri udara dan terestrial, kamera sferis, hingga LiDAR murah pada perangkat bergerak. Hasil penelitian menunjukkan TLS memiliki akurasi terbaik hingga skala milimeter, sementara UAV dan fotogrametri mampu menangkap detail yang sulit dijangkau.

Integrasi data ini berhasil menghasilkan model 3D yang komprehensif, dari skala lanskap hingga relief ornamen. Validasi berbasis APD membuktikan bahwa atribut arsitektur Candi Prambanan—seperti simetri, konsep tripartite, hingga ritme ornamen—dapat direpresentasikan akurat secara digital. Model ini menjadi fondasi penting untuk analisis kerentanan struktur dan strategi konservasi jangka panjang, sehingga mendukung upaya pelestarian situs warisan dunia UNESCO tersebut.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=oShZECIAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=oShZECIAAAAJ:YOwf2qJgpHMC

Mahasiswa Doktoral dan Dosen Teknik Geodesi UGM Publikasikan Riset Internasional tentang PGIS untuk Perencanaan Pembangunan Partisipatif

BeritaPenelitian Kamis, 16 Januari 2025

Yogyakarta, 15 Januari 2025 – Artikel berjudul “PGIS for Tiered Participatory Development Planning” resmi terbit di International Review for Spatial Planning and Sustainable Development Vol. 13 No. 1 (2025). Penelitian ini ditulis oleh Eka Dwi Anggara, mahasiswa doktoral Teknik Geodesi UGM sekaligus pegawai Pemerintah Kabupaten Karanganyar, bersama dua dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Prof. Trias Aditya dan Dr. Heri Sutanta. Keterlibatan dosen Geodesi UGM memperkuat kontribusi akademik dalam mendorong pemanfaatan teknologi spasial untuk perencanaan pembangunan partisipatif.

Para peneliti merancang sistem Participatory GIS (PGIS) khusus untuk mendukung Musrenbang, forum musyawarah perencanaan pembangunan berjenjang dari desa hingga kabupaten. Selama ini, aspirasi masyarakat lebih banyak ditampilkan dalam bentuk tabel tanpa visualisasi peta, sehingga diskusi publik kurang optimal. PGIS yang dikembangkan memungkinkan masyarakat membuat peta aspirasi, meningkatkan kesadaran lokasi, serta memperkuat kolaborasi antar-peserta Musrenbang.

Uji coba terhadap 50 pengguna menunjukkan bahwa PGIS mampu mempercepat proses, mengurangi biaya pertemuan, dan membantu menghindari kesalahan arah pembangunan yang berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran. Meski demikian, pengembangan ke tingkat provinsi dan nasional memerlukan dukungan regulasi dari pemerintah pusat serta penguatan infrastruktur digital. Penelitian ini memberikan landasan penting untuk menghadirkan perencanaan pembangunan berbasis spasial yang lebih transparan, kolaboratif, dan efisien.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=oGizjNoAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=oGizjNoAAAAJ:D_sINldO8mEC

Ikatan Surveyor Indonesia Adakan Forum Ilmiah Tahunan dan Munas 2024 di Yogyakarta

Berita Senin, 11 November 2024

Yogyakarta, 6 November 2024 – Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) melaksanakan Forum Ilmiah Tahunan (FIT) serta Musyawarah Nasional (Munas) tahun 2024 dengan tajuk “Transformative Intelligence, Shared Prosperity, and Global Sustainability.” Acara ini berlokasi di Yogyakarta dan bertujuan memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam ilmu geospasial guna menghadapi tantangan global menuju pembangunan yang berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh berbagai pakar, akademisi, dan praktisi dari Indonesia serta internasional yang siap berbagi pengetahuan terkait peran penting surveyor dalam mendukung kemajuan zaman dan teknologi.

Acara FIT ISI 2024 secara resmi dibuka oleh Dirjen Survei Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Kementerian ATR/BPN, Ir. Virgo Eresta Jaya, M.Eng.Sc., mewakili Menteri ATR/BPN. Hadir pula Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Sekretaris Daerah DIY sebagai perwakilan Gubernur DIY, serta akademisi dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Acara ini semakin semarak dengan partisipasi tamu internasional, seperti Presiden ASEAN Federation of Land Surveying and Geomatic, Shaharuddin Musa, dan Dr. Willem Van Der Muur dari World Bank, yang menambah wawasan global bagi acara tersebut.

Mendorong Revitalisasi Ilmu Geospasial untuk Pembangunan Berkelanjutan

Ketua Umum ISI, Ibu Viviani Suhar, S.T., dalam sambutannya mengajak para peserta untuk memanfaatkan acara ini sebagai ajang diskusi dan berbagi ide yang dapat mengakselerasi peran geospasial dalam pembangunan berkelanjutan. Ketua Panitia FIT, Ir. Eko Budi Wahyono, M.Si., menekankan pentingnya “transformative intelligence” dalam pembangunan yang berkelanjutan, dengan topik-topik yang meliputi teknik survei lanjut, perencanaan kota pintar, pemantauan lingkungan, manajemen bencana, administrasi lahan, manajemen ruang laut, hingga penerapan kecerdasan buatan dalam analisis data spasial.

Pembukaan FIT ISI 2024 ditandai dengan pemukulan gong oleh Dirjen SPPR, didampingi sejumlah pejabat tinggi, dan diiringi dengan pertunjukan seni tradisional Yogyakarta, yang mengingatkan peserta tentang pentingnya pelestarian budaya di tengah kemajuan teknologi.

Sesi Pleno dan Diskusi Panel

Dalam sesi pleno bertema “Past, Present, and Future of Surveying Profession for Global Sustainability,” moderator Dr. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memimpin diskusi dengan pembicara Dr. Willem Van Der Muur (World Bank) dan Prof. Trias Aditya Kurniawan Muhammad, S.T., M.Sc., Ph.D. Sesi ini mengupas sejarah, peran, serta masa depan profesi survei untuk keberlanjutan global.

Sesi pleno kedua, “Land & Infrastructure Information Reliability for Future Sustainability,” dipandu oleh Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc. dari UGM, menghadirkan Prof. Rohan Bennett (FIG Commission 7) dan Ibu Komang Sri Hartini, S.T., M.Sc. dari Kementerian Pekerjaan Umum RI. Diskusi ini menyoroti pentingnya keandalan data lahan dan infrastruktur untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pameran Teknologi Geospasial

Di luar diskusi, FIT dan Munas ISI 2024 juga menampilkan pameran teknologi geospasial terkini, dengan partisipasi 34 perusahaan yang memamerkan teknologi terbaru mereka, termasuk sponsor platinum CHCNav dari Cina. Sponsor lainnya termasuk Kementerian ATR/BPN, Leica Indonesia, Hidronav, dan perusahaan teknologi geospasial lainnya. Pameran ini memperlihatkan kontribusi teknologi geospasial dalam memberikan solusi bagi berbagai tantangan masa kini dan masa depan.

Penghargaan dan Penutupan

Acara ini ditutup dengan pemberian penghargaan untuk makalah dan presentasi terbaik serta pembagian door prize bagi peserta. Ketua Panitia FIT dan Munas ISI 2024, Ir. Eko Budi Wahyono, M.Si., mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya acara ini. “Acara ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam memajukan ilmu geospasial dan mendukung solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan kehadiran para pemangku kepentingan nasional dan internasional, FIT ISI 2024 menjadi wadah pertukaran pengetahuan yang produktif, memperkuat kolaborasi, dan mendukung masa depan berkelanjutan melalui ilmu dan teknologi geospasial.

Kuliah Umum, “Framework for Effective Land Administration (FELA) and the Roles of Surveyors” bersama Professor Rohan Mark Bennet

BeritaKuliah Umum Senin, 11 November 2024

 Yogyakarta, 08 November 2024 – Departemen Teknik Geodesi (DTGD), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan judul “Framework for Effective Land Administration and the Roles of Surveyors.” Acara yang dilaksanakan di Ruang 3.4, DTGD, berlangsung mulai dari pukul 13.15 hingga 14.45 WIB. Banyak mahasiswa antusias mengikuti Kuliah Umum ini dibuktikan dengan kehadiran lebih dari 100 mahasiswa. Materi Kuliah Umum kali ini dibawakan oleh Prof. Rohan Bennet, Specializing in Geospatial, Cadastral, Surveying and Land Data Science di the Swinburne University of Technology. Prof. Rohan merupakan ahli dalam bidang kadastral, geospasial, dan informasi pertanahan. Beliau banyak terlibat di dalam penelitian dan kolaborasi internasional yang berfokus pada peningkatan sistem administrasi pertanahan, pengelolaan hak milik tanah, dan teknologi infrastruktur informasi geospasial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Professor Rohan Mark Bennet melakukan presentasi

Kuliah Umum dibuka oleh Bapak Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D., dengan memperkenalkan latar belakang narasumber. Materi dibuka dengan intermezzo dari Prof Rohan terkait bidang kerja yang mahasiswa minati, alasan mengikuti Kuliah Umum, dan cita-cita di masa depan. Selanjutnya, Prof. Rohan menjelaskan hubungan antara ilmu Bisnis, Kewirausahaan, dan Geo-Digitalisation. Hubungan di antara ketiga bidang tadi adalah adanya keterkaitan di dalam memajukan administrasi pertanahan melalui kemajuan teknologi yang ada. Prof. Rohan menyebutkan bahwa di masa depan, lulusan Teknik Geodesi memegang peranan penting di bidang administrasi pertanahan.

“You are the next agent for the future land administration”

Ketika berbicara spesifik terkait survei kadaster, Prof Rohan bercerita bahwa sertifikasi seorang kadaster lebih lama daripada kuliah S1, S2, maupun S3. Sertifikat ini berguna sebagai izin sekaligus rekognisi seorang surveyor kadaster yang dapat diperoleh kurang lebih selama 7 tahun. Selain itu, Prof. Rohan memberikan pengetahuan mengenai kondisi spasial di Australia. Menurut Beliau, administrasi pertanahan di wilayah perkotaan perlu beradaptasi untuk memenuhi tuntutan urbanisasi yang cepat, perubahan ekonomi, dan lingkungan. Prof. Rohan Bennet menyampaikan bahwa peran surveyor sangat penting. Mereka memiliki tanggung jawab di dalam pengumpulan data spasial yang akurat, yang mendukung proses administrasi pertanahan yang efektif. Selain itu, mereka memiliki peran dalam memastikan penggunaan lahan sesuai dengan peraturan, mengurangi konflik kepemilikan, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Presentasi Professor Rohan Mark Bennet di depan kelas

Sebagai penutup, Prof. Rohan mengenalkan mengenai Framework for Effective Land Administration (FELA). FELA merupakan kerangka strategis yang dikembangkan untuk mendukung dan memandu negara dalam membangun sistem administrasi pertanahan yang efektif dan berkelanjutan. FELA bertujuan untuk memfasilitasi akses informasi pertanahan secara adil dan transparans. FELA memiliki rincian 9 jalur strategis yang meliputi Governance, Institutions, and Accountability; Policy and Legal; Financial; Data; Standards; Innovation; Partnerships; Capacity and Education; dan Advocacy  and Awareness. Kerangka ini dikembangkan untuk pencapaian SDGs dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Lokakarya SRGI2013: Mendorong Kolaborasi dan Inovasi dalam Sistem Referensi Geospasial di Indonesia

BeritaKuliah Umum Rabu, 6 November 2024

Yogyakarta, 5 November 2024, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah Lokakarya Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013 (SRGI2013). Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan penting, termasuk Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, dan Sekretaris Utama BIG, Dr. Ir. RA. Belinda Arunarwati Margono, serta sejumlah pejabat tinggi dari berbagai institusi terkait.

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan kedatangan peserta yang disambut hangat oleh panitia. Selama registrasi, pemutaran video profil Badan Informasi Geospasial ditayangkan berulang kali untuk memberikan gambaran umum mengenai peran dan kontribusi BIG dalam pengelolaan informasi geospasial di Indonesia. Peserta terlihat antusias dan siap untuk mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan.

Peserta memasuki ruang auditorium SGLC

Setelah registrasi, acara resmi dibuka dengan pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya yang membangkitkan semangat nasionalisme. Pembukaan acara diikuti dengan sambutan dari panitia kegiatan, diwakili oleh Bayu Triyogo Widyantoro, Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar. Dalam sambutannya, Bayu menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam pengembangan sistem referensi geospasial yang lebih baik untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Selanjutnya, sambutan juga disampaikan oleh Muh Aris Marfai, yang menyoroti tantangan dan peluang dalam pengembangan sistem referensi geospasial di era digital saat ini. Ia mengajak semua pihak untuk berkontribusi aktif dalam memanfaatkan teknologi dan data geospasial untuk kepentingan masyarakat luas.

Salah satu momen penting dalam lokakarya ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Badan Informasi Geospasial dan Universitas Gadjah Mada. Penandatanganan ini diwakili oleh Bayu Triyogo Widyantoro dan Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Teknik UGM. Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara institusi dalam penelitian dan pengembangan geospasial, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang ini.

Acara dilanjutkan dengan sesi talkshow yang menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, termasuk Badan Pertanahan Nasional, Universitas Diponegoro, dan Asosiasi Perusahaan Survei dan Pemetaan Informasi Geospasial. Diskusi yang berlangsung hangat ini membahas urgensi dan pemanfaatan SRGI2013 dalam konteks informasi geospasial, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Para narasumber berbagi pengalaman dan best practices dalam penggunaan data geospasial untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Talkshow Urgensi SRGI 2013

Setelah sesi diskusi, peserta menikmati coffee break yang memberikan kesempatan untuk berjejaring dan bertukar pikiran. Acara kemudian dilanjutkan ke sesi kedua yang membahas tinjauan pakar terhadap SRGI2013. Para ahli dari berbagai bidang menyampaikan presentasi mengenai layanan dan data geospasial, termasuk model dan data pasang surut laut, serta layanan Ina-CORS dan GNSS.

Sesi ketiga yang berlangsung setelah makan siang mengangkat tema “Mengenal SRGI2013 lebih detil dan layanannya”. Moderator, Kosasih Prijatna dari Institut Teknologi Bandung, memandu diskusi yang melibatkan tim kerja layanan data SRGI2013 dan para ahli lainnya. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang layanan yang tersedia dan bagaimana pengguna dapat memanfaatkannya untuk kepentingan penelitian dan pengembangan.

Talkshow terkait InaCORS

Acara ditutup dengan sesi penutupan yang dipimpin oleh Sekretaris Utama, Belinda Arunarwati Margono. Dalam sambutannya, Belinda mengungkapkan harapannya agar lokakarya ini dapat menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi lebih lanjut antara berbagai pihak dalam pengembangan sistem referensi geospasial di Indonesia. Ia juga mengajak semua peserta untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi geospasial demi kemajuan bangsa.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan ramah tamah yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal dan menjalin kerjasama lebih lanjut. Lokakarya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sistem referensi geospasial di Indonesia dan mendorong partisipasi aktif dari semua pihak.

Foto bersama Pembicara Lokakarya 2024
1…4567

Agenda

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Berita Terakhir

  • Berjaya di Nasional, Mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM Wakili Indonesia di Panggung ASEAN
  • Mahasiswa Teknik Geodesi FT UGM Raih Juara 2 Ajang Nasional MATICS 2026
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Jalin Kerja Sama dengan Kantor Pertanahan Kota Semarang dalam Pemetaan Drone LiDAR
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Selenggarakan Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026
  • Tim PPM Geolive FT UGM Serahkan Hasil Pemetaan Kawasan Pantai Bandengan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY