Inovasi Geospasial: Peneliti UGM Kembangkan Metode Presisi untuk Atasi Tumpang Tindih Batas Tanah

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dalam sebuah riset strategis untuk meningkatkan kualitas data pertanahan nasional melalui pendekatan teknologi terkini. Penelitian yang disusun oleh Lalu Ubai Abdillah dari Program Magister Teknik Geomatika bersama Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.dari Departemen Teknik Geodesi UGM ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal Widya Bhumi (Volume 6, Nomor 1, 2026) pada tanggal 16 April 2026. Riset yang berjudul “Penataan dan Rekonstruksi Batas Bidang Tanah PTSL Menggunakan Metode Block Adjustment dan Plugin PEREKAT” ini menyoroti solusi teknis atas kendala yang sering dihadapi dalam pendaftaran tanah sistematis.

Intisari dari penelitian ini adalah penerapan metode Block Adjustment dengan memanfaatkan plugin PEREKAT pada perangkat lunak QGIS untuk mengatasi ketidakkonsistenan data spasial dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Studi kasus yang dilakukan di Desa Suwaru, Kabupaten Tulungagung, menunjukkan bahwa metode ini mampu secara efektif memperbaiki pergeseran posisi, deformasi bentuk, serta masalah tumpang tindih antar bidang tanah yang sering terjadi pada metode manual. Inovasi ini memastikan topologi antar bidang tanah tetap terjaga dan konsisten, sehingga menghasilkan kualitas data spasial pertanahan yang jauh lebih akurat dan reliabel.

Implementasi teknologi ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan kepastian hak atas tanah dan akses terhadap aset bagi masyarakat. Selain itu, riset ini mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan meminimalisir potensi sengketa lahan akibat batas tanah yang tidak akurat, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) karena memfasilitasi penataan ruang dan manajemen lahan yang lebih tertib dan terukur. Inovasi ini diharapkan menjadi standar baru bagi otoritas pertanahan dalam mewujudkan administrasi pertanahan yang lebih modern dan berkeadilan.

Link artikel: https://doi.org/10.31292/wb.v6i1.253