Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • 2026
  • Maret
Arsip 2026:

Maret

Prestasi Internasional Mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Geospatial Challenge melalui Inovasi AI untuk Pemodelan 3D dan Penilaian Potensi Energi Surya

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 31 Maret 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Indonesia dalam ajang ASEAN Geospatial Challenge (AGC) melalui inovasi bertajuk AI-Based 3D Modeling for Rooftop Photovoltaic Potential Assessment and Property Tax Valuation. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi tingkat internasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik di bidang geospasial dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

Keikutsertaan dalam kompetisi ini berawal dari keberhasilan tim dalam menjuarai seleksi tingkat nasional yang diselenggarakan sebelumnya. Setelah dinyatakan lolos sebagai salah satu dari dua tim perwakilan Indonesia, tim kemudian mempersiapkan diri untuk tahap internasional yang diselenggarakan pada Februari. Setiap negara ASEAN hanya mengirimkan dua tim terbaiknya, sehingga kompetisi berlangsung sangat kompetitif dengan peserta yang memiliki latar belakang keahlian geospasial, kecerdasan buatan, dan analisis data spasial.

Persiapan menuju tahap internasional dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Dalam periode tersebut, tim berfokus pada penyempurnaan model, penguatan metodologi berbasis Artificial Intelligence, serta peningkatan kualitas visualisasi model 3D untuk mendukung analisis potensi panel surya atap dan estimasi nilai properti berbasis data spasial. Selain aspek teknis, tim juga mempersiapkan strategi presentasi untuk menghadapi dewan juri internasional yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi profesional di bidang geospasial.

Presentasi final menjadi momen penting yang menentukan hasil kompetisi. Dalam sesi tersebut, tim memaparkan inovasi yang mengintegrasikan teknologi pemodelan 3D berbasis AI dengan analisis potensi energi terbarukan serta valuasi properti yang berkelanjutan. Inovasi ini dinilai memiliki nilai kebaruan serta relevansi yang tinggi terhadap isu pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pemanfaatan energi bersih dan optimalisasi data geospasial untuk pengambilan keputusan.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri internasional, tim berhasil meraih Distinction Award, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi geospasial karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Puncak penghargaan dilaksanakan pada 31 Maret dalam rangkaian acara Geo-Connect Asia, di mana para pemenang juga mendapatkan kesempatan untuk kembali mempresentasikan hasil inovasinya di hadapan audiens internasional. Acara penganugerahan penghargaan tersebut dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Kementerian Hukum dan Sosial Singapura sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi inovasi geospasial bagi masa depan kawasan ASEAN.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi geospasial di tingkat internasional.

Sinergi Teknologi LiDAR: Pengembangan Visualisasi Realitas 3D Berbasis Web oleh Peneliti UGM

BeritaPenelitian Sabtu, 28 Maret 2026

Tim peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengintegrasikan data Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk pemodelan infrastruktur digital yang lebih komprehensif. Hasil penelitian yang disusun oleh Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dan Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU. ini resmi dipublikasikan pada 26 Maret 2026 melalui jurnal INASURVEYORS: Indonesian Journal of Surveying and Geospatial Science. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan digital twin yang lebih presisi dan dapat diakses untuk manajemen bangunan.

Intisari dari penelitian berjudul “Multi-Sensor LiDAR Integration and Interactive Web Visualization of 3D Point Cloud Data” ini adalah keberhasilan sinkronisasi tiga instrumen pemindaian berbeda untuk memetakan gedung Engineering Research and Innovation Centre (ERIC) UGM secara menyeluruh. Dengan memadukan Leica RTC360 untuk detail interior, Topcon GLS2000 untuk fasad eksterior, dan teknologi udara DJI Zenmuse L2 untuk cakupan atap, tim peneliti mencapai tingkat akurasi (RMSE) sebesar 0,0149 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa data dari berbagai jenis sensor dapat disatukan secara efektif dengan tetap menjaga akurasi geometrik yang tinggi.

Selain pengolahan data, penelitian ini menghadirkan platform visualisasi interaktif berbasis web menggunakan kerangka kerja Potree. Kehadiran platform ini memungkinkan data point cloud yang masif dapat diakses, diukur, dan dianalisis secara langsung melalui peramban standar tanpa memerlukan perangkat lunak khusus. Implementasi teknologi ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kapasitas teknologi lokal, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menyediakan instrumen untuk pengelolaan infrastruktur kota cerdas yang lebih efisien.

Link artikel: https://inasurveyor.com/articles.php?id=45

Tim Laboratorium Fotogrametri dan Penginderaan Jauh Teknik Geodesi FT UGM Publikasikan Riset Klasifikasi Point Cloud Berbasis UAV LiDAR

BeritaPenelitian Kamis, 26 Maret 2026

Yogyakarta, 26 Maret 2026 – Tim peneliti dari Laboratorium Teknologi Fotogrametri dan Penginderaan Jauh, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), berhasil mempublikasikan hasil penelitian dalam forum internasional bertajuk 2025 IEEE Asia-Pacific Conference on Geoscience, Electronics and Remote Sensing Technology. Publikasi tersebut berjudul Performance Analysis of Point Cloud Classification Techniques Using UAV LiDAR Data dan ditulis oleh Calvin Wijaya, Ruli Andaru, Harintaka, serta Catur Aries Rokhmana. Penelitian ini membahas analisis performa berbagai metode klasifikasi point cloud yang diperoleh dari teknologi UAV LiDAR. Data yang digunakan memiliki kepadatan tinggi, yaitu sekitar 54,866 titik per meter persegi, sehingga memberikan dasar yang kuat untuk analisis tiga dimensi dan pemodelan spasial.

Dalam studi ini, tiga pendekatan utama dibandingkan, yaitu metode berbasis geometri konvensional, machine learning, dan deep learning. Untuk pendekatan machine learning, digunakan algoritma Random Forest (RF) dan Extreme Gradient Boosting (XGB) dengan fitur RGB yang diekstraksi dari data point cloud. Sementara itu, pendekatan deep learning diimplementasikan menggunakan model PointNet dan Dynamic Graph Convolutional Neural Network (DGCNN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning memberikan performa terbaik dalam klasifikasi data. Model DGCNN mencapai akurasi keseluruhan sebesar 93%, diikuti oleh PointNet dengan sekitar 89%. Di sisi lain, metode machine learning menunjukkan performa yang relatif lebih rendah. Namun demikian, penelitian ini juga menegaskan adanya trade-off antara akurasi dan kebutuhan komputasi, di mana metode deep learning memerlukan sumber daya komputasi yang lebih besar.

Temuan ini menegaskan bahwa klasifikasi point cloud yang akurat merupakan fondasi penting dalam berbagai aplikasi lanjutan, seperti pembuatan model kota tiga dimensi (3D city modeling) berbasis UAV LiDAR serta analisis spasial lainnya. Publikasi ini dipresentasikan pada konferensi yang diselenggarakan pada 17–18 Desember 2025 di Purwokerto, Indonesia, dan telah terindeks dalam IEEE Xplore sejak 26 Maret 2026 dengan DOI: https://doi.org/10.1109/AGERS67633.2025.11446400. Kontribusi tim peneliti ini menunjukkan komitmen Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mengembangkan teknologi penginderaan jauh dan pemodelan geospasial berbasis data mutakhir untuk mendukung berbagai kebutuhan analisis dan pembangunan berkelanjutan.

Dukung Re-desain Masterplan, Departemen Teknik Geodesi Serahkan Peta Topografi Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang

Berita Senin, 16 Maret 2026

Departemen Teknik Geodesi secara resmi menyerahkan hasil Program Hibah Pengabdian Masyarakat berupa Peta Topografi Kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Karang Pramuka Kaliurang, Kecamatan Pakem, Sleman pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., dengan melibatkan kolaborasi intensif antara dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan. Penyerahan data spasial ini merupakan langkah krusial dalam mendukung rencana Kwartir Daerah (Kwarda) DIY untuk menyusun ulang rencana pemanfaatan kawasan tersebut. Mengingat masterplan lama yang disusun pada tahun 2016 sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan saat ini, penyediaan peta topografi yang akurat menjadi fondasi utama bagi penyusunan masterplan baru yang lebih modern dan fungsional.

Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh visi Kwarda DIY untuk mengoptimalkan kawasan Buper sebagai sarana pembinaan generasi muda melalui kepramukaan, sekaligus sebagai area pendidikan, sosial, rekreasi, dan penguatan ekonomi lokal bagi masyarakat luas. Keberhasilan penyusunan masterplan serupa pada Buper Taman Tunas Wiguna Babarsari tahun 2024 lalu menjadi acuan penting bahwa sinergi antara keahlian teknis dan kebutuhan lapangan sangat diperlukan. Melalui penerapan teknologi tepat guna dalam pemetaan topografi, tim Departemen Teknik Geodesi menyediakan data dasar yang detail untuk memastikan setiap jengkal lahan di Karang Pramuka Kaliurang dapat didesain secara optimal oleh para perencana wilayah dan arsitek.

Ditinjau dari perspektif global, kegiatan ini selaras dengan komitmen Center of Excellence pada bidang Hazard and Risk Management, khususnya dalam mitigasi bencana dan pengurangan risiko di kawasan pegunungan. Selain itu, program ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs 11 mengenai pengembangan permukiman yang berkelanjutan serta SDGs 17 melalui kemitraan strategis antara institusi pendidikan dan organisasi kepanduan. Dengan tersedianya data topografi terbaru ini, masyarakat diharapkan dapat memetik manfaat jangka panjang dari pengembangan kawasan Buper Karang Pramuka, baik sebagai destinasi pariwisata edukatif maupun pusat kegiatan sosial yang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal di wilayah Sleman.

Optimalkan Pelayanan Digital, Departemen Teknik Geodesi Serahkan Infografis Spasial Berbasis UAV ke Desa Beluk

Berita Senin, 9 Maret 2026

Departemen Teknik Geodesi secara resmi menyerahkan hasil Program Hibah Pengabdian Masyarakat kepada Pemerintah Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU., dengan melibatkan kolaborasi aktif dari unsur dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan Departemen Teknik Geodesi. Fokus utama dari pengabdian ini adalah pembuatan infografis berbasis peta desa yang disusun melalui hasil pemotretan udara menggunakan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret atas keterbatasan visualisasi data wilayah yang selama ini dialami oleh Desa Beluk dalam mengelola keterbukaan informasi publik.

Selama ini, meskipun Desa Beluk telah memiliki situs web resmi, fitur visual berbasis spasial yang menggambarkan struktur dan karakteristik wilayah belum tersedia secara optimal. Ketiadaan data dasar yang lengkap, seperti peta pembagian dusun, tata guna lahan, serta sebaran fasilitas umum, menyebabkan informasi yang ditampilkan bersifat umum dan kurang representatif. Melalui inisiatif yang dipimpin oleh Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa dan tim, teknologi tepat guna diterapkan untuk menghasilkan data spasial terkini yang akurat. Integrasi data hasil pemotretan UAV ke dalam platform digital desa ini bertujuan agar website desa tidak lagi terbatas pada urusan administratif, melainkan mampu mendukung perencanaan pembangunan, dokumentasi aset, hingga promosi potensi wilayah secara lebih efektif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Center of Excellence dalam mewujudkan lingkungan perdesaan yang berkelanjutan (Sustainable rural environment). Selain itu, sinergi antara tim akademisi dan perangkat desa ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan serta SDGs 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan diserahkannya hasil infografis ini, diharapkan aparat Desa Beluk dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi informasi melalui visualisasi wilayah yang modern dan informatif bagi seluruh masyarakat luas.

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Kembangkan Pendekatan Visual Analytics untuk Perencanaan Transisi Energi

BeritaPenelitian Minggu, 8 Maret 2026

Yogyakarta, 8 Maret 2026 – Dany Puguh Laksono, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional berjudul Steering the Transition: A Visual Analytics Approach to Interactive Energy Scenario Modeling. Publikasi ini ditulis bersama Radu Jianu dan Aidan Slingsby dari City St George’s, University of London. Artikel ini tersedia sebagai preprint dan dapat diakses melalui DOI berikut:
https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.6346940

Penelitian ini mengangkat tantangan dalam perencanaan transisi menuju net-zero emissions, khususnya dalam konteks pengambilan keputusan kebijakan energi yang kompleks dan multidimensi. Selama ini, model komputasi skala besar sering kali bersifat black-box, sehingga kurang mampu mengakomodasi kebutuhan transparansi, fleksibilitas, serta proses negosiasi dalam perumusan kebijakan publik. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan pendekatan visual analytics berbasis human-in-the-loop, yang mengintegrasikan kemampuan analitik komputasi dengan penilaian manusia dalam proses perencanaan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan perencana energi untuk secara interaktif menyusun, mengevaluasi, dan membandingkan berbagai skenario dekarbonisasi.

Pendekatan ini menawarkan tiga kontribusi utama. Pertama, kerangka visual multi-skala yang memanfaatkan desain glyph untuk merepresentasikan data multivariat dan temporal secara konsisten dalam berbagai skala geografis. Kedua, modular scenario builder yang memungkinkan perencanaan dilakukan secara bertahap melalui komponen-komponen yang lebih sederhana dan mudah dibandingkan. Ketiga, alur kerja human-in-the-loop yang terintegrasi, sehingga pengguna dapat berpindah secara dinamis antara eksplorasi data, simulasi, dan evaluasi strategi secara real-time. Selain itu, sistem ini mengusung pendekatan Filter–Prioritize–Upgrade yang membantu perencana dalam mengidentifikasi kelompok prioritas, menyusun intervensi, serta mengevaluasi dampaknya terhadap target dekarbonisasi. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan menjadi lebih transparan, adaptif, dan berbasis bukti. Kontribusi Dany Puguh Laksono dalam penelitian ini menunjukkan peran aktif akademisi Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan metode analisis geospasial dan visualisasi data untuk mendukung kebijakan energi berkelanjutan di tingkat global.

Link artikel: https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.6346940

Berjaya di Nasional, Mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM Wakili Indonesia di Panggung ASEAN

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 3 Maret 2026

Empat mahasiswa/i Magister Teknik Geomatika UGM membuktikan kepiawaiannya dengan menjuarai lomba di tingkat nasional. Karenanya, keempatnya kini mewakili Indonesia untuk ajang yang sama di Tingkat ASEAN. Adalah Mohammad Zulfi R. Putra, Najieda Azka, Raffi Satya Nugraha, dan Salzabila Enzal Putri, empat mahasiswa S2 fast track (jalur cepat) yang mengikuti lomba bertajuk ASEAN Geospatial Challenges (AGC) mulai tahun 2025 dan dilanjutkan di tahun 2026. Keempatnya tergabung dalam kelompok yang menamakan dirinya GEOSPECTERA.

Ajang kompetisi AGC ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap nasional dan tahap regional ASEAN. Keempat mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM mengusung tema pemodelan tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan untuk asesmen atap bangunan untuk kepentingan valuasi pajak bangunan dan penghitungan potensi pembangkit Listrik tenaga surya. Dalam Bahasa Inggris, judul karya mereka adalah “AI-Based 3D Modeling for Rooftop Photovoltaic Potential Assessment and Property Tax Valuation”.

Ketika ditanya soal inovasi yang ditawarkan, mereka menjawab bahwa pada dasarnya yang mereka lakukan adalah melakukan identifikasi jenis atap bangunan melalui citra satelit secara otomatis dengan bantuan kecerdasan buatan. Secara teknis, yang mereka lakukan adalah segmentasi dan klasifikasi. Singkatnya, dengan pendekatan yang mereka kembangkan, dapat dihasilkan informasi jenis atap bangunan secara cepat dan dengan akurasi yang memadai. Keberhasilan mengidentifikasi atap bangunan ini merupakan hal penting yang kemudian diterapkan untuk berbagai aplikasi. Dalam hal ini, mereka menggunakannya untuk asesmen valuasi pajak bangunan dan menghitung potensi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya.

Juri di level nasional melihat gagasan keempat mahasiswa ini cukup menjanjikan dan mengganjar mereka sebagai jawara. Presentasi mereka pada tanggal 1 Desember 2025 secara daring mengantar mereka menjadi pemenang setelah berhasil mengungguli sembilan finalis lainnya. Dari sepuluh kelompok peserta, panitia nasional memutuskan untuk menunjuk dua kelompok yaitu Geospectera dan satu kelompok lain untuk mewakili Indonesia di Tingkat ASEAN.

Suasana berlatih mandiri sebelum pelaksanaan paparan final

Di Tingkat nasional, penghargaan atas prestasi mereka diberikan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada tanggal 19 Desember 2025. Dalam pemberian apresiasi tersebut, pihak BIG selaku panitia nasional memberikan arahan dan harapan agar mahasiswa UGM ini berjuang secara maksimal. Sejak itu, keempatnya menyiapkan diri dengan baik untuk tampil di panggung ASEAN. Fokus persiapannya adalah pemaparan gagasan secara baik dalam waktu yang terbatas. Selama persiapan, mereka didampingi oleh dosen sekaligus Kaprodi Magister Teknik Geomatika, Dr. I Made Andi Arsana. Mereka melakukan latihan intensif berkali-kali sampai mereka merasa nyaman dan siap untuk tampil. Selain latihan mandiri, mereka juga menyajikan gagasan mereka pada sebuah forum yang diprakarsai Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM.

Pada tanggal 11 Februari 2026, mereka tampil dengan persiapan matang lewat ajang yang dilaksanakan secara daring. Sebagai bentuk dukungan selain berupa pembimbingan, Departemen Teknik Geodesi menyediakan ruangan khusus untuk mereka bisa melakukan presentasi dengan nyaman. Proses berjalan lancar, keempatnya telah melakukan yang terbaik. Kini mereka menunggu hasilnya. Mari kita doakan agar mereka menjadi yang terbaik di panggung ASEAN.

Peneliti ITS Pimpin Studi Global Plasma Bubble, Akademisi UGM Turut Berkontribusi

BeritaPenelitian Senin, 2 Maret 2026

Yogyakarta, 2 Maret 2026 — Studi internasional mengenai fenomena plasma bubble di ionosfer berhasil mengungkap keterkaitan kuat antara gangguan geomagnetik dan anomali kerapatan elektron. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Applied Geodesy oleh penerbit De Gruyter. Kajian ini menjadi penting karena fenomena ionosfer diketahui berdampak langsung terhadap sistem navigasi satelit dan komunikasi global. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Mokhamad Nur Cahyadi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai penulis korespondensi. Tim peneliti terdiri dari kolaborasi berbagai institusi dengan latar belakang keilmuan geodesi dan geospasial. Dominasi kontribusi dari ITS menunjukkan kuatnya peran institusi tersebut dalam riset ionosfer di Indonesia.

Di sisi lain, akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga turut berkontribusi dalam penelitian ini, yakni Prof. Nurrohmat Widjajanti dan Iqbal Hanun Azizi dari Departemen Teknik Geodesi. Keterlibatan mereka memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan ilmu geodesi di tingkat global. Partisipasi ini juga mencerminkan sinergi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan riset berkualitas internasional. Penelitian ini menggunakan data Global Navigation Satellite System Total Electron Content (GNSS-TEC) yang dikombinasikan dengan metode tomografi 3D. Pendekatan ini memungkinkan analisis distribusi spasial dan temporal anomali ionosfer secara lebih detail. Data dikumpulkan dari berbagai wilayah dunia, termasuk Jepang, Australia, Eropa, Brasil, dan Tonga.

Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat kuat antara indeks Dst dan ketinggian maksimum anomali TEC akibat plasma bubble. Dengan koefisien korelasi mencapai 0,9949, penelitian ini menegaskan bahwa badai geomagnetik yang lebih kuat akan mendorong terbentuknya plasma bubble pada ketinggian yang lebih tinggi. Temuan ini memberikan pemahaman baru terkait dinamika ionosfer. Selain itu, indeks Kp juga menunjukkan hubungan positif terhadap ketinggian anomali, meskipun dengan tingkat korelasi yang lebih moderat. Fenomena plasma bubble umumnya terjadi pada ketinggian antara 200 hingga 600 kilometer. Rata-rata ketinggian maksimum yang teramati dalam penelitian ini berada di sekitar 500 kilometer.

Penelitian ini memiliki implikasi penting terhadap sistem navigasi berbasis satelit seperti GNSS. Gangguan ionosfer dapat memengaruhi akurasi posisi serta kualitas sinyal komunikasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap fenomena ini menjadi krusial dalam pengembangan sistem teknologi yang lebih andal. Ke depan, riset mengenai cuaca antariksa dan ionosfer diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi satelit. Kolaborasi lintas institusi, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini, menjadi kunci dalam menghasilkan temuan yang komprehensif. Dengan keterlibatan peneliti Indonesia, kontribusi nasional dalam ilmu geodesi global diharapkan semakin kuat.

Agenda

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb   Apr »

Berita Terakhir

  • Inovasi Geospasial: Peneliti UGM Kembangkan Metode Presisi untuk Atasi Tumpang Tindih Batas Tanah
  • Geo-AI Twinverse Departemen Teknik Geodesi UGM Sambut Kunjungan Pascasarjana UNDIP dalam Sharing Session Digital Twin
  • Akademisi UGM Jadi Moderator Webinar Internasional Bahas Kontrak Pelayaran di Masa Konflik
  • Syawalan Keluarga Besar Teknik Geodesi UGM 1447 H (Momentum Syukuri Transformasi Departemen)
  • Sinergi Riset Internasional: Analisis Komparatif Gangguan Ionosfer Akibat Fenomena Seismik dan Hidrometeorologi Resmi Dipublikasikan
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY