Yogyakarta, 1 Juni 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan capaian prestasi akademik internasional yang gemilang melalui kontribusi nyata dalam penanganan isu lingkungan nasional. Tim peneliti dari Teknik Geodesi UGM berhasil mempublikasikan hasil riset mutakhir mereka mengenai identifikasi dan pemetaan amblesan tanah (land subsidence) di wilayah eksploitasi gas Sidoarjo, Jawa Timur, pada jurnal ilmiah internasional bereputasi Geosciences (MDPI) yang terbit Mei 2026.

Riset strategis ini dipimpin oleh kolaborasi akademisi andalan UGM, yakni Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU dan Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU, bersama dengan Akbar Kurniawan, mahasiswa Program Studi Doktor Teknik Geomatika UGM. Penelitian ini berfokus pada fenomena penurunan tanah yang meluas sejak tahun 2006, yang tidak hanya terjadi di sekitar pusat semburan lumpur Sidoarjo, tetapi juga meluas hingga ke area sumur produksi gas Wunut dan Tanggulangin.
Inovasi Integrasi Metode Geodetik Aktivitas riset komprehensif ini memanfaatkan pendekatan multi-metode canggih (integrated geodetic methods) yang menggabungkan teknologi extraterrestrial dan terestrial. Tim Geodesi UGM mengintegrasikan metode Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR), meliputi teknik Permanent Scatterers (PS-InSAR) dan Small Baseline Subset (SBAS) berbasis citra satelit radar Sentinel-1, dengan metode konvensional berakurasi tinggi seperti pengamatan GNSS (Global Navigation Satellite System) dan pengukuran sipat datar (levelling).
“Metode integrasi ini menjadi jawaban atas tantangan pemantauan lingkungan pedesaan dan lahan basah yang minim objek pemantul stabil (persistent scatterers),” tulis tim peneliti dalam artikel ilmiahnya.
Data komparasi performa yang berhasil diungkap oleh tim peneliti sangat mencengangkan:
- Analisis PS-InSAR (2016–2022) mendeteksi kecepatan amblesan maksimum sebesar -41,01 mm/tahun.
- Analisis SBAS pada periode yang sama merekam penurunan maksimum yang jauh lebih besar hingga mencapai -510,43 mm dengan kecepatan -86,08 mm/tahun.
- Validasi lapangan melalui kampanye survei GNSS (2020–2022) menunjukkan laju rata-rata -52,2 mm/tahun.
- Sementara itu, pengukuran sipit datar (levelling) presisi tinggi (2022–2023) mencatat laju amblesan rata-rata -205,4 mm/tahun.
Melalui pemodelan logaritma yang dikembangkan, penurunan tanah ini terbukti berkorelasi erat dengan proses konsolidasi fisik sedimentasi aluvial yang lunak, yang diperparah oleh dampak aktivitas ekstraksi hidrokarbon di bawah permukaan bumi Sidoarjo.
Capaian Prestasi dan Dampak Nyata Keberhasilan publikasi riset ini bukan sekadar pemenuhan capaian akademis bagi Teknik Geodesi UGM, melainkan sebuah instrumen krusial bagi keselamatan publik. Melalui dokumentasi investigasi lapangan yang dilakukan hingga tahun 2025, tim UGM membuktikan bahwa penurunan tanah ini berdampak masif pada penurunan kualitas hidup warga lokal. Dampak nyata seperti rumah-rumah warga yang tenggelam, pertokoan yang gulung tikar, hingga fasilitas sekolah yang tidak bisa lagi digunakan akibat banjir rob menahun berhasil dipetakan secara akurat menggunakan koordinat geodesi.
Prestasi ilmiah dari Departemen Teknik Geodesi UGM ini membuktikan komitmen universitas dalam menghasilkan riset yang tidak hanya diakui dunia internasional, tetapi juga memberikan solusi aplikatif bagi pemerintah daerah maupun industri dalam melakukan manajemen risiko bencana, perencanaan infrastruktur, serta proteksi wilayah permukiman dari ancaman kerusakan geologis di masa depan.
Sumber : https://www.mdpi.com/2076-3263/16/5/204