Singapura, 24 September 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) berkontribusi dalam Ninth CIL-ANCORS Workshop on Maritime Boundary Delimitation yang diselenggarakan oleh Centre for International Law (CIL), National University of Singapore (NUS), bersama Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS), University of Wollongong, pada 22–24 September 2026 di NUS Bukit Timah Campus, Singapura.
Dalam kegiatan tersebut, Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, berperan sebagai pengajar pada Session 2: “Role of Baselines in Maritime Delimitation and Sea Level Rise”. Sesi tersebut membahas peran garis pangkal dalam penetapan batas luar zona maritim dan delimitasi, jenis-jenis garis pangkal, straight and archipelagic baselines, equidistance line dan alternatifnya, pemanfaatan teknologi modern dalam pengembangan model garis pangkal, serta isu kenaikan muka air laut (sea level rise) dan batas maritim.Pelaksanaan sesi tersebut mendapatkan respons positif dari para peserta serta apresiasi dari Prof. Robert Beckman.

Selain mengajar, kegiatan juga mencakup pendampingan practical exercises berupa simulasi negosiasi batas maritim. Para peserta berperan sebagai tim dari negara-negara fiktif dengan batas maritim yang belum terselesaikan, kemudian menyusun posisi awal, menentukan kemungkinan konsesi, mengusulkan garis batas, serta melakukan negosiasi dengan tim negara tetangga.
Rangkaian workshop turut membahas berbagai aspek hukum dan teknis delimitasi, termasuk jurisprudence, continental shelf beyond 200 M, penyelesaian sengketa, pilihan penanganan sengketa batas, serta pembentukan tim nasional dalam proses negosiasi. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan diskusi antar-pengajar mengenai peluang riset dan publikasi bersama serta kemungkinan penyelenggaraan program lanjutan di Indonesia dengan melibatkan Universitas Indonesia (UI).
Partisipasi Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam kegiatan ini memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus memberikan pengalaman dan bahan pembelajaran yang relevan untuk pengembangan pendidikan mengenai batas wilayah, delimitasi batas maritim, dan Law of the Sea di UGM. Pengalaman dalam membimbing simulasi negosiasi.


