Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • 2026
  • September
  • 28
Arsip 2026:

28 September

Departemen Teknik Geodesi FT UGM Berkontribusi sebagai Pengajar pada Ninth CIL-ANCORS Workshop on Maritime Boundary Delimitation di Singapura

Berita Senin, 28 September 2026

Singapura, 24 September 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) berkontribusi dalam Ninth CIL-ANCORS Workshop on Maritime Boundary Delimitation yang diselenggarakan oleh Centre for International Law (CIL), National University of Singapore (NUS), bersama Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS), University of Wollongong, pada 22–24 September 2026 di NUS Bukit Timah Campus, Singapura.

Dalam kegiatan tersebut, Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, berperan sebagai pengajar pada Session 2: “Role of Baselines in Maritime Delimitation and Sea Level Rise”. Sesi tersebut membahas peran garis pangkal dalam penetapan batas luar zona maritim dan delimitasi, jenis-jenis garis pangkal, straight and archipelagic baselines, equidistance line dan alternatifnya, pemanfaatan teknologi modern dalam pengembangan model garis pangkal, serta isu kenaikan muka air laut (sea level rise) dan batas maritim.Pelaksanaan sesi tersebut mendapatkan respons positif dari para peserta serta apresiasi dari Prof. Robert Beckman. 

Selain mengajar, kegiatan juga mencakup pendampingan practical exercises berupa simulasi negosiasi batas maritim. Para peserta berperan sebagai tim dari negara-negara fiktif dengan batas maritim yang belum terselesaikan, kemudian menyusun posisi awal, menentukan kemungkinan konsesi, mengusulkan garis batas, serta melakukan negosiasi dengan tim negara tetangga.

Rangkaian workshop turut membahas berbagai aspek hukum dan teknis delimitasi, termasuk jurisprudence, continental shelf beyond 200 M, penyelesaian sengketa, pilihan penanganan sengketa batas, serta pembentukan tim nasional dalam proses negosiasi. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan diskusi antar-pengajar mengenai peluang riset dan publikasi bersama serta kemungkinan penyelenggaraan program lanjutan di Indonesia dengan melibatkan Universitas Indonesia (UI).

Partisipasi Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam kegiatan ini memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus memberikan pengalaman dan bahan pembelajaran yang relevan untuk pengembangan pendidikan mengenai batas wilayah, delimitasi batas maritim, dan Law of the Sea di UGM. Pengalaman dalam membimbing simulasi negosiasi.

UGM Bahas Fondasi Geospasial untuk Ekonomi Biru di Forum China-ASEAN

Berita Senin, 28 September 2026

Yogyakarta, 28 September 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., menjadi pembicara dalam China (Hainan) – ASEAN 2026 Think Tank Forum yang diselenggarakan di Haikou, Hainan, Tiongkok, pada 16–17 September 2026. Forum ini mempertemukan akademisi dan pakar dari berbagai lembaga di China dan negara-negara ASEAN untuk membahas peluang kerja sama maritim di kawasan. 

Dalam Session 2: “New Forms of China-ASEAN Maritime Industry and Cultivation of New Quality Maritime Productive Forces”, Andi Arsana menyampaikan perspektif mengenai pentingnya fondasi geospasial dalam pengembangan ekonomi biru dan kerja sama maritim. Ia menekankan bahwa aktivitas ekonomi, infrastruktur, sumber daya, yurisdiksi, serta kepentingan berbagai pihak di laut memiliki dimensi spasial sehingga membutuhkan informasi geospasial yang dapat dipahami dan digunakan secara bersama. 

Pembahasan juga menghubungkan teknologi geospasial dengan aspek hukum laut dan tata kelola. Peta dan informasi geospasial tidak hanya berfungsi sebagai produk teknis, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun pemahaman bersama, meningkatkan transparansi, mendukung perencanaan, serta menjembatani ketentuan hukum dengan aktivitas ekonomi di laut. Pendekatan tersebut dinilai relevan dalam mendukung pengembangan ekonomi biru yang lebih terukur, aman, dan kolaboratif dalam konteks ASEAN-China. 

Selain menjadi pembicara, Andi Arsana mengikuti diskusi bersama para pembicara dan peserta mengenai perkembangan industri maritim, teknologi, energi laut, tata kelola, serta peluang kerja sama ASEAN-China. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan pengalaman dan keahlian UGM dalam aspek geospasial, hukum laut, dan batas maritim. 

-52.165716886520386,0.7661840319633484,36.00195050239563,-4.7553423792123795,4.530589282512665,35.43950915336609,-55.55611252784729,31.97270631790161,19.259013235569,2.1294360980391502,12.732310593128204,8.059114217758179,-0.3674614941701293,-18.9891517162323,-8.81754606962204,-2.27905111387372,15.675753355026245,1.1829936876893044,-1.1364998295903206,0.11679338058456779,-0.05867431755177677,-2.27905111387372,-0.023783411597833037

Partisipasi UGM dalam forum yang diinisiasi oleh ational Institute for South China Sea Studies (NISCSS) tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik antara UGM dan lembaga-lembaga akademik serta think tank di kawasan ASEAN-China. Ke depan, kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan riset dan publikasi bersama, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi akademik dalam isu geomatika, hukum laut, batas maritim, ekonomi biru, dan tata kelola maritim.  

Kegiatan ini turut memperkaya perspektif akademik mengenai keterkaitan antara industri maritim, teknologi, ekonomi biru, informasi geospasial, dan tata kelola laut. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum tersebut selanjutnya akan didiseminasikan kepada sivitas akademika, khususnya untuk mendukung kegiatan pengajaran dan penelitian di Departemen Teknik Geodesi FT UGM.

Dosen Teknik Geodesi UGM Hadiri Rapat Terbatas Pengelolaan Lahan Gambut Bersama Presiden

Berita Senin, 28 September 2026

Jakarta, 24 September 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., menjadi salah satu akademisi yang diundang dalam rapat terbatas bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas pengelolaan lahan gambut di Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (24/9).

Rapat terbatas tersebut mempertemukan sejumlah ilmuwan, guru besar, peneliti, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga penelitian di Indonesia. Pertemuan membahas pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut, termasuk upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penguatan pengelolaan gambut berbasis ilmu pengetahuan dan hasil penelitian.

Keterlibatan Dr. Bambang Kun Cahyono dalam forum tersebut menjadi bagian dari keterlibatan akademisi dalam memberikan perspektif ilmiah bagi pengelolaan ekosistem gambut. Sejumlah isu yang dibahas dalam pertemuan mencakup pentingnya riset dan kajian ilmiah, pemetaan karakteristik lahan gambut, pencegahan kebakaran, serta pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyetujui rekomendasi para ahli mengenai pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Pemerintah juga menekankan pentingnya dukungan para ilmuwan serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan gambut, termasuk pemanfaatan pengetahuan dan praktik baik yang berkembang di masyarakat.

Bagi Departemen Teknik Geodesi FT UGM, keterlibatan akademisi dalam forum tersebut menunjukkan peran keilmuan geospasial dalam mendukung berbagai isu pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Pemanfaatan data, pemetaan, serta teknologi geospasial dapat menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis sains dalam pengelolaan wilayah gambut.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi akademisi UGM dalam menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional.

Agenda

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Berita Terakhir

  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Berkontribusi sebagai Pengajar pada Ninth CIL-ANCORS Workshop on Maritime Boundary Delimitation di Singapura
  • UGM Bahas Fondasi Geospasial untuk Ekonomi Biru di Forum China-ASEAN
  • Dosen Teknik Geodesi UGM Hadiri Rapat Terbatas Pengelolaan Lahan Gambut Bersama Presiden
  • Tim Peneliti Departemen Teknik Geodesi FT UGM Akuisisi Data Lapangan di IKN untuk Pengembangan Platform NARAGA
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Gelar Pelatihan Perhitungan Potensi PBB-P2 Berbasis Geospasial dan AI Bersama DJPK Kemenkeu
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY