Kuala Lumpur, Malaysia — 14 Oktober 2026 — Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) melaksanakan kunjungan ke Persatuan Juruukur Tanah Bertauliah Malaysia (PEJUTA) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 waktu setempat ini bertujuan untuk memahami sistem pengembangan profesi dan lisensi juru ukur di Malaysia sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara akademisi dan asosiasi profesi di bidang geospasial. Rombongan DTGD FT UGM dipimpin oleh Prof. Trias Aditya dan disambut oleh jajaran pengurus PEJUTA, termasuk LSr Azhar bin Husain selaku Treasurer PEJUTA. Dalam sesi pembuka, Pak Azhar memaparkan sejarah, visi, misi, serta peran PEJUTA dalam mendukung pengembangan profesi juru ukur tanah bertauliah di Malaysia.
Dalam pemaparannya, Pak Azhar menjelaskan bahwa PEJUTA berperan sebagai wadah bagi para juru ukur untuk mengembangkan kompetensi, menjaga kualitas profesi, serta mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di bidang survei dan pemetaan. Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelatihan, kursus, dan pengembangan profesional berkelanjutan. PEJUTA juga mendorong agar para juru ukur yang memiliki keahlian dan lisensi dapat menjalankan profesinya sesuai kompetensi serta memperoleh pengakuan yang layak. Selain pengembangan kompetensi, PEJUTA menaruh perhatian pada regenerasi profesi. Generasi muda diharapkan semakin memahami pentingnya peran juru ukur dalam pembangunan dan tertarik untuk berkarier di bidang geospasial. PEJUTA juga mendorong peningkatan daya saing keahlian juru ukur agar kompetensi yang dimiliki anggotanya dapat memenuhi kebutuhan profesi, termasuk dalam lingkup internasional.

Dalam pemaparannya, PEJUTA turut menjelaskan sembilan bidang survei dan pemetaan yang menjadi perhatian, yaitu Airborne Survey and Mapping, Survey and Mapping for GIS, Survey and Mapping for BIM, Hydrographic Survey and Mapping, Survey and Mapping for Engineering, Terrestrial Survey and Mapping, Underground Survey and Mapping, Geodetic Survey, serta Topographic Survey and Mapping. Beragam bidang tersebut menunjukkan luasnya cakupan keahlian juru ukur dalam mendukung pembangunan, pengelolaan informasi geospasial, dan berbagai kebutuhan teknis lainnya. Sektor konstruksi menjadi salah satu sektor yang banyak membutuhkan jasa juru ukur berlisensi.
Setelah sesi pemaparan, Prof. Trias Aditya menyampaikan maksud kunjungan DTGD FT UGM, khususnya untuk memahami skema lisensi profesi (licensing scheme) bagi juru ukur di Malaysia. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah jalur yang perlu ditempuh oleh lulusan sarjana geodesi untuk memperoleh lisensi profesi dan menjalankan praktik sebagai juru ukur bertauliah. Menanggapi pertanyaan tersebut, Pak Azhar menjelaskan bahwa lulusan sarjana perlu terlebih dahulu mendaftar sebagai Orang Beratikel (AP), kemudian menjalani pengalaman praktik melalui penugasan atau proyek yang relevan. Setelah terdaftar selama dua tahun sebagai AP, peserta dapat mengikuti proses pemeriksaan atau ujian sebagai bagian dari tahapan untuk memperoleh lisensi profesi. Penjelasan ini memberikan gambaran mengenai pentingnya pengalaman praktik dan pemenuhan persyaratan profesional dalam jalur sertifikasi juru ukur di Malaysia.

Diskusi juga menyoroti perkembangan teknologi dan tantangan baru dalam profesi geospasial. LSr Mohd Latif bin Zainal selaku Secretary General PEJUTA menambahkan bahwa asosiasi perlu terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam bidang geospasial. PEJUTA mulai memberikan perhatian pada pemahaman dan pemanfaatan AI untuk mendukung bidang geodesi, geomatika, dan kadaster. Perkembangan tersebut menjadi salah satu topik potensial untuk dikaji bersama oleh asosiasi profesi dan institusi pendidikan. Kunjungan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif. Sejumlah topik teknis turut dibahas oleh para peserta, antara lain Smart Monitoring System dalam diskusi antara Pak Azhar dan Dr. Bilal Ma’ruf, serta Law of the Sea dalam diskusi antara LSr Mohd Nazam bin Sulaiman dan Dr. I Made Andi Arsana. Pertukaran gagasan tersebut membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas perspektif mengenai penerapan ilmu geospasial dalam berbagai bidang.
Pada akhir pertemuan, PEJUTA dan DTGD FT UGM menyampaikan keterbukaan untuk menjajaki kerja sama dan pengembangan kegiatan bersama. Kedua pihak saling mengundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik dan profesional, termasuk konferensi yang diselenggarakan oleh DTGD FT UGM maupun kegiatan yang melibatkan para ahli dari PEJUTA. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan asosiasi profesi serta membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, dan kerja sama internasional di bidang geodesi dan geospasial.


