Yogyakarta, 3 Februari 2026 — Tim mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) mempresentasikan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam forum CESASS Chat yang diselenggarakan oleh Center for Southeast Asian Studies. Kegiatan ini mengangkat topik “GeoSpectra: AI-Based Geospatial Modelling for Rooftop Photovoltaic Assessment and Property Tax Valuation in Indonesia”. Forum ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kontribusi teknologi geospasial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Tim AInsightGeo yang terdiri dari Mohammad Zulfi Rahadi Putra, Najieda Azka, Raffi Satya Nugraha, dan Salzabila Enzal menjadi perwakilan Indonesia dalam kegiatan tersebut. Mereka sebelumnya berhasil meraih kemenangan pada tingkat nasional dalam ajang ASEAN Geospatial Challenge. Keikutsertaan mereka di tingkat regional menunjukkan kualitas inovasi mahasiswa Indonesia di bidang geospasial.
Dalam presentasinya, tim mengembangkan model AI yang dikombinasikan dengan data geospasial untuk menganalisis potensi pemanfaatan atap bangunan. Teknologi ini memungkinkan identifikasi lokasi yang optimal untuk pemasangan panel surya. Selain itu, data yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung penilaian pajak properti secara lebih akurat.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada aspek energi, tetapi juga pada pengelolaan data perkotaan yang lebih efisien. Dengan memanfaatkan teknologi AI, analisis yang dilakukan menjadi lebih cepat dan berbasis data yang komprehensif. Hal ini menunjukkan potensi besar integrasi teknologi dalam mendukung kebijakan publik.

Tim ini dibimbing oleh I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, UGM. Ia berperan dalam mengarahkan pengembangan model serta memastikan relevansi penelitian dengan kebutuhan nyata di lapangan. Bimbingan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan tim dalam kompetisi dan forum internasional.
Indonesia diketahui memiliki potensi energi surya yang besar, namun pemanfaatannya, khususnya pada atap bangunan, masih relatif rendah. Inovasi yang dikembangkan oleh tim ini dinilai relevan untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan di kawasan perkotaan. Selain itu, integrasi dengan sistem pajak properti juga membuka peluang peningkatan efisiensi tata kelola kota.
Penyelenggara berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas. Selain memberikan manfaat dalam sektor energi, teknologi ini juga berpotensi meningkatkan kualitas data dan pengambilan keputusan di bidang perpajakan dan perencanaan kota. Dengan dukungan berbagai pihak, solusi berbasis teknologi diharapkan dapat mempercepat transformasi menuju kota yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, pemanfaatan AI dalam bidang geospasial diperkirakan akan semakin berkembang dan menjadi bagian penting dalam berbagai sektor. Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan institusi menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata. Oleh karena itu, kegiatan seperti CESASS Chat menjadi platform strategis dalam mendorong lahirnya solusi berbasis teknologi di Indonesia.