Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs11
  • SDGs11
  • hal. 2
Arsip:

SDGs11

Akademisi NUS Bahas Masa Depan Kota dalam Program Meet the Professor

Berita Senin, 16 Februari 2026

Yogyakarta, 16 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang menghadirkan pakar internasional di bidang perkotaan dan geospasial. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem yang bertujuan memperluas wawasan akademik melalui dialog terbuka. Acara ini juga menjadi ruang interaksi antara akademisi Indonesia dan dunia internasional dalam membahas isu-isu strategis.

Dalam edisi kali ini, program menghadirkan Dr. Filip Biljecki dari National University of Singapore (NUS) sebagai pembicara utama. Ia dikenal sebagai peneliti yang berfokus pada urban analytics dan pengembangan kota berbasis data. Melalui sesi diskusi, ia membagikan perjalanan akademiknya serta pandangannya dalam memahami dinamika kota modern.

Dr. Biljecki menjelaskan bagaimana pengalamannya lintas negara, mulai dari Kroasia, Belanda, hingga Singapura, membentuk perspektifnya dalam penelitian perkotaan. Ia menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam memahami kompleksitas kota. Selain itu, ia juga menyoroti bagaimana teknologi geospasial dan data science dapat digunakan untuk menciptakan kota yang lebih layak huni.

Diskusi juga membahas pentingnya kolaborasi internasional dalam pendidikan tinggi dan penelitian. Menurutnya, kerja sama lintas negara membuka peluang besar dalam pertukaran pengetahuan dan pengembangan inovasi. Hal ini dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Kegiatan ini dimoderatori sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menginisiasi forum diskusi yang mendorong keterhubungan antara akademisi Indonesia dengan jaringan internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas di masa depan.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif dengan pertanyaan yang beragam dari peserta. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap isu pengembangan kota dan kolaborasi global dalam penelitian.

Penyelenggara berharap program Meet the Professor dapat terus menjadi wadah pertukaran ide yang inspiratif dan konstruktif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya kerja sama riset dan supervisi akademik lintas institusi. Dengan keterlibatan pakar internasional, kualitas diskusi akademik diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, forum seperti ini dipandang penting dalam memperkuat posisi akademisi Indonesia di kancah global. Kolaborasi yang terjalin tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada solusi nyata bagi berbagai permasalahan perkotaan. Oleh karena itu, keberlanjutan program ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif dan berdaya saing.

UGM Bahas Inovasi Digital Twin City Bersama Mitra Internasional

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Yogyakarta, 13 Februari 2026 — Eksplorasi inovasi digital dalam pengembangan digital twin city menjadi topik utama dalam diskusi yang diselenggarakan oleh tim Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini mengangkat tema “Eksplorasi Inovasi Digital Twin City” dengan menghadirkan berbagai akademisi dan praktisi di bidang geospasial. Diskusi ini juga menjadi wadah pertukaran ide terkait pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan kota yang lebih cerdas dan terintegrasi.

Dalam kegiatan tersebut, konsep digital twin dibahas sebagai representasi digital dari kondisi nyata suatu kota yang dapat digunakan untuk simulasi dan analisis. Teknologi ini dinilai mampu membantu perencanaan kota secara lebih komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai data spasial dan nonspasial. Selain itu, pendekatan berbasis data ini juga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam pengelolaan wilayah perkotaan.

Kegiatan ini turut menghadirkan tim riset GeoAIT yang berkolaborasi dengan Cosmowin (CMT), sebuah perusahaan platform digital twin yang telah bekerja sama dengan lebih dari 20 negara. Kehadiran mitra internasional ini memberikan perspektif global mengenai penerapan teknologi digital twin di berbagai kota dunia. Diskusi pun berkembang pada bagaimana teknologi tersebut dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah di Indonesia.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan pandangan akademik maupun praktis. Keterlibatan para dosen ini menunjukkan komitmen UGM dalam pengembangan teknologi geospasial berbasis inovasi digital.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab yang membahas tantangan implementasi teknologi digital twin di Indonesia. Hal ini mencerminkan tingginya minat terhadap pengembangan kota cerdas berbasis teknologi digital.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem digital twin di Indonesia. Selain itu, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan pembangunan perkotaan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, teknologi digital twin diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perencanaan kota yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ke depan, pengembangan digital twin city diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital di sektor kebumian dan perkotaan. Integrasi data yang semakin kompleks menuntut adanya teknologi yang mampu mengelola dan menganalisis informasi secara real time. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan kebijakan menjadi kunci dalam mewujudkan kota cerdas di masa depan.

UGM dan ATR/BPN Demonstrasikan Teknologi AI untuk Monitoring Tata Ruang

Berita Kamis, 12 Februari 2026

Yogyakarta, 12 Februari 2026 — Tim riset Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar demonstrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam bidang tata ruang. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN. Demonstrasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sistem monitoring pemanfaatan ruang yang lebih cepat dan akurat.

Dalam kegiatan tersebut, tim Geo-AIT memperkenalkan dua aplikasi utama, yakni Jagad Lintang dan Landep. Jagad Lintang difokuskan pada deteksi tutupan lahan berbasis teknologi U-Net, sementara Landep digunakan untuk analisis perubahan lahan (change detection) berbasis AI. Kedua aplikasi ini dirancang untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan tata ruang secara lebih efisien dan berbasis data.

Paparan juga mencakup hasil pengembangan proyek yang dilakukan bersama mitra, termasuk integrasi sistem berbasis web dan dashboard untuk memudahkan pengguna dalam mengakses data. Selain itu, tim juga menunjukkan hasil analisis dan implementasi sistem pada beberapa wilayah uji coba di Indonesia. Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang memberikan kontribusi dalam pengembangan riset dan implementasi teknologi. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung inovasi di sektor pemerintahan.

Kegiatan demonstrasi berlangsung interaktif dengan melibatkan diskusi antara tim pengembang dan perwakilan dari ATR/BPN. Para peserta membahas berbagai tantangan dalam implementasi teknologi AI, termasuk integrasi data dan kesiapan infrastruktur. Diskusi ini juga menjadi ajang untuk mengevaluasi efektivitas sistem yang telah dikembangkan.

Penyelenggara berharap teknologi yang diperkenalkan dapat segera diimplementasikan secara lebih luas dalam pengawasan tata ruang di Indonesia. Selain itu, kolaborasi antara UGM dan pemerintah diharapkan terus berlanjut dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi. Dengan pemanfaatan AI, proses monitoring dan pengendalian ruang diharapkan menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Ke depan, pemanfaatan teknologi AI dalam sektor tata ruang diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan akan sistem pengawasan yang lebih presisi. Integrasi berbagai sumber data menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan teknologi ini. Oleh karena itu, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasinya.

Dosen UGM Bahas Digital Twin dan Transformasi Digital di Undip

Berita Rabu, 11 Februari 2026

Semarang, 11 Februari 2026 — Seminar bertajuk “Digital Twin dan Transformasi Digital” digelar di Universitas Diponegoro (Undip) sebagai bagian dari penguatan pemahaman teknologi geospasial modern. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana, akademisi, serta praktisi yang tertarik pada pengembangan teknologi berbasis data spasial. Seminar ini juga menjadi forum strategis untuk membahas arah transformasi digital dalam perencanaan dan pengelolaan ruang.

Dalam kegiatan tersebut, Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) hadir sebagai pembicara utama. Ia memaparkan konsep digital twin sebagai evolusi dari pemodelan spasial konvensional menuju sistem yang lebih dinamis dan adaptif. Menurutnya, teknologi ini tidak hanya menampilkan visualisasi, tetapi juga mampu mengintegrasikan data untuk analisis yang lebih mendalam.

Ruli menjelaskan bahwa integrasi antara Geographic Information System (GIS), pemodelan 3D hingga Level of Detail (LoD 3), serta kecerdasan buatan menjadi pondasi utama dalam pengembangan digital twin. Dengan kombinasi teknologi tersebut, representasi ruang dapat dibuat lebih presisi dan mendekati kondisi nyata. Hal ini memungkinkan pemanfaatan digital twin dalam berbagai kebutuhan, seperti simulasi, monitoring, hingga evaluasi kebijakan.

Ia juga menekankan bahwa digital twin bukan sekadar model statis, melainkan sebuah living model yang terus diperbarui berdasarkan data terkini. Model ini dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat dan responsif. Dengan demikian, pemerintah maupun pemangku kepentingan dapat merancang kebijakan yang lebih efektif dalam pengelolaan wilayah.

Kegiatan berlangsung dalam bentuk kuliah umum yang interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta. Mahasiswa pascasarjana Undip terlihat antusias dalam mengikuti pemaparan dan mengajukan pertanyaan terkait implementasi teknologi digital twin di Indonesia. Diskusi ini juga membuka wawasan baru mengenai tantangan dan peluang dalam transformasi digital di sektor kebumian.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara UGM dan Undip dalam pengembangan riset serta pendidikan di bidang geospasial. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi era digital. Dengan pemahaman yang lebih baik, teknologi digital twin diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas di Indonesia. Ke depan, transformasi digital berbasis teknologi geospasial diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan akan data yang cepat dan akurat. Integrasi berbagai teknologi menjadi kunci dalam menciptakan sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran akademisi dan institusi pendidikan menjadi sangat penting dalam mendorong inovasi di bidang ini.

UGM dan Dinas Citata DKI Bahas Pengembangan Digital 3D Jakarta

Berita Rabu, 11 Februari 2026

Jakarta, 11 Februari 2026 — Tim Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi geospasial berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga difokuskan pada diskusi integrasi data spasial dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) untuk mendukung perencanaan kota.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi membahas pemanfaatan data geospasial dalam mendukung tata kelola ruang yang lebih efektif. Integrasi data 2D dan 3D dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap kondisi wilayah perkotaan. Hal ini menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih presisi dan berbasis data.

Pengembangan platform digital juga menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi antara kedua pihak. Teknologi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan data serta meningkatkan efisiensi dalam perencanaan pembangunan kota. Selain itu, potensi pengembangan digital twin turut dibahas sebagai solusi untuk menciptakan representasi digital kota secara real time.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan kontribusi dalam diskusi dan pengembangan konsep. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan peran aktif UGM dalam mendukung transformasi digital di sektor perkotaan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana interaktif dengan pertukaran ide antara pihak akademisi dan pemerintah daerah. Berbagai tantangan dalam implementasi teknologi geospasial turut dibahas, termasuk integrasi data lintas sektor dan kesiapan infrastruktur. Diskusi ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan sistem berbasis teknologi.

Pihak penyelenggara berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah nyata menuju tata kelola ruang yang lebih cerdas dan terintegrasi. Selain itu, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi digital, perencanaan kota di masa depan diharapkan menjadi lebih efisien, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ke depan, pemanfaatan teknologi digital twin dan integrasi data geospasial diperkirakan akan semakin berkembang di Indonesia. Kebutuhan akan sistem yang mampu mengolah data secara real time menjadi semakin penting dalam menghadapi kompleksitas perkotaan. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci dalam mendorong terwujudnya kota cerdas yang berbasis data.

Diskusi Jakarta Satu Soroti Integrasi Data Spasial 2D dan 3D untuk Kota Cerdas

Berita Sabtu, 31 Januari 2026

Jakarta, 31 Januari 2026 — Diskusi mengenai integrasi data spasial 2D dan 3D digelar sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kota cerdas berbasis data. Kegiatan ini mengangkat peran platform Jakarta Satu sebagai penghubung berbagai sumber data dalam satu ekosistem terintegrasi. Forum ini menjadi ruang penting untuk membahas masa depan pengelolaan data spasial di kawasan perkotaan.

Dalam diskusi tersebut, integrasi data tidak hanya dipahami sebagai upaya visualisasi, tetapi juga sebagai proses menghubungkan berbagai jenis data agar dapat saling berinteraksi. Pendekatan ini memungkinkan data digunakan secara bersama untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat. Dengan sistem yang terintegrasi, perencanaan kota dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berbasis bukti.

Platform Jakarta Satu menjadi salah satu contoh implementasi integrasi data spasial yang menggabungkan berbagai sumber informasi, mulai dari peta dasar hingga model tiga dimensi. Sistem ini dirancang untuk mendukung analisis perkotaan yang lebih mendalam dan responsif terhadap dinamika wilayah. Dengan adanya integrasi tersebut, berbagai kebutuhan perencanaan dan pengelolaan kota dapat ditangani dalam satu sistem terpadu.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan kontribusi dalam diskusi. Keterlibatan para akademisi ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi geospasial di Indonesia.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari para narasumber dan peserta. Berbagai pandangan disampaikan terkait tantangan integrasi data, termasuk isu interoperabilitas dan pengelolaan data lintas sektor. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sistem data terintegrasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.

Penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah berkontribusi dalam diskusi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem data spasial yang lebih terintegrasi di Indonesia. Selain itu, forum seperti ini dinilai penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar pihak.

Ke depan, integrasi data spasial 2D dan 3D diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam pembangunan kota cerdas. Kebutuhan akan sistem yang mampu mengelola data secara terpadu akan semakin meningkat seiring dengan kompleksitas wilayah perkotaan. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi, kebijakan, dan sumber daya manusia menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola kota yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kolaborasi Riset Internasional Perkuat Infrastruktur Geospasial Sulawesi Melalui Pemodelan Geoid Presisi

BeritaPenelitian Selasa, 20 Januari 2026

Sebuah penelitian kolaboratif lintas negara yang melibatkan pakar dari berbagai institusi akademik dan pemerintah telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional Terrestrial, Atmospheric and Oceanic Sciences (Volume 37, Nomor 1, 2026). Studi bertajuk “A case study of geoid modeling in Sulawesi and accuracy verification strategies for accommodating diverse MSL vertical datums” ini merupakan hasil sinergi antara peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU., Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia, National Chung Hsing University Taiwan, serta National Yang Ming Chiao Tung University Taiwan. Riset ini menggarisbawahi pentingnya integrasi data gravitasi udara (airborne gravity) dalam mengatasi tantangan geografis pulau Sulawesi yang kompleks untuk menghasilkan model referensi ketinggian yang akurat.

Intisari dari penelitian ini berfokus pada pengembangan model geoid di Sulawesi dengan memanfaatkan data gravitasi udara yang dikumpulkan selama periode 2008 hingga 2019. Para peneliti mengevaluasi efektivitas berbagai Model Gravitasi Global (GGM) dan memperkenalkan strategi verifikasi akurasi untuk menyatukan berbagai datum vertikal Mean Sea Level (MSL) yang berbeda di wilayah tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan data gravitasi udara yang dikombinasikan dengan teknik pemodelan tertentu mampu meningkatkan ketelitian penentuan tinggi fisik, yang sangat krusial bagi wilayah kepulauan seperti Indonesia di mana referensi tinggi laut sering kali tidak seragam antar wilayah.

Secara strategis, publikasi ilmiah ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Penemuan ini secara langsung mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena model geoid yang akurat adalah fondasi utama bagi pembangunan infrastruktur fisik yang presisi dan tahan lama. Selain itu, riset ini relevan dengan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, khususnya dalam pemodelan risiko banjir dan mitigasi bencana berbasis data spasial. Terakhir, kerja sama ini menjadi manifestasi nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang membuktikan bahwa kolaborasi teknis antara lembaga pemerintah Indonesia dan universitas internasional mampu menghasilkan solusi inovatif bagi tantangan pemetaan nasional.

Link artikel: https://doi.org/10.1007/s44195-025-00119-4

Departemen Teknik Geodesi UGM Jalin Kerja Sama dengan Kantor Pertanahan Kota Semarang dalam Pemetaan Drone LiDAR

BeritaPenelitian Rabu, 31 Desember 2025

Semarang, Desember 2025 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kota Semarang dalam pelaksanaan kegiatan pemetaan berbasis drone LiDAR sebagai upaya penyediaan data spasial tiga dimensi (3D) yang presisi dan mutakhir. Kegiatan ini difokuskan pada pemetaan wilayah strategis di Kota Semarang dengan luas total mencapai ±250 hektare, yang mencakup area penting terutama kawasan pariwisata dan kawasan apartemen.

Pemanfaatan teknologi drone LiDAR (Light Detection and Ranging) dalam kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan model 3D permukaan bumi dan bangunan secara detail, akurat, dan efisien. Data yang dihasilkan akan digunakan sebagai bahan pendukung dalam penyusunan model 3D wilayah perkotaan, yang memiliki peran strategis dalam perencanaan tata ruang, pengelolaan aset pertanahan, pengembangan kawasan pariwisata, serta penataan kawasan hunian vertikal di Kota Semarang.

Melalui kolaborasi ini, Departemen Teknik Geodesi berperan dalam aspek perencanaan survei, akuisisi data LiDAR UAV, pengolahan data point cloud, serta penyusunan model 3D kawasan. Sementara itu, Kantor Pertanahan Kota Semarang berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan data tematik pertanahan dan pemanfaatan hasil pemetaan untuk mendukung tugas dan fungsi kelembagaan.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran berupa data dan model 3D berkualitas tinggi, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam pengembangan dan penerapan teknologi geospasial. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata keilmuan Teknik Geodesi dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berbasis data spasial akurat dan berkelanjutan.

Dengan adanya pemetaan drone LiDAR pada kawasan strategis seluas 250 hektare ini, Kota Semarang diharapkan memiliki basis data spasial 3D yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk perencanaan, pengambilan kebijakan, serta pengembangan kawasan pariwisata dan apartemen yang lebih tertata dan adaptif terhadap dinamika perkotaan.

Tim PPM Geolive FT UGM Serahkan Hasil Pemetaan Kawasan Pantai Bandengan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara

BeritaPenelitian Jumat, 12 Desember 2025

Jepara, 11 Desember 2025 — Tim Penelitian Geolive Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), yang tergabung sebagai salah satu Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Kolaboratif FT UGM serta Tim PPM Departemen Teknik Geodesi FT UGM, melaksanakan kegiatan penyerahan hasil PPM kepada Pemerintah Kabupaten Jepara pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan PPM ini diketuai oleh Dr. Ir. Bilal Ma’ruf dan berfokus pada penyediaan data geospasial kawasan pesisir, khususnya Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara.

Penyerahan hasil PPM dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi akademik perguruan tinggi dalam mendukung perencanaan dan pengelolaan wilayah berbasis data spasial yang akurat dan mutakhir. Dalam kegiatan tersebut, Tim PPM menyerahkan sejumlah produk pemetaan yang telah dihasilkan melalui proses akuisisi data, pengolahan, dan analisis geospasial secara sistematis.

Adapun produk utama yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara meliputi Peta Orthophoto kawasan Pantai Bandengan, Peta Eksisting Tata Ruang, serta Peta Pariwisata Kawasan Pantai Bandengan Jepara. Peta orthophoto dihasilkan dari pemetaan berbasis wahana tanpa awak (UAV) dengan resolusi tinggi, sehingga mampu merepresentasikan kondisi permukaan wilayah secara detail dan presisi. Sementara itu, peta eksisting tata ruang dan peta pariwisata disusun sebagai informasi tematik yang mendukung pemahaman kondisi pemanfaatan ruang serta potensi pengembangan kawasan pesisir dan pariwisata.

Hasil pemetaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara sebagai data dasar pendukung perencanaan kawasan pesisir, penataan ruang, serta pengembangan pariwisata Pantai Bandengan secara berkelanjutan. Selain itu, ketersediaan data geospasial yang akurat juga diharapkan dapat membantu proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, terukur, dan berbasis bukti.

Melalui kegiatan PPM ini, Tim Penelitian Geolive FT UGM menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan analisis geospasial. Kolaborasi antara FT UGM, Departemen Teknik Geodesi, dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung pembangunan wilayah pesisir yang tertata, berdaya saing, dan berkelanjutan.

KATDESI dan Geodesi UGM Selenggarakan Webinar Tanggap Bencana Bahas Respon Cepat Teknologi Geospasial

Berita Selasa, 9 Desember 2025

Yogyakarta, 8 Desember 2025 — Keluarga Alumni Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (KATDESI) bekerja sama dengan Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Webinar Tanggap Bencana bertajuk “Respon Cepat Teknologi Geospasial untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan terbuka bagi akademisi, praktisi, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu kebencanaan dan pemanfaatan teknologi geospasial.

Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pemangku kepentingan terkait peran strategis teknologi geospasial dalam mendukung respon cepat bencana, khususnya pada wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana data dan analisis geospasial dapat dimanfaatkan secara efektif dalam tahap tanggap darurat, mulai dari pemetaan dampak, analisis wilayah terdampak, hingga dukungan pengambilan keputusan secara cepat dan berbasis data.

Kegiatan webinar menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang teknologi geospasial dan kebencanaan. Azza Sawungrana, selaku Head of Data GeoSquare.ai, memaparkan peran data geospasial dan analisis berbasis teknologi digital dalam mendukung respon bencana secara cepat dan akurat. Sementara itu, Ruli Andaru (TGD’2000), Founder dan Team Lead Geo-AIT, menyampaikan pengalaman dan praktik pemanfaatan teknologi geospasial dalam situasi darurat, termasuk integrasi data spasial untuk mendukung koordinasi lintas sektor.

Webinar ini dimoderatori oleh Arie Yulfa (TGD’1998), dosen Universitas Negeri Padang, yang memandu jalannya diskusi secara sistematis dan interaktif. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta, yang mencerminkan tingginya minat terhadap topik pemanfaatan teknologi geospasial dalam penanganan bencana.

Kegiatan ini juga melibatkan Novi Trihastuti sebagai perwakilan KATDESI, serta dipandu oleh Syahrastania Ertono selaku Master of Ceremony (MC). Kolaborasi antara alumni, akademisi, dan praktisi ini menjadi wujud nyata sinergi komunitas Teknik Geodesi UGM dalam berkontribusi terhadap isu-isu strategis nasional, khususnya di bidang kebencanaan.

Melalui penyelenggaraan Webinar Tanggap Bencana ini, KATDESI dan Departemen Teknik Geodesi UGM berharap dapat mendorong pemanfaatan teknologi geospasial yang lebih optimal, terintegrasi, dan responsif dalam mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana di Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas profesional, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks.

Dokumentasi lengkap kegiatan webinar dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube pada tautan berikut:
https://www.youtube.com/live/0ANOU2IQ1y4

1234…7

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global
  • Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”
  • Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial
  • Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY