Jakarta, 11 Februari 2026 — Tim Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi geospasial berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga difokuskan pada diskusi integrasi data spasial dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) untuk mendukung perencanaan kota.
Dalam pertemuan tersebut, diskusi membahas pemanfaatan data geospasial dalam mendukung tata kelola ruang yang lebih efektif. Integrasi data 2D dan 3D dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap kondisi wilayah perkotaan. Hal ini menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih presisi dan berbasis data.

Pengembangan platform digital juga menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi antara kedua pihak. Teknologi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan data serta meningkatkan efisiensi dalam perencanaan pembangunan kota. Selain itu, potensi pengembangan digital twin turut dibahas sebagai solusi untuk menciptakan representasi digital kota secara real time.
Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan kontribusi dalam diskusi dan pengembangan konsep. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan peran aktif UGM dalam mendukung transformasi digital di sektor perkotaan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana interaktif dengan pertukaran ide antara pihak akademisi dan pemerintah daerah. Berbagai tantangan dalam implementasi teknologi geospasial turut dibahas, termasuk integrasi data lintas sektor dan kesiapan infrastruktur. Diskusi ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan sistem berbasis teknologi.
Pihak penyelenggara berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah nyata menuju tata kelola ruang yang lebih cerdas dan terintegrasi. Selain itu, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi digital, perencanaan kota di masa depan diharapkan menjadi lebih efisien, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ke depan, pemanfaatan teknologi digital twin dan integrasi data geospasial diperkirakan akan semakin berkembang di Indonesia. Kebutuhan akan sistem yang mampu mengolah data secara real time menjadi semakin penting dalam menghadapi kompleksitas perkotaan. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci dalam mendorong terwujudnya kota cerdas yang berbasis data.