Semarang, Desember 2025 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kota Semarang dalam pelaksanaan kegiatan pemetaan berbasis drone LiDAR sebagai upaya penyediaan data spasial tiga dimensi (3D) yang presisi dan mutakhir. Kegiatan ini difokuskan pada pemetaan wilayah strategis di Kota Semarang dengan luas total mencapai ±250 hektare, yang mencakup area penting terutama kawasan pariwisata dan kawasan apartemen.
Pemanfaatan teknologi drone LiDAR (Light Detection and Ranging) dalam kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan model 3D permukaan bumi dan bangunan secara detail, akurat, dan efisien. Data yang dihasilkan akan digunakan sebagai bahan pendukung dalam penyusunan model 3D wilayah perkotaan, yang memiliki peran strategis dalam perencanaan tata ruang, pengelolaan aset pertanahan, pengembangan kawasan pariwisata, serta penataan kawasan hunian vertikal di Kota Semarang.
Melalui kolaborasi ini, Departemen Teknik Geodesi berperan dalam aspek perencanaan survei, akuisisi data LiDAR UAV, pengolahan data point cloud, serta penyusunan model 3D kawasan. Sementara itu, Kantor Pertanahan Kota Semarang berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan data tematik pertanahan dan pemanfaatan hasil pemetaan untuk mendukung tugas dan fungsi kelembagaan.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran berupa data dan model 3D berkualitas tinggi, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam pengembangan dan penerapan teknologi geospasial. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata keilmuan Teknik Geodesi dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berbasis data spasial akurat dan berkelanjutan.
Dengan adanya pemetaan drone LiDAR pada kawasan strategis seluas 250 hektare ini, Kota Semarang diharapkan memiliki basis data spasial 3D yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk perencanaan, pengambilan kebijakan, serta pengembangan kawasan pariwisata dan apartemen yang lebih tertata dan adaptif terhadap dinamika perkotaan.




mendiskusikan kontribusi ilmu dan teknologi geodesi dalam menjawab tantangan pembangunan nasional, khususnya terkait pengelolaan ruang, pertanahan, infrastruktur, mitigasi risiko bencana, serta transformasi digital berbasis informasi lokasi. Melalui pendekatan lintas sektor, Departemen Teknik Geodesi mendorong agar inovasi geospasial tidak hanya berkembang di ranah akademik, tetapi juga terhilirisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.






















