Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs17
  • SDGs17
  • hal. 3
Arsip:

SDGs17

Dr. I Made Andi Arsana Terlibat dalam Film “Setan Alas”, Kolaborasi Kreatif Sivitas UGM

Berita Kamis, 5 Maret 2026

Yogyakarta, 5 Maret 2026 – Film Setan Alas menjadi salah satu karya kolaboratif yang menunjukkan sinergi kuat antara dunia akademik dan industri kreatif. Film ini melibatkan mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), dan berhasil menembus berbagai ajang festival internasional.

Salah satu sosok yang turut terlibat dalam film ini adalah I Made Andi Arsana. Keterlibatannya menjadi bukti bahwa kontribusi akademisi tidak terbatas pada ruang kelas dan penelitian, tetapi juga dapat merambah ke industri kreatif seperti perfilman.

Film Setan Alas lahir dari kolaborasi lintas institusi, melibatkan berbagai pihak seperti Jogja Film Academy, MMTC, Amikom, serta sejumlah SMK di Indonesia. Kolaborasi ini mempertemukan ekosistem akademik dan praktisi industri dalam satu produksi nyata yang inovatif dan kompetitif.

Secara capaian, film ini telah meraih berbagai penghargaan pada Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023 (JAFF 2023), serta diputar di berbagai festival film internasional. Selain itu, film ini juga mendapatkan perhatian media internasional dan menerima berbagai ulasan positif dari penonton global.

Dari sisi konsep, Setan Alas mengusung pendekatan meta horror, sebuah gaya penceritaan yang masih relatif jarang diangkat dalam perfilman Indonesia. Pendekatan ini menawarkan pengalaman sinematik yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga reflektif dan eksploratif, sehingga memberikan kesan mendalam bagi penonton.

Keberhasilan film ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan komunitas kreatif mampu menghasilkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdaya saing di tingkat global. Film ini resmi tayang di bioskop mulai 5 Maret 2026 dan diharapkan dapat menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan industri film Indonesia.

Meet the Professor Bahas Perjalanan Akademik Internasional dari Indonesia hingga Malaysia

Berita Selasa, 3 Maret 2026

Yogyakarta, 3 Maret 2026 – Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kajian Seni dan Agama: Hening, Iman, dan Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Bising” yang menghadirkan I Made Andi Arsana sebagai narasumber.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 15.30 WIB, bertempat di selasar depan kantor program studi PSPSR UGM, dan diikuti oleh sivitas akademika di lingkungan PSPSR.

Dalam pemaparannya, I Made Andi Arsana mengangkat refleksi mengenai hubungan antara seni, agama, dan kemanusiaan di tengah dinamika dunia modern yang semakin kompleks dan bising. Diskusi ini menyoroti pentingnya ruang keheningan sebagai bagian dari proses refleksi spiritual dan kemanusiaan, serta peran seni sebagai medium ekspresi yang mampu menjembatani nilai-nilai tersebut.

Kegiatan ini dikemas dalam suasana diskusi yang interaktif, dilanjutkan dengan sesi berbuka bersama yang mempererat kebersamaan antar peserta. Selain itu, peserta juga diajak untuk berbagi takjil sebagai bentuk sederhana dari nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM berharap dapat menghadirkan ruang dialog lintas disiplin yang memperkaya perspektif akademik, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan di lingkungan kampus.

Peneliti ITS Pimpin Studi Global Plasma Bubble, Akademisi UGM Turut Berkontribusi

BeritaPenelitian Senin, 2 Maret 2026

Yogyakarta, 2 Maret 2026 — Studi internasional mengenai fenomena plasma bubble di ionosfer berhasil mengungkap keterkaitan kuat antara gangguan geomagnetik dan anomali kerapatan elektron. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Applied Geodesy oleh penerbit De Gruyter. Kajian ini menjadi penting karena fenomena ionosfer diketahui berdampak langsung terhadap sistem navigasi satelit dan komunikasi global. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Mokhamad Nur Cahyadi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai penulis korespondensi. Tim peneliti terdiri dari kolaborasi berbagai institusi dengan latar belakang keilmuan geodesi dan geospasial. Dominasi kontribusi dari ITS menunjukkan kuatnya peran institusi tersebut dalam riset ionosfer di Indonesia.

Di sisi lain, akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga turut berkontribusi dalam penelitian ini, yakni Prof. Nurrohmat Widjajanti dan Iqbal Hanun Azizi dari Departemen Teknik Geodesi. Keterlibatan mereka memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan ilmu geodesi di tingkat global. Partisipasi ini juga mencerminkan sinergi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan riset berkualitas internasional. Penelitian ini menggunakan data Global Navigation Satellite System Total Electron Content (GNSS-TEC) yang dikombinasikan dengan metode tomografi 3D. Pendekatan ini memungkinkan analisis distribusi spasial dan temporal anomali ionosfer secara lebih detail. Data dikumpulkan dari berbagai wilayah dunia, termasuk Jepang, Australia, Eropa, Brasil, dan Tonga.

Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat kuat antara indeks Dst dan ketinggian maksimum anomali TEC akibat plasma bubble. Dengan koefisien korelasi mencapai 0,9949, penelitian ini menegaskan bahwa badai geomagnetik yang lebih kuat akan mendorong terbentuknya plasma bubble pada ketinggian yang lebih tinggi. Temuan ini memberikan pemahaman baru terkait dinamika ionosfer. Selain itu, indeks Kp juga menunjukkan hubungan positif terhadap ketinggian anomali, meskipun dengan tingkat korelasi yang lebih moderat. Fenomena plasma bubble umumnya terjadi pada ketinggian antara 200 hingga 600 kilometer. Rata-rata ketinggian maksimum yang teramati dalam penelitian ini berada di sekitar 500 kilometer.

Penelitian ini memiliki implikasi penting terhadap sistem navigasi berbasis satelit seperti GNSS. Gangguan ionosfer dapat memengaruhi akurasi posisi serta kualitas sinyal komunikasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap fenomena ini menjadi krusial dalam pengembangan sistem teknologi yang lebih andal. Ke depan, riset mengenai cuaca antariksa dan ionosfer diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi satelit. Kolaborasi lintas institusi, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini, menjadi kunci dalam menghasilkan temuan yang komprehensif. Dengan keterlibatan peneliti Indonesia, kontribusi nasional dalam ilmu geodesi global diharapkan semakin kuat.

Uji Coba Modul GNSS Reflectometry di Umbul Ponggok untuk Peningkatan Akurasi Pemantauan Level Air

BeritaPenelitian Minggu, 1 Maret 2026

Klaten, 1 Maret 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan uji coba modul GNSS Reflectometry di kawasan Umbul Ponggok pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) Gelombang 8 yang berfokus pada pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS untuk mendukung mitigasi bencana banjir dan pengelolaan sumber daya energi air. Kegiatan dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti, dengan dukungan tim yang terdiri dari Cecep Pratama, Susana Okifiani, dan Iqbal Hanun Azizi.

Lokasi Umbul Ponggok dipilih karena memiliki karakteristik perairan yang jernih dan relatif tenang, sehingga ideal untuk pengujian kualitas sinyal refleksi GNSS dengan gangguan gelombang yang minimal. Kondisi ini memungkinkan evaluasi performa sistem secara lebih terkontrol sebelum diterapkan pada lingkungan perairan yang lebih kompleks. Kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memiliki visibilitas satelit optimal serta bidang reflektor air terbuka yang representatif. Selanjutnya, tim melakukan instalasi dan konfigurasi modul GNSS Reflectometry, termasuk pengaturan tinggi antena dan orientasi terhadap permukaan air.

Pengamatan dilakukan melalui akuisisi data GNSS secara kontinu guna merekam variasi nilai signal-to-noise ratio (SNR) sebagai dasar analisis interferometri refleksi. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap kestabilan sistem, mencakup suplai daya, konsistensi perekaman data, serta integritas penyimpanan data selama periode pengamatan.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa modul GNSS Reflectometry yang dikembangkan mampu berfungsi dengan baik dan menghasilkan pola interferensi sinyal yang jelas pada kondisi air jernih. Data yang diperoleh menunjukkan kestabilan nilai SNR yang mendukung proses ekstraksi parameter tinggi muka air dengan tingkat presisi yang lebih baik.

Lingkungan pengujian yang minim gangguan dinamika aliran memberikan kondisi baseline yang optimal untuk evaluasi performa sistem. Hasil ini menjadi acuan penting dalam proses kalibrasi dan penyempurnaan modul sebelum diterapkan pada lokasi dengan karakteristik hidrologis yang lebih kompleks, seperti sungai dengan arus dinamis. Kegiatan ini menghasilkan dataset observasi GNSS mentah, data evaluasi performa modul, serta dokumentasi konfigurasi instalasi yang dapat digunakan sebagai referensi teknis untuk pengembangan lebih lanjut. Secara keseluruhan, hasil uji coba ini memperkuat tahapan pengujian teknis dalam pengembangan sistem GNSS Reflectometry sebagai solusi pemantauan level air yang efisien dan berkelanjutan.

Meet the Professor Hadirkan Akademisi NTU Bahas Kolaborasi Riset Global

Berita Sabtu, 28 Februari 2026

Yogyakarta, 28 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang menghadirkan pakar internasional untuk berbagi wawasan. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam membangun ruang dialog antara akademisi lintas negara. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami dinamika riset global dan peluang kolaborasi akademik.

Pada edisi kali ini, program menghadirkan Prof. Lydia Helena Wong dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai akademisi di bidang material science and engineering serta aktif dalam pengembangan kolaborasi industri dan universitas. Dalam sesi diskusi, ia membagikan perspektif terkait pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong inovasi.

Prof. Wong menjelaskan bahwa ekosistem riset global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih terbuka dan strategis. Menurutnya, kemitraan antara universitas dan industri dapat mempercepat pengembangan teknologi sekaligus meningkatkan relevansi penelitian. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya jaringan internasional dalam memperluas dampak riset.

Diskusi juga mengangkat topik mengenai strategi membangun kemitraan akademik lintas negara. Peserta diajak memahami bagaimana kolaborasi dapat dimulai dari pertukaran pengetahuan hingga pengembangan riset bersama. Hal ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisiplin.

Selain itu, Prof. Wong turut membagikan wawasan mengenai peluang studi doktoral di Singapura, khususnya di NTU. Ia menjelaskan berbagai jalur yang dapat ditempuh oleh mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi di institusinya. Informasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang ingin mengembangkan karier akademik di tingkat global.

Kegiatan ini dipandu sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menghadirkan forum yang mendorong interaksi langsung antara akademisi Indonesia dan pakar internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman serta strategi praktis dalam membangun jejaring global. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan karier akademik internasional.

Penyelenggara berharap program ini dapat terus menjadi wadah pertukaran ide yang inspiratif dan bermanfaat. Selain itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara serta mendorong lahirnya kolaborasi riset baru. Dengan adanya kegiatan ini, kontribusi akademisi Indonesia di tingkat global diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, kolaborasi internasional akan menjadi faktor kunci dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterhubungan antar institusi akan membuka peluang inovasi yang lebih luas dan berdampak. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam membangun ekosistem akademik yang kompetitif secara global.

Peneliti UGM Kembangkan Model 3D Candi Berbasis AI untuk Dukung Heritage BIM

BeritaPenelitian Jumat, 27 Februari 2026

Yogyakarta, 27 Februari 2026 — Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan metode pemodelan 3D bangunan cagar budaya berbasis videogrametri untuk mendukung Heritage Building Information Model (H-BIM). Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi terkini dalam mendokumentasikan bangunan bersejarah secara digital. Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional dengan DOI: https://doi.org/10.14434/sdh.v9i2.40876.

Penelitian ini dilakukan oleh Riyas Syamsul Arif dan Harintaka dari UGM dengan mengombinasikan teknik Structure from Motion/Multi-View Stereo (SfM-MVS) dan Neural Radiance Field (NeRF). Kedua pendekatan ini digunakan untuk membangun model 3D dari data video (videogrammetry) bangunan candi yang memiliki tekstur kompleks. Pendekatan ini dinilai relevan untuk kondisi Indonesia yang memiliki banyak situs warisan budaya, khususnya di Pulau Jawa.

Dalam proses pengumpulan data, tim peneliti menggunakan dua skenario tingkat tumpang tindih (overlap) video, yaitu 70 persen dan 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overlap 70 persen menghasilkan detail permukaan objek yang lebih baik serta model yang lebih lengkap. Temuan ini menjadi penting dalam menentukan strategi akuisisi data untuk pemodelan 3D bangunan bersejarah. Dari sisi algoritma, metode SfM-MVS menunjukkan keunggulan dalam hal akurasi geometri sehingga lebih cocok digunakan untuk bangunan candi berukuran besar. Sementara itu, algoritma NeRF memiliki keunggulan dalam menghasilkan kepadatan point cloud yang lebih tinggi serta visualisasi yang lebih realistis. Oleh karena itu, NeRF dinilai lebih optimal untuk pemodelan objek berukuran kecil dengan detail visual yang tinggi. Untuk mendukung interoperabilitas, model 3D yang dihasilkan disimpan dalam struktur data boundary representation (B-Rep). Struktur ini memungkinkan deskripsi batas objek secara lebih akurat serta kompatibilitas dengan berbagai format file. Dalam penelitian ini, format yang digunakan meliputi OBJ, KMZ, FBX, dan CityGML.

Pengembangan H-BIM melalui pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia. Dengan model digital yang akurat, proses dokumentasi, analisis, hingga restorasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, integrasi teknologi AI dan geospasial membuka peluang baru dalam pengelolaan warisan budaya. Ke depan, teknologi pemodelan 3D berbasis AI diperkirakan akan semakin berkembang dan menjadi standar dalam konservasi bangunan bersejarah. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi menjadi kunci dalam implementasi teknologi ini. Dengan demikian, pelestarian warisan budaya dapat dilakukan secara lebih modern dan berkelanjutan.

Validasi GNSS Reflectometry di Sungai Bengawan Solo untuk Pemantauan Tinggi Muka Air

BeritaPenelitian Minggu, 22 Februari 2026

Klaten, 22 Februari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengukuran GNSS untuk validasi metode reflektometri di salah satu segmen hilir Sungai Bengawan Solo yang berlokasi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 21–22 Februari 2026 dan merupakan bagian dari Program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) Gelombang 8. Penelitian ini dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti. Kegiatan ini turut melibatkan Cecep Pratama, Susana Okifiani, Iqbal Hanun Azizi, serta Listiyo Fitri sebagai bagian dari tim pelaksana lapangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan validasi metode GNSS Reflectometry (GNSS-IR) dalam mengestimasi tinggi muka air pada lingkungan sungai yang memiliki karakteristik aliran dinamis dan fluktuatif. Lokasi pengamatan dipilih pada area yang berdekatan dengan permukiman warga dan memiliki potensi limpasan (overflow) saat terjadi peningkatan debit air, sehingga relevan untuk kajian mitigasi bencana banjir.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lokasi guna mengidentifikasi titik pengamatan yang memiliki visibilitas satelit optimal serta bidang reflektor permukaan air yang representatif. Selanjutnya, tim melakukan instalasi perangkat GNSS pada posisi strategis dengan mempertimbangkan tinggi antena terhadap muka air serta aspek keamanan alat dari potensi kenaikan debit.

Pengamatan dilakukan melalui akuisisi data GNSS secara kontinu untuk merekam sinyal langsung dan sinyal pantul dari permukaan air sungai. Selain itu, tim juga melakukan dokumentasi kondisi hidrologis di lapangan, termasuk karakteristik aliran, lebar sungai, serta kedekatan lokasi dengan area permukiman. Evaluasi awal kualitas data dilakukan melalui analisis parameter signal-to-noise ratio (SNR) sebagai dasar untuk proses analisis reflektometri.

Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa metode GNSS-IR dapat diterapkan pada lingkungan sungai dengan dinamika aliran yang lebih kompleks dibandingkan perairan tergenang. Data observasi yang diperoleh memiliki kualitas yang memadai untuk proses ekstraksi parameter tinggi muka air. Kondisi lokasi yang dekat dengan permukiman juga menegaskan urgensi pengembangan sistem monitoring berbasis GNSS sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko banjir lokal.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah luaran, antara lain dataset observasi GNSS mentah periode 21–22 Februari 2026, data konfigurasi instalasi dan parameter geometrik pengamatan, serta dokumentasi kondisi lapangan sebagai referensi untuk pengukuran lanjutan. Hasil validasi ini selanjutnya akan dianalisis untuk membandingkan estimasi tinggi muka air berbasis GNSS-IR dengan data referensi yang tersedia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem pemantauan tinggi muka air berbasis teknologi GNSS yang lebih adaptif dan aplikatif, khususnya pada wilayah rawan limpasan di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Meet the Professor Hadirkan Akademisi Malaysia Bahas Jejak Karier Global

Berita Minggu, 22 Februari 2026

Yogyakarta, 22 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang mengangkat isu pengembangan karier di tingkat global. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam menghadirkan ruang dialog antara akademisi lintas negara. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami dinamika dunia akademik internasional secara lebih mendalam.

Pada edisi kali ini, kegiatan menghadirkan Dr. Hazmi Rusli sebagai narasumber utama. Ia merupakan akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang memiliki pengalaman luas dalam publikasi internasional dan kolaborasi lintas negara. Dalam diskusi tersebut, ia membagikan pengalaman serta strategi dalam membangun karier akademik di kancah global.

Dr. Hazmi menjelaskan bahwa keterlibatan dalam percakapan akademik global tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada strategi yang tepat. Ia menyoroti pentingnya publikasi ilmiah, kerja sama internasional, serta kemampuan membangun jejaring dengan akademisi dari berbagai latar budaya. Menurutnya, kombinasi faktor tersebut menjadi fondasi utama dalam mengembangkan karier akademik yang berkelanjutan.

Selain itu, diskusi juga membahas tantangan yang dihadapi akademisi dalam menjalin kolaborasi lintas negara. Perbedaan budaya, sistem pendidikan, hingga akses terhadap sumber daya menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Namun demikian, tantangan tersebut juga membuka peluang untuk pertukaran pengetahuan yang lebih luas dan inovatif.

Kegiatan ini dipandu sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam membangun forum yang memungkinkan interaksi langsung antara akademisi Indonesia dan internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat mendorong peningkatan kapasitas akademisi dalam menghadapi persaingan global.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman praktis narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan karier akademik di tingkat internasional.

Penyelenggara berharap program ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang inspiratif bagi akademisi muda di Indonesia. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kualitas penelitian dan pendidikan di Indonesia diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, keterlibatan dalam jejaring akademik global akan menjadi faktor penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kolaborasi lintas negara tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga membuka peluang inovasi yang lebih luas. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam mendukung ekosistem akademik yang berdaya saing global.

Akademisi NUS Bahas Masa Depan Kota dalam Program Meet the Professor

Berita Senin, 16 Februari 2026

Yogyakarta, 16 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang menghadirkan pakar internasional di bidang perkotaan dan geospasial. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem yang bertujuan memperluas wawasan akademik melalui dialog terbuka. Acara ini juga menjadi ruang interaksi antara akademisi Indonesia dan dunia internasional dalam membahas isu-isu strategis.

Dalam edisi kali ini, program menghadirkan Dr. Filip Biljecki dari National University of Singapore (NUS) sebagai pembicara utama. Ia dikenal sebagai peneliti yang berfokus pada urban analytics dan pengembangan kota berbasis data. Melalui sesi diskusi, ia membagikan perjalanan akademiknya serta pandangannya dalam memahami dinamika kota modern.

Dr. Biljecki menjelaskan bagaimana pengalamannya lintas negara, mulai dari Kroasia, Belanda, hingga Singapura, membentuk perspektifnya dalam penelitian perkotaan. Ia menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam memahami kompleksitas kota. Selain itu, ia juga menyoroti bagaimana teknologi geospasial dan data science dapat digunakan untuk menciptakan kota yang lebih layak huni.

Diskusi juga membahas pentingnya kolaborasi internasional dalam pendidikan tinggi dan penelitian. Menurutnya, kerja sama lintas negara membuka peluang besar dalam pertukaran pengetahuan dan pengembangan inovasi. Hal ini dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Kegiatan ini dimoderatori sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menginisiasi forum diskusi yang mendorong keterhubungan antara akademisi Indonesia dengan jaringan internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas di masa depan.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif dengan pertanyaan yang beragam dari peserta. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap isu pengembangan kota dan kolaborasi global dalam penelitian.

Penyelenggara berharap program Meet the Professor dapat terus menjadi wadah pertukaran ide yang inspiratif dan konstruktif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya kerja sama riset dan supervisi akademik lintas institusi. Dengan keterlibatan pakar internasional, kualitas diskusi akademik diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, forum seperti ini dipandang penting dalam memperkuat posisi akademisi Indonesia di kancah global. Kolaborasi yang terjalin tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada solusi nyata bagi berbagai permasalahan perkotaan. Oleh karena itu, keberlanjutan program ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif dan berdaya saing.

Uji Coba GNSS Low-Cost Reflectometry di Rowo Jombor untuk Pemantauan Level Air

BeritaPenelitian Minggu, 15 Februari 2026

Klaten, 15 Februari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengukuran GNSS low-cost reflectometry di kawasan Rowo Jombor pada tanggal 14–15 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) Gelombang 8 dengan fokus penelitian pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS untuk mitigasi bencana banjir serta pengelolaan sumber daya energi air dalam rangka peningkatan ketahanan pangan. Kegiatan dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti. Turut serta dalam kegiatan ini Cecep Pratama, Susana Okifiani, Iqbal Hanun Azizi, serta Listiyo Fitri.

Kegiatan yang dilaksanakan merupakan uji coba perangkat GNSS low-cost hasil perakitan dan pengembangan mandiri oleh tim peneliti dalam rangka implementasi metode GNSS Reflectometry (GNSS-IR). Uji coba difokuskan pada evaluasi kemampuan alat dalam merekam sinyal refleksi GNSS yang berkaitan dengan dinamika tinggi muka air.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memenuhi kriteria teknis GNSS-IR, seperti geometri refleksi sinyal, elevasi antena, serta visibilitas satelit. Selanjutnya, tim melakukan perakitan akhir, konfigurasi, dan kalibrasi awal perangkat di lapangan. Perangkat GNSS kemudian diinstal pada titik strategis di tepi perairan dengan pengaturan tinggi dan orientasi antena yang optimal untuk menangkap sinyal langsung maupun sinyal pantul dari permukaan air. Akuisisi data dilakukan secara kontinu selama periode pengamatan, disertai evaluasi performa sistem, termasuk stabilitas daya, konsistensi perekaman data, dan kualitas sinyal (Signal-to-Noise Ratio/SNR).

Hasil uji coba menunjukkan bahwa perangkat GNSS low-cost yang dikembangkan tim peneliti dapat berfungsi dengan baik dan mampu merekam data observasi GNSS yang memadai untuk analisis reflektometri. Data yang diperoleh memperlihatkan pola interferensi sinyal yang berpotensi digunakan untuk estimasi tinggi muka air. Kondisi perairan yang relatif stabil selama pengamatan turut mendukung proses evaluasi sistem secara optimal. Kegiatan ini menghasilkan sejumlah luaran, antara lain dataset observasi GNSS mentah periode 14–15 Februari 2026, data uji performa perangkat GNSS low-cost, serta dokumentasi koordinat dan konfigurasi instalasi sebagai referensi untuk replikasi pengukuran di lokasi lain.

Hasil pelaksanaan kegiatan ini menjadi dasar evaluasi teknis dan penyempurnaan sistem GNSS low-cost sebelum diterapkan pada skema pemantauan jangka panjang dalam Program RIIM Gelombang 8. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan metode pemantauan level air yang efisien dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana serta pengelolaan sumber daya air di Indonesia.

12345…12

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global
  • Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”
  • Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial
  • Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY