Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs17
  • SDGs17
  • hal. 2
Arsip:

SDGs17

Urgensi Informasi Geospasial untuk Kedaulatan NKRI: ITB dan BIG Gelar FGD Strategis di Jakarta

Berita Jumat, 10 April 2026

Pusat Analisis dan Penerapan Geospasial (CENAGO) Institut Teknologi Bandung, bekerja sama dengan Kedeputian Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kupas Tuntas Urgensi Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam, Keamanan Negara, dan Penanggulangan Bencana di Wilayah NKRI”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan. Forum ini bertujuan untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, seperti masih banyaknya sengketa batas wilayah, tumpang tindih lahan, hingga praktik ilegal di sektor pertambangan dan kehutanan yang terjadi akibat belum optimalnya penyelenggaraan informasi geospasial yang akurat dan mutakhir di Indonesia.

Acara yang dibuka dengan sambutan dari Kepala CENAGO ITB, Dr. Ir. Wedyanto Kuntjoro, M.Sc., menghadirkan rangkaian pembicara ahli, termasuk Rektor ITB yang memaparkan peran teknologi menuju Indonesia Emas 2045 serta para deputi dari BIG, ATR/BPN, BIN, dan BMKG. Selain dihadiri oleh pejabat kementerian dan lembaga tinggi negara, kegiatan ini juga diikuti oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Departemen Teknik Geodesi UGM turut hadir memberikan kontribusi pemikiran yang diwakili oleh Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., yang juga merupakan dosen di departemen tersebut.

Melalui diskusi ini, para peserta menekankan bahwa informasi geospasial merupakan instrumen vital—layaknya papan catur dalam permainan catur—yang menentukan ketepatan, efektivitas, dan efisiensi berbagai program pemerintah. FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk dorongan untuk pembenahan tata kelola, peningkatan anggaran, serta penguatan kapasitas SDM di bidang geospasial. Salah satu solusi cepat yang diusulkan adalah pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Informasi Geospasial guna mengatasi hambatan ruang yang selama ini mengganggu upaya perwujudan kemakmuran masyarakat Indonesia.

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Kesiapan Indonesia dalam Pemanfaatan Deep Seabed Mining di NRGS Talk Episode 2

Berita Rabu, 8 April 2026

Yogyakarta, 8 April 2026 – I Made Andi Arsana, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), menjadi narasumber dalam Podcast NRGS Talk Episode 2 yang mengangkat tema “Indonesia dan Kesiapan Menuju Pemanfaatan Deep Seabed Mining”. Podcast ini merupakan bagian dari seri diskusi yang diselenggarakan oleh Natural Resources Governance Studies.

Dalam episode bertajuk “Mineral dari Samudra: Masa Depan Energi dan Teknologi”, Dr. I Made Andi Arsana membahas secara komprehensif potensi besar sumber daya mineral laut Indonesia, serta tantangan dalam mengoptimalkan pemanfaatannya. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki landasan historis dan hukum yang kuat atas sumber daya kelautannya. Namun demikian, menurut beliau, kepemilikan hak tersebut saja belum cukup untuk menjamin terwujudnya manfaat ekonomi dan strategis secara nyata.

Dalam diskusi tersebut, I Made Andi Arsana menekankan tiga pilar utama yang perlu dibangun Indonesia agar mampu mengelola potensi deep seabed mining secara optimal, yaitu penguatan regulasi yang komprehensif, penguasaan teknologi yang memadai, serta pengembangan kerja sama global yang strategis. Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek kedaulatan negara dan keterbukaan terhadap kolaborasi internasional, khususnya dalam menghadapi kompleksitas eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral di dasar laut yang membutuhkan teknologi tinggi serta investasi besar.

Podcast ini memberikan wawasan mendalam mengenai arah kebijakan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi masa depan energi berbasis sumber daya laut, sekaligus menjadi ruang diskusi akademik yang relevan dengan isu global di bidang geospasial, kelautan, dan tata kelola sumber daya alam. Masyarakat dan sivitas akademika dapat menyaksikan diskusi lengkap tersebut melalui kanal resmi YouTube berikut: Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman publik terhadap potensi dan tantangan pengelolaan sumber daya laut Indonesia semakin meningkat, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Kolaborasi Peneliti UGM dan BIG Optimalkan Pemodelan Geoid Kalimantan Timur

BeritaPenelitian Rabu, 1 April 2026

Peneliti dari Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Direktorat Sistem Referensi Geospasial Badan Informasi Geospasial (BIG), Sukma Nur Oktavia dan Leni Sophia Heliani, secara resmi mempublikasikan riset strategis dalam jurnal internasional Geodesy and Cartography (Volume 52, Issue 1, 2026). Artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tanggal 31 Maret 2026 ini merupakan manifestasi kolaborasi erat antara akademisi dan praktisi pemerintah untuk menyediakan fondasi data geospasial yang akurat bagi wilayah pusat pertumbuhan baru Indonesia di Kalimantan Timur.

Intisari dari penelitian ini adalah penentuan model geoid gravimetrik lokal untuk wilayah Kalimantan Timur—lokasi berdirinya Ibu Kota Nusantara (IKN)—dengan mengimplementasikan metode KTH (Kungliga Tekniska Högskolan). Studi ini mensinergikan berbagai sumber data kompleks, meliputi data gravitasi udara (airborne gravity), gravitasi terrestrial, data anomali laut DTU17, model gravitasi global EGM2008, serta data topografi SRTM15+. Hasil riset berhasil merumuskan model geoid dengan tingkat presisi tinggi yang memiliki standar deviasi sebesar 0,177 meter, memberikan standar akurasi baru dalam penentuan tinggi fisik yang sangat krusial untuk proyek keteknikan dan konstruksi di wilayah tersebut.

Secara strategis, temuan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pemodelan geoid yang presisi secara langsung mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, karena ketersediaan referensi ketinggian yang akurat merupakan syarat mutlak dalam pembangunan infrastruktur perkotaan yang modern dan tahan lama di IKN. Selain itu, riset ini memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang membuktikan bahwa sinergi teknis antara lembaga pemerintah Indonesia dan universitas mampu menghasilkan inovasi geospasial yang esensial bagi kemajuan pembangunan nasional.

Link artikel: https://doi.org/10.3846/gac.2026.21948

CESASS Talk UGM Bahas Batas Maritim dan Kolaborasi ASEAN di Era Tanpa Batas

Berita Selasa, 31 Maret 2026

Yogyakarta, 31 Maret 2026 — Center for Southeast Asian Studies (CESASS) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar forum diskusi melalui program CESASS Talk #53. Kegiatan ini mengangkat tema “Talking Borders in a Borderless ASEAN” yang menyoroti isu batas maritim dan kerja sama regional. Forum ini terbuka bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, hingga praktisi yang tertarik pada dinamika kawasan ASEAN.

Diskusi ini menghadirkan I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D. sebagai pembicara utama dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, UGM. Ia membahas berbagai aspek terkait batas maritim, tata kelola laut, serta pentingnya kerja sama regional dalam mengelola sumber daya laut. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif mengenai batas wilayah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kawasan.

Dalam pemaparannya, Andi menekankan bahwa konsep “tanpa batas” dalam ASEAN bukan berarti menghilangkan batas negara, melainkan memperkuat kolaborasi lintas negara. Ia menjelaskan bahwa kerja sama regional dapat mendorong pengelolaan wilayah laut yang lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan berbasis data geospasial dinilai penting dalam mendukung pengambilan keputusan di sektor kelautan.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Randy Wirasta Nandyatama, S.IP., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Hubungan Internasional UGM. Ia memandu jalannya diskusi dengan mengangkat berbagai isu strategis yang relevan dengan kondisi kawasan saat ini. Interaksi antara moderator dan pembicara membuat diskusi berlangsung dinamis dan mudah dipahami oleh peserta.

CESASS Talk #53 diselenggarakan secara hybrid, memungkinkan peserta untuk mengikuti kegiatan baik secara langsung maupun daring. Sesi luring berlangsung di Indonesia Room, CESASS UGM, sementara peserta daring bergabung melalui platform Zoom. Format ini memberikan fleksibilitas bagi peserta dari berbagai lokasi untuk tetap terlibat dalam diskusi.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait implementasi kerja sama regional serta tantangan dalam pengelolaan batas maritim. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap isu kelautan dan hubungan internasional di kawasan ASEAN.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkaya pemahaman peserta mengenai dinamika batas wilayah dan kerja sama regional. Selain itu, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan baru dalam pengelolaan sumber daya laut. Dengan diskusi yang berkelanjutan, kontribusi akademisi dalam isu strategis kawasan diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, isu batas maritim dan tata kelola laut diperkirakan akan semakin kompleks seiring dengan perkembangan geopolitik dan ekonomi kawasan. Oleh karena itu, kolaborasi antarnegara dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan tersebut. Program seperti CESASS Talk dinilai strategis dalam membangun pemahaman bersama di tingkat regional.

Dukung Re-desain Masterplan, Departemen Teknik Geodesi Serahkan Peta Topografi Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang

Berita Senin, 16 Maret 2026

Departemen Teknik Geodesi secara resmi menyerahkan hasil Program Hibah Pengabdian Masyarakat berupa Peta Topografi Kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Karang Pramuka Kaliurang, Kecamatan Pakem, Sleman pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., dengan melibatkan kolaborasi intensif antara dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan. Penyerahan data spasial ini merupakan langkah krusial dalam mendukung rencana Kwartir Daerah (Kwarda) DIY untuk menyusun ulang rencana pemanfaatan kawasan tersebut. Mengingat masterplan lama yang disusun pada tahun 2016 sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan saat ini, penyediaan peta topografi yang akurat menjadi fondasi utama bagi penyusunan masterplan baru yang lebih modern dan fungsional.

Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh visi Kwarda DIY untuk mengoptimalkan kawasan Buper sebagai sarana pembinaan generasi muda melalui kepramukaan, sekaligus sebagai area pendidikan, sosial, rekreasi, dan penguatan ekonomi lokal bagi masyarakat luas. Keberhasilan penyusunan masterplan serupa pada Buper Taman Tunas Wiguna Babarsari tahun 2024 lalu menjadi acuan penting bahwa sinergi antara keahlian teknis dan kebutuhan lapangan sangat diperlukan. Melalui penerapan teknologi tepat guna dalam pemetaan topografi, tim Departemen Teknik Geodesi menyediakan data dasar yang detail untuk memastikan setiap jengkal lahan di Karang Pramuka Kaliurang dapat didesain secara optimal oleh para perencana wilayah dan arsitek.

Ditinjau dari perspektif global, kegiatan ini selaras dengan komitmen Center of Excellence pada bidang Hazard and Risk Management, khususnya dalam mitigasi bencana dan pengurangan risiko di kawasan pegunungan. Selain itu, program ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs 11 mengenai pengembangan permukiman yang berkelanjutan serta SDGs 17 melalui kemitraan strategis antara institusi pendidikan dan organisasi kepanduan. Dengan tersedianya data topografi terbaru ini, masyarakat diharapkan dapat memetik manfaat jangka panjang dari pengembangan kawasan Buper Karang Pramuka, baik sebagai destinasi pariwisata edukatif maupun pusat kegiatan sosial yang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal di wilayah Sleman.

Optimalkan Pelayanan Digital, Departemen Teknik Geodesi Serahkan Infografis Spasial Berbasis UAV ke Desa Beluk

Berita Senin, 9 Maret 2026

Departemen Teknik Geodesi secara resmi menyerahkan hasil Program Hibah Pengabdian Masyarakat kepada Pemerintah Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU., dengan melibatkan kolaborasi aktif dari unsur dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan Departemen Teknik Geodesi. Fokus utama dari pengabdian ini adalah pembuatan infografis berbasis peta desa yang disusun melalui hasil pemotretan udara menggunakan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret atas keterbatasan visualisasi data wilayah yang selama ini dialami oleh Desa Beluk dalam mengelola keterbukaan informasi publik.

Selama ini, meskipun Desa Beluk telah memiliki situs web resmi, fitur visual berbasis spasial yang menggambarkan struktur dan karakteristik wilayah belum tersedia secara optimal. Ketiadaan data dasar yang lengkap, seperti peta pembagian dusun, tata guna lahan, serta sebaran fasilitas umum, menyebabkan informasi yang ditampilkan bersifat umum dan kurang representatif. Melalui inisiatif yang dipimpin oleh Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa dan tim, teknologi tepat guna diterapkan untuk menghasilkan data spasial terkini yang akurat. Integrasi data hasil pemotretan UAV ke dalam platform digital desa ini bertujuan agar website desa tidak lagi terbatas pada urusan administratif, melainkan mampu mendukung perencanaan pembangunan, dokumentasi aset, hingga promosi potensi wilayah secara lebih efektif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Center of Excellence dalam mewujudkan lingkungan perdesaan yang berkelanjutan (Sustainable rural environment). Selain itu, sinergi antara tim akademisi dan perangkat desa ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan serta SDGs 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan diserahkannya hasil infografis ini, diharapkan aparat Desa Beluk dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi informasi melalui visualisasi wilayah yang modern dan informatif bagi seluruh masyarakat luas.

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Kembangkan Pendekatan Visual Analytics untuk Perencanaan Transisi Energi

BeritaPenelitian Minggu, 8 Maret 2026

Yogyakarta, 8 Maret 2026 – Dany Puguh Laksono, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional berjudul Steering the Transition: A Visual Analytics Approach to Interactive Energy Scenario Modeling. Publikasi ini ditulis bersama Radu Jianu dan Aidan Slingsby dari City St George’s, University of London. Artikel ini tersedia sebagai preprint dan dapat diakses melalui DOI berikut:
https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.6346940

Penelitian ini mengangkat tantangan dalam perencanaan transisi menuju net-zero emissions, khususnya dalam konteks pengambilan keputusan kebijakan energi yang kompleks dan multidimensi. Selama ini, model komputasi skala besar sering kali bersifat black-box, sehingga kurang mampu mengakomodasi kebutuhan transparansi, fleksibilitas, serta proses negosiasi dalam perumusan kebijakan publik. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan pendekatan visual analytics berbasis human-in-the-loop, yang mengintegrasikan kemampuan analitik komputasi dengan penilaian manusia dalam proses perencanaan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan perencana energi untuk secara interaktif menyusun, mengevaluasi, dan membandingkan berbagai skenario dekarbonisasi.

Pendekatan ini menawarkan tiga kontribusi utama. Pertama, kerangka visual multi-skala yang memanfaatkan desain glyph untuk merepresentasikan data multivariat dan temporal secara konsisten dalam berbagai skala geografis. Kedua, modular scenario builder yang memungkinkan perencanaan dilakukan secara bertahap melalui komponen-komponen yang lebih sederhana dan mudah dibandingkan. Ketiga, alur kerja human-in-the-loop yang terintegrasi, sehingga pengguna dapat berpindah secara dinamis antara eksplorasi data, simulasi, dan evaluasi strategi secara real-time. Selain itu, sistem ini mengusung pendekatan Filter–Prioritize–Upgrade yang membantu perencana dalam mengidentifikasi kelompok prioritas, menyusun intervensi, serta mengevaluasi dampaknya terhadap target dekarbonisasi. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan menjadi lebih transparan, adaptif, dan berbasis bukti. Kontribusi Dany Puguh Laksono dalam penelitian ini menunjukkan peran aktif akademisi Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan metode analisis geospasial dan visualisasi data untuk mendukung kebijakan energi berkelanjutan di tingkat global.

Link artikel: https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.6346940

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Literasi Digital dan Keaslian Skripsi dalam IG Live ESGI Dataset

Berita Minggu, 8 Maret 2026

Yogyakarta, 8 Maret 2026 – I Made Andi Arsana menjadi pembicara dalam kegiatan Instagram Live Series yang diselenggarakan oleh ESGI Dataset dengan tema “Human vs AI: Literasi Digital & Keaslian dalam Penulisan Skripsi dan Penelitian”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 16.00–17.00 WIB.

Diskusi ini mengangkat isu yang semakin relevan di kalangan mahasiswa, yakni penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan skripsi dan penelitian, serta tantangan dalam menjaga keaslian karya ilmiah. Dalam pemaparannya, I Made Andi Arsana memberikan berbagai panduan praktis terkait pemanfaatan AI secara bijak, etis, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.

Beliau menekankan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam proses penulisan, seperti untuk eksplorasi ide, penyusunan kerangka, hingga pengecekan bahasa. Namun demikian, penggunaan AI harus tetap disertai pemahaman kritis serta tanggung jawab penuh dari penulis, agar hasil karya tetap orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Selain itu, diskusi juga membahas berbagai tips dalam penyusunan skripsi, mulai dari penentuan topik, pengelolaan referensi, hingga strategi menjaga konsistensi dan kualitas penulisan. Materi yang disampaikan memberikan wawasan praktis yang relevan bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ainunnuril Amelia selaku Partnership & Community Officer ESGI Dataset, yang memandu jalannya diskusi secara interaktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami bagaimana memanfaatkan teknologi AI secara tepat dalam dunia akademik, tanpa mengabaikan prinsip kejujuran ilmiah. Diskusi ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi digital di kalangan mahasiswa, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Meet the Professor Bahas Perjalanan Akademik Internasional dari Indonesia hingga Malaysia

Berita Sabtu, 7 Maret 2026

Yogyakarta, 7 Maret 2026 — Program Meet the Professor kembali menghadirkan diskusi akademik yang mengangkat perjalanan karier di tingkat internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam membangun ruang dialog inspiratif bagi akademisi dan peneliti. Melalui forum ini, peserta diajak memahami dinamika serta tantangan dalam mengembangkan karier akademik lintas negara.

Pada edisi kali ini, program menghadirkan Ir. Dr.-Ing. Hendy Fitrian Suhandri sebagai narasumber utama. Ia merupakan akademisi yang saat ini berkarier di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Dalam diskusi tersebut, ia membagikan pengalaman perjalanan akademiknya yang dimulai dari Indonesia, kemudian melanjutkan studi di Jerman, hingga membangun karier di Malaysia.

Dr. Hendy menjelaskan bahwa perjalanan akademik internasional membutuhkan dedikasi, ketekunan, serta komitmen yang kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk adaptasi terhadap lingkungan baru dan sistem pendidikan yang berbeda. Namun demikian, pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran penting dalam membentuk perspektif global.

Selain itu, ia juga membagikan berbagai titik balik dalam perjalanan kariernya yang berperan dalam menentukan arah pengembangan akademiknya. Pengalaman studi di Jerman, khususnya di Institut für Navigation, Universität Stuttgart, menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan tersebut. Ia menekankan bahwa kesempatan belajar di luar negeri dapat membuka wawasan baru dan memperluas jejaring akademik.

Kegiatan ini dipandu oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menggali pengalaman narasumber serta mengarahkan diskusi agar relevan dengan kebutuhan peserta. Melalui forum ini, ia berharap dapat memberikan inspirasi bagi akademisi muda dalam merencanakan karier mereka.

Acara diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman praktis serta strategi dalam membangun karier akademik. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap topik pengembangan karier global.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi para peserta. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara. Dengan adanya diskusi seperti ini, peluang kolaborasi riset dan pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan semakin terbuka.

Ke depan, perjalanan akademik internasional akan semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Keterlibatan dalam jejaring global dapat memperkaya perspektif serta meningkatkan kualitas penelitian. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam mendukung ekosistem akademik yang berdaya saing global.

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Relasi Seni dan Agama dalam Kajian PSPSR UGM

Berita Jumat, 6 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026 – I Made Andi Arsana berpartisipasi dalam diskusi bertema krisis iklim Indonesia yang diselenggarakan oleh Madhava Group melalui kanal Spatial Highlights. Kegiatan ini dikemas dalam format podcast bertajuk “Krisis Iklim di Indonesia: Penjelasan Langsung dari Eks Kepala BMKG | LOKASI Episode 2”. Diskusi ini menghadirkan Dwikorita Karnawati, yang menjabat sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 2017–2025.

Dalam pembahasannya, disampaikan bahwa kenaikan suhu global yang awalnya relatif kecil kini telah mencapai hingga sekitar 3°C, yang berdampak signifikan terhadap sistem atmosfer dan lautan. Peningkatan suhu ini menyebabkan siklus hidrologi menjadi lebih intens, memicu terbentuknya awan hujan yang lebih masif, serta meningkatkan potensi terjadinya hujan ekstrem dan badai tropis.

Lebih lanjut, Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Melalui diskusi ini, I Made Andi Arsana turut memberikan perspektif dari sisi keilmuan geospasial, khususnya terkait pentingnya data dan analisis spasial dalam memahami serta memitigasi dampak perubahan iklim.

Masyarakat dapat menyaksikan diskusi lengkap tersebut melalui tautan berikut: Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap urgensi krisis iklim serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Indonesia.

1234…12

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global
  • Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”
  • Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial
  • Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY