Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs17
  • SDGs17
  • hal. 2
Arsip:

SDGs17

DTGD FT UGM dan SKALA Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026

BeritaPelatihan Senin, 15 Juni 2026

Yogyakarta, 8–12 Juni 2026 – Melalui kolaborasi bersama SKALA, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Training of Trainers: Perhitungan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026”. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 8–12 Juni 2026.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para trainer dalam memanfaatkan teknologi geospasial dan sistem informasi geografis (SIG) untuk mendukung perhitungan potensi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) berbasis data spasial. Melalui pelatihan ini, SKALA berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menyongsong transformasi digital. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan data pajak daerah yang lebih modern dan terintegrasi dengan teknologi pemetaan.

Pelatihan diikuti oleh 26 peserta yang berasal dari berbagai unit di lingkungan SKALA, diantaranya SKALA, Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Pemerintah Daerah Gianyar, Pemerintah Daerah Lombok Timur, Pemerintah Daerah Sragen, Pemerintah Daerah Papua Pegunungan, Pemerintah Daerah Papua Tengah, Pemerintah Daerah Aceh, Pemerintah Daerah Surakarta, Pemerintah Daerah Maluku, Pemerintah Daerah Kalimantan Utara, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Daerah Gorontalo, Pemerintah Daerah Probolinggo, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat.

Rangkaian pelatihan ini diikuti secara penuh oleh seluruh peserta dari awal hingga akhir. Suasana kelas berjalan interaktif, terutama saat memasuki sesi praktik pengolahan data spasial dan bedah studi kasus. Para peserta tampak aktif bertukar pikiran mengenai penerapan teknologi SIG untuk kebutuhan pemetaan objek pajak, integrasi data pertanahan, hingga strategi optimalisasi estimasi potensi PBB P2 di berbagai daerah.

Membuka jalannya pelatihan pada Senin, 8 Juni 2026, Prof. Trias dalam sambutannya menekankan urgensi integrasi data geospasial di sektor pemetaan wilayah. Menurutnya, aspek tersebut menjadi kunci utama dalam mendukung tata kelola perpajakan daerah yang tidak hanya akurat dan efisien, tetapi juga berbasis data.

Rangkaian pelatihan diisi oleh dosen-dosen DTGD FT UGM yang memberikan materi teoritis maupun praktik terkait pemanfaatan teknologi geospasial dalam penilaian dan estimasi PBB P2.

Pada hari pertama, Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc. mengawali sesi dengan memaparkan materi mengenai Pengantar dan Dasar-Dasar Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemaparan dilanjutkan oleh Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. yang mengulas materi terkait Perolehan Data Spasial untuk Prediksi Potensi Pajak PBB. Sebagai penutup hari pertama, Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. menyampaikan materi  mengenai Administrasi Pertanahan dan Penilaian PBB P2.

Memasuki hari kedua, peserta menerima pembekalan materi dari Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU. mengenai Pengolahan Data Spasial dengan Software Open-Source untuk Pemetaan dan Perhitungan Objek Pajak, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik bersama Krishna Duta Wibisono, S.T. Selanjutnya, Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU. yang membahas materi tentang Integrasi Data Spasial Terkini dengan Data Persil BPN untuk Pembuatan Peta Kerja Penilaian PBB-P2.

Hari ketiga dibuka terlebih dahulu dengan sesi praktik yang dipandu oleh Krishna Duta Wibisono, S.T.  Selanjutnya, Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU. membawakan materi mengenai Pengenalan Block Adjustment Bidang Tanah dengan PEREKAT, yang kemudian disusul sesi praktik oleh Miranty Noor Sulistyawati, S.T., M.Eng.

Pada hari keempat, Miranty Noor Sulistyawati, S.T., M.Eng. kembali membawakan sesi praktik yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi Penyusunan Peta ZNT oleh Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU. Peserta juga diberikan tugas mandiri dan studi kasus yang merangkum seluruh materi dari hari pertama hingga hari ketiga. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta benar-benar memahami sekaligus mampu mengaplikasikan teori dan praktik pengolahan data spasial dalam konteks perhitungan PBB P2.

Sementara itu, hari kelima diisi dengan sesi pembahasan hasil tugas, refleksi, serta diskusi evaluasi kegiatan. Pelatihan kemudian ditutup oleh Ketua Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam pidato penutupnya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen dan partisipasi aktif seluruh peserta sepanjang acara.

Prof. Trias berharap wawasan serta pengalaman yang didapatkan selama lima hari ini dapat segera diterapkan di lingkungan kerja masing-masing, sekaligus disebarluaskan ke instansi maupun pemerintah daerah terkait. Melalui inisiasi ini, DTGD FT UGM juga berharap sinergi antara akademisi dan jajaran pemerintahan dapat terus diperkuat guna mendorong sistem perpajakan daerah yang lebih modern, akurat, serta berbasis teknologi geospasial.

Dr. Ir. Bilal Ma’ruf Jalin Kolaborasi untuk Mendukung KKN-PPM UGM di Mentawai

Berita Senin, 15 Juni 2026

Yogyakarta, 15 Juni 2026 – Pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM 2026 di Kepulauan Mentawai mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebagai dosen pembimbing lapangan, Dr. Ir. Bilal Ma’ruf turut menginisiasi dan memperkuat kolaborasi dengan mitra eksternal guna mendukung kelancaran kegiatan pengabdian mahasiswa di wilayah tersebut.

Dalam rangka persiapan keberangkatan mahasiswa KKN-PPM UGM ke Kepulauan Mentawai, Dr. Bilal Ma’ruf menjalin kerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu menunjang berbagai kegiatan mahasiswa selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat di daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

KKN-PPM UGM di Kepulauan Mentawai merupakan salah satu program pengabdian yang bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi, pengembangan potensi lokal, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Dukungan dari berbagai mitra menjadi faktor penting dalam memastikan program dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Sebagai dosen pembimbing lapangan, Dr. Bilal Ma’ruf tidak hanya bertugas memberikan arahan akademik kepada mahasiswa, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi yang dapat memperkuat pelaksanaan program di lapangan. Upaya tersebut sejalan dengan semangat UGM untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Keterlibatan aktif sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM dalam pelaksanaan KKN-PPM menunjukkan komitmen departemen dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai bentuk kolaborasi dan inovasi, diharapkan program KKN-PPM UGM 2026 di Kepulauan Mentawai dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Departemen Teknik Geodesi FT UGM mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam persiapan dan pelaksanaan KKN-PPM UGM 2026. Semangat kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa.

Studi Baru NCKU dan UGM: Faktor Lingkungan Pemicu Kecelakaan Pejalan Kaki Berbeda di Setiap Kelompok Usia

BeritaPenelitian Senin, 8 Juni 2026

Yogyakarta, 8 Juni 2026,  Sebuah penelitian kolaboratif terbaru yang digawangi oleh peneliti dari National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Indonesia mengungkapkan bahwa faktor risiko kecelakaan yang dihadapi pejalan kaki di perkotaan sangat dipengaruhi oleh faktor usia dan persepsi lingkungan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal internasional Transport Policy (Elsevier) pada 8 Juni 2026 ini mengonfirmasi bahwa kebijakan keselamatan jalan raya tidak bisa disamaratakan bagi semua usia. Dipimpin oleh I Gede Brawiswa Putra, Pei-Fen Kuo, dan Febrian Fitryanik Susanta, riset ini menganalisis 11.220 data kecelakaan pejalan kaki di 223 persimpangan berlampu lalu lintas di Kota Taipei sepanjang periode 2015–2020.

Memadukan “Kamera Pintar” dan Persepsi Manusia

Berbeda dengan penelitian konvensional yang hanya melihat data fisik infrastruktur (seperti lebar trotoar atau rambu-rambu), studi ini memanfaatkan teknologi Street View Imagery (SVI) dan platform SVI Percept. Melalui pendekatan ini, tim peneliti berhasil mengukur elemen subjektif atau bagaimana manusia melihat dan merasakan lingkungan sekitarnya, meliputi lima indikator:

  • Kelayakan jalan kaki (walkability)
  • Keamanan yang dirasakan (perceived safety)
  • Keasrian kota (greenness)
  • Kenyamanan visual (pleasantness)
  • Kelayakan bersepeda (bikeability)

Data tersebut kemudian dipetakan secara spasial menggunakan metode statistik mutakhir Multiscale Geographically Weighted Negative Binomial Regression (MGWNBR) untuk melihat variasi risiko di tingkat lokal.

Beda Usia, Beda Pemicu Kecelakaan

Penelitian menemukan pola geografis dan infrastruktur yang sangat kontras di antara kelompok umur pejalan kaki:

1. Anak-anak dan Remaja

  • Anak-Anak (1–14 Tahun): Angka kecelakaan banyak terkonsentrasi di sekitar lingkungan sekolah, toko kelontong (convenience store), dan persimpangan dengan fase lampu lalu lintas yang rumit. Hal ini selaras dengan karakteristik anak-anak yang kemampuan kognitifnya masih berkembang dalam menilai kecepatan kendaraan.
  • Remaja (15–24 Tahun): Lebih banyak terlibat kecelakaan di kawasan komersial besar (seperti pusat perbelanjaan/department store) dan pusat transportasi umum seperti stasiun MRT. Kelompok ini memiliki mobilitas mandiri yang tinggi namun rentan terhadap perilaku berjalan yang terdistraksi (misalnya menggunakan ponsel).

2. Orang Dewasa dan Lansia

  • Dewasa (25–54 Tahun): Risiko kecelakaan erat kaitannya dengan lingkungan berorientasi ritel, penyedia jasa, serta fungsi kelayakan jalan kaki (walkability) umum.
  • Paruh Baya & Lansia (Di atas 55 Tahun): Kelompok usia lanjut menunjukkan sensitivitas yang sangat tinggi terhadap pengaturan waktu lampu lalu lintas, rasa aman lingkungan (perceived safety), wilayah pinggiran kota (suburban), serta kepadatan lalu lintas sepeda motor.

“Bagi lansia, kenyamanan subjektif dan kejelasan visual jalan sangat memengaruhi keputusan mereka saat menyeberang. Adanya arus sepeda motor yang padat dan cepat di persimpangan menjadi tantangan besar mengingat kecepatan jalan dan respons fisik lansia yang cenderung menurun,” tulis tim peneliti dalam laporannya.

Rekomendasi Kebijakan Tata Kota yang Responsif Usia

Melalui temuan ini, para peneliti menekankan pentingnya desain kota yang humanis dan sensitif terhadap perbedaan usia. Kebijakan keselamatan jalan tidak lagi efektif jika hanya mengandalkan satu aturan seragam untuk seluruh wilayah kota.

Area di sekitar sekolah membutuhkan penyederhanaan fase lampu lalu lintas dan zona selamat sekolah. Sementara itu, kawasan yang ramah terhadap lansia memerlukan perpanjangan durasi hijau bagi penyeberang jalan, infrastruktur penyeberangan yang ramah fisik, serta manajemen khusus pada persimpangan yang padat kendaraan roda dua.

Sumber : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0967070X26002453

ANALISIS DAN PENGEMBANGAN MODEL GEOID REGIONAL BERBASIS DATA AIRBORNE GRAVITY: KONTRIBUSI KOLABORATIF UGM, BIG, DAN PENELITI TAIWAN DALAM GEODESI MODERN

BeritaPenelitian Jumat, 29 Mei 2026

YOGYAKARTA, Mei 2026— Dalam rangka akselerasi penyediaan jaring kontrol geodesi vertikal yang presisi di Indonesia, sebuah riset kolaboratif berskala internasional berhasil mempublikasikan metodologi mutakhir dalam pemodelan geoid regional. Penelitian ilmiah ini mengintegrasikan data gravitasi udara (airborne gravity) hasil kerja sama lintas institusi antara Badan Informasi Geospasial (BIG), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta institusi akademik dan riset terkemuka di Taiwan dan Denmark.

Studi komprehensif ini digawangi oleh Prof. Leni Sophia Heliani dari Departemen Teknik Geodesi UGM, Arisauna Maulidyan Pahlevi dari BIG, serta jajaran pakar geodesi dari Taiwan, yakni Hsuan-Chang Shih, Yu-Shen Hsiao, dan Cheinway Hwang. Keberhasilan penelitian ini juga didukung secara fundamental oleh ketersediaan basis data spasial hasil survei airborne gravity kolektif yang melibatkan BIG, Technical University of Denmark (DTU), serta tim riset gravitasi dari National Chiao Tung University (NCTU) Taiwan.

Secara akademis, artikel ilmiah yang mendokumentasikan temuan ini telah resmi dirilis secara daring pada tanggal 2 Desember 2025 dan dialokasikan untuk volume publikasi tahun 2026 (2026, 37:1). Guna menjamin diseminasi ilmu pengetahuan secara global, artikel ini mengadopsi skema publikasi Open Access langsung sejak tanggal peluncurannya di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hal ini memungkinkan komunitas akademik dan praktisi geospasial internasional untuk menelaah secara kritis, mereplikasi, serta mengembangkan metodologi yang dipaparkan tanpa hambatan aksesibilitas literatur.

Reduksi Derau dan Integrasi Data Gravitasi

Fokus utama dari penelitian ini adalah mengatasi tantangan klasik dalam pemodelan geoid regional di wilayah kepulauan seperti Indonesia, dimana variasi topografi yang ekstrem dan keterbatasan data gravitasi terestrial sering kali menjadi batasan utama. Penggunaan data airborne gravity menjadi solusi krusial karena mampu menjembatani gap data antara wilayah daratan dan lautan secara kontinu.

Secara metodologis, riset ini menyoroti teknik penyelarasan dan reduksi derau (noise filtering) pada data densitas tinggi hasil survei udara yang diintegrasikan dengan model gravitasi global (GGM). Kolaborasi ini berhasil merumuskan pendekatan koreksi medan digital (terrain correction) yang lebih adaptif terhadap karakteristik pemanjangan gelombang spasial di wilayah ekuator. Sinergi data antara BIG, DTU, dan NCTU terbukti mampu mereduksi ketidakpastian (uncertainty) dalam estimasi anomali gravitasi, yang pada gilirannya meningkatkan ketelitian geoid regional secara signifikan.

Implikasi Akademis dan Praktis bagi Geodesi Nasional

Secara akademis, publikasi ini memperkaya khazanah literatur mengenai penerapan teori sferoid dalam geodesi fisik, khususnya pada optimalisasi transformasi tinggi orthometrik dari pengukuran berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS). Bagi Indonesia, kontribusi Prof. Leni beserta tim peneliti ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi untuk mendukung implementasi Sistem Referensi Geospasial Nasional (SRGN).

Dengan model geoid yang lebih presisi, proses penentuan tinggi seketika (real-time leveling) menggunakan GPS/GNSS dapat dilakukan dengan tingkat akurasi mencapai skala sentimeter. Implikasi praktisnya akan dirasakan langsung pada efisiensi pemetaan tata ruang, perencanaan infrastruktur skala besar, pemantauan kenaikan permukaan air laut, hingga mitigasi bencana geodetik seperti amblesan tanah (land subsidence). Keberhasilan publikasi transnasional ini menegaskan posisi akademisi Indonesia di garda depan riset geodetik global melalui kemitraan strategis yang solid.

Sumber : https://link.springer.com/article/10.1007/s44195-025-00119-4

DTGD FT UGM dan DJPK Kemenkeu RI Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026

BeritaLatihanPelatihan Jumat, 22 Mei 2026

Yogyakarta, 18–22 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) bekerja sama dengan Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Training of Trainers: Perhitungan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026”. Pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 18–22 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para trainer dalam memanfaatkan teknologi geospasial dan sistem informasi geografis (SIG) untuk mendukung perhitungan potensi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) berbasis data spasial. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Keuangan dalam menghadapi transformasi digital pengelolaan data pajak daerah yang semakin terintegrasi dengan teknologi geospasial.

Pelatihan diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari berbagai unit di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, di antaranya Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Sekretariat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Pembiayaan dan Perekonomian Daerah, Direktorat Penilaian pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Dana Transfer Khusus, serta Direktorat Sistem Perimbangan Keuangan.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan secara penuh dari hari pertama hingga hari terakhir. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi praktik pengolahan data spasial dan diskusi studi kasus. Para peserta aktif berdiskusi mengenai implementasi teknologi SIG untuk mendukung pemetaan objek pajak, integrasi data pertanahan, serta optimalisasi estimasi potensi PBB P2 di berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan dibuka pada Senin, 18 Mei 2026, oleh Sekretaris Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Dr. Ir. Dwi Lestari, S.T., M.E., IPM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pemanfaatan data geospasial dalam mendukung tata kelola perpajakan daerah yang lebih akurat, efisien, dan berbasis data.

Rangkaian pelatihan diisi oleh dosen-dosen DTGD FT UGM yang memberikan materi teoritis maupun praktik terkait pemanfaatan teknologi geospasial dalam penilaian dan estimasi PBB P2.

Pada hari pertama, Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc. menyampaikan materi mengenai Pengantar dan Dasar-Dasar Sistem Informasi Geografis (SIG). Selanjutnya, Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. memberikan materi terkait Perolehan Data Spasial untuk Prediksi Potensi Pajak PBB. Hari pertama ditutup oleh Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dengan materi mengenai Administrasi Pertanahan dan Penilaian PBB P2.

Pada hari kedua, peserta memperoleh materi dari Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU. mengenai Pengolahan Data Spasial dengan Software Open-Source untuk Pemetaan dan Perhitungan Objek Pajak, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik oleh Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. Selanjutnya, Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU. menyampaikan materi tentang Integrasi Data Spasial Terkini dengan Data Persil BPN untuk Pembuatan Peta Kerja Penilaian PBB-P2.

Hari ketiga diisi oleh Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU. yang membawakan materi mengenai Pengenalan Block Adjustment Bidang Tanah dengan PEREKAT, dilanjutkan dengan sesi praktik oleh Miranty Noor Sulistyawati, S.T., M.Eng.

Pada hari keempat, peserta diberikan tugas mandiri dan studi kasus yang merangkum seluruh materi dari hari pertama hingga hari ketiga. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta memahami dan mampu mengimplementasikan teori maupun praktik pengolahan data spasial dalam konteks perhitungan PBB P2.

Sementara itu, hari kelima diisi dengan sesi pembahasan hasil tugas, refleksi pelatihan, serta diskusi evaluasi kegiatan. Pelatihan kemudian ditutup oleh Ketua Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta selama pelatihan berlangsung.

Prof. Trias berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan di lingkungan kerja masing-masing serta disebarluaskan kepada instansi maupun pemerintah daerah terkait. Melalui pelatihan ini, DTGD FT UGM juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dapat terus diperkuat dalam mendukung pengembangan sistem perpajakan daerah yang lebih modern, akurat, dan berbasis teknologi geospasial.

Kuliah Umum Pak Wamenlu RI

Dari Diplomasi hingga Geopolitik Dunia: Wakil Menteri Luar Negeri RI Mengisi Kuliah Umum di Teknik Geodesi UGM

BeritaKuliah Umum Jumat, 22 Mei 2026

Yogyakarta, 22 Mei 2026 – Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Duta Besar Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M., memberikan kuliah umum di Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Kuliah umum ini mengangkat tema “Diplomasi Indonesia dalam Peta Geopolitik Global”, sebuah isu yang semakin relevan di tengah dinamika politik internasional, persaingan ekonomi global, konflik geopolitik antarnegara, serta perkembangan teknologi yang memengaruhi hubungan internasional dan posisi strategis Indonesia di dunia. Kuliah umum ini terbuka bagi seluruh mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor di DTGD FT UGM, serta diwajibkan bagi mahasiswa pada mata kuliah Pengelolaan Wilayah Pesisir, Bahasa Indonesia, dan Penetapan dan Penegasan Batas Laut. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang III.4 Lantai 3 DTGD FT UGM.

Antusiasme mahasiswa terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sekitar 200 peserta hadir memadati ruang perkuliahan III.4 hingga seluruh kapasitas ruangan terisi penuh. Selain mahasiswa Teknik Geodesi, kuliah umum ini juga dihadiri mahasiswa dari berbagai program studi lain di Fakultas Teknik UGM, seperti Teknik Fisika dan Pembangunan Wilayah, serta mahasiswa internasional asal Filipina.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI atas kesediaannya hadir untuk memberikan kuliah umum di DTGD FT UGM. Dalam sambutannya, Prof. Selo menekankan pentingnya diplomasi dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional, termasuk dalam membangun kolaborasi global di bidang pendidikan, penelitian, dan teknologi. Menurut beliau, kerja sama internasional yang kuat tidak dapat dilepaskan dari kemampuan diplomasi yang baik. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami dinamika geopolitik dunia agar mampu berkontribusi dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Kuliah umum dimoderatori oleh Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D. Dalam pengantarnya, beliau memperkenalkan Duta Besar Arif Havas Oegroseno sebagai salah satu diplomat senior Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi internasional, termasuk keterlibatannya dalam berbagai forum strategis terkait hukum laut dan hubungan internasional. Selain aktif sebagai diplomat, beliau juga dikenal sebagai penulis dan pemikir di bidang geopolitik dan diplomasi.

Dalam paparannya, Duta Besar Arif Havas Oegroseno mengawali kuliah umum dengan sesi interaktif bersama mahasiswa. Beliau menggali pemikiran mahasiswa mengenai prinsip politik luar negeri Indonesia, perkembangan teknologi global, kawasan-kawasan strategis yang terdampak konflik geopolitik, serta kontribusi generasi muda dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Pembahasan kuliah umum dibagi menjadi tiga fase perkembangan politik luar negeri Indonesia, yaitu politik bebas aktif pada awal kemerdekaan hingga 1960-an, politik bebas aktif pada masa Cold War (1960-an–1992), serta politik bebas aktif pada era geopolitical chaos pasca-Cold War. Melalui penjelasan yang sistematis dan mendalam, beliau memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mengenai perkembangan strategi diplomasi Indonesia dari masa ke masa. Beliau menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip “bebas aktif” bukan berarti bersikap netral tanpa posisi. Sebaliknya, bebas aktif merupakan bentuk sikap politik Indonesia yang tidak berpihak pada kekuatan besar tertentu, namun tetap aktif dalam membangun perdamaian dunia dan membentuk tatanan internasional yang adil.

Kuliah Umum Pak Wamenlu RI

Selain itu, Wakil Menteri juga menjelaskan kondisi geopolitik global saat ini, termasuk persaingan geopolitik di berbagai kawasan dunia dan bagaimana teknologi, ekonomi, energi, hingga rantai pasok global dapat menjadi instrumen strategis antarnegara. Beliau turut memaparkan berbagai strategi Indonesia dalam menghadapi tantangan global, seperti penguatan kerja sama internasional di bidang energi, semikonduktor, mineral kritis, serta sektor-sektor strategis lainnya. Dalam pemaparannya, beliau juga menekankan pentingnya peran generasi muda terdidik dalam menjaga persatuan bangsa dan memperkuat posisi Indonesia di masa depan. Menurutnya, semangat persatuan dan visi kebangsaan yang pernah ditunjukkan para founding fathers pada tahun 1928 perlu terus diwariskan kepada generasi muda saat ini. Di akhir pemaparannya, beliau menegaskan bahwa salah satu tantangan utama Indonesia ke depan adalah mewujudkan kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi kekuatan nasional di tengah ketidakpastian global.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat aktif. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait kondisi geopolitik global dan posisi Indonesia saat ini, mulai dari isu inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, konflik internasional, hingga strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas bidang STEM di Indonesia. Selain itu, mahasiswa juga menanyakan kontribusi ilmu geodesi dan geospasial dalam mendukung diplomasi, pengelolaan wilayah, dan kepentingan strategis nasional. Kuliah umum ditutup dengan harapan dari Wakil Menteri Luar Negeri RI agar ke depan dapat terjalin kerja sama dan kolaborasi lebih lanjut antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dengan Universitas Gadjah Mada, khususnya Departemen Teknik Geodesi, dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan kontribusi Indonesia di tingkat global.

Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia

BeritaKuliah Umum Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta, 8 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi (DTGD) UGM menggelar kuliah tamu bertajuk “Membangun Kadaster Lengkap Indonesia” pada Jumat, 8 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang 1 Lantai 3 Gedung DTGD ini menghadirkan Dr. Ir. Dwi Budi Martono IPU. sebagai dosen tamu. Agenda ini terbuka bagi seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3, serta turut mengundang para praktisi di bidang pertanahan.

Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa kadaster lengkap merupakan kunci utama dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini dikarenakan sistem tersebut menyediakan data pertanahan yang akurat dan terintegrasi, mencakup kejelasan hak kepemilikan, penggunaan lahan, hingga batas bidang tanah. Data yang komprehensif ini dinilai mampu memberikan kepastian hukum, menekan angka konflik pertanahan, dan memastikan perencanaan pembangunan berjalan lebih efektif.

Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi sistem untuk menyinkronkan data kepemilikan dengan tata ruang, perpajakan, infrastruktur, hingga isu lingkungan. Dengan data yang saling terhubung, pengambilan kebijakan negara dapat dilakukan secara lebih tepat dan efisien. Relevansi pentingnya pemetaan ini pun merujuk pada pandangan Napoleon Bonaparte yang menyebutkan bahwa pemetaan pertanahan yang lengkap adalah dasar utama untuk membangun negara yang kuat. Hal tersebut menegaskan bahwa informasi pertanahan merupakan fondasi vital bagi administrasi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat luas.

Akselerasi Pemetaan Digital Era Inovasi: Teknik Geodesi UGM Evaluasi Akurasi Geospasial Teknologi 3D Gaussian Splatting Berbasis Video UAV

BeritaPenelitian Rabu, 6 Mei 2026

Yogyakarta, 6 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat posisinya di garda terdepan inovasi teknologi geoinformatika global. Melalui kolaborasi riset internasional terbarunya yang dipublikasikan secara resmi pada 5 Mei 2026 di jurnal bereputasi International Journal of Image and Data Fusion (Taylor & Francis) , pakar Geodesi UGM berhasil memetakan potensi dan mengevaluasi akurasi teknologi pemetaan tiga dimensi (3D) masa depan menggunakan kecerdasan artifisial.

Riset mutakhir yang bertajuk “Geospatial accuracy evaluation of a 3D Gaussian Splatting reconstruction from UAV video with GNSS metadata synchronisation” ini melibatkan salah satu akademisi andalan Teknik Geodesi UGM, Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU, bekerja sama dengan tim peneliti Departemen Teknik Geomatika ITS (Helmy Mukti Wijaya, Hepi Hapsari Handayani, dan Teguh Hariyanto).

Mendobrak Batas Pemetaan Tradisional Aktivitas ilmiah ini berfokus pada evaluasi ketat terhadap teknologi 3D Gaussian Splatting (GS)—sebuah terobosan dalam machine learning yang mampu merekonstruksi objek atau wilayah secara real-time ke dalam model visual 3D yang sangat realistis (photorealistic) langsung dari rekaman video udara (Unmanned Aerial Vehicle/UAV atau drone).

Selama ini, pembuatan model digital kembar (digital twin) dan perencanaan kota menggunakan fotogrametri konvensional memakan waktu komputasi yang sangat lama dan membebani perangkat keras. Riset tim Geodesi UGM bersama mitranya ini menguji metode GS yang terintegrasi langsung dengan sinkronisasi metadata navigasi satelit (GNSS/GPS) untuk mempercepat proses pemetaan lapangan secara radikal.

Capaian Prestasi Akurasi Tingkat Milimeter Dalam eksperimennya, tim peneliti mengekstrak video udara beresolusi 4K dengan overlap antarfoto mencapai lebih dari 84% , lalu mengujinya menggunakan skenario optimasi super padat hingga 150.000 iterasi—melampaui standar riset global yang umumnya hanya berhenti di 30.000 iterasi.

Hasil evaluasi geometris yang dicapai sangat mengagumkan dan menorehkan standar baru:

  • Konsistensi Struktural Tingkat Milimeter: Model GS berhasil mencatatkan nilai kesalahan geometris Root Mean Square Error (ICP RMS) sebesar 0,0048 meter (4,8 mm), yang berarti model 3D ini memiliki presisi bentuk setara dengan metode fotogrametri klasik.
  • Keandalan Visual (Fidelity): Nilai indeks kemiripan struktural (Structural Similarity Index Measure/SSIM) melonjak tajam melebihi 0,92 dan Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) berada di atas 30 dB, membuktikan visualisasi model digital yang dihasilkan hampir identik sempurna dengan visual asli di dunia nyata.
  • Akurasi Geospasial Mutlak: Tanpa menggunakan tanda target di lapangan (Ground Control Points), model 3D yang berorientasi langsung pada koordinat bumi ini menghasilkan akurasi vertikal (tinggi objek) yang sangat kuat dengan nilai $LE90 = 0,56\text{ meter}$.

Solusi untuk Manajemen Tanggap Darurat Bencana Prestasi riset ini memberikan dampak solutif yang nyata bagi perkembangan metodologi pemetaan di Indonesia. Melalui teknologi 3D Gaussian Splatting yang berhasil dievaluasi oleh tim Geodesi UGM ini, proses rekonstruksi area terdampak bencana atau survei wilayah perkotaan padat dapat diselesaikan jauh lebih cepat tanpa kehilangan kestabilan geometris objek.

Keberhasilan publikasi di bulan Mei 2026 ini mempertegas komitmen Departemen Teknik Geodesi UGM untuk terus menghasilkan riset aplikatif berbasis teknologi mutakhir demi mendukung digitalisasi spasial, pembangunan infrastruktur pintar, serta manajemen tanggap darurat nasional di masa depan.

Sumber : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/19479832.2026.2661679

Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional

Berita Kamis, 30 April 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengembangan infrastruktur data nasional melalui partisipasi dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peta Dasar Sebagai Pilar Kedaulatan Data Geospasial Nasional” yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada hari Kamis, 30 April 2026. Acara ini menjadi momentum krusial bagi berbagai instansi dari seluruh Indonesia untuk menyatukan visi dalam memperkuat kemandirian data spasial demi kepentingan negara. Kehadiran perwakilan dari Departemen Teknik Geodesi UGM, yaitu Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam merumuskan standar pemetaan yang akurat dan kredibel.

Diskusi dalam forum tersebut menyoroti bahwa peta dasar bukan sekadar data teknis, melainkan fondasi utama bagi kedaulatan informasi yang mendukung berbagai kebijakan strategis di tingkat pusat maupun daerah. Dengan sinergi yang terjalin antar instansi, diharapkan pengelolaan data geospasial nasional ke depan dapat lebih terintegrasi sehingga mampu meminimalisir tumpang tindih pemanfaatan lahan. Keterlibatan pakar dari UGM dalam agenda ini memberikan bobot ilmiah yang signifikan, terutama dalam memastikan bahwa aspek teknis geodetis tetap menjadi acuan utama dalam menjaga kualitas data yang akan digunakan untuk perencanaan pembangunan jangka panjang.

Secara komprehensif, kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Peta dasar yang kuat menjadi prasyarat mutlak dalam merancang tata ruang yang tangguh terhadap bencana serta mendukung pertumbuhan wilayah yang terukur. Melalui kemitraan lintas sektoral yang diinisiasi dalam FGD ini, integrasi data geospasial diharapkan dapat mempercepat tercapainya target pembangunan global yang inklusif, inovatif, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

Gunungkidul, 30 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian terkait pemantauan kelembapan tanah di kawasan rawan longsor di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. dari UGM dan melibatkan Prof. Buldan Muslim dari BRIN. Fokus utama riset adalah pemanfaatan metode GNSS-IR (Global Navigation Satellite System – Interferometric Reflectometry) untuk mengukur kelembapan tanah secara non-invasif, khususnya pada area dengan potensi longsor tinggi.

Metode GNSS-IR memanfaatkan sinyal satelit yang dipantulkan dari permukaan tanah untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik fisik, termasuk tingkat kelembapan. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu memberikan data kontinu tanpa perlu pemasangan sensor langsung di dalam tanah, sehingga lebih aman dan efisien untuk wilayah dengan kondisi geologi yang rentan.

Menurut Prof. Nurrohmat Widjajanti, penelitian ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologi geodesi modern. “Kelembapan tanah merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kestabilan lereng. Dengan GNSS-IR, kita dapat memperoleh informasi yang lebih detail dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana longsor,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Buldan Muslim dari BRIN menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat integrasi riset nasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan. “Pengembangan metode seperti GNSS-IR membuka peluang besar untuk sistem peringatan dini yang lebih akurat dan berbasis data,” jelasnya.

Gunungkidul dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik geologi yang kompleks serta sejumlah titik rawan longsor, terutama pada musim hujan. Data yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi risiko bencana serta pengembangan sistem peringatan dini longsor di Indonesia. Kolaborasi antara UGM dan BRIN ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis sains dan teknologi.

1234…14

Agenda

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Berita Terakhir

  • Dosen Teknik Geodesi UGM Presentasikan Penelitian pada XXV ISPRS Congress 2026 di Toronto
  • Pelatihan Pembuatan Model 3D LOD 3 Resmi Dibuka di Departemen Teknik Geodesi FT UGM
  • Prestasi Membanggakan, Sivitas Akademika Departemen Teknik Geodesi UGM Raih Tiga Penghargaan pada GEOICON 2026
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Presentasikan Delapan Penelitian pada GEOICON 2026 di Surabaya
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Lepas Lulusan Magister Geomatika Periode IV T.A. 2025/2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY