Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs17
  • SDGs17
Arsip:

SDGs17

DTGD FT UGM dan DJPK Kemenkeu RI Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026

BeritaLatihanPelatihan Jumat, 22 Mei 2026

Yogyakarta, 18–22 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) bekerja sama dengan Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Training of Trainers: Perhitungan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026”. Pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 18–22 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para trainer dalam memanfaatkan teknologi geospasial dan sistem informasi geografis (SIG) untuk mendukung perhitungan potensi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) berbasis data spasial. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Keuangan dalam menghadapi transformasi digital pengelolaan data pajak daerah yang semakin terintegrasi dengan teknologi geospasial.

Pelatihan diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari berbagai unit di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, di antaranya Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Sekretariat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Pembiayaan dan Perekonomian Daerah, Direktorat Penilaian pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Dana Transfer Khusus, serta Direktorat Sistem Perimbangan Keuangan.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan secara penuh dari hari pertama hingga hari terakhir. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi praktik pengolahan data spasial dan diskusi studi kasus. Para peserta aktif berdiskusi mengenai implementasi teknologi SIG untuk mendukung pemetaan objek pajak, integrasi data pertanahan, serta optimalisasi estimasi potensi PBB P2 di berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan dibuka pada Senin, 18 Mei 2026, oleh Sekretaris Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Dr. Ir. Dwi Lestari, S.T., M.E., IPM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pemanfaatan data geospasial dalam mendukung tata kelola perpajakan daerah yang lebih akurat, efisien, dan berbasis data.

Rangkaian pelatihan diisi oleh dosen-dosen DTGD FT UGM yang memberikan materi teoritis maupun praktik terkait pemanfaatan teknologi geospasial dalam penilaian dan estimasi PBB P2.

Pada hari pertama, Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc. menyampaikan materi mengenai Pengantar dan Dasar-Dasar Sistem Informasi Geografis (SIG). Selanjutnya, Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. memberikan materi terkait Perolehan Data Spasial untuk Prediksi Potensi Pajak PBB. Hari pertama ditutup oleh Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dengan materi mengenai Administrasi Pertanahan dan Penilaian PBB P2.

Pada hari kedua, peserta memperoleh materi dari Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU. mengenai Pengolahan Data Spasial dengan Software Open-Source untuk Pemetaan dan Perhitungan Objek Pajak, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik oleh Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. Selanjutnya, Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU. menyampaikan materi tentang Integrasi Data Spasial Terkini dengan Data Persil BPN untuk Pembuatan Peta Kerja Penilaian PBB-P2.

Hari ketiga diisi oleh Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU. yang membawakan materi mengenai Pengenalan Block Adjustment Bidang Tanah dengan PEREKAT, dilanjutkan dengan sesi praktik oleh Miranty Noor Sulistyawati, S.T., M.Eng.

Pada hari keempat, peserta diberikan tugas mandiri dan studi kasus yang merangkum seluruh materi dari hari pertama hingga hari ketiga. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta memahami dan mampu mengimplementasikan teori maupun praktik pengolahan data spasial dalam konteks perhitungan PBB P2.

Sementara itu, hari kelima diisi dengan sesi pembahasan hasil tugas, refleksi pelatihan, serta diskusi evaluasi kegiatan. Pelatihan kemudian ditutup oleh Ketua Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta selama pelatihan berlangsung.

Prof. Trias berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan di lingkungan kerja masing-masing serta disebarluaskan kepada instansi maupun pemerintah daerah terkait. Melalui pelatihan ini, DTGD FT UGM juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dapat terus diperkuat dalam mendukung pengembangan sistem perpajakan daerah yang lebih modern, akurat, dan berbasis teknologi geospasial.

Kuliah Umum Pak Wamenlu RI

Dari Diplomasi hingga Geopolitik Dunia: Wakil Menteri Luar Negeri RI Mengisi Kuliah Umum di Teknik Geodesi UGM

BeritaKuliah Umum Jumat, 22 Mei 2026

Yogyakarta, 22 Mei 2026 – Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Duta Besar Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M., memberikan kuliah umum di Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Kuliah umum ini mengangkat tema “Diplomasi Indonesia dalam Peta Geopolitik Global”, sebuah isu yang semakin relevan di tengah dinamika politik internasional, persaingan ekonomi global, konflik geopolitik antarnegara, serta perkembangan teknologi yang memengaruhi hubungan internasional dan posisi strategis Indonesia di dunia. Kuliah umum ini terbuka bagi seluruh mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor di DTGD FT UGM, serta diwajibkan bagi mahasiswa pada mata kuliah Pengelolaan Wilayah Pesisir, Bahasa Indonesia, dan Penetapan dan Penegasan Batas Laut. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang III.4 Lantai 3 DTGD FT UGM.

Antusiasme mahasiswa terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sekitar 200 peserta hadir memadati ruang perkuliahan III.4 hingga seluruh kapasitas ruangan terisi penuh. Selain mahasiswa Teknik Geodesi, kuliah umum ini juga dihadiri mahasiswa dari berbagai program studi lain di Fakultas Teknik UGM, seperti Teknik Fisika dan Pembangunan Wilayah, serta mahasiswa internasional asal Filipina.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI atas kesediaannya hadir untuk memberikan kuliah umum di DTGD FT UGM. Dalam sambutannya, Prof. Selo menekankan pentingnya diplomasi dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional, termasuk dalam membangun kolaborasi global di bidang pendidikan, penelitian, dan teknologi. Menurut beliau, kerja sama internasional yang kuat tidak dapat dilepaskan dari kemampuan diplomasi yang baik. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami dinamika geopolitik dunia agar mampu berkontribusi dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Kuliah umum dimoderatori oleh Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D. Dalam pengantarnya, beliau memperkenalkan Duta Besar Arif Havas Oegroseno sebagai salah satu diplomat senior Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi internasional, termasuk keterlibatannya dalam berbagai forum strategis terkait hukum laut dan hubungan internasional. Selain aktif sebagai diplomat, beliau juga dikenal sebagai penulis dan pemikir di bidang geopolitik dan diplomasi.

Dalam paparannya, Duta Besar Arif Havas Oegroseno mengawali kuliah umum dengan sesi interaktif bersama mahasiswa. Beliau menggali pemikiran mahasiswa mengenai prinsip politik luar negeri Indonesia, perkembangan teknologi global, kawasan-kawasan strategis yang terdampak konflik geopolitik, serta kontribusi generasi muda dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Pembahasan kuliah umum dibagi menjadi tiga fase perkembangan politik luar negeri Indonesia, yaitu politik bebas aktif pada awal kemerdekaan hingga 1960-an, politik bebas aktif pada masa Cold War (1960-an–1992), serta politik bebas aktif pada era geopolitical chaos pasca-Cold War. Melalui penjelasan yang sistematis dan mendalam, beliau memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mengenai perkembangan strategi diplomasi Indonesia dari masa ke masa. Beliau menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip “bebas aktif” bukan berarti bersikap netral tanpa posisi. Sebaliknya, bebas aktif merupakan bentuk sikap politik Indonesia yang tidak berpihak pada kekuatan besar tertentu, namun tetap aktif dalam membangun perdamaian dunia dan membentuk tatanan internasional yang adil.

Kuliah Umum Pak Wamenlu RI

Selain itu, Wakil Menteri juga menjelaskan kondisi geopolitik global saat ini, termasuk persaingan geopolitik di berbagai kawasan dunia dan bagaimana teknologi, ekonomi, energi, hingga rantai pasok global dapat menjadi instrumen strategis antarnegara. Beliau turut memaparkan berbagai strategi Indonesia dalam menghadapi tantangan global, seperti penguatan kerja sama internasional di bidang energi, semikonduktor, mineral kritis, serta sektor-sektor strategis lainnya. Dalam pemaparannya, beliau juga menekankan pentingnya peran generasi muda terdidik dalam menjaga persatuan bangsa dan memperkuat posisi Indonesia di masa depan. Menurutnya, semangat persatuan dan visi kebangsaan yang pernah ditunjukkan para founding fathers pada tahun 1928 perlu terus diwariskan kepada generasi muda saat ini. Di akhir pemaparannya, beliau menegaskan bahwa salah satu tantangan utama Indonesia ke depan adalah mewujudkan kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi kekuatan nasional di tengah ketidakpastian global.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat aktif. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait kondisi geopolitik global dan posisi Indonesia saat ini, mulai dari isu inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, konflik internasional, hingga strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas bidang STEM di Indonesia. Selain itu, mahasiswa juga menanyakan kontribusi ilmu geodesi dan geospasial dalam mendukung diplomasi, pengelolaan wilayah, dan kepentingan strategis nasional. Kuliah umum ditutup dengan harapan dari Wakil Menteri Luar Negeri RI agar ke depan dapat terjalin kerja sama dan kolaborasi lebih lanjut antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dengan Universitas Gadjah Mada, khususnya Departemen Teknik Geodesi, dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan kontribusi Indonesia di tingkat global.

Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia

BeritaKuliah Umum Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta, 8 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi (DTGD) UGM menggelar kuliah tamu bertajuk “Membangun Kadaster Lengkap Indonesia” pada Jumat, 8 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang 1 Lantai 3 Gedung DTGD ini menghadirkan Dr. Ir. Dwi Budi Martono IPU. sebagai dosen tamu. Agenda ini terbuka bagi seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3, serta turut mengundang para praktisi di bidang pertanahan.

Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa kadaster lengkap merupakan kunci utama dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini dikarenakan sistem tersebut menyediakan data pertanahan yang akurat dan terintegrasi, mencakup kejelasan hak kepemilikan, penggunaan lahan, hingga batas bidang tanah. Data yang komprehensif ini dinilai mampu memberikan kepastian hukum, menekan angka konflik pertanahan, dan memastikan perencanaan pembangunan berjalan lebih efektif.

Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi sistem untuk menyinkronkan data kepemilikan dengan tata ruang, perpajakan, infrastruktur, hingga isu lingkungan. Dengan data yang saling terhubung, pengambilan kebijakan negara dapat dilakukan secara lebih tepat dan efisien. Relevansi pentingnya pemetaan ini pun merujuk pada pandangan Napoleon Bonaparte yang menyebutkan bahwa pemetaan pertanahan yang lengkap adalah dasar utama untuk membangun negara yang kuat. Hal tersebut menegaskan bahwa informasi pertanahan merupakan fondasi vital bagi administrasi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat luas.

Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional

Berita Kamis, 30 April 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengembangan infrastruktur data nasional melalui partisipasi dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peta Dasar Sebagai Pilar Kedaulatan Data Geospasial Nasional” yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada hari Kamis, 30 April 2026. Acara ini menjadi momentum krusial bagi berbagai instansi dari seluruh Indonesia untuk menyatukan visi dalam memperkuat kemandirian data spasial demi kepentingan negara. Kehadiran perwakilan dari Departemen Teknik Geodesi UGM, yaitu Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam merumuskan standar pemetaan yang akurat dan kredibel.

Diskusi dalam forum tersebut menyoroti bahwa peta dasar bukan sekadar data teknis, melainkan fondasi utama bagi kedaulatan informasi yang mendukung berbagai kebijakan strategis di tingkat pusat maupun daerah. Dengan sinergi yang terjalin antar instansi, diharapkan pengelolaan data geospasial nasional ke depan dapat lebih terintegrasi sehingga mampu meminimalisir tumpang tindih pemanfaatan lahan. Keterlibatan pakar dari UGM dalam agenda ini memberikan bobot ilmiah yang signifikan, terutama dalam memastikan bahwa aspek teknis geodetis tetap menjadi acuan utama dalam menjaga kualitas data yang akan digunakan untuk perencanaan pembangunan jangka panjang.

Secara komprehensif, kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Peta dasar yang kuat menjadi prasyarat mutlak dalam merancang tata ruang yang tangguh terhadap bencana serta mendukung pertumbuhan wilayah yang terukur. Melalui kemitraan lintas sektoral yang diinisiasi dalam FGD ini, integrasi data geospasial diharapkan dapat mempercepat tercapainya target pembangunan global yang inklusif, inovatif, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

Gunungkidul, 30 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian terkait pemantauan kelembapan tanah di kawasan rawan longsor di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. dari UGM dan melibatkan Prof. Buldan Muslim dari BRIN. Fokus utama riset adalah pemanfaatan metode GNSS-IR (Global Navigation Satellite System – Interferometric Reflectometry) untuk mengukur kelembapan tanah secara non-invasif, khususnya pada area dengan potensi longsor tinggi.

Metode GNSS-IR memanfaatkan sinyal satelit yang dipantulkan dari permukaan tanah untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik fisik, termasuk tingkat kelembapan. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu memberikan data kontinu tanpa perlu pemasangan sensor langsung di dalam tanah, sehingga lebih aman dan efisien untuk wilayah dengan kondisi geologi yang rentan.

Menurut Prof. Nurrohmat Widjajanti, penelitian ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologi geodesi modern. “Kelembapan tanah merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kestabilan lereng. Dengan GNSS-IR, kita dapat memperoleh informasi yang lebih detail dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana longsor,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Buldan Muslim dari BRIN menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat integrasi riset nasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan. “Pengembangan metode seperti GNSS-IR membuka peluang besar untuk sistem peringatan dini yang lebih akurat dan berbasis data,” jelasnya.

Gunungkidul dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik geologi yang kompleks serta sejumlah titik rawan longsor, terutama pada musim hujan. Data yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi risiko bencana serta pengembangan sistem peringatan dini longsor di Indonesia. Kolaborasi antara UGM dan BRIN ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis sains dan teknologi.

Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global

BeritaKegiatan Mahasiswa Rabu, 29 April 2026

Yogyakarta, 29 April 2026 – Lima mahasiswa program internasional atau International Undergraduate Program (IUP) S1 Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023 resmi memulai rangkaian program student exchange di Technischen Universität München (TUM), Jerman. Delegasi yang terdiri dari Kesya Devi Natalia, Arya Putra Setianto, Eileen Zeyyana Shinta, Adnan Bima Fertino, dan Samudra Irfan Al Fauzan ini dijadwalkan akan menimba ilmu di salah satu universitas teknik terbaik dunia tersebut mulai 21 April hingga 17 Juli 2026.

Mengawali agenda akademik mereka, kelima mahasiswa IUP tersebut mengikuti kelas perdana pada mata kuliah Land Administration. Dalam sesi pembuka, fokus materi diarahkan pada pemahaman mendalam mengenai Land Information Land Administration System. Materi ini menjadi sangat relevan bagi mahasiswa program internasional dalam memahami integrasi data spasial dan aspek hukum pertanahan dari perspektif global guna mewujudkan tata kelola wilayah yang berkelanjutan.

Keikutsertaan para mahasiswa IUP ini merupakan bagian dari kurikulum dan komitmen Departemen Teknik Geodesi UGM untuk memperkuat paparan internasional serta meningkatkan kompetensi lulusan di kancah global. Selama berada di München, mereka diharapkan dapat menyerap praktik terbaik (best practices) administrasi pertanahan di Eropa yang nantinya dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan ilmu geodesi dan pertanahan di Indonesia.

DTGD FT UGM ikuti sosialisasi LAMTEK 2026

Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 28 April 2026 – Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Program Studi Keteknikan Menuju Unggul 2026” di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong semakin banyak program studi keteknikan di Indonesia meraih akreditasi unggul, sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu di tingkat Unit Pengelola Program Studi (UPPS).

Sosialisasi ini ditujukan kepada berbagai UPPS Teknik dari seluruh Indonesia sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses akreditasi, strategi penyusunan dokumen, serta penguatan kualitas pendidikan tinggi teknik secara berkelanjutan. Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua perwakilan dosen yaitu Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc. dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. Kegiatan sosialisasi dan workshop ini diselenggarakan selama satu hari pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3, Kampus II Gedung St. Thomas Aquinas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UAJY, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., yang menyampaikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang keteknikan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Dalam paparannya, Prof. Setyabudi menyampaikan data mengenai jumlah program studi terakreditasi unggul di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih belum mencapai target nasional. Oleh karena itu, percepatan peningkatan mutu perlu terus dilakukan agar target capaian pada tahun 2028 dapat terpenuhi.

Beliau juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen, sebagai elemen utama dalam keberhasilan akreditasi. Menurutnya, kualitas tata kelola, budaya mutu, dan kesiapan dokumen tidak dapat dipisahkan dari kapasitas dan komitmen seluruh sivitas akademika. Di akhir sambutannya, Prof. Setyabudi berharap semakin banyak program studi yang mampu meraih akreditasi unggul dan mempertahankannya secara berkelanjutan. Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dan workshop yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. A. Djoko Istiadji, Dekan Fakultas Teknik UAJY sekaligus asesor LAMTEK. Dalam sesi ini, Prof. Djoko memperkenalkan tiga narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., Prof. Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng., dan Prof. Ir. Maya Sarah, S.T., M.T., Ph.D. Ketiganya merupakan pengurus LAMTEK yang memiliki pengalaman luas sebagai asesor akreditasi.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Prof. Hari Purnomo mengenai Kebijakan dan Gambaran Umum Akreditasi LAM Teknik. Beliau menjelaskan secara rinci proses akreditasi mulai dari tahap pengajuan, penyusunan dokumen, asesmen kecukupan, asesmen lapangan, hingga penetapan hasil akreditasi. Prof. Hari juga menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan representasi nyata dari kualitas tata kelola, proses pembelajaran, serta budaya mutu yang berjalan secara konsisten. Materi kedua disampaikan oleh Prof. Era Purwanto mengenai Diferensiasi Misi dan Akuntabilitas, Sistem Penjaminan Mutu, serta Program Pengembangan Berkelanjutan. Dalam paparannya, Prof. Era menegaskan pentingnya kejelasan visi dan misi program studi, termasuk visi keilmuan yang menjadi dasar arah pengembangan akademik. Menurut beliau, dokumen akreditasi yang kuat harus mampu menunjukkan keterkaitan yang jelas antara visi, strategi pelaksanaan, indikator capaian, hingga evaluasi berkelanjutan yang dilakukan oleh program studi. Sementara itu, Prof. Maya Sarah menyampaikan materi mengenai Relevansi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Sumber Daya Manusia Dosen dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, K3L, Mahasiswa, serta Luaran Mahasiswa. Beliau menekankan bahwa akreditasi unggul harus didukung oleh ekosistem akademik yang sehat, termasuk produktivitas dosen, keterlibatan mahasiswa, kualitas fasilitas pembelajaran, hingga dampak nyata dari luaran lulusan di masyarakat dan dunia kerja.

Sosialisasi LAMTEK menuju Unggul 2026

Melalui kegiatan ini, DTGD FT UGM memperoleh banyak wawasan baru dalam memperkuat strategi penjaminan mutu dan persiapan akreditasi berkelanjutan. Partisipasi tim jaminan mutu dalam forum ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa DTGD tidak hanya mampu mempertahankan capaian akreditasi unggul, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, DTGD FT UGM berkomitmen untuk terus menjaga standar mutu akademik, memperkuat tata kelola departemen, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, DTGD berharap dapat terus menjadi program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial

BeritaKuliah Umum Sabtu, 25 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dan Training bertajuk “Mapping the Future: SLAM dan Revolusi 3D Scanning di Dunia Geospasial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Ruang Kuliah III.4, dan diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika yang memiliki minat di bidang teknologi geospasial. Kegiatan ini menghadirkan Mayang Lumongga, S.T., selaku Business Development Representative dari PT Aptella Solusi Teknologi sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, narasumber membahas perkembangan teknologi terkini di bidang pemetaan, khususnya terkait penerapan metode Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) serta teknologi 3D scanning yang semakin berkembang dalam industri geospasial.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar dan prinsip kerja SLAM, pemanfaatan teknologi 3D scanning untuk akuisisi data spasial secara cepat dan detail, serta berbagai implementasi nyata di dunia industri. Peserta juga diperkenalkan pada bagaimana teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam kegiatan survei dan pemetaan, terutama pada lingkungan yang kompleks dan dinamis. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, yaitu Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., serta Mohamad Bagas Setiawan, S.T., M.Eng. Kehadiran para dosen ini mencerminkan dukungan terhadap penguatan wawasan mahasiswa dalam memahami perkembangan teknologi mutakhir di bidang geomatika.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif dan training yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami aplikasi teknologi secara lebih praktis. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta dalam menggali potensi pemanfaatan SLAM dan 3D scanning dalam berbagai kebutuhan, baik akademik maupun profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi geospasial serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin berbasis pada data dan teknologi digital. Departemen Teknik Geodesi FT UGM terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman, guna mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah

BeritaPenelitian Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 – Tim penelitian GEOLIVE (Geospatial, Landscape, Infrastructure, and Vision for Sustainability) dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan pertemuan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Departemen Teknik Geodesi, tepatnya di Laboratorium Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis.

Tim GEOLIVE dipimpin oleh Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T., selaku dosen Teknik Geodesi, dan didampingi oleh Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc., dosen Teknik Geodesi, Iqbal Hanun Azizi, S.T., dari Laboratorium Geodesi, serta Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc. dalam kapasitas keilmuan geologi. Pertemuan ini menjadi forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah daerah dalam membahas berbagai isu geospasial dan pembangunan wilayah di Kabupaten Jepara.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah permasalahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya terkait ketidaksesuaian jumlah bidang tanah yang berdampak pada optimalisasi penerimaan pajak daerah. Dalam diskusi tersebut, Tim GEOLIVE menawarkan pendekatan berbasis data geospasial untuk meningkatkan akurasi pendataan bidang tanah serta integrasi informasi yang lebih sistematis.

Selain itu, pertemuan juga menyoroti pelaksanaan dan kinerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Jepara. Pihak Diskominfo menyampaikan bahwa kontribusi mahasiswa dinilai cukup baik, tidak hanya sebatas penyampaian teori, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata dan eksekusi program di lapangan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu infrastruktur jalan, khususnya terkait kebutuhan informasi kondisi jalan, baik yang berlubang maupun dalam kondisi baik. Data tersebut dinilai penting untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Tidak hanya itu, potensi pengembangan wilayah juga menjadi perhatian dalam pertemuan ini, termasuk potensi wisata di Pulau Panjang yang dinilai memiliki daya tarik tinggi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Selain aspek wisata, diskusi juga mencakup wilayah yang memiliki bangunan heritage, yang memerlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan dan pelestariannya.

Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi dan data geospasial untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan program kerja sama yang lebih konkret antara Tim GEOLIVE dan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Kunjungan Dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM ke Kantor ATR/BPN Barito Selatan dalam Rangka Praktik Keinsinyuran dan Diskusi PTSL

Berita Rabu, 22 April 2026

Barito Selatan, 22 April 2026 – Dalam rangka pelaksanaan kegiatan akademik dan penguatan sinergi antara perguruan tinggi dengan instansi pemerintah, Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. bersama Dr. Ir. Dwi Lestari, S.T., M.E., IPM., dosen dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), melakukan kunjungan ke Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Barito Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk melaksanakan Kunjungan Lapangan Praktik Keinsinyuran sekaligus menjalin diskusi terkait pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Kantor ATR/BPN Barito Selatan, Iwan Susianto, S.ST., M.A.P., yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, mencerminkan kolaborasi yang erat antara dunia akademik dan praktisi di lapangan.

Dalam kegiatan ini, Prof. Nurrohmat Widjajanti dan Dr. Dwi Lestari melakukan peninjauan langsung terhadap proses pelaksanaan Praktik Keinsinyuran yang sedang dijalankan. Selain itu, dilakukan pula diskusi mendalam mengenai implementasi program PTSL di wilayah Barito Selatan, yang menjadi salah satu program strategis nasional dalam rangka percepatan pendaftaran tanah di Indonesia. Iwan Susianto memaparkan berbagai aspek teknis dan manajerial dalam pelaksanaan PTSL, termasuk tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti kondisi geografis, keterbatasan sumber daya, serta upaya inovatif yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi data pertanahan. Diskusi ini juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi survei dan pemetaan dalam mendukung keberhasilan program PTSL.

Prof. Nurrohmat Widjajanti dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas upaya dan capaian yang telah dilakukan oleh Kantor ATR/BPN Barito Selatan. Beliau menekankan bahwa kegiatan Praktik Keinsinyuran menjadi sarana penting dalam menjembatani teori dan praktik, sehingga mahasiswa PSPPI dapat memahami secara komprehensif dinamika pekerjaan keinsinyuran di lapangan. Sementara itu, Dr. Dwi Lestari menambahkan bahwa kegiatan kunjungan lapangan seperti ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa serta meningkatkan kualitas kompetensi profesional insinyur, khususnya dalam bidang pertanahan dan tata ruang.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pertukaran pandangan antara pihak akademisi dan praktisi, yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerja sama lebih lanjut di masa mendatang. Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara FT UGM dan ATR/BPN Barito Selatan dapat terus terjalin dengan baik, serta memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keinsinyuran dan pertanahan di Indonesia.

123…12

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • DTGD FT UGM dan DJPK Kemenkeu RI Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026
  • Dari Diplomasi hingga Geopolitik Dunia: Wakil Menteri Luar Negeri RI Mengisi Kuliah Umum di Teknik Geodesi UGM
  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional
  • UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY