Yogyakarta, 18–22 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) bekerja sama dengan Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Training of Trainers: Perhitungan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026”. Pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 18–22 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para trainer dalam memanfaatkan teknologi geospasial dan sistem informasi geografis (SIG) untuk mendukung perhitungan potensi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) berbasis data spasial. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Keuangan dalam menghadapi transformasi digital pengelolaan data pajak daerah yang semakin terintegrasi dengan teknologi geospasial.
Pelatihan diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari berbagai unit di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, di antaranya Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Sekretariat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Pembiayaan dan Perekonomian Daerah, Direktorat Penilaian pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Dana Transfer Khusus, serta Direktorat Sistem Perimbangan Keuangan.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan secara penuh dari hari pertama hingga hari terakhir. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi praktik pengolahan data spasial dan diskusi studi kasus. Para peserta aktif berdiskusi mengenai implementasi teknologi SIG untuk mendukung pemetaan objek pajak, integrasi data pertanahan, serta optimalisasi estimasi potensi PBB P2 di berbagai daerah di Indonesia.
Pelatihan dibuka pada Senin, 18 Mei 2026, oleh Sekretaris Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Dr. Ir. Dwi Lestari, S.T., M.E., IPM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pemanfaatan data geospasial dalam mendukung tata kelola perpajakan daerah yang lebih akurat, efisien, dan berbasis data.
Rangkaian pelatihan diisi oleh dosen-dosen DTGD FT UGM yang memberikan materi teoritis maupun praktik terkait pemanfaatan teknologi geospasial dalam penilaian dan estimasi PBB P2.
Pada hari pertama, Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc. menyampaikan materi mengenai Pengantar dan Dasar-Dasar Sistem Informasi Geografis (SIG). Selanjutnya, Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. memberikan materi terkait Perolehan Data Spasial untuk Prediksi Potensi Pajak PBB. Hari pertama ditutup oleh Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dengan materi mengenai Administrasi Pertanahan dan Penilaian PBB P2.
Pada hari kedua, peserta memperoleh materi dari Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU. mengenai Pengolahan Data Spasial dengan Software Open-Source untuk Pemetaan dan Perhitungan Objek Pajak, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik oleh Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. Selanjutnya, Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU. menyampaikan materi tentang Integrasi Data Spasial Terkini dengan Data Persil BPN untuk Pembuatan Peta Kerja Penilaian PBB-P2.
Hari ketiga diisi oleh Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU. yang membawakan materi mengenai Pengenalan Block Adjustment Bidang Tanah dengan PEREKAT, dilanjutkan dengan sesi praktik oleh Miranty Noor Sulistyawati, S.T., M.Eng.
Pada hari keempat, peserta diberikan tugas mandiri dan studi kasus yang merangkum seluruh materi dari hari pertama hingga hari ketiga. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta memahami dan mampu mengimplementasikan teori maupun praktik pengolahan data spasial dalam konteks perhitungan PBB P2.
Sementara itu, hari kelima diisi dengan sesi pembahasan hasil tugas, refleksi pelatihan, serta diskusi evaluasi kegiatan. Pelatihan kemudian ditutup oleh Ketua Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta selama pelatihan berlangsung.
Prof. Trias berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan di lingkungan kerja masing-masing serta disebarluaskan kepada instansi maupun pemerintah daerah terkait. Melalui pelatihan ini, DTGD FT UGM juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dapat terus diperkuat dalam mendukung pengembangan sistem perpajakan daerah yang lebih modern, akurat, dan berbasis teknologi geospasial.











