Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs17
  • SDGs17
  • hal. 4
Arsip:

SDGs17

Seminar AI Geospasial UGM Bahas Peran Strategis Teknologi Kebumian

Berita Sabtu, 14 Februari 2026

Yogyakarta, 14 Februari 2026 — Seminar bertajuk “Membedah Potensi Kecerdasan Buatan dalam Teknologi Kebumian” digelar sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di bidang geospasial. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, serta praktisi dalam satu forum ilmiah. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu membuka wawasan baru terkait perkembangan teknologi terkini di sektor kebumian.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemaparan mengenai peran AI dalam pengolahan data kebumian, mulai dari interpretasi citra hingga pengambilan keputusan berbasis data. Para narasumber menyoroti bagaimana teknologi AI dapat membantu mempercepat proses analisis yang sebelumnya memerlukan waktu cukup lama. Di sisi lain, pemanfaatan AI juga dinilai mampu meningkatkan akurasi hasil pengolahan data geospasial secara signifikan.

Salah satu dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menjelaskan bahwa integrasi AI dalam teknologi kebumian menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan di era digital saat ini. Menurutnya, perkembangan volume data yang semakin besar menuntut adanya sistem yang mampu mengolah informasi secara cepat dan tepat.

“Pemanfaatan AI dalam teknologi kebumian membuka peluang besar dalam efisiensi pengolahan data serta meningkatkan kualitas hasil analisis,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara bidang teknologi informasi dan geospasial menjadi kunci utama dalam pengembangan inovasi ke depan. Dengan adanya sinergi tersebut, hasil penelitian dan implementasi di lapangan diharapkan semakin optimal.

Diskusi dalam seminar ini turut mengangkat berbagai contoh implementasi nyata, seperti pemetaan wilayah, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan berbasis data spasial. Para peserta terlihat aktif dalam sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya minat terhadap topik yang dibahas. Hal ini mencerminkan bahwa AI telah menjadi perhatian penting dalam perkembangan teknologi kebumian di Indonesia.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong inovasi di bidang AI dan geospasial secara berkelanjutan. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri dalam pengembangan teknologi. Ke depan, kerja sama lintas disiplin dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjawab berbagai tantangan di bidang kebumian.

Perkembangan teknologi berbasis AI di sektor kebumian diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan akan data yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan. Inovasi yang dihasilkan dari integrasi teknologi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi berbagai sektor pembangunan. Dengan demikian, pemanfaatan AI tidak hanya menjadi tren, tetapi juga menjadi kebutuhan strategis di masa depan.

UGM Bahas Inovasi Digital Twin City Bersama Mitra Internasional

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Yogyakarta, 13 Februari 2026 — Eksplorasi inovasi digital dalam pengembangan digital twin city menjadi topik utama dalam diskusi yang diselenggarakan oleh tim Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini mengangkat tema “Eksplorasi Inovasi Digital Twin City” dengan menghadirkan berbagai akademisi dan praktisi di bidang geospasial. Diskusi ini juga menjadi wadah pertukaran ide terkait pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan kota yang lebih cerdas dan terintegrasi.

Dalam kegiatan tersebut, konsep digital twin dibahas sebagai representasi digital dari kondisi nyata suatu kota yang dapat digunakan untuk simulasi dan analisis. Teknologi ini dinilai mampu membantu perencanaan kota secara lebih komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai data spasial dan nonspasial. Selain itu, pendekatan berbasis data ini juga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam pengelolaan wilayah perkotaan.

Kegiatan ini turut menghadirkan tim riset GeoAIT yang berkolaborasi dengan Cosmowin (CMT), sebuah perusahaan platform digital twin yang telah bekerja sama dengan lebih dari 20 negara. Kehadiran mitra internasional ini memberikan perspektif global mengenai penerapan teknologi digital twin di berbagai kota dunia. Diskusi pun berkembang pada bagaimana teknologi tersebut dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah di Indonesia.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan pandangan akademik maupun praktis. Keterlibatan para dosen ini menunjukkan komitmen UGM dalam pengembangan teknologi geospasial berbasis inovasi digital.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab yang membahas tantangan implementasi teknologi digital twin di Indonesia. Hal ini mencerminkan tingginya minat terhadap pengembangan kota cerdas berbasis teknologi digital.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem digital twin di Indonesia. Selain itu, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan pembangunan perkotaan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, teknologi digital twin diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perencanaan kota yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ke depan, pengembangan digital twin city diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital di sektor kebumian dan perkotaan. Integrasi data yang semakin kompleks menuntut adanya teknologi yang mampu mengelola dan menganalisis informasi secara real time. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan kebijakan menjadi kunci dalam mewujudkan kota cerdas di masa depan.

UGM dan ATR/BPN Demonstrasikan Teknologi AI untuk Monitoring Tata Ruang

Berita Kamis, 12 Februari 2026

Yogyakarta, 12 Februari 2026 — Tim riset Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar demonstrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam bidang tata ruang. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN. Demonstrasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sistem monitoring pemanfaatan ruang yang lebih cepat dan akurat.

Dalam kegiatan tersebut, tim Geo-AIT memperkenalkan dua aplikasi utama, yakni Jagad Lintang dan Landep. Jagad Lintang difokuskan pada deteksi tutupan lahan berbasis teknologi U-Net, sementara Landep digunakan untuk analisis perubahan lahan (change detection) berbasis AI. Kedua aplikasi ini dirancang untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan tata ruang secara lebih efisien dan berbasis data.

Paparan juga mencakup hasil pengembangan proyek yang dilakukan bersama mitra, termasuk integrasi sistem berbasis web dan dashboard untuk memudahkan pengguna dalam mengakses data. Selain itu, tim juga menunjukkan hasil analisis dan implementasi sistem pada beberapa wilayah uji coba di Indonesia. Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang memberikan kontribusi dalam pengembangan riset dan implementasi teknologi. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung inovasi di sektor pemerintahan.

Kegiatan demonstrasi berlangsung interaktif dengan melibatkan diskusi antara tim pengembang dan perwakilan dari ATR/BPN. Para peserta membahas berbagai tantangan dalam implementasi teknologi AI, termasuk integrasi data dan kesiapan infrastruktur. Diskusi ini juga menjadi ajang untuk mengevaluasi efektivitas sistem yang telah dikembangkan.

Penyelenggara berharap teknologi yang diperkenalkan dapat segera diimplementasikan secara lebih luas dalam pengawasan tata ruang di Indonesia. Selain itu, kolaborasi antara UGM dan pemerintah diharapkan terus berlanjut dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi. Dengan pemanfaatan AI, proses monitoring dan pengendalian ruang diharapkan menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Ke depan, pemanfaatan teknologi AI dalam sektor tata ruang diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan akan sistem pengawasan yang lebih presisi. Integrasi berbagai sumber data menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan teknologi ini. Oleh karena itu, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasinya.

Dosen UGM Bahas Digital Twin dan Transformasi Digital di Undip

Berita Rabu, 11 Februari 2026

Semarang, 11 Februari 2026 — Seminar bertajuk “Digital Twin dan Transformasi Digital” digelar di Universitas Diponegoro (Undip) sebagai bagian dari penguatan pemahaman teknologi geospasial modern. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana, akademisi, serta praktisi yang tertarik pada pengembangan teknologi berbasis data spasial. Seminar ini juga menjadi forum strategis untuk membahas arah transformasi digital dalam perencanaan dan pengelolaan ruang.

Dalam kegiatan tersebut, Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) hadir sebagai pembicara utama. Ia memaparkan konsep digital twin sebagai evolusi dari pemodelan spasial konvensional menuju sistem yang lebih dinamis dan adaptif. Menurutnya, teknologi ini tidak hanya menampilkan visualisasi, tetapi juga mampu mengintegrasikan data untuk analisis yang lebih mendalam.

Ruli menjelaskan bahwa integrasi antara Geographic Information System (GIS), pemodelan 3D hingga Level of Detail (LoD 3), serta kecerdasan buatan menjadi pondasi utama dalam pengembangan digital twin. Dengan kombinasi teknologi tersebut, representasi ruang dapat dibuat lebih presisi dan mendekati kondisi nyata. Hal ini memungkinkan pemanfaatan digital twin dalam berbagai kebutuhan, seperti simulasi, monitoring, hingga evaluasi kebijakan.

Ia juga menekankan bahwa digital twin bukan sekadar model statis, melainkan sebuah living model yang terus diperbarui berdasarkan data terkini. Model ini dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat dan responsif. Dengan demikian, pemerintah maupun pemangku kepentingan dapat merancang kebijakan yang lebih efektif dalam pengelolaan wilayah.

Kegiatan berlangsung dalam bentuk kuliah umum yang interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta. Mahasiswa pascasarjana Undip terlihat antusias dalam mengikuti pemaparan dan mengajukan pertanyaan terkait implementasi teknologi digital twin di Indonesia. Diskusi ini juga membuka wawasan baru mengenai tantangan dan peluang dalam transformasi digital di sektor kebumian.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara UGM dan Undip dalam pengembangan riset serta pendidikan di bidang geospasial. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi era digital. Dengan pemahaman yang lebih baik, teknologi digital twin diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas di Indonesia. Ke depan, transformasi digital berbasis teknologi geospasial diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan akan data yang cepat dan akurat. Integrasi berbagai teknologi menjadi kunci dalam menciptakan sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran akademisi dan institusi pendidikan menjadi sangat penting dalam mendorong inovasi di bidang ini.

UGM dan Dinas Citata DKI Bahas Pengembangan Digital 3D Jakarta

Berita Rabu, 11 Februari 2026

Jakarta, 11 Februari 2026 — Tim Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi geospasial berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga difokuskan pada diskusi integrasi data spasial dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) untuk mendukung perencanaan kota.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi membahas pemanfaatan data geospasial dalam mendukung tata kelola ruang yang lebih efektif. Integrasi data 2D dan 3D dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap kondisi wilayah perkotaan. Hal ini menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih presisi dan berbasis data.

Pengembangan platform digital juga menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi antara kedua pihak. Teknologi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan data serta meningkatkan efisiensi dalam perencanaan pembangunan kota. Selain itu, potensi pengembangan digital twin turut dibahas sebagai solusi untuk menciptakan representasi digital kota secara real time.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan kontribusi dalam diskusi dan pengembangan konsep. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan peran aktif UGM dalam mendukung transformasi digital di sektor perkotaan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana interaktif dengan pertukaran ide antara pihak akademisi dan pemerintah daerah. Berbagai tantangan dalam implementasi teknologi geospasial turut dibahas, termasuk integrasi data lintas sektor dan kesiapan infrastruktur. Diskusi ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan sistem berbasis teknologi.

Pihak penyelenggara berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah nyata menuju tata kelola ruang yang lebih cerdas dan terintegrasi. Selain itu, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi digital, perencanaan kota di masa depan diharapkan menjadi lebih efisien, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ke depan, pemanfaatan teknologi digital twin dan integrasi data geospasial diperkirakan akan semakin berkembang di Indonesia. Kebutuhan akan sistem yang mampu mengolah data secara real time menjadi semakin penting dalam menghadapi kompleksitas perkotaan. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci dalam mendorong terwujudnya kota cerdas yang berbasis data.

Mahasiswa Teknik Geodesi FT UGM Raih Juara 2 Ajang Nasional MATICS 2026

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 10 Februari 2026

Makassar, 10 Februari 2026 – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dari Program Studi Teknik Geodesi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Juara 2 pada ajang Mathematics, Actuarial, Information Systems Competition and Summit (MATICS) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin dan berlangsung pada 5–9 Februari 2026 di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar.


Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam rangkaian MATICS 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa se-Indonesia untuk menghadirkan ide, riset, dan inovasi dalam bidang matematika, aktuaria, dan sistem informasi. Proses seleksi dilaksanakan secara bertahap, mulai dari pengumpulan abstrak, full paper, hingga presentasi final yang dilengkapi infografis dan PowerPoint. Sepuluh tim terbaik berkesempatan mempresentasikan karyanya secara langsung di hadapan dewan juri.
Keikutsertaan mahasiswa FT UGM dalam kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kemampuan riset, berpikir kritis, dan penyampaian gagasan ilmiah secara sistematis. Prestasi Juara 2 yang diraih menjadi bukti daya saing dan kualitas akademik mahasiswa FT UGM di tingkat nasional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam menciptakan inovasi serta memperluas jejaring dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diharapkan ke depan MATICS dapat terus menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan keilmuan dan kolaborasi mahasiswa di seluruh Indonesia.

Dosen UGM Bagikan Strategi Lolos Beasiswa Luar Negeri dalam Webinar Nasional

Berita Selasa, 10 Februari 2026

Yogyakarta, 10 Februari 2026 — Webinar bertajuk “Trick Fast Track Lolos Beasiswa Luar Negeri” digelar untuk memberikan panduan praktis bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Englishvit dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan. Webinar ini menjadi salah satu forum edukatif yang membahas strategi efektif dalam meraih beasiswa internasional.

Dalam kegiatan tersebut, I Made Andi Arsana, Ph.D. hadir sebagai pembicara utama. Ia merupakan dosen di Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), sekaligus penerima beasiswa luar negeri. Dalam pemaparannya, ia membagikan pengalaman serta strategi yang dapat membantu peserta memahami proses seleksi beasiswa secara lebih komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari cara memahami kriteria tersembunyi dalam seleksi beasiswa hingga kesalahan umum yang sering dilakukan pelamar. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi fast track yang digunakan oleh para penerima beasiswa. Pendekatan ini dinilai penting untuk membantu peserta menyusun persiapan yang lebih terarah dan realistis.

Webinar ini juga menghadirkan Lang, Founder Englishvit, yang bertindak sebagai host dalam kegiatan tersebut. Ia memandu jalannya diskusi serta menggali berbagai insight dari narasumber agar dapat dipahami dengan baik oleh peserta. Interaksi antara host dan pembicara membuat suasana webinar menjadi lebih dinamis dan komunikatif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi tanya jawab yang membahas pengalaman nyata dalam proses seleksi beasiswa. Banyak peserta yang tertarik untuk mengetahui strategi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam persiapan mereka. Hal ini menunjukkan tingginya minat generasi muda Indonesia untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi beasiswa. Selain itu, webinar ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya strategi yang tepat dalam meraih peluang pendidikan global. Dengan persiapan yang matang, peluang untuk lolos beasiswa diharapkan semakin terbuka lebar. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Akses terhadap informasi dan strategi yang tepat menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan global. Oleh karena itu, kolaborasi antara akademisi dan platform edukasi dinilai sangat penting dalam mendukung tujuan tersebut.

Diskusi Jakarta Satu Soroti Integrasi Data Spasial 2D dan 3D untuk Kota Cerdas

Berita Sabtu, 31 Januari 2026

Jakarta, 31 Januari 2026 — Diskusi mengenai integrasi data spasial 2D dan 3D digelar sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kota cerdas berbasis data. Kegiatan ini mengangkat peran platform Jakarta Satu sebagai penghubung berbagai sumber data dalam satu ekosistem terintegrasi. Forum ini menjadi ruang penting untuk membahas masa depan pengelolaan data spasial di kawasan perkotaan.

Dalam diskusi tersebut, integrasi data tidak hanya dipahami sebagai upaya visualisasi, tetapi juga sebagai proses menghubungkan berbagai jenis data agar dapat saling berinteraksi. Pendekatan ini memungkinkan data digunakan secara bersama untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat. Dengan sistem yang terintegrasi, perencanaan kota dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berbasis bukti.

Platform Jakarta Satu menjadi salah satu contoh implementasi integrasi data spasial yang menggabungkan berbagai sumber informasi, mulai dari peta dasar hingga model tiga dimensi. Sistem ini dirancang untuk mendukung analisis perkotaan yang lebih mendalam dan responsif terhadap dinamika wilayah. Dengan adanya integrasi tersebut, berbagai kebutuhan perencanaan dan pengelolaan kota dapat ditangani dalam satu sistem terpadu.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan kontribusi dalam diskusi. Keterlibatan para akademisi ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi geospasial di Indonesia.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari para narasumber dan peserta. Berbagai pandangan disampaikan terkait tantangan integrasi data, termasuk isu interoperabilitas dan pengelolaan data lintas sektor. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sistem data terintegrasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.

Penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah berkontribusi dalam diskusi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem data spasial yang lebih terintegrasi di Indonesia. Selain itu, forum seperti ini dinilai penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar pihak.

Ke depan, integrasi data spasial 2D dan 3D diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam pembangunan kota cerdas. Kebutuhan akan sistem yang mampu mengelola data secara terpadu akan semakin meningkat seiring dengan kompleksitas wilayah perkotaan. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi, kebijakan, dan sumber daya manusia menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola kota yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Penelitian GNSS untuk Pemantauan Level Air di Sungai Citarum sebagai Upaya Mitigasi Banjir

BeritaPenelitian Minggu, 25 Januari 2026

Bandung, 25 Januari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengukuran Global Navigation Satellite System (GNSS) di kawasan Sungai Citarum dan Masjid Al Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian bertajuk pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS untuk mendukung mitigasi bencana banjir serta pengelolaan sumber daya energi air dalam rangka peningkatan ketahanan pangan. Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. selaku Ketua Tim Peneliti. Turut serta dalam kegiatan ini Prof. Dr. Buldan Muslim, M.Si., Dr. Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., serta Iqbal Hanun Azizi, A.Md.

Pengukuran GNSS dilaksanakan pada tanggal 23–25 Januari 2026 di dua lokasi utama, yaitu sepanjang Sungai Citarum dan area perairan di sekitar Masjid Al Jabbar. Kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memiliki kondisi geometris optimal serta visibilitas sinyal satelit yang baik. Setelah titik pengamatan ditetapkan, tim melakukan pemasangan alat GNSS pada tripod di lokasi yang representatif terhadap permukaan air. Tahapan pengukuran meliputi penentuan titik pemasangan, instalasi dan penstabilan alat, konfigurasi sistem perekaman data, pengujian kualitas penerimaan sinyal satelit, serta pemantauan kondisi lingkungan yang berpotensi mempengaruhi kualitas sinyal refleksi.

Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan pemantauan berkala terhadap performa alat serta diskusi teknis guna memastikan kualitas data yang diperoleh. Hasil sementara menunjukkan bahwa sistem GNSS dapat beroperasi dengan baik di kedua lokasi pengamatan. Sinyal satelit diterima secara stabil dan sistem perekaman data berjalan sesuai dengan konfigurasi yang direncanakan.

Selain itu, tim juga mencatat beberapa faktor lingkungan dan teknis, seperti posisi pemasangan alat dan kondisi sekitar lokasi, yang dapat mempengaruhi kualitas data refleksi sinyal GNSS. Catatan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan metode pengukuran pada tahap selanjutnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian RIIM 8 yang berfokus pada pengembangan metode pemantauan level air berbasis teknologi GNSS reflektometri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam sistem mitigasi bencana banjir serta pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kolaborasi Riset Internasional Perkuat Infrastruktur Geospasial Sulawesi Melalui Pemodelan Geoid Presisi

BeritaPenelitian Selasa, 20 Januari 2026

Sebuah penelitian kolaboratif lintas negara yang melibatkan pakar dari berbagai institusi akademik dan pemerintah telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional Terrestrial, Atmospheric and Oceanic Sciences (Volume 37, Nomor 1, 2026). Studi bertajuk “A case study of geoid modeling in Sulawesi and accuracy verification strategies for accommodating diverse MSL vertical datums” ini merupakan hasil sinergi antara peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU., Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia, National Chung Hsing University Taiwan, serta National Yang Ming Chiao Tung University Taiwan. Riset ini menggarisbawahi pentingnya integrasi data gravitasi udara (airborne gravity) dalam mengatasi tantangan geografis pulau Sulawesi yang kompleks untuk menghasilkan model referensi ketinggian yang akurat.

Intisari dari penelitian ini berfokus pada pengembangan model geoid di Sulawesi dengan memanfaatkan data gravitasi udara yang dikumpulkan selama periode 2008 hingga 2019. Para peneliti mengevaluasi efektivitas berbagai Model Gravitasi Global (GGM) dan memperkenalkan strategi verifikasi akurasi untuk menyatukan berbagai datum vertikal Mean Sea Level (MSL) yang berbeda di wilayah tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan data gravitasi udara yang dikombinasikan dengan teknik pemodelan tertentu mampu meningkatkan ketelitian penentuan tinggi fisik, yang sangat krusial bagi wilayah kepulauan seperti Indonesia di mana referensi tinggi laut sering kali tidak seragam antar wilayah.

Secara strategis, publikasi ilmiah ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Penemuan ini secara langsung mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena model geoid yang akurat adalah fondasi utama bagi pembangunan infrastruktur fisik yang presisi dan tahan lama. Selain itu, riset ini relevan dengan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, khususnya dalam pemodelan risiko banjir dan mitigasi bencana berbasis data spasial. Terakhir, kerja sama ini menjadi manifestasi nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang membuktikan bahwa kolaborasi teknis antara lembaga pemerintah Indonesia dan universitas internasional mampu menghasilkan solusi inovatif bagi tantangan pemetaan nasional.

Link artikel: https://doi.org/10.1007/s44195-025-00119-4

123456…12

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global
  • Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”
  • Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial
  • Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY