Yogyakarta, 8 April 2026 – I Made Andi Arsana, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), menjadi narasumber dalam Podcast NRGS Talk Episode 2 yang mengangkat tema “Indonesia dan Kesiapan Menuju Pemanfaatan Deep Seabed Mining”. Podcast ini merupakan bagian dari seri diskusi yang diselenggarakan oleh Natural Resources Governance Studies.

Dalam episode bertajuk “Mineral dari Samudra: Masa Depan Energi dan Teknologi”, Dr. I Made Andi Arsana membahas secara komprehensif potensi besar sumber daya mineral laut Indonesia, serta tantangan dalam mengoptimalkan pemanfaatannya. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki landasan historis dan hukum yang kuat atas sumber daya kelautannya. Namun demikian, menurut beliau, kepemilikan hak tersebut saja belum cukup untuk menjamin terwujudnya manfaat ekonomi dan strategis secara nyata.
Dalam diskusi tersebut, I Made Andi Arsana menekankan tiga pilar utama yang perlu dibangun Indonesia agar mampu mengelola potensi deep seabed mining secara optimal, yaitu penguatan regulasi yang komprehensif, penguasaan teknologi yang memadai, serta pengembangan kerja sama global yang strategis. Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek kedaulatan negara dan keterbukaan terhadap kolaborasi internasional, khususnya dalam menghadapi kompleksitas eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral di dasar laut yang membutuhkan teknologi tinggi serta investasi besar.
Podcast ini memberikan wawasan mendalam mengenai arah kebijakan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi masa depan energi berbasis sumber daya laut, sekaligus menjadi ruang diskusi akademik yang relevan dengan isu global di bidang geospasial, kelautan, dan tata kelola sumber daya alam. Masyarakat dan sivitas akademika dapat menyaksikan diskusi lengkap tersebut melalui kanal resmi YouTube berikut: Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman publik terhadap potensi dan tantangan pengelolaan sumber daya laut Indonesia semakin meningkat, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.