Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs4
  • SDGs4
  • hal. 2
Arsip:

SDGs4

Geo-AI Twinverse Departemen Teknik Geodesi UGM Sambut Kunjungan Pascasarjana UNDIP dalam Sharing Session Digital Twin

Berita Kamis, 16 April 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menjadi tuan rumah bagi rombongan Pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam acara Sharing Session Digital Twin yang berlangsung pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini mempertemukan Geo-AI Twinverse (GeoAIT) Research Team dengan delapan perwakilan Pascasarjana UNDIP untuk mendiskusikan perkembangan teknologi pemodelan digital terkini. Acara diawali dengan pemaparan profil kelompok riset GeoAIT yang mencakup pengenalan tim, fokus riset, produk riset, hingga proyek-proyek unggulan yang telah dihasilkan.

Dalam sesi demonstrasi proyek, tim GeoAIT menampilkan berbagai inovasi digital twin yang telah dikembangkan untuk berbagai keperluan strategis. Beberapa di antaranya meliputi Digital Twin Gunung Berapi untuk pemantauan aktivitas secara time series, pemodelan tata ruang 3D melalui Digital Twin FT UGM dan Jakarta Geotwinverse, hingga sistem pemantauan area kehutanan melalui Digital Twin Hutan Wanagama. Demonstrasi ini memicu diskusi mendalam mengenai potensi implementasi teknologi digital twin di sektor-sektor spesifik, seperti penerapan teknik digital twin untuk area bawah laut di sektor kelautan, optimasi operasional di sektor pertambangan, hingga eksplorasi pemanfaatannya dalam bidang kriptografi.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, diikuti dengan prosesi penyerahan cenderamata dan foto bersama sebagai simbol sinergi antarperguruan tinggi. Sebelum acara resmi ditutup pada pukul 13.00 WIB, seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan ke Gedung Engineering Research & Innovation Center (ERIC) FT UGM untuk melihat langsung fasilitas riset dan inovasi yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kedua institusi dapat semakin memperkuat pemanfaatan teknologi geospasial cerdas dalam menjawab tantangan kompleks di masa depan.

Sinergi Riset Internasional: Analisis Komparatif Gangguan Ionosfer Akibat Fenomena Seismik dan Hidrometeorologi Resmi Dipublikasikan

BeritaPenelitian Minggu, 12 April 2026

Sebuah kolaborasi riset multidisiplin yang melibatkan konsorsium peneliti dari berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset pemerintah telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi, Pure and Applied Geophysics, pada tanggal 10 April 2026. Karya ilmiah bertajuk “Comparison of Ionospheric Disturbances Due to the 2024 Japan Earthquake, Typhoon Seroja 2021 and Koinu 2023 Using 3D Tomography” ini merupakan hasil integrasi kepakaran dari tim peneliti yang merepresentasikan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Antariksa, Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Airlangga (Unair), serta Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Intisari dari studi ini berfokus pada analisis komparatif mengenai anomali pada lapisan ionosfer yang dipicu oleh dua jenis bencana alam ekstrem, yakni gempa bumi tektonik di Jepang (2024) serta Siklon Tropis Seroja (2021) dan Koinu (2023). Dengan mengimplementasikan metodologi tomografi tiga dimensi (3D) berbasis data Global Navigation Satellite System – Total Electron Content (GNSS-TEC), para peneliti berhasil memetakan karakteristik propagasi energi dari permukaan bumi menuju atmosfer atas. Temuan riset menunjukkan bahwa aktivitas seismik memicu Coseismic Ionospheric Disturbances (CIDs) dengan amplitudo signifikan namun durasi singkat, sementara fenomena meteorologi seperti topan menginduksi Concentric Traveling Ionospheric Disturbances (CTIDs) yang memiliki persistensi durasi lebih lama dengan pola spasial yang mengikuti dinamika pergerakan badai tersebut.

Secara strategis, publikasi ini memberikan kontribusi fundamental terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui penguatan sistem mitigasi bencana berbasis teknologi kedirgantaraan. Pemahaman mendalam mengenai gangguan ionosfer ini menjadi komponen krusial dalam pengembangan sistem peringatan dini yang lebih akurat guna mereduksi risiko bencana bagi masyarakat global. Selain itu, inisiatif riset ini merupakan manifestasi nyata dari SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang membuktikan efektivitas sinergi lintas institusi dan lintas negara dalam menghasilkan inovasi teknologi untuk kepentingan kemanusiaan.

Link artikel: https://doi.org/10.1007/s00024-026-03954-9

Prestasi Internasional Mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Geospatial Challenge melalui Inovasi AI untuk Pemodelan 3D dan Penilaian Potensi Energi Surya

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 31 Maret 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Indonesia dalam ajang ASEAN Geospatial Challenge (AGC) melalui inovasi bertajuk AI-Based 3D Modeling for Rooftop Photovoltaic Potential Assessment and Property Tax Valuation. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi tingkat internasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik di bidang geospasial dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

Keikutsertaan dalam kompetisi ini berawal dari keberhasilan tim dalam menjuarai seleksi tingkat nasional yang diselenggarakan sebelumnya. Setelah dinyatakan lolos sebagai salah satu dari dua tim perwakilan Indonesia, tim kemudian mempersiapkan diri untuk tahap internasional yang diselenggarakan pada Februari. Setiap negara ASEAN hanya mengirimkan dua tim terbaiknya, sehingga kompetisi berlangsung sangat kompetitif dengan peserta yang memiliki latar belakang keahlian geospasial, kecerdasan buatan, dan analisis data spasial.

Persiapan menuju tahap internasional dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Dalam periode tersebut, tim berfokus pada penyempurnaan model, penguatan metodologi berbasis Artificial Intelligence, serta peningkatan kualitas visualisasi model 3D untuk mendukung analisis potensi panel surya atap dan estimasi nilai properti berbasis data spasial. Selain aspek teknis, tim juga mempersiapkan strategi presentasi untuk menghadapi dewan juri internasional yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi profesional di bidang geospasial.

Presentasi final menjadi momen penting yang menentukan hasil kompetisi. Dalam sesi tersebut, tim memaparkan inovasi yang mengintegrasikan teknologi pemodelan 3D berbasis AI dengan analisis potensi energi terbarukan serta valuasi properti yang berkelanjutan. Inovasi ini dinilai memiliki nilai kebaruan serta relevansi yang tinggi terhadap isu pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pemanfaatan energi bersih dan optimalisasi data geospasial untuk pengambilan keputusan.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri internasional, tim berhasil meraih Distinction Award, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi geospasial karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Puncak penghargaan dilaksanakan pada 31 Maret dalam rangkaian acara Geo-Connect Asia, di mana para pemenang juga mendapatkan kesempatan untuk kembali mempresentasikan hasil inovasinya di hadapan audiens internasional. Acara penganugerahan penghargaan tersebut dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Kementerian Hukum dan Sosial Singapura sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi inovasi geospasial bagi masa depan kawasan ASEAN.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi geospasial di tingkat internasional.

Tim Laboratorium Fotogrametri dan Penginderaan Jauh Teknik Geodesi FT UGM Publikasikan Riset Klasifikasi Point Cloud Berbasis UAV LiDAR

BeritaPenelitian Kamis, 26 Maret 2026

Yogyakarta, 26 Maret 2026 – Tim peneliti dari Laboratorium Teknologi Fotogrametri dan Penginderaan Jauh, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), berhasil mempublikasikan hasil penelitian dalam forum internasional bertajuk 2025 IEEE Asia-Pacific Conference on Geoscience, Electronics and Remote Sensing Technology. Publikasi tersebut berjudul Performance Analysis of Point Cloud Classification Techniques Using UAV LiDAR Data dan ditulis oleh Calvin Wijaya, Ruli Andaru, Harintaka, serta Catur Aries Rokhmana. Penelitian ini membahas analisis performa berbagai metode klasifikasi point cloud yang diperoleh dari teknologi UAV LiDAR. Data yang digunakan memiliki kepadatan tinggi, yaitu sekitar 54,866 titik per meter persegi, sehingga memberikan dasar yang kuat untuk analisis tiga dimensi dan pemodelan spasial.

Dalam studi ini, tiga pendekatan utama dibandingkan, yaitu metode berbasis geometri konvensional, machine learning, dan deep learning. Untuk pendekatan machine learning, digunakan algoritma Random Forest (RF) dan Extreme Gradient Boosting (XGB) dengan fitur RGB yang diekstraksi dari data point cloud. Sementara itu, pendekatan deep learning diimplementasikan menggunakan model PointNet dan Dynamic Graph Convolutional Neural Network (DGCNN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning memberikan performa terbaik dalam klasifikasi data. Model DGCNN mencapai akurasi keseluruhan sebesar 93%, diikuti oleh PointNet dengan sekitar 89%. Di sisi lain, metode machine learning menunjukkan performa yang relatif lebih rendah. Namun demikian, penelitian ini juga menegaskan adanya trade-off antara akurasi dan kebutuhan komputasi, di mana metode deep learning memerlukan sumber daya komputasi yang lebih besar.

Temuan ini menegaskan bahwa klasifikasi point cloud yang akurat merupakan fondasi penting dalam berbagai aplikasi lanjutan, seperti pembuatan model kota tiga dimensi (3D city modeling) berbasis UAV LiDAR serta analisis spasial lainnya. Publikasi ini dipresentasikan pada konferensi yang diselenggarakan pada 17–18 Desember 2025 di Purwokerto, Indonesia, dan telah terindeks dalam IEEE Xplore sejak 26 Maret 2026 dengan DOI: https://doi.org/10.1109/AGERS67633.2025.11446400. Kontribusi tim peneliti ini menunjukkan komitmen Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mengembangkan teknologi penginderaan jauh dan pemodelan geospasial berbasis data mutakhir untuk mendukung berbagai kebutuhan analisis dan pembangunan berkelanjutan.

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Kembangkan Pendekatan Visual Analytics untuk Perencanaan Transisi Energi

BeritaPenelitian Minggu, 8 Maret 2026

Yogyakarta, 8 Maret 2026 – Dany Puguh Laksono, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional berjudul Steering the Transition: A Visual Analytics Approach to Interactive Energy Scenario Modeling. Publikasi ini ditulis bersama Radu Jianu dan Aidan Slingsby dari City St George’s, University of London. Artikel ini tersedia sebagai preprint dan dapat diakses melalui DOI berikut:
https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.6346940

Penelitian ini mengangkat tantangan dalam perencanaan transisi menuju net-zero emissions, khususnya dalam konteks pengambilan keputusan kebijakan energi yang kompleks dan multidimensi. Selama ini, model komputasi skala besar sering kali bersifat black-box, sehingga kurang mampu mengakomodasi kebutuhan transparansi, fleksibilitas, serta proses negosiasi dalam perumusan kebijakan publik. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan pendekatan visual analytics berbasis human-in-the-loop, yang mengintegrasikan kemampuan analitik komputasi dengan penilaian manusia dalam proses perencanaan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan perencana energi untuk secara interaktif menyusun, mengevaluasi, dan membandingkan berbagai skenario dekarbonisasi.

Pendekatan ini menawarkan tiga kontribusi utama. Pertama, kerangka visual multi-skala yang memanfaatkan desain glyph untuk merepresentasikan data multivariat dan temporal secara konsisten dalam berbagai skala geografis. Kedua, modular scenario builder yang memungkinkan perencanaan dilakukan secara bertahap melalui komponen-komponen yang lebih sederhana dan mudah dibandingkan. Ketiga, alur kerja human-in-the-loop yang terintegrasi, sehingga pengguna dapat berpindah secara dinamis antara eksplorasi data, simulasi, dan evaluasi strategi secara real-time. Selain itu, sistem ini mengusung pendekatan Filter–Prioritize–Upgrade yang membantu perencana dalam mengidentifikasi kelompok prioritas, menyusun intervensi, serta mengevaluasi dampaknya terhadap target dekarbonisasi. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan menjadi lebih transparan, adaptif, dan berbasis bukti. Kontribusi Dany Puguh Laksono dalam penelitian ini menunjukkan peran aktif akademisi Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan metode analisis geospasial dan visualisasi data untuk mendukung kebijakan energi berkelanjutan di tingkat global.

Link artikel: https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.6346940

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Literasi Digital dan Keaslian Skripsi dalam IG Live ESGI Dataset

Berita Minggu, 8 Maret 2026

Yogyakarta, 8 Maret 2026 – I Made Andi Arsana menjadi pembicara dalam kegiatan Instagram Live Series yang diselenggarakan oleh ESGI Dataset dengan tema “Human vs AI: Literasi Digital & Keaslian dalam Penulisan Skripsi dan Penelitian”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 16.00–17.00 WIB.

Diskusi ini mengangkat isu yang semakin relevan di kalangan mahasiswa, yakni penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan skripsi dan penelitian, serta tantangan dalam menjaga keaslian karya ilmiah. Dalam pemaparannya, I Made Andi Arsana memberikan berbagai panduan praktis terkait pemanfaatan AI secara bijak, etis, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.

Beliau menekankan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam proses penulisan, seperti untuk eksplorasi ide, penyusunan kerangka, hingga pengecekan bahasa. Namun demikian, penggunaan AI harus tetap disertai pemahaman kritis serta tanggung jawab penuh dari penulis, agar hasil karya tetap orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Selain itu, diskusi juga membahas berbagai tips dalam penyusunan skripsi, mulai dari penentuan topik, pengelolaan referensi, hingga strategi menjaga konsistensi dan kualitas penulisan. Materi yang disampaikan memberikan wawasan praktis yang relevan bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ainunnuril Amelia selaku Partnership & Community Officer ESGI Dataset, yang memandu jalannya diskusi secara interaktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami bagaimana memanfaatkan teknologi AI secara tepat dalam dunia akademik, tanpa mengabaikan prinsip kejujuran ilmiah. Diskusi ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi digital di kalangan mahasiswa, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Meet the Professor Bahas Perjalanan Akademik Internasional dari Indonesia hingga Malaysia

Berita Sabtu, 7 Maret 2026

Yogyakarta, 7 Maret 2026 — Program Meet the Professor kembali menghadirkan diskusi akademik yang mengangkat perjalanan karier di tingkat internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam membangun ruang dialog inspiratif bagi akademisi dan peneliti. Melalui forum ini, peserta diajak memahami dinamika serta tantangan dalam mengembangkan karier akademik lintas negara.

Pada edisi kali ini, program menghadirkan Ir. Dr.-Ing. Hendy Fitrian Suhandri sebagai narasumber utama. Ia merupakan akademisi yang saat ini berkarier di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Dalam diskusi tersebut, ia membagikan pengalaman perjalanan akademiknya yang dimulai dari Indonesia, kemudian melanjutkan studi di Jerman, hingga membangun karier di Malaysia.

Dr. Hendy menjelaskan bahwa perjalanan akademik internasional membutuhkan dedikasi, ketekunan, serta komitmen yang kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk adaptasi terhadap lingkungan baru dan sistem pendidikan yang berbeda. Namun demikian, pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran penting dalam membentuk perspektif global.

Selain itu, ia juga membagikan berbagai titik balik dalam perjalanan kariernya yang berperan dalam menentukan arah pengembangan akademiknya. Pengalaman studi di Jerman, khususnya di Institut für Navigation, Universität Stuttgart, menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan tersebut. Ia menekankan bahwa kesempatan belajar di luar negeri dapat membuka wawasan baru dan memperluas jejaring akademik.

Kegiatan ini dipandu oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menggali pengalaman narasumber serta mengarahkan diskusi agar relevan dengan kebutuhan peserta. Melalui forum ini, ia berharap dapat memberikan inspirasi bagi akademisi muda dalam merencanakan karier mereka.

Acara diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman praktis serta strategi dalam membangun karier akademik. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap topik pengembangan karier global.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi para peserta. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara. Dengan adanya diskusi seperti ini, peluang kolaborasi riset dan pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan semakin terbuka.

Ke depan, perjalanan akademik internasional akan semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Keterlibatan dalam jejaring global dapat memperkaya perspektif serta meningkatkan kualitas penelitian. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam mendukung ekosistem akademik yang berdaya saing global.

Berjaya di Nasional, Mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM Wakili Indonesia di Panggung ASEAN

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 3 Maret 2026

Empat mahasiswa/i Magister Teknik Geomatika UGM membuktikan kepiawaiannya dengan menjuarai lomba di tingkat nasional. Karenanya, keempatnya kini mewakili Indonesia untuk ajang yang sama di Tingkat ASEAN. Adalah Mohammad Zulfi R. Putra, Najieda Azka, Raffi Satya Nugraha, dan Salzabila Enzal Putri, empat mahasiswa S2 fast track (jalur cepat) yang mengikuti lomba bertajuk ASEAN Geospatial Challenges (AGC) mulai tahun 2025 dan dilanjutkan di tahun 2026. Keempatnya tergabung dalam kelompok yang menamakan dirinya GEOSPECTERA.

Ajang kompetisi AGC ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap nasional dan tahap regional ASEAN. Keempat mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM mengusung tema pemodelan tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan untuk asesmen atap bangunan untuk kepentingan valuasi pajak bangunan dan penghitungan potensi pembangkit Listrik tenaga surya. Dalam Bahasa Inggris, judul karya mereka adalah “AI-Based 3D Modeling for Rooftop Photovoltaic Potential Assessment and Property Tax Valuation”.

Ketika ditanya soal inovasi yang ditawarkan, mereka menjawab bahwa pada dasarnya yang mereka lakukan adalah melakukan identifikasi jenis atap bangunan melalui citra satelit secara otomatis dengan bantuan kecerdasan buatan. Secara teknis, yang mereka lakukan adalah segmentasi dan klasifikasi. Singkatnya, dengan pendekatan yang mereka kembangkan, dapat dihasilkan informasi jenis atap bangunan secara cepat dan dengan akurasi yang memadai. Keberhasilan mengidentifikasi atap bangunan ini merupakan hal penting yang kemudian diterapkan untuk berbagai aplikasi. Dalam hal ini, mereka menggunakannya untuk asesmen valuasi pajak bangunan dan menghitung potensi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya.

Juri di level nasional melihat gagasan keempat mahasiswa ini cukup menjanjikan dan mengganjar mereka sebagai jawara. Presentasi mereka pada tanggal 1 Desember 2025 secara daring mengantar mereka menjadi pemenang setelah berhasil mengungguli sembilan finalis lainnya. Dari sepuluh kelompok peserta, panitia nasional memutuskan untuk menunjuk dua kelompok yaitu Geospectera dan satu kelompok lain untuk mewakili Indonesia di Tingkat ASEAN.

Suasana berlatih mandiri sebelum pelaksanaan paparan final

Di Tingkat nasional, penghargaan atas prestasi mereka diberikan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada tanggal 19 Desember 2025. Dalam pemberian apresiasi tersebut, pihak BIG selaku panitia nasional memberikan arahan dan harapan agar mahasiswa UGM ini berjuang secara maksimal. Sejak itu, keempatnya menyiapkan diri dengan baik untuk tampil di panggung ASEAN. Fokus persiapannya adalah pemaparan gagasan secara baik dalam waktu yang terbatas. Selama persiapan, mereka didampingi oleh dosen sekaligus Kaprodi Magister Teknik Geomatika, Dr. I Made Andi Arsana. Mereka melakukan latihan intensif berkali-kali sampai mereka merasa nyaman dan siap untuk tampil. Selain latihan mandiri, mereka juga menyajikan gagasan mereka pada sebuah forum yang diprakarsai Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM.

Pada tanggal 11 Februari 2026, mereka tampil dengan persiapan matang lewat ajang yang dilaksanakan secara daring. Sebagai bentuk dukungan selain berupa pembimbingan, Departemen Teknik Geodesi menyediakan ruangan khusus untuk mereka bisa melakukan presentasi dengan nyaman. Proses berjalan lancar, keempatnya telah melakukan yang terbaik. Kini mereka menunggu hasilnya. Mari kita doakan agar mereka menjadi yang terbaik di panggung ASEAN.

Peneliti ITS Pimpin Studi Global Plasma Bubble, Akademisi UGM Turut Berkontribusi

BeritaPenelitian Senin, 2 Maret 2026

Yogyakarta, 2 Maret 2026 — Studi internasional mengenai fenomena plasma bubble di ionosfer berhasil mengungkap keterkaitan kuat antara gangguan geomagnetik dan anomali kerapatan elektron. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Applied Geodesy oleh penerbit De Gruyter. Kajian ini menjadi penting karena fenomena ionosfer diketahui berdampak langsung terhadap sistem navigasi satelit dan komunikasi global. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Mokhamad Nur Cahyadi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai penulis korespondensi. Tim peneliti terdiri dari kolaborasi berbagai institusi dengan latar belakang keilmuan geodesi dan geospasial. Dominasi kontribusi dari ITS menunjukkan kuatnya peran institusi tersebut dalam riset ionosfer di Indonesia.

Di sisi lain, akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga turut berkontribusi dalam penelitian ini, yakni Prof. Nurrohmat Widjajanti dan Iqbal Hanun Azizi dari Departemen Teknik Geodesi. Keterlibatan mereka memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan ilmu geodesi di tingkat global. Partisipasi ini juga mencerminkan sinergi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan riset berkualitas internasional. Penelitian ini menggunakan data Global Navigation Satellite System Total Electron Content (GNSS-TEC) yang dikombinasikan dengan metode tomografi 3D. Pendekatan ini memungkinkan analisis distribusi spasial dan temporal anomali ionosfer secara lebih detail. Data dikumpulkan dari berbagai wilayah dunia, termasuk Jepang, Australia, Eropa, Brasil, dan Tonga.

Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat kuat antara indeks Dst dan ketinggian maksimum anomali TEC akibat plasma bubble. Dengan koefisien korelasi mencapai 0,9949, penelitian ini menegaskan bahwa badai geomagnetik yang lebih kuat akan mendorong terbentuknya plasma bubble pada ketinggian yang lebih tinggi. Temuan ini memberikan pemahaman baru terkait dinamika ionosfer. Selain itu, indeks Kp juga menunjukkan hubungan positif terhadap ketinggian anomali, meskipun dengan tingkat korelasi yang lebih moderat. Fenomena plasma bubble umumnya terjadi pada ketinggian antara 200 hingga 600 kilometer. Rata-rata ketinggian maksimum yang teramati dalam penelitian ini berada di sekitar 500 kilometer.

Penelitian ini memiliki implikasi penting terhadap sistem navigasi berbasis satelit seperti GNSS. Gangguan ionosfer dapat memengaruhi akurasi posisi serta kualitas sinyal komunikasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap fenomena ini menjadi krusial dalam pengembangan sistem teknologi yang lebih andal. Ke depan, riset mengenai cuaca antariksa dan ionosfer diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi satelit. Kolaborasi lintas institusi, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini, menjadi kunci dalam menghasilkan temuan yang komprehensif. Dengan keterlibatan peneliti Indonesia, kontribusi nasional dalam ilmu geodesi global diharapkan semakin kuat.

Selamat atas Kelulusan Wisudawan/Wisudawati Program Sarjana Teknik Geodesi UGM Periode II T.A. 2025/2026 🎓

Berita Minggu, 1 Maret 2026

Yogyakarta, 1 Maret 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Teknik Geodesi yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan akademik pada Periode II Tahun Akademik 2025/2026, yang dilaksanakan pada 25–26 Februari 2026.

Kelulusan ini menandai keberhasilan para lulusan dalam menuntaskan proses pembelajaran yang tidak hanya menuntut penguasaan kompetensi teknis di bidang geodesi dan geomatika, tetapi juga pengembangan kapasitas analitis, integritas akademik, serta kemampuan adaptif terhadap dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam perjalanannya, para mahasiswa telah dibekali dengan pemahaman yang komprehensif terkait survei dan pemetaan, sistem referensi geospasial, penginderaan jauh, hingga pemanfaatan teknologi informasi geospasial dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Capaian ini merupakan refleksi dari dedikasi, ketekunan, serta kerja keras yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan di lingkungan akademik. Selain itu, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran sivitas akademika dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan serta profesionalisme.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan informasi geospasial yang akurat dan terpercaya, lulusan Teknik Geodesi diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam berbagai sektor, termasuk pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga transformasi digital berbasis spasial. Dengan kompetensi yang dimiliki, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan dalam menjawab tantangan global maupun nasional, khususnya dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis bukti (evidence-based development).

Departemen Teknik Geodesi UGM menaruh harapan besar agar para lulusan senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, terus mengembangkan kapasitas diri, serta aktif berinovasi dalam menghadapi perkembangan zaman. Keberhasilan yang diraih hari ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun karier profesional yang unggul, berintegritas, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Selamat atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga para wisudawan dan wisudawati senantiasa diberikan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian dan kiprah di masa mendatang.

1234…10

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • DTGD FT UGM dan DJPK Kemenkeu RI Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026
  • Dari Diplomasi hingga Geopolitik Dunia: Wakil Menteri Luar Negeri RI Mengisi Kuliah Umum di Teknik Geodesi UGM
  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional
  • UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY