Diskusi Jakarta Satu Soroti Integrasi Data Spasial 2D dan 3D untuk Kota Cerdas

Jakarta, 31 Januari 2026 — Diskusi mengenai integrasi data spasial 2D dan 3D digelar sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kota cerdas berbasis data. Kegiatan ini mengangkat peran platform Jakarta Satu sebagai penghubung berbagai sumber data dalam satu ekosistem terintegrasi. Forum ini menjadi ruang penting untuk membahas masa depan pengelolaan data spasial di kawasan perkotaan.

Dalam diskusi tersebut, integrasi data tidak hanya dipahami sebagai upaya visualisasi, tetapi juga sebagai proses menghubungkan berbagai jenis data agar dapat saling berinteraksi. Pendekatan ini memungkinkan data digunakan secara bersama untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat. Dengan sistem yang terintegrasi, perencanaan kota dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berbasis bukti.

Platform Jakarta Satu menjadi salah satu contoh implementasi integrasi data spasial yang menggabungkan berbagai sumber informasi, mulai dari peta dasar hingga model tiga dimensi. Sistem ini dirancang untuk mendukung analisis perkotaan yang lebih mendalam dan responsif terhadap dinamika wilayah. Dengan adanya integrasi tersebut, berbagai kebutuhan perencanaan dan pengelolaan kota dapat ditangani dalam satu sistem terpadu.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan kontribusi dalam diskusi. Keterlibatan para akademisi ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi geospasial di Indonesia.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari para narasumber dan peserta. Berbagai pandangan disampaikan terkait tantangan integrasi data, termasuk isu interoperabilitas dan pengelolaan data lintas sektor. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sistem data terintegrasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.

Penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah berkontribusi dalam diskusi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem data spasial yang lebih terintegrasi di Indonesia. Selain itu, forum seperti ini dinilai penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar pihak.

Ke depan, integrasi data spasial 2D dan 3D diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam pembangunan kota cerdas. Kebutuhan akan sistem yang mampu mengelola data secara terpadu akan semakin meningkat seiring dengan kompleksitas wilayah perkotaan. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi, kebijakan, dan sumber daya manusia menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola kota yang lebih efektif dan berkelanjutan.