Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • 2026
  • Februari
Arsip 2026:

Februari

Peneliti UGM Kembangkan Model 3D Candi Berbasis AI untuk Dukung Heritage BIM

BeritaPenelitian Jumat, 27 Februari 2026

Yogyakarta, 27 Februari 2026 — Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan metode pemodelan 3D bangunan cagar budaya berbasis videogrametri untuk mendukung Heritage Building Information Model (H-BIM). Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi terkini dalam mendokumentasikan bangunan bersejarah secara digital. Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional dengan DOI: https://doi.org/10.14434/sdh.v9i2.40876.

Penelitian ini dilakukan oleh Riyas Syamsul Arif dan Harintaka dari UGM dengan mengombinasikan teknik Structure from Motion/Multi-View Stereo (SfM-MVS) dan Neural Radiance Field (NeRF). Kedua pendekatan ini digunakan untuk membangun model 3D dari data video (videogrammetry) bangunan candi yang memiliki tekstur kompleks. Pendekatan ini dinilai relevan untuk kondisi Indonesia yang memiliki banyak situs warisan budaya, khususnya di Pulau Jawa.

Dalam proses pengumpulan data, tim peneliti menggunakan dua skenario tingkat tumpang tindih (overlap) video, yaitu 70 persen dan 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overlap 70 persen menghasilkan detail permukaan objek yang lebih baik serta model yang lebih lengkap. Temuan ini menjadi penting dalam menentukan strategi akuisisi data untuk pemodelan 3D bangunan bersejarah. Dari sisi algoritma, metode SfM-MVS menunjukkan keunggulan dalam hal akurasi geometri sehingga lebih cocok digunakan untuk bangunan candi berukuran besar. Sementara itu, algoritma NeRF memiliki keunggulan dalam menghasilkan kepadatan point cloud yang lebih tinggi serta visualisasi yang lebih realistis. Oleh karena itu, NeRF dinilai lebih optimal untuk pemodelan objek berukuran kecil dengan detail visual yang tinggi. Untuk mendukung interoperabilitas, model 3D yang dihasilkan disimpan dalam struktur data boundary representation (B-Rep). Struktur ini memungkinkan deskripsi batas objek secara lebih akurat serta kompatibilitas dengan berbagai format file. Dalam penelitian ini, format yang digunakan meliputi OBJ, KMZ, FBX, dan CityGML.

Pengembangan H-BIM melalui pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia. Dengan model digital yang akurat, proses dokumentasi, analisis, hingga restorasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, integrasi teknologi AI dan geospasial membuka peluang baru dalam pengelolaan warisan budaya. Ke depan, teknologi pemodelan 3D berbasis AI diperkirakan akan semakin berkembang dan menjadi standar dalam konservasi bangunan bersejarah. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi menjadi kunci dalam implementasi teknologi ini. Dengan demikian, pelestarian warisan budaya dapat dilakukan secara lebih modern dan berkelanjutan.

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Berkontribusi dalam Publikasi Internasional tentang Keselamatan Pejalan Kaki Lansia

BeritaPenelitian Jumat, 20 Februari 2026

Yogyakarta, 20 Februari 2026 – Febrian Fitryanik Susanta, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), turut berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional berjudul GeoShapley-based interpretation of older adult pedestrian fatal vs injury crash frequency in dense urban environments. Artikel ini ditulis bersama I Gede Brawiswa Putra, Pei-Fen Kuo, Bimo Harya Tedjo, dan Dominique Lord, yang berasal dari National Cheng Kung University, Texas A&M University, serta Universitas Gadjah Mada. Publikasi ini telah melalui proses ilmiah dengan rincian: diterima pada 4 Februari 2026 dan tersedia secara daring pada 11 Februari 2026. Artikel ini dapat diakses melalui DOI berikut:
https://doi.org/10.1016/j.aap.2026.108450

Penelitian ini berfokus pada analisis keselamatan pejalan kaki lanjut usia di lingkungan perkotaan padat, dengan studi kasus di Kota Taipei. Seiring dengan meningkatnya populasi lansia secara global, isu keselamatan pejalan kaki menjadi perhatian penting dalam perencanaan transportasi. Berbeda dengan pendekatan konvensional, penelitian ini mengintegrasikan data persepsi subjektif yang diperoleh dari Street View Images (SVI) dengan metode machine learning. Tiga model dianalisis dan dibandingkan, yaitu Negative Binomial Regression (NBR), Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR), dan GeoShapley sebagai pengembangan interpretatif spasial dari kerangka SHAP berbasis XGBoost.

Sebanyak 36 variabel lingkungan dan persepsi dianalisis untuk memahami hubungan antara kondisi lingkungan perkotaan dan tingkat keparahan kecelakaan (fatal maupun cedera). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GeoShapley memberikan performa terbaik, serta mampu mengungkap bahwa faktor lokasi spasial dan interaksinya dengan variabel lingkungan menjadi penentu utama dalam frekuensi kecelakaan. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa tingkat walkability yang tinggi pada beberapa kawasan justru berkorelasi dengan penurunan kecelakaan cedera, khususnya di wilayah perkotaan yang lebih tua. Selain itu, keberadaan fasilitas seperti toko serba ada dan panti jompo memiliki pengaruh yang bervariasi terhadap kecelakaan fatal, tergantung pada karakteristik spasial masing-masing lokasi.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spatially explicit machine learning serta integrasi persepsi subjektif dalam memahami dinamika kecelakaan lalu lintas secara lokal, khususnya pada populasi lansia di kawasan urban. Kontribusi Febrian Fitryanik Susanta dalam publikasi ini menunjukkan peran aktif dosen Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan ilmu geospasial dan transportasi di tingkat internasional, khususnya dalam mendukung perencanaan kota yang lebih aman dan inklusif.

Sistem Otomatisasi Pemodelan Kota 3D: Implementasi CASCADE-3D

BeritaPenelitian Kamis, 19 Februari 2026

Tim peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkansistem pemodelan bangunan tiga dimensi (3D) otomatis yang dinamakan CASCADE-3D. Studi ini disusun oleh Ruli Andaru, Bambang Kun Cahyono, Bambang Kun Yulaikhah, Trias Aditya, Purnama Budi Santosa, Calvin Wijaya, Riyas Syamsul, Fairuz Akmal, Hyatma Adikara, Habib Muhammad, dan Fikri Kurniawan. Artikel ilmiah tersebut dipublikasikan pada tanggal 19 Februari 2026 dalam IEEE Journal of Selected Topics in Applied Earth Observations and Remote Sensing, sebuah jurnal internasional yang berfokus pada observasi bumi dan penginderaan jauh.

Intisari dari penelitian bertajuk “CASCADE-3D: A GUI-Driven Framework for Automated 3D Building Model Reconstruction” ini adalah pengembangan kerangka kerja berbasis antarmuka grafis (GUI) untuk merekonstruksi model bangunan 3D pada tingkat detail (Level of Detail/LOD) 1 dan 2 secara otomatis. Sistem ini mengintegrasikan teknologi deep learning tingkat lanjut, yakni Segment Anything Model (SAM) untuk mendeteksi garis luar bangunan serta algoritma Dynamic Graph Convolutional Neural Network (DGCNN) untuk klasifikasi data point cloud. Dengan pendekatan ini, proses pengolahan data geospasial yang kompleks dapat dilakukan secara lebih efisien dan interaktif, memungkinkan ekstraksi data ketinggian bangunan dari data pemindaian laser mentah dengan presisi yang optimal.

Implementasi teknologi CASCADE-3D ini diarahkan untuk mendukung penyediaan data geospasial yang cepat guna manajemen pertanahan multiguna. Hal ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan riset ilmiah dan peningkatan kapasitas teknologi. Selain itu, pengembangan ini juga berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menyediakan instrumen teknis yang mendukung perencanaan kota cerdas serta pengelolaan infrastruktur pemukiman yang lebih terukur dan terintegrasi.

Link artikel: https://doi.org/10.1109/JSTARS.2026.3663677

Seminar AI Geospasial UGM Bahas Peran Strategis Teknologi Kebumian

Berita Sabtu, 14 Februari 2026

Yogyakarta, 14 Februari 2026 — Seminar bertajuk “Membedah Potensi Kecerdasan Buatan dalam Teknologi Kebumian” digelar sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di bidang geospasial. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, serta praktisi dalam satu forum ilmiah. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu membuka wawasan baru terkait perkembangan teknologi terkini di sektor kebumian.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemaparan mengenai peran AI dalam pengolahan data kebumian, mulai dari interpretasi citra hingga pengambilan keputusan berbasis data. Para narasumber menyoroti bagaimana teknologi AI dapat membantu mempercepat proses analisis yang sebelumnya memerlukan waktu cukup lama. Di sisi lain, pemanfaatan AI juga dinilai mampu meningkatkan akurasi hasil pengolahan data geospasial secara signifikan.

Salah satu dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menjelaskan bahwa integrasi AI dalam teknologi kebumian menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan di era digital saat ini. Menurutnya, perkembangan volume data yang semakin besar menuntut adanya sistem yang mampu mengolah informasi secara cepat dan tepat.

“Pemanfaatan AI dalam teknologi kebumian membuka peluang besar dalam efisiensi pengolahan data serta meningkatkan kualitas hasil analisis,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara bidang teknologi informasi dan geospasial menjadi kunci utama dalam pengembangan inovasi ke depan. Dengan adanya sinergi tersebut, hasil penelitian dan implementasi di lapangan diharapkan semakin optimal.

Diskusi dalam seminar ini turut mengangkat berbagai contoh implementasi nyata, seperti pemetaan wilayah, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan berbasis data spasial. Para peserta terlihat aktif dalam sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya minat terhadap topik yang dibahas. Hal ini mencerminkan bahwa AI telah menjadi perhatian penting dalam perkembangan teknologi kebumian di Indonesia.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong inovasi di bidang AI dan geospasial secara berkelanjutan. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri dalam pengembangan teknologi. Ke depan, kerja sama lintas disiplin dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjawab berbagai tantangan di bidang kebumian.

Perkembangan teknologi berbasis AI di sektor kebumian diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan akan data yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan. Inovasi yang dihasilkan dari integrasi teknologi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi berbagai sektor pembangunan. Dengan demikian, pemanfaatan AI tidak hanya menjadi tren, tetapi juga menjadi kebutuhan strategis di masa depan.

UGM Bahas Inovasi Digital Twin City Bersama Mitra Internasional

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Yogyakarta, 13 Februari 2026 — Eksplorasi inovasi digital dalam pengembangan digital twin city menjadi topik utama dalam diskusi yang diselenggarakan oleh tim Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini mengangkat tema “Eksplorasi Inovasi Digital Twin City” dengan menghadirkan berbagai akademisi dan praktisi di bidang geospasial. Diskusi ini juga menjadi wadah pertukaran ide terkait pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan kota yang lebih cerdas dan terintegrasi.

Dalam kegiatan tersebut, konsep digital twin dibahas sebagai representasi digital dari kondisi nyata suatu kota yang dapat digunakan untuk simulasi dan analisis. Teknologi ini dinilai mampu membantu perencanaan kota secara lebih komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai data spasial dan nonspasial. Selain itu, pendekatan berbasis data ini juga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam pengelolaan wilayah perkotaan.

Kegiatan ini turut menghadirkan tim riset GeoAIT yang berkolaborasi dengan Cosmowin (CMT), sebuah perusahaan platform digital twin yang telah bekerja sama dengan lebih dari 20 negara. Kehadiran mitra internasional ini memberikan perspektif global mengenai penerapan teknologi digital twin di berbagai kota dunia. Diskusi pun berkembang pada bagaimana teknologi tersebut dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah di Indonesia.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan pandangan akademik maupun praktis. Keterlibatan para dosen ini menunjukkan komitmen UGM dalam pengembangan teknologi geospasial berbasis inovasi digital.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab yang membahas tantangan implementasi teknologi digital twin di Indonesia. Hal ini mencerminkan tingginya minat terhadap pengembangan kota cerdas berbasis teknologi digital.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem digital twin di Indonesia. Selain itu, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan pembangunan perkotaan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, teknologi digital twin diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perencanaan kota yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ke depan, pengembangan digital twin city diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital di sektor kebumian dan perkotaan. Integrasi data yang semakin kompleks menuntut adanya teknologi yang mampu mengelola dan menganalisis informasi secara real time. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan kebijakan menjadi kunci dalam mewujudkan kota cerdas di masa depan.

UGM dan ATR/BPN Demonstrasikan Teknologi AI untuk Monitoring Tata Ruang

Berita Kamis, 12 Februari 2026

Yogyakarta, 12 Februari 2026 — Tim riset Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar demonstrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam bidang tata ruang. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN. Demonstrasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sistem monitoring pemanfaatan ruang yang lebih cepat dan akurat.

Dalam kegiatan tersebut, tim Geo-AIT memperkenalkan dua aplikasi utama, yakni Jagad Lintang dan Landep. Jagad Lintang difokuskan pada deteksi tutupan lahan berbasis teknologi U-Net, sementara Landep digunakan untuk analisis perubahan lahan (change detection) berbasis AI. Kedua aplikasi ini dirancang untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan tata ruang secara lebih efisien dan berbasis data.

Paparan juga mencakup hasil pengembangan proyek yang dilakukan bersama mitra, termasuk integrasi sistem berbasis web dan dashboard untuk memudahkan pengguna dalam mengakses data. Selain itu, tim juga menunjukkan hasil analisis dan implementasi sistem pada beberapa wilayah uji coba di Indonesia. Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang memberikan kontribusi dalam pengembangan riset dan implementasi teknologi. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung inovasi di sektor pemerintahan.

Kegiatan demonstrasi berlangsung interaktif dengan melibatkan diskusi antara tim pengembang dan perwakilan dari ATR/BPN. Para peserta membahas berbagai tantangan dalam implementasi teknologi AI, termasuk integrasi data dan kesiapan infrastruktur. Diskusi ini juga menjadi ajang untuk mengevaluasi efektivitas sistem yang telah dikembangkan.

Penyelenggara berharap teknologi yang diperkenalkan dapat segera diimplementasikan secara lebih luas dalam pengawasan tata ruang di Indonesia. Selain itu, kolaborasi antara UGM dan pemerintah diharapkan terus berlanjut dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi. Dengan pemanfaatan AI, proses monitoring dan pengendalian ruang diharapkan menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Ke depan, pemanfaatan teknologi AI dalam sektor tata ruang diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan akan sistem pengawasan yang lebih presisi. Integrasi berbagai sumber data menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan teknologi ini. Oleh karena itu, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasinya.

Dosen UGM Bahas Digital Twin dan Transformasi Digital di Undip

Berita Rabu, 11 Februari 2026

Semarang, 11 Februari 2026 — Seminar bertajuk “Digital Twin dan Transformasi Digital” digelar di Universitas Diponegoro (Undip) sebagai bagian dari penguatan pemahaman teknologi geospasial modern. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana, akademisi, serta praktisi yang tertarik pada pengembangan teknologi berbasis data spasial. Seminar ini juga menjadi forum strategis untuk membahas arah transformasi digital dalam perencanaan dan pengelolaan ruang.

Dalam kegiatan tersebut, Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) hadir sebagai pembicara utama. Ia memaparkan konsep digital twin sebagai evolusi dari pemodelan spasial konvensional menuju sistem yang lebih dinamis dan adaptif. Menurutnya, teknologi ini tidak hanya menampilkan visualisasi, tetapi juga mampu mengintegrasikan data untuk analisis yang lebih mendalam.

Ruli menjelaskan bahwa integrasi antara Geographic Information System (GIS), pemodelan 3D hingga Level of Detail (LoD 3), serta kecerdasan buatan menjadi pondasi utama dalam pengembangan digital twin. Dengan kombinasi teknologi tersebut, representasi ruang dapat dibuat lebih presisi dan mendekati kondisi nyata. Hal ini memungkinkan pemanfaatan digital twin dalam berbagai kebutuhan, seperti simulasi, monitoring, hingga evaluasi kebijakan.

Ia juga menekankan bahwa digital twin bukan sekadar model statis, melainkan sebuah living model yang terus diperbarui berdasarkan data terkini. Model ini dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat dan responsif. Dengan demikian, pemerintah maupun pemangku kepentingan dapat merancang kebijakan yang lebih efektif dalam pengelolaan wilayah.

Kegiatan berlangsung dalam bentuk kuliah umum yang interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta. Mahasiswa pascasarjana Undip terlihat antusias dalam mengikuti pemaparan dan mengajukan pertanyaan terkait implementasi teknologi digital twin di Indonesia. Diskusi ini juga membuka wawasan baru mengenai tantangan dan peluang dalam transformasi digital di sektor kebumian.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara UGM dan Undip dalam pengembangan riset serta pendidikan di bidang geospasial. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi era digital. Dengan pemahaman yang lebih baik, teknologi digital twin diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas di Indonesia. Ke depan, transformasi digital berbasis teknologi geospasial diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan akan data yang cepat dan akurat. Integrasi berbagai teknologi menjadi kunci dalam menciptakan sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran akademisi dan institusi pendidikan menjadi sangat penting dalam mendorong inovasi di bidang ini.

UGM dan Dinas Citata DKI Bahas Pengembangan Digital 3D Jakarta

Berita Rabu, 11 Februari 2026

Jakarta, 11 Februari 2026 — Tim Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi geospasial berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga difokuskan pada diskusi integrasi data spasial dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) untuk mendukung perencanaan kota.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi membahas pemanfaatan data geospasial dalam mendukung tata kelola ruang yang lebih efektif. Integrasi data 2D dan 3D dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap kondisi wilayah perkotaan. Hal ini menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih presisi dan berbasis data.

Pengembangan platform digital juga menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi antara kedua pihak. Teknologi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan data serta meningkatkan efisiensi dalam perencanaan pembangunan kota. Selain itu, potensi pengembangan digital twin turut dibahas sebagai solusi untuk menciptakan representasi digital kota secara real time.

Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang turut memberikan kontribusi dalam diskusi dan pengembangan konsep. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan peran aktif UGM dalam mendukung transformasi digital di sektor perkotaan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana interaktif dengan pertukaran ide antara pihak akademisi dan pemerintah daerah. Berbagai tantangan dalam implementasi teknologi geospasial turut dibahas, termasuk integrasi data lintas sektor dan kesiapan infrastruktur. Diskusi ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan sistem berbasis teknologi.

Pihak penyelenggara berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah nyata menuju tata kelola ruang yang lebih cerdas dan terintegrasi. Selain itu, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi digital, perencanaan kota di masa depan diharapkan menjadi lebih efisien, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ke depan, pemanfaatan teknologi digital twin dan integrasi data geospasial diperkirakan akan semakin berkembang di Indonesia. Kebutuhan akan sistem yang mampu mengolah data secara real time menjadi semakin penting dalam menghadapi kompleksitas perkotaan. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci dalam mendorong terwujudnya kota cerdas yang berbasis data.

Mahasiswa Teknik Geodesi FT UGM Raih Juara 2 Ajang Nasional MATICS 2026

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 10 Februari 2026

Makassar, 10 Februari 2026 – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dari Program Studi Teknik Geodesi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Juara 2 pada ajang Mathematics, Actuarial, Information Systems Competition and Summit (MATICS) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin dan berlangsung pada 5–9 Februari 2026 di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar.


Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam rangkaian MATICS 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa se-Indonesia untuk menghadirkan ide, riset, dan inovasi dalam bidang matematika, aktuaria, dan sistem informasi. Proses seleksi dilaksanakan secara bertahap, mulai dari pengumpulan abstrak, full paper, hingga presentasi final yang dilengkapi infografis dan PowerPoint. Sepuluh tim terbaik berkesempatan mempresentasikan karyanya secara langsung di hadapan dewan juri.
Keikutsertaan mahasiswa FT UGM dalam kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kemampuan riset, berpikir kritis, dan penyampaian gagasan ilmiah secara sistematis. Prestasi Juara 2 yang diraih menjadi bukti daya saing dan kualitas akademik mahasiswa FT UGM di tingkat nasional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam menciptakan inovasi serta memperluas jejaring dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diharapkan ke depan MATICS dapat terus menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan keilmuan dan kolaborasi mahasiswa di seluruh Indonesia.

Agenda

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan   Mar »

Berita Terakhir

  • Inovasi Geospasial: Peneliti UGM Kembangkan Metode Presisi untuk Atasi Tumpang Tindih Batas Tanah
  • Geo-AI Twinverse Departemen Teknik Geodesi UGM Sambut Kunjungan Pascasarjana UNDIP dalam Sharing Session Digital Twin
  • Akademisi UGM Jadi Moderator Webinar Internasional Bahas Kontrak Pelayaran di Masa Konflik
  • Syawalan Keluarga Besar Teknik Geodesi UGM 1447 H (Momentum Syukuri Transformasi Departemen)
  • Sinergi Riset Internasional: Analisis Komparatif Gangguan Ionosfer Akibat Fenomena Seismik dan Hidrometeorologi Resmi Dipublikasikan
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY