Yogyakarta, 20 Januari 2026 – Febrian Fitryanik Susanta, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali menunjukkan kontribusi aktif dalam publikasi ilmiah internasional melalui artikel berjudul Identifying environmental factors related to motorcyclist crash rates: variable selection using spatial Random Forest with network distance and barriers. Publikasi ini ditulis bersama Bimo Harya Tedjo, Pei-Fen Kuo, dan I Gede Brawiswa Putra dari National Cheng Kung University serta Universitas Gadjah Mada. Artikel ini telah melalui proses ilmiah dan dipublikasikan secara daring pada 19 Desember 2025. Publikasi dapat diakses melalui DOI berikut:
https://doi.org/10.1016/j.aap.2025.108362

Penelitian ini mengangkat isu keselamatan pengendara sepeda motor yang masih menjadi perhatian global, khususnya di negara-negara Asia di mana sepeda motor merupakan moda transportasi utama. Studi ini berfokus pada identifikasi faktor lingkungan yang memengaruhi tingkat kecelakaan sepeda motor, dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan metode konvensional. Dalam penelitian ini, tim peneliti mengembangkan kerangka metode baru bernama Spatial Random Forest with Network Distance and Barriers (spatialRF–NDBAR). Pendekatan ini mengintegrasikan jarak jaringan jalan (network distance) serta hambatan akses jalan (road barriers) ke dalam proses seleksi variabel spasial, sehingga mampu meningkatkan akurasi model dalam merepresentasikan kondisi nyata di lapangan.

Studi kasus dilakukan di kawasan Central Business District (CBD) Kota Taipei, dengan memanfaatkan data kecelakaan sepeda motor periode 2016–2020 serta data Point of Interest (POI) yang diperoleh dari OpenStreetMap. Metode yang dikembangkan kemudian dibandingkan dengan pendekatan lain, termasuk spatialRF konvensional dan spatialRF–ND, menggunakan model statistik Ordinary Least Squares (OLS) dan Multiscale Geographically Weighted Regression (MGWR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model MGWR dengan variabel hasil seleksi spatialRF–NDBAR memberikan performa terbaik, ditunjukkan oleh nilai AICc terendah (1801.212) dan koefisien determinasi tertinggi (R² = 0.867). Selain itu, integrasi variabel spasial terbukti mampu mengurangi autokorelasi spasial residual, sehingga meningkatkan kualitas model secara keseluruhan.
Temuan penelitian juga mengidentifikasi bahwa lokasi-lokasi tertentu seperti pasar, restoran, bar, hotel, bank, halte bus, dan stasiun metro memiliki keterkaitan dengan tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan keselamatan lalu lintas, khususnya dalam penegakan aturan dan pengelolaan kawasan berisiko tinggi. Kontribusi Febrian Fitryanik Susanta dalam penelitian ini kembali menegaskan peran aktif akademisi Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan ilmu geospasial berbasis data-driven untuk mendukung perencanaan transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan.
