Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • 2026
  • hal. 4
Arsip:

2026

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Literasi Digital dan Keaslian Skripsi dalam IG Live ESGI Dataset

Berita Minggu, 8 Maret 2026

Yogyakarta, 8 Maret 2026 – I Made Andi Arsana menjadi pembicara dalam kegiatan Instagram Live Series yang diselenggarakan oleh ESGI Dataset dengan tema “Human vs AI: Literasi Digital & Keaslian dalam Penulisan Skripsi dan Penelitian”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 16.00–17.00 WIB.

Diskusi ini mengangkat isu yang semakin relevan di kalangan mahasiswa, yakni penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan skripsi dan penelitian, serta tantangan dalam menjaga keaslian karya ilmiah. Dalam pemaparannya, I Made Andi Arsana memberikan berbagai panduan praktis terkait pemanfaatan AI secara bijak, etis, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.

Beliau menekankan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam proses penulisan, seperti untuk eksplorasi ide, penyusunan kerangka, hingga pengecekan bahasa. Namun demikian, penggunaan AI harus tetap disertai pemahaman kritis serta tanggung jawab penuh dari penulis, agar hasil karya tetap orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Selain itu, diskusi juga membahas berbagai tips dalam penyusunan skripsi, mulai dari penentuan topik, pengelolaan referensi, hingga strategi menjaga konsistensi dan kualitas penulisan. Materi yang disampaikan memberikan wawasan praktis yang relevan bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ainunnuril Amelia selaku Partnership & Community Officer ESGI Dataset, yang memandu jalannya diskusi secara interaktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami bagaimana memanfaatkan teknologi AI secara tepat dalam dunia akademik, tanpa mengabaikan prinsip kejujuran ilmiah. Diskusi ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi digital di kalangan mahasiswa, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Meet the Professor Bahas Perjalanan Akademik Internasional dari Indonesia hingga Malaysia

Berita Sabtu, 7 Maret 2026

Yogyakarta, 7 Maret 2026 — Program Meet the Professor kembali menghadirkan diskusi akademik yang mengangkat perjalanan karier di tingkat internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam membangun ruang dialog inspiratif bagi akademisi dan peneliti. Melalui forum ini, peserta diajak memahami dinamika serta tantangan dalam mengembangkan karier akademik lintas negara.

Pada edisi kali ini, program menghadirkan Ir. Dr.-Ing. Hendy Fitrian Suhandri sebagai narasumber utama. Ia merupakan akademisi yang saat ini berkarier di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Dalam diskusi tersebut, ia membagikan pengalaman perjalanan akademiknya yang dimulai dari Indonesia, kemudian melanjutkan studi di Jerman, hingga membangun karier di Malaysia.

Dr. Hendy menjelaskan bahwa perjalanan akademik internasional membutuhkan dedikasi, ketekunan, serta komitmen yang kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk adaptasi terhadap lingkungan baru dan sistem pendidikan yang berbeda. Namun demikian, pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran penting dalam membentuk perspektif global.

Selain itu, ia juga membagikan berbagai titik balik dalam perjalanan kariernya yang berperan dalam menentukan arah pengembangan akademiknya. Pengalaman studi di Jerman, khususnya di Institut für Navigation, Universität Stuttgart, menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan tersebut. Ia menekankan bahwa kesempatan belajar di luar negeri dapat membuka wawasan baru dan memperluas jejaring akademik.

Kegiatan ini dipandu oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menggali pengalaman narasumber serta mengarahkan diskusi agar relevan dengan kebutuhan peserta. Melalui forum ini, ia berharap dapat memberikan inspirasi bagi akademisi muda dalam merencanakan karier mereka.

Acara diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman praktis serta strategi dalam membangun karier akademik. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap topik pengembangan karier global.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi para peserta. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara. Dengan adanya diskusi seperti ini, peluang kolaborasi riset dan pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan semakin terbuka.

Ke depan, perjalanan akademik internasional akan semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Keterlibatan dalam jejaring global dapat memperkaya perspektif serta meningkatkan kualitas penelitian. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam mendukung ekosistem akademik yang berdaya saing global.

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Relasi Seni dan Agama dalam Kajian PSPSR UGM

Berita Jumat, 6 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026 – I Made Andi Arsana berpartisipasi dalam diskusi bertema krisis iklim Indonesia yang diselenggarakan oleh Madhava Group melalui kanal Spatial Highlights. Kegiatan ini dikemas dalam format podcast bertajuk “Krisis Iklim di Indonesia: Penjelasan Langsung dari Eks Kepala BMKG | LOKASI Episode 2”. Diskusi ini menghadirkan Dwikorita Karnawati, yang menjabat sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 2017–2025.

Dalam pembahasannya, disampaikan bahwa kenaikan suhu global yang awalnya relatif kecil kini telah mencapai hingga sekitar 3°C, yang berdampak signifikan terhadap sistem atmosfer dan lautan. Peningkatan suhu ini menyebabkan siklus hidrologi menjadi lebih intens, memicu terbentuknya awan hujan yang lebih masif, serta meningkatkan potensi terjadinya hujan ekstrem dan badai tropis.

Lebih lanjut, Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Melalui diskusi ini, I Made Andi Arsana turut memberikan perspektif dari sisi keilmuan geospasial, khususnya terkait pentingnya data dan analisis spasial dalam memahami serta memitigasi dampak perubahan iklim.

Masyarakat dapat menyaksikan diskusi lengkap tersebut melalui tautan berikut: Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap urgensi krisis iklim serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Indonesia.

Dr. I Made Andi Arsana Terlibat dalam Film “Setan Alas”, Kolaborasi Kreatif Sivitas UGM

Berita Kamis, 5 Maret 2026

Yogyakarta, 5 Maret 2026 – Film Setan Alas menjadi salah satu karya kolaboratif yang menunjukkan sinergi kuat antara dunia akademik dan industri kreatif. Film ini melibatkan mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), dan berhasil menembus berbagai ajang festival internasional.

Salah satu sosok yang turut terlibat dalam film ini adalah I Made Andi Arsana. Keterlibatannya menjadi bukti bahwa kontribusi akademisi tidak terbatas pada ruang kelas dan penelitian, tetapi juga dapat merambah ke industri kreatif seperti perfilman.

Film Setan Alas lahir dari kolaborasi lintas institusi, melibatkan berbagai pihak seperti Jogja Film Academy, MMTC, Amikom, serta sejumlah SMK di Indonesia. Kolaborasi ini mempertemukan ekosistem akademik dan praktisi industri dalam satu produksi nyata yang inovatif dan kompetitif.

Secara capaian, film ini telah meraih berbagai penghargaan pada Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023 (JAFF 2023), serta diputar di berbagai festival film internasional. Selain itu, film ini juga mendapatkan perhatian media internasional dan menerima berbagai ulasan positif dari penonton global.

Dari sisi konsep, Setan Alas mengusung pendekatan meta horror, sebuah gaya penceritaan yang masih relatif jarang diangkat dalam perfilman Indonesia. Pendekatan ini menawarkan pengalaman sinematik yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga reflektif dan eksploratif, sehingga memberikan kesan mendalam bagi penonton.

Keberhasilan film ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan komunitas kreatif mampu menghasilkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdaya saing di tingkat global. Film ini resmi tayang di bioskop mulai 5 Maret 2026 dan diharapkan dapat menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan industri film Indonesia.

Berjaya di Nasional, Mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM Wakili Indonesia di Panggung ASEAN

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 3 Maret 2026

Empat mahasiswa/i Magister Teknik Geomatika UGM membuktikan kepiawaiannya dengan menjuarai lomba di tingkat nasional. Karenanya, keempatnya kini mewakili Indonesia untuk ajang yang sama di Tingkat ASEAN. Adalah Mohammad Zulfi R. Putra, Najieda Azka, Raffi Satya Nugraha, dan Salzabila Enzal Putri, empat mahasiswa S2 fast track (jalur cepat) yang mengikuti lomba bertajuk ASEAN Geospatial Challenges (AGC) mulai tahun 2025 dan dilanjutkan di tahun 2026. Keempatnya tergabung dalam kelompok yang menamakan dirinya GEOSPECTERA.

Ajang kompetisi AGC ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap nasional dan tahap regional ASEAN. Keempat mahasiswa Magister Teknik Geomatika UGM mengusung tema pemodelan tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan untuk asesmen atap bangunan untuk kepentingan valuasi pajak bangunan dan penghitungan potensi pembangkit Listrik tenaga surya. Dalam Bahasa Inggris, judul karya mereka adalah “AI-Based 3D Modeling for Rooftop Photovoltaic Potential Assessment and Property Tax Valuation”.

Ketika ditanya soal inovasi yang ditawarkan, mereka menjawab bahwa pada dasarnya yang mereka lakukan adalah melakukan identifikasi jenis atap bangunan melalui citra satelit secara otomatis dengan bantuan kecerdasan buatan. Secara teknis, yang mereka lakukan adalah segmentasi dan klasifikasi. Singkatnya, dengan pendekatan yang mereka kembangkan, dapat dihasilkan informasi jenis atap bangunan secara cepat dan dengan akurasi yang memadai. Keberhasilan mengidentifikasi atap bangunan ini merupakan hal penting yang kemudian diterapkan untuk berbagai aplikasi. Dalam hal ini, mereka menggunakannya untuk asesmen valuasi pajak bangunan dan menghitung potensi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya.

Juri di level nasional melihat gagasan keempat mahasiswa ini cukup menjanjikan dan mengganjar mereka sebagai jawara. Presentasi mereka pada tanggal 1 Desember 2025 secara daring mengantar mereka menjadi pemenang setelah berhasil mengungguli sembilan finalis lainnya. Dari sepuluh kelompok peserta, panitia nasional memutuskan untuk menunjuk dua kelompok yaitu Geospectera dan satu kelompok lain untuk mewakili Indonesia di Tingkat ASEAN.

Suasana berlatih mandiri sebelum pelaksanaan paparan final

Di Tingkat nasional, penghargaan atas prestasi mereka diberikan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada tanggal 19 Desember 2025. Dalam pemberian apresiasi tersebut, pihak BIG selaku panitia nasional memberikan arahan dan harapan agar mahasiswa UGM ini berjuang secara maksimal. Sejak itu, keempatnya menyiapkan diri dengan baik untuk tampil di panggung ASEAN. Fokus persiapannya adalah pemaparan gagasan secara baik dalam waktu yang terbatas. Selama persiapan, mereka didampingi oleh dosen sekaligus Kaprodi Magister Teknik Geomatika, Dr. I Made Andi Arsana. Mereka melakukan latihan intensif berkali-kali sampai mereka merasa nyaman dan siap untuk tampil. Selain latihan mandiri, mereka juga menyajikan gagasan mereka pada sebuah forum yang diprakarsai Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM.

Pada tanggal 11 Februari 2026, mereka tampil dengan persiapan matang lewat ajang yang dilaksanakan secara daring. Sebagai bentuk dukungan selain berupa pembimbingan, Departemen Teknik Geodesi menyediakan ruangan khusus untuk mereka bisa melakukan presentasi dengan nyaman. Proses berjalan lancar, keempatnya telah melakukan yang terbaik. Kini mereka menunggu hasilnya. Mari kita doakan agar mereka menjadi yang terbaik di panggung ASEAN.

Meet the Professor Bahas Perjalanan Akademik Internasional dari Indonesia hingga Malaysia

Berita Selasa, 3 Maret 2026

Yogyakarta, 3 Maret 2026 – Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kajian Seni dan Agama: Hening, Iman, dan Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Bising” yang menghadirkan I Made Andi Arsana sebagai narasumber.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 15.30 WIB, bertempat di selasar depan kantor program studi PSPSR UGM, dan diikuti oleh sivitas akademika di lingkungan PSPSR.

Dalam pemaparannya, I Made Andi Arsana mengangkat refleksi mengenai hubungan antara seni, agama, dan kemanusiaan di tengah dinamika dunia modern yang semakin kompleks dan bising. Diskusi ini menyoroti pentingnya ruang keheningan sebagai bagian dari proses refleksi spiritual dan kemanusiaan, serta peran seni sebagai medium ekspresi yang mampu menjembatani nilai-nilai tersebut.

Kegiatan ini dikemas dalam suasana diskusi yang interaktif, dilanjutkan dengan sesi berbuka bersama yang mempererat kebersamaan antar peserta. Selain itu, peserta juga diajak untuk berbagi takjil sebagai bentuk sederhana dari nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM berharap dapat menghadirkan ruang dialog lintas disiplin yang memperkaya perspektif akademik, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan di lingkungan kampus.

Peneliti ITS Pimpin Studi Global Plasma Bubble, Akademisi UGM Turut Berkontribusi

BeritaPenelitian Senin, 2 Maret 2026

Yogyakarta, 2 Maret 2026 — Studi internasional mengenai fenomena plasma bubble di ionosfer berhasil mengungkap keterkaitan kuat antara gangguan geomagnetik dan anomali kerapatan elektron. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Applied Geodesy oleh penerbit De Gruyter. Kajian ini menjadi penting karena fenomena ionosfer diketahui berdampak langsung terhadap sistem navigasi satelit dan komunikasi global. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Mokhamad Nur Cahyadi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai penulis korespondensi. Tim peneliti terdiri dari kolaborasi berbagai institusi dengan latar belakang keilmuan geodesi dan geospasial. Dominasi kontribusi dari ITS menunjukkan kuatnya peran institusi tersebut dalam riset ionosfer di Indonesia.

Di sisi lain, akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga turut berkontribusi dalam penelitian ini, yakni Prof. Nurrohmat Widjajanti dan Iqbal Hanun Azizi dari Departemen Teknik Geodesi. Keterlibatan mereka memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan ilmu geodesi di tingkat global. Partisipasi ini juga mencerminkan sinergi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan riset berkualitas internasional. Penelitian ini menggunakan data Global Navigation Satellite System Total Electron Content (GNSS-TEC) yang dikombinasikan dengan metode tomografi 3D. Pendekatan ini memungkinkan analisis distribusi spasial dan temporal anomali ionosfer secara lebih detail. Data dikumpulkan dari berbagai wilayah dunia, termasuk Jepang, Australia, Eropa, Brasil, dan Tonga.

Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat kuat antara indeks Dst dan ketinggian maksimum anomali TEC akibat plasma bubble. Dengan koefisien korelasi mencapai 0,9949, penelitian ini menegaskan bahwa badai geomagnetik yang lebih kuat akan mendorong terbentuknya plasma bubble pada ketinggian yang lebih tinggi. Temuan ini memberikan pemahaman baru terkait dinamika ionosfer. Selain itu, indeks Kp juga menunjukkan hubungan positif terhadap ketinggian anomali, meskipun dengan tingkat korelasi yang lebih moderat. Fenomena plasma bubble umumnya terjadi pada ketinggian antara 200 hingga 600 kilometer. Rata-rata ketinggian maksimum yang teramati dalam penelitian ini berada di sekitar 500 kilometer.

Penelitian ini memiliki implikasi penting terhadap sistem navigasi berbasis satelit seperti GNSS. Gangguan ionosfer dapat memengaruhi akurasi posisi serta kualitas sinyal komunikasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap fenomena ini menjadi krusial dalam pengembangan sistem teknologi yang lebih andal. Ke depan, riset mengenai cuaca antariksa dan ionosfer diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi satelit. Kolaborasi lintas institusi, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini, menjadi kunci dalam menghasilkan temuan yang komprehensif. Dengan keterlibatan peneliti Indonesia, kontribusi nasional dalam ilmu geodesi global diharapkan semakin kuat.

Uji Coba Modul GNSS Reflectometry di Umbul Ponggok untuk Peningkatan Akurasi Pemantauan Level Air

BeritaPenelitian Minggu, 1 Maret 2026

Klaten, 1 Maret 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan uji coba modul GNSS Reflectometry di kawasan Umbul Ponggok pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) Gelombang 8 yang berfokus pada pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS untuk mendukung mitigasi bencana banjir dan pengelolaan sumber daya energi air. Kegiatan dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti, dengan dukungan tim yang terdiri dari Cecep Pratama, Susana Okifiani, dan Iqbal Hanun Azizi.

Lokasi Umbul Ponggok dipilih karena memiliki karakteristik perairan yang jernih dan relatif tenang, sehingga ideal untuk pengujian kualitas sinyal refleksi GNSS dengan gangguan gelombang yang minimal. Kondisi ini memungkinkan evaluasi performa sistem secara lebih terkontrol sebelum diterapkan pada lingkungan perairan yang lebih kompleks. Kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memiliki visibilitas satelit optimal serta bidang reflektor air terbuka yang representatif. Selanjutnya, tim melakukan instalasi dan konfigurasi modul GNSS Reflectometry, termasuk pengaturan tinggi antena dan orientasi terhadap permukaan air.

Pengamatan dilakukan melalui akuisisi data GNSS secara kontinu guna merekam variasi nilai signal-to-noise ratio (SNR) sebagai dasar analisis interferometri refleksi. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap kestabilan sistem, mencakup suplai daya, konsistensi perekaman data, serta integritas penyimpanan data selama periode pengamatan.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa modul GNSS Reflectometry yang dikembangkan mampu berfungsi dengan baik dan menghasilkan pola interferensi sinyal yang jelas pada kondisi air jernih. Data yang diperoleh menunjukkan kestabilan nilai SNR yang mendukung proses ekstraksi parameter tinggi muka air dengan tingkat presisi yang lebih baik.

Lingkungan pengujian yang minim gangguan dinamika aliran memberikan kondisi baseline yang optimal untuk evaluasi performa sistem. Hasil ini menjadi acuan penting dalam proses kalibrasi dan penyempurnaan modul sebelum diterapkan pada lokasi dengan karakteristik hidrologis yang lebih kompleks, seperti sungai dengan arus dinamis. Kegiatan ini menghasilkan dataset observasi GNSS mentah, data evaluasi performa modul, serta dokumentasi konfigurasi instalasi yang dapat digunakan sebagai referensi teknis untuk pengembangan lebih lanjut. Secara keseluruhan, hasil uji coba ini memperkuat tahapan pengujian teknis dalam pengembangan sistem GNSS Reflectometry sebagai solusi pemantauan level air yang efisien dan berkelanjutan.

Selamat atas Kelulusan Wisudawan/Wisudawati Program Sarjana Teknik Geodesi UGM Periode II T.A. 2025/2026 🎓

Berita Minggu, 1 Maret 2026

Yogyakarta, 1 Maret 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Teknik Geodesi yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan akademik pada Periode II Tahun Akademik 2025/2026, yang dilaksanakan pada 25–26 Februari 2026.

Kelulusan ini menandai keberhasilan para lulusan dalam menuntaskan proses pembelajaran yang tidak hanya menuntut penguasaan kompetensi teknis di bidang geodesi dan geomatika, tetapi juga pengembangan kapasitas analitis, integritas akademik, serta kemampuan adaptif terhadap dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam perjalanannya, para mahasiswa telah dibekali dengan pemahaman yang komprehensif terkait survei dan pemetaan, sistem referensi geospasial, penginderaan jauh, hingga pemanfaatan teknologi informasi geospasial dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Capaian ini merupakan refleksi dari dedikasi, ketekunan, serta kerja keras yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan di lingkungan akademik. Selain itu, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran sivitas akademika dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan serta profesionalisme.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan informasi geospasial yang akurat dan terpercaya, lulusan Teknik Geodesi diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam berbagai sektor, termasuk pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga transformasi digital berbasis spasial. Dengan kompetensi yang dimiliki, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan dalam menjawab tantangan global maupun nasional, khususnya dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis bukti (evidence-based development).

Departemen Teknik Geodesi UGM menaruh harapan besar agar para lulusan senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, terus mengembangkan kapasitas diri, serta aktif berinovasi dalam menghadapi perkembangan zaman. Keberhasilan yang diraih hari ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun karier profesional yang unggul, berintegritas, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Selamat atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga para wisudawan dan wisudawati senantiasa diberikan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian dan kiprah di masa mendatang.

Meet the Professor Hadirkan Akademisi NTU Bahas Kolaborasi Riset Global

Berita Sabtu, 28 Februari 2026

Yogyakarta, 28 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang menghadirkan pakar internasional untuk berbagi wawasan. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam membangun ruang dialog antara akademisi lintas negara. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami dinamika riset global dan peluang kolaborasi akademik.

Pada edisi kali ini, program menghadirkan Prof. Lydia Helena Wong dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai akademisi di bidang material science and engineering serta aktif dalam pengembangan kolaborasi industri dan universitas. Dalam sesi diskusi, ia membagikan perspektif terkait pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong inovasi.

Prof. Wong menjelaskan bahwa ekosistem riset global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih terbuka dan strategis. Menurutnya, kemitraan antara universitas dan industri dapat mempercepat pengembangan teknologi sekaligus meningkatkan relevansi penelitian. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya jaringan internasional dalam memperluas dampak riset.

Diskusi juga mengangkat topik mengenai strategi membangun kemitraan akademik lintas negara. Peserta diajak memahami bagaimana kolaborasi dapat dimulai dari pertukaran pengetahuan hingga pengembangan riset bersama. Hal ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisiplin.

Selain itu, Prof. Wong turut membagikan wawasan mengenai peluang studi doktoral di Singapura, khususnya di NTU. Ia menjelaskan berbagai jalur yang dapat ditempuh oleh mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi di institusinya. Informasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang ingin mengembangkan karier akademik di tingkat global.

Kegiatan ini dipandu sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menghadirkan forum yang mendorong interaksi langsung antara akademisi Indonesia dan pakar internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman serta strategi praktis dalam membangun jejaring global. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan karier akademik internasional.

Penyelenggara berharap program ini dapat terus menjadi wadah pertukaran ide yang inspiratif dan bermanfaat. Selain itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara serta mendorong lahirnya kolaborasi riset baru. Dengan adanya kegiatan ini, kontribusi akademisi Indonesia di tingkat global diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, kolaborasi internasional akan menjadi faktor kunci dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterhubungan antar institusi akan membuka peluang inovasi yang lebih luas dan berdampak. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam membangun ekosistem akademik yang kompetitif secara global.

1234567

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global
  • Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”
  • Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial
  • Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah
  • Wisuda Program Magister Teknik Geomatika FT UGM Periode III Tahun Akademik 2025/2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY