Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • 2026
  • hal. 3
Arsip:

2026

Antisipasi Potensi Bencana, Teknik Geodesi UGM Gelar Pelatihan dan Simulasi Gempa Bumi dan Pemadam Kebakaran

BeritaPelatihan Rabu, 1 Juli 2026

Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan simulasi pemadam kebakaran pada Rabu, 1 Juli 2026. Agenda yang berlangsung di lingkungan departemen ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta petugas outsourcing.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Sekretaris Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Dr. Ir. Dwi Lestari, S.T., M.E., IPM. Dalam penyampaiannya, beliau berharap kesempatan ini dapat memberikan pemahaman bagi seluruh civitas akademika mengenai tata cara bertindak yang tepat saat menghadapi situasi darurat.

Materi utama pada pelatihan ini disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Kedaruratan K5L UGM, Nunu Lutfi, S.T., M.Ec.Dev. Dalam paparannya, beliau menjelaskan sejumlah poin krusial mengenai keselamatan kerja, meliputi teori segitiga api, tahap perkembangan api, klasifikasi jenis kebakaran, sistem proteksi bangunan, hingga tata cara penanganan awal saat api mulai muncul. Peserta juga diberikan edukasi mendalam mengenai jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta fungsi spesifik dari masing-masing jenis tabung pemadam tersebut.

Setelah sesi pemaparan teori, kegiatan dilanjutkan dengan agenda simulasi penanggulangan bencana dan praktik pemadaman api di lapangan. Pada sesi interaktif ini, para peserta dari berbagai unsur, baik dosen, tendik, mahasiswa, maupun petugas outsourcing secara bergantian mencoba mempraktikkan langsung penggunaan APAR dan teknik pemadaman tradisional secara aman di bawah panduan tim K5L UGM. Pelatihan ini berjalan tertib dan ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan mitigasi bencana di lingkungan kampus.

Manfaatkan Metode Low-Cost Multi-Instrument, Tim Departemen Teknik Geodesi UGM Dokumentasi Digital Cagar Budaya Kulon Progo

Berita Rabu, 1 Juli 2026

Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Sekelompok peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan pada bangunan bersejarah. Untuk mengantisipasi dampak pelapukan alami serta ulah tangan jahil manusia terhadap situs cagar budaya, tim yang beranggotakan Muhammad Rifky Reza, Renaldy Aditya Putra Ramadhan, Salsabila Atalieani Andiana, dan Septiya Nur Hasmar berinisiatif merekam data fisik Stasiun Kalimenur di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, secara digital.

Langkah tersebut perlu segera dilakukan mengingat stasiun yang sudah tidak beroperasi itu memiliki nilai historis tinggi sebagai satu-satunya peninggalan arsitektur khas Staatsspoorwegen di jalur kereta api Yogyakarta – Kulon Progo. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 586/A/2018 tanggal 19 Desember 2018. Kondisi fisik bangunan peninggalan kolonial tersebut saat ini dilaporkan mengalami penurunan kualitas, antara lain kerusakan atap, pelapukan pada langit-langit dan lantai, serta vandalisme berupa coretan pada beberapa bagian dinding.

Tim Teknik Geodesi UGM menerapkan konsep inovatif berupa pendekatan instrumen majemuk berbiaya rendah (low-cost multi-instrument) untuk mengatasi tingginya biaya penggunaan alat survei konvensional seperti LiDAR. Pengambilan data visual di lapangan dilakukan dengan menggabungkan tiga perangkat fotografi, yaitu drone untuk memetakan struktur atap dari udara, kamera mirrorless untuk menangkap detail ornamen bagian luar secara tajam, dan kamera 360 derajat untuk merekam keseluruhan ruang interior.

Seluruh dokumentasi foto tersebut selanjutnya diolah menggunakan algoritma Structure-from-Motion Multi-View Stereo (SfM-MVS). Hasil akhir pengolahan data ini berupa replika digital dalam bentuk model tiga dimensi (3D) dengan tingkat kelengkapan dan kualitas visual yang cukup baik, meskipun tingkat akurasi geometrinya baru mencapai level sentimeter.

Melalui publikasi hasil kajiannya, tim peneliti membuktikan bahwa proses pemodelan arsitektur kuno yang efisien dan berkualitas tidak selalu bergantung pada perangkat survei yang mahal. Upaya digitalisasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan data jangka panjang yang andal, baik untuk kepentingan pendidikan, riset lanjutan, pengelolaan pariwisata daerah, maupun sebagai cetak biru rekonstruksi fisik apabila bangunan asli stasiun tersebut mengalami kerusakan total di kemudian hari. 

Link artikel : https://journal.ugm.ac.id/v3/mft/article/view/26370

Laboratorium Survei Pemetaan Hadirkan Wajah Baru: Ruang Multifungsi Modern untuk Mendukung Tridarma Perguruan Tinggi

Berita Rabu, 1 Juli 2026

Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Ruang Multifungsi yang berada di Laboratorium Survei Pemetaan kini hadir dengan tampilan yang sepenuhnya diperbarui. Renovasi ruang ini menghadirkan fasilitas modern yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sivitas akademika dalam menjalankan berbagai kegiatan ilmiah, mulai dari rapat koordinasi penelitian hingga sidang tugas akhir.

Ruang yang kini tampil dengan desain kontemporer ini memadukan estetika dan fungsionalitas. Lantai parket coklat hangat, panel dinding bermotif kayu natural, serta aksen biru elegan pada lemari penyimpanan dan partisi ruangan menciptakan suasana profesional yang kondusif. Penerangan berlapis dari lampu sorot langit-langit (downlight) ditambah strip cahaya kuning pada plafon bertingkat menghadirkan ambiance yang ideal untuk kerja ilmiah yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Ruang ini dirancang untuk mendukung tiga fungsi utama yang saling melengkapi. Pertama, sebagai ruang rapat dan koordinasi, ruang tersebut dilengkapi meja konferensi berkapasitas besar di tengah ruangan yang dikelilingi kursi ergonomis beroda, serta layar televisi berukuran besar sebagai media presentasi interaktif. Fasilitas ini memungkinkan pelaksanaan rapat koordinasi penelitian, pembahasan kerjasama kelembagaan, hingga persiapan teknis kegiatan praktikum secara lebih terstruktur dan efisien.

Kedua, ruang ini berfungsi sebagai pusat pengolahan data. Di sisi kanan ruangan, terdapat deretan meja komputer yang dilengkapi perangkat PC berkinerja tinggi dengan RGB gaming tower—mencerminkan kebutuhan komputasi berat dalam pengolahan data spasial. Fasilitas ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan peneliti yang sedang mengerjakan analisis data penelitian, proyek kerja sama, laporan praktikum, maupun skripsi dan tesis.

Ketiga, ruang ini difungsikan sebagai ruang sidang akademik. Tata letak yang luas dan rapi menjadikannya representatif untuk digunakan dalam ujian sidang skripsi maupun tesis, dengan atmosfer formal namun tetap nyaman bagi para peserta sidang.

Tak kalah menarik, lemari kaca yang terpasang di sisi kiri dan kanan ruangan memajang peralatan survei kuno hingga modern, tampak di antaranya total station berwarna kuning khas, tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan instrumen, tetapi juga sebagai identitas keilmuan laboratorium.

Dengan kehadiran wajah baru ini, Laboratorium Survei Pemetaan siap menjadi episentrum kegiatan akademik yang lebih produktif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung visi pengembangan ilmu kebumian dan geospasial di lingkungan kampus.

Sinergi Lintas Negara: NTU, UGM, dan BIG Berkolaborasi Petakan Pergerakan Kerak Bumi di Busur Banda

BeritaPenelitian Selasa, 30 Juni 2026

YOGYAKARTA – Sebuah kolaborasi riset internasional berhasil dilakukan untuk memetakan deformasi kerak bumi tiga dimensi (3D) di wilayah Busur Banda, Indonesia. Penelitian ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara dunia akademis internasional, perguruan tinggi lokal, dan lembaga pemerintah dalam menghadapi tantangan geodinamika.

Riset strategis ini disusun melalui kerja sama erat antara tiga institusi besar:

  • National Taiwan University (NTU), Taiwan: Diwakili oleh Jen-Yu Han dan Hilmiyati Ulinnuha dari Department of Civil Engineering.
  • Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia: Diwakili oleh Hilmiyati Ulinnuha dan Cecep Pratama dari Department of Geodetic Engineering.
  • Badan Informasi Geospasial (BIG), Indonesia: Diwakili oleh Oktadi Prayoga dari Center for Geodetic and Geodynamic Control Network.

Kolaborasi Data Menjadi Kunci Utama

Selain menggabungkan keahlian para pakar geodasi dan teknik sipil lintas negara, keberhasilan penelitian ini bertumpu pada keterbukaan dan dukungan infrastruktur data. Wilayah Busur Banda yang memiliki karakteristik tektonik kompleks selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam hal ketersediaan data.

Untuk mengatasi hal tersebut, BIG bersama Departemen Teknik Geodesi UGM memfasilitasi penyediaan data pengamatan kontinu dari stasiun Continuous Operating Reference Stations (CORS). Data tersebut menjadi pilar utama yang memungkinkan para peneliti melakukan analisis pemodelan tektonik secara akurat.

“Sinergi antara keahlian teknis global dari NTU, pemahaman wilayah dari UGM, serta dukungan data spasial nasional dari BIG terbukti menjadi kunci sukses dalam mengungkap fenomena pergerakan kerak bumi di wilayah yang terpencil dan kompleks seperti Busur Banda.”

Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung mitigasi bencana geologi berbasis sains yang lebih baik di masa depan, khususnya bagi wilayah-wilayah rawan tektonik di Indonesia

Sumber : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/00396265.2026.2671546

Departemen Teknik Geodesi UGM Terima Kunjungan Studi Lapangan dari SMA Negeri 1 Pandaan

Berita Kamis, 25 Juni 2026

Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Departemen Teknik Geodesi (DTGD) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menerima kunjungan studi lapangan dari SMA Negeri 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan yang diikuti oleh 150 siswa beserta guru pendamping ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Ruang III.4 Lantai 3 Gedung DTGD FT UGM. Kunjungan ini disambut langsung oleh Sekretaris Program Studi Program Sarjana Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc.

Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Pandaan selaku perwakilan pihak sekolah. Dalam penyampaiannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pimpinan serta civitas akademika Teknik Geodesi UGM atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih karena sejumlah alumni dari SMA Negeri 1 Pandaan telah berkesempatan melanjutkan studi di Departemen Teknik Geodesi UGM dan berharap jejaring tersebut dapat terus berlanjut bagi generasi berikutnya.

Selanjutnya, Cecep Pratama memberikan paparan mengenai profil UGM dan Fakultas Teknik. Dalam penjelasannya, ia memaparkan struktur akademik di tingkat universitas yang mencakup berbagai fakultas, sekolah, program studi, program double degree, program internasional,dan pusat studi yang tersedia. Secara khusus, ia menjelaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM sebagai bentuk pengabdian yang menerjunkan mahasiswa ke seluruh provinsi untuk mendekatkan dunia akademik dengan masyarakat. Di hadapan para siswa, Cecep Pratama juga menguraikan konsep hubungan sosial di mana setiap individu pada dasarnya hanya berjarak enam hingga tujuh orang dari figur penting. Melalui jalur pendidikan di UGM, jarak sosial tersebut dapat dipersingkat melalui akses jaringan alumni dan kemitraan strategis yang luas.

Setelah memaparkan profil universitas, penjelasan dilanjutkan secara spesifik mengenai Departemen Teknik Geodesi FT UGM. Cecep Pratama menjelaskan bahwa departemen ini memiliki dua konsentrasi bidang keilmuan, yaitu Teknik Geodesi dan Teknik Geoinformatika. Sesi materi ini kemudian mengulas mendalam mengenai cakupan keilmuan serta prospek kerja lulusan dari kedua konsentrasi tersebut di berbagai sektor pemerintah maupun swasta.

Setelah pemaparan mengenai profil UGM, kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif yang memberikan kesempatan bagi sejumlah siswa untuk mengajukan pertanyaan secara langsung mengenai dunia perkuliahan dan rumpun ilmu geodesi. Kunjungan studi ini kemudian ditutup dengan sesi pengenalan alat-alat survei dan pemetaan, dimana para siswa berkesempatan melihat langsung teknologi geospasial yang digunakan dalam proses pembelajaran di Departemen Teknik Geodesi UGM.

Sivitas Teknik Geodesi UGM Raih HKI Nasional untuk Peta 3D Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang

BeritaPenelitian Selasa, 23 Juni 2026

Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) kembali menorehkan capaian dalam bidang inovasi dan pengembangan teknologi geospasial melalui perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tingkat nasional untuk karya berjudul “Peta 3D Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang.”

Karya ini merupakan hasil kolaborasi lintas peneliti yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Tim pengembang terdiri atas Dr. Yulaikhah, S.T., M.T.; Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU.; Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D.; Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Azis Mulya Affandy; Lissatu Qurrotil Ainiyyah; Muhammad Azhar Rafi’ Samudra; Fiqri Fahra; Iqbal Hanun Azizi, S.T.; Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc.; Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU.; Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T.; Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU.; serta Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.

Peta 3D tersebut dikembangkan untuk menghadirkan representasi spasial yang lebih detail dan informatif mengenai kawasan Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang. Dengan memanfaatkan teknologi pemetaan dan pemodelan tiga dimensi, produk ini mampu menyajikan visualisasi wilayah secara lebih komprehensif dibandingkan peta konvensional.

Pemanfaatan peta tiga dimensi memiliki berbagai potensi aplikasi, mulai dari perencanaan kawasan, kegiatan pendidikan dan pelatihan, pengelolaan aset, promosi kawasan wisata, hingga mitigasi dan manajemen kebencanaan. Kehadiran model spasial yang lebih realistis juga dapat membantu pengguna dalam memahami kondisi lapangan secara lebih akurat.

Pada tahun 2026, karya ini memperoleh pengakuan sebagai HKI Nasional dan termasuk dalam kategori “Membuat rancangan dan karya teknologi yang dipatenkan atau terdaftar di HaKI secara nasional dalam bentuk paten sederhana yang telah memiliki sertifikat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.”

Keberhasilan ini menunjukkan kuatnya budaya kolaborasi riset di lingkungan DTGD FT UGM yang melibatkan berbagai bidang keahlian geodesi, geomatika, pemetaan digital, serta teknologi informasi geospasial. Selain menghasilkan luaran ilmiah, penelitian yang dilakukan juga diarahkan untuk menghasilkan produk inovatif yang dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Perolehan HKI ini sekaligus menjadi bukti kontribusi Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendukung pengembangan teknologi geospasial nasional. Melalui inovasi yang berkelanjutan, DTGD FT UGM terus berupaya menghasilkan karya-karya yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi pembangunan dan pengelolaan wilayah di Indonesia.

Capaian ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra eksternal dalam menghasilkan inovasi geospasial yang berdampak luas bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Inovasi Akademisi Teknik Geodesi UGM Hasilkan Berbagai HKI di Bidang GNSS dan Teknologi Geospasial

BeritaPenelitian Selasa, 23 Juni 2026

Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Komitmen sivitas akademika Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) dalam mengembangkan inovasi teknologi geospasial kembali tercermin melalui berbagai capaian Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berhasil didaftarkan. Dua akademisi DTGD FT UGM, Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T. dan Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc., menjadi bagian dari sejumlah inovasi yang berfokus pada pemetaan, teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System), serta pengembangan perangkat geospasial yang aplikatif.

Salah satu karya yang telah memperoleh perlindungan HKI adalah Geotagging+, yang didaftarkan sebagai Hak Cipta pada tahun 2022 dengan nomor permohonan EC00202267225. Inovasi ini dikembangkan oleh Dr. Catur Aries Rokhmana, Nuaim Hammad Ausi, dan Dr. Dedi Atunggal. Geotagging+ dirancang untuk mendukung pengelolaan informasi spasial yang lebih efektif melalui integrasi data lokasi pada berbagai aktivitas survei dan pemetaan.

Selain itu, kedua akademisi tersebut juga mendaftarkan GPS untuk Kamera Smartphone sebagai Desain Industri pada tahun 2025 dengan nomor permohonan A00202505799. Inovasi ini bertujuan meningkatkan akurasi informasi posisi pada perangkat kamera smartphone sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dokumentasi dan pengumpulan data geospasial di lapangan.

Capaian HKI tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang telah lama dikembangkan oleh Dr. Catur Aries Rokhmana dan Dr. Dedi Atunggal dalam bidang teknologi survei dan pemetaan modern. Keduanya dikenal aktif mengembangkan berbagai inovasi berbasis geospasial, termasuk GeoCam dan GeoPen.

GeoCam dikembangkan sebagai solusi untuk mendukung survei dan pemodelan tiga dimensi (3D) secara lebih efisien, sementara GeoPen dirancang sebagai perangkat pemetaan yang presisi, portabel, dan mudah digunakan dalam berbagai kondisi lapangan. Pengembangan kedua teknologi tersebut menunjukkan upaya nyata dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara luas oleh industri maupun masyarakat.

Menurut berbagai studi dan pengalaman lapangan, kebutuhan akan teknologi pemetaan yang cepat, akurat, dan mudah dioperasikan terus meningkat seiring berkembangnya transformasi digital di sektor geospasial. Oleh karena itu, perlindungan HKI menjadi langkah penting untuk memastikan hasil penelitian dapat terus dikembangkan, dimanfaatkan, dan dikomersialisasikan secara berkelanjutan.

Keberhasilan memperoleh HKI ini sekaligus memperkuat posisi Departemen Teknik Geodesi FT UGM sebagai salah satu pusat pengembangan inovasi geospasial di Indonesia. Melalui sinergi antara penelitian, pendidikan, dan hilirisasi teknologi, DTGD FT UGM terus mendorong lahirnya berbagai solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Capaian Dr. Catur Aries Rokhmana dan Dr. Dedi Atunggal menjadi contoh bagaimana hasil riset di perguruan tinggi dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata serta memiliki nilai tambah melalui perlindungan kekayaan intelektual. Dengan semangat inovasi yang berkelanjutan, akademisi DTGD FT UGM diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi geospasial Indonesia di masa mendatang.

Konsistensi Menjadi Kunci: Perjalanan Dr. Dedi Atunggal Menjaga Gaya Hidup Aktif Melalui Lari

Berita Selasa, 23 Juni 2026

Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Di tengah kesibukannya sebagai dosen dan akademisi, Dr. Dedi Atunggal menunjukkan bahwa menjaga kesehatan dan kebugaran tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Melalui konsistensi yang dijaga selama lebih dari satu tahun terakhir, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) ini berhasil mencatat perkembangan yang signifikan dalam aktivitas larinya.

Perjalanan tersebut dimulai pada Oktober 2024. Saat itu, lari masih dilakukan dengan metode run and walk, yaitu berlari dan berjalan secara bergantian. Menyelesaikan jarak 5 kilometer masih menjadi tantangan tersendiri, dengan napas yang belum stabil dan kecepatan lari yang masih jauh dari target yang diinginkan.

Namun, dengan latihan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, perkembangan mulai terlihat. Pada Desember 2024, Dr. Dedi sudah mampu menyelesaikan lari 5 kilometer dengan lebih stabil. Sebulan kemudian, pada Januari 2025, ia berhasil menuntaskan lari 10 kilometer untuk pertama kalinya.

Perjalanan tersebut terus berlanjut hingga Desember 2025, ketika ia memberikan hadiah istimewa bagi dirinya sendiri di hari ulang tahun dengan menyelesaikan lari sejauh 14,12 kilometer. Jarak yang sebelumnya terasa sulit dibayangkan kini menjadi pencapaian yang dapat diraih melalui proses yang konsisten.

Saat ini, kemampuan larinya terus berkembang. Kecepatan lari yang dahulu menjadi tantangan kini semakin nyaman dijalani, bahkan dalam beberapa sesi latihan tertentu mampu mencapai ritme yang lebih tinggi. Meski demikian, bagi Dr. Dedi, capaian tersebut bukanlah hasil dari bakat semata ataupun perlengkapan olahraga yang mahal.

Menurutnya, faktor terpenting dalam perjalanan tersebut adalah konsistensi.

“Kemajuan besar sering kali lahir dari latihan-latihan kecil yang dilakukan berulang kali,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, terdapat empat aspek penting yang perlu dijaga untuk mendukung konsistensi dalam berolahraga, yaitu tidur yang cukup untuk pemulihan tubuh, pola makan yang baik, latihan yang terstruktur sesuai kebutuhan, serta kemampuan menjaga suasana hati dan mengelola stres.

Prinsip tersebut sejalan dengan pendekatan ilmiah terhadap kebugaran, di mana performa fisik tidak hanya ditentukan oleh intensitas latihan, tetapi juga oleh kualitas pemulihan dan keseimbangan kondisi mental.

Bagi mereka yang baru memulai perjalanan olahraga, Dr. Dedi juga memberikan pesan sederhana namun bermakna. Ia mengingatkan agar tidak membandingkan proses yang sedang dijalani dengan pencapaian orang lain.

“Tidak harus cepat. Tidak harus jauh. Tidak harus sempurna. Yang penting terus bergerak, terus belajar, dan terus kembali lagi esok hari.”

Kisah Dr. Dedi Atunggal menjadi contoh bahwa konsistensi dalam menjalani kebiasaan positif dapat menghasilkan perubahan yang nyata. Di tengah aktivitas akademik yang padat, komitmen untuk menjaga kesehatan fisik dan mental menjadi investasi penting yang mendukung produktivitas serta kualitas hidup yang lebih baik.

Semangat yang ditunjukkan oleh Dr. Dedi sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika DTGD FT UGM untuk terus menerapkan gaya hidup sehat, aktif, dan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang mencapai garis finis, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. 🏃‍♂️✨

Sivitas Teknik Geodesi UGM Terbitkan Buku Peta dan Infografis Desa Beluk untuk Mendukung Informasi Geospasial Tingkat Desa

BeritaPenelitian Selasa, 23 Juni 2026

Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Tim peneliti dan akademisi dari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) kembali menghasilkan karya yang mendukung pengembangan informasi geospasial di tingkat desa melalui penerbitan “Buku Peta dan Infografis Administrasi, Kependudukan, dan Sosial Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.”

Buku ini merupakan hasil kolaborasi berbagai dosen, peneliti, dan mahasiswa yang terdiri atas Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU.; Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Yulaikhah, S.T., M.T.; Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU.; Iqbal Hanun Azizi, S.T.; Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D.; Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.; Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU.; Ir. Abdul Basith, S.T., M.Si., Ph.D.; Lusiana Natali Marpaung; Ilsya Noorfarinda Sari; Naufal Majid Nursalim; Muhammad Rizal Setiyawan; serta Nicholas Genta Setiawan Gunawan.

Diterbitkan pada tahun 2026, buku ini menyajikan berbagai informasi spasial dan statistik yang menggambarkan kondisi Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Informasi yang disusun mencakup aspek administrasi wilayah, kependudukan, serta kondisi sosial masyarakat yang dikemas dalam bentuk peta tematik dan infografis yang mudah dipahami.

Penyusunan buku peta dan infografis ini bertujuan untuk menyediakan data yang lebih informatif dan komunikatif bagi pemerintah desa, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya. Melalui penyajian data berbasis geospasial, berbagai informasi penting dapat divisualisasikan secara lebih efektif sehingga mendukung proses perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan di tingkat lokal.

Dalam konteks pembangunan desa, ketersediaan data spasial yang akurat dan mudah diakses menjadi faktor penting untuk mendukung berbagai program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Peta dan infografis memungkinkan identifikasi karakteristik wilayah, distribusi penduduk, kondisi sosial, serta potensi desa secara lebih komprehensif.

Karya ini juga menunjukkan bagaimana ilmu geodesi dan geomatika dapat berkontribusi langsung dalam mendukung pengelolaan data desa. Dengan mengintegrasikan teknologi pemetaan, sistem informasi geospasial, dan visualisasi data, informasi yang sebelumnya tersimpan dalam bentuk tabel dan laporan dapat disajikan menjadi lebih menarik, informatif, dan mudah dimanfaatkan.

Sebagai karya tingkat nasional, buku ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata sivitas akademika DTGD FT UGM dalam mendukung penguatan data spasial desa serta implementasi kebijakan Satu Data Indonesia yang mendorong pemanfaatan data berkualitas untuk pembangunan.

Melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, Departemen Teknik Geodesi FT UGM terus mengembangkan berbagai produk geospasial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran buku peta dan infografis Desa Beluk diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah desa, peneliti, maupun masyarakat dalam memahami kondisi wilayah dan merencanakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Karya ini sekaligus menegaskan peran DTGD FT UGM sebagai pusat pengembangan ilmu dan teknologi geospasial yang tidak hanya menghasilkan penelitian akademik, tetapi juga produk yang dapat dimanfaatkan secara nyata untuk mendukung pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.

Sambut Siswa SMA Bakti Idhata, Teknik Geodesi UGM Kembali Buka Agenda Kunjungan Sekolah

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta, 22 Juni 2026 –  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan studi dari SMA Bakti Idhata pada Senin, 22 Juni 2026. Sebanyak 108 siswa hadir dalam rombongan ini, yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok, 58 siswa mengunjungi Departemen Teknik Geodesi di Ruang III.4 Lantai 3 Gedung DTGD, sedangkan 50 siswa lainnya mengunjungi Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF). 

Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Bimbingan Konseling SMA Bakti Idhata. Dalam penyampaiannya, beliau mengungkapkan bahwa kunjungan ke UGM ini merupakan target utama sekolah untuk memberikan gambaran serta motivasi langsung bagi para siswa mengenai jalur masuk dan kehidupan akademik di UGM. Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar Teknik Geodesi UGM.

Menanggapi hal tersebut, Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku ketua Program Studi Program Sarjana Teknik Geodesi menyambut baik kehadiran para siswa dan guru pendamping. Beliau membeberkan bahwa agenda ini menjadi momen yang spesial, mengingat ini merupakan kali pertama DTGD FT UGM kembali menerima kunjungan sekolah secara resmi setelah sempat jeda selama satu tahun terakhir.

Dalam sesi pemaparan utama, Pak Heri memberikan pengenalan komprehensif mengenai profil Universitas Gadjah Mada, lingkungan Fakultas Teknik, hingga mengupas tuntas mengenai Program Studi Teknik Geodesi. Beliau menjelaskan secara detail cakupan ilmu geodesi dan geoinformatika, mulai dari pemetaan bumi, sistem informasi geospasial, hingga prospek karier lulusannya yang luas. Suasana kunjungan juga diselingi dengan sesi interaktif, di mana perwakilan siswa berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung seputar perkuliahan dan dunia Teknik Geodesi dan Teknik Geoinformatika. Selain itu, Pak Heri juga memperkenalkan secara mendetail berbagai peralatan mutakhir yang digunakan dalam pekerjaan geodesi dan memberikan gambaran langsung mengenai aktivitas praktis di bidang geospasial.

12345…12

Agenda

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Berita Terakhir

  • KATDESI Inspirasi Mahasiswa Baru DTGD UGM Melalui Talkshow Karier dan Penguatan Jejaring Alumni
  • Wisuda Periode IV TA 2025/2026, Teknik Geodesi FT UGM Meluluskan 57 Sarjana Baru
  • Info Day Teknik Geodesi UGM Bekali Mahasiswa Baru S1 dan S2 dengan Pengenalan Program Studi dan Perkuliahan
  • Pelatihan Pembuatan Model 3D LOD 3 Departemen Teknik Geodesi FT UGM Resmi Selesai
  • FT UGM Selesaikan Rangkaian Kegiatan Pionir Kesatria 2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY