Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • 2026
  • hal. 3
Arsip:

2026

Akademisi UGM Jadi Moderator Webinar Internasional Bahas Kontrak Pelayaran di Masa Konflik

Berita Rabu, 15 April 2026

Yogyakarta, 15 April 2026 — Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali berperan dalam forum internasional melalui partisipasi dalam webinar yang diselenggarakan oleh BIAMC. Kegiatan ini mengangkat tema “Shipping and Trade Contracts in Times of Conflict: Performance & Risk Allocation” yang membahas dinamika kontrak pelayaran dan perdagangan di tengah situasi konflik global. Webinar ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan berlangsung secara daring melalui platform Zoom.

Dalam kegiatan tersebut, I Made Andi Arsana didapuk sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Ia merupakan Kepala Program Magister Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, UGM. Perannya sebagai moderator menjadi penting dalam mengarahkan pembahasan agar tetap fokus pada isu strategis terkait hukum maritim dan perdagangan internasional. Diskusi dalam webinar ini menyoroti bagaimana konflik global mempengaruhi pelaksanaan kontrak pelayaran dan perdagangan. Para pembicara membahas tantangan dalam pemenuhan kewajiban kontraktual serta bagaimana resiko dapat dialokasikan secara adil di antara para pihak. Selain itu, forum ini juga mengulas aspek hukum yang berkaitan dengan ketidakpastian dalam rantai pasok global.

I Made Andi Arsana dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang aspek geospasial dalam hukum laut internasional. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di University of Wollongong dan aktif terlibat dalam berbagai kerja sama internasional, termasuk dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan National University of Singapore. Selain itu, ia telah menghasilkan lebih dari 200 publikasi ilmiah dan kerap menjadi pembicara dalam forum global di berbagai kawasan.

Selain aktivitas akademik, Andi juga menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional UGM yang menangani berbagai kerja sama global. Ia juga berperan sebagai UN Conciliator untuk urusan hukum laut serta konsultan FAO dalam implementasi perjanjian BBNJ di Indonesia. Keterlibatannya dalam berbagai forum internasional menunjukkan kontribusi aktif akademisi Indonesia dalam isu-isu global.

Webinar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait pengelolaan risiko dalam kontrak pelayaran di masa konflik. Diskusi yang berlangsung juga menjadi wadah pertukaran perspektif antara akademisi, praktisi hukum, dan pelaku industri. Dengan demikian, hasil pembahasan dapat menjadi referensi dalam menghadapi tantangan di sektor maritim dan perdagangan internasional. Ke depan, isu hukum maritim dan perdagangan global diperkirakan akan semakin kompleks seiring dengan dinamika geopolitik dunia. Oleh karena itu, forum diskusi internasional seperti ini menjadi penting untuk memperkuat pemahaman dan kerja sama lintas negara. Partisipasi akademisi UGM dalam kegiatan ini juga mempertegas peran perguruan tinggi dalam kontribusi global berbasis keilmuan.

Syawalan Keluarga Besar Teknik Geodesi UGM 1447 H (Momentum Syukuri Transformasi Departemen)

Berita Minggu, 12 April 2026

Yogyakarta, 11 April 2026 – Suasana kekeluargaan menyelimuti lingkungan Departemen Teknik Geodesi FT UGM pada Sabtu (11/4/2026). Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, agenda Syawalan Keluarga Besar kali ini sengaja dipusatkan langsung di departemen guna mempererat kembali ikatan emosional antarlintas generasi, mulai dari purnakarya hingga staf aktif.

Ketua Departemen Teknik Geodesi UGM, Prof. Trias Aditya, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di rumah sendiri ini merupakan bentuk syukur atas tuntasnya berbagai renovasi fasilitas departemen. Dalam sambutannya, beliau mengajak para purnakarya untuk melihat langsung wajah baru kampus serta memaparkan rencana strategis pembangunan gedung baru yang akan berlokasi di sisi utara sekretariat KMTG (Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi).

Acara inti diisi dengan Hikmah Syawalan oleh Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt., yang mengupas tema tentang menjaga diri dari kebangkrutan di akhirat. Sebagai akademisi dengan capaian skor SINTA yang menakjubkan, Prof. Abdul Rohman juga menyisipkan pesan motivasi bagi para dosen kolega untuk tetap produktif dalam memublikasikan karya ilmiah.

Momentum syawalan kali ini juga ditandai dengan perubahan tradisi pada prosesi ikrar. Jika biasanya dilakukan dengan jabat tangan fisik, kali ini seluruh hadirin bersama-sama mengucapkan ikrar saling memaafkan secara lisan dalam suasana yang tetap khidmat. Dipimpin oleh Dr. Bambang Kun Cahyono, prosesi ini menjadi simbol harmonisasi keluarga besar Geodesi. Kegiatan pun ditutup dengan pembagian berbagai doorprize menarik dan ramah tamah sembari menikmati hidangan yang telah disediakan.

Sinergi Riset Internasional: Analisis Komparatif Gangguan Ionosfer Akibat Fenomena Seismik dan Hidrometeorologi Resmi Dipublikasikan

BeritaPenelitian Minggu, 12 April 2026

Sebuah kolaborasi riset multidisiplin yang melibatkan konsorsium peneliti dari berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset pemerintah telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi, Pure and Applied Geophysics, pada tanggal 10 April 2026. Karya ilmiah bertajuk “Comparison of Ionospheric Disturbances Due to the 2024 Japan Earthquake, Typhoon Seroja 2021 and Koinu 2023 Using 3D Tomography” ini merupakan hasil integrasi kepakaran dari tim peneliti yang merepresentasikan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Antariksa, Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Airlangga (Unair), serta Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Intisari dari studi ini berfokus pada analisis komparatif mengenai anomali pada lapisan ionosfer yang dipicu oleh dua jenis bencana alam ekstrem, yakni gempa bumi tektonik di Jepang (2024) serta Siklon Tropis Seroja (2021) dan Koinu (2023). Dengan mengimplementasikan metodologi tomografi tiga dimensi (3D) berbasis data Global Navigation Satellite System – Total Electron Content (GNSS-TEC), para peneliti berhasil memetakan karakteristik propagasi energi dari permukaan bumi menuju atmosfer atas. Temuan riset menunjukkan bahwa aktivitas seismik memicu Coseismic Ionospheric Disturbances (CIDs) dengan amplitudo signifikan namun durasi singkat, sementara fenomena meteorologi seperti topan menginduksi Concentric Traveling Ionospheric Disturbances (CTIDs) yang memiliki persistensi durasi lebih lama dengan pola spasial yang mengikuti dinamika pergerakan badai tersebut.

Secara strategis, publikasi ini memberikan kontribusi fundamental terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui penguatan sistem mitigasi bencana berbasis teknologi kedirgantaraan. Pemahaman mendalam mengenai gangguan ionosfer ini menjadi komponen krusial dalam pengembangan sistem peringatan dini yang lebih akurat guna mereduksi risiko bencana bagi masyarakat global. Selain itu, inisiatif riset ini merupakan manifestasi nyata dari SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang membuktikan efektivitas sinergi lintas institusi dan lintas negara dalam menghasilkan inovasi teknologi untuk kepentingan kemanusiaan.

Link artikel: https://doi.org/10.1007/s00024-026-03954-9

Urgensi Informasi Geospasial untuk Kedaulatan NKRI: ITB dan BIG Gelar FGD Strategis di Jakarta

Berita Jumat, 10 April 2026

Pusat Analisis dan Penerapan Geospasial (CENAGO) Institut Teknologi Bandung, bekerja sama dengan Kedeputian Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kupas Tuntas Urgensi Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam, Keamanan Negara, dan Penanggulangan Bencana di Wilayah NKRI”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan. Forum ini bertujuan untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, seperti masih banyaknya sengketa batas wilayah, tumpang tindih lahan, hingga praktik ilegal di sektor pertambangan dan kehutanan yang terjadi akibat belum optimalnya penyelenggaraan informasi geospasial yang akurat dan mutakhir di Indonesia.

Acara yang dibuka dengan sambutan dari Kepala CENAGO ITB, Dr. Ir. Wedyanto Kuntjoro, M.Sc., menghadirkan rangkaian pembicara ahli, termasuk Rektor ITB yang memaparkan peran teknologi menuju Indonesia Emas 2045 serta para deputi dari BIG, ATR/BPN, BIN, dan BMKG. Selain dihadiri oleh pejabat kementerian dan lembaga tinggi negara, kegiatan ini juga diikuti oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Departemen Teknik Geodesi UGM turut hadir memberikan kontribusi pemikiran yang diwakili oleh Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., yang juga merupakan dosen di departemen tersebut.

Melalui diskusi ini, para peserta menekankan bahwa informasi geospasial merupakan instrumen vital—layaknya papan catur dalam permainan catur—yang menentukan ketepatan, efektivitas, dan efisiensi berbagai program pemerintah. FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk dorongan untuk pembenahan tata kelola, peningkatan anggaran, serta penguatan kapasitas SDM di bidang geospasial. Salah satu solusi cepat yang diusulkan adalah pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Informasi Geospasial guna mengatasi hambatan ruang yang selama ini mengganggu upaya perwujudan kemakmuran masyarakat Indonesia.

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Kesiapan Indonesia dalam Pemanfaatan Deep Seabed Mining di NRGS Talk Episode 2

Berita Rabu, 8 April 2026

Yogyakarta, 8 April 2026 – I Made Andi Arsana, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), menjadi narasumber dalam Podcast NRGS Talk Episode 2 yang mengangkat tema “Indonesia dan Kesiapan Menuju Pemanfaatan Deep Seabed Mining”. Podcast ini merupakan bagian dari seri diskusi yang diselenggarakan oleh Natural Resources Governance Studies.

Dalam episode bertajuk “Mineral dari Samudra: Masa Depan Energi dan Teknologi”, Dr. I Made Andi Arsana membahas secara komprehensif potensi besar sumber daya mineral laut Indonesia, serta tantangan dalam mengoptimalkan pemanfaatannya. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki landasan historis dan hukum yang kuat atas sumber daya kelautannya. Namun demikian, menurut beliau, kepemilikan hak tersebut saja belum cukup untuk menjamin terwujudnya manfaat ekonomi dan strategis secara nyata.

Dalam diskusi tersebut, I Made Andi Arsana menekankan tiga pilar utama yang perlu dibangun Indonesia agar mampu mengelola potensi deep seabed mining secara optimal, yaitu penguatan regulasi yang komprehensif, penguasaan teknologi yang memadai, serta pengembangan kerja sama global yang strategis. Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek kedaulatan negara dan keterbukaan terhadap kolaborasi internasional, khususnya dalam menghadapi kompleksitas eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral di dasar laut yang membutuhkan teknologi tinggi serta investasi besar.

Podcast ini memberikan wawasan mendalam mengenai arah kebijakan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi masa depan energi berbasis sumber daya laut, sekaligus menjadi ruang diskusi akademik yang relevan dengan isu global di bidang geospasial, kelautan, dan tata kelola sumber daya alam. Masyarakat dan sivitas akademika dapat menyaksikan diskusi lengkap tersebut melalui kanal resmi YouTube berikut: Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman publik terhadap potensi dan tantangan pengelolaan sumber daya laut Indonesia semakin meningkat, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Kolaborasi Peneliti UGM dan BIG Optimalkan Pemodelan Geoid Kalimantan Timur

BeritaPenelitian Rabu, 1 April 2026

Peneliti dari Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Direktorat Sistem Referensi Geospasial Badan Informasi Geospasial (BIG), Sukma Nur Oktavia dan Leni Sophia Heliani, secara resmi mempublikasikan riset strategis dalam jurnal internasional Geodesy and Cartography (Volume 52, Issue 1, 2026). Artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tanggal 31 Maret 2026 ini merupakan manifestasi kolaborasi erat antara akademisi dan praktisi pemerintah untuk menyediakan fondasi data geospasial yang akurat bagi wilayah pusat pertumbuhan baru Indonesia di Kalimantan Timur.

Intisari dari penelitian ini adalah penentuan model geoid gravimetrik lokal untuk wilayah Kalimantan Timur—lokasi berdirinya Ibu Kota Nusantara (IKN)—dengan mengimplementasikan metode KTH (Kungliga Tekniska Högskolan). Studi ini mensinergikan berbagai sumber data kompleks, meliputi data gravitasi udara (airborne gravity), gravitasi terrestrial, data anomali laut DTU17, model gravitasi global EGM2008, serta data topografi SRTM15+. Hasil riset berhasil merumuskan model geoid dengan tingkat presisi tinggi yang memiliki standar deviasi sebesar 0,177 meter, memberikan standar akurasi baru dalam penentuan tinggi fisik yang sangat krusial untuk proyek keteknikan dan konstruksi di wilayah tersebut.

Secara strategis, temuan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pemodelan geoid yang presisi secara langsung mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, karena ketersediaan referensi ketinggian yang akurat merupakan syarat mutlak dalam pembangunan infrastruktur perkotaan yang modern dan tahan lama di IKN. Selain itu, riset ini memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang membuktikan bahwa sinergi teknis antara lembaga pemerintah Indonesia dan universitas mampu menghasilkan inovasi geospasial yang esensial bagi kemajuan pembangunan nasional.

Link artikel: https://doi.org/10.3846/gac.2026.21948

Prestasi Internasional Mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Geospatial Challenge melalui Inovasi AI untuk Pemodelan 3D dan Penilaian Potensi Energi Surya

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 31 Maret 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Indonesia dalam ajang ASEAN Geospatial Challenge (AGC) melalui inovasi bertajuk AI-Based 3D Modeling for Rooftop Photovoltaic Potential Assessment and Property Tax Valuation. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi tingkat internasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik di bidang geospasial dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

Keikutsertaan dalam kompetisi ini berawal dari keberhasilan tim dalam menjuarai seleksi tingkat nasional yang diselenggarakan sebelumnya. Setelah dinyatakan lolos sebagai salah satu dari dua tim perwakilan Indonesia, tim kemudian mempersiapkan diri untuk tahap internasional yang diselenggarakan pada Februari. Setiap negara ASEAN hanya mengirimkan dua tim terbaiknya, sehingga kompetisi berlangsung sangat kompetitif dengan peserta yang memiliki latar belakang keahlian geospasial, kecerdasan buatan, dan analisis data spasial.

Persiapan menuju tahap internasional dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Dalam periode tersebut, tim berfokus pada penyempurnaan model, penguatan metodologi berbasis Artificial Intelligence, serta peningkatan kualitas visualisasi model 3D untuk mendukung analisis potensi panel surya atap dan estimasi nilai properti berbasis data spasial. Selain aspek teknis, tim juga mempersiapkan strategi presentasi untuk menghadapi dewan juri internasional yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi profesional di bidang geospasial.

Presentasi final menjadi momen penting yang menentukan hasil kompetisi. Dalam sesi tersebut, tim memaparkan inovasi yang mengintegrasikan teknologi pemodelan 3D berbasis AI dengan analisis potensi energi terbarukan serta valuasi properti yang berkelanjutan. Inovasi ini dinilai memiliki nilai kebaruan serta relevansi yang tinggi terhadap isu pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pemanfaatan energi bersih dan optimalisasi data geospasial untuk pengambilan keputusan.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri internasional, tim berhasil meraih Distinction Award, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi geospasial karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Puncak penghargaan dilaksanakan pada 31 Maret dalam rangkaian acara Geo-Connect Asia, di mana para pemenang juga mendapatkan kesempatan untuk kembali mempresentasikan hasil inovasinya di hadapan audiens internasional. Acara penganugerahan penghargaan tersebut dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Kementerian Hukum dan Sosial Singapura sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi inovasi geospasial bagi masa depan kawasan ASEAN.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi geospasial di tingkat internasional.

CESASS Talk UGM Bahas Batas Maritim dan Kolaborasi ASEAN di Era Tanpa Batas

Berita Selasa, 31 Maret 2026

Yogyakarta, 31 Maret 2026 — Center for Southeast Asian Studies (CESASS) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar forum diskusi melalui program CESASS Talk #53. Kegiatan ini mengangkat tema “Talking Borders in a Borderless ASEAN” yang menyoroti isu batas maritim dan kerja sama regional. Forum ini terbuka bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, hingga praktisi yang tertarik pada dinamika kawasan ASEAN.

Diskusi ini menghadirkan I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D. sebagai pembicara utama dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, UGM. Ia membahas berbagai aspek terkait batas maritim, tata kelola laut, serta pentingnya kerja sama regional dalam mengelola sumber daya laut. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif mengenai batas wilayah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kawasan.

Dalam pemaparannya, Andi menekankan bahwa konsep “tanpa batas” dalam ASEAN bukan berarti menghilangkan batas negara, melainkan memperkuat kolaborasi lintas negara. Ia menjelaskan bahwa kerja sama regional dapat mendorong pengelolaan wilayah laut yang lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan berbasis data geospasial dinilai penting dalam mendukung pengambilan keputusan di sektor kelautan.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Randy Wirasta Nandyatama, S.IP., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Hubungan Internasional UGM. Ia memandu jalannya diskusi dengan mengangkat berbagai isu strategis yang relevan dengan kondisi kawasan saat ini. Interaksi antara moderator dan pembicara membuat diskusi berlangsung dinamis dan mudah dipahami oleh peserta.

CESASS Talk #53 diselenggarakan secara hybrid, memungkinkan peserta untuk mengikuti kegiatan baik secara langsung maupun daring. Sesi luring berlangsung di Indonesia Room, CESASS UGM, sementara peserta daring bergabung melalui platform Zoom. Format ini memberikan fleksibilitas bagi peserta dari berbagai lokasi untuk tetap terlibat dalam diskusi.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait implementasi kerja sama regional serta tantangan dalam pengelolaan batas maritim. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap isu kelautan dan hubungan internasional di kawasan ASEAN.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkaya pemahaman peserta mengenai dinamika batas wilayah dan kerja sama regional. Selain itu, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan baru dalam pengelolaan sumber daya laut. Dengan diskusi yang berkelanjutan, kontribusi akademisi dalam isu strategis kawasan diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, isu batas maritim dan tata kelola laut diperkirakan akan semakin kompleks seiring dengan perkembangan geopolitik dan ekonomi kawasan. Oleh karena itu, kolaborasi antarnegara dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan tersebut. Program seperti CESASS Talk dinilai strategis dalam membangun pemahaman bersama di tingkat regional.

Sinergi Teknologi LiDAR: Pengembangan Visualisasi Realitas 3D Berbasis Web oleh Peneliti UGM

BeritaPenelitian Sabtu, 28 Maret 2026

Tim peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengintegrasikan data Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk pemodelan infrastruktur digital yang lebih komprehensif. Hasil penelitian yang disusun oleh Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dan Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU. ini resmi dipublikasikan pada 26 Maret 2026 melalui jurnal INASURVEYORS: Indonesian Journal of Surveying and Geospatial Science. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan digital twin yang lebih presisi dan dapat diakses untuk manajemen bangunan.

Intisari dari penelitian berjudul “Multi-Sensor LiDAR Integration and Interactive Web Visualization of 3D Point Cloud Data” ini adalah keberhasilan sinkronisasi tiga instrumen pemindaian berbeda untuk memetakan gedung Engineering Research and Innovation Centre (ERIC) UGM secara menyeluruh. Dengan memadukan Leica RTC360 untuk detail interior, Topcon GLS2000 untuk fasad eksterior, dan teknologi udara DJI Zenmuse L2 untuk cakupan atap, tim peneliti mencapai tingkat akurasi (RMSE) sebesar 0,0149 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa data dari berbagai jenis sensor dapat disatukan secara efektif dengan tetap menjaga akurasi geometrik yang tinggi.

Selain pengolahan data, penelitian ini menghadirkan platform visualisasi interaktif berbasis web menggunakan kerangka kerja Potree. Kehadiran platform ini memungkinkan data point cloud yang masif dapat diakses, diukur, dan dianalisis secara langsung melalui peramban standar tanpa memerlukan perangkat lunak khusus. Implementasi teknologi ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kapasitas teknologi lokal, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menyediakan instrumen untuk pengelolaan infrastruktur kota cerdas yang lebih efisien.

Link artikel: https://inasurveyor.com/articles.php?id=45

Tim Laboratorium Fotogrametri dan Penginderaan Jauh Teknik Geodesi FT UGM Publikasikan Riset Klasifikasi Point Cloud Berbasis UAV LiDAR

BeritaPenelitian Kamis, 26 Maret 2026

Yogyakarta, 26 Maret 2026 – Tim peneliti dari Laboratorium Teknologi Fotogrametri dan Penginderaan Jauh, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), berhasil mempublikasikan hasil penelitian dalam forum internasional bertajuk 2025 IEEE Asia-Pacific Conference on Geoscience, Electronics and Remote Sensing Technology. Publikasi tersebut berjudul Performance Analysis of Point Cloud Classification Techniques Using UAV LiDAR Data dan ditulis oleh Calvin Wijaya, Ruli Andaru, Harintaka, serta Catur Aries Rokhmana. Penelitian ini membahas analisis performa berbagai metode klasifikasi point cloud yang diperoleh dari teknologi UAV LiDAR. Data yang digunakan memiliki kepadatan tinggi, yaitu sekitar 54,866 titik per meter persegi, sehingga memberikan dasar yang kuat untuk analisis tiga dimensi dan pemodelan spasial.

Dalam studi ini, tiga pendekatan utama dibandingkan, yaitu metode berbasis geometri konvensional, machine learning, dan deep learning. Untuk pendekatan machine learning, digunakan algoritma Random Forest (RF) dan Extreme Gradient Boosting (XGB) dengan fitur RGB yang diekstraksi dari data point cloud. Sementara itu, pendekatan deep learning diimplementasikan menggunakan model PointNet dan Dynamic Graph Convolutional Neural Network (DGCNN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning memberikan performa terbaik dalam klasifikasi data. Model DGCNN mencapai akurasi keseluruhan sebesar 93%, diikuti oleh PointNet dengan sekitar 89%. Di sisi lain, metode machine learning menunjukkan performa yang relatif lebih rendah. Namun demikian, penelitian ini juga menegaskan adanya trade-off antara akurasi dan kebutuhan komputasi, di mana metode deep learning memerlukan sumber daya komputasi yang lebih besar.

Temuan ini menegaskan bahwa klasifikasi point cloud yang akurat merupakan fondasi penting dalam berbagai aplikasi lanjutan, seperti pembuatan model kota tiga dimensi (3D city modeling) berbasis UAV LiDAR serta analisis spasial lainnya. Publikasi ini dipresentasikan pada konferensi yang diselenggarakan pada 17–18 Desember 2025 di Purwokerto, Indonesia, dan telah terindeks dalam IEEE Xplore sejak 26 Maret 2026 dengan DOI: https://doi.org/10.1109/AGERS67633.2025.11446400. Kontribusi tim peneliti ini menunjukkan komitmen Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mengembangkan teknologi penginderaan jauh dan pemodelan geospasial berbasis data mutakhir untuk mendukung berbagai kebutuhan analisis dan pembangunan berkelanjutan.

12345…7

Agenda

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Berita Terakhir

  • DTGD FT UGM dan DJPK Kemenkeu RI Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026
  • Dari Diplomasi hingga Geopolitik Dunia: Wakil Menteri Luar Negeri RI Mengisi Kuliah Umum di Teknik Geodesi UGM
  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional
  • UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY