Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • 2026
  • hal. 7
Arsip:

2026

Revolusi Pemetaan Digital: Riset Peneliti Geodesi UGM Ungkap Keunggulan Dataset ‘Embedding’ dalam Akurasi Citra Satelit

ArtikelBeritaPenelitian Kamis, 22 Januari 2026

Dosen sekaligus peneliti dari Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM), Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. bersama Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., secara resmi mempublikasikan hasil riset mendalam mengenai inovasi teknologi penginderaan jauh dalam Geoid Journal of Geodesy and Geomatics (Volume 21, Nomor 1, 2026) pada 20 Januari 2026. Studi bertajuk “Evaluation of Google Earth Engine Embedding Dataset for Remote Sensing Image Classification” ini mengevaluasi efektivitas dataset embedding terbaru dari Alpha Earth Foundation yang terintegrasi pada platform Google Earth Engine (GEE). Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana model pembelajaran mesin canggih dapat mengoptimalkan klasifikasi citra satelit dibandingkan dengan metode konvensional yang selama ini digunakan.

Intisari dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dataset embedding mampu mencapai tingkat akurasi klasifikasi yang sangat tinggi, yakni sebesar 94%. Capaian tersebut secara signifikan melampaui performa instrumen satelit global yang umum digunakan, seperti Landsat 9 yang mencatatkan akurasi 83,1% dan Sentinel-2 dengan 82,5%. Melalui uji coba yang dilakukan di wilayah Yogyakarta dan Cilacap, teknologi ini terbukti mampu menghasilkan peta tutupan lahan yang lebih bersih dari gangguan visual (noise) serta lebih akurat dalam merepresentasikan objek di lapangan, mulai dari area perkotaan hingga ekosistem hutan mangrove yang kompleks tanpa memerlukan proses segmentasi gambar yang rumit.

Penerapan teknologi pemetaan presisi ini memberikan kontribusi strategis dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 15 mengenai Ekosistem Daratan (Life on Land). Dengan tersedianya instrumen pemetaan yang jauh lebih akurat, inovasi ini memfasilitasi otoritas terkait dalam melakukan pemantauan penggunaan lahan secara seketika (real-time) dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih terukur. Penemuan ini diharapkan menjadi standar baru bagi para praktisi geospasial global dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memperkuat kebijakan perlindungan keanekaragaman hayati dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Link artikel: https://doi.org/10.12962/geoid.v21i1.8151

Dosen Teknik Geodesi FT UGM Berkontribusi dalam Publikasi Internasional tentang Keselamatan Pengendara Sepeda Motor

BeritaPenelitian Selasa, 20 Januari 2026

Yogyakarta, 20 Januari 2026 – Febrian Fitryanik Susanta, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali menunjukkan kontribusi aktif dalam publikasi ilmiah internasional melalui artikel berjudul Identifying environmental factors related to motorcyclist crash rates: variable selection using spatial Random Forest with network distance and barriers. Publikasi ini ditulis bersama Bimo Harya Tedjo, Pei-Fen Kuo, dan I Gede Brawiswa Putra dari National Cheng Kung University serta Universitas Gadjah Mada. Artikel ini telah melalui proses ilmiah dan dipublikasikan secara daring pada 19 Desember 2025. Publikasi dapat diakses melalui DOI berikut:
https://doi.org/10.1016/j.aap.2025.108362

Penelitian ini mengangkat isu keselamatan pengendara sepeda motor yang masih menjadi perhatian global, khususnya di negara-negara Asia di mana sepeda motor merupakan moda transportasi utama. Studi ini berfokus pada identifikasi faktor lingkungan yang memengaruhi tingkat kecelakaan sepeda motor, dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan metode konvensional. Dalam penelitian ini, tim peneliti mengembangkan kerangka metode baru bernama Spatial Random Forest with Network Distance and Barriers (spatialRF–NDBAR). Pendekatan ini mengintegrasikan jarak jaringan jalan (network distance) serta hambatan akses jalan (road barriers) ke dalam proses seleksi variabel spasial, sehingga mampu meningkatkan akurasi model dalam merepresentasikan kondisi nyata di lapangan.

Studi kasus dilakukan di kawasan Central Business District (CBD) Kota Taipei, dengan memanfaatkan data kecelakaan sepeda motor periode 2016–2020 serta data Point of Interest (POI) yang diperoleh dari OpenStreetMap. Metode yang dikembangkan kemudian dibandingkan dengan pendekatan lain, termasuk spatialRF konvensional dan spatialRF–ND, menggunakan model statistik Ordinary Least Squares (OLS) dan Multiscale Geographically Weighted Regression (MGWR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model MGWR dengan variabel hasil seleksi spatialRF–NDBAR memberikan performa terbaik, ditunjukkan oleh nilai AICc terendah (1801.212) dan koefisien determinasi tertinggi (R² = 0.867). Selain itu, integrasi variabel spasial terbukti mampu mengurangi autokorelasi spasial residual, sehingga meningkatkan kualitas model secara keseluruhan.

Temuan penelitian juga mengidentifikasi bahwa lokasi-lokasi tertentu seperti pasar, restoran, bar, hotel, bank, halte bus, dan stasiun metro memiliki keterkaitan dengan tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan keselamatan lalu lintas, khususnya dalam penegakan aturan dan pengelolaan kawasan berisiko tinggi. Kontribusi Febrian Fitryanik Susanta dalam penelitian ini kembali menegaskan peran aktif akademisi Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan ilmu geospasial berbasis data-driven untuk mendukung perencanaan transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kolaborasi Riset Internasional Perkuat Infrastruktur Geospasial Sulawesi Melalui Pemodelan Geoid Presisi

BeritaPenelitian Selasa, 20 Januari 2026

Sebuah penelitian kolaboratif lintas negara yang melibatkan pakar dari berbagai institusi akademik dan pemerintah telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional Terrestrial, Atmospheric and Oceanic Sciences (Volume 37, Nomor 1, 2026). Studi bertajuk “A case study of geoid modeling in Sulawesi and accuracy verification strategies for accommodating diverse MSL vertical datums” ini merupakan hasil sinergi antara peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU., Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia, National Chung Hsing University Taiwan, serta National Yang Ming Chiao Tung University Taiwan. Riset ini menggarisbawahi pentingnya integrasi data gravitasi udara (airborne gravity) dalam mengatasi tantangan geografis pulau Sulawesi yang kompleks untuk menghasilkan model referensi ketinggian yang akurat.

Intisari dari penelitian ini berfokus pada pengembangan model geoid di Sulawesi dengan memanfaatkan data gravitasi udara yang dikumpulkan selama periode 2008 hingga 2019. Para peneliti mengevaluasi efektivitas berbagai Model Gravitasi Global (GGM) dan memperkenalkan strategi verifikasi akurasi untuk menyatukan berbagai datum vertikal Mean Sea Level (MSL) yang berbeda di wilayah tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan data gravitasi udara yang dikombinasikan dengan teknik pemodelan tertentu mampu meningkatkan ketelitian penentuan tinggi fisik, yang sangat krusial bagi wilayah kepulauan seperti Indonesia di mana referensi tinggi laut sering kali tidak seragam antar wilayah.

Secara strategis, publikasi ilmiah ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Penemuan ini secara langsung mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena model geoid yang akurat adalah fondasi utama bagi pembangunan infrastruktur fisik yang presisi dan tahan lama. Selain itu, riset ini relevan dengan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, khususnya dalam pemodelan risiko banjir dan mitigasi bencana berbasis data spasial. Terakhir, kerja sama ini menjadi manifestasi nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang membuktikan bahwa kolaborasi teknis antara lembaga pemerintah Indonesia dan universitas internasional mampu menghasilkan solusi inovatif bagi tantangan pemetaan nasional.

Link artikel: https://doi.org/10.1007/s44195-025-00119-4

Simulasi Pengukuran GNSS di Waduk Sermo untuk Pemantauan Level Air Berbasis Refleksi Sinyal

BeritaPenelitian Rabu, 14 Januari 2026

Kulon Progo, 14 Januari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan simulasi pengukuran Global Navigation Satellite System (GNSS) di Waduk Sermo. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS yang ditujukan untuk mendukung mitigasi bencana banjir serta manajemen sumber daya energi air dalam upaya peningkatan ketahanan pangan. Kegiatan ini dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti. Turut serta dalam kegiatan ini Buldan Muslim, Cecep Pratama, serta Iqbal Hanun Azizi. Simulasi pengukuran dilaksanakan pada tanggal 12–14 Januari 2026 dengan menggunakan satu unit alat GNSS.

Kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memiliki visibilitas sinyal satelit yang baik dan representatif terhadap kondisi permukaan air waduk. Setelah lokasi ditetapkan, tim melakukan pemasangan alat GNSS pada tripod dengan posisi yang stabil dan aman dari gangguan lingkungan sekitar. Tahapan simulasi meliputi penyiapan dan instalasi alat, konfigurasi sistem perekaman data, pengujian penerimaan sinyal satelit, serta pemantauan kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kualitas sinyal refleksi. Selain itu, tim juga melakukan evaluasi awal terhadap kualitas data yang diperoleh selama proses simulasi berlangsung.

Hasil sementara menunjukkan bahwa alat GNSS dapat beroperasi dengan baik di lingkungan Waduk Sermo. Sinyal satelit diterima secara stabil, dan sistem perekaman data berjalan sesuai dengan konfigurasi yang telah direncanakan. Beberapa catatan teknis terkait posisi pemasangan alat, pengaruh kondisi lingkungan, serta optimalisasi sistem dicatat sebagai bahan evaluasi untuk tahap pengukuran selanjutnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian RIIM 8 yang berfokus pada pengembangan metode pemantauan level air berbasis refleksi sinyal GNSS. Hasil simulasi ini diharapkan menjadi dasar teknis dan operasional sebelum pelaksanaan pengukuran jangka panjang, serta berkontribusi dalam pengembangan sistem mitigasi bencana banjir dan pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Mengupas Sengkarut Batas Maritim Arktik: Perspektif Baru dari Pakar Hukum dan Geodesi Global

BeritaPenelitian Sabtu, 10 Januari 2026

Dinamika kedaulatan di Samudra Arktik menjadi topik utama pada artikel ilmiah yang bertajuk “Maritime limits and boundaries in the Arctic Ocean: agreements and disputes”. Karya kolaboratif ini disusun oleh beberapa peneliti, Clive Schofield, Ted L. McDorman, dan I Made Andi Arsana, yang resmi dipublikasikan pada 6 Januari 2026 dalam Handbook of the Politics of the Arctic (hal. 48-72).

Artikel ini hadir di tengah meningkatnya perhatian global terhadap wilayah kutub utara, di mana tumpang tindih klaim wilayah sering kali berkelindan dengan perebutan akses sumber daya alam yang melimpah. Dalam naskah setebal 24 halaman tersebut, para penulis membedah secara mendalam garis pangkal (baselines) serta klaim yurisdiksi maritim dari enam negara pantai Arktik. Fokus utama diarahkan pada analisis teknis dan legal terkait hak landas kontinen yang menjorok lebih dari 200 mil laut dari garis pantai—sebuah area kritis yang sering menjadi titik picu ketegangan internasional.

Tak sekadar memaparkan teori, studi ini memberikan tinjauan komprehensif mengenai status terkini perbatasan maritim di pusat Samudra Arktik, mulai dari batas-batas yang telah disepakati hingga wilayah yang masih menyisakan sengketa yurisdiksi. Analisis tajam yang disajikan memberikan kerangka kerja bagi para diplomat dan pengambil kebijakan dalam menavigasi tumpang tindih klaim yang belum terselesaikan di kawasan yang sangat sensitif secara geopolitik ini.

Secara substansial, kontribusi pemikiran ini selaras dengan agenda pembangunan global berkelanjutan. Artikel ini mendukung implementasi SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penekanan pada kepastian hukum untuk pengelolaan sumber daya laut. Selain itu, kajian ini menjadi pilar bagi pencapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur hukum internasional yang kuat. Semangat kolaborasi lintas pakar dalam karya ini juga merefleksikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya kerja sama multidisiplin dalam memecahkan isu batas wilayah di kancah global.

Link Artikel: https://doi.org/10.4337/9781035333714.00011

1…567

Agenda

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Berita Terakhir

  • Mahasiswa IUP Geodesi UGM Mulai Studi di TU München, Perdalami Sistem Administrasi Pertanahan Global
  • Tim Jaminan Mutu DTGD FT UGM Ikuti Sosialisasi LAMTEK “Menuju Akreditasi Unggul 2026”
  • Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial
  • Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah
  • Wisuda Program Magister Teknik Geomatika FT UGM Periode III Tahun Akademik 2025/2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY