Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Penelitian
  • hal. 4
Arsip:

Penelitian

Teknik Geodesi UGM Kembangkan Model Penguatan Geospatial Information Infrastructure di Tingkat Lokal

BeritaPenelitian Sabtu, 7 Juni 2025

Yogyakarta, 6 Juni 2025 – Artikel mengenai pengembangan Geospatial Information Infrastructure (GII) di pemerintah daerah Indonesia telah resmi dipublikasikan di jurnal internasional. Penelitian ini ditulis oleh I.R. Utama dari Program Magister Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi FT UGM, bersama Dr. Heri Sutanta, dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM. Keterlibatan dosen Geodesi UGM dalam publikasi ini memperkuat peran akademisi dalam mendorong pemanfaatan informasi geospasial untuk tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Penelitian ini mengevaluasi penerapan sembilan strategic pathways dari United Nations Integrated Geospatial Information Framework (UN-IGIF) di tingkat pemerintah daerah Indonesia. Melalui kuesioner kepada 103 responden serta wawancara dengan 12 pejabat pemerintah daerah, penelitian ini menghasilkan model logika pengembangan GII berbasis UN-IGIF. Temuan utama menunjukkan bahwa tiga jalur strategis—yakni tata kelola dan institusi, data, serta kapasitas dan pendidikan—memberikan dampak positif signifikan terhadap penguatan GII.

Studi ini menekankan bahwa meskipun UN-IGIF dirancang untuk implementasi nasional, kerangka tersebut dapat diadaptasi di tingkat lokal dengan mempertimbangkan konteks daerah dan kondisi pemanfaatan informasi geospasial yang beragam. Hasil penelitian ini menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur informasi geospasial yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=_D477zkAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=_D477zkAAAAJ:738O_yMBCRsC

Studi GNSS Geodesi UGM Identifikasi Dominasi Kompresi di Celah Seismik Mentawai

BeritaPenelitian Selasa, 27 Mei 2025

Yogyakarta, Mei 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Leni Sophia Heliani dan Dr. Cecep Pratama, bersama tim lintas institusi, berhasil mempublikasikan artikel berjudul “Strain accumulation in the Mentawai Forearc Sliver, Indonesia, inferred from continuous GNSS-derived strain rate” di jurnal internasional Geodesy and Geodynamics (Elsevier, KeAi Publishing). Publikasi ini menunjukkan kontribusi penting akademisi Geodesi UGM dalam pemahaman deformasi kerak bumi di wilayah rawan gempa Mentawai.

Penelitian ini memanfaatkan data GNSS (Global Navigation Satellite System) dari jaringan SuGAr (Sumatran GPS Array) selama satu dekade untuk menghitung laju regangan utama, dilatasi, dan regangan geser maksimum. Hasilnya menunjukkan adanya akumulasi regangan sebesar 0,13 mikrostrain/tahun, dilatasi 0,2 mikrostrain/tahun, dan regangan geser maksimum 0,1 mikrostrain/tahun. Data ini mengungkap adanya dominasi kompresi di sepanjang celah seismik Mentawai yang berpotensi menjadi sumber gempa besar di masa depan.

Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang mekanisme tektonik, termasuk indikasi sistem patahan backthrust dan strike-slip duplex di Mentawai. Penelitian ini sangat penting bagi upaya mitigasi bencana gempa dan tsunami di Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena berhubungan langsung dengan peningkatan resiliensi masyarakat di wilayah rawan bencana.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=0JvcXp4AAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=0JvcXp4AAAAJ:tzM49s52ZIMC

Kajian Manajemen Bencana: Teknologi, Partisipasi, dan Kepercayaan Sosial Jadi Kunci EWS

BeritaPenelitian Kamis, 15 Mei 2025

Yogyakarta, 10 Mei 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Nurrohmat Widjajanti, berperan sebagai co-author dalam publikasi internasional berjudul “The Systematic Disaster Management Approach to Assessing Early Warning Systems in South Sulawesi: A Review”. Artikel ini diterbitkan di Engineering, Technology & Applied Science Research (ETASR), Vol. 15 No. 4, 2025 dengan penulis utama Evi Aprianti dari Universitas Hasanuddin. Kolaborasi ini menegaskan kontribusi Geodesi UGM dalam penguatan kajian kebencanaan di level nasional maupun internasional.

Penelitian ini meninjau efektivitas sistem peringatan dini bencana (Early Warning System/EWS) di Sulawesi Selatan melalui pendekatan manajemen bencana yang sistematis, mencakup tahap mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan. Hasil tinjauan mengungkapkan bahwa efektivitas EWS sangat dipengaruhi oleh integrasi partisipasi masyarakat, inovasi teknologi, koordinasi kelembagaan, serta komunikasi risiko yang jelas. Tantangan masih muncul pada aspek infrastruktur di wilayah terpencil, rendahnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, serta hambatan sosial-budaya seperti rendahnya kepercayaan pada otoritas.

Studi ini juga menyoroti peluang penguatan EWS dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT), sensor berbasis energi terbarukan, pemodelan hidrologi real-time, serta pemanfaatan UAV untuk pemetaan risiko banjir. Lebih jauh, penelitian menekankan bahwa keberhasilan sistem tidak hanya ditentukan teknologi, melainkan juga kepercayaan sosial dan pemberdayaan komunitas. Hasil riset ini mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mendorong sistem peringatan dini yang lebih adaptif, inklusif, dan tangguh menghadapi perubahan iklim.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=U-w8I4UAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=U-w8I4UAAAAJ:UHK10RUVsp4C

Analisis Akademisi Teknik Geodesi UGM Soroti Implikasi Deklarasi Garis Pangkal Tiongkok terhadap Stabilitas Laut Cina Selatan

BeritaPenelitian Jumat, 9 Mei 2025

Yogyakarta, 8 Mei 2025 – Artikel berjudul “China Declares Straight Baselines around Scarborough Reef” resmi terbit di The International Journal of Marine and Coastal Law. Publikasi ini ditulis oleh Warwick Gullett dan Clive Schofield, dengan melibatkan Dr. I Made Andi Arsana, dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM, sebagai salah satu penulis. Keterlibatan dosen Geodesi UGM dalam artikel ini menunjukkan kontribusi nyata dalam diskursus hukum laut internasional, khususnya di kawasan Laut Cina Selatan.

Artikel ini menganalisis langkah Tiongkok yang pada 10 November 2024 mendeklarasikan garis pangkal lurus (straight baselines) di sekitar Karang Scarborough. Karang ini merupakan salah satu fitur insular paling krusial di Laut Cina Selatan dan telah lama menjadi sumber konflik laut antara Tiongkok dan Filipina. Penelitian menunjukkan bahwa deklarasi garis pangkal ini memperdalam sengketa hukum laut internasional dan memiliki implikasi strategis lebih luas, terutama terkait kepemilikan dan klaim atas Kepulauan Spratly.

Kajian ini menegaskan bahwa langkah Tiongkok tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral dengan Filipina, tetapi juga pada stabilitas kawasan dan dinamika hukum laut global. Analisis yang dilakukan memberikan perspektif penting tentang bagaimana klaim maritim dapat memengaruhi tata kelola laut, keamanan, serta upaya penyelesaian sengketa internasional di kawasan strategis ini.

 SDG 14 – Life Below Water 🌊
→ karena menyangkut pengelolaan laut dan sumber daya maritim yang berkelanjutan.

 SDG 16 – Peace, Justice, and Strong Institutions ⚖️
→ karena isu ini berkaitan dengan perdamaian, penyelesaian sengketa secara hukum, dan tata kelola laut internasional yang adil.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=x2N_jBcAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=x2N_jBcAAAAJ:7Hz3ACDFbsoC

Keterlibatan Akademisi Geodesi UGM dalam Inovasi Studi Visualisasi Berbasis Test-Suite di Ajang CHI Conference 2025

BeritaPenelitian Sabtu, 26 April 2025

Yogyakarta, 25 April 2025 – Dosen Departemen Geodesi UGM, Dany Laksono, berkontribusi sebagai penulis bersama dalam publikasi internasional berjudul VisUnit: Literate Visualisation Studies Assembled from Reusable Test-Suites. Artikel ini terbit di ajang prestisius CHI Conference on Human Factors in Computing Systems (CHI ’25) yang berlangsung pada 26 April–1 Mei 2025 di Yokohama, Jepang. Penelitian ini ditulis bersama Radu Jianu dan Aidan Slingsby (City St George’s, University of London) serta Mershack Okoe (Florida International University).

Penelitian ini mengembangkan VisUnit, sebuah pendekatan baru untuk menyusun studi pengguna visualisasi secara modular dan dapat digunakan ulang. Tim peneliti merancang bahasa deklaratif dan pustaka Javascript yang memungkinkan peneliti merakit eksperimen dari kombinasi data, visualisasi, dan tugas secara fleksibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VisUnit mampu menurunkan beban kerja penyusunan studi, mendorong keterbukaan data serta kode, dan membuka peluang bagi replikasi serta pengembangan studi visualisasi berbasis test-suite yang lebih transparan dan berkelanjutan.

Karya ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan teknologi penelitian, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi lintas negara, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan materi studi terbuka yang mendukung pembelajaran dan penelitian berkelanjutan.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=LsZIhbcAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=LsZIhbcAAAAJ:dfsIfKJdRG4C

Penelitian Teliti Pengaruh Peningkatan Citra pada Rekonstruksi 3D Objek non-Lambertian

Penelitian Jumat, 25 April 2025

YOGYAKARTA – Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama UPN Veteran Yogyakarta memanfaatkan teknologi Neural Radiance Fields (NeRF) untuk mengkaji dampak peningkatan citra terhadap hasil rekonstruksi 3D objek non-Lambertian. Penelitian ini dipublikasikan di IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.

Penelitian yang dipimpin oleh R.S. Arif dan Prof. Harintaka dari Departemen Teknik Geodesi UGM ini mengeksplorasi metode rekonstruksi 3D menggunakan NeRF pada objek yang memiliki sifat pantulan cahaya tidak merata (non-Lambertian), seperti patung dan permukaan reflektif. Lima metode peningkatan citra yang diuji antara lain Brightness, CLAHE, Gamma Correction, Global Histogram Equalization, dan Negative Image.

“Metode ini membantu mengatasi tantangan pencahayaan yang tidak seragam pada objek non-Lambertian, sehingga kualitas rekonstruksi 3D dapat ditingkatkan,” ujar Arif dalam keterangannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode CLAHE menghasilkan akurasi rekonstruksi terbaik dengan Root Mean Square Error (RMSE) terendah yaitu 1,36 cm. Sementara itu, metode Negative Image memberikan nilai completeness tertinggi sebesar 93,12 persen. Rata-rata nilai akurasi rekonstruksi yang dihasilkan dari lima metode peningkatan citra masih dalam batas yang baik.

Prof. Harintaka menambahkan bahwa hasil ini menunjukkan pentingnya kualitas citra dalam rekonstruksi 3D berbasis AI seperti NeRF. “Peningkatan kualitas citra terbukti memainkan peran penting dalam meningkatkan performa NeRF, terutama pada objek dengan karakteristik permukaan kompleks,” jelasnya.

Dengan penelitian ini, diharapkan teknologi NeRF dapat lebih dioptimalkan untuk berbagai aplikasi, seperti pemodelan objek warisan budaya dan pemetaan detail permukaan benda yang kompleks.

Untuk membaca publikasi lengkap penelitian ini, kunjungi tautan berikut:
👉 Investigating the Impact of Enhanced Images on 3D Reconstruction of non Lambertian Object Using Neural Radiance Fields.

Penelitian Geodesi UGM Dorong Administrasi Pertanahan Berkelanjutan Lewat Integrasi Data

BeritaPenelitian Minggu, 20 April 2025

Yogyakarta, April 2025 – Tim dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Diyono, Heri Sutanta, Muhammad Hidayatul Ummah, Nurrohmat Widjajanti, dan Dedi Atunggal berhasil mempublikasikan penelitian berjudul “Harmonisation of Geospatial Data in the Process Evaluation of Land Utilisation Suitability Based on Cadastral Land Parcel” di International Journal of Geoinformatics, Vol. 21 No. 4, April 2025. Publikasi ini mempertegas kiprah Geodesi UGM dalam riset internasional terkait harmonisasi data spasial untuk sistem administrasi pertanahan modern.

Penelitian ini menyoroti permasalahan tumpang tindih antara peta rencana tata ruang (RDTR) dengan peta bidang tanah kadaster di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan lebih dari 25 persen bidang tanah tercatat dalam dua hingga tiga zona tata ruang yang berbeda, menimbulkan ketidakpastian dalam penetapan pemanfaatan lahan. Dengan memanfaatkan citra UAV beresolusi tinggi dan survei lapangan, tim peneliti melakukan harmonisasi peta spasial melalui pendekatan logika hierarkis sehingga setiap bidang tanah hanya memiliki satu peruntukan tata ruang yang pasti. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam hasil evaluasi kesesuaian lahan sebelum dan sesudah harmonisasi dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Temuan ini menegaskan pentingnya peta bidang tanah yang akurat untuk meningkatkan kualitas rencana tata ruang dan mendukung sistem administrasi pertanahan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa harmonisasi data spasial berbasis bidang tanah dapat meningkatkan konsistensi kebijakan penggunaan lahan, sekaligus mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) serta SDG 16 (Institusi yang Kuat, Perdamaian, dan Keadilan).

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=U-w8I4UAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=U-w8I4UAAAAJ:UHK10RUVsp4C

Dosen Geodesi UGM Teliti Kesiapsiagaan Sistem Kesehatan dalam Menghadapi Gempa dan Tsunami

BeritaPenelitian Selasa, 25 Maret 2025

Yogyakarta, Maret 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Dr. Cecep Pratama, bersama tim peneliti lintas institusi, mempublikasikan artikel berjudul “Health Disaster Capacity and Preparedness in the Case of Tsunami and Earthquake Disaster” di Texila International Journal of Public Health, Vol. 13 No. 1, 2025. Publikasi ini mempertegas kontribusi akademisi Geodesi UGM dalam riset kebencanaan, khususnya dalam penguatan kapasitas sistem kesehatan menghadapi bencana alam.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman gempa bumi dan tsunami Palu 2018 yang menunjukkan pentingnya peran sistem kesehatan dalam mengurangi risiko, paparan, dan kerentanan masyarakat. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan kuesioner daring untuk menilai kapasitas dan kesiapsiagaan sistem kesehatan. Hasil penelitian menemukan bahwa kapasitas layanan kesehatan, sumber daya manusia, dan pembiayaan masih tergolong rendah, sementara aspek tata kelola, ketersediaan obat, serta kondisi lingkungan masyarakat dinilai tinggi. Untuk kesiapsiagaan, pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dinilai baik, tetapi kemampuan mengurangi keparahan penyakit melalui layanan kesehatan masih rendah.

Temuan ini menegaskan bahwa kapasitas dan kesiapsiagaan kesehatan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami masih relatif rendah sehingga memerlukan penguatan yang lebih menyeluruh. Penelitian ini memberikan rekomendasi peningkatan sumber daya manusia, pembiayaan, serta pelayanan kesehatan berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Riset ini sejalan dengan pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penguatan sistem kesehatan masyarakat di wilayah rawan bencana.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=5YFJgTQAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=5YFJgTQAAAAJ:isC4tDSrTZIC

Kontribusi Geodesi UGM dalam Pengembangan Sistem Administrasi Pertanahan yang Tangguh terhadap Ancaman Siber

BeritaPenelitian Sabtu, 22 Februari 2025

Yogyakarta, Februari 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Trias Aditya dan Dr. Purnama Budi Santosa, bersama mahasiswa doctor  dari internasional UGM dari Prancis, mempublikasikan artikel berjudul “Exploring Cyber Threat Intelligence into Land Administration Systems for Enhanced Cyber Resilience”. Artikel ini diterbitkan di Journal of Geographic Information System, Vol. 17 No. 1, Februari 2025. Publikasi ini menegaskan kontribusi Geodesi UGM dalam pengembangan sistem administrasi pertanahan yang lebih tangguh menghadapi ancaman siber.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko serangan siber terhadap Land Administration Systems (LAS) yang mengelola data sensitif kepemilikan tanah dan informasi spasial. Tim peneliti mengeksplorasi integrasi Cyber Threat Intelligence (CTI) untuk meningkatkan ketahanan siber LAS. Dengan menggunakan basis data kerentanan seperti CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) serta kerangka evaluasi CVSS dan EPSS, penelitian ini berhasil mengidentifikasi risiko spesifik yang mengancam LAS serta memberikan rekomendasi mitigasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTI mampu meningkatkan kemampuan deteksi dan respons terhadap ancaman, sekaligus memperkuat aspek strategis, operasional, hingga teknis pada sistem pertanahan digital. Kajian ini sangat relevan dengan upaya digitalisasi layanan publik, terutama dalam mewujudkan sistem pertanahan yang aman, transparan, dan berkelanjutan. Penelitian ini mendukung pencapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh) dengan memperkuat tata kelola pertanahan melalui keamanan siber yang lebih baik.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=oGizjNoAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=oGizjNoAAAAJ:BrmTIyaxlBUC

Dosen dan Mahasiswa Master Teknik Geomatika FT UGM gunakan Google Earth Engine untuk Pantau Kualitas Air Danau Sentarum

Penelitian Kamis, 20 Februari 2025

Yogyakarta – Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk memantau kualitas air Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Penelitian yang dipublikasikan di IOP Conference Series: Earth and Environmental Science ini menggunakan data satelit Sentinel-2 pada platform Google Earth Engine.

Penelitian oleh M. Rifai dan Prof. Harintaka dari Departemen Teknik Geodesi UGM ini fokus memantau parameter kualitas air berupa klorofil-a (Chl-a) dan total suspended solids (TSS) di Danau Sentarum. Dengan memanfaatkan algoritma berbasis indeks spektral seperti Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI), Normalized Difference Chlorophyll Index (NDCI), dan Normalized Difference Turbidity Index (NDTI), penelitian ini mampu memetakan kondisi air secara detail.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Danau Sentarum secara umum berada dalam kondisi baik, meskipun terdapat fluktuasi nilai Chl-a dan TSS setiap tahunnya,” ujar Rifai dalam keterangannya.

Penelitian ini menemukan bahwa nilai Chl-a cenderung meningkat pada periode 2020-2022, yang dikaitkan dengan fenomena La Nina yang meningkatkan curah hujan, sehingga berdampak pada peningkatan nutrien di danau. Sementara itu, konsentrasi TSS relatif stabil dan masih berada dalam ambang batas yang tidak berdampak negatif terhadap ekosistem perairan.

Prof. Harintaka menambahkan bahwa pemanfaatan Google Earth Engine dapat menjadi solusi efektif dalam pemantauan kualitas air di wilayah perairan yang luas dan sulit dijangkau. “Dengan teknologi ini, pengawasan kualitas air danau bisa dilakukan secara berkala tanpa harus selalu turun ke lapangan,” jelasnya.

Dengan adanya pemantauan rutin ini, diharapkan pengelolaan Danau Sentarum sebagai salah satu danau prioritas nasional dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam menjaga fungsi ekologis dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Untuk membaca publikasi lengkap penelitian ini, kunjungi tautan berikut:
👉 Analysis of Water Quality Dynamics of Sentarum Lake, Indonesia, with Water Index Application and Water Parameter Algorithm Methods Using Google Earth Engine.

12345

Agenda

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Berita Terakhir

  • Fakultas Teknik UGM Tawarkan Beasiswa Doktor untuk Riset Geospasial, Mitigasi Bencana, dan Lingkungan
  • DTGD FT UGM dan DJPK Kemenkeu RI Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026
  • Dari Diplomasi hingga Geopolitik Dunia: Wakil Menteri Luar Negeri RI Mengisi Kuliah Umum di Teknik Geodesi UGM
  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY