Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Penelitian
  • hal. 3
Arsip:

Penelitian

Kolaborasi Riset Internasional Perkuat Infrastruktur Geospasial Sulawesi Melalui Pemodelan Geoid Presisi

BeritaPenelitian Selasa, 20 Januari 2026

Sebuah penelitian kolaboratif lintas negara yang melibatkan pakar dari berbagai institusi akademik dan pemerintah telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional Terrestrial, Atmospheric and Oceanic Sciences (Volume 37, Nomor 1, 2026). Studi bertajuk “A case study of geoid modeling in Sulawesi and accuracy verification strategies for accommodating diverse MSL vertical datums” ini merupakan hasil sinergi antara peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU., Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia, National Chung Hsing University Taiwan, serta National Yang Ming Chiao Tung University Taiwan. Riset ini menggarisbawahi pentingnya integrasi data gravitasi udara (airborne gravity) dalam mengatasi tantangan geografis pulau Sulawesi yang kompleks untuk menghasilkan model referensi ketinggian yang akurat.

Intisari dari penelitian ini berfokus pada pengembangan model geoid di Sulawesi dengan memanfaatkan data gravitasi udara yang dikumpulkan selama periode 2008 hingga 2019. Para peneliti mengevaluasi efektivitas berbagai Model Gravitasi Global (GGM) dan memperkenalkan strategi verifikasi akurasi untuk menyatukan berbagai datum vertikal Mean Sea Level (MSL) yang berbeda di wilayah tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan data gravitasi udara yang dikombinasikan dengan teknik pemodelan tertentu mampu meningkatkan ketelitian penentuan tinggi fisik, yang sangat krusial bagi wilayah kepulauan seperti Indonesia di mana referensi tinggi laut sering kali tidak seragam antar wilayah.

Secara strategis, publikasi ilmiah ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Penemuan ini secara langsung mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena model geoid yang akurat adalah fondasi utama bagi pembangunan infrastruktur fisik yang presisi dan tahan lama. Selain itu, riset ini relevan dengan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, khususnya dalam pemodelan risiko banjir dan mitigasi bencana berbasis data spasial. Terakhir, kerja sama ini menjadi manifestasi nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang membuktikan bahwa kolaborasi teknis antara lembaga pemerintah Indonesia dan universitas internasional mampu menghasilkan solusi inovatif bagi tantangan pemetaan nasional.

Link artikel: https://doi.org/10.1007/s44195-025-00119-4

Simulasi Pengukuran GNSS di Waduk Sermo untuk Pemantauan Level Air Berbasis Refleksi Sinyal

BeritaPenelitian Rabu, 14 Januari 2026

Kulon Progo, 14 Januari 2026 – Tim peneliti dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan simulasi pengukuran Global Navigation Satellite System (GNSS) di Waduk Sermo. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian pemantauan level air menggunakan teknologi refleksi sinyal GNSS yang ditujukan untuk mendukung mitigasi bencana banjir serta manajemen sumber daya energi air dalam upaya peningkatan ketahanan pangan. Kegiatan ini dipimpin oleh Nurrohmat Widjajanti selaku Ketua Tim Peneliti. Turut serta dalam kegiatan ini Buldan Muslim, Cecep Pratama, serta Iqbal Hanun Azizi. Simulasi pengukuran dilaksanakan pada tanggal 12–14 Januari 2026 dengan menggunakan satu unit alat GNSS.

Kegiatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan titik pengamatan yang memiliki visibilitas sinyal satelit yang baik dan representatif terhadap kondisi permukaan air waduk. Setelah lokasi ditetapkan, tim melakukan pemasangan alat GNSS pada tripod dengan posisi yang stabil dan aman dari gangguan lingkungan sekitar. Tahapan simulasi meliputi penyiapan dan instalasi alat, konfigurasi sistem perekaman data, pengujian penerimaan sinyal satelit, serta pemantauan kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kualitas sinyal refleksi. Selain itu, tim juga melakukan evaluasi awal terhadap kualitas data yang diperoleh selama proses simulasi berlangsung.

Hasil sementara menunjukkan bahwa alat GNSS dapat beroperasi dengan baik di lingkungan Waduk Sermo. Sinyal satelit diterima secara stabil, dan sistem perekaman data berjalan sesuai dengan konfigurasi yang telah direncanakan. Beberapa catatan teknis terkait posisi pemasangan alat, pengaruh kondisi lingkungan, serta optimalisasi sistem dicatat sebagai bahan evaluasi untuk tahap pengukuran selanjutnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian RIIM 8 yang berfokus pada pengembangan metode pemantauan level air berbasis refleksi sinyal GNSS. Hasil simulasi ini diharapkan menjadi dasar teknis dan operasional sebelum pelaksanaan pengukuran jangka panjang, serta berkontribusi dalam pengembangan sistem mitigasi bencana banjir dan pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Mengupas Sengkarut Batas Maritim Arktik: Perspektif Baru dari Pakar Hukum dan Geodesi Global

BeritaPenelitian Sabtu, 10 Januari 2026

Dinamika kedaulatan di Samudra Arktik menjadi topik utama pada artikel ilmiah yang bertajuk “Maritime limits and boundaries in the Arctic Ocean: agreements and disputes”. Karya kolaboratif ini disusun oleh beberapa peneliti, Clive Schofield, Ted L. McDorman, dan I Made Andi Arsana, yang resmi dipublikasikan pada 6 Januari 2026 dalam Handbook of the Politics of the Arctic (hal. 48-72).

Artikel ini hadir di tengah meningkatnya perhatian global terhadap wilayah kutub utara, di mana tumpang tindih klaim wilayah sering kali berkelindan dengan perebutan akses sumber daya alam yang melimpah. Dalam naskah setebal 24 halaman tersebut, para penulis membedah secara mendalam garis pangkal (baselines) serta klaim yurisdiksi maritim dari enam negara pantai Arktik. Fokus utama diarahkan pada analisis teknis dan legal terkait hak landas kontinen yang menjorok lebih dari 200 mil laut dari garis pantai—sebuah area kritis yang sering menjadi titik picu ketegangan internasional.

Tak sekadar memaparkan teori, studi ini memberikan tinjauan komprehensif mengenai status terkini perbatasan maritim di pusat Samudra Arktik, mulai dari batas-batas yang telah disepakati hingga wilayah yang masih menyisakan sengketa yurisdiksi. Analisis tajam yang disajikan memberikan kerangka kerja bagi para diplomat dan pengambil kebijakan dalam menavigasi tumpang tindih klaim yang belum terselesaikan di kawasan yang sangat sensitif secara geopolitik ini.

Secara substansial, kontribusi pemikiran ini selaras dengan agenda pembangunan global berkelanjutan. Artikel ini mendukung implementasi SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penekanan pada kepastian hukum untuk pengelolaan sumber daya laut. Selain itu, kajian ini menjadi pilar bagi pencapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur hukum internasional yang kuat. Semangat kolaborasi lintas pakar dalam karya ini juga merefleksikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya kerja sama multidisiplin dalam memecahkan isu batas wilayah di kancah global.

Link Artikel: https://doi.org/10.4337/9781035333714.00011

Departemen Teknik Geodesi UGM Jalin Kerja Sama dengan Kantor Pertanahan Kota Semarang dalam Pemetaan Drone LiDAR

BeritaPenelitian Rabu, 31 Desember 2025

Semarang, Desember 2025 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kota Semarang dalam pelaksanaan kegiatan pemetaan berbasis drone LiDAR sebagai upaya penyediaan data spasial tiga dimensi (3D) yang presisi dan mutakhir. Kegiatan ini difokuskan pada pemetaan wilayah strategis di Kota Semarang dengan luas total mencapai ±250 hektare, yang mencakup area penting terutama kawasan pariwisata dan kawasan apartemen.

Pemanfaatan teknologi drone LiDAR (Light Detection and Ranging) dalam kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan model 3D permukaan bumi dan bangunan secara detail, akurat, dan efisien. Data yang dihasilkan akan digunakan sebagai bahan pendukung dalam penyusunan model 3D wilayah perkotaan, yang memiliki peran strategis dalam perencanaan tata ruang, pengelolaan aset pertanahan, pengembangan kawasan pariwisata, serta penataan kawasan hunian vertikal di Kota Semarang.

Melalui kolaborasi ini, Departemen Teknik Geodesi berperan dalam aspek perencanaan survei, akuisisi data LiDAR UAV, pengolahan data point cloud, serta penyusunan model 3D kawasan. Sementara itu, Kantor Pertanahan Kota Semarang berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan data tematik pertanahan dan pemanfaatan hasil pemetaan untuk mendukung tugas dan fungsi kelembagaan.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran berupa data dan model 3D berkualitas tinggi, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam pengembangan dan penerapan teknologi geospasial. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata keilmuan Teknik Geodesi dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berbasis data spasial akurat dan berkelanjutan.

Dengan adanya pemetaan drone LiDAR pada kawasan strategis seluas 250 hektare ini, Kota Semarang diharapkan memiliki basis data spasial 3D yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk perencanaan, pengambilan kebijakan, serta pengembangan kawasan pariwisata dan apartemen yang lebih tertata dan adaptif terhadap dinamika perkotaan.

Tim PPM Geolive FT UGM Serahkan Hasil Pemetaan Kawasan Pantai Bandengan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara

BeritaPenelitian Jumat, 12 Desember 2025

Jepara, 11 Desember 2025 — Tim Penelitian Geolive Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), yang tergabung sebagai salah satu Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Kolaboratif FT UGM serta Tim PPM Departemen Teknik Geodesi FT UGM, melaksanakan kegiatan penyerahan hasil PPM kepada Pemerintah Kabupaten Jepara pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan PPM ini diketuai oleh Dr. Ir. Bilal Ma’ruf dan berfokus pada penyediaan data geospasial kawasan pesisir, khususnya Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara.

Penyerahan hasil PPM dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi akademik perguruan tinggi dalam mendukung perencanaan dan pengelolaan wilayah berbasis data spasial yang akurat dan mutakhir. Dalam kegiatan tersebut, Tim PPM menyerahkan sejumlah produk pemetaan yang telah dihasilkan melalui proses akuisisi data, pengolahan, dan analisis geospasial secara sistematis.

Adapun produk utama yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara meliputi Peta Orthophoto kawasan Pantai Bandengan, Peta Eksisting Tata Ruang, serta Peta Pariwisata Kawasan Pantai Bandengan Jepara. Peta orthophoto dihasilkan dari pemetaan berbasis wahana tanpa awak (UAV) dengan resolusi tinggi, sehingga mampu merepresentasikan kondisi permukaan wilayah secara detail dan presisi. Sementara itu, peta eksisting tata ruang dan peta pariwisata disusun sebagai informasi tematik yang mendukung pemahaman kondisi pemanfaatan ruang serta potensi pengembangan kawasan pesisir dan pariwisata.

Hasil pemetaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara sebagai data dasar pendukung perencanaan kawasan pesisir, penataan ruang, serta pengembangan pariwisata Pantai Bandengan secara berkelanjutan. Selain itu, ketersediaan data geospasial yang akurat juga diharapkan dapat membantu proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, terukur, dan berbasis bukti.

Melalui kegiatan PPM ini, Tim Penelitian Geolive FT UGM menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan analisis geospasial. Kolaborasi antara FT UGM, Departemen Teknik Geodesi, dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung pembangunan wilayah pesisir yang tertata, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dosen Teknik Geodesi UGM Hadiri Konferensi Internasional GIS-EIA 2025 di Wuhan

Dosen Teknik Geodesi UGM Hadiri Konferensi Internasional GIS-EIA 2025 di Wuhan

BeritaKonferensiPenelitian Minggu, 9 November 2025

Wuhan, 8–9 November 2025 — Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) berpartisipasi dalam konferensi internasional Geospatial Information Science: Education, Innovation and Applications 2025 (GIS-EIA 2025). Acara ini diselenggarakan oleh State Key Laboratory of Information Engineering in Surveying, Mapping and Remote Sensing (LIESMARS), Wuhan University, di Kota Wuhan, China, pada Sabtu–Minggu, 8–9 November 2025.

Konferensi GIS-EIA 2025 bertujuan meningkatkan kolaborasi dan jejaring internasional di bidang pendidikan, talenta, inovasi, dan industri geoinformatika. Para akademisi, peneliti, mahasiswa doktoral, serta perwakilan badan pemerintah dan industri dari berbagai negara hadir untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inovasi terkait geospasial.

Pada kesempatan ini, DTGD FT UGM mengirimkan dua delegasi, yaitu Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaru. Kehadiran delegasi UGM ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan riset para dosen DTGD ke LIESMARS pada Oktober 2025, di mana undangan resmi untuk berpartisipasi dalam konferensi tersebut diberikan oleh Prof. Dr.-Ing. Timo Balz.

Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Zhenfeng Shao selaku salah satu pimpinan peneliti di LIESMARS. Selanjutnya, sambutan resmi diberikan oleh Dr. Deyou Zhu, Vice President Wuhan University, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta internasional serta menekankan peran Wuhan sebagai pusat inovasi dan teknologi. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Bishen Yang, Director of LIESMARS sekaligus Ketua Konferensi, yang menyoroti perkembangan pesat teknologi AI di bidang geospasial.

Sesi keynote speech menghadirkan tokoh-tokoh dunia di bidang geospasial. Pembicara pertama, Prof. Deren Li, anggota Chinese Academy of Sciences, Chinese Academy of Engineering, dan Honorary Member ISPRS, menyampaikan materi mengenai Spatio-Temporal Intelligence for Sustainable Development Goals. Beliau menekankan perkembangan informasi spasio-temporal sebagai disiplin baru, termasuk pemanfaatan teknologi 5G untuk positioning presisi tinggi.

Pembicara kedua, Prof. Tao Cheng dari University College London (UCL), memaparkan topik Unlocking Space and Time: Towards SpaceTime Generative AI dengan contoh aplikasi untuk sistem transportasi dan mitigasi kemacetan. Pembicara berikutnya, Prof. Qin Yang dari Chinese Academy of Surveying and Mapping (CASM), membahas kepemimpinan dalam bidang survei dan pemetaan serta posisi strategis Tiongkok dalam industri geospasial. Sementara itu, Prof. Orhan Altan dari Istanbul Technical University memberikan paparan daring mengenai kerja sama internasional untuk pengurangan risiko bencana melalui teknologi geoinformatika.

Welcome Address dari Dr. Deyou Zhu, Vice President Wuhan University
Welcome Address dari Prof. Bisheng Yang, Director LIESMARS & Ketua Konferensi
Keynote 1: Prof. Deren Li (Wuhan University)
Keynote 2: Prof. Tao Cheng (UCL)
Keynote 3: Prof. Qin Yan (CASM)
Keynote 4: Prof. Orhan Altan (Istanbul Technical University)

Pada sesi siang, peserta mengikuti tiga sesi paralel, yaitu:

  1. Remote Sensing Intelligence: Deep Learning, Open-Source Innovation, and Societal Applications
  2. Spatio-Temporal Intelligent Service
  3. Young Scholar’s Session

Delegasi DTGD bergabung pada sesi paralel pertama. Dr. Ruli Andaru mempresentasikan karya bertajuk “From GeoAI to Digital Twin: Development and Application of Open-Source Tools Geo-CARTA, Cascade3D, and Dream 3D City”. Beliau menunjukkan inovasi aplikasi open-source untuk percepatan rekonstruksi kota 3D di Indonesia, termasuk implementasi di Kota Bontang, Jakarta, dan Kampus FT UGM.

Sementara itu, Calvin Wijaya mempresentasikan penelitian berjudul “Advancing Geospatial Intelligence with AI and Open-Source Solutions: PANDALA for Deep Learning-Based Image Analysis”. Presentasi ini memperkenalkan PANDALA, platform pengolahan citra berbasis deep learning dan time-series analysis yang dikembangkan oleh DTGD UGM. Kedua presentasi mendapatkan perhatian besar dan pertanyaan aktif dari peserta konferensi.

Partisipasi DTGD FT UGM dalam GIS-EIA 2025 membuka peluang baru untuk kolaborasi riset internasional, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan teknologi geospasial terkini. Kehadiran delegasi UGM turut memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring global ilmuwan geospasial dan memperluas potensi kerja sama akademik dan industri ke depan.

Konferensi ditutup pada Minggu, 9 November 2025 oleh Prof. Timo Balz.

UGM Dukung Upaya Mitigasi Bencana Nasional melalui Studi Pemantauan Gempa di Sesar Lembang

BeritaPenelitian Rabu, 2 Juli 2025

Yogyakarta, 1 Juli 2025 – Artikel berjudul “Integrated seismo-geodetic observatory network for monitoring the Lembang Fault, West Java, Indonesia” resmi terbit di jurnal internasional Earth and Planetary Physics Vol. 9(5). Publikasi ini ditulis oleh tim peneliti dari BRIN, ITB, Earth Observatory of Singapore (EOS), serta melibatkan Cecep Pratama dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM. Keterlibatan dosen Geodesi UGM menegaskan kontribusi akademik dalam pengembangan sistem pemantauan gempa berbasis teknologi terpadu di kawasan rawan bencana.

Penelitian ini membangun jaringan observatorium seismo-geodetik terpadu di sekitar Sesar Lembang, salah satu patahan aktif paling berbahaya di Jawa Barat yang membentang di utara Kota Bandung. Sistem ini menggabungkan seismometer dan GNSS (Global Navigation Satellite System) untuk memantau deformasi kerak bumi secara berkelanjutan, dengan data yang dikirim melalui telemetri ke pusat server di Bandung. Hasil penelitian mencatat laju regangan kompresi sebesar 13 mikrostrain per tahun, menandakan akumulasi tekanan tektonik yang signifikan. Selain itu, analisis gelombang seismik menemukan adanya zona kecepatan rendah di bawah kerak bumi, yang mengindikasikan potensi kerentanan geologi di wilayah tersebut.

Temuan ini penting karena Sesar Lembang berpotensi memicu gempa dengan magnitudo Mw 6,6–7,0 yang dapat berdampak pada jutaan penduduk di Bandung Raya. Jaringan observatorium ini menjadi yang pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pemantauan seismologi dan geodesi di dekat kawasan perkotaan, sekaligus menjadi prototipe untuk wilayah rawan gempa lainnya. Hasil penelitian ini memperkuat upaya mitigasi bencana nasional serta membuka peluang kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko gempa bumi.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=5YFJgTQAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=5YFJgTQAAAAJ:M3NEmzRMIkIC

Edukasi Partisipatif Jadi Kunci Ketahanan Iklim Komunitas Kepulauan: Studi Kasus Sangihe

BeritaPenelitian Sabtu, 21 Juni 2025

Yogyakarta, Juni 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Leni Sophia Heliani dan Bondan Galih Dewanto, bersama tim lintas disiplin UGM, mempublikasikan artikel berjudul “Institutionalizing Climate Change Adaptation and Mitigation Through Education in a Small Island Context: A Case Study of South Tabukan, Sangihe Islands”. Artikel ini terbit di Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), Vol. 11 No. 2, Juni 2025. Publikasi ini menegaskan kontribusi Geodesi UGM dalam riset berbasis pengabdian masyarakat untuk penguatan kapasitas adaptasi iklim di wilayah kepulauan kecil.

Penelitian ini berangkat dari kerentanan Kepulauan Sangihe terhadap dampak perubahan iklim, mulai dari cuaca ekstrem hingga degradasi ekosistem laut dan daratan. Tim melakukan pendekatan pendidikan partisipatif melalui empat klaster program, yaitu kesehatan, agro, sains dan teknologi, serta sosial budaya. Intervensi yang dilakukan mencakup peta risiko bencana, agroforestry, rehabilitasi terumbu karang dengan teknologi Bioreeftek, pengelolaan sampah, serta pembentukan kelompok kerja iklim lokal. Hasilnya, masyarakat Tabukan Selatan berhasil membentuk ProKlim Working Group yang terintegrasi ke dalam struktur desa dengan dukungan dana dan program berkelanjutan.

Temuan ini membuktikan bahwa pendidikan dan institusionalisasi program iklim mampu meningkatkan ketahanan komunitas kepulauan kecil. Program yang dirancang tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi cuaca ekstrem, tetapi juga memulihkan ekosistem daratan dan laut melalui partisipasi lintas generasi. Penelitian ini mendukung pencapaian SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) dengan memberikan model adaptasi iklim berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di pulau kecil lainnya di Indonesia.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=0JvcXp4AAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=0JvcXp4AAAAJ:XD-gHx7UXLsC

Riset Lintas Institusi dengan Keterlibatan Teknik Geodesi UGM Ungkap Pentingnya Komunikasi Risiko dalam Mitigasi Erupsi Semeru

BeritaPenelitian Kamis, 12 Juni 2025

Yogyakarta, 11 Juni 2025 – Artikel berjudul “Disaster risk reduction communication during the Mount Semeru eruption in East Java, Indonesia” resmi terbit secara daring di jurnal internasional. Publikasi ini ditulis oleh tim peneliti lintas institusi, termasuk Cecep Pratama dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM. Keterlibatan dosen Geodesi UGM dalam penelitian ini memperkuat kontribusi akademik dalam bidang kebencanaan, khususnya pada aspek komunikasi risiko dan keterlibatan masyarakat saat terjadi erupsi gunung berapi.

Penelitian ini menelaah manajemen komunikasi risiko bencana dan keterlibatan masyarakat lokal saat erupsi Gunung Semeru pada 2021. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BNPB dihadapkan pada tantangan besar akibat belum adanya protokol komunikasi yang terstruktur untuk penyampaian informasi bencana. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan peninjauan dokumen pemerintah, studi literatur, observasi program, serta wawancara mendalam terhadap 35 informan yang tinggal di wilayah rawan bencana di Lumajang dan Jember.

Hasil penelitian menegaskan pentingnya peran pemerintah sebagai komunikator risiko utama dalam menyampaikan pesan bencana secara cepat, akurat, dan mudah dipahami. Temuan juga menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam upaya mitigasi serta pembentukan sistem peringatan dini yang lebih efektif. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya strategi komunikasi risiko yang sistematis dan berkesinambungan, sehingga masyarakat di daerah rawan erupsi dapat lebih tanggap, siap, dan terlindungi dari dampak bencana.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=5YFJgTQAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=5YFJgTQAAAAJ:maZDTaKrznsC

Dosen Geodesi UGM Kembangkan Metode Otomatisasi Pemetaan Bangunan dengan AI

BeritaPenelitian Rabu, 11 Juni 2025

Yogyakarta, 19 Juni 2025 – Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Harintaka, bersama penulis utama Annisa Baroroh, berhasil mempublikasikan penelitian berjudul “Ekstraksi Otomatis Tapak Bangunan (Building Footprint) pada Ortofoto Menggunakan Segment Anything Model (SAM)” di Elipsoida: Jurnal Geodesi dan Geomatika, Vol. 8 No. 1, Juni 2025. Publikasi ini menegaskan kontribusi penting akademisi Geodesi UGM dalam mengembangkan metode otomatisasi pemetaan bangunan menggunakan teknologi kecerdasan buatan terbaru.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan peta dasar skala besar di Indonesia, khususnya informasi geospasial terkait bangunan yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk. Metode konvensional melalui digitasi manual dinilai lambat dan kurang efisien. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan Segment Anything Model (SAM), algoritma deep learning dari Meta AI, yang mampu melakukan segmentasi objek tanpa perlu pelatihan ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAM, ditambah dengan metode regularisasi, mampu mengekstraksi tapak bangunan dari ortofoto UAV dengan rata-rata akurasi di atas 87 persen.

Temuan ini menunjukkan potensi besar penerapan SAM dalam percepatan pemetaan skala besar di Indonesia. Dengan kemampuan segmentasi yang cepat dan efisien, metode ini dapat menjadi solusi bagi daerah yang belum memiliki data spasial rinci, sekaligus mendukung perencanaan wilayah dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini juga sejalan dengan pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 9 (Inovasi, Infrastruktur, dan Industri).

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=XliPgAcAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=XliPgAcAAAAJ:8uzoZH4hB9AC

12345

Agenda

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Berita Terakhir

  • Fakultas Teknik UGM Tawarkan Beasiswa Doktor untuk Riset Geospasial, Mitigasi Bencana, dan Lingkungan
  • DTGD FT UGM dan DJPK Kemenkeu RI Gelar Pelatihan PBB P2 Berbasis Data Spasial Tahun 2026
  • Dari Diplomasi hingga Geopolitik Dunia: Wakil Menteri Luar Negeri RI Mengisi Kuliah Umum di Teknik Geodesi UGM
  • Hadirkan Praktisi, Teknik Geodesi UGM Bedah Strategi Membangun Kadaster Lengkap Indonesia
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY