Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • Penelitian
  • hal. 2
Arsip:

Penelitian

Studi Baru NCKU dan UGM: Faktor Lingkungan Pemicu Kecelakaan Pejalan Kaki Berbeda di Setiap Kelompok Usia

BeritaPenelitian Senin, 8 Juni 2026

Yogyakarta, 8 Juni 2026,  Sebuah penelitian kolaboratif terbaru yang digawangi oleh peneliti dari National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Indonesia mengungkapkan bahwa faktor risiko kecelakaan yang dihadapi pejalan kaki di perkotaan sangat dipengaruhi oleh faktor usia dan persepsi lingkungan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal internasional Transport Policy (Elsevier) pada 8 Juni 2026 ini mengonfirmasi bahwa kebijakan keselamatan jalan raya tidak bisa disamaratakan bagi semua usia. Dipimpin oleh I Gede Brawiswa Putra, Pei-Fen Kuo, dan Febrian Fitryanik Susanta, riset ini menganalisis 11.220 data kecelakaan pejalan kaki di 223 persimpangan berlampu lalu lintas di Kota Taipei sepanjang periode 2015–2020.

Memadukan “Kamera Pintar” dan Persepsi Manusia

Berbeda dengan penelitian konvensional yang hanya melihat data fisik infrastruktur (seperti lebar trotoar atau rambu-rambu), studi ini memanfaatkan teknologi Street View Imagery (SVI) dan platform SVI Percept. Melalui pendekatan ini, tim peneliti berhasil mengukur elemen subjektif atau bagaimana manusia melihat dan merasakan lingkungan sekitarnya, meliputi lima indikator:

  • Kelayakan jalan kaki (walkability)
  • Keamanan yang dirasakan (perceived safety)
  • Keasrian kota (greenness)
  • Kenyamanan visual (pleasantness)
  • Kelayakan bersepeda (bikeability)

Data tersebut kemudian dipetakan secara spasial menggunakan metode statistik mutakhir Multiscale Geographically Weighted Negative Binomial Regression (MGWNBR) untuk melihat variasi risiko di tingkat lokal.

Beda Usia, Beda Pemicu Kecelakaan

Penelitian menemukan pola geografis dan infrastruktur yang sangat kontras di antara kelompok umur pejalan kaki:

1. Anak-anak dan Remaja

  • Anak-Anak (1–14 Tahun): Angka kecelakaan banyak terkonsentrasi di sekitar lingkungan sekolah, toko kelontong (convenience store), dan persimpangan dengan fase lampu lalu lintas yang rumit. Hal ini selaras dengan karakteristik anak-anak yang kemampuan kognitifnya masih berkembang dalam menilai kecepatan kendaraan.
  • Remaja (15–24 Tahun): Lebih banyak terlibat kecelakaan di kawasan komersial besar (seperti pusat perbelanjaan/department store) dan pusat transportasi umum seperti stasiun MRT. Kelompok ini memiliki mobilitas mandiri yang tinggi namun rentan terhadap perilaku berjalan yang terdistraksi (misalnya menggunakan ponsel).

2. Orang Dewasa dan Lansia

  • Dewasa (25–54 Tahun): Risiko kecelakaan erat kaitannya dengan lingkungan berorientasi ritel, penyedia jasa, serta fungsi kelayakan jalan kaki (walkability) umum.
  • Paruh Baya & Lansia (Di atas 55 Tahun): Kelompok usia lanjut menunjukkan sensitivitas yang sangat tinggi terhadap pengaturan waktu lampu lalu lintas, rasa aman lingkungan (perceived safety), wilayah pinggiran kota (suburban), serta kepadatan lalu lintas sepeda motor.

“Bagi lansia, kenyamanan subjektif dan kejelasan visual jalan sangat memengaruhi keputusan mereka saat menyeberang. Adanya arus sepeda motor yang padat dan cepat di persimpangan menjadi tantangan besar mengingat kecepatan jalan dan respons fisik lansia yang cenderung menurun,” tulis tim peneliti dalam laporannya.

Rekomendasi Kebijakan Tata Kota yang Responsif Usia

Melalui temuan ini, para peneliti menekankan pentingnya desain kota yang humanis dan sensitif terhadap perbedaan usia. Kebijakan keselamatan jalan tidak lagi efektif jika hanya mengandalkan satu aturan seragam untuk seluruh wilayah kota.

Area di sekitar sekolah membutuhkan penyederhanaan fase lampu lalu lintas dan zona selamat sekolah. Sementara itu, kawasan yang ramah terhadap lansia memerlukan perpanjangan durasi hijau bagi penyeberang jalan, infrastruktur penyeberangan yang ramah fisik, serta manajemen khusus pada persimpangan yang padat kendaraan roda dua.

Sumber : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0967070X26002453

Dukung Mitigasi Bencana Nasional, Peneliti Teknik Geodesi UGM Berhasil Petakan Penurunan Tanah Sidoarjo Melalui Integrasi Metode Geodetik Tercanggih

BeritaPenelitian Senin, 1 Juni 2026

Yogyakarta, 1 Juni 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan capaian prestasi akademik internasional yang gemilang melalui kontribusi nyata dalam penanganan isu lingkungan nasional. Tim peneliti dari Teknik Geodesi UGM berhasil mempublikasikan hasil riset mutakhir mereka mengenai identifikasi dan pemetaan amblesan tanah (land subsidence) di wilayah eksploitasi gas Sidoarjo, Jawa Timur, pada jurnal ilmiah internasional bereputasi Geosciences (MDPI) yang terbit Mei 2026.

Riset strategis ini dipimpin oleh kolaborasi akademisi andalan UGM, yakni Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU dan Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU, bersama dengan Akbar Kurniawan, mahasiswa Program Studi Doktor Teknik Geomatika UGM. Penelitian ini berfokus pada fenomena penurunan tanah yang meluas sejak tahun 2006, yang tidak hanya terjadi di sekitar pusat semburan lumpur Sidoarjo, tetapi juga meluas hingga ke area sumur produksi gas Wunut dan Tanggulangin.

Inovasi Integrasi Metode Geodetik Aktivitas riset komprehensif ini memanfaatkan pendekatan multi-metode canggih (integrated geodetic methods) yang menggabungkan teknologi extraterrestrial dan terestrial. Tim Geodesi UGM mengintegrasikan metode Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR), meliputi teknik Permanent Scatterers (PS-InSAR) dan Small Baseline Subset (SBAS) berbasis citra satelit radar Sentinel-1, dengan metode konvensional berakurasi tinggi seperti pengamatan GNSS (Global Navigation Satellite System) dan pengukuran sipat datar (levelling).

“Metode integrasi ini menjadi jawaban atas tantangan pemantauan lingkungan pedesaan dan lahan basah yang minim objek pemantul stabil (persistent scatterers),” tulis tim peneliti dalam artikel ilmiahnya.

Data komparasi performa yang berhasil diungkap oleh tim peneliti sangat mencengangkan:

  • Analisis PS-InSAR (2016–2022) mendeteksi kecepatan amblesan maksimum sebesar -41,01 mm/tahun.
  • Analisis SBAS pada periode yang sama merekam penurunan maksimum yang jauh lebih besar hingga mencapai -510,43 mm dengan kecepatan -86,08 mm/tahun.
  • Validasi lapangan melalui kampanye survei GNSS (2020–2022) menunjukkan laju rata-rata -52,2 mm/tahun.
  • Sementara itu, pengukuran sipit datar (levelling) presisi tinggi (2022–2023) mencatat laju amblesan rata-rata -205,4 mm/tahun.

Melalui pemodelan logaritma yang dikembangkan, penurunan tanah ini terbukti berkorelasi erat dengan proses konsolidasi fisik sedimentasi aluvial yang lunak, yang diperparah oleh dampak aktivitas ekstraksi hidrokarbon di bawah permukaan bumi Sidoarjo.

Capaian Prestasi dan Dampak Nyata Keberhasilan publikasi riset ini bukan sekadar pemenuhan capaian akademis bagi Teknik Geodesi UGM, melainkan sebuah instrumen krusial bagi keselamatan publik. Melalui dokumentasi investigasi lapangan yang dilakukan hingga tahun 2025, tim UGM membuktikan bahwa penurunan tanah ini berdampak masif pada penurunan kualitas hidup warga lokal. Dampak nyata seperti rumah-rumah warga yang tenggelam, pertokoan yang gulung tikar, hingga fasilitas sekolah yang tidak bisa lagi digunakan akibat banjir rob menahun berhasil dipetakan secara akurat menggunakan koordinat geodesi.

Prestasi ilmiah dari Departemen Teknik Geodesi UGM ini membuktikan komitmen universitas dalam menghasilkan riset yang tidak hanya diakui dunia internasional, tetapi juga memberikan solusi aplikatif bagi pemerintah daerah maupun industri dalam melakukan manajemen risiko bencana, perencanaan infrastruktur, serta proteksi wilayah permukiman dari ancaman kerusakan geologis di masa depan.

Sumber : https://www.mdpi.com/2076-3263/16/5/204

ANALISIS DAN PENGEMBANGAN MODEL GEOID REGIONAL BERBASIS DATA AIRBORNE GRAVITY: KONTRIBUSI KOLABORATIF UGM, BIG, DAN PENELITI TAIWAN DALAM GEODESI MODERN

BeritaPenelitian Jumat, 29 Mei 2026

YOGYAKARTA, Mei 2026— Dalam rangka akselerasi penyediaan jaring kontrol geodesi vertikal yang presisi di Indonesia, sebuah riset kolaboratif berskala internasional berhasil mempublikasikan metodologi mutakhir dalam pemodelan geoid regional. Penelitian ilmiah ini mengintegrasikan data gravitasi udara (airborne gravity) hasil kerja sama lintas institusi antara Badan Informasi Geospasial (BIG), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta institusi akademik dan riset terkemuka di Taiwan dan Denmark.

Studi komprehensif ini digawangi oleh Prof. Leni Sophia Heliani dari Departemen Teknik Geodesi UGM, Arisauna Maulidyan Pahlevi dari BIG, serta jajaran pakar geodesi dari Taiwan, yakni Hsuan-Chang Shih, Yu-Shen Hsiao, dan Cheinway Hwang. Keberhasilan penelitian ini juga didukung secara fundamental oleh ketersediaan basis data spasial hasil survei airborne gravity kolektif yang melibatkan BIG, Technical University of Denmark (DTU), serta tim riset gravitasi dari National Chiao Tung University (NCTU) Taiwan.

Secara akademis, artikel ilmiah yang mendokumentasikan temuan ini telah resmi dirilis secara daring pada tanggal 2 Desember 2025 dan dialokasikan untuk volume publikasi tahun 2026 (2026, 37:1). Guna menjamin diseminasi ilmu pengetahuan secara global, artikel ini mengadopsi skema publikasi Open Access langsung sejak tanggal peluncurannya di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hal ini memungkinkan komunitas akademik dan praktisi geospasial internasional untuk menelaah secara kritis, mereplikasi, serta mengembangkan metodologi yang dipaparkan tanpa hambatan aksesibilitas literatur.

Reduksi Derau dan Integrasi Data Gravitasi

Fokus utama dari penelitian ini adalah mengatasi tantangan klasik dalam pemodelan geoid regional di wilayah kepulauan seperti Indonesia, dimana variasi topografi yang ekstrem dan keterbatasan data gravitasi terestrial sering kali menjadi batasan utama. Penggunaan data airborne gravity menjadi solusi krusial karena mampu menjembatani gap data antara wilayah daratan dan lautan secara kontinu.

Secara metodologis, riset ini menyoroti teknik penyelarasan dan reduksi derau (noise filtering) pada data densitas tinggi hasil survei udara yang diintegrasikan dengan model gravitasi global (GGM). Kolaborasi ini berhasil merumuskan pendekatan koreksi medan digital (terrain correction) yang lebih adaptif terhadap karakteristik pemanjangan gelombang spasial di wilayah ekuator. Sinergi data antara BIG, DTU, dan NCTU terbukti mampu mereduksi ketidakpastian (uncertainty) dalam estimasi anomali gravitasi, yang pada gilirannya meningkatkan ketelitian geoid regional secara signifikan.

Implikasi Akademis dan Praktis bagi Geodesi Nasional

Secara akademis, publikasi ini memperkaya khazanah literatur mengenai penerapan teori sferoid dalam geodesi fisik, khususnya pada optimalisasi transformasi tinggi orthometrik dari pengukuran berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS). Bagi Indonesia, kontribusi Prof. Leni beserta tim peneliti ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi untuk mendukung implementasi Sistem Referensi Geospasial Nasional (SRGN).

Dengan model geoid yang lebih presisi, proses penentuan tinggi seketika (real-time leveling) menggunakan GPS/GNSS dapat dilakukan dengan tingkat akurasi mencapai skala sentimeter. Implikasi praktisnya akan dirasakan langsung pada efisiensi pemetaan tata ruang, perencanaan infrastruktur skala besar, pemantauan kenaikan permukaan air laut, hingga mitigasi bencana geodetik seperti amblesan tanah (land subsidence). Keberhasilan publikasi transnasional ini menegaskan posisi akademisi Indonesia di garda depan riset geodetik global melalui kemitraan strategis yang solid.

Sumber : https://link.springer.com/article/10.1007/s44195-025-00119-4

Akselerasi Pemetaan Digital Era Inovasi: Teknik Geodesi UGM Evaluasi Akurasi Geospasial Teknologi 3D Gaussian Splatting Berbasis Video UAV

BeritaPenelitian Rabu, 6 Mei 2026

Yogyakarta, 6 Mei 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat posisinya di garda terdepan inovasi teknologi geoinformatika global. Melalui kolaborasi riset internasional terbarunya yang dipublikasikan secara resmi pada 5 Mei 2026 di jurnal bereputasi International Journal of Image and Data Fusion (Taylor & Francis) , pakar Geodesi UGM berhasil memetakan potensi dan mengevaluasi akurasi teknologi pemetaan tiga dimensi (3D) masa depan menggunakan kecerdasan artifisial.

Riset mutakhir yang bertajuk “Geospatial accuracy evaluation of a 3D Gaussian Splatting reconstruction from UAV video with GNSS metadata synchronisation” ini melibatkan salah satu akademisi andalan Teknik Geodesi UGM, Prof. Dr. Ir. Harintaka, S.T., M.T., IPU, bekerja sama dengan tim peneliti Departemen Teknik Geomatika ITS (Helmy Mukti Wijaya, Hepi Hapsari Handayani, dan Teguh Hariyanto).

Mendobrak Batas Pemetaan Tradisional Aktivitas ilmiah ini berfokus pada evaluasi ketat terhadap teknologi 3D Gaussian Splatting (GS)—sebuah terobosan dalam machine learning yang mampu merekonstruksi objek atau wilayah secara real-time ke dalam model visual 3D yang sangat realistis (photorealistic) langsung dari rekaman video udara (Unmanned Aerial Vehicle/UAV atau drone).

Selama ini, pembuatan model digital kembar (digital twin) dan perencanaan kota menggunakan fotogrametri konvensional memakan waktu komputasi yang sangat lama dan membebani perangkat keras. Riset tim Geodesi UGM bersama mitranya ini menguji metode GS yang terintegrasi langsung dengan sinkronisasi metadata navigasi satelit (GNSS/GPS) untuk mempercepat proses pemetaan lapangan secara radikal.

Capaian Prestasi Akurasi Tingkat Milimeter Dalam eksperimennya, tim peneliti mengekstrak video udara beresolusi 4K dengan overlap antarfoto mencapai lebih dari 84% , lalu mengujinya menggunakan skenario optimasi super padat hingga 150.000 iterasi—melampaui standar riset global yang umumnya hanya berhenti di 30.000 iterasi.

Hasil evaluasi geometris yang dicapai sangat mengagumkan dan menorehkan standar baru:

  • Konsistensi Struktural Tingkat Milimeter: Model GS berhasil mencatatkan nilai kesalahan geometris Root Mean Square Error (ICP RMS) sebesar 0,0048 meter (4,8 mm), yang berarti model 3D ini memiliki presisi bentuk setara dengan metode fotogrametri klasik.
  • Keandalan Visual (Fidelity): Nilai indeks kemiripan struktural (Structural Similarity Index Measure/SSIM) melonjak tajam melebihi 0,92 dan Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) berada di atas 30 dB, membuktikan visualisasi model digital yang dihasilkan hampir identik sempurna dengan visual asli di dunia nyata.
  • Akurasi Geospasial Mutlak: Tanpa menggunakan tanda target di lapangan (Ground Control Points), model 3D yang berorientasi langsung pada koordinat bumi ini menghasilkan akurasi vertikal (tinggi objek) yang sangat kuat dengan nilai $LE90 = 0,56\text{ meter}$.

Solusi untuk Manajemen Tanggap Darurat Bencana Prestasi riset ini memberikan dampak solutif yang nyata bagi perkembangan metodologi pemetaan di Indonesia. Melalui teknologi 3D Gaussian Splatting yang berhasil dievaluasi oleh tim Geodesi UGM ini, proses rekonstruksi area terdampak bencana atau survei wilayah perkotaan padat dapat diselesaikan jauh lebih cepat tanpa kehilangan kestabilan geometris objek.

Keberhasilan publikasi di bulan Mei 2026 ini mempertegas komitmen Departemen Teknik Geodesi UGM untuk terus menghasilkan riset aplikatif berbasis teknologi mutakhir demi mendukung digitalisasi spasial, pembangunan infrastruktur pintar, serta manajemen tanggap darurat nasional di masa depan.

Sumber : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/19479832.2026.2661679

ANALISIS GEOSPASIAL KEJAHATAN JALANAN DI DIY: RISET DEPARTEMEN TEKNIK GEODESI UGM UNGHAREB PENGARUH SPASIAL APJ DAN CCTV

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

YOGYAKARTA — Fenomena kejahatan jalanan, termasuk aksi “klithih” yang mengemuka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini dibedah melalui pendekatan kuantitatif berbasis Sains Informasi Geografis (SIG). Melalui artikel ilmiah berjudul “Analisis Pola Spasial Kejahatan Jalanan: Pengaruh APJ dan CCTV di Daerah Istimewa Yogyakarta” yang diterbitkan pada 30 April 2026 di Jurnal Geosaintek (Vol. 12, No. 2), tim peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan karakteristik spasio-temporal dari klaster kriminalitas tersebut.

Studi komprehensif ini disusun oleh Affina Dyan Setyawati dan Dr. Diyono selaku corresponding author. Mereka mengombinasikan data Laporan Polisi periode 2018–2023 dengan pemodelan statistik spasial tingkat lanjut guna memahami determinan lingkungan terhadap sebaran tindak kejahatan.

Metodologi dan Pemodelan Spasial Kontekstual

Penelitian ini membagi wilayah analisis ke dalam grid heksagonal berukuran 750 meter untuk meminimalisasi bias ukuran batas administrasi (Modifiable Areal Unit Problem/MAUP). Evaluasi dampak Alat Penerangan Jalan (APJ) dan Closed Circuit Television (CCTV) dilakukan menggunakan Spatial Lag Model (SLM). Pendekatan SLM dipilih menggantikan Ordinary Least Squares (OLS) konvensional setelah uji Lagrange Multiplier (LM) membuktikan adanya efek ketergantungan spasial (spatial lag dependency) yang signifikan pada data kejahatan lintas wilayah.

Temuan Utama Spasio-Temporal

Berdasarkan hasil pemrosesan visual analitik, riset ini mengidentifikasi beberapa pola krusial:

  • Pola Fluktuasi Temporal: Agregasi deret waktu menunjukkan intensitas kejahatan jalanan mencapai puncaknya pada malam hingga dini hari, tepatnya antara pukul 22:00 hingga 05:00 WIB, di mana pengawasan sosial (natural surveillance) menurun drastis.
  • Karakteristik Distribusi Jaringan Jalan: Penataan ruang (spatial arrangement) kejadian di area perkotaan padat (Kota Yogyakarta, Sleman bagian selatan, dan Bantul bagian utara) membentuk pola kombinasi centralized serta radial/linear. Sebaliknya, wilayah dengan densitas penduduk rendah seperti Kulon Progo dan Gunungkidul menunjukkan pola menyebar (dispersed).
  • Vektor Pergerakan: Analisis Origin-Destination (OD) Movement mendeteksi kecenderungan pergerakan spasial insiden yang dominan mengarah ke wilayah Timur Laut (NE) DIY.

Anomali Sosiodemografi dan Korelasi Instrumen Keamanan

Secara akademis, riset ini menepis anggapan umum bahwa karakteristik sosiodemografi lokal menjadi pemicu langsung kerawanan suatu wilayah. Hasil korelasi Pearson Product Moment menunjukkan hubungan yang lemah antara variabel sosial-ekonomi lokal dengan angka kriminalitas. Hal ini diperkuat oleh fakta data bahwa hanya 31,15% kasus yang melibatkan pelaku lokal, sementara mayoritas pelaku berasal dari luar wilayah administrasi TKP. Meski demikian, variabel luas wilayah serta persentase penduduk berpendidikan tinggi tercatat memiliki asosiasi statistik yang signifikan terhadap variasi kejadian.

Di sisi lain, analisis autokorelasi bivariat (Bivariate Local Moran’s I/BiLISA) serta pemodelan SLM menegaskan adanya koinsidensi spasial yang kuat antara ketersediaan APJ dan CCTV terhadap jumlah kejadian kejahatan. Model SLM berhasil menjelaskan variasi kejadian dengan nilai koefisien determinasi $R^2 = 0,2358$ untuk instrumen APJ, dan $R^2 = 0,1981$ untuk CCTV. Nilai koefisien lag ($\rho$) yang positif ($\rho = 0,375$ pada APJ dan $\rho = 0,409$ pada CCTV) membuktikan bahwa probabilitas terjadinya kejahatan jalanan pada suatu grid tidak bersifat independen, melainkan berasosiasi erat dengan magnitudo kejadian di grid-grid sekitarnya.

Rekomendasi Akademis

Dr. Diyono dan tim merekomendasikan agar pemangku kebijakan tidak hanya mengevaluasi kuantitas titik APJ dan CCTV secara makro, tetapi juga mulai mempertimbangkan aspek kualitas spasial pada skala mikro. Hal ini mencakup radius jangkauan cahaya aktual dari APJ, orientasi arah rekam kamera CCTV, hingga integrasi data taktis seperti Area Traffic Control System (ATCS) demi mewujudkan strategi pencegahan kejahatan berbasis lingkungan (Crime Prevention Through Environmental Design/CPTED) yang efektif di DIY.

Sumber : https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/6545

UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

Gunungkidul, 30 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian terkait pemantauan kelembapan tanah di kawasan rawan longsor di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. dari UGM dan melibatkan Prof. Buldan Muslim dari BRIN. Fokus utama riset adalah pemanfaatan metode GNSS-IR (Global Navigation Satellite System – Interferometric Reflectometry) untuk mengukur kelembapan tanah secara non-invasif, khususnya pada area dengan potensi longsor tinggi.

Metode GNSS-IR memanfaatkan sinyal satelit yang dipantulkan dari permukaan tanah untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik fisik, termasuk tingkat kelembapan. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu memberikan data kontinu tanpa perlu pemasangan sensor langsung di dalam tanah, sehingga lebih aman dan efisien untuk wilayah dengan kondisi geologi yang rentan.

Menurut Prof. Nurrohmat Widjajanti, penelitian ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologi geodesi modern. “Kelembapan tanah merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kestabilan lereng. Dengan GNSS-IR, kita dapat memperoleh informasi yang lebih detail dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana longsor,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Buldan Muslim dari BRIN menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat integrasi riset nasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan. “Pengembangan metode seperti GNSS-IR membuka peluang besar untuk sistem peringatan dini yang lebih akurat dan berbasis data,” jelasnya.

Gunungkidul dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik geologi yang kompleks serta sejumlah titik rawan longsor, terutama pada musim hujan. Data yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi risiko bencana serta pengembangan sistem peringatan dini longsor di Indonesia. Kolaborasi antara UGM dan BRIN ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis sains dan teknologi.

Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah

BeritaPenelitian Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 – Tim penelitian GEOLIVE (Geospatial, Landscape, Infrastructure, and Vision for Sustainability) dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan pertemuan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Departemen Teknik Geodesi, tepatnya di Laboratorium Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis.

Tim GEOLIVE dipimpin oleh Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T., selaku dosen Teknik Geodesi, dan didampingi oleh Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc., dosen Teknik Geodesi, Iqbal Hanun Azizi, S.T., dari Laboratorium Geodesi, serta Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc. dalam kapasitas keilmuan geologi. Pertemuan ini menjadi forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah daerah dalam membahas berbagai isu geospasial dan pembangunan wilayah di Kabupaten Jepara.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah permasalahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya terkait ketidaksesuaian jumlah bidang tanah yang berdampak pada optimalisasi penerimaan pajak daerah. Dalam diskusi tersebut, Tim GEOLIVE menawarkan pendekatan berbasis data geospasial untuk meningkatkan akurasi pendataan bidang tanah serta integrasi informasi yang lebih sistematis.

Selain itu, pertemuan juga menyoroti pelaksanaan dan kinerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Jepara. Pihak Diskominfo menyampaikan bahwa kontribusi mahasiswa dinilai cukup baik, tidak hanya sebatas penyampaian teori, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata dan eksekusi program di lapangan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu infrastruktur jalan, khususnya terkait kebutuhan informasi kondisi jalan, baik yang berlubang maupun dalam kondisi baik. Data tersebut dinilai penting untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Tidak hanya itu, potensi pengembangan wilayah juga menjadi perhatian dalam pertemuan ini, termasuk potensi wisata di Pulau Panjang yang dinilai memiliki daya tarik tinggi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Selain aspek wisata, diskusi juga mencakup wilayah yang memiliki bangunan heritage, yang memerlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan dan pelestariannya.

Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi dan data geospasial untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan program kerja sama yang lebih konkret antara Tim GEOLIVE dan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Inovasi GNSS GeoPen: Pulpen Geospasial Berakurasi Tinggi Karya Dosen Teknik Geodesi FT UGM

BeritaPenelitian Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta, 21 April 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU., mengembangkan inovasi alat berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) bertajuk GeoPen. Alat ini dirancang sebagai solusi pemetaan praktis dengan konsep “pulpen untuk bumi” yang mampu menghasilkan data spasial secara langsung dengan akurasi tinggi.

GeoPen merupakan perangkat GNSS berbiaya rendah (low-cost) yang memungkinkan pengguna melakukan pemetaan secara real-time dengan tingkat ketelitian hingga skala sentimeter. Inovasi ini mengintegrasikan teknologi GNSS dengan perangkat mobile, sehingga pengguna dapat menggambar atau mendigitasi objek secara langsung di lapangan layaknya menggunakan pulpen pada media kertas.

Dalam implementasinya, GeoPen memanfaatkan konektivitas dengan aplikasi peta sebagai background, serta dilengkapi fitur pembacaan posisi titik secara langsung. Teknologi ini juga mendukung metode pengukuran berbasis RTK (Real-Time Kinematic), yang memungkinkan peningkatan akurasi posisi secara signifikan dibandingkan metode GNSS konvensional. Dr. Catur Aries Rokhmana menjelaskan bahwa pengembangan GeoPen bertujuan untuk menjembatani kebutuhan akan alat pemetaan yang presisi, mudah digunakan, dan terjangkau. Inovasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan, seperti pemetaan bidang tanah, inventarisasi aset, hingga survei infrastruktur di lapangan.

Selain itu, GeoPen juga berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif dalam bidang geodesi dan geomatika, karena memberikan pengalaman langsung dalam proses akuisisi data spasial secara interaktif dan intuitif. Pengembangan alat ini menunjukkan komitmen Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mendorong inovasi teknologi geospasial yang aplikatif dan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam mendukung kebutuhan pemetaan di Indonesia secara lebih luas.

Inovasi GeoCam: Integrasi Survei GNSS dan Pemodelan 3D untuk Efisiensi Pemetaan

BeritaPenelitian Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta, 21 April 2026 – Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU., kembali menghadirkan inovasi teknologi geospasial melalui pengembangan perangkat bertajuk GeoCam. Alat ini dirancang sebagai solusi terintegrasi untuk kegiatan survei GNSS sekaligus pemodelan tiga dimensi (3D) dalam satu sistem.

GeoCam merupakan perangkat 2-in-1 tools yang menggabungkan fungsi pengukuran posisi berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) dengan kemampuan 3D scanning dan modeling. Dengan integrasi ini, pengguna dapat melakukan akuisisi data spasial sekaligus menghasilkan model 3D secara cepat dan efisien langsung di lapangan. Perangkat ini bekerja dengan memanfaatkan kamera yang terhubung dengan sistem pemrosesan berbasis mobile, sehingga proses perekaman objek dapat divisualisasikan secara real-time. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melihat hasil pemodelan 3D secara langsung di layar perangkat, sekaligus memastikan kualitas dan kelengkapan data yang diperoleh.

Dalam implementasinya, GeoCam mendukung kegiatan survei berbasis GPS/GNSS untuk penentuan posisi yang presisi, serta dilengkapi dengan fitur pemodelan 3D yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti dokumentasi infrastruktur, pemetaan kawasan, hingga analisis spasial berbasis visualisasi tiga dimensi. Pengembangan GeoCam bertujuan untuk menyederhanakan alur kerja survei yang sebelumnya memerlukan beberapa alat terpisah. Dengan adanya integrasi ini, proses pengumpulan data menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien, tanpa mengurangi kualitas hasil yang diperoleh.

Inovasi ini juga menunjukkan komitmen Departemen Teknik Geodesi FT UGM dalam mengembangkan teknologi geospasial yang adaptif terhadap kebutuhan lapangan, khususnya dalam era digitalisasi dan pemanfaatan data spasial berbasis 3D. Diharapkan, GeoCam dapat menjadi solusi alternatif yang aplikatif bagi praktisi survei, akademisi, maupun instansi yang membutuhkan data geospasial yang akurat dan visual dalam waktu yang relatif singkat.

Inovasi Geospasial: Peneliti UGM Kembangkan Metode Presisi untuk Atasi Tumpang Tindih Batas Tanah

BeritaPenelitian Sabtu, 18 April 2026

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dalam sebuah riset strategis untuk meningkatkan kualitas data pertanahan nasional melalui pendekatan teknologi terkini. Penelitian yang disusun oleh Lalu Ubai Abdillah dari Program Magister Teknik Geomatika bersama Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.dari Departemen Teknik Geodesi UGM ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal Widya Bhumi (Volume 6, Nomor 1, 2026) pada tanggal 16 April 2026. Riset yang berjudul “Penataan dan Rekonstruksi Batas Bidang Tanah PTSL Menggunakan Metode Block Adjustment dan Plugin PEREKAT” ini menyoroti solusi teknis atas kendala yang sering dihadapi dalam pendaftaran tanah sistematis.

Intisari dari penelitian ini adalah penerapan metode Block Adjustment dengan memanfaatkan plugin PEREKAT pada perangkat lunak QGIS untuk mengatasi ketidakkonsistenan data spasial dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Studi kasus yang dilakukan di Desa Suwaru, Kabupaten Tulungagung, menunjukkan bahwa metode ini mampu secara efektif memperbaiki pergeseran posisi, deformasi bentuk, serta masalah tumpang tindih antar bidang tanah yang sering terjadi pada metode manual. Inovasi ini memastikan topologi antar bidang tanah tetap terjaga dan konsisten, sehingga menghasilkan kualitas data spasial pertanahan yang jauh lebih akurat dan reliabel.

Implementasi teknologi ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan kepastian hak atas tanah dan akses terhadap aset bagi masyarakat. Selain itu, riset ini mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan meminimalisir potensi sengketa lahan akibat batas tanah yang tidak akurat, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) karena memfasilitasi penataan ruang dan manajemen lahan yang lebih tertib dan terukur. Inovasi ini diharapkan menjadi standar baru bagi otoritas pertanahan dalam mewujudkan administrasi pertanahan yang lebih modern dan berkeadilan.

Link artikel: https://doi.org/10.31292/wb.v6i1.253

1234…7

Agenda

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Berita Terakhir

  • Peringati 67 Tahun Teknik Geodesi UGM, Panitia Reuni KATDESI 2026 Gelar Aksi Distribusi Air Bersih ke Gunungkidul
  • Sinergi Teknik Geodesi UGM, KLH, dan World Bank: Kembangkan Dashboard Pemodelan Spasial untuk Mitigasi Karhutla Lahan Gambut
  • Eksplorasi Dunia Tambang Bawah Tanah: Kuliah Umum Bersama Deny Saputra Yusuf di Teknik Geodesi UGM
  • Sinergi Teknik Geodesi UGM, KLH, dan World Bank: Kembangkan Dashboard Pemodelan Spasial untuk Mitigasi Karhutla Lahan Gambut
  • Dari Geodesi UGM ke Menara Petronas: Tentang Alumni dan Hubungan yang Terus Terjaga
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY