Yogyakarta, 28 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang menghadirkan pakar internasional untuk berbagi wawasan. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam membangun ruang dialog antara akademisi lintas negara. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami dinamika riset global dan peluang kolaborasi akademik.
Pada edisi kali ini, program menghadirkan Prof. Lydia Helena Wong dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai akademisi di bidang material science and engineering serta aktif dalam pengembangan kolaborasi industri dan universitas. Dalam sesi diskusi, ia membagikan perspektif terkait pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong inovasi.
Prof. Wong menjelaskan bahwa ekosistem riset global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih terbuka dan strategis. Menurutnya, kemitraan antara universitas dan industri dapat mempercepat pengembangan teknologi sekaligus meningkatkan relevansi penelitian. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya jaringan internasional dalam memperluas dampak riset.
Diskusi juga mengangkat topik mengenai strategi membangun kemitraan akademik lintas negara. Peserta diajak memahami bagaimana kolaborasi dapat dimulai dari pertukaran pengetahuan hingga pengembangan riset bersama. Hal ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisiplin.
Selain itu, Prof. Wong turut membagikan wawasan mengenai peluang studi doktoral di Singapura, khususnya di NTU. Ia menjelaskan berbagai jalur yang dapat ditempuh oleh mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi di institusinya. Informasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang ingin mengembangkan karier akademik di tingkat global.
Kegiatan ini dipandu sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam menghadirkan forum yang mendorong interaksi langsung antara akademisi Indonesia dan pakar internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas.
Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman serta strategi praktis dalam membangun jejaring global. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan karier akademik internasional.
Penyelenggara berharap program ini dapat terus menjadi wadah pertukaran ide yang inspiratif dan bermanfaat. Selain itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara serta mendorong lahirnya kolaborasi riset baru. Dengan adanya kegiatan ini, kontribusi akademisi Indonesia di tingkat global diharapkan semakin meningkat.
Ke depan, kolaborasi internasional akan menjadi faktor kunci dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterhubungan antar institusi akan membuka peluang inovasi yang lebih luas dan berdampak. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam membangun ekosistem akademik yang kompetitif secara global.