Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Staf Pengajar
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • 2026
  • April
  • 30
Arsip 2026:

30 April

ANALISIS GEOSPASIAL KEJAHATAN JALANAN DI DIY: RISET DEPARTEMEN TEKNIK GEODESI UGM UNGHAREB PENGARUH SPASIAL APJ DAN CCTV

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

YOGYAKARTA — Fenomena kejahatan jalanan, termasuk aksi “klithih” yang mengemuka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini dibedah melalui pendekatan kuantitatif berbasis Sains Informasi Geografis (SIG). Melalui artikel ilmiah berjudul “Analisis Pola Spasial Kejahatan Jalanan: Pengaruh APJ dan CCTV di Daerah Istimewa Yogyakarta” yang diterbitkan pada 30 April 2026 di Jurnal Geosaintek (Vol. 12, No. 2), tim peneliti dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan karakteristik spasio-temporal dari klaster kriminalitas tersebut.

Studi komprehensif ini disusun oleh Affina Dyan Setyawati dan Dr. Diyono selaku corresponding author. Mereka mengombinasikan data Laporan Polisi periode 2018–2023 dengan pemodelan statistik spasial tingkat lanjut guna memahami determinan lingkungan terhadap sebaran tindak kejahatan.

Metodologi dan Pemodelan Spasial Kontekstual

Penelitian ini membagi wilayah analisis ke dalam grid heksagonal berukuran 750 meter untuk meminimalisasi bias ukuran batas administrasi (Modifiable Areal Unit Problem/MAUP). Evaluasi dampak Alat Penerangan Jalan (APJ) dan Closed Circuit Television (CCTV) dilakukan menggunakan Spatial Lag Model (SLM). Pendekatan SLM dipilih menggantikan Ordinary Least Squares (OLS) konvensional setelah uji Lagrange Multiplier (LM) membuktikan adanya efek ketergantungan spasial (spatial lag dependency) yang signifikan pada data kejahatan lintas wilayah.

Temuan Utama Spasio-Temporal

Berdasarkan hasil pemrosesan visual analitik, riset ini mengidentifikasi beberapa pola krusial:

  • Pola Fluktuasi Temporal: Agregasi deret waktu menunjukkan intensitas kejahatan jalanan mencapai puncaknya pada malam hingga dini hari, tepatnya antara pukul 22:00 hingga 05:00 WIB, di mana pengawasan sosial (natural surveillance) menurun drastis.
  • Karakteristik Distribusi Jaringan Jalan: Penataan ruang (spatial arrangement) kejadian di area perkotaan padat (Kota Yogyakarta, Sleman bagian selatan, dan Bantul bagian utara) membentuk pola kombinasi centralized serta radial/linear. Sebaliknya, wilayah dengan densitas penduduk rendah seperti Kulon Progo dan Gunungkidul menunjukkan pola menyebar (dispersed).
  • Vektor Pergerakan: Analisis Origin-Destination (OD) Movement mendeteksi kecenderungan pergerakan spasial insiden yang dominan mengarah ke wilayah Timur Laut (NE) DIY.

Anomali Sosiodemografi dan Korelasi Instrumen Keamanan

Secara akademis, riset ini menepis anggapan umum bahwa karakteristik sosiodemografi lokal menjadi pemicu langsung kerawanan suatu wilayah. Hasil korelasi Pearson Product Moment menunjukkan hubungan yang lemah antara variabel sosial-ekonomi lokal dengan angka kriminalitas. Hal ini diperkuat oleh fakta data bahwa hanya 31,15% kasus yang melibatkan pelaku lokal, sementara mayoritas pelaku berasal dari luar wilayah administrasi TKP. Meski demikian, variabel luas wilayah serta persentase penduduk berpendidikan tinggi tercatat memiliki asosiasi statistik yang signifikan terhadap variasi kejadian.

Di sisi lain, analisis autokorelasi bivariat (Bivariate Local Moran’s I/BiLISA) serta pemodelan SLM menegaskan adanya koinsidensi spasial yang kuat antara ketersediaan APJ dan CCTV terhadap jumlah kejadian kejahatan. Model SLM berhasil menjelaskan variasi kejadian dengan nilai koefisien determinasi $R^2 = 0,2358$ untuk instrumen APJ, dan $R^2 = 0,1981$ untuk CCTV. Nilai koefisien lag ($\rho$) yang positif ($\rho = 0,375$ pada APJ dan $\rho = 0,409$ pada CCTV) membuktikan bahwa probabilitas terjadinya kejahatan jalanan pada suatu grid tidak bersifat independen, melainkan berasosiasi erat dengan magnitudo kejadian di grid-grid sekitarnya.

Rekomendasi Akademis

Dr. Diyono dan tim merekomendasikan agar pemangku kebijakan tidak hanya mengevaluasi kuantitas titik APJ dan CCTV secara makro, tetapi juga mulai mempertimbangkan aspek kualitas spasial pada skala mikro. Hal ini mencakup radius jangkauan cahaya aktual dari APJ, orientasi arah rekam kamera CCTV, hingga integrasi data taktis seperti Area Traffic Control System (ATCS) demi mewujudkan strategi pencegahan kejahatan berbasis lingkungan (Crime Prevention Through Environmental Design/CPTED) yang efektif di DIY.

Sumber : https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/6545

Departemen Teknik Geodesi UGM Hadiri FGD Penguatan Peta Dasar Nasional

Berita Kamis, 30 April 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengembangan infrastruktur data nasional melalui partisipasi dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peta Dasar Sebagai Pilar Kedaulatan Data Geospasial Nasional” yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada hari Kamis, 30 April 2026. Acara ini menjadi momentum krusial bagi berbagai instansi dari seluruh Indonesia untuk menyatukan visi dalam memperkuat kemandirian data spasial demi kepentingan negara. Kehadiran perwakilan dari Departemen Teknik Geodesi UGM, yaitu Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam merumuskan standar pemetaan yang akurat dan kredibel.

Diskusi dalam forum tersebut menyoroti bahwa peta dasar bukan sekadar data teknis, melainkan fondasi utama bagi kedaulatan informasi yang mendukung berbagai kebijakan strategis di tingkat pusat maupun daerah. Dengan sinergi yang terjalin antar instansi, diharapkan pengelolaan data geospasial nasional ke depan dapat lebih terintegrasi sehingga mampu meminimalisir tumpang tindih pemanfaatan lahan. Keterlibatan pakar dari UGM dalam agenda ini memberikan bobot ilmiah yang signifikan, terutama dalam memastikan bahwa aspek teknis geodetis tetap menjadi acuan utama dalam menjaga kualitas data yang akan digunakan untuk perencanaan pembangunan jangka panjang.

Secara komprehensif, kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Peta dasar yang kuat menjadi prasyarat mutlak dalam merancang tata ruang yang tangguh terhadap bencana serta mendukung pertumbuhan wilayah yang terukur. Melalui kemitraan lintas sektoral yang diinisiasi dalam FGD ini, integrasi data geospasial diharapkan dapat mempercepat tercapainya target pembangunan global yang inklusif, inovatif, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

UGM dan BRIN Kolaborasi Teliti Kelembapan Tanah di Gunungkidul untuk Mitigasi Longsor Berbasis GNSS-IR

BeritaPenelitian Kamis, 30 April 2026

Gunungkidul, 30 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian terkait pemantauan kelembapan tanah di kawasan rawan longsor di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. dari UGM dan melibatkan Prof. Buldan Muslim dari BRIN. Fokus utama riset adalah pemanfaatan metode GNSS-IR (Global Navigation Satellite System – Interferometric Reflectometry) untuk mengukur kelembapan tanah secara non-invasif, khususnya pada area dengan potensi longsor tinggi.

Metode GNSS-IR memanfaatkan sinyal satelit yang dipantulkan dari permukaan tanah untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik fisik, termasuk tingkat kelembapan. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu memberikan data kontinu tanpa perlu pemasangan sensor langsung di dalam tanah, sehingga lebih aman dan efisien untuk wilayah dengan kondisi geologi yang rentan.

Menurut Prof. Nurrohmat Widjajanti, penelitian ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologi geodesi modern. “Kelembapan tanah merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kestabilan lereng. Dengan GNSS-IR, kita dapat memperoleh informasi yang lebih detail dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana longsor,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Buldan Muslim dari BRIN menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat integrasi riset nasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan. “Pengembangan metode seperti GNSS-IR membuka peluang besar untuk sistem peringatan dini yang lebih akurat dan berbasis data,” jelasnya.

Gunungkidul dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik geologi yang kompleks serta sejumlah titik rawan longsor, terutama pada musim hujan. Data yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi risiko bencana serta pengembangan sistem peringatan dini longsor di Indonesia. Kolaborasi antara UGM dan BRIN ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis sains dan teknologi.

Agenda

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar   Mei »

Berita Terakhir

  • Departemen Teknik Geodesi UGM dan Teknik Geomatika ITS Jajaki Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi
  • Uji Kelayakan Riset Pertanahan, Departemen Teknik Geodesi UGM Gelar Sidang Tertutup Doktor
  • Departemen Teknik Geodesi UGM Gelar Audiensi Pengabdian Masyarakat di Kulon Progo
  • Departemen Teknik Geodesi FT UGM Hadirkan Mini Museum: Jejak Sejarah Alat Ukur dari Abad ke-20
  • Revitalisasi Infrastruktur Laboratorium Geoinformatika dan Infrastruktur Informasi Geospasial (GIIG)
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY